Skotlandia: Asah Shah dibunuh setelah mengepos ‘Very Happy Easter’

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin,” Yeshua berkata tentang tanda kesudahan zaman. (Matius 24:12)

Asad Shah Muslim Glasgow terbunuh di minggu Paskah 2016Asah Shah (40 tahun) ditemukan terluka parah karena ditusuk pisau sedikitnya 30 kali di luar tokonya di Shawlands, Glasgow. Peristiwa terjadi sekitar pukul 9 malam tanggal 21 Maret, Minggu Paskah.

Tambahan dari luka-luka tusukan di atas, nampak bahwa Tanveer Ahmed (32 tahun), pelaku pembunuhan, juga menginjak kepala Asah. Pemilik toko ini kemudian meninggal dunia di rumah sakit.

Asah Shah terbunuh empat jam setelah ia mengirim sebuah pesan video pada Facebooknya mengucapkan kepada seluruh orang Kristen selamat Paskah:*

“Good Friday and a very Happy Easter, especially to my beloved Christian nation. Let’s follow the real footstep of beloved holy Jesus Christ and get the real success in both worlds.” (Jumat Agung dan Paskah yang sungguh Bahagia, khususnya kepada negara Kristen yang saya cintai. Marilah ikuti langkah nyatakasih Yeshua Ha Mashiah dan mendapat sukses nyata dalam kedua dunia (kehidupan sekarang dan kehidupan kekal))

Namun di Pengadilan Tinggi Glasgow Ahmed (supir taxi) menyangkal bahwa ia membunuh Shah oleh karena pesan toleransi Shah kepada penduduk negara Kristen tersebut. Sebaliknya ia bangga dengan perbuatannya dan menyalahi aliran agama Islam yang dianut oleh Asah Shah, yakni Islam Ahmadiah. “Jika saya tidak melakukan ini, orang-orang (Muslim) lainnya akan melakukannya dan akanlah ada lebih pembunuhan dan kekerasan di dunia,” Tanveer Ahmed berkata.

Islam Sunni mengaggap aliran Islam Ahmadiah sebagai aliran sesat. Diperkirakan ada 500 Muslim Ahmadiah di Skotlandia dan lebih dari 10 juta di seluruh dunia.

Motif dari pembunuhan ini dinyatakan sebagai peristiwa “prejudis yang bersifat keagamaan.”

Laporan menulis, ”Bunga-bunga penghormatan telah ada di letakkan pada jalan dimana kejadian terjadi,” termasuk uang sejumlah 90.000 £ (pound sterling) telah terkumpul untuk mendukung keluarganya yang ditinggalkan” karena Asah telah mempromosikan “kasihi semua orang, jangan membenci siapapun.”

Baca lebih lanjut

Pakistan: Gadis cacat ditahan atas tuduhan menghina Islam

BBC: Polisi Pakistan telah menahan gadis 11 tahun berpenyakit mental Down syndrome, setelah sekelompok orang-orang yang marah menuduh gadis tersebut merusak beberapa halaman Kuran.  Mereka mendesak gadis Kristen ini ditangkap untuk menerima hukuman mati dan mengancam membakar rumah-rumah orang Kristen diluar ibukota Islamabad, koran lokal berkata.

WND: Rimsha Masih, nama dari gadis ini malang ini, ternyata hanya membakar halaman-halaman “Noorani Qaida,” yakni buku petunjuk yang dipakai untuk belajar dasar-dasar Kuran. Lapor Barnabas Aid (yayasan kemanusia) kepada WND.

Tuduhan ini berawal dari tetangga Rimsha, dan menyebar seperti kebakaran hutan yang tidak terkendali oleh karena tuduhan disebarkan di mesjid-mesjid.

Para orang Islam yang marah besar ini sempat memukul dengan keras gadis ini, keluarganya dan beberapa orang Kristen setempat. Dua rumah Kristen juga dibakar dan beberapa rumah mereka dirusak pagarnya juga pintu-pintu dan jendela-jendela. [Mengapa orang-orang Muslim begitu mudah dihasut dan berbuat dosa atas dasar hasutan? Seorang murid sekolah Alkitab di Sumatra dipukuli oleh masyarakat sampai mati hanya karena membakar kertas jimad bertulisan Arab, di awal th 90an]

Akibat penyalah gunaan hukum penghinaan agama Islam ini, sekarang Rimsha tinggal dipenjara Rawalpindi setelah penangkapannya pada tanggal 16 Agustus.   Lebih dari 800 orang Kristen terpaksa harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Untuk pemimpin gereja dan para yayasan kemanusia datang menolong memberikan makanan dan minuman.

Aidan Clay dari International Christian Concern’s Pakistan menyatakan lebih dari 46 orang yang dituduh menghina Islam sejak 1986 sampai 2011 telah terbunuh oleh kekerasan masyarakat yang marah sementara menunggu sidang pengadilan.

“Keadilan akanlah hanya berjalan ketika ratusan Muslim yang menuntut Rimsha dan menyerang rumah-rumah Kristen di Islamabad ditangkap dan diadili,” Clay berkata.

Clay atas nama umat Kristen meminta Presiden Asif Ali Zardari menahan mereka yang terlibat.

Para pembela HAM telah mendorong Pakistan untuk mereformasi hukum-hukum penghinaan kepada Allah (blasphemy) yang kontroversi tersebut, yang mana seorang dapat ada diperjarakan seumur hidup hanya karena menghina Koran.

Kebanyakan dari mereka yang dituduh mengina Allah telah dibunuh oleh orang-orang brutal tersebut, sementara para politikus yang menasehati untuk merubah hukum telah juga jadi sasaran kemarahan.

Tahun kemarin, Shahbaz Bhatti, menteri untuk masalah-masalah kaum minoritas dibunuh setelah meminta mencabut hukum penghinaan tersebut.

Kematiannya tiba hanya beberapa bulan setelah pembunuhan Salman Taseer Gubernur Punjab, yang juga berbicara tentang hal yang sama. Tamat.

Yeshua mengajar orang Kristen: Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:43-45)

Berdoalah bagi saudara-saudari kita di Pakistan, agar iman mereka semakin kuat kepada Yeshua Ha Mashiah di dalam penganiayaan ini. Dan melalui kejadian ini, kiranya banyak orang-orang Islam dibukakan mata rohani mereka.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Dukungan Bagi 100.000 Pengungsi Kristen Syria Sangat Dibutuhkan

Perang antara pemerintah Syria dengan tentara pemberontak, teman saya menyebutnya ”perang antara Shia dengan Sunni” telah menyebabkan orang Kristen dalam posisi yang sangat susah. Orang Kristen Syria telah menjadi korban atas perang kekuasaan ini, lebih parah lagi pihak pemberontak memakai situasi ini untuk memeras orang Kristen bahkan mengusir mereka dari rumah-rumah mereka.  Persecution.org melaporkan (19/4/2012) penganiayaan baru terhadap orang Kristen Syria dari kelompok militan ”Arab Spring” (yang sedang mencoba menggulingkan presiden Assad)  semakin  keras dan bertambah. Sebagai akibatnya, Christian Aid Mission yang berpusat di Virginia harus menambah bantuan untuk menolong para pengungsi yang terus bertambah jumlahnya yang telah menyelamatkan diri ke Yordania, Libanon dan Turki.

Seorang bapa bercerita bahwa sejumlah kelompok pemberontak meminta kepadanya 7 ribu dollar Amerika sebagai upeti (pajak), jika tidak diberikan maka mereka akan membunuh keluarganya, membakar rumah dan supermarketnya. Setelah uang diberikan, bapa ini berharap mereka akan pergi, tetapi sebaliknya mereka menculik orang Kristen ini selama satu minggu. Ia hanya diinjikan untuk pergi jika bapa ini setuju untuk membayar jumlah uang yang sama setiap bulannya. ”Apa yang kamu pikir saya dapat lakukan?” Saya mengambil barang-barang kami, hanya yang utama. Saya bawa keluargaku dan datang ke Yordan.”

Menurut kantor berita Reuters yang dikutip oleh  OneNewSNow.com,para pemberontak termasuk Tentara Pembebasan Syria, Al-Qaeda, Muslim Brotherhood dan orang lokal adalah orang-orang Sunni. Sumber-sumber lain mengabarkan bahwa pasukkan pemberontak umumnya adalah bukan orang Syria. Mereka gabungan dari pejuang Islam Sunni berasal dari Libya dan Irak, Kurdistan, Turki dan Pakistan (termasuk orang Pakistan dari Inggris).

90%  orang Kristen di Horms telah terusir. Haaretz.com  mengutip laporan Syriantruth.org (berbahasa Arab)  menulis bahwa pembunuhan dan pengusiran yang sistimatis ini adalah suatu bukti pembersihan etnis Kristen Syria dari negara mereka sendiri.

Berdoalah (topik doa diambil dari Opendoorsuk.org)

  • Damai dan stabilitas akan ada direstorasi di Syria
  • Minta perlindungan Elohim  atas orang-orang Kristen di Syria dan memberi mereka harapan dan sebuah masa depan
  • Aksi-aksi penyelamatan darurat mampu menyangkau mereka yang sedang dalam keperluan terbesar

Bantuan keuangan dapat disalurkan langsung kepada organisasi-organisasi Kristen atau gereja-gereja yang berhubungan langsung dengan organisasi kemanusian yang terjun kelapangan, seperti organisasi Open Doors, yang menyediakan paket-paket pertolongan juga makanan dan bantuan pengobatan, dan perawatan trauma. Open Doors bekerja dengan gereja-gereja lokal dimana pengungsi berada.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Gadis Kristen Pakistan 12 Tahun Di Perkosa Dan Disiksa Karena Tidak Mau Murtad

Cara orang Islam memenangkan jiwa di Pakistan. The Asian Human Right Commission  (The AHRC) melaporkan bahwa gadis 12 tahun diculik, dibawa kedesa lain lalu diperkosa, dipaksa menikah, delapan bulan lamanya ia dipukuli dan diperkosa oleh karena tidak mau pindah ke Islam, British Pakistani Christian Association melaporkan.

Pada suatu hari Anna, anak gadis dari bapa Arif Masih di kota Lahor, dikunjungi oleh teman perempuan Muslimnya, Nida, untuk ’sebuah perjalanan shopping.’ Nida membawa Anna ke dalam mobil dimana paman Nida, Muhammed Irfan, sudah siap di depan kemudi mobil tersebut. Korban di bawah ketempat yang jauh sebelum ia dimasukkan kedalam rumah dan diperkosa. Dua hari setelah pemerkosaan pertama tersebut tiga wanita dari sanak famili pemerkosa, dilaporkan dengan nama Mumtaz Bibi, Farzana Bibi dan Kiran Bibi beserta Nida teman Anna memaksa Anna untuk menandatangani surat pernikahan ’bersedia dinikahi oleh Mohammed Irfan,’ dibawah ancaman bahwa korban tidak akan dilepaskan jika tidak mau mendatangani surat perjanjian tersebut. Gadis kecil di bawah ancaman tiga wanita dewasa dan ditempat yang sangat asing akhirnya menandatangi surat pernikahan di bawah umur tersebut; Hukum pernikahan di Pakistan wanita boleh menikah setelah berumum 16 tahun. Anna tetap ditahan selama lebih dari 8 bulan,  sampai akhirnya Anna berhasil melarikan diri dan menelpon orang tuanya. The AHRC (Komisi Hak Asasi untuk Asian) dalam laporannya menulis gadis Kristen 12 tahun ini telah diperkosa lebih dari satu pria selama priode 8 bulan penculikan itu.

Korban selama delapan bulan masa penculikan tersebut telah dibawa ke beberapa pusat Islam dimana korban dipaksa untuk memeluk Islam dan dipukuli dengan keras ketika korban menolak permintaan mereka.

Pada minggu pertama September 2011, lebih dari 8 bulan setelah Anna hilang, gadis kecil ini menelpon keluarganya dari Tandianwalla, Faisalabad, 190 Km dari Lahor. Orang tuanya menjemput Anna dan melaporkan kasus ini kepada kantor polisi.

Polisi berdiam diri bahkan berpihak kepada pemerkosa. Keluarga korban kecewa sebab polisi tidak mengambil tindakan untuk melindungi gadis 12 tahun ini dan juga tidak bersedia melakukan pemeriksaan medis.

Para pemerkosa menghubungi polisi melalui jalur kelompok agama Islamnya dan menunjukkan surat pernikahan yang menyatakan bahwa satu dari pemerkosa, yaitu Muhammad Irfan adalah suami dari si korban. Ketika orang tua Anna kembali ke kantor polisi menyertakan nama-nama dari para pemerkosa polisi mengancam orang tua korban dengan mengatakan bahwa Anna telah menikah dan telah pindah ke Islam, jadi lebih baik kembalikan gadis kecil itu kepada suaminya. Dan polisi menambahkan jika orang tua dari korban ini monolak saran polisi tersebut maka pihak korban akan dihadapkan dengan ancaman pelanggaran tindakan kriminalitas.

Komisi Hak Asasi Manusia mendapat kabar dari masyarakat Kristen Pakitan bahwa keluarga Kristen ini sekarang sedang menyembunyikan diri dari para pelaku pemerkosa dan pihak kepolisian.

Berdoalah untuk Anna dan keluarga korban untuk memiliki kekuatan mebawa masalah sampai keadilan terwujud. Berdoa juga untuk pemerintah Pakistan agar mereka menggambil tanggung jawab untuk menegakkan keadilan dan pembelaan yang adil bagi semua rakyat Pakistan, termasuk gadis Kristen 12 tahun ini.

Bagi pembaca yang ingin memberi petisi untuk pembelaan Anna ini bisa menulis di sini:

Pemerintah Pakistan telah dikenal sangat lemah di dalam menegakkan keadilan bagi rakyatnya yang berasal dari kelompok minoritas.  Tahun lalu, Maret 2010, seorang Kristen dipukuli dengan enam pria berkampak sampai meninggal dunia oleh karen pria Kristen ini tidak mau berpindah ke Islam. Polisi telah mencatat laporan ini namun belum ada tindakan nyata, Compass Direct berkata.

Pengancaman dan pemaksaan terhadap orang-orang Kristen di negara Islam Pakistan  sangatlah umum, sementara di negara-negara Barat orang-orang Islam mengaku bahwa Islam adalah agama damai dan satu ajaran dengan kepercayaan orang-orang Yahudi dan Kristen. Baca : Pakistan: Azra Bibi Terbebas dari Perbudakan!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Gereja-gereja di Negara Afrika Utara Dalam Tekanan Yang Berat

Kompas Direct mengabarkan penganiayaan yang semakin berat di negara-negara Afrika bagian utara.

Algeria. Gubernur profinsi Bejaia telah mengirim surat perintah (22 Mei) kepada presiden Gereja Protestant Algeria (GPA), dengan surat tembusan kepada polisi, untuk menutup 7 tempat ibadah orang Kristen, dengan alasan tempat ibadah tersebut “tidak sah” sebab tidak terdaftar.

“Semua bangunan yang dibuat secara permanen atau sedang dalam proses pembuatan untuk kegiatan ibadah agama lainnya diluar Muslim akan ditutup secara permanen di dalam seluruh negara, juga mereka yang tidak mendapat pengesahan kuasa dari Komisi Nasional,”  kata kepala polisi mengutip keputusan gubernur Bejaia.

Para pemimpin Kristen Algeria menolak perintah tersebut dengan alasan:

  1. Gubernur tidak punya kuasa atas seluruh negara
  2. Pemerintah selalu menolak untuk memberi permisi tempat ibadah Kristen beroperasi.

Hukum negara yang melarang aktivitas ibadah diluar agama Islam diperkenalkan tahun 2006.  Sejak ini aniaya semakin keras terhadap non Islam. gedung ibadah di Kabylie dibakar sekalipun mayoritas dari lokasi setempat adalah orang Kristen. Di lain lokasi, 6 orang Kristen ditangkap setelah mereka selesai pertemuan doa. Seorang pria 33 tahun ditangkap selama 5 hari karena membawa Alkitab dan buku pelajaran Kristen, ia juga didenda 460 Amerika Dollar dengan tambahan satu tahun perjara.

Sumber berita lain mengabarkan, walaupun aniaya semakin besar, perpindahan orang-orang Islam ke Kristianity tetap besar.

Orang Kristen di Algeria ada lebih dari 99 000 menurut Operation World, tulis Kompas.

Berdoalah untuk bangsa Algeria; Yeshua melalui Roh Kudusnya menguatkan iman dan menghibur mereka di dalam aniaya ini, semoga terang dan kebenaran yang sejati semakin kuat berkuasa di negeri ini.

Mesir. Jatuhnya presiden H. Mubarak dari jabatan oleh demontrasi atas nama ”Demokrasi” telah menambah berat tekanan orang Islam atas minoritas Kristen di negeri ini. Orang-orang Islam radikal semakin leluasa berbuat kejahatan, pencurian, pengerusakan dan pembunuhan terhadap bangsa mereka sendiri yang beraliran Kristen. Sedikitnya 12 meninggal dan 200 luka-luka setelah dua gedung gereja  dirusak, satu melalui bom-bom molotov dan beberapa rumah dan pertokoan orang Kriten dirusak pada Saptu 7 Mei 2011. Diawali dengan gossip bahwa sebuah gereja menahan seorang wanita Kristen yang ingin berpindah ke Islam, pemimpin gereja mengijinkan sekelompok imam Islam untuk masuk dan memeriksa gedung. Tidak ditemukan. Penyerangan atas gereja dilakukan, dan pihak keamanan baru datang setelah dua jam kemudian,

Hukum “menghina Allah”  (Blasphemy Law) di Mesir dan Sudan semakin megancam bukan saja para murtad Islam, tetapi juga orang-orang Islam (Shia dan Suuni) yang tidak setuju dengan hukum Islam tersebut. Beberapa orang Sunni dari latar belakang profesi seperti wartawan, bloggers, ahli hukum, professor universitas dan sastrawan telah dituduh menghina agama Islam, sekalipun mereka hanya tidak setuju dengan garis keras Islam.

Praktek dari hukum “menghina Allah” ini sering kali salah pakai dan terburuk adalah pemaksaan kehendak, tulis Komas Direct mengutip para korban:

  1. Orang Kristen yang berbicara hanya tentang imannya sendiri dapat dilaporkan ke polisi dan ditangkap.
  2. Orang-orang Kristen yang membela diri saat melindungi gedung ibadah mereka dari perusakan lebih sering menjadi korban penangkapan dan penyeksaan polisi dari pada orang-orang Islam yang merusak milik orang Kristen.
  3. Seorang guru warga Inggris di Sudan dipenjara oleh karena ia menyetujui 20 pendapat murid dari 23 untuk menamai boneka beruang mereka “Muhammad” untuk mengingat murid pria yang paling populer di kelas mereka.
  4. Pemerintah dapat menangkap siapapun (termasuk orang Islam) yang menentang mereka atas nama menghina Allah.
  5. Pihak pemerintah Mesir yang bersedia mengijinkan pembukaan kembali gedung gereja yang telah dirusak atau mengijinkan pendirian gedung gereja telah mendapat ancaman dari pihak Islam sebagai menghina Allah.

Berdoalah untuk bangsa-bangsa di Afrika Utara berdasarkan perkataan Yeshua ini:

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh. 8:31-32).

Alkitab-alkitab berbahasa Arab semakin perlu untuk didatangkan. Hubungi organisasi Misi bagaimana Anda bisa terlibat di dalam percetakan dan pengiriman Alkitab tersebut.

Marokko. Hukum negara melarang penduduk Marokko menghadiri ibadah di luar agama Islam yang dilakukan oleh penduduk asing di Marokko. Namun belakangan ini orang Kristen asingpun mendapat ancaman dari pemerintah,  Pada bulan Maret tahun 2010, Compas menulis, total orang Kristen asing yang telah diusir telah mencapai 128 orang. Termasuk seorang wanita Spanyol yang bersuamikan orang Marokko.

Yang diusir diantaranya pekerja dari yayasan sosial, kemanusian, guru dan juga businessmen. Pemerintah hanya memberi dua jam waktu untuk meninggalkan tanah Marokko dan tanpa menyertakan surat legal deportasi kepada orang asing.

Jamaa Ait Bakrim (berusia 47 tahun), seorang Marokko yang berpindah ke Kristianiti,  telah dihukum penjara 15 tahun. Ia sudah terpenjara selama 6 tahun (sejak 2005).  Rachid (nama samaran) seorang Marokko Kristen lainnya, pembicara dari TV Kristen berbahasa arab yang terkenal Al Hayat Television berkata tentang Jamaa: “Dia menjadi Kristen. Dia menceritakan imannya itu kepada orang-orang disekitar dia. Di Marokko, dan ini juga terjadi pada saya secara pribadi, jika engkau menjadi Kristen kamu kemungkinan dianiaya oleh keluargamu, Jika kamu pegang itu untuk dirimu sendiri, tidak ada orang yang akan mengganggu kamu. Jika kamu menceritakan itu kepada orang lain dan mulai berbicara tentang itu (iman Kristen), itu adalah masalah lainnya.”

Rachid telah melarikan diri dari negaranya, “Para saudara dan saudari Marokko kami menderita, dan kami hanya berharap sesuatu akan jadi OK. Mereka tidak akan berubah jika kita tidak membawa masalah ini ke perhatian internasional,” Rachid berkata.

Rachid memohon orang-orang Kristen di seluruh dunia terus lobby dan berdoa agar saudara dan saudari Marocco mereka berdiri teguh dan menambah kebebasan mereka.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Umar ‘Fidayee’ kisah remaja pembom bunuh diri yang gagal dan menyesal

“Dia berkata kepada saya bahwa semua pendidikan sekolah adalah tidak ada gunanya,” Umar bercerita tentang seorang Taliban, Qari Zafar, yang telah  membawa hidupnya ke dalam dunai Jihad, mengutip perkataan Qari: ”jadilah pejuang Islam dan kamu akan pergi ke Sorga.” Umar bercerita pada siaran TV Pakistan sementara berbaring di rumah sakit.

Peristiwa yang bersejarah yang merubah hidup pria remaja bernama Umar ‘Fidayee’ (sama artinya dengan Jihadist) terjadi pada hari Senin tanggal 4 April 2011, ia bersama Ismail (16 tahun) dan rekan pembom bunuh diri lainnya masuk ke dalam keramaian orang-orang Islam Sufi yang sedang berkunjung ke kuburan Syed Sakhi Sarwari di Dera Ghazi Khan, Pakistan. Mereka siap melakukan aksi teror mereka.

Umar Fidayee adalah satu ratusan remaja desa yang di latih untuk menjadi pembom bunuh diri atas nama “berjuang demi agama Islam” oleh sebuah kelompok Islam Taleban di Pakistan. Umar berasal dari sebuah desa kecil bernama Khat, tidak jauh dari kota Mir Ali. Kemiskinan, rendahnya pendidikan di tempat ia tinggal, dan ditambah kondisi keluarga yang berat  menjadikan Umar sasaran yang empuk untuk terjaring di dalam gerakan Taiban ini. Ayahnya, Akbar Khan meninggal  beberapa bulan sebelumnya pada operasi bom bunuh diri di Karachi.

Kepada kami dikatakan bahwa kami akan diselundupkan ke dalam Afganistan untuk membunuh para non-Islam. Namun mereka membawa saya ke Dera Ghazi Khan. ”Tidak ada orang-orang kafir di sini,” Umar berkata kepada para Taliban senior. Dijawab, ”Orang-orang ini [para Islam Sufi] adalah lebih buruk dari para kafir.” Dan Umar diperintahkan untuk menarik tali bom pinggangnya 30 menit setelah dua bom lainya meledak, supaya menghasilkan korban yang semaksimal mungkin.

Setelah dua bom meledak, dan sekarang giliran  Umar untuk meledakkan bom yang terikat pada pinggagnya. Umar gagal, dalam keadaan panik oleh karena kegagalan tersebut ia berusaha untuk meledakan granat tangan, granat ini meledak dan menghancurkan sebuah tanganya. Polisi yang melihat kejadian ini segera menembak tangan Umar yang sebelah lagi.  Serangan bom bunuh diri tanggal 4 April ini membunuh 50 orang, Dan Umar di amankan oleh polisi.

Dalam pengakuannya kepada media, ia berkata: “350 sampai 400 pembom bunuh diri sedang dalam latihan di Mir Ali, di utara Waziristan. “Saya dilatih selama dua bulan dan melihat banyak remaja-remaja pria dari berbagai kebangsaan (Uzbek, Tazikkhan, Arab) ada juga dilatih di tempat tersebut.” Warziristan diketahui sebagai satu pusat pertahan Taliban dan al-Qaida.

Umar dengan nada menyesal dan meminta maaf kepada keluarga yang anggotanya telah terbunuh dan terluka, ”Elohim telah memberi saya kehidupan yang baru, tetapi saya sedih bahwa kami telah membunuh orang-orang dan anak-anak yang tidak bersalah.”

Lebih dari 4200 orang telah terbunuh di Pakistan oleh serangan Taliban dan kelompok Islam lainnya sejak tentara pemerintah Pakistan menyerbu sebuah mesjid yang dipakai oleh Islam radikal di Islamabad pada Juli 2007.

Perkataan Yeshua ini tepat untuk remaja Umar dari Pakistan di atas:

Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.  (Injil Matius 18:8)

Pembunuhan kepada sesama manusia tidak akan pernah dibenarkan oleh Elohim, terlebih jika itu disertai kesombongan dan kebencian. Pembunuhan atas nama agama adalah tipuan Iblis yang paling jahat dan merusak bagi kehidupan manusia.

Disadur dari:   

  1. ‘400 Pakistan suicide bombers in training’ 
  2. A teenage boy in Pakistan has warned that 400 suicide bombers are being prepared in a war against authorities. 
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
 

Film MALATYA, Cerita para martir pertama dari Jemaat Turkey modern

Film dokumentasi yang bersumber dari kisah nyata di kota Malatya, Turkey. Pada tanggal 18 April 2007, tiga laki-laki disiksa dan kemudian dibunuh di sebuah kantor  penyebaran Alkitab di Malatya, Turkey. Ketiga laki-laki tersebut adalah para pemimpin dari sebuah Jemaat dan pembunuh mereka adalah lima pemuda.

Turkey dan Yunani merupakan tempat lahirnya jemaat mula-mula untuk orang-orang bukan Yahudi dan Yahudi diperantauan. Jemaat ini dibangun  dari hasil pelayanan rasul Paulus dan Barnabas pada pertengahan abad pertama.

Film ini mendokumentasikan bagaimana Necati Aydin, 36, dan Ugur Yuksel, 32, and Tillmann Geske, 46, dibunuh secara brutal oleh karena memproklamirkan Yeshua Ha Mashiah adalah Raja segala raja dan Adonai (Master) segala adonai. Necati dan Ugur adalah dua diantara banyak orang-orang Islam Turkey modern yang berpindah ke Kristianiti, dan keduanya adalah martir Ha Mashiah untuk Turkey, mati karena iman Kristen mereka. Tillmann adalah orang Jerman.

Beberapa komentar setelah melihat film MALATYA:

  • “STUNNED AFTER VIEWING MALATYA, THE STORY OF THE FIRST MARTYRS OF THE MODERN TURKISH CHURCH”... Max Lucado
  • “Most Christians don’t have a clue what it means to be the confessing church in the heart of darkness..Malatya is a shattering wake-up call.” Tracy Groot, authur of “Madman”
  • “The Malatya film gives gritty, realistic, unassuming access into the lives of the widows and families, as well as the church-body that is still grieving in Turkey.” DesiringGod.org

Ketika polisi menyerbu gedung tempat pembunuhan, seorang pembunuh mencoba lari dengan melompa dari lantai ketiga ke jalan, membuat kakinya patah dan luka-luka di kepala, sementara empat lainnya tertangkap dengan pisau-pisau berdarah yang masih ada digenggaman tangan mereka.

Ketika salah satu tertuduh tertangkap, di depan polisi ia berkata: ”Kami tidak melakukannya untuk kami sendiri. Kami berbuat itu untuk agama (Islam) kami. Ini boleh menjadi pelajaran kepada para musuh Islam.” Cerita lengkap bisa dibaca di sini: Young Muslims in Turkey Murder Three Christians

Hasil persidangan terbaru menunjukkan bahwa motif utama pembunuhan ketiga pemimpin Jemaat Kristen tersebut adalah politik dalam negeri Turkey, menimbulkan ketidak stabilan untuk menumbangkan pemerintah sekuler (militer) yang saat itu berkuasa.

Penganiayaan di Turkey semakin kuat di bawah kepemimpinan partai politik yang baru ini.

Cerita serupa:
Christian Persecution in Turkey – CBN News

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

  • Kalender

    • Agustus 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari