Imanku – Sazan (Barzani) Hendrix; Wanita Kurdi berjumpa Yeshua melalui mimpi-mimpi

Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Elohim kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah YAHWEH yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (Yesaya 25:9)

Sazan Hendrix mimpi berjumpa Yeshua Ha Mashiah

Sazan (Barzani) Hendrix

Sazan seorang foto model ex-Muslim Kurdi tinggal di Amerika Serikat. Ia memiliki dua kakak wanita dan seorang adik laki-laki. Tidak terhitung berapa puluh ribu orang Timur Tengah telah menjadi orang Kristen hanya karena Yeshua menampakkan diri dan berbicara kepada mereka melalui mimpi-mimpi. Kesaksian di bawah ini adalah terjemahan bahasa Indonesia yang diambil dari gabungan dua kesaksian Sazan bagaimana ia berjumpa Yeshua, Juruselamat dan Adonainya. YBU, Penjalabaja

Bagi ku, imanku saat ini adalah terutama (gambarkan itu ada sebagai sebuah mesin) dari segala sesuatu saya lakukan hari ini. Saya tidak terlahir sebagai seorang Kristen, malah itu bukanlah sesuatu yang kedua orangku terlalu suka ketika aku menceritakan hal itu ke mereka. Saya tidak terbangun suatu hari dan berkata, ”Hi, saya akan menjadi Kristen hari ini,” itu tidaklah terjadi seperti demikian. Secara etnis mayoritas orang-orang Kurdi dari Irak (darimana saya berasal) adalah Muslim, saya telah diajar untuk percaya Elohim (”Allah,” Muslim menyebutnya) sebagai pribadi tertinggi namun tidak sungguh-sungguh melekat pada agama. Saya seorang yang bersembayang  setiap malam sejak saya berusia 6 tahun, namun saya berpikir, Siapkah Engkau Elohim? Apakah Engkau nyata?” Saya pikir bahwa saya menjadi semakin penasaran sejalan saya menjadi semakin besar  dan ingin tahu siapakah Elohim dan jika Dia sunguh ada.

”Ketika ketakutan datang mengetuk pintu, jawablah itu dengan iman”

Tiga tahun lalu, saya melewati waktu yang berat di rumah setelah adikku yang laki-laki jatuh sakit, dan dalam kehidupan pribadiku dimana hubungan-hubungan dengan orang-orang yang pada siapa saya telah letakkan semua kebahagianku mulai memudar. Saya menjadi sungguh tidak berbahagia dengan diriku sendiri dan mencoba bersembunyi dibalik pekerjaanku. Saat itu saya tidak tahu bahwa ini adalah cara Elohim menarik saya keluar dari semua kehancuran sehingga Dia dapat masuk (ke dalam kehidupanku). Dia tidak memulai transformasi tersebut sampai saya membuka hatiku. Saya pikir ketika sesuatu yang menghancurkan terjadi dalam kehidupan kita entah itu sebuah perpisahan yang buruk, kehilangan pekerjaan yang tiba-tiba, atau sanak famili terdekat meninggal dunia, kita secara tergesa-gesa mempertanyakan Elohim dan menjadi begitu marah kepada Dia sebab kita tidak berbahagia (dengan hal-hal tersebut). Ada sebagai pengendali diri sendiri yang aneh saya saat itu – saya takut melepaskan dan menyerahkan kepada Elohim. Saya juga takut untuk mengenali Elohim, sebab ini akanlah mengecewakan kedua orang tua dan merubah kepercayaan-kepercayaan tradisi yang telah dibangun dalam budayaku. Bagaimanapun, saya telah mencoba menghidupi kehidupanku dengan cara tersebut dan itu telah membuat saya gagal. Saatnya untuk mencoba hal-hal dengan caraku.

Ketika adikku (usia 8 tahun saat itu) didiaknosa memiliki Leukemia pada malam Natal 2008, saya berpikir bahwa hidupku berakhir. Sebelumnya saya telah kehilangan seorang paman karena kanker dan berpikir secara serius: ”Elohim jangan biarkan kami mengulangi pengalaman hidup itu lagi.” Melalui ujian setahun, adiku berjuang hidup dan berhasil mengalahkan kanker. Ilmu pengetahuan telah mengambil bagiannya, namun saya tahu bahwa Elohim melakukan peran yang lebih besar pada kejadian ini. Saya adalah pendonor enam dari enam transplantasi sumsum tulang adikku, itu adalah saat (saya mengerti) Elohim memberi saya sebuah tujuan. Saya berpikir jika saya gagal dan gagal untuk sisa hidup saya, itu tidak masalah sebab sedikitnya saya mampu memberi adikku hadiah ini. Saya mengucap syukur kepada Elohim setiap hari untuk mujizat tersebut. Penyakit adikku berakhir menjadi sebuah berkat yang tersembunyi. Elohim rupanya bukan ingin mengambil adiku dari kami, sebagai ganti Dia memakai adikku mengajar kami sebuah pelajaran iman.

Setelah pengalaman ini, saya memulai kehidupanku secara berbeda.  Saya kurang berpikir tentang cara-cara memperbaiki masalah-masalah ku sendiri dan mulai berpikir lebih banyak tentang cara-cara bagaimana Elohim dapat masuk dan mengambil alih situasi – seperti Dia telah lakukan pada adikku.

Saya berpikir, ”Elohim saya tahu Engkau ada. Saya ingi tahu SIAPAKAH Engkau adalah.”

Berdoakah saya kepada Muhammad? Yeshua? Buddha? Saya memerlukan tuntunan. Seorang mentor dekat saya, Stevie Hendrix, menganjurkan saya, ”Begini saja, ketika kamu pulang ke rumah malam ini mintalah Elohim untuk menyatakan diri-Nya kepada mu melalui mimpi-mimpimu.”

Ketika Stevie memberi anjuran ini, Sazan tiba-tiba teringat kembali masa kecilnya dimana ia sering mendapat mimpi-mimpi yang bersifat nubuatan. Di hati Sazan, ia yakin hal ini akan terjadi.

”Saat kanak-kanak saya selalu memiliki mimpi-mimpi nubuatan ini, dan sekarang saya yakin akan segera mendapatkan yang terbesar.”

”Jadi, saya pulang rumah malan itu dan saya berdoa secara berbeda dari biasanya saya telah lakukan sepanjang hidupku,” dia berkata. ”Dan saya hanya berkata, ’Saya tidak tahu siapakah Engkau … sudahkah Engkau menunggu aku selama kehidupanku? Apakah Engkau mendengar doa-doaku? Wujudkanlah diri-Mu sendiri kepada ku.’”

Wau, sungguh Elohim menunjukkan diri-Nya. Elohim memberi dia mimpi-mimpi nubuatan

”Malam tersebut saya sungguh bermimpi saya berada dalam sebuah Gereja memuji / menyembah nama Yeshua Ha Mashiah. Dalam kehidupan yang nyata (saat itu), saya bahkan tidak tahu apa artinya menyembah atau siapakah Yeshua sesungguhnya adalah! Itu adalah sebuah pewahyuan baru bagiku!

Saya dapat melihat diriku di antara mereka yang berdiri, dan kedua tanganku terangkat ke udara. Saya dapat melihat diriku sendiri menyembah Yeshua. Itu adalah pengalaman mimpi di luar tubuh dimana saya meraskan kasih, penyembahan tersebut; saya merasakan semuanya.” (Kesaksian semacam ini bisa dibaca di situs ini pada subtitel Sorga dan Neraka

Mula pertama, saya tepatnya menolak kejadian tersebut sebab saya tidak ingin mengakui bahwa hal tesebut adalah kebenaran. Saya tertarik dan takut pada waktu yang bersamaan.

Elohim berkomunikasi kepadanya melalui mimpi-mimpi selama dua minggu

”Selama dua minggu secara berturut-turut saya mendapatkan mimpi yang ajaib, saya mulai memiliki mimpi-mimpi yang bermakna. Saya mulai mengenal Yeshua melalui mimpi-mimpiku dan bagi ku itu adalah semua yang saya perlukan untuk menyadari bahwa ini adalah kebenaran.

Mimpi-mimpi ini menjadi sebuah jalan kekuar dari dunia nyata sekaligus sebuah jalan bagiku untuk mengenal Yeshua Ha Mashiah. Saya mulai meneliti lebih dan mengelilingi diriku dengan iman Kristen. Setelah 22 tahun kekurangan, sekarang saya merasakan seperti seorang anak kecil dengan sejuta pertanyaan tentang Yeshua.

Ketika saya mendapatkan mimpi tersebut saya tahu bahwa itu bukanlah sekedar kebetulan. Saya sedang melangkah ke dalam terang setelah saya merasa seperti saya telah berada dalam kegelapan untuk waktu yang begitu lama.”

Ketika Sazan menceritakan hal ini, kedua orang tuanya tidak suka dengan iman baru putrinya ini.

”Mereka begitu kecewa.” Mereka berkata, ”Janganlah pernah bercerita kepada kami ketika kamu pergi ke Gereja sebab kami tidak ingin mendengar tentang hal itu.”

Tetapi yang membuat hubungan dengan keluarganya rusak berat adalah ketika ia menikah dengan Stevie- pemuda Kriten Barat yang tidak memiliki hubungan dengan budaya bangsa Kurdi.

Keluarganya mengabaikan dirinya, ia merasa seperti dibuang. Namun melalui waktu ke waktu keluarga dapat melihat kehidupan baru Sazan yang telah diubahkan oleh Yeshua, dan sekarang mereka berhubungan kembali bahkan lebih baik dari sebelum ia pindah ke Kristen.

Saat ini Sazan aktif dalam media sebagaimana sebelumnya, hanya sekarang Yeshua adalah pusat hidupnya, bisnis dan popularitasnya adalah sampingan. Situnya Sazan: http://sazan.me/blog/

Pesan Sazan kepada pembaca:

“Elohim hanya ingin kamu berbicara kepada Nya. Dia ingin kamu mendengarkan … sungguh luar biasa ketika kamu membuka mata dan telingamu atas apa Elohim ingin tunjukkan kepadamu.

“Dia telah mentranform hatiku, pikiranku dan yang terpenting jalanku. Sekarang saya secara literal hidup dalam mimpi-mimpiku sebab Elohim telah memberikan kepadaku kesempatan dan tempat berpijak untuk bercahaya. Pelajaran terbesar yang saya telah belajar dari semua ini adalah membangun kembali fondasi kebahagianmu sekitar Elohim sebagai ganti berpusatkan sekitar manusia, pekerjaan atau apapun keputusan terbaik seorang dapat buat. Fondasi ini tidaklah akan pernah hancur menimpamu. Tidak juga akan menjebakmu. Di luar semua keagamaan, memiliki hubungan pribadi dengan Elohim sesungguhnya adalah yang terbaik. Kamu akan belajar secara cepat bahwa tidak ada pertanyaan yang terlampu sulit bagi Elohim untuk menjawab dan menyatakannya.

Sumber acuan:

Baca lebih lanjut

Kesakisan Stormie Omartian: Cerita Pengampunan dan Kesembuhan

Buku kesaksian Stormie Omartian cerita pengampunan dan kesembuhanAdonai Yeshua: ”Pada hari ini kamu akan meminta dalam Nama-Ku, dan Aku tidak berkata kepada mu bahwa Aku akan meminta kepada Bapa mengenai kamu. Sebaba Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan kamu telah percaya Aku berasal dari Elohim.” Yohanes 16:26-27

Stormie adalah seorang pembicara seminiar Kristen terkenal, penulis buku-bukunya terlaris, 23 juta kopi bukunya telah terjual dan telah diterjemahkan ke dalam 38 bahasa, termasuk Indonesia:

  • The Power of A Praying Wife (Kuasa Doa Seorang Istri)
  • The Power of  a Praying Husband (Kuasa Doa Seorang Suami)
  • Prayers and Promises for My Little Girl
  • The Prayer that changes everything
  • Prayer Warrior

Pada artikel ini, Stormie menceritakan kisah hidupnya saat kanak-kanak yang penuh dengan tekanan berat dan ia menderitanya penyakit Dipresi yang sangat berat, segala usaha ia telah lakukan untuk bebas dari penyakitnya tersebut. Namun gagal. Sampai suatu hari ia bertemu Yeshua datang membebaskan dia secara total. Kesaksian singkat ini diambil dari situsnya Stormieomartian.com
Ia juga memberi kesaksian di 700 Club CBN: Stormie Omaritian was Set Free From Overwhelming Depression, Which Started in Early Childhood
Saya dibesarkan oleh seorang ibu yang menderita sakit mental, seorang yang sangat kasar dan terus-menerus mengunci saya di dalam lemari untuk sebagian besar masa awal kecilku. Ayah saya di luar rumah bekerja keras berjam-jam jam hanya untuk mencari nafkah secukupnya. Ketika ia di rumah dia telah kelelahan dan dan pasif dan saya tidak merasa ia hadir bagi saya sebagai pelindung dari ibuku. Sebagai hasilnya, saya tumbuh besar dengan banyak depresi, ketakutan, kecemasan, marah, perasaan putus asa, tidak berdaya, kesia-siaan, dan penolakan. Pada saat saya berada pada usia dua puluhan, saya masih terkunci di dalam sebuah lemari secara emosi.
Saya telah mencoba semua yang saya tahu untuk keluar dari lemari kesakitan tersebut. Saya minum alkohol dalam jumlah yang besar, mengambil sejumlah obat-obatan yang berbahaya, pergi secara mendalam ke dalam agama-agama Timur, okultisme, dan melakukan hubungan-hubungan yang tidak sehat. Tetapi hal-hal ini hanya memberi saya tidak lebih dari kelegaan sementara, setelah itu saya adalah lebih buruk daripada sebelumnya. Saya menjadi lebih dan lebih tertekan, ketakutan, cemas, dan putus asa, sampai akhirnya saya tidak dapat menahan rasa sakit lagi. Aku ingin mati. Tepatnya, saya tidak ingin mati. Saya hanyalah tidak melihat jalan keluar lainnya dari sakit tersebut yang sungguh saya tidak dapat hidup lebih lama dengan hal itu. Jadi saya membuat rencana untuk membunuh diri saya sendiri dengan pil-pil tidur, secepat saya telah mendapatkan cukup pil pada tangan saya untuk melakukan aksi tersebut, pada saat itu juga teman saya, Terry, dengan siapa saya pernah bernyanyi di televisi dan melakukan rekaman-rekaman, berkata kepada saya, ”Saya dapat melihat kamu sedang tidak baik, Stormie. Mengapa kamu tidak datang bersama saya bertemu Pendeta saya?”
Ketika saya ragu-ragu, dia mendorong sedikit lebih keras. “Apa ruginya?” tanyanya. Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan itu, jadi saya setuju untuk pergi bersamanya. Dia mengatur untuk kami bertiga bertemu untuk makan siang beberapa hari kemudian.
Ketika saya bertemu Pendeta Jack (Hayford), ia berbicara kepada saya tentang Yeshua dengan cara yang membuat Dia terdengar sangat nyata dan seorang sahabat dekat dan mengasihi. Dia membantu saya memahami bahwa masalah-masalah saya yang terutama hadir karena saya terpisah dari Elohim dan satu-satunya cara untuk menjembatani perpisahan itu adalah untuk menerima Yeshua sebagai Juruselamat-ku. Jika saya melakukan itu, maka Elohim akan meletakkan Roh Kudus-Nya ke dalam hati saya dan saya tidak pernah lagi akan jauh dari-Nya. Jika saya menyerahkan jiwa saya kepada Adonai, Dia akan mengubah saya dari dalam ke luar dan membantu saya menjadi komplit sebagaiman Dia telah menciptakan saya untuk menjadi.
Pendeta Jack memberiku tiga buku dan mengatakan kepada saya untuk pulang ke rumah dan membaca mereka dan kemudian kembali minggu berikutnya untuk menceBuku Kuasa Doa Seorang Istri Stormie Omartianritakan apa yang saya pikir. Saya menggantung rencana bunuh diri saya dan mulai membaca. Buku pertama adalah tentang cara-cara kerja (roh) jahat, yang kedua adalah tentang realitas dan kuasa Roh Kudus, dan ketiga ialah Injil Yohanes dalam bentuk buku. Ketika saya sedang membaca, mataku dibuka. Kata-kata melompat dari halaman dengan vitalitas dan makna. Tiba-tiba saya mampu melihat hidup saya dari perspektif yang sama sekali baru. Saya membaca bahwa Elohim mengasihi kita begitu besar sehingga Dia mengutus Putra-Nya ke bumi untuk mati menggantikan tempat kita, dan jika kita percaya pada Yeshua maka kita dapat menghabiskan kekekalan dengan Dia. Dia telah datang sehingga kita dapat hidup dan memilikinya secara lebih berlimpah, tapi kalau kita tidak dilahirkan dari atas kita tidak dapat melihat Kerajaan Elohim. Saya tahu saya ingin kehidupan yang berkelimpahan dari kasih Elohim, damai sejahtera, dan sukacita, dan saya ingin mengalami Kerajaan Elohim di dalam hidup ini maupun di dalam kekekalan.

Ketika Terry dan saya kembali minggu berikutnya, Pastor Jack bertanya apa yang saya pikir tentang buku-buku tersebut dan saya berkata, “saya pikir mereka adalah benar.” Dia bertanya apakah saya ingin untuk menerima Yeshua dan saya mengatakan kepadanya ya. Saya ingin diampuni dari semua kesalahan saya di masa lalu, dan dibebasakan dari kematian yan sedang bekerja dalam hidup saya karena mereka (dosa-dosa tersebut). Dan saya merindukan suatu hubungan pribadi dan hubungan dekat dengan Elohim yang pengasih. Dewa-dewa yang dingin dan jauh dari praktek-praktek okultisme dan agama-agama Timur ku sudah tidak mampu mengubah saya dari dalam ke luar sebagai mana Elohim Alkitab mampu, tidaklah uga kasih tanpa syarat dibicarakan dari mereka [Setan dan agama memberi untuk memungut harga yang mahal dari si penerimanya].
Tepat setelah saya menerima Yeshua sebagai Juruselamat saya hari itu di kantor Pendeta Jack, saya menyadari perbedaan dalam kehidupanku. Saya memiliki perasaan damai, ada diterima, ada disucikan dari semua kegagalan masa lalu saya, memulai kembali di atas landasan yang bersih. Dan saya merasa dikasihi, sukacita dan harapan untuk pertama kalinya. Saya juga memiliki rasa tujuan yang bertumbuh, dan saya mulai melihat masa depan untuk kehidupanku. Ketika saya tumbuh dalam Firman Elohim, saya belajar untuk berjalan dalam jalan-Nya. Saya menjadi lebih mampu membuat pilihan yang tepat. Dan dengan pimpinan dan penyertaan Roh Kudus, saya mampu menolak kejatuhan kembali ke kebiasaan lama melakukan hal-hal yang yang bukanlah kehendak Elohim bagi hidup saya. Ketika saya berpindah ke pelepasan dan kebebasan yang Dia telah miliki untuk saya, saya secara bertahap menjadi bebas dari depresi, kecemasan dan ketakutan.
Saya belajar tentang kekuatan doa dan hal-hal besar yang dapat terjadi ketika kita berdoa. Saya belajar tentang pentingnya menyembah dan memuji Elohim dan transformasi yang terjadi dalam jiwa kita ketika itu menjadi prioritas kita. Saya belajar bahwa semakin saya mentaati Elohim, semakin saya berubah. Pada kenyataannya, Elohim telah berubah saya dan hidup saya begitu banyak selama bertahun-tahun bahwa hari ini saya hampir tidak mengenali diriku dari pribadi lama yang saya biasa ada. Dan bagian yang terbaik adalah bahwa saya tahu apa yang Dia telah lakukan padaku, Dia mampu melakukan pada siapa pun. Itu sebabnya tujuan saya dalam hidup adalah untuk membantu orang-orang lain menemukan kebebasan yang sama, penyembuhan, pemulihan, kepuasan, dan tujuan yang saya telah temukan. Saya ingin mereka tahu transformasi-kehidupan keindahan kasih Elohim dan semuanya yang Dia miliki untuk mereka, sehingga mereka pun menjadi komplit sebagaimana Dia telah ciptakan mereka untuk ada.

Dan sambil memandang kepada mereka, Yeshua berkata, ”Di hadapan manusia, mustahil, tetapi di hadapan Elohim, tidak, karena segala sesuatu adalah mungkin di hadapan Elohim.” Markus 10:27

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

  • Kalender

    • November 2019
      M S S R K J S
      « Okt    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
  • Cari