Djani mati dan bangkit setelah melihat Adonai Yeshua

Ayat bacaan: Injil Yohanes 11:23-27:
Kata Yeshua kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.”
Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”
Jawab Yeshua: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
Jawab Marta: “Ya, Adonai, aku percaya, bahwa Engkaulah Mashiah, Anak Elohim, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

Kesaksian Djani diculik, tebusan uang gagal lalu dibunuh.  Video. “Sebelum kejadian itu saya alami, saya bermimpi diculik oleh dua orang ke hutan. Tapi saya tidak tahu di hutan mana. Di situ saya dipukuli dan dibunuh. Saya sempat menceritakan mimpi saya itu ke seorang teman, tapi teman saya berkata bahwa hal itu hanyalah mimpi, tidak mungkin jadi kenyataan,” demikian Djani memulai kesaksiannya.

Justru sekitar satu bulan kemudian, mimpi Djani menjadi kenyataan. Hari itu Djani sedang berjalan-jalan di daerah Kota ketika tiba-tiba ada seseorang menepuk pundaknya. Ada enam orang pelaku yang membawanya masuk ke dalam taksi dan membawanya ke sebuah hutan. Di hutan tersebut, Djani diperlakukan secara tidak manusiawi.

“Saya dipukul, ditendang dan diancam. Mereka berkata, kamu harus temukan cara untuk bisa menebus nyawa kamu, supaya kamu bisa pulang dengan selamat. Maka saya menelepon abang saya. Saya bilang, ‘Bang saya diculik. Saya posisinya di hutan, saya tidak tahu hutan mana, saya diculik’.”

Hari itu kakak Djani sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor. Selain mendapat telepon dari Djani, si penculik juga menghubunginya serta meminta uang tebusan sebesar 20 juta. Setiap setengah jam si penculik menghubungi kakak Djani dan terus menyampaikan ancaman akan membunuh Djani jika uang yang diminta tidak segera ditransfer. Pada hari itu juga kakak Djani langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Dan sewaktu masih di kantor Polisi, penculik itu kembali menelepon.

“Sebelum jam sembilan uang itu harus sudah ditransfer, kalau tidak adik kamu saya habisi,” demikian kakak Djani bercerita. “Saya sudah transfer sebagian, tapi saya harus mencari pinjaman dulu kepada teman-teman dan kerabat supaya bisa cukup.”

Namun pada akhirnya negosiasi dengan para penculik itu menghadapi jalan buntu karena para penculik itu mengetahui bahwa kakak Djani telah melapor ke Polisi.

“Pada saat itu saya tambah merasa tertekan, ketakutan saya lebih tinggi lagi. Mereka bilang, ‘Adik kamu sekarang saya bunuh’. Saya bilang, ‘Kenapa adik saya harus dibunuh? Saya sudah transfer uang yang diminta’. Mereka menjawab karena saya lapor polisi.”

Akibat negosiasi yang gagal, maka saat itupun Djani dipersiapkan untuk dibunuh.
“Ini makanan terarkhir kamu, makan! Lihat matahari, ini terakhir kali kamu lihat matahari dan makan. Hari ini kamu mati.”
Mereka menyeret Djani dan memukulinya sampai ia sekarat. Dan akhirnya, salah satu dari penculik itu menjerat lehernya untuk menghabisi nyawanya. Setelah dibunuh, tubuh Djani dibuang ke semak-semak.

“Hampir jam sebelas, si penculik menelepon, ‘Adik kamu sudah saya bunuh’. Saya tidak bisa apa-apa, hanya diam. Saat itu saya pasrah. Sambil air mata saya mengalir, saya berdoa, Yahweh saya berserah penuh pada-Mu. Jika adik saya masih hidup, kembalikan utuh dari kepala sampai ujung kaki”

Roh Djani melihat Adonai Yeshua, dan hidup kembali.
Namun sebuah peristiwa spiritual dialami oleh Djani.
“Saat itu saya merasakan sudah mati. Bahkan roh saya melihat sendiri jenasah saya diseret ke semak-semak. Tapi pada saat itu saya melihat sebuah cahaya yang terang sekali. Yeshua menampakkan diri dengan cahaya yang terangnya luar biasa. Tiba-tiba ada angin yang begitu kencang dan roh saya kembali ke tubuh saya.” Setelah sadar, Djani pun berlari keluar hutan untuk mencari pertolongan.

Sekitar jam 1 siang, kakak Djani pamit pulang dari kantor polisi. Namun seorang polisi menahannya, “Jangan! Jangan pulang dulu.” Dan sekitar lima belas menit kemudian, seorang polisi memberitahukan bahwa adiknya sudah ditemukan dan sekarang berada di rumah sakit.

“Pada saat itu, saya langsung mengucap syukur kepada Yahweh. Yahweh terima kasih, Yahweh Yeshua saya sangat berterima kasih. Pada saat bertemu dengan Djani, saya langsung memeluknya dan terus mengucap syukur kepada Yahweh.” Demikian ungkap kakak Djani.

Djani pun tak putus-putusnya mengucap syukur buat kebaikan Yahweh, “Kebaikan Yahweh yang saya alami tidak pernah saya bayangkan, saya bisa  dari maut. Saya bisa bertemu dengan abang saya, juga bisa bertemu dengan keluarga. Saya rasanya bangga bisa hidup kembali. Saya senantiasa mengucap syukur atas kebaikan Yahweh. Bahkan saya mengucap syukur atas segala hal yang Yahweh kerjakan. Yahweh itu luar biasa.” (Kisah ini sudah ditayangkan 09 November 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel).

Naskah asli diambil dari:

Kisah Nyata dan Kesaksian Kristen.com

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s