Perjalanan menuju kebenaran yang abadi

Kisah nyata dari seorang Muslim Indonesia keturunan Arab yang menemukan Yahweh, Yeshua Ha Masiah, sebagai Juruselamat pribadinya.
Sumber tulisan diambil dari Kisahmencarituhan.blogspot.com

Carilah YAHWEH, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan YAHWEH. (Zefanya 2:3)

Selamat membaca,
Penjala Baja.

Awalnya saya adalah seorang muslim, anak seorang Imam besar disalah satu kota propinsi di Indonesia.
Dimana ayah saya, yang saya panggil “Abi” adalah keturunan Arab, dan nama saya Husen Al-Habsyi, dan keluarga kami sangat dihormati dikalangan Muslim di kota kami.
Tapi untuk apa semuanya itu? kalau tidak pernah tahu kebenaran yang tertutup tanpa akhir, kalau bukan dari kita sendiri yang mencari kebenaran itu dengan hati tulus dan ikhlas.
Hal itu dimulai sejak saya tahu dan percaya “Dia”lah Yahweh, Elohim (God atau Allah) yang sebenar-benarnya. (aslinya tertulis: Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan). Dialah Yahweh Yeshua Ha Masiah Juru selamat manusia, maka saya mau semua orang tahu, jangan dikalahkan sama Dadjal, syaitan atau apapun.
Inilah ringkasan riwayatku dalam mencari Yahweh.

Awalnya hidupku tanpa arah tujuan yang pasti, karena hidup dalam kedustaan yang tertutup, yang membuatku tidak tenang dalam menjalani hidup ini.
Dengan rutinitas keseharian yang menjenuhkan, karena hidup hanya berdasarkan Syariat-syariat yang keras tanpa hasil yang nyata, ada apa sebenarnya dengan keadaan ini ?
Saya yang sejak kecil diajarkan Syariat yang sebenar-benarnya dengan aturan yang sangat keras sekali, tidak seperti keadaan umat muslim disekeliling saya tinggal.
Sejak kecil saya sudah tertanam dengan kuat dalam Iman dan pikiran bahwa “Tidak ada Tuhan Selain Allah.” [Terjemahan kalimat sahadat ini tepatnya: ”Tidak ada ilah selain Allah” – There is no god, excep God. Orang Kristen tidak punya masalah dengan pengakuan ini, sebab Alkitab jelas menulis bahwa Elohim/ God / Allah adalah satu-satunya Penguasa semesta alam, nama-Nya ialah YAHWEH].

Karena kalimat tersebut sudah merupakan sebuah kesimpulan bagi saya dulu, maka tidak akan mungkin terpikir mengapa saya harus mencari  Elohim (Ilah atau God) lainnya  lagi!
Dengan berjalannya waktu sampai saya diusia dewasa tetap saya menjalankan semua yang diajarkan, rutinitas membuka ayat-ayat AlQuran untuk melakukan pengajian secara pribadi itu suatu kebiasaan yang saya lakukan.

Oleh karena itulah, maka saya selalu mencari ada apa dibalik misteri kebenaran yang sesungguhnya dan ada apa dengan jalan Shiraathum mustaqiim yang sesungguhnya ? Dimana saya selalu apabila mengkaji AlQuran pada surat pertama yaitu minta ditunjukan jalan Shiraathum mustaqiim, hal itu diulang-ulang dari saya kecil sampai dewasa !  Setelah sekian lama saya mempelajari AlQuran kemudian timbul lagi dalam pikiran saya bahwa kami umat Mumin harus mengImani semua Kitab selain AlQuran yaitu Taurat (Lima kitab Musa), Zabur (Mazmur) dan Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes), tetapi apa yang saya harus Imani sedangkan memegang saja tidak pernah, itulah yang ada dalam logika pikiran saya.
Memang kenyataannya saya sadari bahwa anjuran baca Injil diabaikan bahkan dilarang oleh abi dan semua saudara muslim pada umumnya, jadi ada apa dengan Injil?, itulah pikiran saya selama itu.

Kenapa anjuran membaca Injil seperti tertulis di Q.5:68 tidak pernah dilakukan?, padahal dari Injillah kita bisa tahu kebenaran yang tertutup selama ini. [Penekanan ditambahkan]

Singkat cerita. Karena larangan itu, maka saya ingin tahu ada apa  dengan Injil?
Hal itu terus berkecamuk dibenak saya, hampir semua saudara dari abi maupun umi yang saya tanya tentang Injil, selalu mereka bilang Injil sekarang sudah palsu dan katanya sudah diselewengkan dari isi yang sebenarnya, jawaban itu tidak memuaskan saya karena tanpa ada bukti yang mana aslinya ?

Dari hari kehari selalu dalam benak saya bertanya-tanya, mengapa Injil seakan ditakuti untuk dibaca, apagunanya kalau selama ini saya sudah punya keyakinan kuat yang sempurna? Oleh karena itu mengapa saya harus takut hanya soal baca Injil saja!, apalagi Injil yang dikatakan itu sudah palsu, berarti tidak punya kehebatan lagi, itulah pikiran saya waktu itu.
Suatu saat saya ambil keputusan untuk membaca Injil dan mempelajarinya.

Singkat cerita, tanpa harus saya sebutkan bagaimana cara dan dari siapa saya bisa mendapatkan Injil itu, memang unik ceritanya yang pasti itu saya yakini adalah Jalan Yahweh.  Akhirnya setelah saya mendapat Injil tersebut, suatu malam sebelum saya membuka Injil dengan rasa was-was, saya memohon kekuatan dan mohon ampun kepada Allah (Elohimnya orang Islam) yang saya yakini, kalau saya memang berdosa membaca Injil, karena seumur hidup saya baru pernah memegang Injil dan membukanya dimalam itu.
Kemudian dengan tekat dan hati yang tulus penuh keikhlasan, saya harus baca Injil itu dan saya ber doa layaknya seperti mau membuka AlQuran, untuk menyingkirkan Dajal, syaitan yang setiap saat mengganggu agar kita lupa dengan kebenaran-kebenaran yang hakiki.

Mulailah saya baca Injil, saya pelajari ayat demi ayat dengan benar dan teliti sampai berulang ulang ulang dan ber ulang lagi, dan pada akhirnya datang keinginan saya dari dalam hati, ingin bertanya siapa Yeshua Ha Masiah? Elohim kah Dia???
Tapi saya tidak tahu bagaimana caranya, dalam pikiran saya kalau bertanya kepada orang Nasrani, dengan pasti mereka bilang Elohim, kalau bertanya sama Abi dan Umi atau saudara pasti saya dikatakan kafir atau ditanya macam-macam seperti yang saya sudah alami, hal itu disebabkan memang sudah tertanam pengertian sesuai dengan bunyi kalimat yaitu “Tidak ada Tuhan selain Allah!” [Terjemahan tepatnya: ”Tidak ada ilah selain Allah!”]

Rasa keingin tahuan itu selalu datang dan semakin kuat.
Perjalanan hidupku baru dimulai.
Pada suatu malam hari pukul 01.00, saya berwudhu, ingin ber Tahadjud, karena dengan cara ini lah saya anggap benar untuk bertanya hanya kepada Allah yang saya yakini selama ini, niat dimalam itu timbul setelah beberapa hari saya membaca Injil tetapi masih juga ragu akan kebenarannya, oleh karena saya “ingat” apa yang tertulis di Q.2:46, dengan lugunya ayat tersebut saya baca berulang-ulang sambil dihayati akan pengertian dari maknanya, sehingga Q.2:46 saya anggap benar untuk menemui Yahweh, Elohim yang sebenar-benarnya!”

Setelah saya berwudhu dan mau melakukan awal shalat Tahadjud, yang terjadi diluar dugaan saya sama sekali, saya merasa takut yang tiba-tiba dan kemudian kejadian yang saya rasakan takut teramat sangat / dimalam itu adalah ketakutan yang luar biasa dalam hidup saya, yaitu dengan mata telanjang dan kesadaran penuh saya menyaksikan sosok bayang putih dengan jelas dan agak samar dibagian atas dan bawah, ber jalan-jalan didepan saya dalam kamar yang agak gelap dengan keadaan temaram hanya cahaya luar lewat dari kisi kisi jendela.
Dalam ketakutan saya sadar inikah syaitan?, yang terus mengganggu dan menghalangi keinginan saya, dalam ketakutan tersebut saya langsung mengucapkan Ayatulqursi, Yasiin , Al Faatihah, doa syalawat nabi serta doa-doa kecil lainnya, akan tetapi yang terjadi bayangan tersebut semakin banyak dan semakin dekat, oleh karena itu terakhir saya mengatakan nabi Isa tolong saya, tetapi tetap saja keadaan semakin mencekam !

Dalam ketakutan yang sangat terdesak oleh syaitan tersebut, dalam pikiran saya terlintas minta pertolongan Yahweh Yeshua, tetapi dalam benak pikiran saya timbul juga perlawanan: apa gunanya, Yeshua itu bukan Elohim saya!
Dengan berjalannya waktu menit demi menit dan ketakutan semakin menjadi-jadi, timbul dalam hati dan pikiran saya apa salahnya saya menyebut nama Yeshua, sedangkan saya dalam Tahadjud juga mau bertanya akan nama tersebut kepada Allah?
Oleh karena keadaan tersebut agak cukup lama serta semakin amat sangat ketakutan dan apa yang sudah saya lakukan tidak ada perubahan, maka saya langsung mencoba minta pertolongan “Yahweh Yeshua”, karena saya niat bertanya dan ingin tahu benarkah kebesaranNya, dan kemudian mulut saya berkata: atas nama Yahweh Yeshua keluar dan usir roh jahat syaitan, Dajal atau apapun yang menghalangi keinginan niat saya, untuk menemui Mu !

Ket,
Sebelum saya mengucapkan perkataan tersebut, dikarenakan saya ingin bertanya siapa “Yeshua” ?, apabila Dia “Yahweh Yeshua” dan benar-benar ada, sehingga saat itu dalam pikiran saya terlintas mau tahu, apakah Dia bisa tolong saya?, dan saya disaat itu yakin bila benar, pasti “Yahweh Yeshua” bisa tolong saya.

Pengetahuan hal tentang kuasa atas nama “Yeshua”, pada saat itu bisa timbul dalam pikiran saya, oleh karena saya sudah membaca Injil.
Jadi saya bisa simpulkan bahwa setiap orang yang membaca Injil dengan benar dan hati Ikhlas maka akan tahu makna dari kuasa nama “Yeshua”, rupanya hal itu yang membuat syaitan sejak dulu berusaha menghalangi saya untuk membaca Injil, dan misteri penghalang tersebut terjadi sampai saat ini kepada hampir semua pembaca AlQuran, dimana masalah tersebut tanpa disadari oleh hampir semua orang Mumin, seperti saya dulu.

Dimalam itu setelah mengucapkan kalimat perintah pengusiran syaitan atas nama Yeshua, kemudian tidak beberapa lama bayangan syaitan seperti keadaan sebelumnya sirna dan keadaan itu bisa dilalui dengan tenang serta perasaan takutpun hilang.

Kemudian saya mengulangi lagi ambil wudhu, maka dengan kesadaran penuh saya mulai berTahadjud, kali ini saya ingin berTahadjud menemui Elohim yang sebenar-benarnya Elohim!
Dalam Doa saya memohon kepada Allah [Elohimnya orang Muslim] yang selama ini saya sembah dan percaya, seperti Tahadjud yang selama ini saya lakukan tetapi tidak ada satu Tahadjud sayapun yang didengar, “mungkin kali ini” adalah Tahadjud yang benar !, itulah yang ada dalam benak pikiran saya malam itu.

Di tengah malam itu setelah menyelesaikan dua rakaat, kira-kira pukul 02.00, saya berkata kepada Allah dalam Tahadjud tersebut:
Ya Allah saya mohon tunjukan dan perlihatkan sedikit bukti, apa benar “Yahweh Yeshua” itu Elohim ? dan benarkah “Dia” ada ??
Saya terdiam dalam beberapa saat, kemudian Mujizat itu benar nyata buat saya, dengan perasan terharu menyaksikan itulah “Dia” Yahweh Yeshua datang menampakan wujud dihadapan saya, benar Dia [adalah] Elohim!
Karena saya tidak pernah seumur hidup melihat wudjud nyata seperti yang saya lihat dihadapan saya, wangian yang tercium begitu damai, sejuk dalam hati, perasaan saya saat itu sangat “terharu”.

Terima kasih Yahweh, Kau telah datang kepadaku sungguh Kau sangat mengasihiku.

Dialah Yahweh, Elohim yang sebenar-benarnya!”
Dimana wujud dari Yahweh Yeshua yang saya lihat sama dengan gambar-gambar yang dimiliki teman saya yang Nasrani, tetapi wujud yang saya lihat dimalam itu sungguh sangat menajubkan sekali melebihi gambar-gambar tersebut.

Yahweh Yeshua penyelamat manusia, maka percayalah dengan janji Yahweh : Janji Yahweh Yeshua, yang berjanji damai di bumi bahagia di Surga.
Jangan pernah ragu dengan kasih Yahweh, yakin dan percaya Dialah Yahweh Yeshua juru selamat.
Mulai saat itu saya menjalani hidup tanpa beban, damai sejahtera.
Saya yakin kita percaya pasti Yahweh Yeshua dekat dan selalu memberi pertolongan buat kita, dan untuk lebih mendekatkan diri kepada Yahweh sayapun sangat rindu ke gereja untuk mendengarkan FirmanNya.

Kemudian saya mulai mencari tahu tentang gereja dengan sangat hati-hati.
Entah kenapa selalu ada jalan, maka saya bertemu dengan seseorang yang mendapatkan keyakinannya terhadap Yeshua hampir sama seperti saya, pertemuannya juga tanpa terduga, dan maaf tidak saya sebutkan namanya.

Dari orang tersebut saya banyak mendapat penjelasan semua tentang gereja-gereja yang ada di Indonesia, mulai dari kelompok, tata Ibadah, karunia dari kelompok masing-masing gereja serta hubungan komunitas antar orang-orang yang datang kegereja yang bersangkutan, berdasarkan dari salah satu pertimbangan tersebut, maka saya coba mencari gereja Kristen Katholik yang jauh dari kotaku.

Pertimbangan tersebut karena saya masih sangat takut akan ketahuan keadaan saya sekarang, sehingga saya masih mencari situasi dimana orang-orang tidak terlalu tahu tentang saya, walaupun itu saya sadari adalah kekurangan bahkan kesalahan bagi mereka yang percaya Elohimnya.

Dalam doa, saya selalu mohon agar Elohim Yang Maha Tahu memakai saya dengan cara-Nya untuk bersaksi.
Alhasil sudah ada beberapa situs yang saya buat di Internet yang dapat dikunjungi.

Haleluya, Terpujilah YAHWEH saya bisa dijamah Elohim.
Karena Elohim Maha Tahu, pengalaman inilah Mujizat terbesar dalam hidup saya, yang sebelumnya tidak pernah terpikir sama sekali untuk bisa percaya bahwa Adonai Ha Masiah itu adalah Yahweh, Elohim yang sebenar-benarnya.
Karena sejujurnya sebelum Mujizat itu datang di malam Tahadjud, saya paling benci dengan nama Yeshua beserta para pengikutnya.

Tetapi setelah saya renungkan dan rasakan sekarang ini, bahwa Elohim Maha Baik memberikan rahmatNYA kepadaku, tentang rahmatNYA itu memang sudah tertulis didalam Injil maupun tertulis dengan jelas di AlQuran setelah saya analisa.

Terima kasih Yahweh Yeshua, Engkaulah Elohim yang sebenar-benarnya.
Elohim menyertai dan memberkati kita semua, Amien.

Marilah kita kembali kehati yang fitrah, hati yang belum dikotori dengan kebohongan yang menyesatkan.
Ikhlaskan hati, Yahweh Yeshua penuh kasih, Dia Maha Tahu, mintalah pertolonganNya, pasti kebohongan akan terungkap.

Cobalah mohon petunjuk dalam Tahadjud, mintalah kepada Allah dibuktikan dengan bertanya dengan benar dengan nama asli yang YAHWEH berikan yaitu “Yeshua Ha Masiah”.

Buat yang mau tahu lebih banyak dari kisah saya dan perjalanan hidup saya, sampai saya bisa menemui Yahweh, Elohim yang sebenar-benarnya, nanti akan saya berikan alamat untuk menghubungi saya.
Suatu ketika sudah saatnya tiba, saya akan memberikan kesaksian tersebut secara terbuka untuk umat manusia semua.

Inilah sebagian dari kisah saya dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang nyata saya rasakan setelah saya benar-benar punya Elohim, yaitu Yahweh Yeshua.
Haleluya, Terpujilah YAHWEH.

Yahweh Yeshua memberkati, Amien.
By: Husen ALHABSYI.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

Imam Islam Muhammad dan Supir Bisnya di Mekah

Kisah tentang perjalanan  seorang Malayu Sumatra naik haji ke Mekah dan peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi di sana.

Kami bersuka cita dapat memberi kepada Anda beberapa kesaksian dari orang-orang Muslim yang baru saja menyerahkan kehidupan mereka kepada Yeshua Ha Mashiah. Mereka telah memutuskan mengikuti Yeshua sementara  mengetahui bahwa itu dapat kehilangan teman-teman, keluarga-keluarga, pekerjaan-pekerjaan, dan bahkan kemungkinan kehidupan mereka.

Kesaksian-kesaksian ini mewakili retak-retak kecil yang nampaknya dapat ditembus di dalam dinding Islam. Semua kesaksian ini adalah benar, nama-nama dan tempat-tempat sudah dirubah atau dihapus untuk melindungi indentitas penulis.

Mekah! Orang yang kami panggil dengan nama Muhammad itu merinding kegirangan. Sukar membayangkan bahwa dia akhirnya bisa tiba di kota ini, yang merupakan pusat Islam di Saudi Arabia, kota tempat lahir sang Nabi besar yang namanya sama dengan namanya – sungguh semua ini merupakan impian seumur hidup!

Meskipun Muhammad bekerja sebagai imam di mesjid lokal di Sumatra, Indonesia, dia belum pernah naik haji ke Mekah, yang merupakan ibadah yang harus dilakukan sebagai Muslim yang takwa, setidaknya sekali dalam hidup. Naik hajinya yang pertama kali ini di bulan Mei 1992 memenuhi kebulatan tekad Muhammad untuk menjalankan pilar ke lima dan yang terakhir dalam Islam. Dia menduga perjalanan ini akan jadi pengalaman rohaninya yang terhebat dalam hidupnya.

Di hari pertama di Mekah, Muhammad mendaftarkan diri untuk ikut tour bis untuk mengunjungi tempat2 suci di daerah itu. Keesokan paginya dia tiba lebih awal dari jadwal tour dan dia duduk di belakang supir bis agar bisa melihat pemandangan dengan baik dari jendela depan. Dia merasa senang karena kendaraan itu tidak penuh penumpang dan kursi-kursi sekitarnya juga tampak kosong.

Bis mulai melaju dan pergi ke arah Medina and tempat-tempat keramat yang akan dikunjungi di situ. Di Medina, sang Nabi Muhammad mendirikan negara agamanya setelah hijrah dari Mekah di tahun 622 AD. Medina berjarak lebih dari 200 mil utaranya Mekah, Muhammad punya banyak waktu untuk bercakap-cakap dengan supir bis.

Dengan latar belakang suara mesin bis, Muhammad dan supir bis bercakap-cakap dalam bahasa Inggris sebagai bahasa perantara. “Iya, ini adalah naik hajiku yang pertama,” kata Muhammad kepada supir bis yang berambut hitam dengan relung mata yang menjorok ke dalam dan sorot mata tajam. Muhammad berkata, “Aku dari Sumatra, orang Melayu – salah satu kelompok masyarakat Muslim terbesar di Asia Tenggara. “

Supir bis menolehkan kepalanya ke samping sehingga dia bisa melihat Muhammad. “Tau ngga’, engkau seharusnya tidak usah menghabiskan seluruh uangmu untuk datang ke sini.”

Muhammad mengira dia salah dengar atau salah mengerti. Dia memajukan badannya ke muka untuk mendengar perkataan supir bis lebih jelas lagi. Tanyanya, “Maaf, apa katamu?”

“Datang ke sini untuk naik haji hanyalah buang-buang uang saja,” kata supir bis dengan jelasnya. “Semua ibadah-ibadah untuk mendapat restu Elohim – jika kau berhenti untuk memikirkannya, Islam itu sungguh penuh kemunafikan.”

Muhammad tercenung kaget dan hanya bisa mendengarkan orang itu membicarakan hal-hal yang tadinya tidak pernah terlintas di pikirannya. Selama satu jam mereka bercakap-cakap selagi bis itu melaju di atas padang pasir.

Yang sebenarnya adalah,”
kata supir bis sambil melihat langsung kepada Muhammad, “Elohim ingin mengenalmu secara pribadi, sebagai kawan, dan tidak hanya dari jauh melalui ibadah-ibadah agama. Islam tidak dapat memberimu hubungan dekat seperti itu.”

Karena tempat tujuan sudah dekat, supir bis memperpelan laju bis untuk parkir di suatu tempat. Semua penumpang turun, tapi kepala Muhammad berputar keras dengan pikiran2 baru yang sebelumnya belum pernah dia pikirkan. Dengan bingung dia mengikuti group tour. Tapi sekarang semuanya tampak membingungkan.

Apakah yang dimaksud supir bis itu? Dari mana dia dapat pemikiran seperti itu? Bagaimana mungkin aku bisa bertemu orang seperti itu di tanah suci Islam!

Setelah tour selesai, Muhammad cepat-cepat balik kembali ke bis karena ingin bertemu dengan supir bis dan melanjutkan percakapan. Tapi ternyata supirnya sekarang adalah orang lain. Semangatnya langsung turun. 
“Apa yang terjadi dengan supir bis yang terdahulu?”
tanyanya kepada supir bis yang duduk nyetir.  Supir bis itu hanya mengangkat bahunya saja.

Mohammaed lalu duduk di tempat duduk penumpang dan menatap jendela. Sepanjang perjalanan kembali ke Mekah, dia terus memikirkan kata-kata supir bis di pagi hari itu. Dia merasa dapat ingat semua percakapan dari awal sampai akhir.

Ibadah naik haji Muhammad berlangsung lebih dari seminggu, tapi kegirangan dan antisipasi yang tadinya begitu besar, sekarang seakan hilang bagaikan ban bocor kehilangan udara. Semua yang dilihat dan dilakukannya menimbulkan pertanyaan.pertanyaan baru dan keraguan dalam pikirannya. Selagi dia melanjutkan ibadah hajinya, dia menatapi semua bis-bis yang berbaris di setiap tempat tour, tapi dia tidak pernah melihat supir bis itu lagi.

Setibanya di rumahnya di Sumatra, keluarga Mohammad bingung mengapa dia tidak kembali dengan rasa girang dan perjalanan melakukan ibadah agamanya. Dalam keheningan pikirannya, dia mengingat kembali setiap kejadian di Mekah. Dia tidak pernah lupa kata-kata supir bis itu dan juga raut mukanya. Hatinya bingung. Jika Islam bukanlah agama yang benar, yang mana dong yang benar?

Beberapa hari kemudian Mohammaed berkunjung ke tetangganya yang kita sebut saja bernama A Ching, seorang Kristen Tionghoa. A Ching mempersilakannya datang berkunjung dengan ramah. Pada saat dia bercakap-cakap, mata Muhammad terbelalak melihat gambar yang tergantung di dinding rumah A Ching. Gambar yang dipigura itu menunjukkan wajah supir bis di Mekah!

Muhammad terbata-bata sambil menunjuk gambar itu, “A Ching! Kamu kenal orang itu?”  “Iya, saya kenal” kata A Ching. “Itu gambar Yeshua. Engkau mengenalnya sebagai Isa.”

Muhammad duduk terpaku bagaikan arca. Isa! Nabi kedua tertinggi dalam Islam – Messiahnya orang Kristen! Bagaimana mungkin …?

Ketika dia akhirnya sanggup bersuara kembali, dia berbicara dengan pelan. “Aku punya cerita untukmu, A Ching.”

Tetangganya yang mendengarkan kisahnya juga akhirnya merasa kaget. Setelah selesai bercerita, Muhammad mulai tersedu-sedu dan tiba-tiba mengutarakan dosa dalam hidupnya. A Ching menjelaskan kebenaran-kebenaran yang Yeshua sudah nyatakan tentang indentitasNya sendiri dan tujuanNya. [Maksudnya: kelahiranNya, kematianNya di kayu salib dan kebangkitanNya].

“Muhammad, kau bisa menerima anugrah keselamatan sebagai pemberian cuma-cuma dari Elohim melalui Yeshua Ha Mashiah,” A Ching berkata padanya. “Kau dapat berhubungan secara pribadi dengan Elohim.”

Muhammad berdoa dan menyerahkan jiwanya kepada Ha Mashiah. Ketika dia kembali ke rumahnya, dia mengumpulkan anggota keluarganya dan menceritakan semuanya kepada mereka. Mereka pun kaget mendengar kisah dan perubahannya, dan mereka akhirnya juga menerima Yeshua sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

A Ching memperkenalkan Muhammad kepada pendetanya di gereja lokal secara pribadi. Lalu demi keselamatan mereka, Muhammad sekeluarga pindah ke tempat baru agar tidak dicelakai orang2 Islam lainnya yang marah karena kemurtadannya.

Perjalanan Muhammad ke Mekah benar-benar merupakan titik balik kehidupan spiritualnya. Tapi dia tadinya tidak pernah menyangka pernyataan ilahi datang melalui seorang supir bis.

Kesaksian ini diambil dari Stories from the Front Lines, oleh Jane Rumph, diterbitkan oleh Xulon Press.

Sumber bacaan diambil dari:
Mohammed and the bus driver, pdf
Muhammad Murtad Gara2 Supir Bus di Mekah

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kebangunan Rohani di Indonesia; penglihatan

Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Elohim yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; YAHWEH adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! Mazmur 65:6 dan 97:1

Gambar ini tidak ada hubungannya dengan gambar di penglihatan.

Penglihatan ini diberikan YAHWEH kepada seorang pria Australia sekitar tahun 2004. Diceritakan kepada saya oleh seorang missionary Scandinavia untuk Indonesia. Penglihatan kebangunan rohani ini nampak sebagai berikut:

Pria ini sedang berada di suatu gedung pameran lukisan. Gedung ini sungguh besar dan penuh dengan lukisan-lukisan yang indah-indah. Banyak sekali pengunjung di dalam gedung pameran ini.

Dari sekian banyak lukisan yang dipamerkan terdapat suatu lukisan (peta kepulauan) Indonesia. Tidak ada seorang pun yang tertarik melihat lukisan yang satu ini, sebab lukisan ini terlihat tidak menyenangkan dan buruk. Para pengunjung menjauhi lukisan yang satu ini.

Sementara pria ini memperhatikan lukisan yang bergambar kepulauan Indonesia tersebut, sesuatu yang aneh terjadi. Ia melihat suatu percikan api keluar dari sebuah pulau, dan kemudian diikuti percikan-percikan api lainnya di tempat lain. Peristiwa aneh ini tiba-tiba merubah situasi di dalam gedung tersebut, orang-orang mulai berdatangan melihat peristiwa yang luar biasa ini. Api-api semakin banyak di kepulauan Indonesia, lukisan ini yang tadinya suram dan tidak menarik perhatian orang banyak kini nampak begitu indah dan menggairahkan untuk di saksikan.

Orang Skandinavia ini mendorong banyak orang Kristen lainnya untuk berdoa bagi Indonesia, agar janji kebangunan rohani  yang di janjikan  YAHWEH bisa terjadi. Sekian.

“YAHWEH, Bapa kami yang bertahta di Kerajaan Sorga, saat ini kami bangsa Indonesia merendahkan hati kami di hadapan-Mu. Kami meminta belas kasihan-Mu atas bangsa dan negara kami, ampuni segala dosa dan kesalahan kami yang telah kami perbuat terhadap Engkau. Ketidak adilan, keegoisan dan kesombongan kami terhapat sesama bangsa Indonesia telah merusak negeri kami sendiri. Negeri yang indah dan kaya raya telah menjadi suatu negeri yang tidak menarik untuk dikunjungi oleh para turis, bahkan bagi bangsanya sendiri.

Berilah pada kami suatu hati yang lembut dan penuh kasih sehingga kami mampu melihat kebutuhan sesama kami dan menolong mereka di dalam kebutuhan mereka, terlepas suku apapun mereka, terlepas agama apapun mereka.

Pulihkan hati kami dari dendam dan kepahitan di masa-masa kelam yang telah lalu, dan sekarang ya Bapa berikanlah api kebangunan rohani-Mu pada bangsa ini, bangsa yang telah Engkau ciptakan ini, Indonesia, sehingga kami dapat kembali memuji dan memuliakan nama-Mu yang kudus itu.  Kami minta ini di dalam nama Yeshua, PutraMu yang kudus. Amin. ”

Inilah nyanyian doa dari hati kami yang terdalam kepada Engkau, YAHWEH, Elohim kami yang hidup dan setiawan;

Hidupku bagi KemuliaanMu

(Johan Chrisdianto)

Ribuan pulau dari suku bangsa
Menantikan lawatan kasihMu
Ku takkan bediam dan tinggal tenang
Sampai kemuliaanMu dinyatakan
Atas neg’riku, atas bangsaku
Itu kerinduanku
Atas neg’riku, atas bangsaku
Itulah kerinduanku
Inilah hidupku
Kus’rahkan padaMu
Bagi kamuliaanMu
Inilah hatiku
Ku s’rahkan padaMu
Bagi bangsaku
(Bagi Indonesia)

INDONESIA PENUH KEMULIAANMU

(Julita Manik)

Hatiku rindu
Melihat kemuliaanMu
Hatiku rindu
Melihat curahan kuasaMu
Di tanah tercinta
Neg’riku Indonesia
Ku berdoa Indonesia
Penuh kemuliaanMu
Indonesia, bagi kemuliaanMu
Ya Elohimku, nyatakan kemuliaanMu
Ya Elohimku, nyatakan curahan kuasaMu
Di tanah tercinta
Neg’riku Indonesia
Ku berdoa Indonesia
Penuh kemuliaanMu
Indonesia, bagi kemuliaanMu

Note: Ya Allahku telah diganti menjadi Ya Elohimku

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

  • Kalender

    • Agustus 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari