Yuce Kabakci, Muslim Izmir Turki belajar sejarah agama, menemukan Yeshua yang sesungguhnya

7 Gereja Mula-mula di Asia Minor, Turki

Saya dilahirkan di Izmir, sebuah kota yang dikenal sebagai Smirna dalam Kitab Wahyu. Saya dilahirkan dalam sebuah keluarga Muslim tradisional Turki. Meskipun mereka mengidentifikasi diri sebagai Muslim, mereka selalu jauh dari apa seharusnya seorang Muslim ada. Jadi, saya kehilangan semua pendidikan formal agama karena mereka agak takut jika saya menjadi seorang fanatik, yang mereka tidak setuju sama sekali.

Sebagian besar pendidikan agama Islam saya datang dari nenekku yang saleh melalui hidup dan doanya. Dia akan selalu membuat saya berdoa sebelum tidur. Saya berdoa beberapa doa bahasa Arab tetapi tidak tahu sama sekali maksudkan. Namun doa-doa itu membuat saya merasa aman dan puas sebagai ana kecil, mengetahui bahwa Allah mengawasiku ketika aku tidur. Ketika aku tumbuh dewasa, saya menjadi lebih akrab dengan Islam dan cara hidup orang-orang Muslim menjalani iman mereka. Setiap tahun, kami akan mengorbankan seekor domba bagi Allah sebagai bagian dari tradisi kami tapi aku tidak pernah tahu apa makan pengorbanan itu baik bagi Dia maupun bagi kami. Namun sebagai anak kecil, saya biasanya akan menangisi domba itu, yang dibunuh tanpa alasan.

Ketika saya mulai Sekolah Menengah Atas, saya bertembuh menjadi suka membaca. Bergaul dengan teman-temanku dan melakukan hal-hal yang sia-sia dan agak tidak bermoral tidak tampak sangat menarik bagiku. Yuce bercerita bagaimana awalnya ia kagum dengan buku-buku filosofi kehidupan dari para pemikir Yunani, seperti Baruch Spinoza: “Etika”. Immanuel Kant: “Sebuah Kritik dari Alasan yang Murni” dan Renee Descartes: “Wacana pada Metode.” Ia semakin bingung, menyimpulkan: “Ada sebagai agamawan nampaknya semakin tidak mungkin setiap hari.” Dengan pikiran demikian saya masuk bangku kuliah di sebuah kota kecil di Turki.

[Mahasiswa yang haus mencari makna kehidupan]
Aku secara konsisten sedang mencoba untuk menerapkan pandangan yang telah saya pelajari dari Hegel, Spinoza, Kant dan Descartes. Tetapi tidak berhasil… Semakin saya berusaha untuk hidup berdasarkan prinsip-prinsip mereka, kehidupan yang nampaknya semakin tidak bermakna. Setelah membaca karya-karya mereka sekali lagi, saya mulai melihat ketidakkonsistenan dalam pandangan dunia mereka. Jadi sebagai jalan terakhir, aku menoleh kembali untuk agama, khususnya Islam. Itu mengisi ruang kosong dalam hatiku. Saya tidak pernah melewatkan waktu shalat. Saya mencoba untuk melakukan segala sesuatu yang saya lihat dalam Kuran. Tetapi masih ada sebuah masalah, bagaimana saya bisa bebas dari dosa-dosa saya? Saya telah berdoa, berpuasa dan melakukan semua yang aku bisa untuk bebas dari dosa-dosa tersebut, mencoba berhenti dari jalan-jalan jahat tersebut, tetap tidak ada jaminan bahwa saya akan pergi ke Sorga.

Saya tidak pernah melewatkan waktu shalat. Saya mencoba untuk melakukan segala sesuatu yang saya lihat dalam Kuran. Tetapi masih ada sebuah masalah, bagaimana saya bisa bebas dari dosa-dosa saya?

Saat membaca Kuran, saya sering kali menemukan nama-nama seperti, Daud, Abraham, Yeshua dan Musa. Kuran berbicara tentang mereka dengan rasa hormat yang sangat tinggi dan merujuk kepada mereka sebagai nabi-nabi yang tidak berdosa. Saya pikir mungkin aku harus membaca Alkitab. Tapi aku tidak tahu bagaimana untuk bisa ke sana. Saya mencarinya pada setiap toko buku, tapi aku tidak bisa menemukan sebuah Alkitab. Kemudian aku menyerah pada hal itu dan memutuskan untuk berlanjut ke Kuran.

Suatu malam, aku mendapatkan mimpi yang sangat aneh, yang saya ingat hari berikutnya seolah-olah itu benar-benar terjadi. Dalam mimpiku aku melihat sebuah kuburan dan perlahan-lahan seseorang mendorong saya ke arah kubur tersebut dan aku melihat seorang pria terbungkus dalam kain linen putih, berbaring di dalam kubur. Dan tiba-tiba ia bangun dan berjalan menjauh dari saya. Kemudian saya melihat tiga perempuan, bergegas ke kuburan itu. Secepat mereka melihat ke dalam itu, mereka mulai berteriak, “Dia tidak ada di sini, Dia tidak ada di sini, Dia tidak ada di sini, Adonai (Tuhan) tidak di sini.” Saya lalu terbangun, anehnya saya ingat setiap detail mimpi itu namun tidak mengerti sama sekali.

Tiga bulan setelah kejadian ini, ketika saya sedang membaca koran saya melihat sebuah penawaran Alkitab gratis. Aku segera menelpon mereka dan meminta Alkitab. Mereka mengirim saya sebuah. Saya melakukan semua ritual pembersihan badan sebelum menyentuhnya. Saya membuka Injil Matius dan mulai membacanya sampai pasal 27. Untuk pertama kalinya, saya membaca tentang penyaliban Yeshua. Sebagai seorang Muslim, saya telah diajarkan bahwa Dia diangkat ke surga sebelum dia disalibkan tetapi Yudas Iskariot telah disalibkan ganti Yeshua. Setelah aku membalik beberapa halaman, saya melihat sesuatu menyebabkan Alkitab tersebut menyelinap ketanganku: Dia dibangkitkan. Dia adalah dalam pakaian linen dan dia kembali hidup. Kata-kata Malaikat, “Dia tidak ada di sini” bergema dalam pikiran saya. Segera saya teringat mimpiku dan menjadi sangat takut, saya jatuh berlutut dan mulai berdoa; “Tolong Allah janganlah menguji saya seperti ini, jangan buat saya menjadi seorang Kristen. Saya ingin menjadi seorang Muslim yang setia, bukan seorang Kristen.”

Setelah pengalaman ini, saya tidak berani menyentuh Alkitab lagi. Setelah beberapa minggu, saudariku, yang tinggal di IL, menelepon saya dan meminta saya untuk menyelesaikan studi saya di Turki secepat mungkin sehingga saya bisa mulai gelar MBA di Universitas Chicago. Saya sangat senang mendengarnya dan sekarang memiliki Alkitab, saya pikir ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk memurtadkan orang-orang Kristen Amerika yang “telah tertipu” ke dalam Islam. Tapi aku tidak tahu bahwa saya sedang dalam perjalanan ke Damaskus dan segera melihat kemuliaan Kristus yag tak tertahankan ditampilkan.

Dengan motivasi ini, ia mulai membaca Alkitab lagi, dari awal sampai halaman akhir! Namun semakin ia membacanya semakin ia mengerti bedanya keyakinan Kristen dengan keagamaan dan ibadah buatan manusia belaka.

“Kitab ini sungguh memiliki pesan yang berbeda dengan kitabku, Kuran,” saya berkata. Jadi saya pergi ke Departemen agama Islam kampusku, bertanya pada para professor tentang perbedaan besar baik cerita maupun pewahyuan kedua kitab tersebut. Yang mereka jawab sebagai “Alkitab telah dipalsukan.”

“Apa bukti sejarah yang mendasari teori kalian?” saya bertanya. Mereka tidak bisa memberi bukti yang masuk akal. Saya sungguh kecewa sebab mereka adalah harapan terakhir saya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Ayat-ayat Alkitab, perumpamaan-perumpamaan Yeshua bersuara dalam telingaku kemanapa pun saya pergi dan saya juga tidak mampu belajar untuk ujianku dan mendengarkan kuliah-kuliah di kampus. Jadi saya putuskan untuk memecahkan masalah ini. Saya habiskan seluruh waktuku di berbagai perpustakaan, mencoba mencari sejumlah dokumen sejarah yang akurat dari sejarah Alkitab.

Membaca buku Josephus, Tacitus dan sejarawan-sejarawan Romawi dan Yahudi telah membuat saya hampir tidak mungkin menyangkal kebenaran Alkitab. Sejarah mendukung Alkitab. Tapi keyakinan utama saya tidak datang dari mereka.

Yuce berkata, sebagai orang Muslim, meskipun ia sadar bahwa isi Alkitab benar, namun mengakui Yeshua Ha Mashiah sebagai Elohimnya adalah sebuah penghujatan terhadap Elohim itu sendiri. Sampai akhirnya ia membaca Injil Yohanes:

Yeshua berkata kepada mereka, “Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum Abraham ada, Aku ada!” (before Abraham was, I AM) (Yoh 8:28)

[Yuce menutup kesaksiannya bagaimana akhirnya ia menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah]
Ini adalah cerita Dia (His-story). Sebuah cerita yang membuktikan kuasa kehendak-Nya. Tidak ada orang-orang Kristen, tidak ada gedung-gedung Gereja, tidak ada toko-toko buku Kristen di sekeliling. Dia menetapkan bahwa saya akanlah ada diselamatkan dan Dia telah datang menyelamatkanku dalam kamarku yang kecil. Ini bukan ceritaku, itu adalah cerita-Nya (HIS-story). Saya telah berkehendak memurtadkan orang Kristen, namun pada kamarku yang kecil Dia merubahku dan merubah arah seluruh kehidupanku. Jadi, saya mohon anda bergabung dengan saya mengatakan ayat-ayat ini dengan pujian dan ucapan syukur:

AKU MAU MERAHMATI SIAPA YANG MAU AKUR RAHMATI, DAN AKU MAU BER BELAS KASIHAN SIAPA YANG MAU AKU BELAS KASIHANI.” Jadi kemudian, bukan karena seseorang yang berkehendak atau pun yang berusaha, tetapi karena Elohim yang merahmati. (Roma 9:15-16; KS-ILT)

Teks diambil dan  diringkas dari sini: “The Testimony of Yuce Kabakci,
Another Prodigal Son”

Baca lebih lanjut

“Saya tidak akan pernah jadi seorang Kristen!” Sekarang jutaan jiwa diberkati oleh musiknya.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14)

Itulah sumpah Austin French, putra dari seorang pendeta, pada masa kanak-kanaknya yang kecewa pada ayahnya sendiri. Bahkan orang tuanya bercerai. Namun tangan kasih Bapa Sorgawi tidak membiarkan ia terhilang, di sebuah kamp remaja, ia mengalami sendiri pentingnya Adonai Yeshua. Sekarang pemuda yang masih tergolong muda ini telah membawa jutaan jiwa kepada kasih dan kuasa Elohim YAHWEH.

Austin French – Freedom Hymn (Official Lyric Video); telah ditonton hampir 6 juta kali.

[Kepalsuan hidup hamba Adonai menghancurkan iman putranya]
Penyanyi Austin French sekarang sedang dalam perjalanan misinya melalui musik yang menyangkau hati dan jiwa para peminatnya. Austin, 24 tahun bersaksi perjalanan rohaninya yang luar biasa dari seorang bocah skeptik anak pendeta menjadi pemusik Kristen yang pupuler.

“Sebagai seorang anak usia 8 tahun, saya ingat saat menulis pada buku harian saya, ‘Saya tidak akan pernah jadi seorang Kristen,'” ia bercerita di The Billy Hallowell Podcast. “Dan saya sungguh membenci Gereja – saya benci orang-orang Kristen, saya tidak ingin ada termasuk dengan itu.”

Penyanyi ini menjelaskan apa yang terjadi pada masa kanak-kanaknya tersebut, mengapa ia sampai bersumpah seperti itu.
”Saya ingat orang-orang datang kepada kami dan berkata, ‘Keluarga kalian adalah keluarga yang paling sangat berohani dari semua keluarga yang pernah kami temui,” Austin mulai bercerita. “Tetapi di rumah itu terasa seperti Perang Dunia ke-III, dan topeng tercabut, pelanggaran terjadi. (Semua tertib rohani) itu adalah di dasarkan pada ketakutan, bukan oleh kasih dan saya sungguh ingat ketika saat itu menulis di buku harian, ‘Jika seorang Kristen adalah seperti ini, saya tidak ingin ada sebagai seorang Kristen.’”

Austin kecil yang masih polos ini sungguh terganggu dengan dualisme kehidupan orang tuanya – di Gereja dan di rumah berbeda jauh, lebih parah lagi, kedua orang tuanya bercerai, dan Gereja dimana mereka biasa mellayani kemudian menolak keluarganya, menjadikan dia merasa terasing dan kecewa dengan Kristianiti. “Yeshua melukai orang-orang,” demikian ia berpikir saat itu.

[Austin menemukan Mashiah yang sesungguhnya]
Mazmur Daud: Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. (Maz 139:6-12)

Setelah orang tuanya bercerai. Austin hidup ikut ibunya. Ibunya kemudian mendapatkan pekerjaan di sebuah Gereja yang berjemaat sedikit. Ibunya mengirim ia ke sebuah kamp musik Kristen.

“Seorang pemuda bangkit dan naik ke podium,” Austin bercerita kejadian di kamp tersebut. Pemuda Kamp tersebut berkata, “Hai, saya ingin berbicara tentang kemunafikan. Saya akan menceritakan kalian semua bahwa banyak orang yang mengikuti Yeshua dengan lidah mereka dan mereka berbicara sebuah permainan yang luar biasa hebat, tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah mengikuti Yeshua dengan kehidupan mereka.” Wau, sangat menarik di dengar! Si pengkotbah muda ini menandaskan, “Itu bukanlah seorang Kristen – ada sebagai seorang Kristen adalah memberikan seluruh hidupmu kepada Yeshua. Itu nampak seperti Yeshua, sebab kalian menghabiskan waktu bersama Yeshua.'” (Baca 1 Yoh 5-7)

Pengkotbah ini lanjut berkata bahwa orang-orang yang hancur hatinya melukai orang-orang lain, tetapi Yeshua “telah mati untuk menyembuhkan orang-orang yang hancur.” Itulah hari dimana Austin menyadari bahwa dia telah memiliki pemikiran yang salah selama ini. Lalu ia menerima Yeshua di acara kamp tersebut.

“Itu adalah hari dimana saya telah memberikan kehidupanku kepada Yeshua dan menyadari bahwa saya telah diselamatkan oleh bilur-bilur-Nya. Saya bukan dibenarkan oleh perbuatan sendiri.”

Dan inilah yang sering terjadi, saat Anda lahir baru, biasanya saat itu juga Anda mengetahui panggilan Anda. Pada hari yang sama, Austin menyadari bahwa ia ingin membuat “musik bagi orang-orang yang hancur” – itulah yang sekarang ia lakukan dengan album pertamanya yang berjudul Wide Open.

Austin French saat ini telah menikah dan memiliki dua anak pria. membagi hidupnya antara keluarga dan karir musiknya

Sumber tulisan: He Vowed ‘I Will Never Be a Christian.’ Now, His Music Is Inspiring Millions (CBN.Com; 15/10/2018)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

 

Pemimpin Gereja Setan di Houston Diselamatkan secara radikal dan Dibaptis

Apakah Aku sungguh-sungguh menginginkan kematian orang fasik? firman Elohim YAHWEH; dan bukankah sebaliknya bahwa dia seharusnya berbalik dari jalan-jalannya, dan hidup?” (Yehezkiel 18:23, Tanakh 1917)

Pendiri sebuah gereja Setan di Texas telah berpindah ke Kristianiti.

Jacob McKelvy, sebelumnya dikenal sebagai Jacob No, adalah penggerak dalam persatuan kelompok ”para Penyembah Lucifer (Luciferians)” untuk membentuk sebuah gereja Lucifer.

”Saya terlahir dan bertumbuh sebagai orang Mormon, jadi saya telah mengerti apa Yeshua Ha Mashiah adalah dan apa Elohim adalah [sesuai ajaran Mormon; sebuah sekte Kristen yang berbeda dengan ajaran Alkitab. Mormon memiliki kitab sucinya sendiri]. Ketika adik perempuannya meninggal karena dipatuk ular, ia merasa hilang harapan dan kekuatan hidup. Ketika Luciferianisme (doktrin Penyembah Lucifer) berkata bahwa ”kamu adalah Elohim bagi dirimu sendiri,” ia merasa sangat tertarik dan menjadi pengikut Lucifer. [Itu adalah salah satu tipuan Setan, puluhan trik Setan bisa dibaca di sini]

Baca juga:

Bersama istrinya, Michel yang sebelum menikah adalah anggota senior Penyembah Lucifer, pada tanggal 30 Oktober 2015 membuka ”Gereja Lucifer Yang Lebih Besar” (The Greater Church of Lucifer) di Houston. Tanpa mereka rencanakan, ”gereja” yang mereka buka menjadi besar sehingga banyak orang Kristen di sekitarnya mengadakan protes menentang gereja setan tersebut, bahkan sebuah gereja Kristen di Afrika sempat mengadakan peperangan rohani melawan keluarga McKelvy tersebut.

[Gereja Yeshua di Houston bangkit – bersyafaat; Jacob dan istrinya bertobat dan keduanya dibaptis pada hari yang sama]

Pendeta Robert Hogan dari Gereja Musim Semi Petama (Spring First Church) mendorong anggota jemaatnya untuk berdoa syafaat sebagai ganti aksi protes.

”Saya tidak akan kesana berdemonstrasi,” Pendeta Hogan berkata kepada jemaat Elohim saat bicara di depan mimbar Gereja. ”Dapatkah saya katakan sesuatu pada kalian: tidakkah kamu akan pergi kesana berdemontrasi? Jika kalian ingin berdemo, berdemolah pada dengkul-dengkul kalian (aka: berlutut berdoa),” ia menambahkan.

”Saya percaya saja bahwa Elohim dapat membangkitkan sebuah kebangunan rohani pada gereja tersebut,” pendeta ini menyakinkan jemaat.

Kemudian pada bulan Agustus 2016, Jacob McKelvy berjalan masuk ke dalam Gereja Musim Semi Pertama, dan bertanya kepada orang di situ untuk dipertemukan dengan Pendeta Hogan.

Sayang, pendeta tidak ditempat. Namun pendeta ini menelpon Jacob. Percakapan di telpon berlanjut dua jam, kemudian mereka berjanji untuk bertemu muka.

Tanggal 11 Agustus, mereka bertemu muka. Pertemuan langsung tersebut berlanjut empat jam, diakhiri dengan Jacob menyerahkan kehidupannya kepada Yeshua Ha Mashiah.

Komentar Jacob pada pertemuan tersebut, ”Saya harus katakan (pendeta) Robert kemungkinan satu dari orang-orang terbaik yang saya pernah bertemu di dalam kehidupanku, dia sungguh menghargai orang.” Lihat video proses pertobatan dan baptisan selam mereka, sungguh mengharukan dan luar biasa menakjubkan: POWERFUL REAL Ex Luciferian Satanist Jacob Mckelvy and wife SAVED – Testimony

[Kehidupan keluarga McKelvy yang baru]

Menyadari dan mengalami sendiri kuasa dan kasih Elohim yang besar atas hidupnya, ia berkata tidak ada alasan lagi untuk tidak mengakui Yeshua sebagai Elohimnya.

”Kuasa dan damai dan kepenuhan yang saya rasakan saat-saat ini jauh lebih bersar dari pada apa pun yang pernah saya rasakan sebelumnya,” Jacob berkata.

”Saya telah menciptakan sebuah gereja  untuk menghancurkan dokma agama (Kristen) dan Dia tetap mengasihi saya. Jadi jika Dia dapat tetap mengasihi saya, bagi saya untuk berada di sini hari ini berbicara kepada Anda maka tidak dapat beralasan lagi.”

Jacob, di dukung oleh Michel, istrinya, ia sekarang berbicara di gereja-gereja untuk membuktikan kuasa doa dan kuasa kasih kasih Elohim.

CBN.com mewawancarai Jacob: Ex-Satanist Radically Saved and Baptized by Charlene Aaron (CBN.com, 15/3/2017)

Baca lebih lanjut

Supir taksi memukul istrinya, kemudian menyadari lebih baik masuk ke Sorga dengan mata satu daripada ke Neraka dengan mata lengkap

“Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Elohim dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka.” Markus 9:47

Sapru supir taxi Kristen bermata satu

Sapru, supir taksi bermata satu

Sapru, 48, dibesarkan di Asia Selatan dan menjadi ateis dan fanatik komunis. “Aku tidak pernah percaya sebelumnya kepada Yeshua Ha Mashiah atau Kristianiti,” katanya. Ia menyetir taksi untuk membiayai dirinya dan istrinya, Blessey.

Sebagian besar teman-temannya adalah pecandu alkohol dan ia menjadi kecanduan alkohol juga. Istrinya, bagaimanpun adalah seorang Kristen yang tangguh, seorang wanita pendoa yang merenungkan Alkitab setiap hari – tanpa sepengetahuan Sapru. “Jika saya melihat dia berdoa atau membaca Alkitab, saya pastilah tidak mengizinkan itu,” katanya. Meskipun kondisi kerohanian yang buruk dari suaminya,

Blessey tetap memegang janji-janji Elohim dan berdoa secara teratur untuk petobatan suaminya.

Suatu malam Sapru mabuk kembali, ribut dengan istrinya dan memukuli istrinya dengan kasarnya. Ia meninggalkan rumah, masuk ke taksi dan mengemudi. Dalam kondisi mabuk, taksi bertabrakan dengan sebuah truk dan ia terluka parah. “Mata kiri saya keluar dan hancur,” katanya. “Saya berhadapan muka dengan kematian.”

Ketika Blessey mendengar berita kecelakaan tersebut, ia bergegas ke rumah sakit dengan beberapa missionari, dipimpin oleh Pastor Paul dari Alkitab-alkitab untuk Mideast (the Bibles for Mideast). Mereka berlutut dihadapan Elohim di ruang doa rumah sakit. Blessey membaca Alkitab dengan suara keras dan berseru kepada Adonai untuk penyembuhan. “Dia meminta Elohim untuk memberikan hidup saya kembali sebagai sebuah ciptaan baru,” Sapru megingat.

Sementara dokter melakukan pembedahan untuk menyelamatkan hidupnya, Supra menghadapi Pengalaman Menjelang Kematian (NDE, near-death experience). “Jiwaku mengembara untuk mendapatkan tempat duduk di Sorga,” ia menceritakan. “Para malaikat tidak mengizinkan saya untuk masuk ke dalam Sorga tapi mendorong saya menuju neraka.”

Tetapi karena doa syafaat yang sunguh-sungguh dari Blessey, Sapru percaya Yesus memperpanjang anugrah dan belas kasihan-Nya kepada dirinya. “Yesus tidak mengijinkan saya untuk jatuh ke dalam neraka, tetapi memegang saya dengan aman pada tangan-Nya yang berlubang paku tersebut oleh sebab syafaat istriku.”

Adonai memperlihatkan kepadanya istrinya dan tim doa yang sedang berlutut dan berdoa dengan air mata mereka yang bercucuran untuk dia.

Ketika Sapru melihat mereka, hatinya tersayat. Kemudian Yeshua berpaling kepadanya dan berkata: ”Pergi, dengan selamat dan dibaptis dan hiduplah bagi Ku beserta dengan keluargamu.”

Selama operasi, ada sasat tertentu ketika jantung Sapru berhenti. “Para dokter berpikir untuk menyatakan kematian saya,” kenangnya. “Tapi setelah beberapa detik kemudian saya mulai bernapas.”

”Terima kasih Elohim; sekarang ia ok,” salah satu dokter mengatakan.

“Ketika Yeshua mengijinkan rohku untuk kembali ke tubuhku, saya mulai bernafas,” Sapru berkata.

Kemudian Adonai berbicara lagi kepadanya: ”Lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Elohim dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka . Biarlah itu menjadi kesaksian kamu untuk bersaksi tentang Aku.”

“Saya telah pulih, tetapi mata kiriku benar-benar telah terangkat keluar. Saya tidak khawatir tentang hal itu, karena Adonai ingin saya untuk bisa bersamanya di sorga tanpa sebuah mata. Dia mencintai saya, sehingga ia tidak mengijinkan saya untuk pergi ke neraka dengan kedua mata. Terpujilah Adonai untuk kasih-Nya yang luar biasa!”

“Saya mengakui semua dosaku dan menerima Adonai Yeshua sebagai Juruselamat dan Adonaiku. Dalam beberapa hari saya dibaptis selam dan bersaksi tentang Adonai Yeshua Ha Mashiah bersama dengan keluargaku.”

Meskipun ia hanya memiliki satu mata, dia tetap mengendarai taksinya. Majikannya, sekarang percaya kepada Yeshua, memberi dia sebuah mobil untuk dipakai.

“Saya punya dua putra. Saya sungguh senang melihat mereka bersukacita dalam Adonai karena pertobatanku dan kegiatan-kegiatan pelayananku.”

Diterjemahkan dari: Taxi driver beat his wife, then discovered it is better to enter heaven with one eye than hell with two

Baca lebih lanjut

Gereja-gereja Rumah berlipat ganda di Iran meskipun teraniaya

Gereja Rumah di Iran belajar Alkitab bersama

Pelajaran Alkitab di Gereja Rumah

Kristianiti sedang menyebar secara cepat di dalam (negara) Iran meskipun tindakan keras pemerintah terhadap gereje-gereja rumah. CBN melaporkan (9/3/2016)

Tulisan di bawah ini adalah terjemahan dari sumber aslinya: House Churches Multipying Inside Iran Despite Persecution & Fatima’s testimony; CBN.com.  Kalimat dalam kurung ditambahkan dari penterjemah situs Penjalabaja.

Sebagian orang Kristen berpendapat tindakan-tindakan Republik Islam tersebut sesungguhnya telah menciptakan efek sebaliknya.

Sebuah organisasi yang berbasis di London yang melatih orang-orang Kristen Iran melaporkan ratusan ribu orang Kristen baru – para mantan Muslim – sedang menyembah secara  rahasia dalam gerakan gereja rumah yang bergerak secara cepat di dalam Negara Islam Republik tersebut.

Menurut The Christian Post, sebuah sumber yang berhubungan dengan the Pars Theological Centre berkata bahwa pertumbuhan cepat gereja akan tepatnya merubah masyarakat Iran

“Ini bukanlah sama sekali sebuah gerakan politik, tetapi itu akan memiliki implikasi

Perubahan status sosial wanita Iran di bawah Negara Islam Republik Iran

Status Wanita Iran

politik karena hal ini menyentuh dasar inti dari masyarakat. Ini bertarung melawan kecanduan narkoba dan prostitusi. Jika Anda ingin tinggal di sebuah negara yang tidak mendanai para terroris, Anda harus mengembangkan nilai-nilai dasar,” kata sumber itu.

“Ini bukanlah anti-orang Iran, itu adalah sebuah gerakan orang Iran. Jumlah orang-orang Muslim yang berpaling ke Mashiah sungguh-sungguh besar,

Sebagai seorang gadis remaja di Iran, Fatima mulai mempertanyakan iman Islamnya dan mulai mencari Elohim di tempat-tempat lain. Satu malam, dia bermimpi bahwa dia berjalan bersama Yeshua di sebuah taman mawar. Klik di sini untuk menonton apa yang terjadi selanjutnya: Fatima’s Quest for God | CBN.com

 

Jadi, berapa banyak orang Iran telah memeluk Kristianiti? Menurut Open Door AS, sebanyak 450.000 orang Iran sekarang mempraktekkan Kristianiti di dalam negara tersebut. Kelompok-kelompok lainnya memberikan figur setinggi satu juta. [Saya yakin sekarang sedikitnya lebih dari 2-5 juta. Silahkan baca artikel (9/2009) ini: Iran: Kebangunan Rohani besar-besaran telah datang!]

Tak lama setelah Mahmoud Ahmadinejad telah terpilih menjadi presiden pada tahun 2005, pemerintah Iran meluncurkan penumpasan besar-besaran terhadap gereja-gereja rumah.

Dan meskipun penguasa yang disebut moderat, termasuk Hassan Rouhani sebagai presiden, tindakan keras terus berlanjut atas gereja-gereja rumah.

Marziyeh Amirizadeh dan Maryam Rostampour Iranian Kristen

Marziyeh dan Maryam terpenjara di Penjara Evin karena iman Kristennya

Bulan lalu saja, sebuah pengajuan pengadilan meluncurkan tuduhan menentang empat orang Kristen gereja rumah di Ahwaz, Iran karena melakukan “pertemuan-pertemuan ilegal” dan “mencoba untuk menyebarkan Kristianiti dan memindahkan para Muslim.”

Polisi rahasia telah menangkap Pastor Amin Khaki, Daniel Barounzadeh, Mohammed Bahrami, dan Rahman Bahmani saat berpiknik di Iran selatan. Menurut Present Truth Ministries, polisi-polisi berpakaian sipil menodongkan pistol-pistol mereka pada orang-orang Kristen tersebut dan bahkan memukul beberapa dari antara mereka.

Rahman Bahmani mengatakan kepada para penginterogasi dia berpindah ke Kristianiti empat tahun yang lalu dan “Saya berubah banyak. Saya dahulu bukanlah seorang pria yang baik dan ketika istri saya melihat perubahan dalam diri saya, ia juga berpindah ke Kristianiti, dan ketika ditanya bagaimana saya telah disembuhkan saya mengatakan, ‘Yeshua menyembuhkan saya.'”

Bahmani dan tiga orang lainnya ini dijatuhi hukuman satu tahun penjara, dan pengadilan melarang mereka menghadiri gereja, atau melakukan pelayanan gereja selama dua tahun. [Baca buku Captive In Iran by Maryam & Marziyeh, bagaimana Elohim merubah isi penjara Evin yang terkenal sadis di Iran ini menjadi ladang penginjilan yang subur.]

Di Iran, hanya gereja-gereja yang telah disetujui pemerintah boleh beroperasi, dan kebaktian-kebaktian Kristen dilarang dilakukan dalam bahasa Persia. [Orang Iran adalah orang Persia, hanya sedikit dari mereka yang bisa berbahasa Arab. Pemerintah mencoba melenyapkan indentitas asli orang Persia, seperti yang telah terjadi di hampir seluruh negara-negara Timur Tengah dan Afrika utara]

Tapi risiko terbesar bagi orang-orang Iran yang meninggalkan Islam untuk iman Kristen mereka adalah mereka dianggap murtad dan di bawah hukum Islam, mereka harus dihukum mati. [Ini bukti nyata di bawah hukum, bahwa Islam adalah agama paksaan: sejak lahir telah ia ditentukan oleh orang tuanya dan lingkungannya untuk jadi Muslim, dan ketika besar harus tetap di dalam Islam]

Sejauh ini, Bahmani dan yang lainnya belumlah didakwa sebagai para murtad. Organisasi Present Truth Ministries meminta orang-orang Kristen berdoa bagi saudara-saudara kita ini yang tetap setia kepada Mashiah. Dan “berdoalah supaya kesaksian mereka dapat menjadi kemuliaan bagi Elohim.”

Bacaan yang sejenis:

Baca lebih lanjut

Hidup Dan Mati bagi Ha Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian II: “Live for Christ Die for Christ”; says an Ex Muslim, now serving Christ as Pastor; ini adalah kelanjutan dari kesaksian Pendeta Yoshua John Bagian I: Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

Sebagaimana kenyataannya, itu ada tertulis di Alkitab bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Adonai Yeshua Meshiah, bahkan gemuruh-gemuruh halilintar sekalipun, kelaparan maupun kematian. Jadi menuruh Alkitab, jika Elohim beserta kita maka tidak seorangpun dapat mencelakakan kita.

Saya telah menghafal ayat ini dan mengikuti jalan kebenaran Elohim.

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Mashiah: kesukaran, atau kesulitan , atau kelaparan , atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … Tetapi dalam semuanya ini kita menang mutlak melalui Dia yang telah mengasihi kita. …  Sebab aku diyakinkan bahwa … tidak dapat memisahkan kita dari kasih Elohim yang ada di dalam Ha Mashiah Yeshua, Adonai kita.” (Roma 8:35-39)

Ketika saudara-saudarku laki-laki mengetahui tentang perpindahan imanku, mereka menyalahi kakekku dan ibuku karena merusak diriku. [Orang muslim diajar bahwa jika seorang berpindah dari Islam maka muslim tersebut menjadi rusak dalam arti rohani  dan rusak dalam arti jiwani alias gila. Ajaran ini akibat tafsiran yang salah tentang Surah 3:85; bahasa Arabnya tidak ada kata “Islam”]

Mereka marah dan satu di antara saudara-saudaraku tersebut mulai memukuliku secara brutal, hingga mematahkan tulang rusukku. Namun saya sadari bahwa Elohim telah memberikan ku kehidupan dan saya tidak menyesalinya sebaliknya saya merasa terhormat jika martir di dalam nama Elohim

Saudaraku belum puas (dengan penyiksaan tersebut) maka ia menyewa sebuah gangster Pakistan membayar mereka satu juta Rupiah Pakistan (sekitar 9.560 Dollar AS) untuk membunuhku tetapi Elohim menyelamatkanku dari assasinasi.

Keluargaku tidak ingin saya tinggal di rumah dan juga itu bukan tempat yang aman  bagiku untuk hidup di sana sebab saudara-saudara kandungku menginginkan saya mati karena tidak menghormati keluarga dengan berpindah dari Islam ke Kristianiti

Kecelakaan lainnya terjadi ketika saya di Gujaranwala dan saudara-saudaraku ada bersama dengan rekan-rekan mereka menangkap ku dan mulai memukuliku di teman yang terkenal baik yakni Maaneer Chowk.

Saya jatuh ke bumi ketika mereka tidak berhenti menyiksa.

Tanpa sengaja, seorang teman baik saya lewat ketika ia melihat tindakan yang barbariak ini. Ia mencoba menghentikan suadara-saudaraku dan mencomba melindungiku. Para ektrimist yang sadis ini mulai memukuli dia juga dan kami dikirim ke rumah sakit

Setelah tiga hari teman tersebut menyerah (meninggal dunia) karena cedera-cedera yang dideritanya.

Ketika mereka menangkapku dan membawaku ke tempat yang diinginkan, saya bahkan tidak diberikan air untuk diminum, sebaliknya mereka mengencingi mulutku.

Mereka membuat saya meminum air kencing untuk 17 hari berikutnya dan berkata bahwa saya akanlah mendapat air hanya untuk satu kondisi, yang adalah jika saya menerima Islam sebagai agamaku.

Jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Saya berterima kasih kepada Adonai Yeshua bahwa bahkan air kencing tersebut seperti air murni bagi ku saat itu, sebab menerima (aniaaya) itu bukan karena saya berbuat salah, tetapi itu tertulis di Kitab Suci bahwa orang-orang akan membencimu oleh karena Nama-Ku.

Saya berterima kasih kepada Mu Elohim sebab Firman-Mu menjadi nyata dalam kehidupanku.

Tidak hanya itu, mereka bahkan mematahkan kaki-kaki ku dan saudarku meminta saya melakukan mujizat. Saya menjawab dia, Saya tidak memiliki kuasa melakukannya, hanya Elohimku yang dapat. Lalu ia mengina ku dan berkata kepadaku untuk meminta Dia untuk melindungiku.

Lalu aku menarik kakiku dengan kedua tanganku dan saya sembuh oleh kasih karunia Adonai Yeshua Mashiah.

Saya berkata kepada Elohim, ”Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Elohimku dan saya adalah putra-Mu. Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Bapaku dan saya putra-Mu.”

Lalu Elohim memintaku untuk berdiri dan saya melakuannya. Lalu Dia berkata “jangan hanya berdiri tetapi berjalanlah di depan mereka sehingga mereka tahu Aku adalah Elohim Yang Mahakuasa dan Aku memiliki kuasa untuk menyembuhkanmu dan melindungimu.”

Ketika ini terjadi saudara-saudarku dipenuhi dengan ketakutan.

Saya meminta mereka menembak saya sehingga saya dapat pergi langsung ke Adonaiku Yeshua Ha Mashiah.

Saya ingin memberikan pesan ini kepada kalian saudara-saudaraku dan saudari-saudariku bahwa jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Berita lainnya tentang kehidupan orang-orang Kristen di Pakistan bisa dibaca di sini: Persecution of Ex-Muslim – Pakistan

Baca lebih lanjut

Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian I: My Journey Towards Christ – Testimony Of An Ex Muslim Scholar

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Desember 2018
      M S S R K J S
      « Okt    
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031  
  • Cari