Perjalanan seorang Isteri teraniaya dari Islam menjadi Pendeta Kristen – Kesaksian Annahita Parsan

pendeta annashita parsan asal persia iran

Pendeta Iran Annahita Parsan

Kata pengantar dari penterjemah. Dale Hurd, wartawan senior CBN, mewawancarai Pendeta Annahita Parsan, wanita Iran. Terbit tanggal 3 Januari 2019. Di bawah ini terjemahan lengkap dalam bahasa Indonesianya. Suatu kesaksian perjalanan hidup wanita yang sangat memilukan hati, namun Annahita dan juga putrinya mengakui bahwa Elohim menyertai, bahkan mengasihi, mereka sejak awal, sekalipun mereka saat itu belum mengenai Yeshua sebagai Adonai (Tuhan) dan Juruselamat mereka. Dale berkata, pendeta wanita Iran telah membawa lebih seribu ex-Muslim kepada Ha Mashiah (Kristus). Elohim Yang Mahatinggi, bukan saja perduli dengan orang-orang yang seperti Annahita Parsan di bumi ini, lebih lagi Dia bisa mengangkap mereka menjadi anak-anak-Nya dan menjadi berkat besar bagi banyak orang. Video wawancaranya bisa dilihat pada sumber aslinya: ‘The Stuff of Movies’: A Battered Wife’s Journey from Islam to Christian Pastor

Stockholm – Tidak seorang pun akanlah pernah berpikir bahwa seorang wanita Muslim di Iran yang hanya ingin mencoba untuk tetap hidup dalam sebuah pernikahan yang kasar di Iran kelak akan memimpin dua buah Gereja di Swedia, membawa lebih dari seribut ex-Muslim kepada Ha Mashiah, dan ada diundang untuk berbicara di hadapan Ratu Swedia.

Hidup dalam kegelapan di Negara Islam Iran
Sebagai seorang wanita dalam sebuah budaya Islam, Annahita Parsan, tidaklah memiliki buku biografi annahita parsan stranger no morekuasa dan tidak bernilai. Harapan dia satu-satunya adalah berharap suatu hari kelah menemukan seorang suami yang baik, dan ia mendapatkannya. Tetapi suaminya mati mendadak dalam sebuah kecelakaan, dan ia menemukan dirinya terjebak dalam sebuah pernikahan kedua yang sangat kasar, ia berharap untuk mati.

Dia bercerita kepada kami selama masa perlakuan buruk atas dirinya, “Saya tidak tahu apapun. Itu gelap, sungguh sebuah kehidupan yang buruk.”

Meskipun ia telah menulis tentang perlakuan buruk tersebut dalam bukunya, Stranger No More, Parsan tidak suka membicarakan hal itu sekarang: “Itu bukanlah hal yang mudah untuk dibicarakan.”

Dipukuli dengan sekop dan terdorong untuk bunuh diri
Parsan mengakui ada dipukuli dengan sebuah skop oleh pria tersebut yang kemudian menjadi suaminya. Sebagai seorang isteri yang babak belur, dengan memar-memar dan bilur-bilur di seluruh tubuhnya, Parsan tepatnya telah mencoba untuk menghabiskan hidupnya sendiri dengan obat-obatan, namun ia berhasil tetap hidup.

Roksana, putrinya, ingat benar bagaimana ketika ayahnya mengancam untuk memotong lehernya meskipun ia masih kanak-kanak.

“Kami hanya menginginkan tambahan biskuit-biskuit [buatan ibu]. Sungguh normal, kami berlari dan berkata, ’biskuit lagi! Biskuit lagi!’ Dan ia datang dengan sebuah pisau, meletakkan itu pada tenggorokkanku dan ia berkata: ‘minta biskuit lagi!’”

Tentang ibunya, Roksana berkata, “Ia hanya berusaha untuk hidup bagi kami, hanya untuk hidup membuat sebuah kehidupan yang lebih baik bagi kami. Mungkin itulah yang Elohim telah tanam dalam dia sehingga ia mempunyai sesuatu untuk perpegang.”

Baca juga:

Melarikan diri dari Iran hanya untuk masuk ke penjara Turki, kemudian kepada Iman dalam Ha Mashiah
Perjalanan Annahita Parsan kepada Ha Mashiah dan menyeberangi dua benua adalah suatu yang menyertai dari film-film Hollywood, satu diantaranya akanlah termasuk sejumlah memar-memar dengan kematian.

Annahita, suaminya dan kedua anaknya melarikan diri dari Iran melalui gunung-gunung ke Turki di tahun 1984, dimana ia dan Roksana menghadapi bahaya yang lebih besar, sebelum tiba di sebuah penjara Turki. Akhirnya mereka sampai ke Denmark, dimana ia menceraikan suminya yang masih tetap menganiaya, dan juga pertama kalinya mendengar pesan Injil. Kemudian ia pindah ke Swedia dimana ia dan dua anaknya berjalan masuk ke sebuah gereja dan berdoa, “Kami orang-orang Kristen, sejak sekarang.”

Perjalanan indahnya: menjadi seorang pendeta di Swedia
Annahita memasuki dunia pelayanan dan telah memimpin lebih dari 1500 Muslim kepada Ha Mashiah. Ia memimpin dua Gereja dan melatih gereja-gereja lainnya bagaimana menjangkau dan memuridkan para orang Kristen yang berlatar belakang Muslim. Para bekas Muslim yang haus akan ’Elohim yang mengasihi’ mengisi gerejanya setiap Minggu. Parsan percaya bahwa ini telah dinubuatkan dalam kitab Yeremiah bab 49 ayat 29

Tetapi dikemudian hari Aku akan memulihkan keadaan Elam, demikanlah firman YAHWEH. (mengakhiri pemenjaraan Elam)

“Itu tentang Elam dan Elam adalah orang Persia!” Parsan berkata, “Ketika saya membaca itu saya tahu bahwa itu adalalah tentang kami. Itu tentang kehidupan mereka semua dan itu ajaib. Elohim telah berkata kepada Yeremia pada waktu itu, dan itu sedang berlangsung sekarang ini!”

Tetapi imigran Muslim juga telah membuat Swedia sebagai rumah bagi para radikal yang berbahaya, dan Parsan bercerita kepada kami bahwa ia telah menerima ancaman-ancaman kematian dan hidup dengan pengetahuan bahwa ia dapatlah ada terbunuh.

Parsan berkata tentang Swedia “… adalah sebuah negara yang bebas, namun juga berbahaya.” Ia berkata kadang-kadang ia terpikir jika ia akan ada terbunuh oleh para Islamist di Swedia.

Sebagai seorang wanita muda, hidup ini yang nampaknya seperti keberadaan yang tanpa harapan di Iran, Annahita Parsan melihat tanpa rencana dan tanpa tujuan dalam pernikahannya yang keras tersebut, hanyalah ada kekerasaan yang acak. Tetapi Elohim sesungguhnay memiliki rencana.

“Elohim mengasihi kami dan Dia ada dalam kehidupanku dari sejak awal,” Parsan berkata.
“Kadang-kadang [ketika ia mengingat pada kehidupanya yang lalu] saya berpikir, wow, itu adalah indah.”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

Generasi muda Kristen Somalia Yang Pemberani dan Pantang Mundur

Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.  (Matius 10:26-27, ITB)

Generasi muda bangsa SomaliaArtikel berbahasa Indonesia ini diterjemahkan dari Bold, Somali believers (16/1/2018)
“Di Negara Skandinavia dimana mereka bertumbuh, banyak orang Somalia muda berjumpa Yeshua melalui teman-teman kelas sekolah mereka dan teman-teman mereka, menurut Bertil, pekerja OM yang memfasilitaskan jaringan global para Kristen Somalia. ”Kami melihat sejumlah orang-orang muda yang sungguh muncul dengan kuat dalam Adonai,” ia menyatakan.

KESAKSIAN MANAAR

Manaar*, seorang wanita Somalia berusia 21 tahun, pertama kali mendengar tentang Yeshua dari seorang teman kelasnya. Berkehendak untuk mengetahui lebih, ia membaca Alkitab, memperbandingkan itu dengan Kuran. “Dalam Kuran tidak ada kasih. Dalam Alkitab ada kasih Ha Mashiah,” ia menyimpulkan.

Ketika Mannar menjadi seorang percaya (menjadi Kristen), berita secara cepat menyebar diantara keluarganya dan lingkungan tetangga yang Islam fundamental. Bahkan bibinya yang tinggal di Amerika Serikat ikut terlibat. “Kamu membawa malu kepada keluarga. Kamu harus kembali ke Islam,” bibinya menulis.

Meskipun tekanan tersebut, Manaar tidak bergeming.
”Pernahkan kamu membaca Alkitab?” ia menantang para anggota keluarganya.
“Apakah kalian sungguh tahu apa yang kalian sedang bicarakan?
“Sudahkan kalian membaca Kuran?

Kenyataanya, mereka belum membaca kedua kitab tersebut, jadi Manaar mengirim kedua kitab tersebut dalam versi elektonik agar mereka belajar bagi mereka sendiri sebelum menghakimi dirinya.

Kitaabka Quduuska Ah (pdf; Somali)  (Alkitab Somalia / Holy Bible)
Somali Believers Fellowship (web site)

Ibunya, bagaimanapun, tidaklah menyerah dalam menekan Manaar untuk ia kembali ke Islam. Ibunya menyusun rencana mengirim tiga pria untuk berbicara kepada putrinya: mereka adalah seorang Muslim Somalia berusia 25 tahun, seorang mantan Hindu yang menjadi Muslim, dan seorang Swedia ahli theologi yang telah berpindah ke Islam.

Manaar setuju berbicara dengan ketiga pria tersebut dengan satu kondisi – ibunya datang dengan dirinya ke ibadah Gereja. Ibunya menemani putrinya ke ibadah Gereja, namun ia tidak tertarik dengan Jemaat Afrika. Demkian juga dengan Manaar tidak terguncang dengan argumen-argumen pembuktian ketiga pria tersebut.
“Kalian tidak tahu Kuran dan kalian tidak tahu Alkitab. Apa yang kalian sedang bicarakan?” Manaar mempertanyakan mereka.

Kemudian, ia mendengarkan tanpa sengaja satu dari tiga pria berkata kepada ibunya di dapur, ”Ini akanlah ada persoalan yang susah untuk dipecahkan.”

Setelah gagal dengan tiga pria itu, ibunya Manaar meminta seorang imam setempat untuk berbicara kepada putrinya. Sekali lagi, Manaar setuju dengan sebuah kondisi: Imam tersebut ikut dia ke Gereja.

”Saya pikir itu adalah sangat menarik,” Bertil mengklaim. “Dia berusia 21 tahun dan sungguh berani bersaksi. Elohim sedang melakukan perkara-perkara yang besar.”

KESAKSIAN ALI

Ali,* pemuda Somalia berusia 21 tahun, bertemu Yeshua ketika sementara ia mencoba mempengaruhi orang-orang muda lainnya untuk mengikuti Islam.

Ketika ia lebih muda, keluarga Ali – semuanya Muslim-muslim yang taat – berimigrasi ke Skandinavia. Pada sebuah kota dimana mereka menetap, Ali mendapatkan ternyata di situ tidak ada kelas-kelas pengajaran Kuran, jadi ia memulai sebuah kelompok, berawal dari sejumlah anak-anak dan hingga mencangkau hampir 30 jiwa.

“Ia cukup terkenal dan sangat giat,” Bertil mengingat masa lalu tersebut. “Ia berkendak untuk orang-orang sungguh-sungguh mengerti siapakah Allah adanya.”

Ali menghadiri sebuah sekolah lokal dan belajar bahasa, “tetapi ia mencoba menjangkau teman-temannya untuk mengerti Islam, untuk menjadi para Muslim,” Bertil bercerita.

Suatu hari Ali memutuskan untuk mengunjungi Gereja tidak jauh dari rumahnya. “Ini pastinya adalah sebuah tempat yang bagus untuk pergi dan berbicara sebab mereka sudah percaya adanya Elohim,” ia berpikir.

Maka pergilah ia ke Gereja tersebut dan mulai mengadakan diskusi panjang dengan orang-orang yang ia jumpai. Oleh karena ia sungguh sosial, Bertil mencatat, ia juga membuat banyak teman.

Ali menghadiri pertemuan-pertemuan remaja dengan teman-teman barunya, dan pada suatu malam ia mendapatkan dirinya sendiri mengangkat kedua tanganya saat acara penyembahan. Meskipun ia menarik kedua tangannya turun secepat ia menyadari posisinya, Ali tetap mendengarkan para pembicara dan mulai percaya kepada Yeshua.

Segera, sejumlah pemuda Kristen mengundang Ali untuk bergabung dengan mereka pada sebuah retreat (pertemuan kamp di luar kota besar) pada akhir minggu Hari Paskah. Ali setuju dan “iman dan keyakinannya mulai bertumbuh,” Bertil menggambarkan.

Ketika orang-orang di kamp tersebut bertanya kepada Ali apakah ia bersedia menerima Adonai, ia menjawab, “Ya.”

Ali kembali dari kamp tersebut sebagai seorang percaya, tetapi untuk sementara ia merahasiakan imannya dari keluarganya. Bagaimana pun, gossip-gossip menyebar melalui komunitas bahwa sesuatu telah terjadi atas dirinya.

Setelah bertemu dengan sebuah kelompok orang-orang Kristen muda yang berbeda, termasuk orang Somalia lainnya, Ali meras tertantang untuk bersaksi kepada keluarganya. Besok paginya, ia bertanya kepada ayahnya jika mereka dapat berbicara. “Bapa tahu, saya tepatnya telah menjadi seorang Kristen,” ia mengawali percakapannya.
“Saya telah menduga demikian,” ayahnya meresponi
“Mengapa?” Ali bertanya
”Sebab sebelumnya ayah telah sungguh berusaha keras membuat kamu keluar dari ranjang setiap pagi untuk ke sekolah. Tetapi setiap Minggu pagi, kamu bangun lebih pagi, kamu mandi, siap-siap, kamu berpakaian dengan rapi, dan kamu lenyap serta tidak kembali sebelum malam,” ayahnya berkata

Meskipun ayahnya tidak segera menantang iman baru putranya, tetapi ketika ibunya mengetahui itu, Ali harus meninggalkan rumah. Pada saat pertama, ia tinggal dengan sebuah keluarga Kristen. Namun ketika keluarga Kristen itu perlu pindah rumah, orang tua Ali mengundang ia pulang, sejauh ia tidak berbicara tentang agama.

Sekarang Ali menjalani sebuah pendidikan di sebuah Sekolah Alkitab dimana ia belajar kepemimpinan. Tambahan untuk tiga bahasa yang ia sudah kuasai, Ali sudah mulai belajar bahasa Dari dan Farsi untuk menjangkau para imigran lainnya. “Ia dipakai oleh Elohim secara luar biasa, khusunya diantara para imigran,” Bertil berkata. “Elohim mengambil dia dan memakai dia dalam kontek (latar belakang) dirinya.” (Dari bahasa orang Afganisatan, bagian dari rumpun bahasa Farsi, Iran)

* Nama telah diganti demi alasan-alasan keselamatan
Nicole James adalah seorang penjelajah dunia dan penulis dari OM Internasional. Ia sangat tertarik tentang kerja sama dengan orang-orang beriman untuk membicarakan cara-cara Elohim bekerja di seluruh dunia. (OM)

Baca lebih lanjut

Para Somalia Kristen seluruh Eropa bertemu muka (Somali Christians Conference 8th)

 

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.  (Wahyu 3:7, ITB)

Pertemuan Kristen Somali dari seluruh Eropa di SwediaKata pengantar dari Penjalabaja. Bangsa Somalia tergolong suku bangsa yang sangat tertutup terhadap berita Injil dibanding suku-suku beragama Islam lainnnya di benua Afrika. 10 tahun lalu, hampir tidak pernah terdengar adanya seorang Somalia pindah dari Muslim ke Krisianiti. Mereka yang pindah akan mendapat aniaya yang sangat berat. Tahun 2018 World Watch List menempatkan negara Somalia tetap berada pada rengking ketiga paling berbahaya sedunia di dalam penganiayaan terhadap orang Kristen. The Top 50 Countries Where It’s Most Dangerous to Follow Jesus; 2018 (download the file). 

Daftar 50 Teratas Negara Penganiaya Terburuk atas umat Kristen 2016 World Watch List (rincian)

Bangsa Somalia sangat bangga dengan agama Islamnya, sampai saat ini perang saudara muncul-tenggelam sejak tahun 1991, korban jiwa diperkirakan hampir mencapai 1 juta jiwa. Hampir dua dekade negara Somalia tidak memiliki pusat pemerintahan – ideologi agama adalah paling penting dalam kehidupan orang Somalia. Mereka menyebut diri mereka sebagai “Muslim-muslim yang benar” atau “the True Muslims.” Mereka berpikir lebih Muslim dibanding yang lainnya bahkan dari tetangganya bangsa Arab Saudi yang terkenal dengan aliran Wahabinya yang sangat keras itu.

10 tahun belakangan ini, Adonai Yeshua telah membuka pintu gerbang kuno Somalia yang telah tertutup berabad-abad tersebut. Di bawah ini laporan dari sebuah organisasi misi internasional pada situsnya tentang kebangkitan orang-orang mantan-Islam Somalia yang telah percaya kepada Yeshua sebagai Tuhan (Adonai) mereka. Kiranya berita ini bisa menjadi berkat dan menguatkan iman percaya para pembaca, bahwa bagi Elohim tidak ada yang terlalu sulit, jika Ia membuka pintu maka tidak ada seorang bahkan mahluk apapun yang bisa menutupnya. GBU, Penjalabaja

Selama minggu pertama bulan Agustus sekitar 80 orang-orang percaya Somalia telah bertemu di luar Örebro, pertengahan Swedia, untuk sebuah minggu persekutuan, penguatan dan pengajaran, diorganisir oleh OM (Operation Mobilization).

“Saya belum pernah melihat ini sebelumnya banyak orang Somalia bersama di dalam satu tempat untuk periode waktu yang panjang tanpa adanya konflik!” seorang peserta berkata.

Ibu muda Somali dan dua anaknya.jpg

Yeshua mengasihi juga bangsa Somali

Itu adalah konferensi (Kristen) Somali kedelapan, yang enam diantaranya telah diadakan di Swedia. Orang-orang Kristen Somalia dari seluruh Eropa telah hadir, bagi beberapa orang itu adalah pertemua pertama dimana mereka bertemu orang-orang percaya Somalia lainnya. Pekerja OM Bertil Engqvist, seorang yang bekerja diantara para Somalia yang meninggalkan tanah air mereka untuk bertahun-tahun, berkata bahwa jumlah orang-orang percaya terus menerus bertambah. Ini adalah tahun kedua dari konferensi yang pengajarannya dipimpin oleh orang-orang Somalia asli.

Diselambatkan oleh kasih karunia (grace)
Thema pengajaran pada konferensi ini adalah ”Diselamatkan oleh Kasih karunia”  berdasarkan Kitab Efesus.

“Orang-orang Somalia terlahir sebagai Muslim-muslim,” Shino berkata, “dan menurut (ajaran) Islam Anda mendapatkan upahmu sebuah tempat di Sorga melalui pekerjaan-pekerjaan baik, jadi sangatlah penting kami mengajar tentang kasih karunia melalui Ha Mashiah.”

Shino mengorganisasikan konferensi ini dengan bantuan isterinya, Shania, dan Bertil. Partisipan lainnya pada konferensi ini adalah Faisal* (pekerja OM Swedia, yang umumnya bekerja dengan pelatihan pemuridan di antara orang-orang Somalia di Tanduk Afrika (negara Somalia).

Selama konferensi empat orang Somalia menerima Meshiah sebagai Juruselamat mereka dan delapan menerima baptisan selam. Seorang peserta bahkan berkata, “Saya akan kembali datang tahun depan dan kemudian saya ingin mendapat baptisan.”

Semakin banyak orang percaya dibanding sebelumnya
Berpindah kepercayaan ke Kristianiti adalah terlarang di Somalia. Shino dan Shania adalah sejumlah orang-orang Somalia yang secara rutin berhubungan dengan sebangsa mereka melalui Skype untuk pemuridan, pendalaman Alkitab dan penguatan.

Baca bagaimana Shania menjadi Pengikut Yeshua Ha Mashiah: Kesaksian Shania Gabo wanita Somalia berjumpa Yeshua Ha Mashiah

Diantara 20 juta orang Somalia di seluruh dunia ada kira-kira 1000 (seribu) orang Kristen, dan jumlah ini terus bertumbuh.

“Sejak Januari (2018) saya telah memimpin 42 orang Somalia kepada Ha Mashiah,” Shania berkata. “Kebanyakan membuat hubungan melalui internet. Kemarin seorang pria menelpon memakai Facebook dan ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi seorang Kristen. Kami berdoa bersama dan sebelum kami menutup percakapan telpon, dia telah menerima Ha Mashiah sebagai Juruselamat pribadinya.”

Terpujilah Elohim atas membawa orang-orang Somalia kepada pribadi-Nya sendiri. Berdoalah sehingga lebih banyak lagi mereka datang kepada keselamatan iman dalam Ha Mashiah di seluruh Eropa. (Penulis OM)

* Nama dirubah untuk alasan-alasan keamanan (OM)
Sumber artikel: Somali believers meet face to face (17 September 2015)

Baca lebih lanjut

Skotlandia: Penginjil dikunci, dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip Alkitab ke seorang remaja gay

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Elohim.” (2 Timotius 3:1-4)

gordon-penginjil-jalanan-ditahan-polisi-skotland-karena-mengutip-ayat-alkitab

Gordon Larmour ditahan Polisi Skotland karena Injil

Seorang pengkhotbah jalanan Kristen ditahan dalam sel dan dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip kitab Kejadian dalam menanggapi pertanyaan seorang remaja gay: ”bagaimana Elohim memandang homoseksual?”

Gordon Larmour, 42, menghabiskan waktu malamnya dalam tahanan dan menghadapi percobaan enam bulan atas tuduhan sebelum akhirnya mereka membawa ia ke sidang bulan lalu.

Bapa dari satu orang anak ini, telah melakukan kotbah-kotbah di jalanan selama tujuh tahun setelah ia menjadi pengikut Yeshua (Kristen), kejadian ini berawal ketika ia sedang membagikan traktat-traktat Kristen di kota ia tinggal, Irvine, Ayrshire, Juni lalu ketika sebuah kelompok remaja pria melewatinya, Telegraph melaporkan. (5 Februari 2017)

Ia, Gordon, berkata kepada mereka: ”Jangan lupa Yeshua mengasihi kalian dan Dia telah mati bagi dosa-dosa kalian.”

Seorang dari mereka bertanya kepada Mr. Lamour, ”Apa yang Elohimmu katakan tentang homosexual?” Ia menjawab dengan merefer ke Kitab Kejadian, yang menyatakan bahwa Elohim telah menciptakan Adam dan Hawa untuk menghasilkan anak-anak.

Dua remaja (dari antara mereka) berargumentasi dan Mr. Lampur menyatakan bahwa dialah yang dikejar oleh seorang dari remaja tersebut. Bagaimanapun, dialah yang ditahan dan dijebloskan ke mobil polisi sebelum ada ditahan di kantor polisi semalaman, dituntut dengan mengancam atau penyerangan yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.

”Saya berpikir seharusnya polisi menangani itu berbeda dan mendengarkan apa yang telah saya katakan. Mereka seharusnya menenangkan remaja tersebut dan selesai disitu,” Mr. Larmour berkata kepada Scottish Herald hari Minggu kemarin.

Ia menambahkan: ”Di pengadilan teman remaja tersebut berbicara benar – bahwa saya tidak menyerang dia ataupun memanggil dia nama-nama yang bersifat homophobia. Saya hanya sederhananya menjawab pertanyaan dia dan berkata kepadanya tentang Adam dan Hawa dan Sorga dan Neraka. Berkotbah dari Alkitab bukanlah suatu kejahatan.”

Di Pengadilan Sheriff Kilmarnock, Sheriff Alistair Watson setuju, membebaskan Mr. Larmour dari tuntutan. Ia juga menemukan bapa ini tidak bersalah dari tuduhan ke dua ”meyerang yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.”

Mr. Larmour berkata, ”Saya tidak dapat mengerti mengapa saya ditahan pada kejadian tersebut – itu adalah sebuah reaksi berlebihan yang besar dan membuang waktu setiap orang. Polisi tidak mendengarkanku. Mereka segera mengambil posisi membela remaja laki homosex tersebut dan menyerang hak-hakku.”

”Saya merasa mereka (para polisi di kejadian tersebut) telah mencoba begitu keras untuk nampak mereka melindungi para minoritas, sebaliknya ternyata mereka pergi terlalu jauh. Saya ingin ada mampu untuk bercerita kepada orang-orang kata-kata baik dari Injil dan berpikir saya haruslah ada bebas untuk melakukannya juga. Saya saat itu tidak berbicara opini-opini saya sendiri – saya mengutip dari Alkitab.”

Andrea Williams, Pemimpin eksekutiv Pusat Legal Kristen (the Christian Legal Centre), berkata: ”Itu adalah sangat melegakan bahwa Hakim mendukung Gordon, sebab kasus tersebut tidak penting untuk dipermasalahkan.” 

Skotland adalah negara asal penginjil terkenal John Knox, ia begitu mengasihi negerinya sehingga ia berkata, “Berikan saya Skolandia, atau saya mati!” Video dokumentasi: John Knox and The Scottish Covenanters

Sumber terjemahan dan ada lebih dari 2300 komentar, lihat di sini. Preacher Locked Up, Charged with Hate Crime for Quoting Bible to Gay Teen Baca lebih lanjut

Supir taksi memukul istrinya, kemudian menyadari lebih baik masuk ke Sorga dengan mata satu daripada ke Neraka dengan mata lengkap

“Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Elohim dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka.” Markus 9:47

Sapru supir taxi Kristen bermata satu

Sapru, supir taksi bermata satu

Sapru, 48, dibesarkan di Asia Selatan dan menjadi ateis dan fanatik komunis. “Aku tidak pernah percaya sebelumnya kepada Yeshua Ha Mashiah atau Kristianiti,” katanya. Ia menyetir taksi untuk membiayai dirinya dan istrinya, Blessey.

Sebagian besar teman-temannya adalah pecandu alkohol dan ia menjadi kecanduan alkohol juga. Istrinya, bagaimanpun adalah seorang Kristen yang tangguh, seorang wanita pendoa yang merenungkan Alkitab setiap hari – tanpa sepengetahuan Sapru. “Jika saya melihat dia berdoa atau membaca Alkitab, saya pastilah tidak mengizinkan itu,” katanya. Meskipun kondisi kerohanian yang buruk dari suaminya,

Blessey tetap memegang janji-janji Elohim dan berdoa secara teratur untuk petobatan suaminya.

Suatu malam Sapru mabuk kembali, ribut dengan istrinya dan memukuli istrinya dengan kasarnya. Ia meninggalkan rumah, masuk ke taksi dan mengemudi. Dalam kondisi mabuk, taksi bertabrakan dengan sebuah truk dan ia terluka parah. “Mata kiri saya keluar dan hancur,” katanya. “Saya berhadapan muka dengan kematian.”

Ketika Blessey mendengar berita kecelakaan tersebut, ia bergegas ke rumah sakit dengan beberapa missionari, dipimpin oleh Pastor Paul dari Alkitab-alkitab untuk Mideast (the Bibles for Mideast). Mereka berlutut dihadapan Elohim di ruang doa rumah sakit. Blessey membaca Alkitab dengan suara keras dan berseru kepada Adonai untuk penyembuhan. “Dia meminta Elohim untuk memberikan hidup saya kembali sebagai sebuah ciptaan baru,” Sapru megingat.

Sementara dokter melakukan pembedahan untuk menyelamatkan hidupnya, Supra menghadapi Pengalaman Menjelang Kematian (NDE, near-death experience). “Jiwaku mengembara untuk mendapatkan tempat duduk di Sorga,” ia menceritakan. “Para malaikat tidak mengizinkan saya untuk masuk ke dalam Sorga tapi mendorong saya menuju neraka.”

Tetapi karena doa syafaat yang sunguh-sungguh dari Blessey, Sapru percaya Yesus memperpanjang anugrah dan belas kasihan-Nya kepada dirinya. “Yesus tidak mengijinkan saya untuk jatuh ke dalam neraka, tetapi memegang saya dengan aman pada tangan-Nya yang berlubang paku tersebut oleh sebab syafaat istriku.”

Adonai memperlihatkan kepadanya istrinya dan tim doa yang sedang berlutut dan berdoa dengan air mata mereka yang bercucuran untuk dia.

Ketika Sapru melihat mereka, hatinya tersayat. Kemudian Yeshua berpaling kepadanya dan berkata: ”Pergi, dengan selamat dan dibaptis dan hiduplah bagi Ku beserta dengan keluargamu.”

Selama operasi, ada sasat tertentu ketika jantung Sapru berhenti. “Para dokter berpikir untuk menyatakan kematian saya,” kenangnya. “Tapi setelah beberapa detik kemudian saya mulai bernapas.”

”Terima kasih Elohim; sekarang ia ok,” salah satu dokter mengatakan.

“Ketika Yeshua mengijinkan rohku untuk kembali ke tubuhku, saya mulai bernafas,” Sapru berkata.

Kemudian Adonai berbicara lagi kepadanya: ”Lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Elohim dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka . Biarlah itu menjadi kesaksian kamu untuk bersaksi tentang Aku.”

“Saya telah pulih, tetapi mata kiriku benar-benar telah terangkat keluar. Saya tidak khawatir tentang hal itu, karena Adonai ingin saya untuk bisa bersamanya di sorga tanpa sebuah mata. Dia mencintai saya, sehingga ia tidak mengijinkan saya untuk pergi ke neraka dengan kedua mata. Terpujilah Adonai untuk kasih-Nya yang luar biasa!”

“Saya mengakui semua dosaku dan menerima Adonai Yeshua sebagai Juruselamat dan Adonaiku. Dalam beberapa hari saya dibaptis selam dan bersaksi tentang Adonai Yeshua Ha Mashiah bersama dengan keluargaku.”

Meskipun ia hanya memiliki satu mata, dia tetap mengendarai taksinya. Majikannya, sekarang percaya kepada Yeshua, memberi dia sebuah mobil untuk dipakai.

“Saya punya dua putra. Saya sungguh senang melihat mereka bersukacita dalam Adonai karena pertobatanku dan kegiatan-kegiatan pelayananku.”

Diterjemahkan dari: Taxi driver beat his wife, then discovered it is better to enter heaven with one eye than hell with two

Baca lebih lanjut

Gereja-gereja Rumah berlipat ganda di Iran meskipun teraniaya

Gereja Rumah di Iran belajar Alkitab bersama

Pelajaran Alkitab di Gereja Rumah

Kristianiti sedang menyebar secara cepat di dalam (negara) Iran meskipun tindakan keras pemerintah terhadap gereje-gereja rumah. CBN melaporkan (9/3/2016)

Tulisan di bawah ini adalah terjemahan dari sumber aslinya: House Churches Multipying Inside Iran Despite Persecution & Fatima’s testimony; CBN.com.  Kalimat dalam kurung ditambahkan dari penterjemah situs Penjalabaja.

Sebagian orang Kristen berpendapat tindakan-tindakan Republik Islam tersebut sesungguhnya telah menciptakan efek sebaliknya.

Sebuah organisasi yang berbasis di London yang melatih orang-orang Kristen Iran melaporkan ratusan ribu orang Kristen baru – para mantan Muslim – sedang menyembah secara  rahasia dalam gerakan gereja rumah yang bergerak secara cepat di dalam Negara Islam Republik tersebut.

Menurut The Christian Post, sebuah sumber yang berhubungan dengan the Pars Theological Centre berkata bahwa pertumbuhan cepat gereja akan tepatnya merubah masyarakat Iran

“Ini bukanlah sama sekali sebuah gerakan politik, tetapi itu akan memiliki implikasi

Perubahan status sosial wanita Iran di bawah Negara Islam Republik Iran

Status Wanita Iran

politik karena hal ini menyentuh dasar inti dari masyarakat. Ini bertarung melawan kecanduan narkoba dan prostitusi. Jika Anda ingin tinggal di sebuah negara yang tidak mendanai para terroris, Anda harus mengembangkan nilai-nilai dasar,” kata sumber itu.

“Ini bukanlah anti-orang Iran, itu adalah sebuah gerakan orang Iran. Jumlah orang-orang Muslim yang berpaling ke Mashiah sungguh-sungguh besar,

Sebagai seorang gadis remaja di Iran, Fatima mulai mempertanyakan iman Islamnya dan mulai mencari Elohim di tempat-tempat lain. Satu malam, dia bermimpi bahwa dia berjalan bersama Yeshua di sebuah taman mawar. Klik di sini untuk menonton apa yang terjadi selanjutnya: Fatima’s Quest for God | CBN.com

 

Jadi, berapa banyak orang Iran telah memeluk Kristianiti? Menurut Open Door AS, sebanyak 450.000 orang Iran sekarang mempraktekkan Kristianiti di dalam negara tersebut. Kelompok-kelompok lainnya memberikan figur setinggi satu juta. [Saya yakin sekarang sedikitnya lebih dari 2-5 juta. Silahkan baca artikel (9/2009) ini: Iran: Kebangunan Rohani besar-besaran telah datang!]

Tak lama setelah Mahmoud Ahmadinejad telah terpilih menjadi presiden pada tahun 2005, pemerintah Iran meluncurkan penumpasan besar-besaran terhadap gereja-gereja rumah.

Dan meskipun penguasa yang disebut moderat, termasuk Hassan Rouhani sebagai presiden, tindakan keras terus berlanjut atas gereja-gereja rumah.

Marziyeh Amirizadeh dan Maryam Rostampour Iranian Kristen

Marziyeh dan Maryam terpenjara di Penjara Evin karena iman Kristennya

Bulan lalu saja, sebuah pengajuan pengadilan meluncurkan tuduhan menentang empat orang Kristen gereja rumah di Ahwaz, Iran karena melakukan “pertemuan-pertemuan ilegal” dan “mencoba untuk menyebarkan Kristianiti dan memindahkan para Muslim.”

Polisi rahasia telah menangkap Pastor Amin Khaki, Daniel Barounzadeh, Mohammed Bahrami, dan Rahman Bahmani saat berpiknik di Iran selatan. Menurut Present Truth Ministries, polisi-polisi berpakaian sipil menodongkan pistol-pistol mereka pada orang-orang Kristen tersebut dan bahkan memukul beberapa dari antara mereka.

Rahman Bahmani mengatakan kepada para penginterogasi dia berpindah ke Kristianiti empat tahun yang lalu dan “Saya berubah banyak. Saya dahulu bukanlah seorang pria yang baik dan ketika istri saya melihat perubahan dalam diri saya, ia juga berpindah ke Kristianiti, dan ketika ditanya bagaimana saya telah disembuhkan saya mengatakan, ‘Yeshua menyembuhkan saya.'”

Bahmani dan tiga orang lainnya ini dijatuhi hukuman satu tahun penjara, dan pengadilan melarang mereka menghadiri gereja, atau melakukan pelayanan gereja selama dua tahun. [Baca buku Captive In Iran by Maryam & Marziyeh, bagaimana Elohim merubah isi penjara Evin yang terkenal sadis di Iran ini menjadi ladang penginjilan yang subur.]

Di Iran, hanya gereja-gereja yang telah disetujui pemerintah boleh beroperasi, dan kebaktian-kebaktian Kristen dilarang dilakukan dalam bahasa Persia. [Orang Iran adalah orang Persia, hanya sedikit dari mereka yang bisa berbahasa Arab. Pemerintah mencoba melenyapkan indentitas asli orang Persia, seperti yang telah terjadi di hampir seluruh negara-negara Timur Tengah dan Afrika utara]

Tapi risiko terbesar bagi orang-orang Iran yang meninggalkan Islam untuk iman Kristen mereka adalah mereka dianggap murtad dan di bawah hukum Islam, mereka harus dihukum mati. [Ini bukti nyata di bawah hukum, bahwa Islam adalah agama paksaan: sejak lahir telah ia ditentukan oleh orang tuanya dan lingkungannya untuk jadi Muslim, dan ketika besar harus tetap di dalam Islam]

Sejauh ini, Bahmani dan yang lainnya belumlah didakwa sebagai para murtad. Organisasi Present Truth Ministries meminta orang-orang Kristen berdoa bagi saudara-saudara kita ini yang tetap setia kepada Mashiah. Dan “berdoalah supaya kesaksian mereka dapat menjadi kemuliaan bagi Elohim.”

Bacaan yang sejenis:

Baca lebih lanjut

Hidup Dan Mati bagi Ha Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian II: “Live for Christ Die for Christ”; says an Ex Muslim, now serving Christ as Pastor; ini adalah kelanjutan dari kesaksian Pendeta Yoshua John Bagian I: Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

Sebagaimana kenyataannya, itu ada tertulis di Alkitab bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Adonai Yeshua Meshiah, bahkan gemuruh-gemuruh halilintar sekalipun, kelaparan maupun kematian. Jadi menuruh Alkitab, jika Elohim beserta kita maka tidak seorangpun dapat mencelakakan kita.

Saya telah menghafal ayat ini dan mengikuti jalan kebenaran Elohim.

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Mashiah: kesukaran, atau kesulitan , atau kelaparan , atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … Tetapi dalam semuanya ini kita menang mutlak melalui Dia yang telah mengasihi kita. …  Sebab aku diyakinkan bahwa … tidak dapat memisahkan kita dari kasih Elohim yang ada di dalam Ha Mashiah Yeshua, Adonai kita.” (Roma 8:35-39)

Ketika saudara-saudarku laki-laki mengetahui tentang perpindahan imanku, mereka menyalahi kakekku dan ibuku karena merusak diriku. [Orang muslim diajar bahwa jika seorang berpindah dari Islam maka muslim tersebut menjadi rusak dalam arti rohani  dan rusak dalam arti jiwani alias gila. Ajaran ini akibat tafsiran yang salah tentang Surah 3:85; bahasa Arabnya tidak ada kata “Islam”]

Mereka marah dan satu di antara saudara-saudaraku tersebut mulai memukuliku secara brutal, hingga mematahkan tulang rusukku. Namun saya sadari bahwa Elohim telah memberikan ku kehidupan dan saya tidak menyesalinya sebaliknya saya merasa terhormat jika martir di dalam nama Elohim

Saudaraku belum puas (dengan penyiksaan tersebut) maka ia menyewa sebuah gangster Pakistan membayar mereka satu juta Rupiah Pakistan (sekitar 9.560 Dollar AS) untuk membunuhku tetapi Elohim menyelamatkanku dari assasinasi.

Keluargaku tidak ingin saya tinggal di rumah dan juga itu bukan tempat yang aman  bagiku untuk hidup di sana sebab saudara-saudara kandungku menginginkan saya mati karena tidak menghormati keluarga dengan berpindah dari Islam ke Kristianiti

Kecelakaan lainnya terjadi ketika saya di Gujaranwala dan saudara-saudaraku ada bersama dengan rekan-rekan mereka menangkap ku dan mulai memukuliku di teman yang terkenal baik yakni Maaneer Chowk.

Saya jatuh ke bumi ketika mereka tidak berhenti menyiksa.

Tanpa sengaja, seorang teman baik saya lewat ketika ia melihat tindakan yang barbariak ini. Ia mencoba menghentikan suadara-saudaraku dan mencomba melindungiku. Para ektrimist yang sadis ini mulai memukuli dia juga dan kami dikirim ke rumah sakit

Setelah tiga hari teman tersebut menyerah (meninggal dunia) karena cedera-cedera yang dideritanya.

Ketika mereka menangkapku dan membawaku ke tempat yang diinginkan, saya bahkan tidak diberikan air untuk diminum, sebaliknya mereka mengencingi mulutku.

Mereka membuat saya meminum air kencing untuk 17 hari berikutnya dan berkata bahwa saya akanlah mendapat air hanya untuk satu kondisi, yang adalah jika saya menerima Islam sebagai agamaku.

Jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Saya berterima kasih kepada Adonai Yeshua bahwa bahkan air kencing tersebut seperti air murni bagi ku saat itu, sebab menerima (aniaaya) itu bukan karena saya berbuat salah, tetapi itu tertulis di Kitab Suci bahwa orang-orang akan membencimu oleh karena Nama-Ku.

Saya berterima kasih kepada Mu Elohim sebab Firman-Mu menjadi nyata dalam kehidupanku.

Tidak hanya itu, mereka bahkan mematahkan kaki-kaki ku dan saudarku meminta saya melakukan mujizat. Saya menjawab dia, Saya tidak memiliki kuasa melakukannya, hanya Elohimku yang dapat. Lalu ia mengina ku dan berkata kepadaku untuk meminta Dia untuk melindungiku.

Lalu aku menarik kakiku dengan kedua tanganku dan saya sembuh oleh kasih karunia Adonai Yeshua Mashiah.

Saya berkata kepada Elohim, ”Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Elohimku dan saya adalah putra-Mu. Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Bapaku dan saya putra-Mu.”

Lalu Elohim memintaku untuk berdiri dan saya melakuannya. Lalu Dia berkata “jangan hanya berdiri tetapi berjalanlah di depan mereka sehingga mereka tahu Aku adalah Elohim Yang Mahakuasa dan Aku memiliki kuasa untuk menyembuhkanmu dan melindungimu.”

Ketika ini terjadi saudara-saudarku dipenuhi dengan ketakutan.

Saya meminta mereka menembak saya sehingga saya dapat pergi langsung ke Adonaiku Yeshua Ha Mashiah.

Saya ingin memberikan pesan ini kepada kalian saudara-saudaraku dan saudari-saudariku bahwa jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Berita lainnya tentang kehidupan orang-orang Kristen di Pakistan bisa dibaca di sini: Persecution of Ex-Muslim – Pakistan

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Juli 2019
      M S S R K J S
      « Jan    
       123456
      78910111213
      14151617181920
      21222324252627
      28293031  
  • Cari