Jalan unik pasangan Muslim Kuwait menjadi Penginjil Yeshua

Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam Nama-Nya; Injil Yohanes 1:12

Adel dan Layla Masoud Kuwait Kristen

Adel dan Layla Masoud dari Kuwait

Adel dan Layla Masoud adalah suami-isteri orang Arab Kuwait yang sangat menikmati kehidupan mewah pada masa lalunya, sebagaimana warga-warga Kuwait pada umumnya. Sebagai seorang ayah yang masih muda, Adel pernah memiliki sebuah perusahaan khusus menjual mobil-mobil mewah. Kemakmuran duniawi adalah gaya hidup, kebersamaan dalam keluarga dan sanak famili demikianlah urutan kehidupan di Kuwait.

Diler mobil Ferrari menjadi miskin. Kehidupan keluarga Masoud tiba-tiba berubah ketika Presiden Irak Sadam Hussein  menyerang Kuwait pada bulan Agustus 1990. Negara-negara kualisi pimpinan Amerika Serikat datang menyelamatkan Kuwait, pertama-tama dengan serangan udara, lalu peperangan darat dan kemudian menduduki Kuwait di bulan Febuari 1991.

 

Keluarga ini terpaksa harus berimigrasi ke Yordania. “Kami pergi dengan tangan yang sungguh kosong. Kami berpindah dari kaya menjadi miskin. Saat itu kami memiliki empat anak-anak yang masih kecil, yang termuda hanyalah baru setengah tahun umurnya.”

Adel mulai tertarik akan Elohim yang hidup di negara pembuangannya. Sebagai pengungsi-pengungsi ilegal, anak-anak tidaklah harus pergi ke sekolah pemerintah, jadi mereka menaruh anak-anak mereka ke sekolah yang tersedia; sekolah Kristen.

“Pada pertemuan sekolah, kami mendengar bahwa Yeshua adalah Putra Elohim. Kami kagum, orang-orang yang baru kami kenal ini nampak menyenangkan, namun kami sedih bahwa mereka tidak bisa masuk ke Sorga [pemikiran Muslim Arab tentang orang Kristen], jadi kami memutuskan untuk memurtadkan mereka.” Namun kebalikannya yang terjadi.

Mujizat-mujizat besar terjadi atas Keluarga Masoud di Yordania.  Pertama datang kepada kepala keluarga: Adel.
Secara terus-menerus mujizat terjadi kepada diriku. Suatu kali saya memerlukan 50 Dinar untuk sewa. Saya pergi dengan perasaan putus asa ke seorang teman untuk meminjam uang. Teman ini teryata juga tidak memiliki uang. Ia mengeser kursi ke depan bangunan, saya mendapatkan sebuah perasaan untuk melihat benda apa yang ada di bawah kursi yang baru dipindahkan tersebut, itu ternyata sebuah Salib dari kayu. Saya mengambilnya dan berpikir: “Yeshua, jika Engkau Elohim tolonglah saya, maka saya akan memberi hidupku kepada Mu.”

Pada hati yang sama tersebut, segera teman saya menganjurkan untuk kami berkunjung ke tetangganya. Di rumah temannya, tetangga dari teman saya ini memberikan saya satu bundel uang berisi seratus Dinar (pada saat itu nilainya setara dengan satu bulan gaji di Yordan; kira-kira 140 USD saat ini)!

Mujizat-mujizat yang ia alami dan penelitan Alkitab meyakinkan Adel bahwa Yeshua adalah Elohim. Layla, isterinya, menjadi marah ketika ia tahu Adel telah menjadikan Yeshua Adonainya (Tuhannya).

“Aku marah, saya berteriak, ‘Kamu sudah dicuci otak’” Namun Adel tidak bereaksi, tidak juga menaikkan suaranya, hanya pergi ke luar.

“Pemisahan kamar tidur terjadi, saya melarang ia berada di sisiku dan melarang menyentuh anak-anak kami. Saya menekan dia dengan keras untuk kembali ke Islam. Saya pun tidak setuju ia berdoa dengan bersuara kepada Yeshua. Itu merupakan waktu-waktu yang sulit” Layla bercerita mengingat masa lalunya

Doa Layla dan Jawaban Elohim melalui Mimpi. Layla sangat terganggu pikirannya. Di satu sisi, ia bertanya-tanya apakah semua negara-negara Muslim dan sanak famili adalah salah dan sia-siakah mereka telah belajar Kuran di luar kepala. Pada sisi lainnya, ia mengasihi suaminya dan keluarganya.

Adel memberi bantuan petunjuk kepada Layla yang sedang bimbang: “Berdoalah dari hatimu kepada Penciptamu – bukan kepada Elohim Islam atau pun Elohim Kristen”

Layla lalu berdoa dan memohon: “Tunjukkanlah kepada ku manakah dari keduanya yang adalah Jalan yang Benar.” (the Straight Path)

Baca: Menyingkap Kuran Al-Faatihah Surah 1:6-7 JALAN LURUSnya Allah

“Pada malam itu aku bermimpi. Saya sedang berpakaian hitam dan mati. Empat orang datang mengunjungi diriku. Mereka membawa saya ke penguburan. Di perjalanan menuju penguburan nampak dari kejauhan terdapat air yang bersih. Mereka bertanya kepada ku, ‘Layla, akankah kami celupkan kamu ke air?’ Lalu mereka menenggelamkan aku ke dalam kolam air dan ketika saya keluar dari air, saya tiba-tiba hidup kembali, bajuku menjadi berwarna putih, dan tanpa hijab (kerudung kepala untuk wanita Muslim), dan saya mengalami suatu damai dan suka cita yang belum pernah saya alami sebelumnya.

Baca: Baptisan Air atau Baptisan Selam

Paginya ketika saya terbangun dari mimpi tersebut saya masih merasakan sukacita tersebut. Saya pergi kepada Adel untuk bertanya apa arti dari mimpiku tersebut.

“Tanpa Yeshua, kita semua mati dan ada sebagai orang-orang berdosa seperti layaknya dibungkus dalam pakaian-pakaian berwarna gelap. Dalam Yeshua kita bersih. Lenyapnya hijab itu berarti kebebasan,” Adel menjawab.

“Saya tidak ingin bertengkar lebih lanjut, sebaliknya berkehendak dengan semangat untuk mendengar lebih banyak tentang iman Kristen. Dan ketika Adel menjelaskan lebih lanjut kepadaku tentang Adam dan Hawa, saya mengerti semua pesan cerita tersebut.   [Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Elohim menyembelih binatang untuk kulitnya dipakai sebagai pembungkus tubuh mereka yang telanjang, lalu mengusir keduanya dair Taman. Yeshua adalah benih Hawa yang menghancurkan kuasa dosa atas manusia melalui korban darah-Nya sendiri dan menghancurkan kuasa kematian Setan setelah kebangkitan-Nya. Kejadian 3, Yesaya 53 dan Injil Yohanes 3:13-18]

Setelah ia memutuskan menjadi Kristen, ternyata Layla baru tahu bahwa anak-anaknya juga telah menjadikan Yeshua sebagai Adonai mereka. Adel dan Layla di depan gedung Yayasan Middle Eastern Friendship Center mereka

Sinkat cerita, keluarga pengungsi Kuwait ini mendapat ijin tinggal di Vancouver, Kanada. Di tempat barunya ini, mereka memulai Gereja mereka. Telah ada 44 anggota Jemaat dari latar belakang Muslim dan seorang bekas Atheis. Mereka memiliki sebuah yayasan kemanusian, bernama Middle Eastern Friendship Centre. Yayasan ini menolong para pengungsi Timur Tengah untuk hal-hal yang praktis: misalnya memberikan paket-paket makanan, peralatan rumah tangga untuk mereka yang baru mendapat tempat tinggal. Mereka juga membuat kegiatan-kegiatan dan bercerita tentang kasih Yeshua Ha Mashiah.
Menurut Wikipedia, Penduduk Kuwait berjumlah 4,2 juta orang (2016), 1,3 juta orang Kuwait dan 2,9 pendatang. 60% Arab, 37,8 % Asia dan 1,9 % Afrika. Orang Kuwait asli 75% Sunni dan 25% Syiah. Pendatang 85% Muslim dan sisanya Kristen dan Hindu.

Di bawah ini beberapa video tentang aktivitas Gereja-gereja di Kuwait:

  1. Kuwaiti Royal Prince, Abdullah al-Sabah, Declared “his Faith in Jesus Christ”
  2. Sharing the Light of Christ in Kuwait

Baca lebih lanjut

Cara YAHWEH menjawab doa umat-Nya

Ada seorang tentara Amerika yang melayani YAHWEH berdiri di pinggir jalan untuk mencari tumpangan ke kota Chicago di Illinois. Sebenarnya perbuatan “hitchiking” ini melanggar hukum dan sangat berbahaya, tetapi tidak ada
alternatif lain bagi tentara ini kecuali melakukan hal itu.

Tiba-tiba sebuah limousine (mobil Cadillac panjang yang pintunya di tiap sisi ada empat buah itu) warna hitam menghampiri tentara itu dan memberikan tumpangan. Tentara dan pemilik limousine tersebut saling berkenalan (siapa
namanya, asalnya dari mana, kerja di mana, dsb) dan tiba-tiba Roh Kudus membisikkan dalam hati tentara ini untuk membagikan berita mengenai keselamatan di alam Kristus kepada pemilik limousine ini.

Tentara itu menolak bisikan Roh tersebut, karena pikirnya, masakan saya habis melanggar hukum tiba-tiba memberitakan Ha Mashiah, dan terlebih lagi karena tentara ini TAKUT dipukuli pemilik limousine ini dan diturunkan di tengah jalan.

Tapi bisikan Roh Kudus tersebut sedemikian kuat sehingga tentara ini tidak tahan lagi dan berkata kepada pemilik limousine ini, “Pak… boleh nggak saya menanyakan masalah pribadi?”
“Oh, boleh saja,” jawab Bapak ini, “Pertanyaan apa?” “Kalau misalnya Bapak meninggal dunia besok pagi, Bapak kira-kira akan masuk surga atau masuk neraka?”
“Kamu tahu nggak?” jawab Bapak ini, “Sesaat sebelum saya memberimu tumpangan, saya juga tiba-tiba memikirkan hal itu, dan saya pikir kalau saya mati besok, saya akan masuk neraka.” “Bapak mau nggak saya beritahu caranya masuk surga?” tanya tentara ini.
“Oh, tentu saja mau,” jawab Bapak itu.

Tentara itu lalu mulai membagikan berita keselamatan mengenai Yeshua Ha Mashiah dan menantang Bapak ini untuk menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai YAHWEH dan Juruselamat pribadinya. Bapak itu bersedia menerima Yeshua, dan ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengajak tentara itu membimbing dia berdoa untuk menerima Yeshua sebagai YAHWEH dan Juruselamatnya. Air mata meleleh di pipi Bapak ini.
Ia mengatakan, ” kamu tahu nggak? Malam ini kamu sudah melakukan hal yang sangat besar bagi hidup saya, saya nggak akan pernah melupakan apa yang kamu sudah lakukan bagi hidup saya Chicago, ketika tentara ini mohon diri (turun dari mobil), Bapak itu memberikan satu kartu nama sambil berkata, “Ketahuilah… hari ini anda sudah melakukan hal yang sangat penting dalam hidup saya. Kapan-kapan kalau main ke Chicago hubungilah saya di alamat ini.” dan tak lama kemudian mereka berpisah.

Waktu lima tahun sudah berlalu dan tentara ini kemudian kembali berkunjung ke kota Chicago, dan ia ingat akan kartu nama yang diberikan oleh Bapak pemilik limousine ini kepadanya. Tentara ini ingin tahu kabar mengenai
Bapak tersebut, dan ia datang ke alamat yang tertera di kartu nama tersebut, dan ia sampai ke sebuah gedung pencakar langit kantor pusat sebuah perusahaan raksasa di Amerika Serikat.

Ia memberikan kartu tersebut kepada satpam, dan satpam itu sangat terkejut dan bertanya, “Dari mana kamu dapatkan kartu ini?” Tentara itu menjawab, “Yang empunya kartu itu sendiri yang memberikannya kepada saya.” sehingga
satpam itu menjawab, “Kamu naik ke lantai paling atas, sampai sana belok kiri dan kamu tanya pada sekretaris yang ada di sana.” Tentara itu naik ke lantai paling atas dan memberikan kartu nama itu kepada sekretaris yang ada
di sana yang juga sangat terkejut, “Dari mana anda dapatkan kartu ini?”

Jawab tentara itu, “Wah… panjang ceritanya… tapi beliau sendiri yang memberikannya kepada saya.” “Bapak ini sekarang tidak ada di sini…apakah anda ingin bertemu dengan istrinya?” “Boleh”, jawab tentara itu, dan ia
dipertemukan dengan istri Bapak itu yang adalah Presiden Direktur dari perusahaan raksasa tersebut.

“Dari mana kamu peroleh kartu ini?” tanya ibu (istri) tersebut. Tentara itu menceriterakan ihwal pertemuannya dengan Bapak itu dan bagaimana Bapak itu menerima Yeshua sebagai penyelamatnya. Mendengar itu semua meledaklah tangis
Ibu tersebut. Ia menceriterakan bahwa tak lama sesudah menurunkan tentara itu, limousine tersebut memperoleh kecelakaan yang sangat fatal yang menewaskan Bapak tersebut. Ibu itu mengatakan bahwa bertahun-tahun ia berdoa supaya suaminya diselamatkan, dan ia mengira bahwa suaminya meninggal tanpa diselamatkan, sehingga ia begitu marah kepada YAHWEH dan meninggalkan gereja dan pelayanannya.

Apa yang dilakukan oleh tentara itu adalah hal yang paling penting yang pernah terjadi dalam hidup Bapak itu, tetapi hal yang tidak kalah penting lagi ialah CARA Elohim mengabulkan doa ibu itu.

Ibu itu sadar bahwa Elohim BEKERJA di dalam doa-doa yang disampaikannya TANPA memberitahu Ibu tersebut bahwa doanya TELAH DIKABULKAN YAHWEH.

Dari kisah ini kita bisa belajar:

HARUSKAH YAHWEH itu memberitahu kita apabila Ia bekerja dalam rangka mengabulkan doa-doa kita?
TIDAKKAH mata iman kita itu bisa melihat bahwa di balik doa yang SEPERTINYA tidak dikabulkan oleh YAHWEH itu, TERNYATA YAHWEH bekerja untuk mengabulkan doa-doa kita?
Sedemikian cepatnyakah kita MENUDUH bahwa YAHWEH itu tidak setia, YAHWEH itu berbohong, YAHWEH itu tidak menjawab doa-doa kita, dan YAHWEH itu tidak berkenan atas doa-doa kita?
HARUSKAH Elohim itu mengabulkan doa kita dengan cara yang SESUAI dengan cara yang kita sodorkan kepada YAHWEH?Apakah kita sudah sedemikian “dijangkiti” oleh “doa instan” yang “harus dikabulkan hari ini juga”, “harus dikabulkan tahun ini juga” dan lain sebagainya?

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:7-11)

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Desember 2018
      M S S R K J S
      « Okt    
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031  
  • Cari