Mesir: Dua Gereja Koptik dibom saat merayakan Hari Minggu Palm, 5 hari sebelum Paskah

Jemaat Gereja St. George di Tanta Mesir dibom Muslim saat ibadah

JemaatKoptik di Tanta Mesir dibom saat ibadah

Jemaat Kristen Koptik sedang berkumpul merayakan Minggu Palm, sebuah Hari Perayaan Kristen memperingati Yeshua Ha Mashiah menggendarai keledai muda diiringi oleh murid-murid-Nya menuju Bait Elohim dan rakyat di sepanjang jalan menyambut-Nya dengan teriakan meriah  dan lembaian pucuk-pucuk daun palm muda pada tangan mereka, serta meletakkan pakaian mereka dan potongan  ranting pohon zaitun pada jalan yang Dia lalui: ‘Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama YAHWEH! Diberkatilah kerajaan Daud, leluhur kita, yang datang dalam Nama YAHWEH! Hosanna di tempat yang mahatinggi!”  (Markus 11:9-10), menggenapi nubuatan nabi Zakharia 9:9.

Serangan bom pertama terjadi di dalam gedung Gereja St. George di Tanta, membunuh 27 jiwa dan melukai 78 lainnya. Beberapa jam kemudian seorang Muslim meledakkan dirinya sendiri di depan Gereja St. Markus di Alexsandria, menewaskan 16 orang dan melukai 41. Total korban jiwa menjadi  43 dan 119 luka-luka.

Uskup  Angaelos, Uskup tertinggi untuk Gereja Koptik di Britania Raya mengkomentari peristiwa ini: “Sementara itu masih terlalu dini untuk menentukan tanggung jawab, apa yang tak terbantahkan adalah kebrutalan ketidak berperasaan dan tanpa hati dapat menyebabkan seseorang atau orang-orang  mengambil nyawa orang tidak bersalah tanpa pandangbulu, terutama yang paling rentan jam doa,” ia menulis dalam sebuah pernyataan.

Dick Brogden, seorang pemimpin Kristen di Kairo berkata kepada CBN News bagaiman respon saudara-saudarinya, “Mereka tidak meresponi dengan marah atau mengangkat senjata. Sebaliknya dari pimpinan tertinggi Gereja Koptik sampai ke level jemaat, mereka telah memberi pipi sebelah mereka. Mereka memiliki roh Mashiah. Mereka telah berkata kami bersedia menderita demi Yeshua.”

Sumber tulisan:

Baca lebih lanjut

Skotlandia: Penginjil dikunci, dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip Alkitab ke seorang remaja gay

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Elohim.” (2 Timotius 3:1-4)

gordon-penginjil-jalanan-ditahan-polisi-skotland-karena-mengutip-ayat-alkitab

Gordon Larmour ditahan Polisi Skotland karena Injil

Seorang pengkhotbah jalanan Kristen ditahan dalam sel dan dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip kitab Kejadian dalam menanggapi pertanyaan seorang remaja gay: ”bagaimana Elohim memandang homoseksual?”

Gordon Larmour, 42, menghabiskan waktu malamnya dalam tahanan dan menghadapi percobaan enam bulan atas tuduhan sebelum akhirnya mereka membawa ia ke sidang bulan lalu.

Bapa dari satu orang anak ini, telah melakukan kotbah-kotbah di jalanan selama tujuh tahun setelah ia menjadi pengikut Yeshua (Kristen), kejadian ini berawal ketika ia sedang membagikan traktat-traktat Kristen di kota ia tinggal, Irvine, Ayrshire, Juni lalu ketika sebuah kelompok remaja pria melewatinya, Telegraph melaporkan. (5 Februari 2017)

Ia, Gordon, berkata kepada mereka: ”Jangan lupa Yeshua mengasihi kalian dan Dia telah mati bagi dosa-dosa kalian.”

Seorang dari mereka bertanya kepada Mr. Lamour, ”Apa yang Elohimmu katakan tentang homosexual?” Ia menjawab dengan merefer ke Kitab Kejadian, yang menyatakan bahwa Elohim telah menciptakan Adam dan Hawa untuk menghasilkan anak-anak.

Dua remaja (dari antara mereka) berargumentasi dan Mr. Lampur menyatakan bahwa dialah yang dikejar oleh seorang dari remaja tersebut. Bagaimanapun, dialah yang ditahan dan dijebloskan ke mobil polisi sebelum ada ditahan di kantor polisi semalaman, dituntut dengan mengancam atau penyerangan yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.

”Saya berpikir seharusnya polisi menangani itu berbeda dan mendengarkan apa yang telah saya katakan. Mereka seharusnya menenangkan remaja tersebut dan selesai disitu,” Mr. Larmour berkata kepada Scottish Herald hari Minggu kemarin.

Ia menambahkan: ”Di pengadilan teman remaja tersebut berbicara benar – bahwa saya tidak menyerang dia ataupun memanggil dia nama-nama yang bersifat homophobia. Saya hanya sederhananya menjawab pertanyaan dia dan berkata kepadanya tentang Adam dan Hawa dan Sorga dan Neraka. Berkotbah dari Alkitab bukanlah suatu kejahatan.”

Di Pengadilan Sheriff Kilmarnock, Sheriff Alistair Watson setuju, membebaskan Mr. Larmour dari tuntutan. Ia juga menemukan bapa ini tidak bersalah dari tuduhan ke dua ”meyerang yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.”

Mr. Larmour berkata, ”Saya tidak dapat mengerti mengapa saya ditahan pada kejadian tersebut – itu adalah sebuah reaksi berlebihan yang besar dan membuang waktu setiap orang. Polisi tidak mendengarkanku. Mereka segera mengambil posisi membela remaja laki homosex tersebut dan menyerang hak-hakku.”

”Saya merasa mereka (para polisi di kejadian tersebut) telah mencoba begitu keras untuk nampak mereka melindungi para minoritas, sebaliknya ternyata mereka pergi terlalu jauh. Saya ingin ada mampu untuk bercerita kepada orang-orang kata-kata baik dari Injil dan berpikir saya haruslah ada bebas untuk melakukannya juga. Saya saat itu tidak berbicara opini-opini saya sendiri – saya mengutip dari Alkitab.”

Andrea Williams, Pemimpin eksekutiv Pusat Legal Kristen (the Christian Legal Centre), berkata: ”Itu adalah sangat melegakan bahwa Hakim mendukung Gordon, sebab kasus tersebut tidak penting untuk dipermasalahkan.” 

Skotland adalah negara asal penginjil terkenal John Knox, ia begitu mengasihi negerinya sehingga ia berkata, “Berikan saya Skolandia, atau saya mati!” Video dokumentasi: John Knox and The Scottish Covenanters

Sumber terjemahan dan ada lebih dari 2300 komentar, lihat di sini. Preacher Locked Up, Charged with Hate Crime for Quoting Bible to Gay Teen Baca lebih lanjut

Martir Ha Mashiah / Kristus dan Empat kata yang menghentikan pertarungan Gladiator Romawi selamanya

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” – Yeshua Ha Mashiah (Matius 16:24-25)

para-martir-kristen-di-colosseum-roma

Martir Kristen di Colosseum Roma

Ada sepuluh penganiayaan besar terhadap umat Kristen di dalam tiga abad pertama, dan penganiayaan di bawah kaisar Diocletian adalah yang terburuk. Ketika Diocletian kalah dalam pertempuran-pertempuran di Persia (Iran), para jendral perangnya berkata kepadanya itu oleh karena mereka telah mengabaikan dewa-dewa Roma. Diocletian kemudian memerintahkan semua orang militernya untuk kembali menyembah dewa-dewa Roma, sehingga memaksa orang-orang Kristen masuk kembali kepada persembunyian mereka atau keluar dari ketentaraan Roma.

Setelah membersihkan orang-orang Kristen dari militer, Diocletian mengumpulkan orang-orangnya yang telah dikenal umum sebagai anti ajaran Kristianiti. Dia membatalkan keputusan toleransi yang dikeluarkan oleh kaisar sebelumnya, Gallienus, di tahun 260 AD, dan kemudian memakai kekuatan militer Roma untuk menyembah dewa-dewa pagan Roma. Pada 303 AD, ia berkunsultasi kepada dukun dari Kuil Apollo di Didyma, yang mengatakan kepadanya untuk memulai penganiaayaan atas Gereja Kristen di seluruh kerajaannya. Sehingga kemudian lahirlah ketidak toleransiaan, kebencian dan aniaya yang sangat berat terhadap orang-orang Kristen.[1]

Diocletian memerintahkan militernya pergi secara sistimatis dari profinsi ke profinsi menahan para pemimpin Gereja, membakari Kitab-kitab Suci, menghancurkan gedung-gedung Gereja, memotong lidah-lidah mereka, memasak mereka hidup-hidup dan memotong-motong tubuh mereka. Itu terjadi dari Eropa sampai ke Afrika Utara, ribuan orang Kristen telah menjadi martir[2]

Para orang percaya berseru dalam doa-doa mereka, kemudian Diocletian dipukul dengan sebuah penyakit usus yang parah dan mengundurkan diri pada 1 Mei 305 AD. Kaisar Gelarius melanjutkan penganiyaan tersebut, namun dia juga dipukul dengan penyakit usus dan mati.

“Saya bisa membayangkan bagaimana orang-orang Kristen mula-mula yang dibawa ke Colosseum untuk dijadikan tontonan bagi mereka yang lebih jahat dari pada binatang-binatang buas, mereka dimohon oleh orang-orang yang ragu-ragu agar tidak membahayakan hidup mereka. Tetapi, berlutut di tengah-tengah arena, mereka berdoa dan bernyanyi sampai mereka dimakan …”

Dua pemimpin politik Kristen Amerika Serikat berkomentar tentang penganiayaan orang Kristen di arena-arena Gladiator Roma:

“Bagaimana  tidak berdayanya mereka nampak, dan, diukur oleh setiap ukuran manusia, bagaimana tidak adanya harapan perbuatan mereka. Namun hanya di dalam puluhan tahun kuasa yang mereka telah panggil terbukti lebih kuat dari legionnya Kaisar, dan iman yang mana mereka telah mati ternyata menang di seluruh negeri … Mereka lebih besar dari pemenang dalam kematian mereka daripada mereka dapat miliki melalui membeli kehidupan.” Seketaris Negara William Jennings Bryan; The Prince of Peace. New York Times, Sept. 7, 1913.

“Kuasa doa ini dapat ada diillustrasikan oleh suatu cerita munder kebelakang abad ke empat – Seorang hamba Tuhan (Telemachus) tinggal di sebuah desa yang kecil, menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam doa. Suatu hari ia berpikir ia telah mendengar suara Elohim berkata untuk dia pergi ke Roma. Berminggu-minggu kemudian, ia tiba …. di saat perayaan di Roma.  Dia mengikuti orang-orang masuk ke dalam Colosseum, dan kemudian, di sana di tengah-tengah keramaian dia melihat beberapa gladiator datang ke arena, berdiri di depan Kaisar, dan berkata, ‘Kami yang akan mati menyaluti Anda.’ Dan hamba Adonai ini sadar bahwa mereka akan segera bertempur untuk mati bagi menghibur para penonton. Dia berteriak, ‘Dalam Nama Kristus, berhenti!” Dan suaranya lenyap di tengah-tengah keramaian di Colosseum yang besar tersebut …”

para-gladiator-saling-bunuh-demi-kaisar-roma-dan-penonton-di-colosseum-kota-roma

Gladiator saling membunuh demi Kaisar

“Dan saat permainan dimulai, ia turun ke bawah di antara keramaian orang dan memanjat tembok dan loncat ke lapangan arena. Tiba-tiba keramaian orang tersebut melihat manusia bertubuh kecil bergerak menuju ke arah para gladiator dan berkata berkali-kali kalimat yang sama: ‘Dalam Nama Kristus, berhenti!

Dan mereka pikir itu adalah bagian dari hiburan, dan pada awalnya mereka geli. Tapi kemudian, ketika mereka menyadari itu bukan, mereka menjadi beringas dan marah.

“Dan ketika ia memohon kepada para gladiator tersebut, ‘Dalam nama Kristus, berhenti!’ salah satu dari mereka menusukkan pedangnya ke tubuhnya. Dan ketika ia jatuh ke pasir arena untuk mati, kalimat terakhirnya adalah, ‘Dalam nama Kristus, berhenti!’

Dan tiba-tiba, hal yang aneh terjadi. Para Gladiator ini berdiri melihat tubuh kecil terbaring di atas pasir. Kesunyian mencekam Colosseum. Dan kemudian, pada suatu tempat di atas terdengar tangisan, beberapa orang berjalan ke gerbang keluar dan meninggalkan gedung, dan yang lain mulai mengikuti. Dan dalam keheningan yang mencekam tersebut, semua orang meninggalkan Colosseum.

Itu adalah pertempuran terakhir untuk mati di antara para gladiator di Colosseum Roma. Tidak pernah lagi ada seorang membunuh atau manusia membunuh satu sama lain untuk hiburan bagi orang banyak.” Presiden Ronald Reagan berkomentar atas Colosseum Roma di saat the National Prayer Breakfast, Feb. 2, 1984

Diterjemahkan dari Six words that stopped Roman gladiator battles

Catatan kaki:

[1] Ini tepatnya apa yang kitab Wahyu 2:10 berkata: ”Janganlah engkau takut terhadap apa yang akan segera engkau derita. Lihatlah, si iblis akan segera menjebloskan dari antara kamu ke dalam penjara agar kamu dicobai dan kamu akan mengalami kesukaran sepuluh hari. Jadilah setia sampai pada kematian dan Aku akan memberikan kepadamu mahkota kehidupan.” Nubuatan ini telah terjadi dari 303 AD ke 313 AD.

[2] Di Nikomedia (modern Izmit, Turki), saja sejarah mencatat sekitar 20.000 Kristen menjadi martir. Nikomedia adalah metropolitan dari  wilayah Bithynia di jaman Kerajaan Romawi. Raja Diocletian telah menjadi ibukota bagian timur dari Kerajaan Romawi di tahun 286. Lihat:  https://en.wikipedia.org/wiki/20,000_Martyrs_of_Nicomedia  dan  https://en.wikipedia.org/wiki/Nicomedia

[3] Baca Markus 8:33-38

Baca lebih lanjut

Hidup Dan Mati bagi Ha Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian II: “Live for Christ Die for Christ”; says an Ex Muslim, now serving Christ as Pastor; ini adalah kelanjutan dari kesaksian Pendeta Yoshua John Bagian I: Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

Sebagaimana kenyataannya, itu ada tertulis di Alkitab bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Adonai Yeshua Meshiah, bahkan gemuruh-gemuruh halilintar sekalipun, kelaparan maupun kematian. Jadi menuruh Alkitab, jika Elohim beserta kita maka tidak seorangpun dapat mencelakakan kita.

Saya telah menghafal ayat ini dan mengikuti jalan kebenaran Elohim.

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Mashiah: kesukaran, atau kesulitan , atau kelaparan , atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … Tetapi dalam semuanya ini kita menang mutlak melalui Dia yang telah mengasihi kita. …  Sebab aku diyakinkan bahwa … tidak dapat memisahkan kita dari kasih Elohim yang ada di dalam Ha Mashiah Yeshua, Adonai kita.” (Roma 8:35-39)

Ketika saudara-saudarku laki-laki mengetahui tentang perpindahan imanku, mereka menyalahi kakekku dan ibuku karena merusak diriku. [Orang muslim diajar bahwa jika seorang berpindah dari Islam maka muslim tersebut menjadi rusak dalam arti rohani  dan rusak dalam arti jiwani alias gila. Ajaran ini akibat tafsiran yang salah tentang Surah 3:85; bahasa Arabnya tidak ada kata “Islam”]

Mereka marah dan satu di antara saudara-saudaraku tersebut mulai memukuliku secara brutal, hingga mematahkan tulang rusukku. Namun saya sadari bahwa Elohim telah memberikan ku kehidupan dan saya tidak menyesalinya sebaliknya saya merasa terhormat jika martir di dalam nama Elohim

Saudaraku belum puas (dengan penyiksaan tersebut) maka ia menyewa sebuah gangster Pakistan membayar mereka satu juta Rupiah Pakistan (sekitar 9.560 Dollar AS) untuk membunuhku tetapi Elohim menyelamatkanku dari assasinasi.

Keluargaku tidak ingin saya tinggal di rumah dan juga itu bukan tempat yang aman  bagiku untuk hidup di sana sebab saudara-saudara kandungku menginginkan saya mati karena tidak menghormati keluarga dengan berpindah dari Islam ke Kristianiti

Kecelakaan lainnya terjadi ketika saya di Gujaranwala dan saudara-saudaraku ada bersama dengan rekan-rekan mereka menangkap ku dan mulai memukuliku di teman yang terkenal baik yakni Maaneer Chowk.

Saya jatuh ke bumi ketika mereka tidak berhenti menyiksa.

Tanpa sengaja, seorang teman baik saya lewat ketika ia melihat tindakan yang barbariak ini. Ia mencoba menghentikan suadara-saudaraku dan mencomba melindungiku. Para ektrimist yang sadis ini mulai memukuli dia juga dan kami dikirim ke rumah sakit

Setelah tiga hari teman tersebut menyerah (meninggal dunia) karena cedera-cedera yang dideritanya.

Ketika mereka menangkapku dan membawaku ke tempat yang diinginkan, saya bahkan tidak diberikan air untuk diminum, sebaliknya mereka mengencingi mulutku.

Mereka membuat saya meminum air kencing untuk 17 hari berikutnya dan berkata bahwa saya akanlah mendapat air hanya untuk satu kondisi, yang adalah jika saya menerima Islam sebagai agamaku.

Jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Saya berterima kasih kepada Adonai Yeshua bahwa bahkan air kencing tersebut seperti air murni bagi ku saat itu, sebab menerima (aniaaya) itu bukan karena saya berbuat salah, tetapi itu tertulis di Kitab Suci bahwa orang-orang akan membencimu oleh karena Nama-Ku.

Saya berterima kasih kepada Mu Elohim sebab Firman-Mu menjadi nyata dalam kehidupanku.

Tidak hanya itu, mereka bahkan mematahkan kaki-kaki ku dan saudarku meminta saya melakukan mujizat. Saya menjawab dia, Saya tidak memiliki kuasa melakukannya, hanya Elohimku yang dapat. Lalu ia mengina ku dan berkata kepadaku untuk meminta Dia untuk melindungiku.

Lalu aku menarik kakiku dengan kedua tanganku dan saya sembuh oleh kasih karunia Adonai Yeshua Mashiah.

Saya berkata kepada Elohim, ”Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Elohimku dan saya adalah putra-Mu. Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Bapaku dan saya putra-Mu.”

Lalu Elohim memintaku untuk berdiri dan saya melakuannya. Lalu Dia berkata “jangan hanya berdiri tetapi berjalanlah di depan mereka sehingga mereka tahu Aku adalah Elohim Yang Mahakuasa dan Aku memiliki kuasa untuk menyembuhkanmu dan melindungimu.”

Ketika ini terjadi saudara-saudarku dipenuhi dengan ketakutan.

Saya meminta mereka menembak saya sehingga saya dapat pergi langsung ke Adonaiku Yeshua Ha Mashiah.

Saya ingin memberikan pesan ini kepada kalian saudara-saudaraku dan saudari-saudariku bahwa jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Berita lainnya tentang kehidupan orang-orang Kristen di Pakistan bisa dibaca di sini: Persecution of Ex-Muslim – Pakistan

Baca lebih lanjut

Dukungan Bagi 100.000 Pengungsi Kristen Syria Sangat Dibutuhkan

Perang antara pemerintah Syria dengan tentara pemberontak, teman saya menyebutnya ”perang antara Shia dengan Sunni” telah menyebabkan orang Kristen dalam posisi yang sangat susah. Orang Kristen Syria telah menjadi korban atas perang kekuasaan ini, lebih parah lagi pihak pemberontak memakai situasi ini untuk memeras orang Kristen bahkan mengusir mereka dari rumah-rumah mereka.  Persecution.org melaporkan (19/4/2012) penganiayaan baru terhadap orang Kristen Syria dari kelompok militan ”Arab Spring” (yang sedang mencoba menggulingkan presiden Assad)  semakin  keras dan bertambah. Sebagai akibatnya, Christian Aid Mission yang berpusat di Virginia harus menambah bantuan untuk menolong para pengungsi yang terus bertambah jumlahnya yang telah menyelamatkan diri ke Yordania, Libanon dan Turki.

Seorang bapa bercerita bahwa sejumlah kelompok pemberontak meminta kepadanya 7 ribu dollar Amerika sebagai upeti (pajak), jika tidak diberikan maka mereka akan membunuh keluarganya, membakar rumah dan supermarketnya. Setelah uang diberikan, bapa ini berharap mereka akan pergi, tetapi sebaliknya mereka menculik orang Kristen ini selama satu minggu. Ia hanya diinjikan untuk pergi jika bapa ini setuju untuk membayar jumlah uang yang sama setiap bulannya. ”Apa yang kamu pikir saya dapat lakukan?” Saya mengambil barang-barang kami, hanya yang utama. Saya bawa keluargaku dan datang ke Yordan.”

Menurut kantor berita Reuters yang dikutip oleh  OneNewSNow.com,para pemberontak termasuk Tentara Pembebasan Syria, Al-Qaeda, Muslim Brotherhood dan orang lokal adalah orang-orang Sunni. Sumber-sumber lain mengabarkan bahwa pasukkan pemberontak umumnya adalah bukan orang Syria. Mereka gabungan dari pejuang Islam Sunni berasal dari Libya dan Irak, Kurdistan, Turki dan Pakistan (termasuk orang Pakistan dari Inggris).

90%  orang Kristen di Horms telah terusir. Haaretz.com  mengutip laporan Syriantruth.org (berbahasa Arab)  menulis bahwa pembunuhan dan pengusiran yang sistimatis ini adalah suatu bukti pembersihan etnis Kristen Syria dari negara mereka sendiri.

Berdoalah (topik doa diambil dari Opendoorsuk.org)

  • Damai dan stabilitas akan ada direstorasi di Syria
  • Minta perlindungan Elohim  atas orang-orang Kristen di Syria dan memberi mereka harapan dan sebuah masa depan
  • Aksi-aksi penyelamatan darurat mampu menyangkau mereka yang sedang dalam keperluan terbesar

Bantuan keuangan dapat disalurkan langsung kepada organisasi-organisasi Kristen atau gereja-gereja yang berhubungan langsung dengan organisasi kemanusian yang terjun kelapangan, seperti organisasi Open Doors, yang menyediakan paket-paket pertolongan juga makanan dan bantuan pengobatan, dan perawatan trauma. Open Doors bekerja dengan gereja-gereja lokal dimana pengungsi berada.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Film MALATYA, Cerita para martir pertama dari Jemaat Turkey modern

Film dokumentasi yang bersumber dari kisah nyata di kota Malatya, Turkey. Pada tanggal 18 April 2007, tiga laki-laki disiksa dan kemudian dibunuh di sebuah kantor  penyebaran Alkitab di Malatya, Turkey. Ketiga laki-laki tersebut adalah para pemimpin dari sebuah Jemaat dan pembunuh mereka adalah lima pemuda.

Turkey dan Yunani merupakan tempat lahirnya jemaat mula-mula untuk orang-orang bukan Yahudi dan Yahudi diperantauan. Jemaat ini dibangun  dari hasil pelayanan rasul Paulus dan Barnabas pada pertengahan abad pertama.

Film ini mendokumentasikan bagaimana Necati Aydin, 36, dan Ugur Yuksel, 32, and Tillmann Geske, 46, dibunuh secara brutal oleh karena memproklamirkan Yeshua Ha Mashiah adalah Raja segala raja dan Adonai (Master) segala adonai. Necati dan Ugur adalah dua diantara banyak orang-orang Islam Turkey modern yang berpindah ke Kristianiti, dan keduanya adalah martir Ha Mashiah untuk Turkey, mati karena iman Kristen mereka. Tillmann adalah orang Jerman.

Beberapa komentar setelah melihat film MALATYA:

  • “STUNNED AFTER VIEWING MALATYA, THE STORY OF THE FIRST MARTYRS OF THE MODERN TURKISH CHURCH”... Max Lucado
  • “Most Christians don’t have a clue what it means to be the confessing church in the heart of darkness..Malatya is a shattering wake-up call.” Tracy Groot, authur of “Madman”
  • “The Malatya film gives gritty, realistic, unassuming access into the lives of the widows and families, as well as the church-body that is still grieving in Turkey.” DesiringGod.org

Ketika polisi menyerbu gedung tempat pembunuhan, seorang pembunuh mencoba lari dengan melompa dari lantai ketiga ke jalan, membuat kakinya patah dan luka-luka di kepala, sementara empat lainnya tertangkap dengan pisau-pisau berdarah yang masih ada digenggaman tangan mereka.

Ketika salah satu tertuduh tertangkap, di depan polisi ia berkata: ”Kami tidak melakukannya untuk kami sendiri. Kami berbuat itu untuk agama (Islam) kami. Ini boleh menjadi pelajaran kepada para musuh Islam.” Cerita lengkap bisa dibaca di sini: Young Muslims in Turkey Murder Three Christians

Hasil persidangan terbaru menunjukkan bahwa motif utama pembunuhan ketiga pemimpin Jemaat Kristen tersebut adalah politik dalam negeri Turkey, menimbulkan ketidak stabilan untuk menumbangkan pemerintah sekuler (militer) yang saat itu berkuasa.

Penganiayaan di Turkey semakin kuat di bawah kepemimpinan partai politik yang baru ini.

Cerita serupa:
Christian Persecution in Turkey – CBN News

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kristen Ethiopia diancam: ”Pindah ke Islam atau mati!”

 

Orang-orang Kristen di kota Besheno, Ethiopia, mendapat ancaman tertulis pada pintu-pintu rumah mereka: pindah ke Islam, meninggalkan kota atau menghadapi kematian, demikian laporan International Christian Concern (ICC) tertanggal 25 Januari 2011.

Orang Islam yang adalah mayoritas di kota Besheno telah bertahun-tahun menganiaya tetangga mereka yang Kristen. Pada 21 Mai 2004, beberapa orang Islam  membunuh anak perempuan seorang pemimpin Kristen. Secara terus menerus menyerang orang Kristen yang mendengarkan musik Kristen dan melihat video-video Kristen.

Tanggal 29 November 2010 pemimpin Kristen lainnya dianiaya dan masih dalam keadaan krisis saat ini. Dan beberapa hari kemudian beberapa pemimpin Kristen dibawa oleh sebuah mobil yang dikelilingi oleh 100 orang Islam untuk membuat ”perjanjian damai” kepada para pemimpin Islam; dua dari orang Kristen ini luka-luka berat dan yang lainnya luka-luka ringan. Pada 2 Januarinya, seorang Kristen diserang dengan pisau setelah memberi kesaksian penganiayaan ini di pengadilan.

Pemimpin pemerintahan setempat  menolak memberi perlindungan hak kebebasan beragama kepada orang-orang Kristen (5.82 % pada sensus nasional 2007). Gedung gereja dan tempat penguburan juga tidak diberikan.

Mayoritas penduduk Ethiopia secara umum adalah Kristen (Orthodok dan Protestan), namun di kota-kota tertentu misalnya bagian Selatan Ethiopia mayoritas adalah Islam.

”Ketika orang-orang Islam mayoritas, mereka menganiaya orang-orang Kristen,” kata pekerja ICC ini. Orang-orang Kristen yang tinggal di tanah orang Islam diperlakukan sebagai Dhimmi. Dhimmi, bahasa Arab yang berarti orang-orang bukan Islam adalah penduduk kelas dua.

Di belahan wilayah Ethiopia lainnya, dikabarkan bahwa ribuan orang-orang Islam secara suka rela memberi diri mereka di baptis setelah mereka mendengarkan berita Injil dan mengalami penampakan Yeshua Ha Mashiah  melalui mimpi serta melihat dan mengalami tanda-tanda ajaib. Bahkan Ex-PM Ethiopia  berpindah ke Kristen menurut Penginjil Daniel Tassew Haile, yang juga berasal dari Islam dan menjadi Kristen setelah milihat penampakan Yeshua, pada video www.internasionalrevival.org

Kebebasan beragama di negara ini menderita dibawah kekuasaan Komunis selama 17 tahun (1974-1991). Namun setelah Komunis tumbang, gereja-gereja tradisi dan agama Islam bangkit dan menjadi penganiaya orang-orang Protestan. Penganiayaan ini dipercayai membuat Protestan bertumbuh dengan cepat dari 9,8 % di tahun 1960 telah menjadi hampir 20% di tahun 2000.

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Efesus 6:18)

Sumber:

  1. Ethiopian Muslims Warn Christians To Concert, Leave City Or Face Death
  2. Muslims post death threats of doors of Christian homes Believers
  3. Revival and Persecution in ETHIOPIA
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Agustus 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari