Isik wanita dari Turki: “Saya telah siap menjadi pembom bunuh diri!”

Kesaksian Isik Abla, wanita Turki ini di terjemahkan dari bahasa Swedia: Hon var beredd att bli självmords- bombare  ditulis oleh Åke Lager dari majalah Ljus I Öster  (The Light for the Peoples) edisi Nomor 7, Oktober 2011. Terima kasih banyak untuk penterjemah.

Isik Abla, penyiar Kanal Hayat Turki

Saya bertumbuh di sebuah keluarga Islam di Turki. Kami memiliki status sosial yang baik, ayah seorang ekonomi dan ibu seorang ibu rumah tangga. Tepatnya kami memiliki semuanya – kecuali damai, sukacita dan kasih kami tidak punya. Ayah suka melakukan kekerasan di rumah, ia bukan seorang beriman (Islam KTP) dan ibu saya mengalami gangguan syaraf.

Saya seorang yang tidak beruntung dan tidak berbahagia ketika kecil, tetapi saya berpikir jika saya mencari Elohim  yang menciptakan saya, bisa jadi saya akan mendapatkan damai. Saya mendengarkan orang-orang dewasa ketika mereka berbicara tentang Allah – elohimnya orang Islam – Allah yang adalah ilah pemarah.

Menghafal Kuran di luar kepala tanpa mengerti apapun.
Isik belajar Islam dan Kuran ketika ia berumur 12 tahun, ia mampu mengutip ayat-ayat, tetapi di dalam bahasa Arab.
Saya tidak mengerti apa-apa, tidak juga Kuran merubah hidupku. Saya menjadi semakin pemarah dan pembenci. Saya mulai belajar Islam literatur di universitas, namun semua penderitaan tetap tinggal di dalam hidupku. Saya merasakan sekali kesepian di dalam hidupku.

Isik bertemu seorang pemuda, yang mencari Allah setekun dirinya, dan mereka menikah. Pemuda ini seorang fanatik Islam, dan juga membuat Isik segera menjadi fanatik.
Kami tertarik akan  jihad (perang suci ala Islam), kami memberi uang kami demi jihad, dan setelah terpilih untuk menjadi pembom bunuhdiri, saya siap untuk hal itu, Isik Abla bercerita.
Isik melakukan karir profesional dan mendapatkan posisi yang baik, tetapi di rumah ia merasa seperti di neraka. Suaminya ribut dengan dengannya. Ia dipaksa untuk menjadi seorang Islam perempuan yang lebih baik.
Lebih buruknya saya percaya bahwa suami saya yang benar. Saya berpikir bahwa saya tidak punya kepercayaan diri yang penuh dan keyakinan diri sendiri. Saya berpikir bahwa saya tidak layak untuk apapun.

Pindah ke Amerika Serikat.
Karena alasan pekerjaan, Isik mulai bepergian ke Eropa. Dia melihat kehidupan yang lain dan mulai keluar dari kotak sempit hidupnya sendiri. Tetapi suaminya tidak suka akan hal ini dan mengancam: bunuh dirimu sendiri atau keluar dari Turky. Isik pindah ke Amerika Serikat.
Di Amerika Serikat ia bertemu seorang pemuda. Pemuda ini seorang pemabuk dan pemakai obat-obat terlarang, dan kembali Isik mengalami penganiayaan.

Titik perubahan terjadi di awal tahun 2000. Kami mengendari mobil, putri kami, mertua perempuan saya dan suami saya yang mabuk mengendarai mobil. Mobil berjalan siksak di jalan tol, saya berusaha memegang stir mobil, tetapi suami saya menyetop usaha saya. Pada akhirnya, suami saya menendang saya keluar dari mobil.

Di sana saya berdiri di sebuah jalan yang gelap dan kecil dan menangis terisak-isak. Saya mengerutu kepada Allah: “Kejahatan apa yang telah saya buat sehingga saya layak menerima perlakuan seperti ini?”

Kemudian seorang pengendara wanita berhenti dan mengajak saya masuk kemobilnya.
Saya bertanya kepada wanita ini, mengapa dia bersedia menolong saya. “Apa kiranya yang Yeshua akan lakukan?” ia menjawab “Elohim telah mengutus saya,” dia terus berbicara dan berkata, bahwa Elohim memiliki rencana untuk kehidupanku.
Wanita ini membawa Isik Abla kerumahnya, dimana juga ada orang-orang lain yang penuh kasih, dan menguatkan Isik. Isik mulai mencari pekerjaan, dan ia menemukan suatu pekerjaan di sebuah perusahaan media Kristen.

Diterima kerja di perusahaan Kristen.
Isik mendapat pekerjaan dimana setiap hari pekerjaan dimulai dengan doa dan pembacaan Alkitab. Isik berkata kepada Allah tentang keberadaan dirinya sebagai seorang Islam. Dia mengikuti renungan pagi tersebut hanya demi pekerjaan.
Saya merasakan damai dan kasih, tetapi pada waktu bersamaan perbedaan antara orang-orang Kristen dan kehidupanku semakin nampak terlihat oleh perbedaan tersebut. Namun bagi seorang Islam tidak mudah berpindah menjadi Kristen; itu adalah masalah keimanan, budaya, keluarga dan segala sesuatu.

Pada suatu hari Isik duduk dikantornya tidak mampu berbuat apa-apa, dan bermaksud membunuh diri. Kemudian dia lari ke WC dan menangis sedih.
Saya melihat diri saya sendiri di cermin. Saya berumur 28 tahun ja saya telah gagal dalam segala sesuatu. Saya menangis dan menangis, dan akhirnya kembali ke tempat meja kerjaku.
Hari berikutnya pemimpin kantor memanggil saya ke ruang kantornya dan berkata: ”Yeshua baru saja berkata kepada saya bahwa Ia telah melihat air matamu dan mendengar keluhanmu, tidak hanya di WC tetapi juga sejak kamu lahir.”

Meminta Yeshua masuk kedalam hidupnya.
Kemudian pemimpin kantor ini menolong Isik berdoa untuk Yeshua masuk kedalam hidup Isik. Tiga bulan kemudian Isik pergi menemukan pendeta meminta pekerjaan pelayanan – seperti misalnya membersikan WC dan sebagainya.
Kemudian pendeta ini meminta saya menceritakan kesaksian hidup saya di hari Minggu mendatang. Jadi saya bersaksi, sejak itu sesuatu terjadi. Banyak panggilan kepada saya untuk bersaksi tentang perubahan hidup saya.
Isik Abla setuju dengan kebanyakan undangan tersebut, dan mulai bersaksi dengan rajin. Dia menemukan seorang pria yang telah lahir baru dan kemudian menikah. [Injil mengajar bahwa perceraian sebelum mengenal kebenaran tidak diperhitungkan sebagai perzinahan jika ia menikah kembali].

Pada suatu hari saya mendapat panggilan untuk berbicara di sebuah kelompok kecil. Saya keberatan, sebab itu hanya kelompok kecil dan tempatnya jauh, tetapi Elohim berkata kepada saya untuk pergi.

Jalan terbuka ke Kanal Hayat (sebuah saluran TV Kristen).
Di sana ia bertemu dengan seorang pribadi, yang membuka jalan bagi dirinya ke pekerjaan di Kanal Hayat. Isik ingin hidup tenang dan tidak ingin menjadi pengkotbah TV. Tetapi Elohim memberi dirinya suatu beban untuk tanah airnya, Turki, hal ini merubah keputusannya.
Isik Abla sadar akan resiko pekerjaan TV ini. Puterinya yang berumur 11 bagaimanapun menguatkan Isik untuk terus maju, dan pada hari yang bersamaan perwakilan Kanal Hayat menelepon dirinya dan meminta suatu kerjasama.

Dia menjawab setuju, dan hari ini program Isik menerima tanggapan terbanyak di antara program Kanal Hayat lainnya.
Saya menyiarkan siaran yang sederhana. Saya tidak pernah menentang Islam. Saya hanya bercerita tentang apa yang saya telah alami sendiri.
Target dari Isik adalah orang-orang Turki, tetapi ia mendapat balasan positif dari Iran, Irak, Afganistan, Kuwait, Dubai, Rusia bahkan Swedia, dimana juga ada tinggal orang-orang Islam. Selesai.

Di banyak negara Islam diajar bahwa kepandaian wanita hanya seperempat kepandaian laki-laki, dan tidak layak mengajar laki-laki. Namun dunia telah mebuktikan bahwa wanita memiliki kepandaian dan nilai yang sederajat dengan laki-laki. Banyak eksekutif direktur perusah besar bahkan presiden dan orang-orang pentind dunia adalah wanita. Para wanita mari berkata: “Saya bangga menjadi wanita!!

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
Iklan

Kesaksian Kamal Saleem; Dari mentor Jihad Menjadi Pembawa Terang Yeshua

Berjihad sejak umur 7 tahun untuk PLO, bekerja untuk beberapa pemimpin Arab  dan organisasi Islam radikal terkenal lainnya, lalu direkrut oleh pangeran Saudi untuk meng-Islam-kan AS. Sesuatu terjadi di dalam perjalanan jihadnya, yang membawa Kamal Saleem sekarang menjadi saksi Yeshua Ha Mashiah.

Beberapa catatan dari penulis: 1. Tulisan ini merupakan gabungan  dari beberapa sumber yang disunting dan digabung sehingga menjadi sebuah kesaksian bapak Kamal Saleem. Jika pembaca ingin mengetahui lebih lengkap masa lalu bapak Kamal silahkan lihat pada sumber-sumber yang tersedia di bawah. 2. Pemakian kata YAHWEH, Elohim, dan Allah pada artikel ini: ”YAHWEH” adalah nama dari Penguasa dan Pencipta jagat raya dan isinya, yakni nama dari ”Elohim” (God atau Allah dalam Alkitab Indonesia). Dan ”Allah” dipakai untuk mengacu kepada ”God” atau ”Ilah” yang disembah oleh nabi Muhammad dan umat Islam.

[Kenyang dengan doktrin Islam; misi ke Eropa dan AS]
Bapak Kamal Saleem lahir di tahun 1957 dalam sebuah keluarga besar Sunni Muslim di Libanon. Disusui dengan ajaran Islam radikal sejak kecil oleh ibunya untuk membenci musuh-musuhnya, dan bapanya mengajari dia untuk merendahkan orang Yahudi dan Kristen. Saudara sepupunya adalah Guru Besar Islam (Grand Mufti) untuk kota Beirut. Ia direkrut oleh orgnanisasi Islam radikal Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood) dan dilatih di kamp PLO (Palestinian Liberation Organization) dan operasi misi berdarah pertamanya untuk PLO adalah menyelundupkan senjata api kedalam negara Israel, itu terjadi ketika ia berusia baru  7 tahun. Keberhasilannya ini membuat ia bekerja pada Yaser Arafat untuk tugas-tugas aksi terror melawan Israel,

Pada karya tulisnya yang berjudul “The Blood of Lambs: A Former Terrorist’s Memoir of Death and Redemption,” (Darah Domba-domba) ia menulis tentang masa kecilnya: Ajaran di Mesjid adalah seperti ajaran di meja dapur ibuku. Orang-orang Islam yang sesungguhnya, para imam berkata, adalah menyelesaikan penguasaan yang Muhammad telah mulai, menciptakan sebuah caliphate yang global, atau penguasaan dunia … kami telah belajar doktrin al taquijah (berbohong kepada musuh-musuh kami demi Islam). Dan kami telah belajar bahwa semua milik musuh-musuh kami – wanita-wanita dari seorang pria (his women; suami dan ayah), anak-anaknya, uangnya, rumahnya – milik kami. Kami telah tidur dengan para wanita musuh kami dan memenuhi dunia dengan anak-anak Islam yang setia. ”Tidak ada tentara lebih hebat dari tentara Allah!,” seorang imam atau lainnya berteriak dari mimbar,  terkadang sambil mengacungkan tongkat atau pedang. ”Tidak ada sebuah negara lebih kaya dari negara Muslim … kalian harus mencanangkan hukum Shariah!” Sebagai jawabannya kami meneriakkan slogan organisasi Persaudaraan Muslim: ”Allah adalah tujuan kita! Nabi (Muhammad) adalah pemimpin kita! Kuran adalah hukum kita! Jihad adalah jalan kita! Kematian di dalam jalan Allah (mati berjihad) adalah harapan tertinggi kita!

Ketika Kamal tinggal beberapa lama di Eropa, beberapa pangeran Saudi mengirim dia ke Amerika Serikat untuk menyebarkan ideology Islam radikal.

Dia sedang berada pada puncak dunia Islam – posisi atas di organisasi Persaudaraan Muslim, PLO dan Islam terror internasional lainnya –  ketika ia direkrut oleh keluarga pangeran Saudi, pengakuannya dalam suatu wawancara dengan rengan media Amerika. ”Kebanyakan dari para pengeran (sheikh) Saudi adalah penganut Islam Wahhabi. … Wahhabi dan Sufi menyerukan untuk pemerintahan negara dibawah hukum Shariah.” Itulah yang Kamal telah ingin bawa untuk disebarkan di Amerika Serikat.

Tugas pertama Kamal adalah mulai bekerja di dalam penjara-penjara Amerika. ”Di sinilah kami sukses pada orang-orang hitam Afrika.” Ratusan ribu dari mereka berada ditahanan.

“Mereka berpikir  kami datang menawarkan sesuatu yang lain kepada mereka. Kami berkata kepada mereka bahwa kami datang untuk membebaskan mereka dari perbudakan, keluar dari perbudakan budaya ini. Kami tidak berkata kepada mereka bahwa secara atomatis, Islam tidak berarti penundukan diri, (Islam)  itu berarti perbudakkan itu sendiri.” Saleem berkata.

Kamal mengakui (Islam Amerika) memakai mesin-mesin sistem kebebasan Amerika Serikat: First Amandment (kebebasan beragama, berbicara dan surat kabar) untuk memproklamasikan f

ilsafat Islam dengan tujuan menghancurkan kebebasan-kebabasan itu sendiri. Dalam Islam, mengejar kebahagiaan dan kebebasan-kebebasan berpikir kita adalah dianggap sebagai ilah-ilah (false gods).

Pemikiran Kamal ini sejalan dengan pernyataan Sheikh Anjem Choudary, seorang Islam yang tinggal di Inggris bahwa orang-orang Islam yang benar menolak demokrasi; ”Ada beberapa hal yang adalah terkutuk bagi orang Islam, seperti demokrasi dan kebebasan, kami menolak sama sekali. Mereka (demokrasi dan kebebasan berpikir) tidak memiliki dasar fondasi di dalam Islam.”

Yang terjadi adalah bahwa untuk menjadi orang Islam kamu harus menjadi seorang budak dari aturan-aturan dan regulasi-regulasi hukum Shariah, sebab hukum tersebut mengatakan kepada kamu bagaimana makan, bagaimana tidur, bagaimana minum, bagaimana pergi ke kamar mandi, bagaimana menikah. Segala sesuatu diperintahkan kepada kamu dan itu adalah oleh Islam politik itu sendiri,”  Saleem berkata. ”Untuk menikmati Surga bersama Allah dan mendapatkan semua yang dijanjikan adalah jika mereka (orang Islam) mati sebagai martir. Jadi oleh karena itu saya tentu saja menyerahkan seluruh mengasihi Allah, dan mengasihi Islam untuk mengembangkan Islamisasi dunia.”

”Dia harus bersedia memberikan sebagian darahnya, Sebagaimana dia telah diajar sejak masa kanak-kanak oleh keluarganya, dan oleh Persaudaraan Islam, organisasi yang paling radikal di bumi sebagaimana kita tahu itu,” Kamal bercerita mengingat masa lalunya.

Namun di-tengah-tengah misinya sesuatu yang besar terjadi dan merubah ajaran Islam yang ia telah dapat sejak balita.

[Kecelakaan mobil, ditolong oleh para ’musuhnya’]
”Mobil saya sangat kecil dan memiliki T-top [atap jenis T], jadi ketika (truck) dengan 18 roda (“18-wheeler”) menabrak saya, saya terpental dari mobil dan mendarat dengan kepala saya duluan dalam sebuah lubang lumpur.” Tabrakan mobil ini terjadi di tahun 1985. Ketika ia berusia 28 tahun.

”Saya berteriak minta tolong kepada Allah, tetapi Allah tidak datang menyelamatkanku. Saya berteriak, ”Allah dimanakah engkau?”

Seorang dokter datang menyelamatkan Kamal, ”Kata-kata pertamanya adalah, ’Son (anak laki) kami akan merawat kamu dan segala sesuatu akan beres.’ Dia (dokter ini) memberi jaminan kepadaku bahwa segala sesuatu akan ada terurus  dan ’kami akan pergi bersama kamu,’” Saleem bercerita.

”Dia menyingkirkan lumpur dari wajahku dan kemudian ambulan datang membawa saya ke rumah sakit. Dokter bedah ortopedi membaca tabel ku dan berkata kepadaku, ”Namamu Kamal; kamu warganegara Perancis. Kamu tidak memiliki keluarga; tidak memiliki teman-teman. Kamu tidak punya asuransi, atau ini atau ini.”

”Tetapi ia tersenyum dengan kumisnya yang sedikit dan dengan aksen Selatannya ia berkata, ‘Son, kami akan merawat kamu dan segala sesuatu akan beres.’”

”Itu bahasa yang sama, sama pesannya.”

”Apa yang mereka miliki secara bersama, semua mereka tersenyum. Ada senyum keyakinan keluar dari mereka. Firman Elohim berkata ”Kamu akan tahu mereka dari buahnya.” Orang-orang ini tidak menunjukkan diri mereka sendiri, mereka menunjukkan karakter dari Yang Mahatinggi.”

Banyak orang membaca Alkitab tentang Yunus dan ikan paus, tetapi saya adalah Kamal dan truck 18-roda. Hari kedua pemimpin dari therapy badan datang dan melakukan hal yang sama. Pada hari kelima, mereka datang bersamaan, satu setelah yang lain untuk mengunjungi saya. ”Mereka memulai pertemuan mereka dengan saling berpelukan, menunjukkan kepada satu sama lain bahwa mereka saling mengasihi. Mereka adalah orang-orang Kristen. Ketika saya sadari bahwa mereka adalah orang-orang Kristen. Saya menjadi sangat takut sebab saya perpikir bahwa itu adalah suatu konspirasi,” tutur Saleem pada saat itu.

”Saya berpikir  konspirasi datang dari roh-roh jahat sebab saya berpikir bahwa roh-roh jahat tersebut telah mendapatkan saya. Tetapi pria-pria memiliki sesuatu yang sangat khusus. Saya belum mengerti saat itu Firman Elohim di dalam 2 Korintus: yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Ha Mashiah, yang adalah gambaran Elohim. (2 Korintus 4:4)

Saleem bercerita bahwa para dokter dan pekerja Rumah Sakit memperkenalkan dia kepada sesuatu yang ia belum pernah lihat: kasih Elohim yang tanpa-syarat,  sesuatu yang adalah asing untuk Islam.

”Di dalam Islam, segala sesuatu adalah bersyarat. Sebagai contoh, dalam Kuran, tidak ada satu tempat dimana Allah berkata “Aku mengasihi umat-Ku,” tidak sekalipun. Kata kasih tidak disebutkan di dalam Kuran.”

Setelah ia keluar dari rumah sakit ia ditampung di rumah dokter bedahnya, Saleem kagum dengan kasih setiap orang yang mereka tunjukkan kepadanya. Di rumah dokter ini juga ia sadari sesuatu yang khusus tentang pernikahan Kristen dan perlakuan kepada para wanita.

”Para wanita di dalam budaya Islam tidak berarti. Mereka setara dengan kambing atau kosetan. Tujuan hidupnya adalah untuk menikah kepada suaminya untuk memberikan suaminya kepuasan. Ketika seorang suami menikahi seorang wanita, dia membeli organ-organ sex wanita tersebut. Tujuan hidupnya adalah memberi kepuasan kepada pria tersebut dan memberi anak-anak kepadanya,”

“Ibuku selalu sakit, Kami memiliki 14 bersaudara, dia adalah mesin hamil sepanjang waktu dan bapaku (tetap saja) menggerutu tentang tidak cukup mendapatkan sex.”

Kenangan akan orang tuanya telah membuat pengalaman di rumah dokter ini sesuatu yang benar-benar asing. Ia bercerita tentang apa yang ia lihat di rumah dokter ini:

”Suami dan isteri bersama; mereka rekan kerja. Itu sungguh indah, dua lebih baik dari satu. Dan mereka berlomba untuk saling melayani. Mereka melayani anak-anak mereka; mereka melayani komunitas mereka dan pria ini adalah seorang dokter bedah orthopedi, satu dari yang terbaik, dan dokter ini membersihkan kamar mandi!”

Saleem berkata Kuran mengajar bahwa wanita-wanita dapat dipukuli, bahkan diceraikan atau dibunuh di dalam honor killing (membunuh mengatas namakan keharuman nama keluarga) jika ia tidak menuruti suaminya.

”Di sini (mayarakat Kristen) saya menemukan para wanita memiliki suara untuk berbicara kepada suami-suami mereka. Wanita ini sederajat dengan suaminya dan tebak apa! Suami mendengarkan!”

Pengalaman Saleem ketika orang-orang Kristen menjadikan dia pokok rantai doa mereka untuk menolong kesembuhan dan hidupnya di negeri asing ini, reaksi pertama Saleem ialah  dia ”alergi” dengan Yeshua dan menolak bantuan doa-doa mereka.

”Mereka tidak pernah berkata kepada saya bahwa saya adalah seorang Islam dan tidak layak untuk hidup. Mereka tidak berkata bahwa saya tidak berharga. Mereka mengasihi saya tanpa-syarat dan menaruh sebuah keranjang yang bertuliskan, ”Untuk Kamal Saleem,” Saleem mengingat masa-masa penyembuhan dirinya.

”Keranjang tersebut penuh dengan dollar dan kertas-kertas cek, dan memaafkan hutangku secara penuh. Mereka membeli mobil yang baru untuk menggantikan mobil tuaku. Saya melihat sesuatu (perbedaan). Di dalam Islam, jika kamu bukan orang Islam, itu adalah hak penuh saya mengambil tanahmu, mengambil para wanitamu, mengambil anak-anakmu, mengambil apapun,” Saleem menerangkan.

Saleem berkata bahwa Muhammad telah memerintahkan harta milik bukan orang Islam dapat dirampas hanya karena mereka bukan orang Islam. Proses ini akan terus berlangsung sampai setiap orang mengakui bahwa Allah adalah ilah (god) dan Muhammad adalah nabinya. Keterangan Kamal Saleem tentang masalah ini tepat dengan artikel Anwar al-Awlaki pada edisi Winter 2010 di .al-Qaida’s magazine “Inspire.”, reporter berkata.

Saleem menambahkan perbedaan ini: “Dalam Islam, kamu tidak dapat mewarisi harta milik musuh sedikitnya kamu bunuh kepala dari keluarga tersebut, … maka semuanya menjadi hak resminya, ini disebut perbudakan kemasyarakatan. Hanya dalam Islam perbudakan diperbolehkan dan diterima, sekarang saya berbicara tentang keluarga dokter Kristen, sungguh berbeda. Sekarang, saya  adalah bagian dari keluarga mereka.”

Jadi Firmah Elohim bekerja dihadapan saya dan saya menjadi tahu kebenaran jeleknya tentang Islam dan kebenaran yang indah yang adalah Kristianiti,”

Saya telah melihat dua elohim di depan saya. Satu Elohim yang telah datang menyelamatkan saya (dan yang kedua) ilah yang saya telah layani dan melarikan diri dari saya,” Saleem menambahkan.

“Saya dahulu sungguh buta, hal-hal yang baik terlihat gelap dan hal-hal yang buruk terlihat terang,” Kamal Saleem berkata

[Keluar dari sarangnya; membawa terang ke segala tempat]
Sejak peristiwa 11 September di New York Amerika, yang membunuh banyak masyarakat sipil, akhirnya Kamal keluar menyatakan kepada umum tentang masa lalunya. Ia mulai berbicara pada badan-badan keagamaan (termasuk Islam moderat)  dan sosial untuk memperingatkan mereka akan bahaya gerakan Islam fundamental. Saat ini Kamal Saleem mengajar para pemimpin negara dan federal, pemimpin militer, ahli-ahli intelegen, gereja, synagog, universitas, akademi militer dan sebagainnya.

Kamal Saleem yang baru ini percaya bahwa “Damai di Bumi” yang sesungguhnya datang melalui pesan Yeshua Ha Mashiah yang datang dari Surga, bukan melalui kekeran mesin-mesin manusia. Ia juga yakin bahwa Amerika Serikat tidak dapat mengalahkan faham dan taktik-taktik yang tidak mengenal aturan dari keyakinan Islam melalui atau dengan metode multibudaya.

Sebuah komentar yang menantang orang Islam dan Kristen yang sungguh-sungguh mencari KEBENARAN:
Teresa Minton: After being brainwashed into the ways of Islam, and believing that Allah is the only God…I still feel sorry for all of the Muslim who die and that next breath is in HELL…They are born into deception, raised with deception and hate and they die deceived and will spend an eternity in HELL. Anyone claiming to be a Christian who does not fell compassion and sadness for the Muslim, is not a TRUE Christian…

Sumber-sumber tulisan: 
Kamal Saleem Biography
Confessions of a trained Islamic terrorist
Terrorist: What happens when Allah doesn’t answer
Kamal’s dramatic experience which changed his life and directed it away from terrorism
Kamal’s greatest drive in his new calling

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Umar ‘Fidayee’ kisah remaja pembom bunuh diri yang gagal dan menyesal

“Dia berkata kepada saya bahwa semua pendidikan sekolah adalah tidak ada gunanya,” Umar bercerita tentang seorang Taliban, Qari Zafar, yang telah  membawa hidupnya ke dalam dunai Jihad, mengutip perkataan Qari: ”jadilah pejuang Islam dan kamu akan pergi ke Sorga.” Umar bercerita pada siaran TV Pakistan sementara berbaring di rumah sakit.

Peristiwa yang bersejarah yang merubah hidup pria remaja bernama Umar ‘Fidayee’ (sama artinya dengan Jihadist) terjadi pada hari Senin tanggal 4 April 2011, ia bersama Ismail (16 tahun) dan rekan pembom bunuh diri lainnya masuk ke dalam keramaian orang-orang Islam Sufi yang sedang berkunjung ke kuburan Syed Sakhi Sarwari di Dera Ghazi Khan, Pakistan. Mereka siap melakukan aksi teror mereka.

Umar Fidayee adalah satu ratusan remaja desa yang di latih untuk menjadi pembom bunuh diri atas nama “berjuang demi agama Islam” oleh sebuah kelompok Islam Taleban di Pakistan. Umar berasal dari sebuah desa kecil bernama Khat, tidak jauh dari kota Mir Ali. Kemiskinan, rendahnya pendidikan di tempat ia tinggal, dan ditambah kondisi keluarga yang berat  menjadikan Umar sasaran yang empuk untuk terjaring di dalam gerakan Taiban ini. Ayahnya, Akbar Khan meninggal  beberapa bulan sebelumnya pada operasi bom bunuh diri di Karachi.

Kepada kami dikatakan bahwa kami akan diselundupkan ke dalam Afganistan untuk membunuh para non-Islam. Namun mereka membawa saya ke Dera Ghazi Khan. ”Tidak ada orang-orang kafir di sini,” Umar berkata kepada para Taliban senior. Dijawab, ”Orang-orang ini [para Islam Sufi] adalah lebih buruk dari para kafir.” Dan Umar diperintahkan untuk menarik tali bom pinggangnya 30 menit setelah dua bom lainya meledak, supaya menghasilkan korban yang semaksimal mungkin.

Setelah dua bom meledak, dan sekarang giliran  Umar untuk meledakkan bom yang terikat pada pinggagnya. Umar gagal, dalam keadaan panik oleh karena kegagalan tersebut ia berusaha untuk meledakan granat tangan, granat ini meledak dan menghancurkan sebuah tanganya. Polisi yang melihat kejadian ini segera menembak tangan Umar yang sebelah lagi.  Serangan bom bunuh diri tanggal 4 April ini membunuh 50 orang, Dan Umar di amankan oleh polisi.

Dalam pengakuannya kepada media, ia berkata: “350 sampai 400 pembom bunuh diri sedang dalam latihan di Mir Ali, di utara Waziristan. “Saya dilatih selama dua bulan dan melihat banyak remaja-remaja pria dari berbagai kebangsaan (Uzbek, Tazikkhan, Arab) ada juga dilatih di tempat tersebut.” Warziristan diketahui sebagai satu pusat pertahan Taliban dan al-Qaida.

Umar dengan nada menyesal dan meminta maaf kepada keluarga yang anggotanya telah terbunuh dan terluka, ”Elohim telah memberi saya kehidupan yang baru, tetapi saya sedih bahwa kami telah membunuh orang-orang dan anak-anak yang tidak bersalah.”

Lebih dari 4200 orang telah terbunuh di Pakistan oleh serangan Taliban dan kelompok Islam lainnya sejak tentara pemerintah Pakistan menyerbu sebuah mesjid yang dipakai oleh Islam radikal di Islamabad pada Juli 2007.

Perkataan Yeshua ini tepat untuk remaja Umar dari Pakistan di atas:

Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.  (Injil Matius 18:8)

Pembunuhan kepada sesama manusia tidak akan pernah dibenarkan oleh Elohim, terlebih jika itu disertai kesombongan dan kebencian. Pembunuhan atas nama agama adalah tipuan Iblis yang paling jahat dan merusak bagi kehidupan manusia.

Disadur dari:   

  1. ‘400 Pakistan suicide bombers in training’ 
  2. A teenage boy in Pakistan has warned that 400 suicide bombers are being prepared in a war against authorities. 
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
 

‘Saulus Libanon’ Jerry Rassamni bertemu Yeshua

Kesaksian perjalanan Iman dari seorang Ex-Muslim Militant  Libanon, dari membenci berubah menjadi mengasihi sesamanya. Ia telah menulis kesaksin hidupnya dalam sebuah buku berjudul From Jihad to Jesus;  An Ex-Militant’s Journey of Faith (Living Ink Books)

Para pembaca dapat melihat kesaksian Jerry Rassamni dalam video klip ini: Kesaksian dan Wawancara

Saulus dari Tarsis adalah bekas seorang pembenci dan pembunuh orang-orang Kristen, namun di tengah jalan menuju kota Damsyik Yeshua Ha Mashiah menampakan diriNya dan berbicara kepadanya. “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Sejak pertemuan itu hidup Saulus berubah sama sekali. Ia berubah menjadi pemburu jiwa-jiwa untuk Jalan Lurus (Yeshua Ha Mashiah). Ia menjadi rasul Paulus, seorang bapa Gereja untuk orang-orang bukan Israel. Berikut ini ringkasan perubahan hidup ‘Saulus’ dari Libanon, Jerry Rassami, seorang jihad Islam menjadi pengkotbah Injil Kerajaan Sorga.

Masa remaja, perang sipil dan menjadi militan Islam.
Jerry membuka kesaksiannya dengan peristiwa perang sipil Libanon di tahun 1975, suatu perang panjang, 15 tahun, antara Muslim dan Kristen, yang mengambil korban jiwa sedikitnya 100 000 (seratus ribu). Periode ini adalah awal transisi dari Negara Libanon Kristen menjadi Libanon Islam, moment-moment yang sejenis ini awal lahirnya Negara Islam Pakistan dari tanah India. Perang ini membuat ia, seorang Muslim Druze, dari rasa takut kepada musuh menjadi kebencian.

”Orang-orang Kristen membom kami setiap hari. Dan saya saat itu berpikir bahwa mereka adalah inkarnasi Setan. Saya telah membenci mereka begitu rupa, dan bahkan membenci orang-orang Israel sepuluh kali dari itu,” Jerry mengingat masa lalunya.

“Saya harus membela tanah saya dan keberadaan saya.  Saya telah harus membunuh atau dibunuh. Dan tidak lama kemudian bubuk senjata api telah menjadi indentitas jiwaku, pelarianku, dan keterikatanku. Terkadang itu terwujud di dalam sebuah senjata AK-47.  Terkadang dalam granat tangan, …”

Lalu ia bergabung ke sebuah milisi Islam dan turut berperang.

Kejahatan perang membawa Jerry mempertanyakan prinsip-prinsip keyakinan Islamnya. Ia berkata: “Saya telah melihat kejahatan kemampuan manusia yang tidak dapat dibendung. Ketika agama memberitahu Anda bahwa manusia pada dasarnya baik, itu adalah kebohongan dari dimensi kolosal, karena aku melihat hati manusia yang sebenarnya dan aku telah diubah oleh kengerian itu. “Aku ingat melihat orang berbaring di jalan-jalan di kubangan darah mereka sendiri, tidak lebih baik dari anjing-anjing. Saya mulai melihat bahwa tidak ada yang menebus tentang manusia. Bagaimana bisa seorang manusia yang mampu melakukan kejahatan yang luar biasa di satu sisi, sementara di sisi lainya memiliki kebaikan di dalam hatinya, seperti Islam mengklaim? Apakah tidak sebaliknya? “

Setelah melarikan diri dari Libanon dan masuk ke Amerika Serikat, lama sebelum peristiwa 9/11 (11 September di New York) terjadi.

Bertemu calon isteri, awal perubahan hidup Jerry.
Segera ia bertemu dengan seorang wanita muda, Jennifer, dan jatuh hati. Tetapi ia adalah seorang Kristen.

”Ketika pertama saya melihat kepadanya, sesuatu terjadi di dalam hatiku. Itu adalah pandangan pertama. Saya tahu bahwa dia calon isteriku.” Kata Jerry.  Beberapa bulan kemudian, Jerry melamar Jennifer.

Jennifer bercerita tentang lamaran tersebut: “Saya berdoa dan bertanya kepada Yahweh, apakah kehendakNya. Setelah banyak berdoa, saya merasakan damai untuk menikah dengannya. Tetapi dengan beberapa kondisi, menghadiri gereja sebagai sebuah keluarga dan anak-anak kami haruslah di besarkan dalam iman Kristen.” Jerry setuju, tetapi bersumpah tidak akan berpindah ke Kristianiti.

Jennifer mengingat perkataan Jerry kepadanya: “Saya katakana kepadamu, saya tidak akan pernah pindah agama. Saya terlahir Muslim Druze, saya akan mati sebagai Muslim Druze, dan tidak ada satupun yang kamu dapat katakana atau merubah itu.” “Jadi saya tidak berkata apa-apa dan hanya mulai berdoa,” Jennifer berkata.

Sebagaimana Jennifer berdoa, Jerry menyelidiki Alkitab. Dia ingin membuktikan klaimnya (bahwa Alkitab sesat, seperti yang Kuran katakan). Sebagai gantinya, ia mulai melihat perbedaan-perbedaan yang sangat fundamental antara Islam dan Kristianiti.

  • ”Saat saya mulai menyelidiki firman-firman Elohim,  saya telah temukan hal-hal yang sangat luar biasa: Dari semua nama-nama Allah (ada 99 panggilan atau titel), tidak satupun yang adalah kasih. Tidak satupun adalah bapa,” Jerry bercerita.  Sebaliknya tentang Alkitab ia berkata: ”Tetapi saya membaca tentang Elohim yang mengasihi manusia begitu rupa, bahkan setelah mereka berontak melawan Dia,  bahwa Dia telah membuat sebuah jalan sehingga kita dapat datang di hadapanNya dan memanggilNya Abba. Ini bukanlah elohimnya Islam.” Abba adalah panggilan untuk ”ayah” untuk orang Ibrani dan Arab, seperti ”daddy” atau ”papa.” Suatu panggilan yang akrab antara anak dan bapanya.
  • Membunuh dengan darah dingin adalah jahat, sebaliknya kasih adalah mengalahkan kebencian.
  • Kebebasan adalah lebih berharga daripada penekanan.
  • Kebenaran adalah lebih mulia daripada penjiplakan atau peniruan.

Kehidupan mereka tidak sama lagi.
”Setelah saya menerima Mashiah (Kristus) kami sungguh menjadi satu keluarga dan kami  menyembah Yahweh bersama,” ungkap Jerry. ”Itu suatu berkat yang sungguh indah bahwa Jerry telah mengenal Yahweh sebelum kami memiliki anak-anak,”

”Saya seharusnya berada di neraka selamanya. Itu adalah tempat saya. Tetapi Elohim di dalam belas kasihanNya yang besar, telah mengirim  putraNya untuk mati mengambil tempatku sehingga aku tidak perlu menghabiskan hidupku selamanya di neraka. Dan tidak melalui apapun, hanyalah melalui Juruselamat yang Ia telah kerjakan di kayu salib untuk aku dua ribu tahun yang lalu.” Jerry berkata.

Dalam situsnya Jerry berkata: ”Di dalam jihadku, saya telah melihat muka bertemu muka (”dengan mata sendiri”) sebuah penemuan yang menakutkan: hati manusia yang sesungguhnya. Saya telah melihat itu terungkap di belakang kedok-kedok mengasihi diri sendiri, di belakang kebohongan kemurnian, dan di belakang rasa malu kebaikan, dan saya telah melihat  sumber/ jantung  kegelapan. .. Selanjutnya, saya telah berani bertanya … infrastruktur  agama saya. Saya memiliki keberanian untuk berpikir bebas, tidak dibebani oleh tradisi dan idealismeku. Saya telah melihat, dan apa yang saya telah lihat merubahku selamanya.”

Tentang bukunya From Jihad to Jesus, ia berkata: “Buku ini berisi penggalian saya akan kebenaran dan emansipasi dari belenggu kesombongan dan idealisme. Perjalanan ini bukan untuk lemah jantung, bukan juga untuk robot, tetapi untuk pencari kebenaran yang membakar dalam diri sendiri dan tidak dapat dibungkam, tidak perduli berapapun harganya.”
“Itu adalah irony terbesar bahwa para pria dan wanita hidup dan mati diperbudak  tanpa pernah mengintip di bawah permukaan, tanpa mencari kebenaran …”

Jerry menulis di Pendahuluan bukunya: “Saya sungguh menghargai kaum Muslim sedunia. Saya mengasihi kalian dari kedalaman batinku, dan untuk kalianlah buku ini saya tulis. Saya memiliki kabar baik untuk kalian. Kalian tidak harus menghabiskan sisa hidup kalian dengan ketakutan akan Hari Penghakiman seperti yang saya dahulu alami. Mashiah telah menebus dosa-dosa kalian ….”

Jerry mengundang setiap Anda untuk berhubungan dengannya jika kalian memiliki pertanyaan, alamat e-mailnya dapat dilihat pada situ: Jihad to  Jesus.

Ingat, YAHWEH Elohim Abraham, Ishak dan Israel dapat juga mampu merubah hidup Anda. Ia mampu merubah Anda, siapapun Anda, sejahat dan seburuk apapun Anda, menjadi suatu bejana yang indah dan berguna bagi dunia yang gelap dan jahat ini. Apakah Anda bersedia memberikan hati dan pikiran Anda dibentuk oleh YAHWEH?, bawalah hati dan pikiran Anda kedalam tanganNya saat ini juga.

Caranya:

1. Bertobat. Sesali dan akuilah segala dosa-dosa Anda kepadaNya; maka Dia akan memgampuni Anda dan memberikan hati yang baru dan bersih.
2. Jadikan YAHWEH penguasa hidup Anda. Undanglah Roh KudusNya masuk ke kedalam hati Anda; maka Anda akan mengerti jalan-jalan YAHWEH.
3. Bersekutu setiap hari denganNya. Sembayanglah/ berdoalah kepadaNya sebagaimana Anda berbicara dengan teman Anda yang Anda percayai. YAHWEH adalah Elohim (God), tetapi Ia juga ABBA/ BAPA dan Teman bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Dan bacalah Alkitab, seringkali Ia berbicara kepada kita melalui firmanNya yang tertulis.

Tulisan diambil dari:

Jerry Rassamni: “From Jihad to Jesus”, by Rod Thomas and Tim BransonSitus Jihad to  Jesus

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Oktober 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      293031  
  • Cari