Ethiopia: Mantan Muslim bangkit dari kematian mengejutkan para tetangganya, memenangkan banyak jiwa bagi Ha Mashiah

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Markus 16:15-16, ITB)

Shubisa Fatuma bersama suami dan missionari Warsa

Para tetangga Muslim Fatuma dan sanak-familinya sedih atas meninggalnya ibu yang masih muda dari sembilan anak ini. Namun setelah menangisi kematiannya selama 12 jam, Elohim membuat sebuah mujizat yang menyentuh hati banyak jiwa.

”Ini adalah satu dari banyak kesaksian-kesaksian yang tidak umum yang pernah kami catat di pelayanan AIMS kami,” Dr. Howard Foltz berkata, presiden dan pendiri organisasi AIMS.

”Itu dimulai ketika seorang pemuda bernama Warsa diselamatkan (menerima Yeshua sebagai Juruselamatnya) dan kemudian Elohim berkata kepada dia bahwa ia akan dipakai oleh Elohim untuk melihat orang-orang mati dibangkitkan.”

Dilatih sebagai seorang misionari oleh AIMS, Warsa siap menjangkau banyak Muslim dengan Kabar Baik tentang Yeshua Ha Mashiah. Kemudian seorang wanita di desanya menjadi sakit.

”Selama dua bulan saya sakit berat,” Fatuma Shubisa berkata. Fatuma tumbuh di keluarga Muslim, tetapi ia dan suaminya telah berpindah ke Kristianiti.

Suatu hari ibu Fatuma datang berkunjung untuk melihat putrinya yang sedang sakit, namun terkejut ketika ia tiba menemukan putrinya tidak bisa bergerak dan tidak berespons. Ia berusaha mencari denyut nadi dan detak jantungnya, tetapi tubuh Fatuma sudah menjadi dingin.

Lalu ia menutup kedua mata Fatuma dan meluruskan kakinya. Tidak berkuasa mengontrol kesedihannya, ia mulai merintih begitu dalam sehingga guncangan tubuhnya membangkitkan banyak tetanggannya yang juga hadir saat itu turut bersedih hatih.

Pada saat roh Fatuma meninggalkan tubuhnya (kondisi meninggal dunia), rohnya dibawa ke Sorga. Pribadi pertama yang ia temui adalah kakak ipar dari suaminya, yang meninggal dua tahun lebih dahulu.

”Saudara laki-laki dari suami saya meraih tangan saya dan memimpin saya,” Fatuma bercerita. Rumahnya di bumi mengucapkan ”sebuah galian terbuka,” Surga terbuka baginya.

”Saya pergi ke sebuah tempat dimana setiap orang berpakaian dari emas,” Fatuma berkata, ”Saya melihat bumi seperti sangat kotor.” Di Sorga, ia merasa ”bebas dan bersih.”

Fatuma juga bertemu mertua perempuannya di Sorga, ”Ia memohon mereka untuk mengirim saya balik supaya saya dapat mendidik anak-anakku,” ia mengingat.

Sementara itu, seorang missionari bernama Warsa Buta sedang berjalan tidak jauh dari rumah yang sedang berduka tersebut dan melihat kumpulan di sekitar rumah Fatuma. Ketika ia pelajari kematiannya, ia pegi masuk dan mulai berdoa.

Beberapa orang yang hadir bertanya-tanya mengapa ia berdoa, toh wanita itu sudah meninggal dunia selama 12 jam. Ketika ia menderngar gerutuhan mereka, ia bersikeras untuk tetap berdoa, sebab ia ingat janji Elohim ketika ia menjadi Kristen, bahwa ia akan dipakai pada momen sedemikian ini. Dapatkah ini harinya?

”Saya  memiliki iman bahwa Adonai akan bekerja melalui diriku,” Warsa berkata, ”Saya berdoa seperti Peter telah berdoa, ’Fatuma, bangkit … Saya perintahkan kamu dalam nama Adonai, bangkit hidup. Fatuma, bangkitlah dalam nama Yeshua!”

Tiba-tiba, Fatuma bangkit duduk di ranjangnya, sementara setiap orang terpana.

”Saya temukan diriku sendiri di dalam tubuhku,” Fatuma mengingat, ”Saya berkata, ’Apakah ini? Apa yang sedang terjadi? Apa yang sedang berlangsung?

Kebanyakan orang yang berada di sekitar dirinya tidak bisa berkata-kata. ”Dapatkah ia memanggil kembali orang yang telah mati – jiwa kembali ketubuhnya?” seorang bertanya

”Jika ini sungguh, kita semua akan menjadi orang Kristen,” seorang pria berkata. ”Elohimmu adalah sungguh Elohim yang sangat berkuasa!” lainnya berseru

Pada saat itu banyak orang yang menjadi percaya kepada Adonai Yeshua dan ada sukacita besar di desa Fatuma. Fatuma yakin ia tahu alasan mengapa ia hidup kembali.

”Saya kembali karena itu adalah kehendak Elohim bagi ku untuk hidup bersama anak-anakku, namun saya tentunya ada lebih bahagia kembali ke sana (ke Sorga),” ia berkata.

”Sekarang saya telah melihat  ketika seorang Kristen meninggal dunia, ia pergi ke tempat yang lebih baik dan tubuhnya kembali ke debu. Untuk yang tidak percaya, Neraka adalah tempat yang menyedihkan. Tetapi ketika seorang Kristen meninggal dunia ia pergi ke sebuah tempat dimana segala sesuatu adalah baik, dimana setiap orang berbahagia,” Fatuma berkata

Dr. Howard Foltz percaya Elohim akan memakai kesaksian-kesaksian yang luar biasa seperti Fatuma ini untuk membuat trobosan-trobosan diantara kelompok-kelompok suku yang belum terjangkau (Injil). ”Tujuan kami adalah untuk melihat semua 35 kelompok suku yang belum terjangkau di Ethiopia dapat terjangkau oleh Injil Yeshua Messiah,” ia berkata. Ia berkata bahwa kesaksian mujizat atas Faruma juga telah dilaporkan oleh The 700 Club, (divisi pelayanan CBN.com)

Sumber: Former Muslim raised from the dead shocked her neighbors, won many to Christ by Mark Ellias, published February 9, 2012

Artikel ini disalin ulang seijin pemiliknya, JHNoteblog.wordpress.com.  Terima kasih untuk saudara Joseph Hendry, GBU!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Mujizat atas Tariku Tewodros dari Ethopia

Ini adalah sebuah bukti kuasa dan kemurahan YAHWEH kepada siapa yang berseru kepada Nama-Nya dan menghormati Firman-Nya, Alkitab.* Pemuda desa yang tidak bisa membaca dan menulis,  sekarang telah menjadi pendeta dan berkotbah firman Elohim (God) diberbagai negara.

Kesaksian Tariku ini didasarkan pada terjemahan langsung saudara Abraham, dari kesaksian Tariku sendiri dalam bahasa Amharic di video YouTube (lihat di bawah), dan dikemas bersama dengan kesaksian Tariku dari sumber lainnya. Abraham adalah  seorang Ethopia Kristen lahir-baru, teman saya. Terima kasih banyak kepada Abraham K!

Tariku menghabiskan masa kecilnya di sebuah desa selatan Ethiopia. Ia berasal dari sebuah keluarga tradisi yang menyembah berhala. Tariku juga tidak pernah makan bangku sekolah, sehingga ia tidak mampu membaca dan menulis. Ketika ia remaja, ia pindah rumah dan tinggal bersama Bibinya di Kera, bagian dari Addis Abeba [Itu artinya ”Bunga Baru”], ibukota Ethiopia. Di rumah ini, sepupu Tariku, anak perempuan dari bibinya, berhasil membawa Tariku lebih dekat kepada Yeshua, dan mereka berkunjung ke Jemaat (Gereja) yang percaya Alkitab (sepenuhnya sebagai Firman Elohim), dimana gadis ini bersekutu. Di Jemaat inilah Tariku menjadikan Yeshua sebagai Juruselamat pribadi hidupnya.

Di bagian utara Ethiopia, sekarang dikenal sebagai Eritrea, ingin melepaskan diri yang berakibat perang sipil. Ethiopia saat itu masih di bawah pemerintahan ideologi Komunis. Terdorong oleh jiwa nasionalisnya.

Dia mendaftar untuk menjadi tentara. Tariku bergabung ke militer. Sementara ia dimiliter, teman-temannya terbiasa menolong dia di dalam membaca dan menulis surat-surat. Tariku akan memakai sidik jari untuk urusan-urusan resmi. Tariku mendapatkan Alkitab dan buku nyanyian rohani ketika ia meninggalkan rumah bibinya untuk masuk militer. Ia menerima mereka sekalipun ia tahu bahwa ia tidak bisa membaca.

Tariku di medan perang. Kerohanian Tariku semakin kuat. Ia sering berdoa dan Elohim berbicara kepadanya melalui mimpi-mimpi. Dari gaji pertamanya ia membeli radio transistor untuk dapat mendengarkan siaran-siaran Kristen yang dipancarkan dalam bahasa  Amharic dari Kenya. Bahasa Amharic adalah bahasa nasional negara Ethiopia. Dia rindu untuk bisa membaca firman Elohim, namun Tariku adalah seorang pria yang tidak pernah mendapat pendidikan sekolah. Ia bergantung penuh kepada teman-temannya di dalam membaca dan menulis. Doa dan berdiam diri di hadapan YAHWEH adalah satu-satunya yang ia bisa lakukan untuk mengerti kehendak Bapa Sorgawinya.

Tariku berdoa terus-menerus. Dia berdoa seperti ini:
”O Elohim, saya tahu bahwa Engkau telah menyelamatkan hidupku, Engkau telah merubah hidupku, Engkau berbicara kepadaku melalui mimpi-mimpi. Jadi saya percaya bahwa Engkau hidup.
Engkau telah menghidupkan kembali Lazarus. Engkau memberi penglihatan kepada Bartolemeous yang buta untuk  mampu melihat. Jadi saya percaya bahwa Engkau mampu membuka mata saya juga.”

Sementara ia memanjatkan doanya, ia berdiri dengan mengangkat Alkitab ke udara, satu-satunya Kitab yang selalu bersamanya sejak ia memilikinya. Ia berkata kepada YAHWEH sementara Alkitab masih berada di udara,
”Saya tidak dapat baca kitab ini, tetapi saya selalu membawanya, sebab ini adalah firman-Mu.” Saya telah mendengar bahwa Engkau telah melakukan mujizat kepada Lazarus dan Bartolomeus. Jadi Engkau mampu juga membuka mataku.”

Demikianlah ia berdoa hari ke hari, sebab ia sangat ingin membaca firman Elohim tersebut. Ia haus akan Firman-Nya.

Pada suatu hari, sekitar pukul enam pagi, kuasa Roh Kudus turun ke atas diriku dan saya mendengar suara yang berkata kepadaku, ”Bangun dan bukalah Alkitab, baca!” Hadirat Roh Kudus sungguh kuat dan untuk pertama kalinya ia mendengar suara YAHWEH melalui telinga jasmaninya. ”Saya gemetar, dan saya bangun dan membuka Alkitabku. Alkitab itu terbuka pada Mazmur pasal 91, kemudian saya membaca seluruh pasal tersebut.”

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada YAHWEH: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Elohimku, yang kupercayai.”

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” [Kuperlihatkan kepadanya Y’shua-Ku; Hebraic Roots Bible]. Y’shua, dalam bahasa Ibrani artinya Keselamatan, dan juga nama Yesus jika ditulis dalam bahasa Ibrani.

Saya mampu membaca! Saya berteriak-teriak kegirangan sementara air mata sukacita mengali membasahi wajahku, hatiku dipenuhi dengan sukacita.”   Peristiwa ini terjadi di medan peperangan. Beberapa teman tentara berdatangan menghampiri Tariku, ”Mereka ingin tahu apa yang terjadi pada diriku,” Tariku berkata. Saya bercerita kepada mereka apa yang telah terjadi. Beberapa dari mereka berpikir saya telah menjadi gila.

”Saya tidak gila (mad),” jawab Tariku, ”tetapi saya telah melihat firman Elohim yang telah membebaskan orang-orang dari kebodohan (madness); memberi kebebasan kepada yang terpenjara; dan penglihatan kepada yang buta.” Sebagian lainnya sungguh tersentuh dengan ceritaku, kuasa Elohim menguasai mereka dan air mata suka cita mengalir membasahi wajah mereka,” Tariku berkata.

Cerita mujizat yang terjadi atas Tariku segera sampai kepada komandan battalion. ”Saya dipanggil untuk menghadap komandan, untuk menceritakan kejadian tersebut. Saya ambil kesempatan ini sebaik mungkin untuk menceritakan Kebenaran. Saya ceritakan kepada dia segala sesuatu yang telah terjadi kepadaku, mengingatkan dia bahwa ia telah mengetahui bahwa saya tidak bisa membaca dan menulis, sampai akhirnya peristiwa mujizat pada pagi hari itu terjadi: ”Elohim telah membuat saya mampu membaca.”

Lalu komandan ini mengambil sebuah majalah SERTOADER (majalah komunis, Sertoader artinya Masyarakat Buruh dalam bahasa Amharic)  dan memberikan itu kepadaku untuk membacanya. Saya baca dengan bersuara majalah itu di depan komandan ini. “Air mata mengalir dari wajah komandan, ia menangis dan berkata: “Kita sudah sekian lama menolak keberadaan Elohim di negeri ini, tetapi sekarang Elohim telah berbicara kepada kamu,” Tariku bercerita, dan menambahkan, “dan dia berkata kepada saya ‘Elohim adalah hidup.’ Sejarah Ethopia mencatat bahwa pemerintahan komunis berkuasa di Ethopia selama 17 tahun, dan ditumbangkan oleh mujizat-mujizat YAHWEH yang terjadi di Ethopia.

Tariku juga telah dapat menulis.  Ia menulis surat pertamanya kepada sepupunya, putri dari bibinya yang telah membawa Tariku mengenal Yeshua Ha Mashiah, dan telah menjadikan Dia sebagai Juru Selamat pribadinya.

Tariku pada video kesaksiannya ini sering kali berkata: ”Firman Elohim, tetap selamanya; Firman Elohim tetap selamanya (stand forefer),” ia mengutip Yesaya 40:8, Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Elohim kita tetap untuk selama-lamanya.”

Ia sangat percaya perkataan YAHWEH yang tertulis pada Yesaya 55 ayat 10 dan 11:

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Saat ini Tariku Tewodros adalah seorang pendeta di Addis Abeba, Ethopia. Ia travel ke banyak negara bersaksi tentang kuasa Elohim dan berkotbah firman Elohim.

Amin! Haleluyah!

Pada waktu itu juga bergembiralah Yeshua dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Adonai langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil [English: bayi-bayi; to children. Gambaran dari ”tidak berpendidikan” dan ”sederhana dalam berpikir”].
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” [English: Dia; the Son will reveal Him (the Father)].
Sesudah itu berpalinglah Yeshua kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Luk 10:21-24)

* Mazmur 50:15, Yeremiah 33:3, Matius 7:7 and Yohanes 15:7-11
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Amazing Testimony of Tariku Tewodros from Ethiopia.

This is an evidence of YAHWEH’s power and mercy to anyone who cry out to His Name and honor His Word, the HOLY BIBLE*. Tariku Tewodros, a countryside youth who could not read and write, now he becomes a pastor and preaching the Word of Elohim (God) in different countries.

This testimony of Tariku is based on direct translation of Abraham from Tariku’s own testimony in Amharic language on the YouTube video (here in the bottom), and packed in together with Tariku’s testimony from another source.   Abraham is an  Ethiopian man born-again Christian, a friend of mine. Thanks a lot to you Abraham K.!

Tariku spent his childhood in a countryside of south of Ethiopia. He came from a tradition family who worship idols, Tariku never went to school, so he was not able to read and write. When he became a teenager, he moved and lived in hes aunt’s house in Addis Abeba, [It means “New Flower”], the capital of Ethiopia. Then, in Addis Abeba, he joined a youth gang group named Bombard, which is known as wicked gang.

In this house, Tariku cousin, the daughter of his aunt, succeeded to bring Tariku came closer to Yeshua, and they went togather to a believing Bible Congregation (Church), where she was belong. In this Congregation, Tariku made Yeshua become his personal Savior.

In the northern part of Ethiopia, nowadays it is known as Eritrea, was unrest; the people there would like independent, which caused a civil war. Ethiopia was at that time under the rule of Communistic ideology.

He signed up a call to become a soldier. Tariku joined the military. While he was in military, his friends used to help him in reading and writing letters. Tariku would use his fingerprints for legal isues. Tariku got a Bible and a spiritual songbook  when he left his aunt’s house for military. He received them even though he knew that he could not read them.

Tariku was in the battlefield. Tariku’s faith became stronger. He often prayed and Elohim spoke to him through dreams. By his first salary, he bought a transistor radio for listening Christian programs broadcasted in Amharic from Kenya. The Amharic is the national language of Ethiopia. He was longing to be able to read the Word of Elohim, but Tariku was a man who never got any school education. He did fully depend on his friends for reading and writing. Prayer and silence in the present of YAHWEH are the only things he could do to understand the will of his Heavenly Father.

Tariku prayed intensively. He prayed like this:
“O Elohim,  I know that You thou has saved my life, You have changed my life, You spoke to me through dreams. So, I believe that You are alive.
You have rose Lazarus up. You give sight to Bartholomew, the blind man, to be able to see. So, I believe that You are able to open my eyes too.”

While he was praying, he stood up by lifting the Bible into the air, the only book that was always with him since he had it. He said to YAHWEH when the Bible was still in the air,
“I cannot read this Holy Book, but it has been being carried by me always, because this is Your Word.”  I have heard that You have done wonders to Lazarus and Bartholomew. So, You can also open my eyes.”

Tariku prayed like that day after day. He was really  eager to be able to read the Word of Elohim. He was thirsty for His’ Word.

One day, about six o’clock in the morning, Tariku said, the power of  the Holy Spirit has come upon me and I heard a voice saying to me, “Wake up and open the Bible, read it!” The presence of  Holy Spirit was strong and for the first time he heard the sound of Adonai through his physical ears. “I was shaking, and I woke up and opened my Bible. The Bible was open at Psalm 91, then I read the whole chapter.”

He who dwells in the secret place of  the Most High shall abide in the shade of the Almighty.
I will say to YAHWEH: My Refuge and my Fortress, my Elohim; I will trust in Him.

He shall call on Me and I will answer Him; I will be with Him in distress; I will rescue Him and honor Him.
I will satisfy him with length of  days, and will make Him see My Y’shua. [Hebraic Roots Bible]
(Y’shua, in Hebrew, it means Salvation,  as well as the name of Jesus written in Hebrew)

“I can read!,” I was screaming with joy as tears of joy running down on my faces, my heart filled up with joy.” This happened in the army camp on a battlefield. Some soldiers came over Tariku, “They want to know what happened to me,” said Tariku. I told them what had happened. Some of them think I have become mad.

 “I am not mad,” I replayed, “but I saw the Word of Elohim which set people free from madness; give freedom to those imprisoned, and sight to the blind.” Others were truly touched by the story, the power of God to rule over them and the tears of joy flowed down wetting on their faces.”

This Miracle story that occurred over Tariku immediately arrived to the battalion commander. “I was summoned to appear before the commander, to recount the incident. I took this opportunity confidenly to tell the Truth. I told him everything that had happened to me, reminding him that he had learned that I could not read and write, until finally the miracle taken place on that morning: “God has made me able to read.”
Then the commander took a SERTOADER magazine (a communist magazine, Sertoader means  “labor society” in Amharic language) and give it to me to read it. I read the magazine aloud in front of the commander. “Tears flowed from the commander’s faces, he cried and said: “We have long been denying the existence of God in this country, but now Elohim has spoken to you,”  Tariku told, and added,  “and he said to me that ‘Elohim is alive.'” History of Ethiopia notes that the communist government was in power in Ethiopia for 17 years.

Tariku also can write. He wrote his first letter to his cousin, the daughter of his aunt who had brought Tariku to know Yeshua Ha Mashiach and made Him as his own personal Savior.

Tariku in his testimony video often says: “The Word of God, stand forever, the Word of God stand forever.” He was quoting this scripture from Isaiah 40:8, The grass withers; the flower fades; but the Word of our Elohim shall rise forever.” (or “stand forever”).

He strongly believes that the written Words of YAHWEH in Isaiah 55 verses 10 and 11 can be trusted, it says:

For as the rain and the snow comes down from the heavens and do not return there, except it waters the earth and make it bring forth and bud, and give seed to the sower and bread to the eater, so shall My Word be, which goes out of My mouth; it shall not return to Me void, but it shall accomplish that which I please, and it shall prosper in what I sent it to do!

 Amen! Hallelujah!

 In the same hour Yahshua rejoiced in the Spirit, and said,
I praise You, Father, Master of  Heaven and of earth, that You hid these things from the wise and prudent and revealed them to children; yes, Father, because so it was pleasing before You.
All things were delivered to Me by My Father, and no one knows who the Son is except the Father; and who is the Father, except the Son, and he to whom the Son may desire to reveal Him.
And having turned to the disciples alone, He said,
Blessed are the eyes seeing what you see. Luke 10:21-24

* Psalm 50:15, Jeremiah 33:3, Matthew 7:7 and John 15:7-11
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kristen Ethiopia diancam: ”Pindah ke Islam atau mati!”

 

Orang-orang Kristen di kota Besheno, Ethiopia, mendapat ancaman tertulis pada pintu-pintu rumah mereka: pindah ke Islam, meninggalkan kota atau menghadapi kematian, demikian laporan International Christian Concern (ICC) tertanggal 25 Januari 2011.

Orang Islam yang adalah mayoritas di kota Besheno telah bertahun-tahun menganiaya tetangga mereka yang Kristen. Pada 21 Mai 2004, beberapa orang Islam  membunuh anak perempuan seorang pemimpin Kristen. Secara terus menerus menyerang orang Kristen yang mendengarkan musik Kristen dan melihat video-video Kristen.

Tanggal 29 November 2010 pemimpin Kristen lainnya dianiaya dan masih dalam keadaan krisis saat ini. Dan beberapa hari kemudian beberapa pemimpin Kristen dibawa oleh sebuah mobil yang dikelilingi oleh 100 orang Islam untuk membuat ”perjanjian damai” kepada para pemimpin Islam; dua dari orang Kristen ini luka-luka berat dan yang lainnya luka-luka ringan. Pada 2 Januarinya, seorang Kristen diserang dengan pisau setelah memberi kesaksian penganiayaan ini di pengadilan.

Pemimpin pemerintahan setempat  menolak memberi perlindungan hak kebebasan beragama kepada orang-orang Kristen (5.82 % pada sensus nasional 2007). Gedung gereja dan tempat penguburan juga tidak diberikan.

Mayoritas penduduk Ethiopia secara umum adalah Kristen (Orthodok dan Protestan), namun di kota-kota tertentu misalnya bagian Selatan Ethiopia mayoritas adalah Islam.

”Ketika orang-orang Islam mayoritas, mereka menganiaya orang-orang Kristen,” kata pekerja ICC ini. Orang-orang Kristen yang tinggal di tanah orang Islam diperlakukan sebagai Dhimmi. Dhimmi, bahasa Arab yang berarti orang-orang bukan Islam adalah penduduk kelas dua.

Di belahan wilayah Ethiopia lainnya, dikabarkan bahwa ribuan orang-orang Islam secara suka rela memberi diri mereka di baptis setelah mereka mendengarkan berita Injil dan mengalami penampakan Yeshua Ha Mashiah  melalui mimpi serta melihat dan mengalami tanda-tanda ajaib. Bahkan Ex-PM Ethiopia  berpindah ke Kristen menurut Penginjil Daniel Tassew Haile, yang juga berasal dari Islam dan menjadi Kristen setelah milihat penampakan Yeshua, pada video www.internasionalrevival.org

Kebebasan beragama di negara ini menderita dibawah kekuasaan Komunis selama 17 tahun (1974-1991). Namun setelah Komunis tumbang, gereja-gereja tradisi dan agama Islam bangkit dan menjadi penganiaya orang-orang Protestan. Penganiayaan ini dipercayai membuat Protestan bertumbuh dengan cepat dari 9,8 % di tahun 1960 telah menjadi hampir 20% di tahun 2000.

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Efesus 6:18)

Sumber:

  1. Ethiopian Muslims Warn Christians To Concert, Leave City Or Face Death
  2. Muslims post death threats of doors of Christian homes Believers
  3. Revival and Persecution in ETHIOPIA
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Ethiopia: Muhammad Ahmad, imam dari 40 mesjid menjadi penjala manusia

Terlahir sebagai seorang Muslim yang taat di tengah keluarga Muslim yang dihormati oleh lingkungannya. Bapanya adalah seorang guru Kuran, sedangkan Muhammad Ahmad sendiri melayani di 40 mesjid. Yeshua Ha Mashiah menampakan diriNya dan berbicara kepada Muhammad melalui mimpi-mimpi. Ketika ia menerima Yeshua sebagai Juruselamatnya, bapanya ingin membunuhnya dan isterinyapun meninggalkan dia. Untuk keselamatan jiwanya, jemaat setempat mengirim dia keluar kota dan belajar Alkitab. Dia kembali ke kotanya dan membawa terang Injil  kepada keluarganya bahkan ke dalam Mesjid-mesjid.

Ini adalah kesaksian Muhammad sendiri bagaimana ia berpindah dari seorang Muslim yang fanatik menjadi penjala manusia untuk Juruselamatnya, Yeshua Ha Mashiah. Haleluyah!

“Sepanjang hidup saya, saya adalah seorang muslim yang taat. Tujuan keluarga saya adalah mendirikan Islam di mana-mana, untuk menyebarkan agama Islam. Sebagai pemimpin Mesjid saya juga membuat gang untuk menangkapi orang-orang Kristen dan menganiaya mereka, mereka yang pergi kegereja. Dan membakar 7 Alkitab.”

Suatu hari ia mendengar suara dari Sorga di dalam mimpinya memanggil namanya: ”Muhammad … Muhammad kamu hidup di dalam  kegelapan. Kamu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar, tetapi itu bukan pekerjaan yang baik, semua itu bukan pekerjaan-Ku. Keluarlah dari situ, ikutlah Aku maka Aku akan tunjukan kepadamu jalan yang benar.” Dia tahu bahwa itu adalah suara Elohimnya orang Kristen. Ketika ia ceritakan mimpinya tersebut kepada ibunya. Ia dimarahi oleh ibunya. Karena ia lahir di keluarga Islam yang ketat, ia memutuskan untuk tidak mengikuti perintah yang ia dapat dari mimpinya tersebut. Dan kembali ia mendapat mimpi yang sama, namun kali ini suara tersebut nampak sebagai perintah yang tegas untuk dia meninggalkan hidupnya yang gelap tersebut dan mengikuti Yeshua. Muhammad tetap menolak perintah tersebut, lalu ia mengalami sakit yang berat, tidak dapat makan dan berjalan, ia merasa beban yang berat telah jatuh di atas pundaknya. Ia mencoba berkunjung ke beberapa rumah sakit, namun tidak membantu.

Ia teringat kepada seorang penginjil yang pernah mencoba menginjili dia beberapa waktu yang lalu. Saya berusaha menghubunginya, sekalipun takut akan keluarga dan teman-temannya. Singkat cerita mereka bertemu, dan penginjil ini menceritakan kepadanya tentang Alkitab dan menasehat dia untuk menerima Yeshua sebagai Juruselamatnya. Dia menerima nasehat tersebut, pada hari itu juga, Muhammad berkata, bahwa beban beratnya terangkat keluar dari padanya, dan ia disembuhkan dari semua sakitnya. Ketika orang tuanya tahu bahwa ia telah berpindah ke Kristen, ia diusir dari rumahnya dan terancam untuk dibunuh.

Sekembalinya dari sekolah Alkitab, ia bercerita kepada ibunya, dan anggota-anggota keluarganya bagaimana ia telah disembuhkan dan menggalami kedamaian di hatinya, mereka juga menggambil keputusan untuk menerima Yeshua sebagai Yahweh mereka. Langkah selanjutnya yang Muhammad lakukan adalah meminta maaf kepada orang-orang Kristen yang ia pernah aniaya. Dan belajar bagaimana ia bisa memberitakan Injil kepada orang-orang Muslim lainnya yang hidup di dalam kegelapan seperti masa lalunya. Muhammad berkata, ”Saya tidak malu-malu lagi menyatakan bahwah Yeshua adalah nyata, kesembuhanku, damai sejahteraku, pelayananku dan Juruselamatku.”

Dia memohon dukungan doa saudara-saudara seiman, untuk mendapatkan kekuatan sorgawi di dalam pelayanannya, terlebih ketika memasuki mesjid-mesjid dan memberitakan Injil kepada guru-guru agama Islam .

Sumber bacaan:

Ethiopia: Violent Muslim IMAM Finds Jesus Christ

dan lainnya.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Agustus 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari