Imanku – Sazan (Barzani) Hendrix; Wanita Kurdi berjumpa Yeshua melalui mimpi-mimpi

Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Elohim kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah YAHWEH yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (Yesaya 25:9)

Sazan Hendrix mimpi berjumpa Yeshua Ha Mashiah

Sazan (Barzani) Hendrix

Sazan seorang foto model ex-Muslim Kurdi tinggal di Amerika Serikat. Ia memiliki dua kakak wanita dan seorang adik laki-laki. Tidak terhitung berapa puluh ribu orang Timur Tengah telah menjadi orang Kristen hanya karena Yeshua menampakkan diri dan berbicara kepada mereka melalui mimpi-mimpi. Kesaksian di bawah ini adalah terjemahan bahasa Indonesia yang diambil dari gabungan dua kesaksian Sazan bagaimana ia berjumpa Yeshua, Juruselamat dan Adonainya. YBU, Penjalabaja

Bagi ku, imanku saat ini adalah terutama (gambarkan itu ada sebagai sebuah mesin) dari segala sesuatu saya lakukan hari ini. Saya tidak terlahir sebagai seorang Kristen, malah itu bukanlah sesuatu yang kedua orangku terlalu suka ketika aku menceritakan hal itu ke mereka. Saya tidak terbangun suatu hari dan berkata, ”Hi, saya akan menjadi Kristen hari ini,” itu tidaklah terjadi seperti demikian. Secara etnis mayoritas orang-orang Kurdi dari Irak (darimana saya berasal) adalah Muslim, saya telah diajar untuk percaya Elohim (”Allah,” Muslim menyebutnya) sebagai pribadi tertinggi namun tidak sungguh-sungguh melekat pada agama. Saya seorang yang bersembayang  setiap malam sejak saya berusia 6 tahun, namun saya berpikir, Siapkah Engkau Elohim? Apakah Engkau nyata?” Saya pikir bahwa saya menjadi semakin penasaran sejalan saya menjadi semakin besar  dan ingin tahu siapakah Elohim dan jika Dia sunguh ada.

”Ketika ketakutan datang mengetuk pintu, jawablah itu dengan iman”

Tiga tahun lalu, saya melewati waktu yang berat di rumah setelah adikku yang laki-laki jatuh sakit, dan dalam kehidupan pribadiku dimana hubungan-hubungan dengan orang-orang yang pada siapa saya telah letakkan semua kebahagianku mulai memudar. Saya menjadi sungguh tidak berbahagia dengan diriku sendiri dan mencoba bersembunyi dibalik pekerjaanku. Saat itu saya tidak tahu bahwa ini adalah cara Elohim menarik saya keluar dari semua kehancuran sehingga Dia dapat masuk (ke dalam kehidupanku). Dia tidak memulai transformasi tersebut sampai saya membuka hatiku. Saya pikir ketika sesuatu yang menghancurkan terjadi dalam kehidupan kita entah itu sebuah perpisahan yang buruk, kehilangan pekerjaan yang tiba-tiba, atau sanak famili terdekat meninggal dunia, kita secara tergesa-gesa mempertanyakan Elohim dan menjadi begitu marah kepada Dia sebab kita tidak berbahagia (dengan hal-hal tersebut). Ada sebagai pengendali diri sendiri yang aneh saya saat itu – saya takut melepaskan dan menyerahkan kepada Elohim. Saya juga takut untuk mengenali Elohim, sebab ini akanlah mengecewakan kedua orang tua dan merubah kepercayaan-kepercayaan tradisi yang telah dibangun dalam budayaku. Bagaimanapun, saya telah mencoba menghidupi kehidupanku dengan cara tersebut dan itu telah membuat saya gagal. Saatnya untuk mencoba hal-hal dengan caraku.

Ketika adikku (usia 8 tahun saat itu) didiaknosa memiliki Leukemia pada malam Natal 2008, saya berpikir bahwa hidupku berakhir. Sebelumnya saya telah kehilangan seorang paman karena kanker dan berpikir secara serius: ”Elohim jangan biarkan kami mengulangi pengalaman hidup itu lagi.” Melalui ujian setahun, adiku berjuang hidup dan berhasil mengalahkan kanker. Ilmu pengetahuan telah mengambil bagiannya, namun saya tahu bahwa Elohim melakukan peran yang lebih besar pada kejadian ini. Saya adalah pendonor enam dari enam transplantasi sumsum tulang adikku, itu adalah saat (saya mengerti) Elohim memberi saya sebuah tujuan. Saya berpikir jika saya gagal dan gagal untuk sisa hidup saya, itu tidak masalah sebab sedikitnya saya mampu memberi adikku hadiah ini. Saya mengucap syukur kepada Elohim setiap hari untuk mujizat tersebut. Penyakit adikku berakhir menjadi sebuah berkat yang tersembunyi. Elohim rupanya bukan ingin mengambil adiku dari kami, sebagai ganti Dia memakai adikku mengajar kami sebuah pelajaran iman.

Setelah pengalaman ini, saya memulai kehidupanku secara berbeda.  Saya kurang berpikir tentang cara-cara memperbaiki masalah-masalah ku sendiri dan mulai berpikir lebih banyak tentang cara-cara bagaimana Elohim dapat masuk dan mengambil alih situasi – seperti Dia telah lakukan pada adikku.

Saya berpikir, ”Elohim saya tahu Engkau ada. Saya ingi tahu SIAPAKAH Engkau adalah.”

Berdoakah saya kepada Muhammad? Yeshua? Buddha? Saya memerlukan tuntunan. Seorang mentor dekat saya, Stevie Hendrix, menganjurkan saya, ”Begini saja, ketika kamu pulang ke rumah malam ini mintalah Elohim untuk menyatakan diri-Nya kepada mu melalui mimpi-mimpimu.”

Ketika Stevie memberi anjuran ini, Sazan tiba-tiba teringat kembali masa kecilnya dimana ia sering mendapat mimpi-mimpi yang bersifat nubuatan. Di hati Sazan, ia yakin hal ini akan terjadi.

”Saat kanak-kanak saya selalu memiliki mimpi-mimpi nubuatan ini, dan sekarang saya yakin akan segera mendapatkan yang terbesar.”

”Jadi, saya pulang rumah malan itu dan saya berdoa secara berbeda dari biasanya saya telah lakukan sepanjang hidupku,” dia berkata. ”Dan saya hanya berkata, ’Saya tidak tahu siapakah Engkau … sudahkah Engkau menunggu aku selama kehidupanku? Apakah Engkau mendengar doa-doaku? Wujudkanlah diri-Mu sendiri kepada ku.’”

Wau, sungguh Elohim menunjukkan diri-Nya. Elohim memberi dia mimpi-mimpi nubuatan

”Malam tersebut saya sungguh bermimpi saya berada dalam sebuah Gereja memuji / menyembah nama Yeshua Ha Mashiah. Dalam kehidupan yang nyata (saat itu), saya bahkan tidak tahu apa artinya menyembah atau siapakah Yeshua sesungguhnya adalah! Itu adalah sebuah pewahyuan baru bagiku!

Saya dapat melihat diriku di antara mereka yang berdiri, dan kedua tanganku terangkat ke udara. Saya dapat melihat diriku sendiri menyembah Yeshua. Itu adalah pengalaman mimpi di luar tubuh dimana saya meraskan kasih, penyembahan tersebut; saya merasakan semuanya.” (Kesaksian semacam ini bisa dibaca di situs ini pada subtitel Sorga dan Neraka

Mula pertama, saya tepatnya menolak kejadian tersebut sebab saya tidak ingin mengakui bahwa hal tesebut adalah kebenaran. Saya tertarik dan takut pada waktu yang bersamaan.

Elohim berkomunikasi kepadanya melalui mimpi-mimpi selama dua minggu

”Selama dua minggu secara berturut-turut saya mendapatkan mimpi yang ajaib, saya mulai memiliki mimpi-mimpi yang bermakna. Saya mulai mengenal Yeshua melalui mimpi-mimpiku dan bagi ku itu adalah semua yang saya perlukan untuk menyadari bahwa ini adalah kebenaran.

Mimpi-mimpi ini menjadi sebuah jalan kekuar dari dunia nyata sekaligus sebuah jalan bagiku untuk mengenal Yeshua Ha Mashiah. Saya mulai meneliti lebih dan mengelilingi diriku dengan iman Kristen. Setelah 22 tahun kekurangan, sekarang saya merasakan seperti seorang anak kecil dengan sejuta pertanyaan tentang Yeshua.

Ketika saya mendapatkan mimpi tersebut saya tahu bahwa itu bukanlah sekedar kebetulan. Saya sedang melangkah ke dalam terang setelah saya merasa seperti saya telah berada dalam kegelapan untuk waktu yang begitu lama.”

Ketika Sazan menceritakan hal ini, kedua orang tuanya tidak suka dengan iman baru putrinya ini.

”Mereka begitu kecewa.” Mereka berkata, ”Janganlah pernah bercerita kepada kami ketika kamu pergi ke Gereja sebab kami tidak ingin mendengar tentang hal itu.”

Tetapi yang membuat hubungan dengan keluarganya rusak berat adalah ketika ia menikah dengan Stevie- pemuda Kriten Barat yang tidak memiliki hubungan dengan budaya bangsa Kurdi.

Keluarganya mengabaikan dirinya, ia merasa seperti dibuang. Namun melalui waktu ke waktu keluarga dapat melihat kehidupan baru Sazan yang telah diubahkan oleh Yeshua, dan sekarang mereka berhubungan kembali bahkan lebih baik dari sebelum ia pindah ke Kristen.

Saat ini Sazan aktif dalam media sebagaimana sebelumnya, hanya sekarang Yeshua adalah pusat hidupnya, bisnis dan popularitasnya adalah sampingan. Situnya Sazan: http://sazan.me/blog/

Pesan Sazan kepada pembaca:

“Elohim hanya ingin kamu berbicara kepada Nya. Dia ingin kamu mendengarkan … sungguh luar biasa ketika kamu membuka mata dan telingamu atas apa Elohim ingin tunjukkan kepadamu.

“Dia telah mentranform hatiku, pikiranku dan yang terpenting jalanku. Sekarang saya secara literal hidup dalam mimpi-mimpiku sebab Elohim telah memberikan kepadaku kesempatan dan tempat berpijak untuk bercahaya. Pelajaran terbesar yang saya telah belajar dari semua ini adalah membangun kembali fondasi kebahagianmu sekitar Elohim sebagai ganti berpusatkan sekitar manusia, pekerjaan atau apapun keputusan terbaik seorang dapat buat. Fondasi ini tidaklah akan pernah hancur menimpamu. Tidak juga akan menjebakmu. Di luar semua keagamaan, memiliki hubungan pribadi dengan Elohim sesungguhnya adalah yang terbaik. Kamu akan belajar secara cepat bahwa tidak ada pertanyaan yang terlampu sulit bagi Elohim untuk menjawab dan menyatakannya.

Sumber acuan:

Baca lebih lanjut

’Mahluk bersayap’ para Malaikat datang megambil Brian, putra kami (usia 3 tahun), ke Sorga

Ya YAHWEH, Tuhan kami, betapa mulia Nama-Mu di seluruh bumi, yang menempatkan keanggungan-Mu di atas langit! Dari mulut bayi-bayi dan yang sedang menyusu, Engkau telah menetapkan kekuatan karena orang yang memusuhi-Mu, untuk menghancurkan lawan dan pendendam. (Mazmur 8:1-2)

malaikat-pelindung-menjagai-anak-anakKisah nyata ini terjadi di Amerika Serikat. Kalimat dalam kurung adalah tambahan dari penterjemah Indonesia. Semoga menjadi berkat. Salam sejahtera, PenjalaBaja.

Keluarga Lloyd Glenn membagikan cerita yang menakjubkan ini.

Pada Juli 22, saya berada di rute ke Washington, DC untuk perjalanan bisnis. Semuanya berjalan sangat biasa, sampai kami mendarat di Denver untuk sebuah pertukaran pesawat. Saat saya mengumpulkan barang-barang saya dari atas kepala, sebuah pengumuman terdengar untuk Mr Lloyd Glenn untuk bertemu Perwakilan Payanan Persatuan Pelanggan dengan segera. Saya tidak berpikir macam-macam sampai saya mencapai pintu untuk meninggalkan pesawat dan aku mendengar seorang pria yang bertanya pada setiap laki-laki jika ia adalah Mr Glenn. Pada titik ini aku tahu sesuatu tidak beres dan hatiku ciut.

Ketika saya turun dari pesawat seorang muda yang berwajah serius datang ke arahku dan berkata, “Mr Glenn, ada suatu keadaan darurat di rumah Anda. Saya tidak tahu apa keadaan darurat tersebut, atau siapa terlibat, namun saya akan membawa Anda ke telepon sehingga Anda dapat menghubungi rumah sakit.”  Hatiku berdebar sekarang, tapi kehendak untuk menjadi tenang telah mengambil alih. Seperti robot, saya mengikuti orang asing ini ke tempat telepon dimana saya menelepon nomor yang dia beri ke saya untuk Rumah Sakit Misi.

Panggilan disambungkan ke pusat trauma yang mana saya belajar bahwa anak berusia tiga tahun saya telah terperangkap di bawah pintu garasi otomatis selama beberapa menit, dan bahwa ketika istri saya telah menemukan dirinya ia sudah mati.

CPR (pelayanan pertama bagi pasien yang pingsan dan tidak bernafas dan denyut jantung terhenti) telah dilakukan oleh seorang tetangga, yang adalah seorang dokter, dan Paramedis terus menerus memulihkan ketika Brian dipindahkan ke rumah sakit. Pada saat panggilan ke saya itu, Brian telah sadar kembali dan mereka percaya ia akan hidup, tetapi mereka tidak tahu berapa banyak kerusakan telah terjadi atas otaknya atau untuk jantunya. Mereka menjelaskan bahwa pintu telah benar-benar tertutup pada tulang dadanya tidak jauh dari jantungnya. Ia telah hancur berat. Setelah berbicara dengan petugas medis, istri saya terdengar khawatir tetapi tidak histeris dan saya terhibur dengan ketenangannya.

Penerbangan balik tampaknya tidak berakhir selamanya, tetapi akhirnya saya tiba di rumah sakit enam jam setelah pintu garasi turun (kejadian). Ketika saya masuk ke unit perawatan intensif, tidak ada apapun yang dapat mempersiapkan saya melihat putra balita saya yang berbaring tanpa bergerak di tempat tidur besar yang bagus dengan tabung dan monitor di mana-mana.

Ia berada dalam sebuah alat bantu pernafasan (respirator). Saya melirik ke istri saya yang berdiri dan mencoba untuk memberikan ku senyum penegurah. Semuanya itu tampak seperti sebuah mimpi buruk.

Saya telah diberi rincian dan diberikan prognosis (perkembangan kemungkinan) yang bisa jadi. Brian akan hidup, dan pengujian awal menunjukkan bahwa jantungnya ok, itu sendiri adalah dua mukjizat. Tetapi hanya waktu akan memberitahu jika otaknya menerima kerusakan.

Seluruh waktu yang tampaknya tak berujung, istri saya adalah tenang. Ia merasa Brian akanlah kelak akan ok. Saya berpegang pad kata-katanya dan beriman seperti sebuah nasip

Sepanjang malam itu dan hari berikutnya Brian tetap tidak sadarkan diri. Itu nampaknya tidak berakhir sejak saya pergi untuk perjalanan bisnisku sehari sebelumnya. Akhirnya pada dua jam sore, putra kami sadar dan duduk mengucapkan perkataan paling indah yang pernah saya dengar diucapkan. Dia berkata, “Ayah peganglah saya” dan ia menjangkau saya saya dengan tangan-tanganya yang kecil.

Hari berikutnya ia dinyatakan tidak memiliki cacat neurologis atau fisik, dan cerita tentang kesembuhannya yang ajaib tersebar di seluruh rumah sakit. Anda dapat membayangkan bagaimana lega kami merasa saat kami membawa Brian pulang ke rumah. Kami juga merasa rasa hormat yang unik untuk kehidupan dan kasih Bapa Surgawi kami yang datang kepada mereka yang menyapu kematian begitu dekat.

Pada hari-hari berikutnya ada nuansa rohani yang khusus tentang rumah kami. Dua anak remaja kami yang jauh lebih sekarang lebih dekat dengan adik mereka. Demikian juga saya dan istri saya lebih dekat satu sama lain, dan kami semua itu sangat dekat sebagai seluruh keluarga. Kehidupan membawa pada kecepatan kurang stres. Perspektif tampaknya lebih terfokus, dan lebih mudah untuk mendapatkan dan mempertahankan keseimbangan. Kami merasa sangat diberkati. Syukur kami benar-benar mendalam.

Cerita ini belum berakhir (senyum)!

laskar-tentara-kerajaan-sorga-atau-malaikat-malaikat-elohim-yahwehHampir sebulan kemudian setelah hari kecelakaan tersebut, Brian terbangun dari tidur siangnya dan berkata, “Duduklah Mommy. Saya ada sesuatu untuk bercerita pada mu.” Pada saat ini dalam hidupnya, Brian biasanya berbicara dalam kalimat singkat, jadi untuk mengatakan kalimat panjang telah mengejutkan istriku. Dia duduk disamping tempat tidurnya, dan ia mulai cerita sorgawinya dan luar biasa.

“Apakah kamu ingat ketika saya terjepit di bawah pintu garasi? Yah, itu begitu berat dan itu benar-benar sangat menyakitkan. Saya memanggil mu, namun kamu tidak dapat mendengar saya. Saya mulai menangis, tapi kemudian itu menyakiti terlalu sakit. Dan kemudian ‘birdies’ (mahluk-mahluk bersayap) datang.”

“Para Birdie?” istri saya bertanya bingung.

 “Ya,” dia menjawab. “Para Birdie tersebut membuat deru suara dan terbang ke garasi. Mereka merawat saya.”

“Mereka lakukan itu?”

“Ya,” katanya. “Salah satu dari para birdie itu datang mendapatkanmu. Ia datang untuk memberitahumu “Saya terjebak di bawah pintu.” Perasaan khidmat yang indah mengisi kamar. Mahkuk itu begitu kuat dan namun lebih ringan daripada udara.

Istri saya saat itu menyadari bahwa bayi usia 3 tahun tidak memiliki konsep tentang kematian dan roh-roh, jadi ia merujuk kepada makhluk-makhluk yang datang kepadanya dari seberang sebagai “birdies” karena mereka berada di udara seperti burung-burung yang terbang.

“Seperti apa nampaknya para burung tersebut?” Isteri saya bertanya. Brian menjawab, “Mereka yang begitu indah. Mereka berpakaian putih, Semua putih. Beberapa dari mereka ada hijau dan putih. Tetapi beberapa dari mereka hanyalah ada putih.”

“Apakah mereka berkata sesuatu?”

“Ya,” jawabnya. “Mereka mengatakan padaku bayi akanlah ada ok.”

“Bayi?” istri saya bertanya bingung.

Brian menjawab. “Bayi itu yang berbaring di lantai garasi.” Dia melanjutkan, “Kamu keluar dan membuka pintu garasi dan berlari ke bayi itu. Kamu meminta bayi itu untuk tetap tinggal dan tidak pergi.”

Istri saya hampir pingsan setelah mendengar ini, karena dia memang pergi dan berlutut di samping tubuh Brian dan melihat dadanya hancur, berbisik, “Jangan tinggalkan kami Brian, harap tetap tinggal jika kamu bisa.” 

Saat dia mendengarkan Brian mengatakan kata-kata yang dia telah ucapkan, ia menyadari bahwa roh (Brian) telah meninggalkan tubuhnya dan sedang berada di atas tubuh jasmani yang sedikit hidup.

“Lalu apa yang terjadi?” isteri saya bertanya.

“Kami pergi pada sebuah perjalanan,” katanya, “jauh, jauh sekali.”

Ia menjadi tambah gelisah mencoba untuk mengatakan hal-hal yang ia tampaknya tidak memiliki kata-kata untuk mengatakannya. Istri saya berusaha menenangkan dan menghiburnya, dan memberi tahu bahwa itu ok. Dia berjuang ingin mengatakan sesuatu yang jelas sangat penting baginya, tetapi menemukan kata-kata tersebut nampaknya sulit.

“Kami terbang begitu cepat ke udara. Mereka begitu indah mami,” tambahnya. “Dan ada banyak dan banyak sekali burung-burung (birdies).” Istri saya sangat terpesona. Penghiburan roh yang indah menyelimuti pikirannya, ia ingin tahu segera lebih banyak.

Brian melanjutkan ceritanya bahwa “burung-burung” tersebut mengatakan kepadanya bahwa ia harus pulang dan memberitahu semua orang tentang “burung-burung” itu. Ia berkata mereka membawa ia kembali ke rumah dan sebuah truk besar pemadam kebakaran, dan ambulan berada di sana. Seorang pria membawa bayi di tempat tidur putih dan ia mencoba memberitahu orang itu (tetangga yang adalah dokter) bahwa bayi itu akanlah baik-baik saja.

Cerita ini berlanjut selama satu jam. Ia mengajar kami bahwa “burung-burung” selalu bersama kita, namun kita tidak melihat mereka karena kita melihat dengan mata kita dan kita tidak mendengar mereka karena kita mendengar dengan telinga kita. Tapi mereka selalu di sana, anda hanya dapat melihat mereka di sini (ia meletakkan tangannya ke hatinya). Mereka membisikkan hal-hal untuk membantu kita melakukan apa yang benar karena mereka mengasihi kita begitu banyak. [Alkitab berkata, setiap kita memiliki malaikat penjaga, dan malaikat-malaikat adalah hamba Elohim untuk melayani manusia]

Brian melanjutkan, menyatakan, “Saya memiliki rencana, mami. Kamu memiliki sebuah rencana. Papa memiliki sebuah rencana. Setiap orang mempunyai sebuah rencana. Kita semua haruslah hidup pada rencana kita dan menepati janji-jani kita. Para burung-burung membantu kita untuk melakukannya sebab mereka mengasihi kita begitu besar.”  [Sesuai Alkitab, maksud dari bocah 3 tahun ini adalah ”setiap orang memiliki sebuah panggilan Elohim,” yang diumpakan Adonai Yeshua sebagai ”talenta-talenta”]

Dalam minggu-minggu berikutnya, ia sering datang kepada kami dan menceritakan semuanya, atau sebagian dari itu, lagi dan lagi. Namun ceritanya tetap sama. Rinciannya tidak pernah berubah atau salah urutan.

Beberapa kali ia menambahkan sedikit informasi dan menjelaskan pesan yang telah ia sampaikan. Itu tidak pernah berhenti memukau kami bagaimana dia bisa bercerita sedemikian detail dan berbicara di luar kemampuan-nya ketika ia berbicara tentang burung-burungnya.

Kemanapun ia pergi, ia bercerita kepada orang-orang asing  tentang”burung-burung.” Anehnya, tidak ada seorangpun yang melihat padanya dengan aneh ketika ia melakukan itu. Sebaliknya, wajah mereka selalu nampak jadi lembut dan tersenyum. Tida pelu dikatakan, kami tidak pernah sama lagi sejak hati itu, dan saya berdoa kita tidak akan ada sama lagi.

Luke 4:10   For it is written, He shall give his angels charge over thee, to keep thee (KJV)
Sebab telah tertulis; tentang Engkau, Dia akan memberi perintah kepada para malaikat-Nya untuk melindungi Engkau. (ILT) (Catatan: Ayat pada Lukas 4:10 ini berasal dari sumber aslinya). [Yeshua merefer perkataan ini dari kitab Mazmur 91:11]

Diterjemahkan dari: THE ‘Birdies’ ANGELS came to take our 3 year old son to Heaven

Baca lebih lanjut

Kesaksian Ali Pektash (orang Kurdi Turki) dijamah Yeshua di Mekkah saat ibadah Haji


Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)

pendeta-ali-pektashAli Pektash adalah pria Kurdi-Turki yang dibesarkan dari keluarga Muslim. Putus asa dengan hidupnya yang terikat minuman keras, ia dianjurkan oleh pemilik kedai minum untuk kerja di Arab Saudi. Di Mekkah, saat ia menunaikan ibadah Haji, Adonai Yeshua menampakkan diri-Nya melalui mimpi, menjamah Ali dan menjadikan Ali manusia yang baru.

Awal 2014 Ali berkunjung ke kota Yerusalem bersama rombongan orang-orang Percaya lainnya dari negara-negara Timur Tengah untuk suatu konferensi dengan orang-orang Israel yang juga percaya kepada Yeshua Ha Mashiah. Ia salah satu pembicara pada Konferensi At the Crossroads (Pada Persimpangan) yang memiliki visi untuk menolong mempersatukan kembali putra-putra Abraham (Ishak dan Ismael; Israel/Yakub dan Esau). Pada konferensi itu, hadir orang-orang Percaya dari suku Arab di Timur Tengah, Mesir, Iran, Cyprus dan Yordan, Turki, Armenia, juga orang Israel yang tinggal di luar Israel.  The man Jesus met in Mecca

Kesaksian Ali  telah di dokumentasikan dalam DVD dan online More Then Dreams   (tersedia dalam subtitel bahasa Arab, Inggris dan Perancis)

Ali – This Turkish muslim man in bondage to alcohol saw Jesus in a dream and his life was changed

http://www.youtube.com/watch?v=2YOontdkihQ

Latar belakang Ali. Ali bertumbuh dalam sebuah keluarga Muslim nominal. Ia adalah anak tertua dari sembilan anak, tetapi ia tidak memiliki banyak memori yang indah dari bagian keluarga yang besar tersebut. Mereka sering menggodai dia dan berkata bahwa ia nampak berbeda  dari setiap orang lainnya di dalam keluarga. Bahkan ibunya sendiri membenci dia dan merupakan anak yang paling terbelakan mendapat kasih ibunya. Ia selalu merasa ditolak oleh keluarganya sendiri dan menangis banyak sekali di masa kanak-kanaknya.

Selama empat bulan setiap tahun Ali bekerja sebagai gembala ternak. Tugas ini dimulai sejak ia berusia delapan bulan dan berlanjut sampai usianya mencapai 18 tahun. Dia membawa domba-domba ke gunung-gunung dan di sana ia menghabiskan waktunya sendirian, menikmati keindahan alam: bunga-bunga, batu-batu, buah-buahan. Ia tidak tahu bagaimana sembayang, tidak juga tahu isi Kuran, namun ia tahu bahwa bahwa ada suatu Pribadi yang mulia yang telah menciptakan keindahan alam tersebut. Di gunung tersebut ia sering kali berbicara kepada Pribadi yang tidak terlihat tersebut, ”Betapa indahnya ciptaan-ciptaan-Mu,” atau membuat pertanyaan, ”Darimanakah datangnya rasa manis pada buah appel?”

Terikat minuman keras dan pemukul isteri. Ketika ia mencapai usia 20 tahun, ia mulai meminum minuman beralkohol. Mencapai usianya yang ke 25 ia telah menjadi pemabuk, kecanduan alkohol. Ia bekerja sebagai mandor bangunan pada sebuah perusahaan konstruksi bangunan. Sering kali ia telah mulai minum itu sebelum pukul sembilan pagi. Ketika ia tiba di rumah, isterinya sering bertanya kepadanya apakah ia telah minum. Ini membuat dia marah sehingga ia memukuli isterinya setiap hari. Anak-anak Ali menyaksikan peristiwa tersebut dan mereka takut pulang ke rumah ketika jam sekolah selesai, jadi mereka sering pergi ke rumah teman mereka sampai mereka tahu bahwa ayah mereka telah tidur. Ia ingin berhenti mabuk dan merasa tidak enak memukuli Zehra, istrinya dan anak-anaknya, namun ia tidak mampu melepaskan ikatan alkohol yang menyebabkan pemukulan atas keluarganya sendiri.

Sebagaimana biasa kebiasaan Ali, pulang kerja dan mampir di kedai minum untuk mabuk. Pada suatu peristiwa, setelah uangnya di sakunya habis terkuras untuk botol-botol bir, dan para pengunjung sudah meninggalkan kedai, namun Ali masih duduk di kursinya dan masih ingin munum lagi. Pemilik kedai terpaksa menghampirinya untuk mengusir Ali, sebab kedai akan segera ditutup. Sudah larut malam.

”Saya tidak bisa pulang ke rumah,” Ali yang mabuk ini berkata, ”ketika saya pulang, maka saya memukul isteri saya dengan sangat keras. … bahkan saya tidak ingat namaku sendiri.”

”Seharunya kamu pergi ke Arab Saudi,” pemilik kedai menasehati Ali, ”alkohol terlarang di sana, maka kamu akan berhenti minum. Di Arab Saudi mereka perlu pekerja-pekerja kontruksi dan gajinya bagus.”

”Allah … akan menolong saya,” Ali meresponi. Itu merupakan suatu ide yang baik pikirnya. Jadi ia pergi ke Saudi dan mencari pekerjaan.

kesaksian-ali-pektash-berjumpa-yeshua-saat-ibadah-haji-di-mekkaBerimigrasi dan naik Haji ke Arab Saudi untuk menjadi Muslim yang saleh. Namun malam pertama ia tiba di Saudi, ia mencari dimana bisa mendapatkan bir. Terkejut dengan dirinya sendiri, ternyata bir juga dijual di Arab Saudi, jadi ia mulai minum lagi. Setiba di Mekkah, dengan bangga ia menelpon isterinya, yang sangat terkejut sebab Ali tidak bercerita tentang kepergiannya ke Saudi.

Pada percakapan jarak jauh tersebut Ali berkata dengan optimis, ”Saya  tepatnya ada di Mekkah, dan ya hanya sekali-sekali minum bir. Tahun depan saya berharap akan menunaikan ibadah haji. Ini kabar baik, bukan kah begitu? Dari saat ini dan seterunya saya akan menjadi seorang Muslim yang taat, Zehra. Saya akan menjadi seorang ayah yang baik, saya tidak akan lagi meminum bir. Saya akan tetap mengirim uang bagi mu, ok? 

Setahun berikutnya ia pergi Haji dengan rombongan yang datang dari Turki, dan teman lamanya, Ero, juga ikut dan mereka satu tenda bersama beberapa orang lain. ”Tiba di Mekkah, saya mengelilingi Ka’aba dan melakukan sembayang malam, malam itu adalah sembayang pertama sepanjang hidupku.” Ali cerita.

Tiba di perkemahan, mereka bercakap-cakap di depan tenda mereka; esok pagi adalah perjanan ke Medina untuk melanjutkan ibadah haji. Di depan tenda aku berkata kepada teman-temanku, ”Dari mulai sekarang, saya akan meninggalkan masalah-masalah ku kebelakangku. Saya ingin keluar dari minuman dan hidup damai dengan isteriku dan anak-anakku.”  Ero menjawab dengan haru, ”Kami senang kamu ada di sini, Ali. Mudah-mudahan Allah menjawab semua doa-doamu.” Lalu teman-temannya masuk ke tenda untuk tidur malam, sementara Ali berbaring di luar dengan beralas karpet kecil dan mata memangdang ke langit, merenungkan dan berdoa di dalam hatinya, ”Bagaimana saya bisa menjangkau Engkau, Elohim? Saya tidak tahu melakukannya. Saya berdoa kepada Mu dengan segenap hatiku, saya ingin Engkau menyatakan diri-Mu sendiri kepadaku. Selamatkanlah saya dari ikatan alkohol ini. Saya ingin Engkau menyelamatkan saya.” Dan Ali jatuh terlelap.

Ali dijumpai Yeshua saat ibadah Haji; ”Ali, kamu adalah milik-Ku!” Malam itu Ali mendapatkan mimpi. Dalam mimpi tersebut Yeshua memegang tangan Ali dan berkata, ”Kamu adalah milik-Ku!” Aku mengambil mu untuk ada bersama Ku. Sambil tangan-Nya menyentuh dahi Ali, Yeshua berkata lagi, ”Pergilah dari sini, kamu adalah miliki Ku.”

Ali terbangun dari mimpinya, ia dipenuhi sukacita dan merasa seperti sedang melayang, sehingga ia menyentuh karpet tempat alas tidurnya untuk memastikan bahwa ia masih tetap di bumi. Segera ia masuk ke tenda membangunkan Ero, temannya lamanya yang ia telah kenal selama 15 tahun, untuk menceritakan mimpinya.

”Saya telah melihat Yeshua! Saya telah melihat Yeshua dalam mimpiku, Ia ada di sampingku!” Ero yang sedang tidur lelap terbangun dan dengan nada tidak acuh dan sedikit kesal ia berkata, ”Apa yang sedang kamu bicarakan?” Sementara mereka berdua berbicara, Ali kembali mendengar suara Yeshua, dan berkata kepada temannya ”kamu dengan itu?” Ero tidak mendengar apa-apa, dan menjawab, ”Kamu telah makan terlalu banyak semalam dan telah bermimpi buruk.”

”Tidak, Tidak. Itu adalah mimpi yang indah,” Ali balik menjawab. Lalu Ali kembali tidur, dengan tujuan jika mungkin ia bisa menyambung mimpinya. Sekali ini ia tidur pada sisi rekan-rekannya di dalam tenda.

Segera ia kembali mendengar suara Yeshua berkata, ”Ali, kamu milik Ku. Kamu tidak akan melakukan ziarah ini. Tinggalkan tempat ini.

Saya terus menerus mendengarkan suara yang  berkata ”Tinggalkan tempat ini” dan suara ini sungguh mengganggu ku. Lalu aku keluar dari tenda dan mencoba tidur di mobilku.

Paginya teman-teman setenda Ali menemukan ia tertidur di mobil dan membangunkannya dan mengajak ia berangkat ke Medina. ”Saya akan menyusul kalian,” Ali berkata. Ketika ia menghidupkan mesin mobilnya untuk melanjutkan ziarah, aneh mesin tidak bisa hidup, padahal mobil itu baru berusia satu bulan. Lalu, suara itu terdengar kembali, ”Kamu tidak akan pergi pada ziarah ini. Kamu adalah milik Ku!”

Lalu Ali pulang ke apartemennya. Keajaiban lainnya terjadi, di cermin ia melihat bahwa separuh dari bulu dadanya telah menjadi putih. Ali mencoba membersihkannya, ia pikir itu adalah debu atau sesuaitu, namun warna putih tersebut tidak lenyap. Tiba-tiba suatu suara berbicara kepadanya, ”Kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada ini.”

Pada saat itu ketakutan besar melandaku, suatu ketakutan yang aneh bercampur dengan sukacita. Saya merasakan bahwa Elohim besertaku dan akan menolong ku.

Lalu ia pergi berlutut di sebelah tempat tidurnya  untuk berdoa, ia tidak tahu apa yang ia harus katakan. Dengan kedua tangan yang terangkat tinggi saya hanya berkata, “Baik, Adonai, apapun yang Engkau kehendaki dari ku dari saat ini dan seterunya, saya akan melakukannya.” Malam itu saya mendengar suara itu kembali mengatakan pada ku untuk kembali pulang ke Turki secepatnya.

Ali buka mulut di depan para tetangganya; berdamai dengan isterinya. Tiga hari kemudian, ia berada pada pesta ”Welcome home” di rumahnya di Turki. ”Semua tetanggaku telah berkumpul di rumahku. Saya sungguh berbahagia,” Ali bercerita, Mereka tahu bahwa saya pernah memukuli isteri dan anak-anakku, tetapi mereka tetap suka kepada ku.

Saat pesta  ia mendengar suara, ”Berdirilah dan katakan pada setiap mereka bahwa kamu sekarang adalah seorang Kristen.” Ia mentaati suara tersebut, dan berdiri dan bercerita kepada semua hadirin. ”Sementara saya ada di Arab Saudi, saya telah melihat Yeshua di dalam suatu mimpi. Yeshua menjamah saya. Saya ingin kalian semua mengetahui bahwa saya telah menjadi seorang Kristen. Saya sekarang adalah seorang Kristen.” ia mulai bersaksi

Pengakuannya yang singkat tetapi langsung tersebut disambut olokan tertawa para tetangganya, pria dan wanita. Lalu suasa menjadi sunyi. Pelan-pelan, satu-per-satu mereka meninggalkan rumahnya.

Setelah anak-anak pergi tidur, Zehra, menghampiri suaminya yang masih tetap duduk di tempat yang sama pada saat pesta, ia duduk di samping suaminya.

”Zehra, saya benar-benar telah menjadi Kristen,” Ali berkata

”Tetapi bagaimana? Bagaimana seorang menjadi seorang Kristen di Arab Saudi?” Zehra bertanya

“Sementara berada di sana, Yeshua telah datang kepada ku dalam suatu mimpi dan menjamahku. Saya merasa perubahan dalam hatiku, Dia telah memberi ku sukacita yang luar biasa. Dia berkata bahwa saya adalah milik-Nya. Saya telah jatuh hati kepada Dia.”

Lalu Ali meminta maaf kepada isterinya dan berjanji tidak akan memukulnya lagi dan berkata: ”Adonai telah mengampuni saya. Akankah kamu ….  Kamu juga … mengampuni ku?” Lalu Ali menangis.

”Saya mengampuni, Ali. Mengapa kamu menangis? Apa masalahnya?” Zehra bertanya

”Zehra, sekarang … sekarang saya seorang Kristen, tetapi kamu tidak. Jadi, apa yang kita akan lakukan?”

“Tidak masalah, jika kamu telah menjadi Kristen, saya akan juga,” Zehra menjawab pasti.

”Malam itu, rumah kami penuh dengan damai. Namun kami tidak tahu satu orang Kristen pun. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan,” Ali mengingat kejadian tersebut.

Dapat Alkitab pertama; suami-isteri kursus Alkitab dan menjadi Pelayan Adonai Yeshua. Ali lalu kembali mencari pekerjaan, dan mendapatkannya. Ali menyaksikan kepada rekan kerjanya bagaimana Adonai telah merubah hidupnya. Ia dipecat. more-than-dream-dvd-kesaksian

Ia pindah ke Istambul, dan dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Dua tahun setelah perjumpaan dengan Yeshua, ia tetap belum bertemu satu orang Kristenpun, dan belum memiliki Alkitab ditambah kerinduan akan keluarganya telah menyebabkan ia tertekan dan mulai kembali minum minuman keras.

Suara di hatinya berseru, ”Kembalilah ke rumahmu.” Di kotanya ia mendapat pekerjaan. Pada suatu hari ia mendengarkan suatu siaran radio Kristen bernama Dipanggil untuk Damai (Call to Peace) berbahasa Turki tanpa sengaja. Suara di radio itu berkata, ”Yeshua telah mati, bangkit dari kematian setelah tiga hari dan sekarang duduk di sisi kanan Bapa.” Itulah berita Kristen pertama yang ia pernah dengan sejak pertemuannya  dengan Yeshua di Mekkah. Ia segera memanggil isterinya untuk juga mendengarkan. Dan mengirim surat kepada stasiun radio Kristen tersebut untuk minta Alkitab Perjanjian Baru.

Sepuluh hari kemudian ia menerima Alkitab Perjanjian Baru. Ia juga menerima bahan-bahan Pelajaran Alkitab dari sumber yang sama. Ali berusia 38 tahun ketika ia menerima Alkitab tersebut, ”itu mungkin saat terbahagia dalam kehidupanku,” Ali mengenang.

Saya membaca seluruh Perjanjian Baru tanpa tidur. Kehidupanku mulai berubah. Orang-orang juga dapat melihat perubahan dalam hidupku.

Dan suami-isteri ini semakin aktif bersaksi kepada orang lain dan mengundang setiap tetangga untuk datang kerumah mereka mempelajari Alkitab. Setelah Ali dan Zehra menyelesaikan kursus-kursus Alkitab melalui korespondensi, mereka sekeluarga pindah ke Istanbul untuk menghadiri sekolah Alkitab. Sekarang Ali Pektash adalah seorang pendeta di Turki, ia rajin membuka jemaat-jemaat baru di Turki seperti rasul Paulus.

Ali terus memberitakan iman Kristennya secara terbuka dan tanpa malu. Alkohol tidak lagi menguasai hidupnya, dan ia mengasihi isterinya. Sungguh Ali Pektash telah menjadi suatu ”ciptaan baru di dalam Yeshua Ha Mashiah.”

Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”  (Yesaya 19:23-25)

Negara Asyur kuno adalah Tanah Kurdistan, terbentang dari Turki Timur sampai ke Irak Utara dan sebagian dari Iran Utara.

Baca lebih lanjut

Pencarian Fatemeh Devanbeigi (orang Persia / Iran) Akan Elohim

Diterjemahkan dari laporan Tim Smith, The 700 Club, Fatemeh’s Quest for God

“Di dalam, saya merasakan ada sebuah batu besar bergantung di dalam hatiku,” kata Fatemeh. “Itu sungguh nyata, dan it sungguh menyakitkan. Itu seperi sesuatu yang menarik saya kebawah dan tidak membiarkan saya hidup. Tidak ada harapan di situ. Dan tidak ada harapan untuk masa depan.”

Fatemeh telah dibesarkan di Iran sebagai Muslim (atau seorang Islam).

“Ada sebagai Muslim adalah bukan karena pilihan, itu adalah sebagai warisan. Jadi jika orang tua adalah Muslim, maka kamu secara otomatis Muslim.”

Fatemeh melawan iman Islam orang tuanya.
“Pada usia yang baru menginjak remaja, saya telah memulai mempertanyakan entah Elohim (God atau Allah) ada atau tidak. Saya telah menghabiskan berjam-jam memikirkan, “Seperti akakah Elohim itu nampaknya? Dimanakah Dia berada?” Tetapi secara tradisi, di dalam budaya bersifat Islam, kamu tidak mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Mereka tabu. Jika kamu memulai bertanya pertanyaan-pertanyaan seperti demikian, mereka akan memanggil kamu [sebagai] orang tidak beriman.”

Menjadi besar, elohim (god atau ilah) Kuran adalah satu-satunya elohim yang hanya Fatemeh telah tahu.

“Dia (Elohim/ Allah Islam) bukanlah elohim yang personal, dia jauh, dan tidak seoranpun yang tahu siapakah dia adalah. Tidak seorangpun yang tahu (unsur) alam-nya. Tidak seorangpun tahu Pekerjaan mustahilrencana-rencana-nya. Kamu hanya tahu bahwa dia perduli tentang hal moral dan untuk supaya menuju Sorga, kamu harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik.”

Sebagai seorang remaja, Fatemeh telah mencari jawaban-jawaban dalam ramalan dan melalui pembacaan (bentuk gambar) bubuk kopi.  [Membaca nasip melalui bubuk kopi atau serbuk daun teh sama dengan ramalan horoskop dan sejenisnya adalah pekerjaan yang sia-sia, sebab semuanya hanyalah imajinasi dan  pengharapan buatan manusia].

“Saya berpikir pada diri sendiri, ini dapat ada sesuatu. Mungkin saya akan mendapatkan pesan-pesan. Praktek ini telah gagal membawa saya mengenal Elohim. Namun tetap saya cari. Saya tidak punya pilihan.” Sesuatu di dalam saya tidak akan beristirahat. Dan akhirnya saya mencapai pada suatu kesimpulan. Saya berkata. ”Elohim, entah Engkau  sungguh terbelit-belit sehingga saya tidak akan pernah tahu Kamu, atau Engkau tepat di depan mata saya, dan saya tidak dapat melihat Engkau.”

”Saya ingat setiap hari, saya hanya menangis dan menangis, dan meminta Elohim untuk menunjukkan saya diri-Nya sendiri. Saya melihat kepada matahari. Apakah kamu matahari? Kemana seharusnya saya melihat?”

Doanya terjawab ketika Fatemeh berkata bahwa Yeshua nampak kepada dirinya dalam sebuah mimpi.

"Follow Me!"”Saya bermimpi bahwa Yeshua dan saya berjalan-jalan di sebuah taman rose. Cerita ini membuat saya menangis. Di dalam mimpi tersebut, saya berpikir Dia adalah seorang nabi. Dia berjalan, dan saya mingikuti, dan Dia berkata, ‘Apakah kamu ingin datang kepada Aku?’ dan saya berkata, ’Ya.’ Dan kemudian Ia berkata, ‘Maka ikutlah Aku.’”

”Saya berkata, ’Hmm. Bagaimana dapat saya mengikuti seorang yang adalah nabi di masa yang lalu? Bagaimana dapat kamu mengikuti seorang dan bukan perintah-perintahnya?” Sungguh suatu pertanyaan. Mengapa Dia bertanya itu kepada saya?”

Malam demi malam, Fatemeh mendapat ngimpi tentang Yeshua, Elohim  – dan gereja-gereja.

Gereja-gereja tua, baru dan modern. Dan saya bermimpi bahwa ibuku dan semua keluargaku bergandengan tangan, pergi ke gereja.”

Fatemeh pindah ke Amerika Serikat ketika dia berusia dua puluh tahun. Dia bertemu seorang teman kerja yang bercerita kepada dia tentang Yeshua.

”Itu setelah dia (teman kerjanya) menerima Adonai Yeshua dia menemukan sukacita dan damai sejahtera, dan keduanya begitu saja muncul kepermukaan. Saya berkata, ”Wow, ini sungguh bagus.” Saya berkata, saya ingin itu. Saya ingin sukacita dan damai sejahtera.”

Jadi Fatemeh pergi ke sebuah gereja Kristen, dan seorang wanita disana bertanya kepadanya, ”Apakah kamu percaya Yeshua Ha Mashiah adalah Elohim?” dan saya berkata, ”Apakah Dia berkata demikian? Apakah Dia adalah Elohim?”

Dan wanita itu berkata, ”Ya, Dia berkata demikian.” Saya berkata, ”Baiklah, percaya saya, saya akan temukan jika Dia adalah bukan. Saya hanya mencoba jika sesuatu tidak benar. Tetapi saya berkehendak memberi Yeshua sebuah kesempatan. Sungguh-sungguh.”

”Wanita ini berkata, ’Akakah kamu ingin berdoa Doa Keselamatan? ’Absolutely.’ Sebab saya berpikir Elohim telah melunakkan saya kepada suatu titik dimana saya lunak terhadap Elohim dan saya tidak melawan.”

Malam itu, setelah bertahun-tahun mencari, Fatemeh berdoa untuk menjadi seorang Kristen.

”Hal-hal segera mulai berubah. Itu yang berat, hati yang berat, batu tersebut, bahkan tajam, kamu dapat rasakan betapa tajam dan menyakitkan tersebut, adalah lenyap. Itu lenyap seluruhnya.”

Malam itu, Adonai menaruh tangan-Nya kedalam hatiku dan mengambil batu tersebut keluar secara permanent. Satu hal yang sangat bernilai yang Mashiah telah lakukan kepada saya adalah Dia menaruh harapan di dalam hatiku. Sebuah harapan permanent.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,  Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”  (Matius 11:28-30)

Dan sebagaimana saya telah mengenal Adonai lebih lagi, Dia memberi lagi mimpi-mimpi, hanya untuk menunjukkan bahwa ayat-ayat Alkitab adalah benar, dan setiap yang say abaca, Elohim menopang semuanya.

Sekarang, ibu Fatemeh, saudara laki-lakinya, dua saudari perempuannya adalah semuanya Kristen. Fatemeh adalah seorang broker real estate, dan belajar menjadi psychologist. Dia juga menikah dan memiliki dua putra.

Fatemeh mengerti para Muslim yang penasaran tentang Yesus, dan mereka yang sungguh tidak mengerti siapakah Yeshua adalah.

[Saran Fatemeh kepada para Muslim], “Saya akanlah mengatakan ‘jangan katakan tidak,’ hanya karena orang tuamu adalah Muslim, dan nenek moyangmu adalah Muslim, dan ini adalah apa yang kamu selalu diajar. Kamu harus temukan Elohim untuk dirimu sendiri. Dia siap, Jika Yeshua berkata Dia adalah Elohim, maka Dia akan membuktikan itu.

Semua yang harus kamu miliki adalah sebuah hati yang terbuka untuk mengijinkan Yeshua masuk kedalam, dan maka kamu akan tahu untuk dirimu sendiri jika Dia adalah Elohim atau bukan.”  

Janji Yeshua adalah pasti, seperti fajar yang selalu bersinar setiap hari!  Dengarkan melodi lagu ini “JanjiMu Seperti Fajar.”

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

Tantangan Khalid Soomro Kepada Orang Kristen

Kesaksian seorang Muslim Pakistan yang datang berhadapan muka dengan Yeshua Ha Mashiah.

Diterjemahkan dari: Khalid’s Challenge, A Pakistani Muslim Comes Face to Face With Jesus Christ
Ini adalah kesaksian dari Pakistan, Khalid mansoor Soomro adalah seorang pengikut Muhammad yang berapi-api dan bagaimana ia berhadapan langsung dengan kuasa Yeshua Ha Mashiah.
Ketika saya berusia 14 tahun saya belajar di sebuah sekolah di Pakistan. Saya anggota dari sebuah keluaga Muslim.
Kedua orang tuaku telah mendorong saya belajar Kuran di luar kepala ketika saya berusia tujuh tahun, jadi saya lakukan. Saya memiliki banyak teman-teman Kristen di sekolah. Saya terkejut melihat mereka belajar sebab saya temukan banyak orang Kristen adalah dari tingkat sosial yang rendah. [Di Pakistan, banyak orang Kristen berasal dari kasta hindu yang rendah, dan bekerja sebagai buruh].
Saya banyak bercakap-cakap dan berdebat  dengan mereka tentang ketepatan Kuran dan penolokan Allah atas Alkitab di dalam Kuran.  Saya selalu memaksa mereka untuk menerima Islam. Sering guru Kristen saya berkata untuk tidak melakukannya. Guru ini berkata, ”Elohim (Allah) kiranya memilih kamu sebagaimana Dia memilih rasul Paulus.” Saya bertanya kepada guru pria ini siapakah Paulus sebab saya hanya tahu Muhammad.

Tantangan. Pada suatu hari ditengah-tengah percakapan kami, saya menantang orang-orang Kristen, menganjurkan bahwa masing-masing kita membakar kitab suci orang lain; mereka membakar Kuran dan saya harus melakukan yang sama, membakar Alkitab. Dengan persetujuan: Kitab yang terbakar, adalah kitab palsu, Kitab yang tidak terbakar pastilah kitab yang benar. Allah sendiri pastilah yang akan menyelamatkan firman-Nya.
Orang-orang Kristen tidak siap melakukan hal ini karena mereka takut. Hidup di sebuah negara Islam dan melakukan perbuatan demikian (membakara kitab Kuran)  akan membawa mereka menghadapi hukum negara dan menerima masalah-masalah. Saya katakan kepada mereka saya akan lakukan itu sendiri.
Mereka menonton saya, pertama, saya menaruh Kuran kedalam api dan itu terbakar di depan mata kami.

Dan saya ingin melakukan hal yang sama dengan Alkitab. Ketika saya mencobanya, Alkitab memukul dadaku dan saya terjatuh ke tanah. Asap mengelilingi tubuhku. Saya terbakar, tidak secara pisik, tetapi dari api rohani. Kemudian tiba-tiba saya melihat seorang laki-laki dengan rambut keemasan pada sisiku. Dia terbungkus dengan terang. Dia meletakkan tangan-Nya pada kepalaku dan berkata, ”Kamu adalah putraKu dan sejak saat ini kamu akan mengkotbahkan Injil di negaramu. Pergilah! Adonaimu (Tuhanmu) bersamamu.”
Kemudian penglihatn itu berlanjut dan saya melihat sebuah kuburan batu yang telah digeser dari kuburannya. Maria Magdalena berbicara kepada tukang kebun yang mungkin mengambil tubuh Adonai. Tukang kebun ini adalah Adonai sendiri. Dia mencium tangan Maria dan saya terbangun. Saya telah merasakan dengan kuat seperti seorang telah memukul saya, tetapi saya tidak merasakan sakit.
Saya pulang kerumah dan saya ceritakan kepada kedua orang tuaku apa yang telah terjadi, tetapi mereka tidak percaya saya. Mereka berpikir bahwa orang-orang Kristen telah melakukan perbuatan guna-guna, tetapi saya katakan kepada mereka bahwa segala sesuatu itu telah terjadi benar-benar di depan mata saya dan banyak orang menonton. Mereka tetap tidak percaya saya dan mereka mengeluarkan saya dari rumah, menolak saya sebagai anggota dari keluarga mereka.
Saya perkunjung kesebuah gereja yang dekat dengan rumahku; Saya bercerita kepada pendeta di sana semua tentang apa yang telah terjadi. Saya meminta kepada pendeta ini untuk menunjukkan saya Alkitab. Dia memberikan perikop Alkitab dan saya membaca kisah yang saya telah lihat di penglihatan mengenai Maria Magdalena. [Kemungkinan dari sini: Yohanes 20:11-18].
Hari itu, 17 Febuari 1985, saya menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai Juruselamat saya.

Panggilan. Keluarga menolok saya. Saya mengunjungi beberapa gereja dan mendapatkan lebih banyak tentang firman Elohim. Saya juga telah mengikuti kursus-kursus Alkitab dan kemudian terlibat dalam pelayanan Kristen. Sekarang setelah 21 tahun, saya telah memiliki suka cita melihat banyak orang datang kepada Adonai dan menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai Juruselamat mereka.
Terima kasih kepada Adonai, saya sekarang telah menikah dan memiliki keluarga Kristen. Isteri saya Khalida dan saya terlibat di dalam pekerjaan Yahweh dan telah mampu membagikan mujizat-mujizat Elohim yang telah bekerja di dalam hidup kami.
Mersipun itu tidak mudah dan kami menghapi banyak kesulitan, kami merasa seperti Paulus yang telah melewati kesulitan-kesulitan dan penderitaan untuk kemuliaan Penyelamatnya, Yeshua, yang diri-Nya sendiri menderita selama berjalan di bumi dan waktu-Nya di salib.
Kami berterima kasih kepada Elohim Bapa  (Sorgawi)  untuk mengutus putra-Nya ke bumi dan memberikan kami kebebasan, kehidupan kekal melalui Dia. Demikian pula terima kasih kepada Elohim untuk roh-Nya yang menguatkan kami hari ke hari untuk hidup bagi Dia.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Persiapkan dirimu untuk bertemu dgn Elohim!

Kerajaan Surga & Neraka, dan Kedatangan Ha Mashiah by Angelica Zambrano, aka.23 Horas Muertra

Kisah nyata seorang gadis dari Ecuador yang dibawa berkunjung oleh Yeshua Ha Mashiah ke dalam Neraka dan Sorga. Yeshua memperlihatkan kepadanya beberapa tokoh terkenal yang telah meninggal dan sekarang berada di tempat kekekalan, seperti: Paus Yohanes Paulus II dan Michael Jackson. Adonai Yeshua menunjukkan kepada Angelica bahaya film karton dan komputer game bagi anak-anak. Angelica juga melihat tokoh-tokoh Alkitab seperti Abraham, Sarah, Musa, Yoshua, Maria ibu Yeshua dan lainnya. Adonai memberikan beberapa nasehat penting kepada kita yang masih hidup di bumi, melalui percakapan-Nya dengan Angelica, bagaimana bisa masuk ke Sorga.

Tulisan ini diambil dan diedit dari terjemahan Indonesianya. Untuk bahasa Inggrisnya: “Prepare To Meet Your God!” dan dalam MP3, lihat di sini Spiritlessons.com. Semoga tulisan ini bisa membawa pembaca lebih mengerti hati dan pikiran Adonai Yeshua Ha Mashiah; Yang Maha Pengasih, namun juga Maha Adil dan Maha Kudus. YAHWEH memberkati Anda semua. Penjala Baja.

From video Interview, originally in Spanish, minimally abridged
Location: El Empalme, Ecuador.  Sept. 29, 2009

Selama periode 23 jam, seorang anak perempuan Ecuardo bernama Angelica diperlihatkan Kerajaan Surga dan Neraka, dan Kedatangan Ha Mashiah. Ia menyaksikan Yeshua menangis ketika Ia melihat banyak sekali jiwa-jiwa yang hilang selamanya, sebuah dunia yang menolakNya, sebuah Gereja yang lebih kebanyakan tidak siap utk Dia, orang-orang yang telah berhenti bersaksi kepada yang terhilang, dan sebuah industri entertainmen yang menyeret anak-anak kepada setan. Ia menyaksikan banyak dari ikon budaya kita yang terpandang menderita di dalam Lubang neraka; penyanyi, entertainer/penghibur, dan juga seorang paus. Angelica juga diperlihatkan bagaimana Kerajaan Surga semua sudah dipersiapkan dgn begitu indah dan siap, sebuah tempat mulia yang tak terbayangkan, di mana tidak ada kejahatan. Walaupun Yeshua HANYA datang kembali utk Orang-orang Kudus, dan banyak dari anak-anak Adonai TIDAK akan siap pada hari itu, dan akan tertinggal di dunia yang akan berantakan.

Maxima (the Mother) : Namaku Maxima Zambrano Mora dan kami menghadiri Gereja “Casa de Oracion” di El Empalme. Kami berpuasa selama 15 hari, dan berseru kepada Adonai. Anak perempuanku Angelica juga ikut bergabung. Selama lima belas hari puasa itu, aku dapat melihat melampaui hal biasa, yang mana aku tak pernah melakukannya sebelumnya. Kami berdoa dan berpuasa di retret, dan bahkan terus berdoa dan berseru di rumah, menantikan Adonai berbicara kepada kami.

Adonai memberikan kami penghiburan. Karena cobaan-cobaan hidup, kami seringkali siap utk menyerah, tetapi Adonai ada di sana utk menolong kami. Ia memberikan kami Yeremia 33:3 “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Anak perempuanku telah tegas memintanya dari Adonai, tanpa sepengetahuanku.

Angelica (The daughter) : Namaku Angelica Elizabeth Zambrano Mora. Aku 18 tahun, dan belajar di ” Colegio José María Velazco Ibarra”, di El Cantón, El Empalme, Ecuador. Aku menerima Ha Mashiah pertama kali ketika saya 12 tahun, tetapi aku berkata kepada diriku sendiri, “Tidak ada seorangpun dari teman-temanku yang evangelikal/injili dan saya merasa aneh di tengah-tengah mereka,” jadi aku pergi menjauh dari Adonai, dan hidup dgn kehidupan yang buruk dan mengerikan. Tetapi Adonai mengangkatku keluar dari sana. Di ulang tahunku yang ke-15, aku berdamai dgn Adonai, tetapi aku masih mendua hati. Alkitab mengatakan, Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” Yakobus 1:8 dan aku salah satunya. Ayahku akan berkata, “Engkau tak usah menjadi seperti itu, itu kelihatan buruk, itu salah.” tetapi aku akan menjawab, “Ini caraku, dan aku mau jadi apa, tidak seorangpun harus mengatakan kepadaku bagaimana aku seharusnya, ataupun apa yang harus aku lakukan, ataupun bagaimana aku harus berpakaian, atau bersikap.” Ia akan menanggapi, “Adonai yang akan berurusan dgnmu. Ia yang akan mengubahmu.”

Saat ulang tahunku ke-17, aku datang mendekat kepada Adonai. Bulan April tgl 28 aku datang kepadaNya dan berkata, “Adonai, ampuni aku. Aku mau Engkau menulis namaku di Buku Kehidupan dan menerimaku sebagai anakMu.” Aku bertobat dan memberikan kembali hidupku kepada Adonai. Aku berkata, “Adonai, aku mau Engkau mengubahku, utk membuat perbedaan di dlmku.Aku menangis dgn seluruh hati, meminta Adonai utk mengubahku. Tetapi, waktu berlalu aku tidak merasakan perbedaan. Perbedaan satu-satunya hanyalah aku mulai menghadiri gereja, membaca Alkitab dan berdoa. Hanya itu yang berbeda di dlm hidupku.

Kemudian, di bulan Agustus, aku diundang utk berpuasa selama 15 hari. Aku memutuskan utk ikut, tetapi sebelum masuk aku berkata, “Adonai, aku mau Engkau berurusan dgnku di sini.” Selama berpuasa, Adonai berbicara kepada hampir setiap orang, kecuali aku! Itu seolah-olah Adonai tidak melihatku, dan itu menyakitkan. Aku akan berdoa, “Adonai, bukankan Engkau akan berperkara dgnku?” Aku akan menangis sendiri dan meneruskan, “Adonai, apakah Engkau mengasihiku? Apakah Engkau di sini? Apakah Engkau dgnku? Mengapa Engkau tidak berbicara kepadaku seperti yang Engkau lakukan kepada yang lain. Engkau berbicara ttg banyak hal kepada org lain, bahkan kata-kata nubuatan, tetapi tidak kepadaku.” Aku meminta tanda bahwa Ia bersamaku, dan Adonai memberikanku Yeremia 33:3, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Aku berkata, “Adonai apakah Engkau baru berbicara dgnku?” Karena aku mendengar suaraNya jelas dan mendapat penglihatan kata-kata tertulis di Yeremia 33:3.

Aku berkata Adonai, “Adonai, apakah itu utkku?” Aku menyimpannya untuk diri sendiri, sementara orang-orang lain bersaksi apa yang Adonai berikan kepada mereka dan apa yang mereka lihat. Tetapi aku menyimpannya rahasia dan hanya akan merenungkan kata-kata di: “Berserulah kepada-Ku” artinya berdoa, tetapi apa arti dari “hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami”? Aku berpikir, “Ini hanya bisa berarti surga dan neraka.” Jadi aku berkata, “Adonai, aku hanya mau Engkau memberitahukan surga, tetapi tidak neraka, karena aku telah mendengar itu adalah tempat yang menyeramkan.” Tetapi aku kemudian berdoa dgn seluruh hati, “Adonai jika ini kehendakMu utk menunjukkan apa yang Engkau harus lakukan, maka lakukanlah, tetapi ubah aku dahulu. Aku mau Engkau membuat perbedaan di dlmku; Aku mau berbeda.”

Ketika kami selesai berpuasa, ada cobaan-cobaan dan kesulitan-kesulitan dan terkadang aku merasa lemah, tidak mampu terus berjalan degan Adonai. Tetapi Ia memberikanku kekuatan. Aku mulai mendengar suaraNya dan mengenalNya lebih baik. Kami menjadi teman baik. Adonai adalah teman terbaik kita, Roh Kudus. Aku berkata kepadaNya, “Adonai Engkau adalah teman terbaikku. Aku mau mengenalMu lebih baik lagi,” dan membagi seluruh pikiranku dgnNya.

Aku berpuasa selama bulan Agustus dan kemudian di bulan November, seorang hamba Adonai datang ke rumah kami dan berkata, “Semoga Adonai memberkatimu.” Aku menjawab, “Amen.” Lalu ia berkata, Aku di sini membawa pesan dari Adonai…engkau harus menyiapkan dirimu, karena Adonai akan memberitahukanmu hal-hal yang besar dan perkasa yang engkau tidak ketahui. Ia akan memberitahukanmu Surga dan Neraka karena engkau memintanya, dari Yeremia 33:3″ Aku bertanya, “Ya, bagaimana engkau tahu? Aku tidak pernah memberitahukan itu kepada siapapun.” Ia menjawab, “Elohim yang sama yang engkau layani dan sembah, Elohim yang sama yang aku sembah itu yang memberitahukanku tentang semuanya.”

Seketika kami mulai berdoa. Saudari-saudari dari gereja kami, dan yang lainnya dari keluargaku ada di sana dgn kami berdoa. Tetapi segera saat kami mulai berdoa, aku melihat surga terbuka. Jadi aku berkata, “Aku melihat surga terbuka, dan 2 malaikat turun ke bawah!” Pria itu berkata, “Tanyakan mengapa mereka di sini.”

Mereka tinggi dan indah; dgn sayap-sayap yang indah. Mereka besar dan bersinar, dan kelihatan transparan, cemerlang seperti emas. Mereka mengenakan sandal kristal dan jubah kekudusan. “Mengapa engkau di sini?” Mereka tersenyum dan berkata, “Kami di sini karena kami membawa sebuah tugas utk dilaksanakan… Kami di sini karena engkau harus mengunjungi Surga dan Neraka dan kami tidak akan pergi sampai semua ini sudah selesai.” Aku menjawab, “Baiklah, tetapi aku hanya mau mengunjungi surga, bukan neraka.” Mereka tersenyum, dan tinggal di sana, tetapi tidak berkata apa-apa lagi. Setelah kami selesai berdoa, aku masih dapat melihat mereka di sana.

Aku juga mulai melihat Roh Kudus; Ia adalah teman baikku; Ia Kudus, Ia maha tahu; Ia hadir di mana-mana! Aku dapat melihatNya, transparan dan cemerlang bersamaan; dgn wajah yang cemerlang, aku dapat melihat senyumNya dan tatapanNya yang penuh kasih! Aku hampir tidak dapat menjelaskanNya, karena Ia lebih indah dari malaikat-malaikat. Malaikat-malaikat memiliki keindahan mereka sendiri, tetapi Roh Kudus jauh lebih indah dari mereka! Aku dapat mendengar suaraNya jelas, suara yang penuh dgn kasih, suara yang menggairahkan. Aku hanya tidak dapat menjelaskan suaraNya; suara seperti petir, tetapi jg bersamaan Ia akan berkata, “Aku menyertaimu.” Jadi aku akan berjuang terus berjalan dgn Adonai, walaupun cobaan-cobaan itu mengelilingi kami. Kami berjalan melalui masa-masa sangat sulit, tetapi juga menang di saat bersamaan. Aku berkata, “Adonai, biarlah kehendakMu jadi.” Aku terus menyadari malaikat-malaikat juga ada di sekolah, dan di dalam kelasku. Aku begitu senang, begitu sukacita karena sebenarnya aku dapat melihatnya!

Hamba Adonai, yang mengunjungi rumahku, berkata kepadaku untuk bersiap-siap karena aku akan melihat Surga dan Neraka. Tetapi ia juga berkata kepadaku sesuatu yang sulit. Ia berkata, “Engkau akan mati.” Itu bukanlah hal yang mudah ketika mendengarnya.

“Bagaimana aku akan mati? Aku begitu muda,” aku bertanya. Ia menjawab, “Jangan kuatir tentang apapun, semua yang Adonai lakukan sempurna, dan Ia akan membawamu kembali hidup, jadi engkau dapat bersaksi ttg Surga dan Neraka, itu yang Adonai mau agar kita smua mengetahuinya.” Aku berkata, “Amen, tetapi akankah aku ditabrak sebuah mobil, bagaimana aku akan meninggal?” Ide-ide datang dalam pikiranku, tetapi Adonai berkata untuk tidak kuatir, semuanya dlm kendali. Aku berkata, “Terimakasih, Adonai!”

Pada tangal 6 November, setelah aku pulang ke rumah dari sekolah, malaikat-malaikat masih denganku, bahkan ketika memuji Adonai. Mereka tidak akan berbicara kepadaku; semua yang mereka katakan hanya, “Kudus, Kudus, Kudus, Haleluyah,” memberikan kemuliaan, kehormatan dan pujian kepada Bapa kita di Surga. Roh Kudus di sana jg bersama para malaikat dan aku bersukacita. Banyak orang berkata bahwa injil itu membosankan, tetapi itu adalah tipuan besar dari setan utk mencegah orang-orang mencari hadirat Adonai. Aku dulu juga percaya akan hal ini, tetapi setelah aku bertemu Adonai dan Roh Kudus, aku tahu injil tidak membosankan, itu adalah pengalaman paling terindah yang engkau dapatkan di bumi!

Aku dapat melihat; bermain, dan bahkan berbicara dgn Roh Kudus. Tetapi para malaikat tidak akan berbicara kepadaku, tetapi mereka akan memuji Adonai. Aku akan berkata, “Roh Kudus datang bersama dgnku melakukan ini atau itu” dan Ia akan ada di sana. Aku dapat merasakan dan melihatNya.

Aku melihatNya ketika Ia bangkit dari kakiNya, dan bahkan akan menyiapkan tempat duduk utkNya. Walaupun banyak yang tidak dapat melihatNya, Ia ada di sini! Hubungan ini terus berjalan, tidak ada alasan utk menghentikannya, sekali engkau mengalaminya.. tidak ada hal yang membuatku ingin mundur. Ketika aku mempertimbangkan di mana Ia menarikku keluar dari keadaanku sebelumnya, aku begitu bersyukur atas anugrahNya, utk semua kasihNya kepada manusia dan kepadaku!

Pada tgl 7 November, ketika aku dalam perjalanan kembali ke rumah, aku mendengar suatu suara berkata, “Siapkan dirimu, karena engkau akan mati hari ini,” Aku tahu itu adalah Roh Kudus karena aku dapat melihatNya. Aku mengacuhkan suaraNya dan berkata, “Adonai, aku tidak mau mati hari ini!” Tetapi Ia mengulanginya, “Siapkan dirimu, karena engkau akan mati hari ini!” Kali ini Ia berkata semakin keras dan dgn kekuatan yang lebih besar. Aku menjawab, “Adonai, aku tahu itu Engkau yang berbicara kepadaku; aku hanya minta dikonfirmasi dan setelah itu, lakukan kepadaku sesuai kehendakMu. Aku akan melakukan apapun tugasMu, aku akan berserah, bahkan jika aku takut, karena aku tahu Engkau bersamaku dan Engkau hidup.” Aku berdoa, “Biarlah orang yang Engkau pakai sebelumnya, membawa pesan ini kepadaku. Biarkan ia ada di rumahku saat ini jg, sebelum aku sampai, dan biarkan ia mengatakan kepadaku bhw hari ini saya akan meninggal.” Adonai tahu kehidupan masa lalu, sekarang dan masa depan kita, Ia tahu apa yang kuminta dari Dia. Jadi ketika aku tiba di rumah, hamba Adonai itu sudah ada di sana. 

Maxima: Ketika anak perempuanku tiba di rumah, kami ada di dapur. Ketika ia melihat hamba Adonai ia berkata, “Semoga Adonai memberkatimu.” Orang itu menjawab, “Adonai memberkatimu. Apakah engkau siap? Hari ini adalah hari Adonai akan mengambilmu, pk.4 sore.” Ia hanya berdiri di sana, terkagum bahwa Adonai telah mengabulkan permintaannya.

Angelica: Ketika aku mendengarnya aku berkata, “Amen.. tetapi aku tidak mau mati, aku tidak dapat mati! Tidak, Adonai, aku takut, sangat takut, takut sekali!” Hamba Adonai itu berkata, “Mari kita berdoa supaya ketakutanmu pergi sekarang di dalam nama Adonai.” Aku berkata, “Amen” dan kami berdoa. Segera aku merasakan semua ketakukan itu meninggalkanku, dan sukacita yang tidak dapat dijelaskan datang, berpikir bahwa kematian adalah hal terindah yang dapat terjadi pada diriku! Aku mulai tersenyum dan tertawa sementara semua orang memperhatikanku. Mereka dapat melihatku yang tadinya cemas menjadi penuh sukacita. Aku tertawa, melompat dan bernyanyi.

Maxima: Anakku segera merasakan sukacita di dlm hatinya dan mulai mau makan. Ia sedikit makan dari kesemuanya, ia berkata, “Jika aku tidak kembali, paling tidak aku sudah makan dan aku kenyang.”

Angelica: Semua orang mulai tertawa dan bertanya, ” Mengapa kamu bersikap seperti ini daripada bersedih, kamu senang, kamu bersukacita?” Aku memberitahukan mereka, “Tentu saja: aku akan bertemu Adonai, aku akan bersamaNya, tetapi aku tidak tahu jika aku akan kembali atau tidak jadi aku akan memberikan seluruh barang-barangku.” Mereka semua menatapku dan bertanya, “Kamu akan memberikan seluruh kepunyaanmu?” Mata ibuku terbelalak terkejut!

Maxima: Anakku mulai memberikan barang-barangnya. Ia memberikan semuanya, semuanya! Saudari-saudari gereja kami bersama dgn kami seperti biasa, dan ia memberikan sesuatu kepada setiap satu dari mereka. Ketika aku bertanya maksudnya, ia berkata, “Jika aku kembali, mereka dapat memberikan semuanya kembali kepadaku, tetapi jika aku tidak kembali, maka mereka dapat memiliki semuanya.”

Angelica: Aku tidak dapat membayangkan bagaimana sedihnya yang ibuku rasakan ketika aku berkata seperti itu. Tetapi aku merasa begitu bahagia yang membuatku mulai memberikan seluruh barang-barang: pakaianku, tempat tidurku, handphoneku, semuanya, dengan satu kondisi: jika aku kembali, semuanya harus kembali kepadaku. Mereka semua mulai tertawa.

Maxima: Ia sangat bertekad, tetapi sebagai ibu, aku merasa begitu menderita. Itu tidaklah mudah. Aku bertanya-tanya, “Adonai ketika saatnya datang, bagaimana itu akan terjadi?” Aku tidak dapat mengerti. Ketika mereka mulai berdoa, aku sedang mengatur barang-barang di rumah. Mereka berkata, “Saudari, mari berdoalah.” Tetapi saya menjawab, “Engkau lanjutkan dulu, aku akan bergabung dgnmu sebentar lagi. Biarkan saya selesaikan tugas ini dulu.”

Angelica: Mereka semua memandangiku ketika kami berdoa. Aku berdoa, “Adonai, aku mau melakukan kehendakMu. Engkau bukan manusia yang dapat berbohong atau bertobat, aku tahu Engkau nyata. Jika aku akan membuatMu gagal, maka itu yang terbaik jika Engkau membawaku dgnMu; tetapi jika aku melakukan kehendakMu, maka bawa aku kembali tetapi tolong aku utk mengatakan kebenaran, siapkan aku, tolong aku utk berkotbah dan berkata kepada orang-orang utk bertobat.” Itulah doa terpendekku. Aku mengatakan ini kepada hamba Adonai itu dan berkata, “Jangan katakan ibuku apa yang aku katakan kepada Adonai.” Ia menjawab, “Aku tidak akan mengatakannya sekarang, tetapi ketika Adonai membawamu, aku akan mengatakan kepadanya.” Kami melanjutkan berdoa dan membuat lingkaran berdoa bersama.

Maxima: Pk. 3:30 sore, Adonai memberitahukan hambaNya utk mengurapi anakku. Jadi beberapa dari kita pergi ke kamar dan mengurapinya. Ia memberikan kami 2 menit utk mengurapinya menyeluruh, dari rambutnya ke bawah, semua, seluruh tubuhnya. Ia penuh diurapi.

KEMATIAN

Angelica: Ibuku dan saudari gereja lainnya, Fátima Navarrete, mengurapiku dgn minyak. Tetapi ketika mereka mengurapi aku, aku merasa sesuatu melingkupiku, seperti sebuah kaca yang menyelubungiku. Itu sulit dijelaskan, aku merasa dilingkupi oleh sesuatu seperti baju baja, dan aku tidak dapat menjelaskan bagaimana aku dilingkupi Setelah itu, ketika mereka mencoba utk menyentuhku, mereka tidak dapat lagi.

Maxima: Ketika kami berdoa bagi Angelica, aku mencoba utk menaruh tanganku padanya, tetapi aku tidak dapat menyentuhnya! Ia memiliki sesuatu yang menyelubungi sekelilingnya. Selubung ini mulai dari atas kepalanya hingga kakinya, sekitar 30 cm. Itulah yang paling mengejutkanku. Aku menaruh tanganku pada orang-orang sebelumnya, di dalam ibadah gereja, tetapi sesuatu seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya! Aku berkata, “Oh, sesuatu pasti terjadi,” dan aku mulai berdoa dan mengucap syukur kepada Adonai. Tiba-tiba, aku merasakan sukacita yang besar. Kesedihan dlm hatiku lenyap, rasa sakit itu lenyap, dan aku sekarang merasa sukacita dan bahagia! Kami meneruskan berdoa dan sekitar jam 4:00 sore, anakku terjatuh di lantai.

Angelica: Selama berdoa, aku merasa sulit bernafas; aku tidak dapat bernafas. Aku merasakan sakit di paru-paruku dan di dlm jantungku. Aku merasa darahku tidak mengalir, dan rasa sakit yang hebat di seluruh tubuhku. Yang bisa aku katakan adalah, “Adonai, berikan aku kekuatan, berikan aku kekuatan!” karena aku merasa aku tidak dapat melanjutkan. Aku tidak punya kekuatan, ia telah meninggalkanku! Ketika aku melihat ke surga, dalam alam roh, tidak dgn mata jasmaniku, aku melihat surga terbuka. Aku melihat para malaikat, bukan 2 ataupun 10, tetapi berjuta-juta berkumpul bersama. Di tengah-tengah jutaan para malaikat, aku melihat Terang, 10.000 kali lebih terang dari matahari. Dan aku berkata, “Adonai, itu Engkau yang datang!”

Maxima: Ketika ia jatuh, kami mencoba utk memberdirikannya, tetapi ia tidak dapat berdiri sendiri. Kali ini, kami dapat menyentuhnya. Ia sedang berkata, “Berdoalah. Aku tidak punya kekuatan, Mama, aku tidak punya kekuatan dan aku merasa sakit.” Pertamanya, ia merasa sakit di jantungnya, dan kemudian itu menjalar ke paru-parunya. Kami terus berdoa dan memohon kepada Adonai. Adonai mengambil hidupnya!

Tidak pernah sebelumnya di dlm hidupku aku melihat seorangpun mati. Aku harus melihat anak perempuanku, ketika ia tersiksa! Itu tidaklah mudah sama sekali! Aku tidak dapat mengerti kata-kata terakhirnya, dan pada akhirnya ia berhenti. Aku menaruh tanganku di wajahnya, dan sebuah kaca di mulutnya, utk melihat jika ia bernafas. Ia tidak memiliki nafas, ia hanya berdiri diam. Aku memegangnya, ia masih hangat, seperti normal. Aku mengambil sebuah kain dan menutupinya, dan dalam waktu singkat ia mulai menjadi dingin, sangat dingin. Rambutnya berdiri, seperti rambut orang mati, dan ia menjadi sedingin es.

Angelica: Yeshua turun, dan aku merasa tubuhku sekarat. Ketika Yeshua dan para Malaikat mendekat, aku merasa aku pergi, bahwa aku tidak lagi aku. Aku tidak lagi hidup, aku sedang sekarat, dan itu menyakitkan! Ketika tubuhku jatuh ke lantai, mereka sudah ada di sini. Rumahku penuh dengan malaikat, dan di tengah-tengah para malaikat aku melihat Cahaya, lebih kuat dari matahari! Hal itu sangat sulit, aku merasa sakit luar biasa, ketika jiwa dan rohku sedang terkoyak.
Aku menangis dan menjerit, ketika aku melihat tubuhku di lantai. Aku bertanya, “Adonai, apa yang terjadi? Apa yang terjadi?” Aku ingin menyentuh tubuhku dan mendapatkannya di dalam lagi, tapi ketika aku mencoba, rasanya udara menyambar: Aku tidak bisa menyentuhnya. Tanganku langsung melaluinya. Tak satu pun dari mereka yang berdoa di sana bisa mendengar aku! Dan aku berteriak, “Adonai, tolonglah aku!”

Maxima: Suamiku tiba ketika kami sedang berdoa, dan dia melihat di sana. Adonai memberiku kekuatan saat itu karena aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Rasanya seperti ia dalam keadaan koma, tapi aku tahu ia baik-baik, karena pekerjaan Adonai. Jadi aku berkata “Adonai, biarkan kehendakMu yang jadi.”

ADONAI YESHUA HA MASHIAH

Angelica: Pada saat aku mendengar suara Adonai, suara yang indah dgn halilintar dan kasih, “Jangan takut, putri, karena Aku YAHWEH, Elohimmu, dan Aku telah datang utk menunjukkanmu apa yang telah Aku janjikan kepadamu. Bangkit, karena Aku adalah YAHWEH, yang memegang tangan kananmu dan memberitahukanmu. Jangan takut, Aku akan menolong engkau.” Tiba-tiba, aku bangkit. Aku telah berlutut sebelumnya, melihat tubuhku, ingin masuk kembali lagi tetapi tidak dapat. Ketika aku mendengar suaraNya, rasa takut telah meninggalkanku, dan aku tidak lagi ketakutan.

Ketika aku mulai berjalan, para malaikat mulai membuka sebuah jalan. Ada sebuah cahaya yang kuat bersinar, dan ketika aku menatapnya, aku merasakan kedamaian. Ketika aku melihat, aku melihat seorang pria yang indah, elegan dan gagah perkasa. Terang terpancarkan daripadaNya. Terlalu banyak terang bagiku utk melihat wajahNya! Tetapi aku dapat melihat rambutNya yang indah cemerlang keemasan dan jubah putih dgn berikat pinggangkan emas yang lebar melintang di dadaNya. Terbaca, “RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN SEGALA TUAN.”

Aku melihat kakiNya, Ia mengenakan sandal keemasan yang berkilauan, cemerlang keemasan. Ia begitu indah! Ia mengulurkan tanganNya ke arahku. Ketika aku meraih tanganNya, itu bukan seperti ketika aku menyentuh tubuhku, tanganku tidak tembus melaluinya. Aku bertanya, “Apa yang terjadi?” Dan Ia berkata, “Aku akan menunjukkan kepadamu neraka, sehingga engkau akan kembali dan mengatakan kepada manusia bahwa neraka itu nyata dan Aku nyata.” Ia berkata, “Putri, jangan takut– Ia berkata lagi dan aku berkata, “Adonai, itu hanya aku mau pergi ke surga, tapi tidak neraka, karena aku mendengar bahwa itu mengerikan!” Ia berkata, “Putri, Aku akan bersamamu. Aku tidak akan meninggalkan engkau di tempat itu dan Aku akan menunjukkanmu tempat itu karena banyak dari mereka tahu bahwa neraka itu ada, tetapi mereka tidak takut. Mereka percaya itu hanya permainan, bahwa neraka itu lelucon, dan banyak yang tidak tahu tentang itu. Karena itulah Aku menunjukkanmu tempat itu, karena lebih banyak mereka yang binasa daripada mereka yang masuk dalam kemuliaanKu.” Ketika Ia berkata itu, aku dapat melihat air mata mengalir pada jubahNya. Aku bertanya padaNya, “Adonai, mengapa Engkau menangis?” Ia menjawab, “Putri, karena lebih banyak mereka yang binasa, dan Aku akan memperlihatkanmu hal ini, sehingga engkau akan pergi dan memberitakan kebenaran itu, sehingga engkau tidak akan kembali ke tempat itu.”

NERAKA

[Diperlihatkan para bintang pop musik: Selena, Michael Jackson; Paus Yohanes Paulus II; bahayanya film-film karton seperti Pokemon]

Tiba-tiba, ketika Ia berbicara, semuanya mulai bergerak. Bumi berguncang dan terbelah, dan aku melihat sebuah lubang yang sangat gelap di bawahnya.

Kami berdiri di semacam batu dengan para malaikat mengelilingi kami. Aku berkata, “Adonai, aku tidak mau pergi ke tempat itu!” Ia berkata, “Putri, jangan takut Aku menyertaimu.” Dalam waktu sekejap kami menuruni lubang yang gelap itu. Aku mencoba utk melihat tetapi ada kegelapan yang sangat. Aku melihat lingkaran yang besar, dan mendengar berjuta-juta suara.

Aku begitu panas, aku merasa kulitku terbakar. Aku bertanya, “Adonai, apa ini? Aku tidak mau pergi ke tempat ini!” Adonai berkata ini hanyalah terowongan menuju neraka. Ada sebuah bau yang mengerikan, menjijikkan dan memabukkan, dan aku memohon Yeshua untuk tidak membawaku. Ia merespon, “Putri, ini perlu untukmu datang dan mengenal tempat ini.” Aku menangis, “Tetapi mengapa, Adonai, mengapa?” Dan Ia berkata, “Jadi engkau dapat memberitahukan kebenaran kepada umat manusia; umat manusia binasa, hilang, dan sedikit yang memasuki KerajaanKu.” Ketika mengatakan hal ini, Ia menangis. Kata-kataNya menguatkan dan menghiburku, jadi aku melanjutkan berjalan.

Kami tiba di ujung sebuah terowongan, ketika aku melihat ke bawah aku melihat sebuah jurang maut diselimuti api yang menyala-nyala. Adonai berkata “Putri, Aku memberikan ini kepadamu.” Itu adalah sebuah penjilid besar dengan kertas-kertas kosong. “Putri, ambil pensil ini sehingga engkau dapat menulis semua yang Aku akan perlihatkan kepadamu, apa yang akan engkau lihat dan dengar. Engkau akan menulis semuanya ketika engkau mengamatinya, ketika engkau akan menjalaninya.” Aku berkata, “Adonai, aku akan melakukannya, tetapi aku sudah melihat begitu banyak, Adonai. Aku melihat jiwa-jiwa yang tersiksa, dan api-api yang besar sekali.”

Maxima: Waktu terus berlalu, dan anakku masih tergeletak di sana. “Adonai, apa yang terjadi?” Air mata keluar dari matanya, tetapi ketika aku menghapusnya, maka akan keluar lagi. Aku meletakkan sebuah kaca di mulutnya utk melihat jika ia bernafas, tidak ada apa-apa. Kami mengecek nadinya, tidak ada. Kami meletakkan tangan di lambungnya, tidak ada. Hamba Adonai itu berkata, “Tempat di mana dia ada, bukanlah tempat yang penuh dgn senyuman tetapi sebuah tempat penyiksaan.”

Angelica: Aku memberitahukan Yeshua, “Aku akan bersaksi bahwa neraka itu nyata, bahwa neraka ada, tetapi keluarkan aku dari sini sekarang!” Dan Ia menjawab, “Putri, kita bahkan belum memasuki tempat itu, dan Aku belum menunjukkan kepadamu apa-apa, dan engkau sudah mau Aku membawamu keluar dari tempat ini?” “Adonai, tolong bawa aku keluar dari tempat ini,” aku berkata. Lalu kami mulai menuruni ke dalam jurang maut itu! Aku mulai menangis dan menjerit, “Adonai, tidak, tidak, tidak, tidak – aku tidak mau pergi!” dan Ia menjawab, “Engkau perlu melihat ini.”

Aku melihat setan-setan yang mengerikan, dari semua tipe, keduanya besar dan kecil. Mereka berlarian begitu cepat, dan membawa sesuatu di tangan mereka. “Adonai, mengapa mereka berlarian seperti itu dan apa yang mereka bawa?” Ia menjawab, “Putri, mereka berlari demikian karena mereka tahu waktu mereka telah habis, karena waktu begitu singkat untuk menghancurkan umat manusia dan terutama umat-umatKu. Apa yang mereka bawa di tangan mereka adalah anak-anak panah utk menghancurkan manusia, karena setiap setan diberikan nama dan sesuai dgn nama yang diberikan kepada mereka, mereka memiliki sebuah anak panah utk menghancurkan org tsb dan membawanya ke tempat ini; tujuan mereka adalah menghancurkan orang itu dan membawanya ke neraka.” Dan aku melihat para setan-setan berlarian dan keluar menuju Bumi dan Ia memberitahukanku, “Mereka menuju Bumi utk membawa dan melemparkan manusia ke dalam tempat ini.” Ketika Ia berkata hal ini, Ia menangis, Ia menangis dengan sangat. Ia menangis setiap saat dan aku jg menangis.

Maxima: Anakku mati selama 23 jam, tetapi aku tidak memberitahukan pihak yang berwajib. Aku berdoa, “Adonai, aku akan menunggu selama 24 jam. Jika anakku tidak kembali dalam 24 jam, aku akan memanggil seorang dokter.” Tetapi, Adonai membawanya kembali sebelum waktu 24 jam itu habis.

Angelica: Adonai berkata, “Apakah engkau siap untuk melihat apa yang akan Aku tunjukkan kepadamu?” “Ya Adonai,” aku menjawab. Ia membawaku ke suatu sel di mana aku dapat melihat seorang pemuda yang tersiksa di tengah api. Aku memperhatikan sel itu disebutkan, walaupun aku tidak bs mengerti angka-angka itu, sepertinya mereka terhitung mundur. Ada sebuah plakat yang besar dalam sel itu, dan pria muda itu memiliki angka “666” pada dahinya. Ia juga memiliki plat logam yang besar bertahtakan di kulitnya. Cacing-cacing yang memakannya, tidak dapat merusak plat tsb; maupun juga nyala api yang membakarnya. Ia berteriak, “Adonai, kasihanilah aku. Bawa aku keluar dari tempat ini. Ampunilah aku, Adonai!” Tetapi Yeshua menjawab, “Itu sudah terlambat, terlalu terlambat: Aku memberikanmu kesempatan-kesempatan dan engkau tidak mau bertobat.”

Aku bertanya kepada Yeshua, “Adonai, mengapa ia ada di sini?” Lalu aku mengenalnya. Di bumi, pemuda ini mengenal Firman Adonai, tetapi tiba-tiba ia berjalan menjauh dari Adonai, lebih memilih alkohol, obat-obatan dan berjalan dalam jalan yang tidak benar. Ia tidak mau mengikuti jalan Adonai. Yeshua banyak memperingatkannya apa yang akan terjadi padanya. Yeshua berkata, ” Putri, ia ada di tempat ini karena siapapun yang menolak firmanKu sudah memiliki seorang hakim : Firman itu yang Aku katakan akan menghakiminya di hari terakhir,” Yohanes 12:48, lalu Yeshua menangis.

Ketika Adonai menangis, itu berbeda dari yang kita lakukan. Ia akan menangis dgn rasa sakit di dalam hatiNya dan Ia akan menangis sangat tersedu-sedu. “Aku tidak menciptakan neraka bagi manusia,” Yeshua berkata. Maka aku bertanya kepadaNya, “Lalu mengapa manusia ada di sini, Adonai?” Ia menjawab, “Putri, Aku menciptakan neraka bagi Satan dan malaikat-malaikatnya, yaitu para setan-setan; Matius 25:41 tetapi, karena dosa dan kurangnya pertobatan, manusia berakhir di tempat ini, dan lebih banyak yang binasa daripada mereka yang mencapai kemuliaanKu!” Matius 7:14. Ia terus menangis dan itu sangat menyakitiku melihat bagaimana Ia menangis. “Putri, Aku memberikan hidupKu bagi manusia, sehingga mereka tidak akan binasa, sehingga mereka tidak akan berakhir di tempat ini. Aku memberikan hidupKu dengan kasih dan belas kasihan, sehingga manusia akan menuju pertobatan dan dapat masuk Kerajaan Surga.” Yeshua akan mengerang seperti seseorang yang tidak dapat lagi menahan rasa sakitnya, itulah banyaknya rasa sakit saat Ia melihat orang-orang itu di sini.

Bersama Yeshua, membuatku merasa aman. Aku berpikir, “Jika aku melepaskan Adonai, aku akan terjebak di sini!” Aku bertanya, “Yeshua, apakah aku memiliki saudara di tempat ini.” Ia memandangku ketika aku menangis dan Ia berkata, “PutriKu, Aku bersamamu,” karena aku begitu ketakutan. Ia membawaku ke sel yang lain. Aku tidak dapat membayangkan melihat seseorang saudaraku di dalam sel itu. Aku melihat wanita ini tersiksa, ia memiliki cacing-cacing yang akan memakan wajahnya, dan setan-setan akan menghujamkan tombak tertentu ke tubuhnya. Ia akan berteriak, “Tidak, Adonai, kasihanilah aku, tolong, bawa aku keluar dari tempat ini utk satu menit!”

Di Neraka, orang-orang akan tersiksa dengan ingatan-ingatan yang mereka lakukan di Bumi. Para setan akan memperolok mereka dan mengatakan, ”Sembah dan pujilah karena inilah kerajaanmu!” dan orang-orang tsb akan menjerit mengingat bahwa mereka mengenal Adonai, karena mereka mengenal FirmanNya. Mereka yang mengenal Adonai tersiksa dua kali lipat.

Adonai berkata, “Tidak ada kesempatan lagi [bagi mereka yang di sini]; masih ada kesempatan bagi mereka yang hidup.” Aku bertanya kepadaNya, “Adonai, mengapa nenek buyutku ada di sini? Aku tidak tahu bahwa ia pernah mengenalMu. Mengapa ia ada di neraka, Adonai?” Ia menjawab, “Putri, ia ada di sini karena ia gagal utk mengampuni… Putri, ia yang tidak dapat mengampuni, Aku juga tidak akan mengampuninya.”

Aku bertanya, “Adonai, tetapi Engkau dapat mengampuni, dan Engkau penuh dgn belas kasihan.” Dan Ia menjawab, “Ya, Putri, tetapi itu perlu untuk mengampuni, karena mereka tidak dapat mengampuni banyak orang dan itu sebabnya ada banyak orang di tempat ini, karena mereka gagal untuk mengampuni… Pergi dan beritahukan manusia bahwa ini saatnya untuk mengampuni, dan terutama umatKu, banyak dari umatKu yang tidak dapat mengampuni. Beritahukan mereka untuk membuang dari diri mereka dendam, kekecewaan, kebencian dari hati mereka, karena inilah waktunya untuk mengampuni! Jika kematian menjadi kejutan bagi orang yang telah gagal utk mengampuni, maka orang itu akan pergi ke neraka, karena tidak ada seorangpun yang dapat membeli kehidupan.” Ketika kami meninggalkan tempat itu, nenek buyutku telah ditelan oleh api dan ia menjerit, “Aaaah,” dan mulai menghujat nama Elohim, ia akan mengutuki Dia; setiap orang di neraka menghujat melawan Elohim.

Ketika kami meninggalkan tempat itu, aku dapat melihat neraka penuh dgn jiwa yang tersiksa. Banyak orang akan mengulurkan tangan mereka keluar, memohon Yeshua untuk menolong mereka dan membawa mereka keluar dari sana. Tetapi Adonai tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka dan mereka akan mulai menghujat Elohim. Kemudian Yeshua akan menangis dan berkata, “Ini menyakitkan Aku untuk mendengar mereka, itu menyakitkanKu melihat apa yang mereka lakukan, karena Aku tidak bisa lagi berbuat apapun bagi mereka. Apa yang akan Kuberitahukan padamu adalah bahwa Aku masih mempunyai kesempatan bagi dia yang masih di Bumi, yang belum mati, yang masih hidup; ia masih memiliki waktu untuk bertobat!”

Adonai mengatakan kepadaku ada banyak orang terkenal di neraka, dan juga banyak orang yang tahu tentang Adonai. Ia berkata, “Aku akan menunjukkan kepadamu bagian lain dari tungku.” Kami datang ke suatu tempat di mana seorang wanita dikelilingi oleh api. Ia dalam siksaan yang besar dan akan menjerit, memohon kepada Adonai untuk belas kasihan. Yeshua menunjuk kepadanya dengan tanganNya dan berkata, “Putri, wanita yang engkau lihat di sana, yang dikelilingi oleh api, adalah Selena.” Ketika kami mulai semakin dekat, ia berteriak, “Adonai, kasihanilah aku, maafkan aku Adonai, bawa aku keluar dari tempat ini!” Tetapi Adonai memandangnya dan berkata, “Sudah terlambat, sudah terlalu terlambat. Engkau tidak dapat bertobat sekarang.” 

Ia melihatku dan berkata, “Tolong, aku mohon, pergi beritahu orang-orang tentang ini, tolong berbicara dan jangan diam, pergi dan beritahu mereka untuk tidak datang ke tempat ini, pergi dan beritahu mereka untuk tidak mendengarkan laguku, atau menyanyikan lagu-laguku.” Jadi aku bertanya padanya, “Kenapa kau ingin aku pergi dan mengatakannya?” Dan ia menjawab, “Karena setiap kali orang bernyanyi dan mendengarkan lagu-laguku, aku bahkan lebih tersiksa, orang yang melakukan hal ini, yang bernyanyi dan mendengarkan lagu-laguku, sedang berjalan ke tempat ini. Tolong, pergi beritahukan mereka untuk tidak datang ke sini, pergi beritahukan mereka bahwa neraka itu nyata!” Ia akan menjerit dan setan-setan akan melemparkan tombak dari jauh ke dalam tubuhnya dan ia akan menangis, “Tolong aku, Adonai, kasihanilah aku, Adonai!” Tapi sayangnya, Adonai berkata, “Ini adalah terlambat.”

Aku melihat seluruh daerah itu, penuh dengan penyanyi dan seniman yang telah meninggal. Yang mereka lakukan adalah menyanyi dan menyanyi, mereka tidak akan berhenti bernyanyi. Adonai menjelaskan, “Putri, orang yang ada di sini, harus terus melakukannya di sini, apa pun yang mereka lakukan di bumi, jika mereka tidak bertobat.”

Ketika aku sedang mengamati daerah itu, aku melihat banyak setan yang menumpahkan turun beberapa jenis hujan. Aku benar-benar pikir itu hujan. Tapi aku melihat orang-orang di dalam api melarikan diri dari hujan dan berteriak, “Tidak, tolong aku, Adonai! …Tidak, ini tidak bisa,” dan setan akan tertawa dan mengatakan kepada orang-orang itu, “Pujilah dan menyembahlah karena ini adalah kerajaanmu selama-lamanya!” Aku melihat api dan cacing orang-orang itu akan meningkat bertambah banyak! Tidak ada air di sana, itu adalah belerang yang akan menambahkan api dan meningkatkan penderitaan setiap orang. Aku bertanya kepada Yeshua, “Apa yang terjadi…Adonai, apa ini?” Adonai menjawab, “Ini adalah upah dari siapapun yang tidak bertobat.” (Mazmur 11:6)

Lalu Adonai membawaku ke tempat dimana ada seorang yang sangat terkenal. Sebelumnya, aku biasanya hidup sebagai seorang gadis muda Kristen yang berpikiran ganda. Dulu aku berpikir bahwa setiap orang yang mati akan pergi ke Surga, bahwa mereka yang merayakan misa, juga akan masuk surga, tapi aku salah. Ketika Paus Yohanes Paulus II meninggal, teman-teman dan kerabat akan memberitahuku bahwa ia telah pergi ke surga. Semua berita di TV, pada Extra dan banyak tempat lainnya akan berkata, “Paus Yohanes Paulus II telah meninggal, semoga ia beristirahat dalam damai. Ia sekarang bersukacita dengan Adonai dan malaikat di surga” dan aku percaya semua itu. Tapi aku hanya menipu diriku sendiri, karena aku melihat dia di neraka, yang tersiksa oleh api. Aku menatap wajahnya, itu adalah Yohanes Paulus II (John Paul II)!! Adonai berkata padaku, “Lihat, Putri, pria yang engkau lihat itu di sana, adalah Paus Yohanes Paulus II. Ia ada di sini di tempat ini; ia sedang tersiksa karena ia tidak bertobat.”

Tapi aku bertanya, “Adonai, mengapa ia ada di sini? Ia biasa berkhotbah di gereja.” Yeshua menjawab, “Putri, tidak ada pezinah, tidak ada penyembah berhala, tidak ada orang yang serakah dan tidak ada pendusta yang akan mewarisi Kerajaan-Ku.” (Efesus 5:5) Aku menjawab, “Ya, aku tahu itu benar, tapi aku ingin tahu mengapa ia ada di sini, karena ia biasa berkhotbah kepada banyak orang!” Dan Yeshua menjawab, “Ya, Putri, ia mungkin telah mengatakan banyak hal, tetapi ia tidak pernah berbicara kebenaran seperti yang ada [di Alkitab]. Ia tidak pernah mengatakan kebenaran dan mereka tahu kebenaran dan meskipun ia tahu kebenaran, ia lebih menyukai uang daripada berkhotbah tentang keselamatan. Ia tidak menawarkan kenyataan; tidak mengatakan bahwa neraka itu nyata dan surga juga ada [sewaktu masih hidup]; Putri, sekarang dia ada di sini di tempat ini.”

Ketika aku melihat pria ini, ia memiliki ular besar dengan jarum-jarum, melilit tenggorokannya, dan ia akan mencoba untuk melepasnya. Aku memohon dengan Yeshua, “Adonai, bantulah dia!” Pria itu akan berteriak, “Tolong aku, Adonai, kasihanilah aku, bawa aku keluar dari tempat ini, maafkan aku, aku bertobat, Adonai! Aku ingin kembali ke bumi, aku ingin kembali ke bumi untuk bertobat.” Adonai mengamati dia dan berkata kepadanya, “Engkau sangat tahu dengan baik. Engkau tahu benar bahwa tempat ini nyata… Sudah terlambat; tidak ada kesempatan lagi untukmu.”

Adonai berkata, “Dengar, Putri, Aku akan menunjukkan kehidupan orang ini.” Yeshua menunjukkan layar besar di mana aku bisa mengamati bagaimana orang ini menawarkan misa berkali-kali kepada orang banyak. Dan bagaimana orang-orang yang ada begitu menyembah berhala. Yeshua berkata, “Dengar, Putri, ada banyak penyembah berhala di tempat ini. Penyembahan berhala tidak akan menyelamatkan, Putri. Aku satu-satunya yang menyelamatkan, dan di luar Aku, tidak ada yang menyelamatkan. Aku mengasihi pendosa, tetapi Aku benci dosa, Putri. Pergi dan beritahukan manusia bahwa aku mengasihi mereka dan bahwa mereka perlu datang kepada-Ku.”

Ketika Adonai sedang berbicara, aku mulai melihat bagaimana orang ini menerima banyak sekali koin dan uang kertas; uang, semua yang dia akan simpan. Ia punya begitu banyak uang. Aku melihat gambar orang ini duduk di atas takhta, tetapi aku juga bisa melihat lebih dari itu. Memang benar bahwa orang-orang ini [para Paus dan para pemimpin gereja Katolik lainnya: Uskup, pastor] tidak menikah, aku dapat meyakinkanmu, aku tidak mengada-ada, Adonai menunjukkan kepadaku, orang-orang itu tidur dengan biarawati; dengan banyak perempuan di sana!

Adonai menunjukkan kepadaku orang-orang ini hidup dalam percabulan, dan Firman mengatakan bahwa pezinah tidak akan mewarisi Kerajaan-Nya. Saat aku sedang menonton semua ini, Adonai berkata, “Lihat Putri, semua ini yang aku tunjukkan kepadamu adalah apa yang terjadi, apa yang ia jalani dan apa yang terus terjadi di antara banyak orang, di antara banyak imam dan paus yang ada.” Kemudian Ia berkata, “Putri, pergi dan beritahukan manusia bahwa sudah waktunya untuk berbalik kepadaKu.”

Adonai menunjukkan kepadaku sebuah tempat di mana banyak orang berjalan ke neraka. Aku bertanya padaNya, “Adonai, bagaimana mereka berjalan kaki ke tempat ini?” Ia menjawab, “Aku akan menunjukkan.” Ia menunjukan sebuah terowongan dengan banyak orang berjalan melewatinya. Orang-orang ini dirantai dari tangan hingga kaki. Mereka berpakaian hitam dan membawa beban di punggung mereka. Yeshua berkata, “Lihatlah Putri, orang-orang yang engkau lihat di sana, orang-orang itu belum mengenal Aku. Apa yang mereka bawa di punggung mereka adalah dosa, tapi pergi dan beritahukan mereka untuk mengubah beban mereka kepada-Ku, dan Aku akan memberikan mereka istirahat; bahwa Akulah Dia yang mengampuni segala dosa mereka… Putri, pergi dan beritahukan orang-orang untuk datang kepadaKu, karena Aku menunggu mereka dengan tangan terbuka, dan pergi beritahu mereka bahwa mereka sedang berjalan ke tempat ini.”

Saat aku sedang menonton orang-orang berjalan, aku berkata, “Adonai, orang di sana adalah sepupuku, pemuda itu adalah sepupuku, Adonai, dan gadis muda itu yang turun juga sepupuku, keluargaku akan datang ke tempat ini!” Dia menjawab, “Putri, mereka berjalan ke tempat ini, namun pergi dan beritahu mereka ke mana mereka berjalan, pergi dan beritahu mereka mereka berjalan ke neraka. Pergi dan beritahu mereka bahwa Aku telah memilihmu sebagai penjagaKu… Aku telah memilihmu sebagai penjagaKu, karena itu berarti engkau mengatakan kebenaran. Engkau harus pergi dan beritahu semua yang telah Aku tunjukkan kepadamu. Jika engkau tidak berbicara dan sesuatu terjadi kepada orang itu, darahnya akan ditumpahkan ke atasmu, tetapi jika engkau pergi dan melakukan seperti yang telah Aku katakan, maka orang tersebut memiliki pertanggung jawaban denganKu. Jika orang tersebut tidak bertobat, maka tanggung jawab yang ada padamu akan diangkat, karena pertanggung jawaban itu akan berdiam pada orang itu dan darahnya tidak akan ditumpahkan ke atasmu. (Yehezkiel 3:18)

Yeshua mengatakan kepadaku bahwa banyak orang terkenal sedang berjalan ke tempat itu, orang-orang terkenal dan penting. Ambil contoh, Michael Jackson. Orang ini terkenal di seluruh dunia tetapi ia adalah seorang pengikut setan. Meskipun banyak orang mungkin tidak melihat seperti itu, tapi itu adalah kebenaran. Orang ini memiliki perjanjian setan: ia datang pada kesepakatan dengan iblis demi mencapai ketenaran dan menarik banyak penggemar.

Langkah-langkah tarian yang ia [Michael Jackson] lakukan, aku melihat, itulah cara setan-setan berjalan sambil menyiksa orang di neraka. Mereka akan bergeser mundur dan tidak bergerak maju, sementara mereka berteriak; menikmati penderitaan yang mereka jatuhkan pada orang-orang. Biarkan aku memberitahumu bahwa Michael Jackson di neraka. Adonai menunjukkannya kepadaku setelah Michael meninggal. Ia membiarkan aku melihat Michael Jackson disiksa di dalam api. Aku menangis kepada Yeshua, “Mengapa?” Tidak mudah untuk melihat bagaimana orang ini sedang disiksa dan bagaimana ia akan berteriak. Siapapun yang mendengarkan lagu-lagu Michael Jackson atau bernyanyi dagan mereka atau penggemar Michael Jackson, aku memperingatkan engkau bahwa setan telah menjebak engkau dalam jaringnya sehingga engkau akan berakhir di neraka. Saat ini juga, tinggalkan itu dalam nama Yeshua! Yeshua ingin membebaskan engkau, sehingga engkau tidak akan terhilang.

Adonai berkata, “Putri, ada juga orang yang mengenalKu, yang sedang berjalan ke tempat ini.” Aku bertanya, “Adonai, bagaimana mungkin orang yang mengenalMu juga datang ke sini?” Ia menjawab, “Orang yang telah meninggalkan jalan-jalanKu dan orang yang menjalani kehidupan ganda.” Ia mulai menunjukkan aku orang-orang yang berjalan ke neraka. Mereka terikat dari tangan mereka ke kaki mereka.

Mereka [Kristen munafik dan murtad] masing-masing mengenakan pakaian putih, tetapi itu robek, kotor dan kusut. Yeshua berkata, “Putri, lihatlah bagaimana umatKu telah berjalan menjauh dari Aku. Putri, aku ingin memberitahu engkau bahwa Aku tidak datang untuk orang-orang ini. Aku datang bagi orang-orang kudus, yang siap, tanpa cacat, tanpa kerutan dan tanpa kecemaran… Pergi dan beritahu mereka untuk kembali ke jalan semula.” (Ef. 5:26-27) Aku mulai melihat banyak dari paman-pamanku dan banyak orang-orang lain yang telah berjalan menjauh dari jalan Adonai. “Pergi dan beritahu mereka bahwa Aku menunggu mereka, untuk menyerahkan beban mereka kepada-Ku, dan Aku akan memberikan mereka istirahat.” Yeshua menangis, “Putri, mereka akan datang dengan cara ini. Pergi dan beritahu pamanmu; pergi dan beritahu kerabatmu bahwa mereka akan datang dengan cara ini. Putri, banyak yang tidak mempercayaimu, tetapi Aku adalah saksi setiamu, Akulah saksi setiamu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Bahkan jika mereka tidak percaya, Putri, pergi dan beritahukan mereka kebenaran, karena Aku bersamamu, Aku juga akan menunjukkan kepadamu, Putri, bagaimana orang-orang tiba di tempat ini.”

Kami pergi ke sebuah terowongan di mana terdapat banyak orang jatuh ke jurang maut. Bukan 1000, bukan 2000, tetapi sebanyak pasir di laut, tak terhitung jumlahnya. Mereka jatuh dlm sedetik, seperti segenggam pasir yang dilemparkan ke bawah. Jiwa-jiwa itu jatuh dengan pesat. Yeshua menangis, Ia berkata, “Putri, ini adalah bagaimana manusia binasa; inilah bagaimana mereka terhilang… Putri, hal itu menyakitkanKu untuk melihat bagaimana manusia binasa”

Yeshua berkata, “Setan-setan juga mengadakan pertemuan di tempat ini.” Dan aku berkata, “Setan mengadakan pertemuan?” Yeshua berkata, “Ya, Putri, mereka bertemu untuk merencanakan, untuk merencanakan apa yang akan mereka lakukan kepada manusia. Mereka mengadakan pertemuan rahasia setiap hari.” Dan dengan itu, Yeshua membawaku ke sebuah sel, di mana aku melihat sebuah meja kayu dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Dan ada para setan – semua jenis setan. Yeshua menjelaskan, “Putri, mereka sekarang berencana untuk pergi dan menghancurkan keluarga pendeta, para misionaris, para penginjil dan semua orang yang mengenal Aku. Putri, mereka ingin menghancurkan mereka; mereka memiliki banyak anak panah.”

Setan-setan akan tertawa dan mengejek dan berkata, “Mari kita hancurkan manusia dan bawa ke tempat ini.” Yeshua berkata, “Pergilah dan katakan pada mereka bahwa aku bersama mereka. Katakan kepada mereka untuk tidak meninggalkan pintu terbuka, untuk tidak meninggalkan tempat bagi setan, karena setan berjalan di sekitar seperti singa yang mengaum, mencari orang yang dapat ia telan.(1Petrus 5:18 )Tetapi Firman itu mengatakan, “ia berjalan seperti “, karena Singa yang sesungguhnya, adalah Singa Yehuda, Yeshua Ha Mashiah dari Nazaret (Wahyu 5:5)! Yeshua berkata, “Putri, mereka terutama ingin menghancurkan para gembala dan keluarga mereka.” Aku bertanya, “Mengapa mereka ingin menghancurkan keluarga para gembala?” Dan Yeshua menjawab, “Karena mereka bertanggung jawab atas ribuan orang yang merupakan domba yang berlipat-lipat, domba yang berlipat-lipat yang Adonai telah berikan kepada mereka. Mereka ingin orang-orang ini kembali ke dunia lagi; melihat ke belakang dan berakhir di neraka… Pergi dan beritahukan para gembala untuk berbicara kebenaran. Pergilah dan katakan pada mereka untuk memberitakan kebenaran dan untuk berbicara segala sesuatu yang Aku katakan pada mereka dan untuk tidak pernah menyimpannya bagi diri mereka sendiri apa yang Aku katakan kepada mereka!”

Ketika kami meninggalkan tempat itu dan Ia berkata, “Aku ingin menunjukkan hal lain… Ada juga anak-anak di tempat ini.” Dan aku menjawab, “Anak-anak di tempat ini, Adonai? Mengapa ada anak-anak di sini? Firman-Mu mengatakan, Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.(Matius 9:14) Yeshua menjawab, “PutriKu, itu benar, yang demikian adalah Kerajaan Surga, tetapi anak itu harus datang kepada-Ku, karena ia yang datang kepada-Ku tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37). Seketika, Adonai menunjukkan kepadaku seorang anak berusia delapan tahun tersiksa di dalam api. Anak itu menangis, “Adonai kasihanilah aku, bawa aku keluar dari tempat ini, aku tidak ingin berada di sini!” Ia terus menangis dan menjerit. Aku melihat setan di sekitar anak ini, yang menyerupai tokoh-tokoh kartun. Ada Dragon, Boyz, Ben 10, Pokémon, Doral, dll. “Adonai, mengapa anak ini di sini? Yeshua menunjukkan layar besar dari kehidupan anak ini. Aku melihat bagaimana ia menghabiskan seluruh waktunya di depan TV, menonton kartun-kartun ini.

Yeshua berkata, “Putri, animasi kartun ini, film-film itu, opera sabun yang dilihat setiap hari di TV merupakan instrumen setan untuk menghancurkan manusia… Lihatlah, Putri bagaimana ini dapat terjadi.” Aku melihat bagaimana anak itu memberontak dan tidak taat kepada orang tuanya. Ketika orang tuanya berbicara kepadanya, ia akan melarikan diri, melempar sesuatu dan tidak mematuhi mereka. Setelah ini terjadi, sebuah mobil melindasnya dan mengakhiri hidupnya. Yeshua berkata, “Sejak itu, ia telah berada di tempat ini.”

Aku menatap anak itu ketika dirinya sedang tersiksa. Yeshua berkata, “Putri, pergi dan katakan kepada para orang tua untuk mengarahkan anak mereka seperti merupakan tertulis dalam Firman-Ku. (Amsal 22:6)Firman Adonai itu nyata, memberitahu kita untuk mendidik anak dengan tongkat, tetapi tidak setiap saat, hanya ketika anak itu tidak taat kepada orang tuanya. (Amsal 22:15). [Mendisiplin anak dengan kasih bukan dengan marah yang tidak terkendali; para ayah dan pria bisa ikut seminar “Camp Pria Sejati” dari Christian Men’s Network]

Adonai mengatakan padaku sesuatu yang sangat sedih dan sangat menyakitkan. Ia berkata, “Putri, ada banyak anak-anak di tempat ini karena kartun animasi, karena pemberontakan.” Aku bertanya kepadaNya, “Adonai, mengapa animasi kartun dipersalahkan untuk hal ini?” Dan Ia menjelaskan, “Karena mereka adalah setan-setan yang membawa pemberontakan, ketidaktaatan, kepahitan dan kebencian kepada anak-anak; dan para setan lain memasuki anak-anak ini, sehingga mereka tidak melakukan hal-hal yang baik, tetapi melakukan apa yang buruk: apapun yang anak-anak lihat di TV, mereka ingin melakukannya dalam kenyataan.” Neraka ada, neraka adalah nyata, dan bahkan anak-anak harus memutuskan dengan siapa mereka akan pergi. Aku berkata, “Adonai, katakan padaku, mengapa ada anak-anak di tempat ini?” Dan Yeshua menjawab, “Begitu anak-anak memiliki pengetahuan bahwa ada surga dan neraka, maka mereka memiliki tempat untuk memilih.”

KERAJAAN SURGA

Ada banyak lagi hal yang bisa dikatakan tentang neraka, tetapi sekarang aku akan berbagi apa yang aku lihat di Surga. Yeshua berkata, “Putri, sekarang Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang telah Aku siapkan bagi umat-Ku yang Kudus.” Kami meninggalkan tempat itu, keluar melalui terowongan. Sementara perjalanan melewati terowongan ini, kami tiba-tiba keluar ke tempat di mana ada terang. Aku tidak melihat kegelapan lagi, siksaan atau api. Ia berkata, “Putri, aku akan menunjukkan kepadamu kemuliaan-Ku,” dan kami mulai naik ke Kerajaan Surga! Segera kami tiba di sebuah pintu dengan huruf raksasa yang ditulis dalam emas, katanya: “Selamat datang di Kerajaan Surga.” Yeshua berkata, “Putri, masuklah, karena Akulah Pintu itu dan ia yang masuk melalui Aku, akan masuk, akan berjalan dan akan menemukan padang rumput.” (Yohanes 10:9)

Setelah Adonai mengucapkan kata-kata ini, pintu itu terbuka dan kami masuk. Aku melihat para malaikat memberikan kemuliaan, kehormatan dan pujian kepada Bapa Surgawi kita! (Wahyu 7:11-12) Ketika kami terus berjalan, kami mendekati sebuah meja yang aku bisa lihat pada ujung awalnya, tetapi tidak pada ujung akhirnya. (Wahyu 19:9) Aku mengamati takhta yang besar, dan takhta yang lebih kecil dikelilingi oleh ribuan kursi. Di antara kursi pakaian ada bersama jubah-jubah dengan mahkota. Adonai memberitahu aku, “Putri, mahkota yang engkau lihat adalah mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10)

Yeshua berkata, “Dengar, Putri, ini adalah apa yang telah Aku siapkan bagi umat-Ku.” Aku melihat bahwa meja itu ditutupi dengan taplak meja yang putih dengan emas di tepinya. Ada piring, gelas emas, buah-buahan; semuanya disediakan. Sangat indah. Ada sebuah bejana yang sangat besar di tengah meja, yang berisi anggur utk makan malam. Dan Yeshua berkata, “Putri, semuanya sudah siap untuk kedatangan Gereja-Ku.”

Kami pergi ke tempat lain, di mana aku melihat banyak orang di taman. Ada juga orang terkenal dari Alkitab, tetapi mereka tidak berumur, mereka muda. Ada pemuda ini dengan saputangan besar di tangannya yang menari dan bebrputar-putar dan memuji Adonai. Yeshua berkata, “Putri pemuda itu yang engkau lihat adalah hamba-Ku, Daud.” Ia memberikan kemuliaan kepada Bapa. Tiba-tiba, seorang pemuda melewati dan Yeshua berkata, “Putri, dia adalah Yosua, ia adalah Musa, pemuda lainnya itu adalah Abraham.” Yeshua akan memanggil mereka dengan nama mereka. Mereka semua memiliki roman muka yang sama! Yeshua berkata, “Putri, wanita itu yang engkau lihat adalah hamba-Ku, Maria Magdalena; hamba-Ku, Sarah.”

Tapi kemudian Ia berkata, “Putri, dia adalah Maria. Maria, yang melahirkan Yeshua Ha Mashiah, yaitu Aku. Putri, Aku ingin memberitahu engkau bahwa ia tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi di Bumi. Aku ingin mengatakan kepadamu yaitu engkau harus pergi dan beritahukan pada manusia, beritahukan penyembah berhala bahwa neraka itu nyata, dan bahwa penyembah berhala tidak akan mewarisi Kerajaan-Ku, tetapi pergi dan katakan pada mereka bahwa jika mereka bertobat, mereka dapat masuk ke dalam tempat tinggal surgawiKu. Pergi beritahu mereka bahwa Aku mencintai mereka dan beritahu mereka bahwa Maria tidak memiliki pengetahuan apa-apa [yang terjadi di bumi] dan satu-satunya yang mereka harus muliakan adalah Aku, karena bukan Maria, dan juga bukan St. Gregory ataupun santo lainnya dapat menawarkan keselamatan. Aku adalah Satu-satunya yang menyelamatkan dan di luar Aku – tidak ada seorangpun, tidak ada seorangpun, tidak ada seorangpun – yang menyelamatkan!” Ia mengulanginya tiga kali – tidak ada yang dapat menyelamatkan, hanya Ia yang menyelamatkan.

Umat manusia telah tertipu dengan mempercayai seolah-olah santo, yang mana bukan, tetapi adalah setan, yang bekerja melalui berhala yang dibuat oleh tangan manusia. Tapi, biar Aku beritahukan kepada engkau bahwa Adonai ingin memberikan yang terbaik. Ia ingin engkau untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga; untuk bertobat dan meninggalkan penyembahan berhala. Karena penyembahan berhala tidak akan menyelamatkanmu. Yeshua Ha Mashiah dari Nazaret adalah yang dapat menyelamatkan, yang memberikan nyawa-Nya bagimu, bagiku dan bagi semua umat manusia. Adonai memiliki pesan yang besar bagi manusia. Ketika la menangis, Dia berkata, “Tolong, Putri, jangan diam; pergi dan katakan yang sebenarnya, pergi dan katakan apa yang Aku telah tunjukkan kepadamu.”

Aku melihat bagaimana Maria menyembah Adonai, dan aku melihat wanita dengan rambut panjang yang sangat indah. Aku berkata, “Adonai, betapa cantiknya cara mereka memakai rambut mereka.” Ia berkata, “Putri, bahwa yang Anda lihat adalah kerudung yang aku berikan kepada seorang wanita.” Ia menambahkan, “Putri, pergi dan katakan pada wanita untuk merawat kerudung yang aku berikan kepada mereka.”

Kemudian Ia berkata, “Aku punya sesuatu yang perlu ditunjukkan kepadamu yang sangat penting.” Aku melihat jauh dan melihat sebuah kota yang bersinar, sebuah kota emas! Aku berkata, “Adonai, apa itu? Aku ingin pergi ke sana.” Ia menjawab, “Putri, Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang ada di sana. Apa yang engkau lihat adalah hunian surgawi, tempat tinggal surgawi yang siap utk umat-Ku.

Kami mulai berjalan, sampai kami mencapai jembatan emas. Saat kami berjalan di atasnya, kami tiba di jalan-jalan yang terbuat dari emas murni! (Wahyu 21:21)

Semuanya begitu indah, begitu brilian, seperti kaca bersinar, itu benar-benar supranatural, tak dapat dijelaskan! Kami melihat rumah-rumah surgawi, dan melihat ribuan malaikat membangunnya. Beberapa malaikat membangun dengan sangat pesat, yang lain membangun perlahan dan lainnya tidak membangun sama sekali. Aku bertanya kepada Adonai, “Mengapa beberapa malaikat membangun dengan pesat, sementara yang lain lebih lambat, dan beberapa dari mereka telah berhenti membangun?” Adonai menjelaskan, “Putri, itulah bagaimana umatKu bekerja di Bumi, dan para malaikat bekerja seperti anak-anakKu bekerja di Bumi…. Putri, umat-Ku tidak lagi menyebarkan Injil. Umat-Ku tidak lagi berpuasa. UmatKu tidak lagi pergi ke jalan-jalan untuk mendistribusikan traktat mengatakan kebenaran. UmatKu sekarang malu. Pergi dan katakan kepada umatKu untuk kembali ke jalan semula. Para malaikat yang engkau lihat tidak melakukan apa-apa itu milik kepunyaan orang-orang yang telah berjalan menjauh dari jalan-Ku. Putri, pergi dan katakan kepada umatKu untuk kembali ke jalan semula,” (Yeremia 6:16) dan dlm mengatakan ini la mulai menangis.

Aku mendengar orang lain menyanyi, jadi aku bertanya padaNya, “Adonai, aku ingin Engkau membawaku ke sana, di mana orang-orang sedang bernyanyi.” Yeshua sedang mengamatiku, aku bisa tahu bagaimana Ia mengamati aku, tapi aku tidak bisa melihat wajahNya, hanya gerakan wajah-Nya. Sementara air mata-Nya mengalir di atas jubah-Nya, aku bertanya kepadaNya mengapa Ia menangis. Tetapi la tidak akan menjelaskannya kepadaku.

Kemudian kami tiba di taman yang indah ini. Di sana, di antara rumah-rumah surgawi, aku melihat bunga-bunga yang bergoyang. Itu pasti nyanyian yang aku dengar. Adonai menunjuk dengan jari-Nya dan berkata, “Putri, lihat, mereka memujiKu; mereka menyembahKu! UmatKu tidak lagi melakukan seperti yang mereka lakukan sebelumnya. UmatKu tidak memujiKu lagi, tidak menyembah Aku lagi; tidak mencari Aku lagi seperti sebelumnya. Itu sebabnya Aku katakan, Putri, untuk pergi dan katakan kepada umatKu untuk mencari Aku, karena Aku akan datang, Aku akan datang, Aku akan datang – bagi orang-orang yang mencari Aku dalam roh dan kebenaran, bagi orang-orang yang siap, bagi orang-orang kudus!” Dan menangis Ia berkata, “Aku datang, Aku datang!” Lalu aku mengerti mengapa Ia menangis, karena la akan datang, tapi tidak bagi mereka yang setengah hati. Ia akan kembali hanya untuk orang yang mencari Dia dalam roh dan kebenaran.

Kemudian Adonai mengatakan padaku bahwa aku harus kembali ke bumi. Aku berkata, “Adonai, aku tidak ingin kembali ke Bumi? Apa maksudmu – Bumi? Aku ingin tinggal denganMu. Engkau membawaku ke sini dan aku tidak akan pergi ke manapun karena aku bersamaMu!” Yeshua berkata, “Putri, ini perlu buat engkau kembali ke Bumi untuk pergi dan bersaksi bahwa kemuliaanKu itu nyata, bahwa apa yang Aku tunjukkan kepadamu itu nyata, bahwa apa yang engkau lihat itu nyata – sehingga manusia akan datang kepadaKu, bertobat dan tidak binasa.” Menangis, aku jatuh ke kakiNya; di situ aku melihat luka di kaki-Nya. Aku bertanya, “Adonai, luka-luka apa di sini?” Ia menjawab, “Putri, itu adalah bekas luka dari hari kemarin, ketika Aku memberikan hidupKu bagi umat manusia.”

Ia juga menunjukkan bekas luka di tangannya, aku bertanya, “Adonai, mengapa Engkau masih memiliki itu?” Ia berkata, “Putri, itu adalah bekas luka yang tertinggal.” Jadi aku bertanya, “Apakah ini akan hilang?” Ia menjawab, “Putri, ini akan hilang ketika semua orang-orang kudus berkumpul kembali di sini… Putri, aku harus membawamu ke Bumi: keluargamu dan bangsa-bangsa sedang menunggumu.”

Aku mencoba untuk menolak tapi la menunjuk turun ke Bumi dengan jari-Nya dan berkata, “Lihat, orang-orang itu yang engkau lihat di bawah sana adalah keluargamu; tubuh yang engkau lihat di sana, adalah di mana engkau harus kembali… Ini waktunya untuk meninggalkan tempat ini.” Kemudian Ia membawaku ke sepanjang sungai yang jernih seindah kristal dan berkata, “Putri, masuklah ke sungai dan rendamlah dirimu.” Sebelum aku memasuki sungai kristal air kehidupan, aku mengalami sukacita yang tak terlukiskan, namun setelah aku merendamkan diri dan keluar, aku sangat gembira. Aku pikir aku tidak perlu kembali ke rumah, tetapi Adonai berkata kepadaku, “Putri, engkau harus kembali ke Bumi… Putri, aku akan menunjukkan kepadamu sesuatu: Bagaimana Aku datang ke Bumi bagi orang-orang kudus. Aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana hari Pengangkatan itu akan terjadi.”

HARI PENGANGKATAN & HARI KESUKARAN BESAR

Kami berjalan ke suatu tempat dengan layar raksasa, dan aku melihat orang-orang di dalamnya. Aku bisa mengamati seluruh dunia. Lalu tiba-tiba aku melihat ribuan orang menghilang. Wanita-wanita hamil telah menghilang kehamilannya, dan mereka tampak seperti gila berteriak-teriak. Anak-anak telah menghilang dari keseluruhan. Banyak orang lari dari sini ke sana, berteriak, “Ini tidak bisa, hal ini tidak bisa terjadi! Apa yang terjadi?”

Aku melihat orang-orang yang telah mengenal Adonai, yang tertinggal. Mereka mengatakan bahwa Ha Mashiah telah datang, Pengangkatan terjadi. Mereka berteriak dan ingin bunuh diri, tetapi mereka tidak bisa mati. Adonai berkata kepadaku, “Putri, pada hari-hari itu, maut akan lari; putri, pada hari-hari itu Roh Kudus tidak akan ada lagi di Bumi.” (Wahyu 9:6) Ada kecelakaan-kecelakaan tetapi aku tidak melihat orang mati seorangpun: mereka semua hidup, walaupun terluka.

Aku mengamati lalu lintas yang luar biasa dengan ribuan orang. Ia berkata, “Putri, lihat, ini adalah bagaimana segala sesuatu akan terjadi.” Aku kemudian melihat orang-orang berlari dari satu tempat ke tempat lain, berteriak, “Ha Mashiah telah datang, Ha Mashiah telah datang!” Mereka akan memohon, “Adonai, maafkan aku, maafkan aku, bawa aku denganMu!”

Tapi sayangnya Adonai berkata, “Ini akan sangat terlambat. Waktu untuk bertobat adalah sekarang… Putri, pergi katakan pada manusia untuk mencari Aku, karena selama waktu itu tidak akan ada lagi kesempatan. (Yesaya 55:6) Putri, itu akan terlalu terlambat bagi semua orang yang tertinggal.” Ketika Yeshua mengamati bagaimana orang tertinggal, Ia mulai menangis dan berkata, Putri, Aku akan pergi ke Bumi sebagaimana dikatakan dalam 1 Tesalonika 4:16-17 : Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Elohim berbunyi, maka Adonai sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Ha Mashiah akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Adonai di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Adonai.

Tapi tidak semua orang akan pergi dengan Adonai, hanya mereka yang melakukan kehendak-Nya (Matius 7:21) dan hidup dalam kekudusan. Karena Adonai mengatakan padaku, “Hanya mereka yang kudus yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, (Ibrani 12:14), Tidak ada seorangpun yang tahu, baik hari maupun saatnya dimana Aku akan datang bagi umatKu yang kudus, bahkan malaikat pun tidak mengetahuinya.” (Matius 24:36)

Pada layar aku melihat orang-orang berlarian. Majalah dan berita TV mengatakan bahwa “HA MASHIAH TELAH DATANG.” Layar itu tertutup, dan Yeshua menyelesaikan dengan berkata, “Aku akan datang untuk orang-orangKu yang kudus.” Ini semua yang la tunjukkan. Setelah itu, Ia membawa aku kembali ke Bumi.

Dengan malaikat berkumpul di sekeliling, kami mulai menuruni tangga yang indah ini; anak-anak tangga putih dengan bunga-bunga di sekitar mereka. Aku menangis sepanjang jalan, memohon dengan Yeshua, “Adonai, tolong, jangan tinggalkan aku di sini. Bawa aku denganMu!” Ia menjawab, “Putri, bangsa-bangsa, keluargamu sedang menunggumu… Putri, engkau harus masuk tubuh itu. Engkau harus menerima kehidupan, putri, sehingga engkau dapat pergi dan bersaksi apa yang telah engkau lihat. Banyak yang tidak akan percaya; banyak orang akan percaya padamu, tetapi Akulah Saksimu yang setia. Aku bersamamu. Aku tidak pernah akan meninggalkanmu.”

ANGELICA KEMBALI KE BUMI

Maxima: Ketika anakku kembali, kami menunggu di sana, dan ia merentangkan tubuhnya di lantai. Ia bersuara, “uuhmm,” tidak ada yang lain. Aku berkata, “Terima kasih, Adonai, karena anakku kembali!”

Kami semua mengucap syukur kepada Adonai. Segera ia mulai bernapas perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Setelah sekitar lima jam, ia bisa membuka matanya dan berbicara. Pada awalnya kami tidak bisa mengerti apa yang ia katakan; karena tidak jelas. Ia tidak memiliki kekuatan. Kami harus menjaga jendela tertutup, karena matanya tidak dapat mengatasi cahaya.

Karena penasaran, kami semua ingin ia memberi tahu kami apa yang dilihatnya. Tetapi karena ia begitu lemah, ia hanya bisa ceritakan sedikit. Itu adalah 2 minggu sampai ia dapat berbagi seluruh kesaksiannya.

Setan datang untuk menyiksanya setelah semua ini. Ia dapat melihat mereka dengan jelas, mereka akan mencoba untuk menyembunyikan diri dalam kegelapan. Mereka ada di sini dalam waktu tiga hari setelah ia kembali, sebelum dia benar-benar dapat berbicara. Ia bertanya kepada mereka apa yang mereka inginkan dan mereka menjawab, “Kami datang untuk membuat kesepakatan denganmu… Engkau harus tutup mulut. Engkau tidak boleh mengatakan apa-apa akan apa yang engkau lihat di bawah sana, karena jika engkau bicara, kami akan membunuhmu.”

Ia menggambarkan setan itu jelek, besar dan gemuk, jelek. Ia berkata tidak ada kata-kata untuk menjelaskan bagaimana mereka terlihat mengerikan. Ia akan menengking mereka, tetapi mereka tidak akan pergi. Ketika mereka datang, mereka akan melompat pada dirinya dan mencoba untuk mencekiknya. Ia akan melawan balik menengking mereka, tetapi ia tidak punya kekuatan. Suatu kali ketika ia menengking mereka, cahaya yang luar biasa muncul dan kemudian mereka melarikan diri! Itu adalah Adonai.

Apa yang anakku lalui itu tidaklah mudah. Ia diberi pesan yang mendalam kepada semua umat manusia, untuk mencari Elohim. Tapi manusia berpikir bahwa apa yang dilakukannya baik-baik saja. Orang-orang muda yang pergi kepada obat dan alkohol, mereka berpikir itu tidak apa-apa, tetapi tidak. Salah satu pengalaman terbesar yang anakku alami ketika ia melihat banyak penghibur di neraka, termasuk penari, dan juga Paus Yohanes Paulus II (Pope John Paul II). Ini saatnya untuk mencari Adonai, untuk bertobat dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Firman Elohim itu benar ketika Ia berkata, (Markus 13:31) “Langit dan Bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” Firman Adonai akan digenapi pada waktunya.

Adonai juga menunjukkan padanya terowongan, di mana orang-orang berjalan ke neraka. Banyak orang yang sudah di neraka. Ini nyata! Tetapi orang-orang bahkan umat Adonai tidak percaya akan hal ini, banyak yang tidak percaya.

Pesan utamanya adalah bahwa kita harus mencari Adonai, bukan hanya dari bibir kita, tetapi dari bagian terdalam hati kita, karena kedatangan Adonai sudah dekat. Yeshua berkata, “Aku tidak lagi di pintu, Aku di balik pintu Aku akan datang segera; kedatanganKu sudah dekat. UmatKu telah meninggalkan Aku dan kembali ke hal-hal duniawi… Katakan pada umatKu untuk kembali ke jalan semula.” Hari ini Gereja harus kembali ke jalan semula [kasih yang mula-mula], itulah ketika kita sedang berapi-api, mencari Adonai. Ketika sangkakala ditiup kita harus siap untuk bertemu dengan Adonai, dan itu akan indah!

PESAN PENTING DARI ADONAI

Angelica, berbicara di depan audiens: Adonai mengatakan padaku, “Putri, pada hari-hari itu Roh Kudus tidak akan ada lagi di Bumi. Pada masa itu, Ia tidak akan ada lagi di Bumi.” (2 Tesalonika 2:7.) Dan aku melihat lalu lintas yang sangat luar biasa, dgn kecelakaan-kecelakaan. Banyak orang ingin bunuh diri, tetapi Yeshua berkata, “Mereka akan mencari maut, tetapi maut akan lari dari umat manusia. Kematian tidak akan ada lagi selama waktu itu.” (Wahyu 9:6) Aku melihat orang-orang menonton TV dan majalah terbaca, “Beribu-ribu Orang Telah Hilang.” Banyak yang sudah tahu bahwa Ha Mashiah telah datang untuk orang-orang kudus-Nya. Mereka yang mengenal Adonai, tetapi ditinggalkan, pergi menangis melalui jalan-jalan, ingin bunuh diri, tetapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa.

Sementara di Surga, Yeshua berkata, “Aku akan datang untuk orang-orangKu yang kudus dan Aku akan segera datang untuk Gereja-Ku.” Tetapi dua minggu yang lalu Adonai mengatakan kepadaku, “Putri, aku merasa senang atas apa yang engkau lakukan, bahwa engkau memenuhi apa yang Aku berikan kepadamu, tapi jangan beritahukan kepada umat-Ku bahwa Aku datang segera. Katakan kepada umat-Ku bahwa Aku akan datang sekarang juga.” Sekali lagi Adonai berkata, “Katakan pada umat-Ku bahwa Aku datang sekarang juga dan bahwa Aku datang untuk orang-orangKu yang kudus. Katakan pada umat-Ku bahwa hanya orang-orang kudus, hanya orang-orang kudus yang akan melihat Aku!… Dan jangan diam: Terus nyatakan apa yang telah Aku katakan kepadamu.”

Angelica Berdoa dengan penonton: Semua orang, tutuplah mata kalian, dan tempatkan tangan kanan kalian di atas hati kalian. Angkat tangan kiri kalian dan jika kalian merasa ingin menangis, menangislah. Sekarang katakan kepada Adonai apa yang kalian rasakan dalam hati kalian. Bagi mereka yang ingin menerima Adonai, ikuti aku berdoa:

Adonai, aku berterima kasih untuk kasih-Mu dan rahmat-Mu, terima kasih, Adonai, karena firman yang telah mennyentuh hatiku hari ini.
Bapa, aku meminta ampunanMu. Maafkan aku.
Bersihkanlah aku dengan darahMu berharga. Tuliskan namaku dalam Kitab Kehidupan.
Terimalah aku sebagai anakMu, Adonai. Sekarang, aku memaafkan orang yang aku belum bisa maafkan.
Aku melepaskan kurangnya pengampunanku. Aku melepaskan segala sesuatu yang menghambat jamahanMu, dan aku meminta Engkau untuk mengubahku dan untuk memenuhiku dengan kehadiranMu setiap hari.
Terima kasih, Bapa, Anak dan Roh Kudus, dalam Nama Yeshua, Amin.

Angelica: “Kesaksian ini bukan bohong, itu bukan lelucon; itu bukan sekedar sebuah cerita; itu bukan mimpi, neraka adalah nyata! Neraka ada! Bagi siapa pun yang tidak percaya, aku ingin memberitahu engkau bahwa neraka itu nyata, sangat nyata. Aku tidak dapat menemukan kata-kata untuk memberitahu kalian bagaimana nyatanya hal tersebut. Aku berharap bahwa engkau dapat mengalaminya sendiri.”

Angelica, berbicara dengan Narator: Waktunya sudah dekat, Adonai mengijinkan tanda-tanda untuk mengungkapkan kepada umat manusia apa yang akan terjadi. Jangan tinggal dihukum; itu yang setan inginkan. Tanyakan pada dirimu jika Anda sudah berjalan melalui terowongan neraka itu? Hari ini adalah hari keselamatan, hari ini adalah hari untuk mengundang Yeshua, Juruselamatmu ke dalam hidupmu. Ini sederhana namun jg kata-kata yang hebat untuk mengucapkan: “Aku menerima Engkau, Yeshua sebagai Adonai dan Juruselamatku, aku memberikan Engkau hidupku dan jiwaku dengan sepenuh hatiku. Aku ingin bersama Engkau untuk selamanya.”

Pilihlah tujuan akhirmu: Hidup atau kematian, surga atau neraka, Yeshua atau setan. Sudah jelas, akankah engkau milik kepunyaan Yeshua atau milik setan. Entah engkau melakukan apa yang benar atau engkau melakukan apa yang salah. Engkau memilih tujuanmu : hidup kekal atau dalam lautan api. Pikirkan tentang hal ini. Putuskan sekarang. Yeshua Ha Mashiah mati di kayu salib untuk masing-masing kita, untuk dosa-dosa kita, dan Ia memberi kita kesempatan keselamatan oleh rahmat-Nya. Terimalah Ha Mashiah sebagai Juruselamatmu!

Sekarang jika engkau telah mendengar kesaksian ini, jangan biarkan waktu ini menjadi suatu hal yang engkau sesali selamanya di neraka.”

Referensi, Catatan & Video:

  • Wahyu 19:09 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Elohim.”
  • Wahyu 20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
  • Wahyu 21:04 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”
  • Wahyu 21:01 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.
  • Wahyu 21:08 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

“Tidak ada penyembah berhala” yang akan mewarisi Kerajaan Surga.

  • Keluaran 20:3-6 Jangan ada padamu Elohim lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, ADONAI, Elohimmu, adalah Elohim yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
  • Wahyu 21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.
  • Wahyu 21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.
  • Wahyu 22:07 Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!
  • Wahyu 22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”
  • Wahyu 22:12 Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
  • Wahyu 22:13-15 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.
 


(The video documentary was produced by the ministry: “El Sueño de Dios” together with “Godfilms”)
Transcribed into English from Video (Thanks to Sandra)
(Date of Death Experience was Nov.7th, 2009)
This testimony has been edited & minimally abridged.  Most Illustrations were not part of the original testimony.
Originally in Spanish, For the unpolished verbatim English video transcription click here
Please send any corrections or mistakes you see to robert@brownells.net
QuickLink: www.DivineRevelations.info/23


Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

IKUTLAH SERTA DALAM KERETA KENCANA, Bg. 1

Terjemahan dari buku JOIN THE CHARIOT karangan T. L. Osborn

Buku penuntun PENGINJILAN yang praktis bagaimana memenangkan jiwa bagi Kerajaan Sorga.

Ditulis ulang dan diedit oleh Penjala Baja dari terjemahan Indonesianya edisi 1979. Huruf tebal (90%) dari buku aslinya. Huruf miring, garis bawah dan warna ditambahkan. Penulisan nama Yang Disembah telah diganti.

Pendeta Osborn adalah penginjil kaliber internasional, beliau membukakan beberapa rahasia yang penting untuk para pemimpin Gereja. Pada bukunya ini menunjukkan mengapa suatu Gereja sangat berhasil di dalam memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang sementara Gereja lainnya (dengan susah payah berusaha tetapi) bisa dikatakakan gagal besar.

Melalui ayat-ayat Alkitab Pendeta Osborn dengan gamlang menunjukkan kepada kita kunci ledakan jumlah jemaat pada Gereja Mula-mula.

Pada bagian terakhir bukunya, Pendeta Osborn membahas peranan kaum WANITA di dalam dunia penginjilan dan juga kekuatan media sebagai penunjang penginjilan.

Pendeta Osborn mempertanyakan Gereja-gereja masa kini: “Kita memiliki semua fasilitas (media, kendaraan, peralatan cetak bahkan peralatan komunikasi satelit,  dan lain sebagainya) yang sangat luar biasa, yang semua ini tidak dimiliki di jaman Gereja mula-mula, namun rasul Paulus dan rekan kerjanya hanya dalam dua tahun telah membuat seluruh Asia Kecil terinjili. Mengapa kedua hasil yang sangat berlawanan bisa terjadi? Salahnya dimana? Buku yang patut dibaca dan dipelajari oleh setiap pemenang jiwa!

Mohon maaf jika masih ditemukan kesalahan tulis pada buku elektronik ini, hasil scanning dari buku aslinya sangatlah buruk baik karena alat scannernya kurang baik dan juga buku aslinya sudah sangat tua, sehingga i menjadi l, rn menjadi m dan l menjadi j.  Saya akan terus perbaiki tulisan ini.

Selamat membaca!
Penjala Baja.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

1. Ikutlah serta di dalam kereta YAHWEH………………….. 1 (halaman)
2. Mengapa kita harus pergi?…………………………………… 5
3. Berpikirlah dengan cara baru……………………………….. 9
4. Cara berpikir kaku yang berbahaya………………………..13
5. Pandangan 20 – 20 . . . .. .. .. .. .. . .. . . . . . . . . . . . .. . .  27
6. Perlukah kita menutup Gereja?…………………………..     31
7. Sasaran yang mumi . … . . . . . . . . . . …. . . . . . . . . . . .   47
8. Hidup matinya penginjilan itu………………………………  51
9. Munculnya kembali cara memenangkan jiwa………….   55
10. Bukalah mata lebar-lebar . . . . . . . . . . . . . . ….. . . ….  61
11. Kebenaran yang belum dipulihkan…………………….. . 67
12. Gereja yang belum konsekwen…………………………..    71
13. Kekeristenan yang mendalam…………………………….  77
14. Manusia sebagai saluran…………………………………. .   83
15. Berkunjung atau memenangkan jiwa………………….      89
16. Kaum wanita tak ketinggalan……………………………..    99
17. Bagaimana mendekati seorang berdosa………….. .       121
18. Sasaran penginjilan dan barisan belakang……… . .       135
19. Adakah alat yang lebih besar lagi?………………….. .     149
20. Waktu tidaklah menguntungkan……………………… .    155

Kata Pengantar
Oleh: Drew Graham.

Pada saat para rohaniwan dan umat YAHWEH berada dalam keadaan bingung mencari jalan bagaima­na membawa orang berdosa datang ke bawah kaki  YAHWEH, maka Sdr. T.L. OSBORN mengemukakan suatu cara yang klasik yang ditujukan bagi umat Kristen untuk BERANGKAT DAN MAJU TAK GENTAR memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang DI MANA SAJA MEREKA lTU BERADA.

Pada saat sejumlah orang bersikap menutup daun pintu gereja dan hanya mau memusatkan diri dalam pekerjaan “menggembalakan domba-dombanya sampai Adonai Yeshua datang,” maka buku karangan Sdr. T.L. OSBORN yang berjudul“MENANGKAN JlWA BUAT YAHWEH”di tempat jiwa yang terhilang itu berada, telah dicetak dan diterbitkan oleh pihak PUSAT LEMBAGA PENGINJILAN OSBORN lebih dari 50.000 eksemplar dan disebarkan kepada pendeta-pendeta, misionaris, barisan penginjil di seluruh dunia.

Sekarang ini hampir tidak ada satu kota atau satu bangsa pun yang tidak menyambut hangat timbulnya kembali semangat penginjilan pribadi.

Kelompok-kelompok dan berbagai macam organisasi yang bertujuan memenangkan jiwa yang terhilang, baik petugas maupun golongan awam, baik pria maupun wanita, semuanya BERANGKAT dan MAJU TAK GENTAR mengabarkan Injil di mana-mana.

Semangat yang menjiwai panggilan dan ajakan Sdr. Osborn adalah MEMENANGKAN JIWA-DI TEMPAT JIWA YANG TERHILANG ITU BERADA. Itulah sebabnya ia menulis buku ini, sebagai tindak lanjut dari pada ajakannya itu. Ini betul-betul merupakan satu seruan bagi orang Kristen untuk PERGI dan MENANGKAN JIWA di LUAR DARI LINGKUNGAN SENDIRI. Buku ini berisi sejumlah rentetan ceramah yang pernah disuguhkan oleh Pendeta T.L. Osborn di dalam rangka kampanyenya memenangkan jiwa di berbagai pelosok dunia. Di dalamnya diuraikan tentang bagaimana rahasia memenangkan jiwa buat YAHWEH, yang ditujukan bagi ribuan sesama kaum pekerja YAHWEH. Gaya bahasa Osborn cukup jelas dan meyakinkan.

Apabila umat Kristen yang awam menemukan kembali cara pelayanan para rasul YAHWEH yang pertama dalam memenang­kan jiwa buat YAHWEH di LUAR DARI LINGKUNGAN KELOMPOK SENDIRI, maka Sdr. T.L. Osborn yakin bahwa umat Kristen akan mencatat sejarah yang gilang gemilang dari tugas gerejani yang terakhir.

Mudah-mudahan isi buku ini dapat menyuguhkan kepada anda kebenaran dasar yang anda butuhkan serta memberikan ilham kepada anda serta dorongan untuk pergi KE LUAR DARI LlNGKUNGAN ANDA SENDIRI. Anda akan memberi berkat bagi mereka yang mungkin belum pernah datang ke gereja. Mudah-mudahan buku ini dapat membantu anda dalam menuai panen jiwa-jiwa buat YAHWEH, baik di lingkungan hidup anda sendiri maupun di luar lingkungan hidup anda sendiri. Ke mana pun anda pergi, BERANGKATLAH BERSAMA YAHWEH!

1. IKUTLAH SERTA Di DALAM KERETA YAHWEH

Lukisan yang tertera pada halaman kulit depan dari pada buku ini menggambarkan suatu adegan tentang diri Pilipus, seorang hamba YAHWEH dari zaman para rasuli, sedang berbincang-bincang tentang Ha Mashiah dengan seorang kepala pemerintahan dari Etiopia. (Kisah Rasul 8:26.40). Orang asing ini menerima keselamatan itu di tengah perjalanannya tatkala ia sedang menempuh jarak melewati jalan raya dan menjadi seorang manusia yang percaya kepada YAHWEH.
Kejadian semacam inilah yang akan terjadi apabila seorang Kristen itu PERGI dan MENGABARKAN INJIL DI LUAR DARI LlNGKUNGAN SENDIRI.
Ini berarti kita harus membawa kabar selamat dari Injil ke tempat di mana orang yang berdosa itu berada. Entah di mana saja kita bisa melakukan kegiatan semacam itu.
Ini berarti menempatkan kedudukan Injil itu menurut amanat aslinya dengan tepat. Di jalan-jalan raya, di tempat­-tempat yang ramai dan tempat himpunan orang ramai, pokoknya di tempat terdapat banyak orang bisa mendengarkan­nya.
Inilah caranya kita menggerakkan kegiatan penyebaran Injil itu, menggelindingkan roda penginjilan dari satu tempat ke tempat yang lain, entah dengan perantaraan bantuan kendara­an apa, memuatnya ke dalam kapal, ataukah berkeliling dengan unit mobil pemutar film ke mana-mana, entah menumpang motor-tempel, entah menyebarkannya lewat alat-alat hasil teknologi modern, apakah menyebarkannya lewat barang cetakan yang dicetak dengan huruf dan gambar yang aneka warna, dipertunjukkan lewat pita rekaman ataukah film.

Semuanya ini berarti menyampaikan injil dalam jangkauan banyak orang, di mana orang miskin dapat memperoleh kesempatan untuk mendengarkannya bersama-sama dengan orang kaya, di mana kaum pengemis dan gelandangan bisa menikmati kabar selamat ini bersama dengan kaum pedagang yang kaya raya, di mana setiap orang beroleh kesempatan yang seluas-luasnya di sepanjang jalur kendaraan masyarakat ramai, melalui alat media massa, di mana jutaan manusia yang belum pernah mendengar kabar selamat ini atau di mana orang-orang yang belum pernah datang ke gereja boleh mendengar tentang Yesus di luar dari lingkungan kita sendiri.

Inilah yang diamanatkan oleh YAHWEH kepada sekalian umat Kristen sepanjang abad dan zaman, tatkala YAHWEH menyampai­kan perintah kepada Pilipus : “PERGILAH dan BERGA­BUNGLAH DENGAN KERETA YAHWEH”. Jadilah saksi yang hidup tentang Injil itu kepada setiap orang. Naiklah ke dalam kereta yang modern, yang menggunakan mesin, yang bergerak maju ke segala penjuru dan gapailah segala lapisan masyarakat anda. pergilah dan berbicaralah tentang Yeshua!

Keajaiban pada penginjilan zaman sekarang ini oleh orang-orang Kristen adalah PERGI KE LUAR DARI LlNGKUNGAN SENDIRI. Hal ini jelas dipaparkan rasul Paulus yang berkata: “Kabar selamat yang sama ini, yang telah datang kepada anda, sedang disebarkan pula ke segenap penjuru bumi dan sedang melakukan perobahan besar dalam kehidupan banyak orang di mana-mana”. Kolosi 1:6.

Di dalam perjalanan kunjungan kita untuk mencari jiwa buat YAHWEH biarlah kita menerima semboyan rasul Paulus tentang kehidupan Kristen yang sejati itu : Ke manapun aku pergi, aku senantiasa berbicara tentang Ha Mashiah kepada semua orang yang mendengarkannya inilah tugas pekerjaanku, dan aku hanya bisa melaksanakannya oleh karena kekuatan dan kuasa Ha Mashiah bekerja di dalam diri saya.” Kolose 1:28-29.

2. MENGAPA KITA HARUS PERGI?

Di sini kami menjunjukkan alasan kita menga­pa kita harus pergi untuk memenangkan jiwa itu buat YAHWEH. Secara singkatnya dapat kami simpulkan:

  1. Jiwa-jiwa yang terhilang itu, sebagai orang-orang yang berdosa, mereka tidak suka pergi ke gereja.
  2. Perintah YAHWEH yang diamanatkan kepada kita ialah   mencari semua jiwa yang terhilang itu (mengabarkan Injil   kepada sekalian bangsa dan mahluk di bumi ini).
  3. Oleh karena orang-orang yang berdosa itu tidak datang sendiri kepada YAHWEH atau ke gereja, maka kita umat Kristen haruslah mendatangi mereka, berkunjung ke tempat mereka itu berada, DI LUAR DARI LlNGKUNGAN KITA SENDIRI. Inilah tugas utama orang Kristen. Akan tetapi tugas inilah pula justru yang kurang dipahami oleh orang Kristen maupun kurang terlatih dirinya untuk menjalankan tugas itu.

Maka kita menganggap sudah waktunya sekarang ini untuk mengarahkan kembali perhatian kita kepada contoh teladan dari umat Kristen yang pertama, di mana mereka itu “setiap hari berada di dalam bait Elohim dan berhimpun di setiap rumah, dan mereka itu tidak pemah berhenti mengajar dan memberitakan kabar selamat dari Yeshua Ha Mashiah. Kisah 5:42.

  • Mereka lakukan hal itu di dalam bait Elohim-setiap hari.
  • Mereka berhimpun di setiap rumah-setiap hari.
  • Dan mereka pun memberitakan Injil itu ke seluruh pelosok dunia yang dikenal pada waktu itu.

Di seluruh muka bumi ini, baik kaum pendeta maupun kaum awam, yang prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang terhilang, lalu menemukan dimensi-dimensi yang baru di-dalam pelayanan mereka itu. Mereka menemukan banyak jalan yang melancarkan kegiatan mereka untuk menggapai banyak orang yang belum kenal gereja YAHWEH, yakni mereka yang berada DI LUAR LINGKUNGAN KITA SENDIRI.

Tugas pekabaran Injil sebenarnya adalah tanggung jawab semua umat Kristen. Tugas ini merupakan pelayanan bagi kita untuk menggapai jiwa-jiwa yang terhilang melalui Injil itu. Oleh karena mereka itu tidak mengenal gereja, maka hendaklah kita yang mendatangi mereka, di mana pun tempat merelk itu berada. Inilah namanya penginjilan!

Banyak gereja yang tidak mempunyai program penginjilan di luar lingkungan gedung mereka sendiri.

Amanat gerejani yang utama untuk mencari jiwa yang terhilang belum terlaksana dengan baik, sebab banyak orang belum memahaminya secara sungguh-sungguh. Sebab di lingkungan masyarakat gerejani yang sekarang ini orang belum menganggapnya sebagai sesuatu kebiasaan yang lazim atau tradisional. Dan orang lalu cenderung hanya mau mengerjakan sesuatu hal yang sudah tradisionil, tidak perduli hal itu ada manfaatnya atau tidak.

Tetapi zaman sekarang ini memerlukan perobahan yang revolusioner di lingkungan kehidupan gerejani dan di kalangan sikap orang kristen sehubungan dengan orang-orang yang terhilang itu.

Apabila anda merasa diri, anda siap sedia untuk menerima ide baru yang tidak tradisionil; apabila anda merasa mampu untuk berpikir secara baru tanpa mengabaikan tugas rutin anda yang sudah berlangsung selama ini; apabila anda merasa diri cukup kuat untuk melakukan perobahan yang jujur di dalam sikap anda terhadap Jiwa-Jiwa yang terhilang itu dari segi pandangan gerejani maupun tugas ke-keristenan anda; apabila anda menyadari tugas utama untuk memenangkan jiwa seperti yang dikerjakan oleh gereja YAHWEH yang pertama; dan terutama sekali bila anda turut merasa prihatin terhadap nasib orang-orang berdosa yang tidak mengenal gereja; maka, silakan anda maju dan kerjakanlah inti pelajaran yang terkandung dalam buku ini dan anda akan melihat apa yang akan terjadi kelak. Anda akan menjadi salah seorang di antara ribuan umat Kristen yang telah memiliki semangat baru untuk PERGI DAN MENGINJIL DI LUAR DARI LINGKUNGAN SENDIRI.

3. BERPIKIRLAH DENGAN CARA BARU

Apakah perbedaan antara “Penyegaran Iman (Revival)” dan “Penginjilan”? Apakah anda pernah merenung­kan hal ini? Apakah hal ini mengandung arti bagi anda?

Saya memang beranggapan bahwa tidaklah menjadi soal bagi kita sesuatu penamaan terhadap sesuatu benda. Hal itu tidaklah begitu penting. Yang terpenting ialah bagaimana wujudnya dan apa yang kita kerjakan itu berarti atau tidak. Namun di dalam soal perbandingan antara Penyegaran Iman kita dengan soal penginjilan itu kita harus memisahkannya dari pengertian memenangkan jiwa. Sebab antara keduanya jelas sekali perbedaannya.

“Penyegaran Iman atau Kebangunan kembali” adalah membangkitkan kemball sesuatu yang telah mempunyai nyawa dan kehidupan sebelum­nya. Sebab anda tidak mungkin menghidupkan kembali sesuatu yang belum pemah mengalami hidup sebelumnya.

Tetapi “Penginjilan” adalah menyampaikan Berita Kehi­dupan itu kepada orang-orang yang berada dalam keadaan MATI (rohani) di dalam segala pelanggaran dan dosa mereka, yang tidak pernah mengalami kehidupan. Mereka adalah orang-orang yang belum pemah diselamatkan, yang belum pemah mengenal gereja. Penginjilan adalah kesaksian dan usaha memenangkan jiwa yang terhilang itu.

“Penyegaran iman atau Kebangunan kembali” diperuntukkan bagi orang­ orang Kristen – bagi gereja Kristen.
“Penginjilan” ditujukan bagi orang-orang berdosa – bagi dunia yang terhilang itu.

Seorang yang berdosa tidak bisa dihidupkan KEMBALI oleh karena ia telah mati di dalam dosa-dosanya. Sebab ia belum pernah mengalami kehidupan yang sebenamya. Jadi ia memerlukan “Penginjilan” terlebih dahulu. Ia perlu menerima Berita Kehidupan itu terlebih dahulu.

Seorang Kristen telah menerima kehidupan itu dari Ha Mashiah pada saat ia percaya dan menerima Injil serta Ha Mashiah itu di dalam hidup pribadinya. Akan tetapi oleh karena orang Kristen itu bisa menjadi suam atau bisa pula mundur atau murtad, atau bisa pula kehilangan semangat dan cinta kasihnya yang pertama kepada YAHWEH, atau berobah menjadi lemah atau kendur semangatnya di dalam YAHWEH, maka seorang Kristen itu memerlukan “Kebangunan rohaninya kembali.”

Oleh sebab itu, maka:

  • Di dalam batas lingkungan gerejani berlangsunglah apa yang disebut “penyegaran iman atau kebangunan kembali” tersebut.
  • Di luar lingkungan gerejani terdapatlah gelang­gang dunia penginjilan tersebut.

Di lingkungan gerejani, yakni di tengah-tengah orang Kristen, kita patut melakukan kegiatan kebangunan rohan!

Di tengah dunia, di antara orang-orang berdosa yang terhilang, kita patut memberitakan Injil YAHWEH.

Inilah tugas utama dari pada evangelisasi atau PENGINJIL­AN itu, yakni memenangkan jiwa buat YAHWEH. Suatu tugas yang harus dijalankan DI LUAR LlNGKUNGAN MASYARAKAT GEREJANI ITU SENDIRI.            .

Kenyataan ini patut kita pahami terlebih dahulu dengan jelas agar apa yang kita pelajari dalam buku ini dapat dengan mudah dan memberi ilham dorongan bagi anda dalam meneapai tujuan yang dimaksudkan itu.

Bacalah buku ini dengan kesediaan hati anda untuk menerima cara berpikir yang baru agar anda lebih berhasil dalam menggapai jiwa-jiwa yang terhilang dan memenangkan lebih banyak lagi jiwa-jiwa itu buat Ha Mashiah.

Seorang pendeta atau seorang anggota yang awam biasa sekali pun juga, yang sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap massa yang belum mengenal agama Kristen itu, dan ia bersedia mengambil sikap berpikir yang baru, maka segala kegiatannya bagaimana pun eoraknya, akan beroleh hasil yang gilang-gemilang dalam memenangkan jiwa buat YAHWEH itu.

4. CARA BERPIKIR KAKU YANG BERBAHAYA

Dalam prakteknya semua tugas gerejani yang dilaksanakan sekarang ini di bidang penginjilan dilakukan orang dalam kerangka pemikiran JlWA YANG KAKU. Pada umumnya orang beranggapan seperti ini:

“Pokoknya apabila kita dapat mengajak sejumlah jiwa yang terhilang ke dalam gereja kita, maka kita telah berhasil menyelamatkan dia.”

Lalu kita mencari pembicara yang pintar untuk memberikan ceramah di lingkungan gereja kita,  kita memasang iklan,  mengundang orang-orang agar datang dan hadir pada perte­muan gerejani tersebut,  khususnya untuk mendengarkan uraian si pembicara itu.

Kita mengajak orang bertobat lewat radio, televisi atau surat kabar.
Tetapi alangkah kecewanya! Hanya sedikit saja orang yang datang.
Mengapakah demikian? Sebabnya, karena kebanyakan orang berdosa itu segan untuk datang ke gereja!

Walaupun demikian kita tidak dapat menerima kenyataan ini. Kita mencintai lingkungan gerejani kita. Kita telah mengatur rapih meja-meja dan bangku-bangku di dalam ruangan gereja kita. Lantainya kita sapu bersih dan mengalasinya dengan permadani. Kita mempunyai rombongan koor yang hebat suaranya serta seorang pendeta yang menggembalakan jemaat­nya dengan baik sekali. Pasti orang yang berdosa mau datang ke dalam gereja yang semacam ini!

Lalu kita membawa masuk para penyanyi itu, para penyanyi kwartet dari rombongan koor itu.

Sekali lagi orang-orang yang beriman mulai menyebarkan berita kesukaan itu dan menyambut hangat saudara-saudaranya yang seiman. Lebih banyak lagi orang menyelenggarakan perkumpulan keluarga dan melakukan kebaktian dari rumah ke rumah secara bergiliran. Banyak orang diundang untuk mendengarkan suara para penyanyi koor di gereja kita yang bagus itu. Begitu pula kita bisa dibantu oleh surat kabar, radio dan televisi dalam soal penyebaran acara kita itu.

Tetapi lagi-lagi hasilnya hanya sedikit. Hanya beberapa jiwa saja yang berhasil kita menangkan – beberapa anggota gereja yang sudah lama absen, dan berhasil kita kerahkan kembali, beberapa orang yang sudah murtad berhasil kita ajak lagi kembali kepada jalan yang benar, dan kita bangunkan imannya kembali, dan selebihnya mungkin satu dua orang berdosa yang datang hadir dan sengaja ingin mendengarkan.

Lalu kita mengundang lebih banyak lagi orang. Bahkan sampai ribuan jumlahnya. Tetapi mengapa mereka itu tidak datang? Gereja kita menghendaki keselamatan jiwa orang-­orang itu, bahkan berdoa lebih keras untuk itu lebih dari pada apa pun juga. Keadaan gedung gereja kita cukup memuaskan. Pendeta yang menggembalakan sidang jemaat kita tergolong seorang gembala yang jempolan. Ia memillki tanggung jawab terhadap jiwa-jiwa yang dirawatnya. Anggota-anggota gereja pun sangat menaruh minat terhadap jiwa-jilwa yang terhilang. Kita mempunyai pekerja-pekerja YAHWEH yang hebat-hebat di lingkungan gereja kita. Sebagiannya malah merupakan priba­di-pribadi yang sangat menonjol dalam kemampuan mereka memberikan bimbingan dan penyuluhan terhadap kaum jemaat. Orang-orang yang berdosa merasa diri mereka betul-betul berbahagia apabila diri mereka dikunjungi oleh pekerja-pekerja YAHWEH semacam in! Mereka merasa beroleh pengalaman yang menyenangkan di dalam kasih YAHWEH, lalu minta dibaptiskan di dalam gereja kita. Nah, itu sajalah jiwa-jiwa yang datang bergabung dalam lingkungan kita.

MENGAPA DEMIKIAN? Mengapa tidak begitu banyak orang berdosa datang dan beroleh keselamatan? Padahal kita sudah melakukan berbagai macam usaha bersusah payah untuk menarik sebanyak mungkin orang.

Soalnya tiada lain oleh karena anda bekerja di dalam lingkungan cara berpikir gerejani yang tradisionil. Seolah-olah anda hanya berkata dalam diri anda sendiri: “Lumayan jugalah, jika kita telah berhasil mengajak masuk beberapa jiwa yang terhilang ke dalam gereja kita, maka kita yakin mereka itu sudah diselamatkan.”

Memang jalan pikiran itu benar. Memang bagus bagi jiwa-jiwa yang terhilang itu sendiri yang memang TELAH DATANG! Tetapi tahukah anda mengapa bagian terbesar justru tidak datang ke gereja, itu adalah kenyataan, bahwa orang-orang yang berdosa ltu segan antuk datang ke gereja!

“Ah,” kita tentu saja membantah. “Pandangan semacam itu terlampau pesimis sifatnya. Kita tidak yakin hal itu demikian. Mesti ada saja sesuatu yang bisa menarik perhatian mereka!”

Lalu kita membawa para pemain musik. Sekali lagi kita membuat pengumuman dan kegiatan daya tarik istimewa. Sekali lagi kita mengajak mereka ikut berdoa bersama kita dalam kebaktian. Sekali lagi pintu gereja kita buka lebar-lebar.
Dan bersyukurlah kepada YAHWEH bagi kedatangan mereka yang betul-betul telah hadir itu. Sebab bukankah satu dua jiwa itu pun adalah sesuatu investasi yang berharga pula, benar?
Tetapi pada umumnya kita belum berhasil menggapai orang­-orang berdosa itu. Mengapa? Padahal kita telah menampilkan pemain musik kita yang terbaik untuk menarik mereka. Kita telah mempersiapkan acara itu dengan mantap sekali. Bahkan saudara-saudara kita seiman pun sudah berkorban habis-habisan untuk keperluan itu. Akan tetapi hasilnya hanyalah kegagalan belaka. Lalu dengan sedih dan putus asa kita bertanya-tanya di dalam diri kita itu: “Apa sih sebenamya yang bisa menarik orang berdosa zaman sekarang ini untuk datang ke gereja?” Lalu kita jadi bingung, tak tahu harus berbuat apa.

Dunia yang terhilang itu seakan-akan menantang kita dan mengejek kita semenjak sekian lamanya:  “Ya, bisa saja kalian mempunyai seorang pendeta yang bergelar Doktor dalam Ilmu Teologia. Bisa saja gedung gereja kalian diperlengkapi dengan alat air-condition, permadani yang indah terbentang di lantainya, kursi dan bangkunya yang empuk; Ya, boleh saja kalian mengajak kami lewat acara-aca­ra kalian melalui radio dan televisi, bisa saja kalian melancarkan ajakan itu lewat hubungan telepon, surat-menyu­rat, selebaran-selebaran, buletin, iklan suratkabar, dan kun­jungan pribadi. Siapa pun yang anda tonjolkan, tidak peduli siapa, entah pendeta tersohor, penceramah ulung, nabi-nabi, guru-guru, penginjil, pemain musik, penyanyi koor, ataupun pemain akrobatik, entahlah. TETAPI KAMI TIDAK AKAN SUDI DATANG KE GEREJA!” Inilah tantangan dunia dan sikap dunia terhadap kita.

Lalu, kalau begitu, apakah yang harus kita perbuat? BUANGLAH JAUH-JAUH CARA BERPIKIR KITA YANG KAKU ITU!

Apakah yang saya maksudkan dengan kalimat ini?  Yang kumaksudkan ialah, bahwa kita harus herani menghadapi kenyataan bahwa orang-orang yang berdosa itu tidak suka datang ke gereja untuk diselamatkan. Dan oleh karena amanat YAHWEH kepada kita itu ialah untuk mencapai orang berdosa tersebut dan membawa Injil kepada mereka, maka tiada jalan lain bagi kita kecuali merobah cara pendekatan kita itu. Kita harus membawa Injil itu ke luar dart lingkungan kita sendiri, ke tempat dimana orang berdosa itu berada. KITA HARUS MEMBAWA KABAR KESUKAAN DAN KESELAMATAN ITU KELUAR – tak bedanya seperti yang telah dilakukan oleh gereja YAHWEH yang pertama.

Satu-satunya golongan orang yang dapat kita menangkan buat Kristus hanyalah orang-orang berdosa itu. Oleh sebab itu, marilah kita pergi ke tempat di mana mereka itu berada. Dan pada umumnya mereka itu berada DI LUAR DARIPADA LINGKUNGAN KITA SENDIRI! Apabila kita hanya menyebarkan Injil di kalangan lingkungan kita sendiri, maka satu-satunya orang berdosa yang bisa kita menangkan hanya­lah mereka yang bangun pagi-pagi dengan rela, yang berdandan dan berpakaian, membuang langkah pergi ke gereja dan memasang telinga mendengarkan kotbah. Selesai. Tetapi sebagian besar dari orang-orang berdosa itu tidak akan pernah mau melakukan hal semacam ini.

Di dalam sebuah buku yang berjudul “Mengapa kita perlu mempunyai gereja yang memenangkan jiwa”, si pengarang buku itu berkata: “Gedung gereja adalah kawasan yang paling banyak ditaburi Injil di atas muka bumi ini. Kita berusaha untuk mengabarkan Injil kepada dunia dengan jalan menga­barkan Injil itu kepada gedung gereja. Kita berkhotbah kepada setiap ruangan dan kepada bangku-bangku. Cara kita mengabarkan Injil itu sama saja seolah-olah kita menganggap gedung itu sendiri yang perlu bertobat. Kita bekerja seakan­-akan semua orang yang butuh keselamatan itu, semua jiwa yang terhilang itu, sedang berada di dalam gedung gereja.”

“Hanya ada satu masalah yang kita hadapi: Jiwa-jiwa yang terhilang itu berada di mana-mana, bukan saja di gereja. Dan mereka itu tidak berada di dalam gereja sekarang, dan mungkin juga tidak bakal pemah datang ke gereja. Mereka itu tersebar di mana saja di seluruh pelosok dunia. Jadi, apalah manfaatnya kita melakukan usaha susah payah untuk memenangkan jiwa mereka di tempat yang itu-itu juga!”

Kebanyakan orang Kristen sekarang ini tidak menyadari bahwa tidak terdapat gedung gereja di dalam Alkitab Perjanjian Baru. Gene Edward berkata: “Sekarang ini justru gedung gereja itulah yang jadi penghalang terbesar dalam penyebaran Injil dan memenangkan jiwa yang terhilang. Hal itu tidaklah berarti adalah SALAH BESAR BAHWA KITA INI MEMPUNY GEREJA. Bukan demikian maksudnya! KESALAHAN KITA YANG TERBESAR IALAH OLEH KARENA KITA TIDAK MAU KELUAR DARl DALAM GEDUNG GEREJA ITU!

“Sebuah gedung gereja hanya mempunyai satu tugas terpenting: Menjaga para hadirin jangan sampai kedinginan di musim salju, dan jangan pula terlampau kepanasan di musim panas, atau jangan sampai kehujanan dan basah kuyup di musim penghujan!”

“Ini sama sekali bukanlah berarti memberikan suatu saran bagi anda untuk membakar habis gedung gereja anda itu. Bukan! Jelas tak dapat disangkal bahwa gedung gereja itu merupakan salah satu kebutuhan yang tak terelakkan dalam konsep kehidupan modern kita sekarang ini. Tetapi hendaklah kita berpegang teguh pada perspektifnya yaug tepat! Sadarilah bahwa pekabaran Injil itu BUKANLAH harus dipusatkan di dalam sebuah gedung gereja. Malah kegiatan itu seharusnya dipusatkan Dl LUAR LINGKUNGAN GEDUNG GEREJA. Sebab gedung gereja bukanlah tempat untuk membawa jiwa-jiwa yang terhilang, lalu membuat mereka itu bertobat. Malah sebaliknya. Gereja itu harus merupakan suatu markas besar pertempuran yang mengatur segala kegiatan di medan perang. Ia harus mengirim para prajurit Ha Mashiah itu keluar melakukan tugasnya di luar.

Sebab di luar sana terdapat berjuta-juta orang berdosa yang menunggu dengan penuh kerinduan, kebingungan, kelaparan, penuh hasrat dan sudah cukup matang untuk dituai. Di sanalah mereka itu berada-justru DILUAR LINGKUNGAN GEREJA! Mereka tersebar di segenap penjuru bumi ini. Mereka memerlukan tindakan keselamatan. Mereka membutuhkan keampunan. Mereka rindu akan pelajaran tentang Kristus. Mereka takut menghadapi maut sementara berada dalam keadaan mereka seperti sekarang itu. Mereka dilanda masalah-masalah yang rumit dan rindu menerima YAHWEH dalam hidupnya. Akan tetapi mereka sungguh segan untuk datang ke gereja. Sebab mereka pun tidak tahu pula gereja mana yang dapat mereka andalkan, yang bisa mereka percayai.

Tetapi apabila kita pergi mendatangi mereka itu, menyam­paikan kepada mereka itu kabar Injil, justru ditempat mereka itu berada, maka mereka akan menerima Ha Mashiah Mereka akan menerima anugerahNya dan menerima keselamatan dari padaNya dengan secara suka rela.

Maka dengan suka cita mereka akan mengikuti anda ke gereja di mana iman mereka akan bertumbuh dalam anugerah Elohim serta pengetahuan mereka tentang Kristus berkembang, karena mereka akan mempercayai anda, gereja anda dan pendeta anda. Apa lagi bila mereka merasakan bahwa anda menaruh perhatian terhadap jiwa mereka. Anda datang kepada mereka dan menolong mereka menerima Kristus di tempat mereka berada. Mereka sungguh menaruh keperca­yaan atas diri anda! Mereka akan pergi ke gereja anda, Suatu gereja yang menaruh perhatian pula – terhadap orang-orang berdosa!

Seorang Kristen yang paling pemalu sekalipun di atas bumi ini yang memasuki pinta rumah seorang berdosa untuk bersaksi, boleh saja mengucapkan dua patah kata di daIam bahasa yang dapat dipahaml oleh yang bersangkutan sebelum ia berbicara panjang lebar: “SAYA PRIHATIN!” Dan pada dasarnya memang manusia itu ingin dikasihi, ingin diperlakukan dengan baik.

Salah satu rahasia terbesar yang membuat toka-toko kelontong di Amerika mengalami sukses yang begitu besar dagangannya di seluruh negeri oleh karena mereka menjalankan- suatu gerakan kampanye promosi yang bersifat nasional dengan hanya mengucapkan dua buah perkataan yang singkat: “KAMI PERHATIKAN.” Lalu mereka menam­bahkan sedikit kemungkinan bagi para langganan mereka untuk berhutang. Mereka sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap kepentingan para langganan yang mereka layani itu.

Orang-orang Kristen jaman sekarang pun harus bertanya  pada diri mereka sendiri: Apakah kita ini sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap nasib orang-orang yang berdosa itu? Mereka yang berada diluar lingkungan gereja kita, yaitu mereka yang segan atau takut untuk masuk ke dalam gedung gereja kita apakah oleh karena ragu-ragu beroleh keselamatan?

Ada terdapat sebuah gereja Baptis di New Orleans, yang telah berhasil meraih banyak jiwa datang kepada Ha Mashiah. Rata-rata tiap tahun jumlah yang dicapainya itu melebihi dari jumlah jiwa yang dimenangkan oleh gereja yang mana pun di Amerilka Serikat. Lalu seseorang bertanya kepada pendeta gembala di situ: “Apakah anda memenang­kan jiwa-jiwa itu masuk ke dalam kelompok gereja anda dengan cara menyuruh mereka itu menghadiri pelajaran Sekolah Minggu?”

Jawabannya tegas berbunyi: “Tidak!” Ia melanjutkan, “Kami memenangkan hampir setiap jiwa untuk Kristus bukanlah melalui pendaftaran di gereja. Seperti anda maklum kami hidup di suatu daerah yang sangat taat beribadah. Orang-orang di sekitar ini mempunyai kecende­rungan yang sangat setia kepada agama yang mereka anut. Walaupun demikian tidak ada seorang pun di antaranya yang dapat kami ajak datang berkunjung ke gereja kami. Itulah sebabnya mengapa model gereja kami merupakan satu gereja yang bertugas memenangkan jiwa. Kami memang terdesak untuk memenuhil tuntutan ini, yakni menjadi gereja yang mencari jiwa yang terhilang di dalam rumah-rumah mereka, atau di tempat pekerjaan mereka. Nanti setelah mereka sungguh-sunggguh bertobat dan berubah sikap hidupnya setelah menerima Ha Mashiah, dengan kata lain Lahir Baru, maka barulah mereka itu datang masuk ke daIam gereja kami dan menjadi anggota yang setia pada gereja kami.”

Setiap tahunnya gereja itu menerima tiga atau empat ratus orang baru yang datang bertobat kepada YAHWEH. Ini belum termasuk orang-orang lain yang ratusan juga jumlahnya, yang telah dimenangkan pula oleh kegiatan para anggota gereja itu untuk Kristus, tetapi jiwa-jiwa itu rela bergabung dengan gereja lain yang terdekat misalnya. Belum lagi mereka yang telah dimenangkan buat Ha Mashiah tetapi belum bersedia menggabungkan diri dengan salah satu gereja tertentu.

Bagaimanakah caranya gereja itu sampai berhasil begitu rupa?

Mereka menerima kenyataan itu, bahwa orang-orang berdosa itu tidak bisa mereka tunggu di pintu gereja. Mereka tak bisa mengharapkan kedatangan orang-orang berdosa itu harus datang masuk ke dalam gereja mereka, lalu mengharap­kan mereka itu menyatakan pertobatan kepada YAHWEH. Yang mereka lakukan ialah mengirim anggota-anggota gereja mereka yang setia MELAYANI JIWA-JIWA DILUAR! Mereka pergi keliling pada setiap minggu, mengetok pada pintu orang-orang itu, dari rumah ke rumah. Mereka duduk bertamu sambil memberitakan kabar selamat itu dari dalam Injil. Mereka bercakap-cakap di meja makan, atau di beranda, entah sambil berdiri di ambang pintu, ya mereka berhadapan langsung dengan jiwa-jiwa yang ingin mereka menangkan buat Kristus itu di tempat jiwa-jiwa itu berada, di tempat di mana orang-orang itu menyambut mereka dengan hangat, Di LUAR LINGKUNGAN GEREJA MEREKA.

Tengoklah kepada para pengikut kaum Saksi Yehova. Mereka merupakan salah satu organisasi agama yang paling cepat berkembang di dunia Barat. Mengapa bisa demikian?

Ada berapa banyakkah jiwa yang mereka bawa kepada pertobatan melalui gedung pusat kegiatan agama mereka? Praktisnya tak ada seorang pun! Mereka sadari bahwa tempat untuk membuat orang berdosa itu bertobat itu adalah di rumah-rumah orang-orang berdosa itu sendiri. Di sana, di mana mereka berdiam, bekerja dan bermain-main. Maka mereka pun PERGILAH dengan amanat yang mereka bawa, maka mereka memenangkan jutaan jiwa manusia.

Lalu kenapa kita tidak belajar dari teladan mereka itu? Oleh karena kita telah keracunan oleh satu sikap yang kaku dan kita tidak pemah berhasil untuk menggeser cara berpikir yang kaku itu! Semua program Sekolah Minggu kita, acara latihan-latihan kegiatan kita, semua pelajaran Alkitab kita, hampir semua aktivitas kita itu ditujukan sepenuhnya untuk membuat daya tarik bagi orang-orang berdosa itu agar supaya mau’ masuk ke dalam gereja kita. LALU dengan begitu kita beranggapan bahwa kita mampu dan dapat membawa mereka kepada keselamatan. Tetapi hasilnya justru adalah kebalikan­nya. Kita justru seakan-akan menempatkan gerobak di hadapan kuda penariknya.

Kita telah mengembangkan dan mengajarkan serta memajukan segala macam program, ide, skema, dan kampa­nye berdasarkan cara “penginjilan berdasarkan pendaftaran”. Kita mencoba berusaha membuat orang-orang yang belum atau tidak kenal gereja agar supaya mereka itu datang menghadiri Sekolah Minggu, pertemuan keluarga, makan-minum di pesta, perkumpulan nyanyi, pelajaran agama, pembacaan Alkitab, pertandingan-pertandingan, dan kebaktian di gereja. Tetapi hanya sedikit yang dapat kita ajarkan kepada mereka itu dibandingkan dengan tugas kita yang harus memenangkan jiwa itu – yakni bagaimana menggiring seseorang ke arah satu pengambilan keputusan untuk menerima Kristus DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA KITA. Entah hal itu berlang­sung di pabrik, di restoran, di taman umum, di jalan raya, di dalam rumah orang yang bersangkutan sendiri.

Dengan kata lain, banyak gereja-gereja punya acara yang bagus-bagus dan menarik serta pelajaran-pelajaran agama tentang bagaimana mengundang orang datang ke gereja, tetapi bukanlah bagaimana caranya meraih jiwa yang terhilang itu atau dimenangkan bagi Kristus di tempat mereka itu berada.

Di dalam kitab Perjanjian Baru kita baca bagaimana orang-orang Kristen itu bersaksi “dari rumah ke rumah.” Dengan cara begitu mereka membawa banyak jiwa menjadi murid-murid YAHWEH dari antara sekian banyak manusia.

Cara yang ditempuh orang sekarang ini adalah- bagaimana membawa orang-orang itu ke dalam gereja dan kemudian baru membawa mereka kepada Ha Mashiah. Tentu saja cara ini merupakan sistim yang cocok bagi orang-orang yang rela datang berkunjung ke gereja. Akan tetapi 90% dari orang-orang yang berdosa itu tidak pernah akan mau datang ke gereja, apa pun daya tarik yang kita pergunakan untuk memancing mereka.

Konsep yang tertera di dalam Alkitab ialah bagaimana mencari jiwa buat YAHWEH, maka BARULAH kita bawa mereka ke tempat pertemuan. Kita harus menangkan jiwa mereka terlebih dahulu di tempat mereka itu berada. Dan kesempatan semacam ini sungguh tidak mengenal batas!

Kebanyakan program latihan dan pembinaan rohani itu didasarkan atas pengarahan terhadap gereja atau organisasi. Padahal konsep yang tercantum dalam Kitab Perjanjian Baru adalah didasarkan pada prinsip bagaimana mengarahkan semua orang itu kepada Ha Mashiah.

Entah kita suka atau tidak suka menerima kenyataan ini, tetapi gereja (baik dalam bentuk gedung maupun denominasi Kristen tertentu) telah menciptakan satu suasana yang paling gersang dalam pendekatannya terhadap orang berdosa. Hasil yang dicapainya secara rata-rata dapatlah dikatakan NOL, oleh karena kebanyakan dari orang yang berdosa itu tidak mau datang ke gereja. Tetapi sebaliknya pula, adalah merupakan fakta yang mengagumkan, apabila tokoh Yeshua Ha Mashiah itulah yang jadi sasaran pembinaan kita. Apabila kita melakukannya dengan tepat, maka pendekatan semacam itu mempunyai pengaruh yang paling mantap yang bisa menyentuh hati seseorang manusia di atas muka bumi ini.

Selama turun-temurun kepada orang-orang Kristen telah ditanamkan pengajaran dan latihan untuk bagaimana mengun­dang orang datang ke gereja atau menghadiri pelajaran agama. Tetapi sekarang ini arah jarum jam itu berputar kembali. Orang-orang Kristen sudah mulai belajar bagaimana membawa jiwa-jiwa itu kepada Ha Mashiah – DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA. Mereka itu PERGI KE SEGALA PENJURU DUNIA, berbicara tentang Kristus, DI TEMPAT DI MANA JIWA­-JIWA ITU BERADA.

Inilah amanat pelayanan yang ditugaskan bagi umat Ha Mashiah yang harus kita gali kembali apabila seseorang mau menaruh minat terhadap nasib jiwa seseorang yang terhilang.

Kita harus meninjau kembali arti dan makna dari pada “evangelisasi” atau “penginjilan” itu. Kita harus berani melihat kembali apakah gereja kita itu ada memiliki atau tidak acara yang terarah semacam itu. Apabila tidak, maka hendaklah kita bertanya pada diri kita sendiri, mengapa? Jika kita telah menyadari kekurangan kita itu, maka hendaklah kita rela pula untuk melakukan sesuatu terhadap hal itu.

Tentu saja ada orang yang segera nyeletuk: “Tak bisa diragukan lagi bahwa gereja kami yakin akan prinsip penginjilan itu. Tentu saja kami memillki program penginjilan kami sendiri.”

Akan tetapi apabila gereja anda itu tidak menggapai orang-orang berdosa itu-seperti caranya yang pemah dilakukan oleh gereja YAHWEH yang pertama, maka hendaklah anda jangan menaruh curiga terhadap cara berpikir yang baru itu. Baiklah anda bersikap jujur dan terbuka terhadap diri sendiri, meninjau dari dekat dan lebih teliti pola-pola kerja gereja YAHWEH yang pertama itu, yang lebih mantap dan praktis hasilnya dalam memenangkan jiwa buat Ha Mashiah – khususnya mereka itu yang tidak tergolong dalam lingkungan kelompok gerejani kita. Lalu bersiap-siaplah untuk PERGI KE SEGALA PENJURU DUNIA dan BERSAKSI TENTANG HA MASHIAH di tempat di mana orang-orang berdosa itu berada.

5. PANDANGAN 20-20

Didalam Kisah Para Rasul 5:42 kita baca : Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Elohim dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yeshua yang adalah Mashiah. (Kis. 5:42) in every house (dari buku aslinya dan di Alkitab KJV)

Mereka melakukan hal itu setiap hari. Mereka melakukan­nya di bait Elohim, dan mereka melakukannya tiap rumah.

Dalam kisah 2:46 “Mereka senantiasa berkumpul tiap-tiap hari.”

Dalam kisah 2:47 – Dan tiap-tiap hari YAHWEH menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”

YAHWEH hanya bisa menambah jumlah jiwa itu setiap hari apabila kita menginjil juga setiap hari. Dengan jalan melakukan kebaktian dua kali seminggu, dan melakukan program besuk secara sewaktu-waktu kepada seseorang anggota gereja yang kebetulan tidak datang ke gereja, tidaklah mungkin bisa menambah jumIah orang bertobat setiap harinya.

Apabila suatu kelompok orang-orang Kristen bersaksi “di dalam rumah ibadat dan di dalam setiap rumah orang setiap hari, sehingga YAHWEH pun bisa menambahkan jumlah mereka itu setiap hari,” maka jumlah kelompok itu akan bertambah paling kurang dengan 365 orang dalam setahun. Saya perhatikan bahwa sejumlah besar gereja-gereja itu tidak pemah meneapai taraf pertumbuhan yang minimum itu.

Kisah 6:7 – Firman Elohim makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.” (berlipat kali ganda, multiplied greatly di KJV)

Di dalam Kisah 2 YAHWEH itu menambahkan. Tetapi di dalam Kisah 6 YAHWEH sudah mulai memperlipat-gandakannya. Jelas sekali bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu menuai hasil yang gilang gemilang luar biasa.

Kisah 20:20 berkata – Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.”

Maka di dalam Kisah 19:10 kita dapati ayat yang paling fantastik dari masa kejayaan gereja yang pertama itu. Kadang-kadang kita memang menemukan ayat-ayat yang betul-betul merupakan ujian terhadap iman kita mengenai Alkitab itu. Ayat ini merupakan salah satu dari ayat-ayat semacam itu. Apakah yang dikemukakan ayat itu hanya dalam arti kiasan saja? Apakah keadaan itu sekadar dilebih-Iebihkan saja? Dapatkah kita menganggapnya secara harafiah tentang apa yang dimaksudkan itu?

Kisah 19:10 itu berbunyi demikian – Hal ini dilakukannya dua puluh tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman YAHWEH, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.”

Begitu fantastik kedengarannya! Nampaknya seperti sesuatu hal yang tidak mungkin!
Hanya dalam waktu dua puluh tahun! Bayangkan, sehingga semua yang tinggal di tanah Asia itu menerima kesaksian tentang Injil Ha Mashiah itu.
Sungguh waktu yang singkat! Tetapi sungguh mengagum­kan sekali!
Tetapi maaf, sudahkah anda perhatikan bahwa SAYA TELAH KELIRU MENGUTIP JUMLAH TAHUN yang dimaksudkan itu? Bukan dua puluh tahun! Melainkan HANYA DUA TAHUN SAJA!
Hanya dalam waktu DUA tahun semua orang di tanah Asia Kecil telah sempat mendengar kabar Injil itu.
Padahal waktu itu belum ada radio, televisi, listrik, alat perekam, mobil pick-up, piringan hitam, pengeras suara atau loud-speaker, belum ada kapal terbang jet atau bahkan kapal api yang cepat pun belum ada. Belum ada mobll-mobil. Bahkan belum ada sepeda atau mesin ketik untuk menulis.
Bagaimana bisa mereka bisa mencapai hasil yang begitu mengagumkan?
Sebabnya tiada lain, oleh karena semua orang Kristen ikut giat dalam usaha pelayanan itu. Mereka tidak berhenti bersaksi setiap harinya di dalam bait Elohim maupun di dalam tiap-tiap rumah.
Mereka betul-betul memiIikl pandangan 20-20 itu secara murni.
Mereka betul-betul menaruh rasa prihatin terhadap orang­-orang yang berdosa!
Dalam waktu DUA TAHUN saja mereka sudah berhasil menjangkau setiap orang di tanah Asia waktu itu.
Mereka PERGl KE SEGALA PENJURU DUNIA dan mengabarkan Injil Ha Mashiah itu Dl LUAR
LlNGKUNGAN MEREKA SENDlRl.

6. PERLUKAH KITA MENUTUP GEREJA?

”Kita akan menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan,” demikianlah seorang pendeta muda mengumumkan kepada para jemaatnya yang hadir.  Selama berlangsungnya kampanye penginjilan itu, maka gereja kita akan ditutup, kecuali pada hari Minggu.” [atau hari Saptu untuk gereja tertentu].

Apa maksudnya dengan kalimatnya itu? Bagaimana mungkin suatu gereja itu ditutup kegiatannya oleh karena hendak menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan?

Tetapi pendirian kita justru adalah sebaliknya. Kita mengumumkan suatu kampanye penginjilan, tetapi semua pertemuan itu akan berlangsung di dalam gedung gereja pada setiap malamnya, agar supaya gereja itulah yang bisa menjadi pusat dari pada kegiatan kampanye penginjilan itu.

Tetapi justru cara inilah yang lagi-lagi menggambarkan cara berpikir yang kaku tentang hal penginjilan itu. Kita berpendapat bahwa kita perlu mendatangkan orang-orang yang berdosa itu masuk ke dalam gereja terlebih dahulu, barulah kita melakukan usaha-usaha untuk menyelamatkan mereka.

Pendeta yang muda itu berusia 24 tahun. Ia telah menyelesaikan pelajarannya di Sekolah Alkitab dan menaruh harapan sepenuhnya pada Elohim untuk membimbing dia ke dalam kawasan panen yang telah matang untuk dituai, yakni memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang itu.

Dia pergi ke daerah kota-kota besar. Di sana ia temukan sebuah gedung gereja yang telah lama ditutup. Yang pintu­-pintunya telah lama dipaku dengan kayu palang, sedangkan jendela-jendelanya tertutup rapat.

Pada tahun 1900 gereja itu merupakan gereja yang terbesar di dalam kota itu. Tetapi menjelang tahun 1959 gedung itu sudah ditinggalkan orang dan ditutup rapat. Selama dua tahun tak pemah lagi ada kegiatan kebaktian gerejani di dalam gedung ini. Gereja itu telah mati.

Pada hal bila kita jelajahi kembali pada tahun 1900 ada terdapat lebih dari 800 orang yang bersembahyang secara tetap dan teratur di dalam gedung ini, yang bentuknya begitu indah dan bagus sekali itu. Gereja itu adalah tempat orang golongan elite berbakti, dan terletak di salah satu wilayah tempat permukiman yang terindah di bagian kota itu.

Lalu orang-orang yang kaya dan terpelajar itu pada pindah ke tempat yang lebih bagus lagi, dan datanglah orang-orang yang miskin mendiami daerah itu. Apa pun usaha yang dilakukan oleh gembala sidang, tetapi mereka tidak berhasil dalam mempertahankan kegiatan gereja itu. Akhirnya gedung yang indah dan megah itu menjadi kosong. – Lalu pada tahun 1959 pendeta muda yang berusia 24 tahun, itu datang kekota itu dan melihat keadaan gereja yang menyedihkan itu.

la terharu. Hatinya tergerak melihat keadaan itu dan masih menaruh harapan atas adanya tujuh orang anggota yang masih tersisa yang datang menemui dia. Mereka Ialu memilih dia untuk menjadi gembala sidang mereka.

Tindakan yang berikutnya ia lakukan ialah pergi mengun­jungi sebuah rumah yatim piatu yang tidak berapa jauh letaknya dari situ. la minta izin kepada pimpinan rumah yatim itu agar supaya diperkenankan ke empat puluh orang anak-anak yatim itu datang menghadiri kebaktian di gereja itu pada hari Minggu itu.

Jadi, ia mulai dengan 40 orang yatim, tujuh orang sisa anggota-gereja yang lama itu, dan anggota keluarganya sendiri. (Seluruhnya jumlah mereka 50 orang).

Kemudian ia mengerahkan mereka itu pada kegiatan penginjilan yang bersifat memenangkan jiwa, untuk mendatangi orang-orang dan mengajarkan kepada mereka kabar selamat itu. Tetapi sebelumnya ia ajarkan terlebih dahulu kepada anggota-anggota gerejanya yang sedikit itu untuk bagaimana caranya memenangkan jiwa. Lalu terjadilah peristiwa yang ganjil. Gedung tua besar yang megah itu yang mestinya memuat hadirin sebanyak 1000 orang, lalu hanya ditempati oleh sepuluh orang anggota orang-orang Kristen yang sederhana. Mereka cukup saja menempati satu baris bangku yang paling depan. ­Tetapi jiwa dan semangat mereka cukup bernyala-nyala untuk memperoleh pelajaran tentang bagaimana earanya memenang­kan jiwa buat YAHWEH.

Tentu saja kursus latihan pekerja YAHWEH itu merupakan suatu usaha yang sukses. Maka sehabis kursus inilah maka pendeta yang masih muda usia itu melakukan pengumumannya yang tidak kolot itu:  “Kita akan menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan. Selama kampanye penginjilan itu berlangsung, maka gereja kita akan ditutup, kecuali pada hari Minggu.”

Mengapa mesti menutup gedung gereja?

Oleh karena mereka harus pergi keluar ke tempat-tempat di mana orang-orang berdosa itu berada! Mereka akan pergi mengabarkan Injil DI LUAR LINGKUNGAN MEREKA SENDIRI.

Sepuluh orang Kristen telah dilatih untuk itu. Mereka sudah siap untuk segala tindakan memenangkan jiwa buat YAHWEH.

Setiap malam mereka berkumpul bersama untuk berdoa. Lalu tiap-tiap orang diantara mereka itu dibagi-bagi menurut jalan-jalan yang berbeda-beda pula. Mereka betul-betul memulai suatu kampanye penginjilan yang murni seperti halnya pada zaman para Rasul. Mereka mulai mengetuk pada pintu rumah-rumah, bersaksi tentang Ha Mashiah, dari rumah ke rumah. (Pada setiap hari Minggu mereka kumpul lagi dengan membawa hasil yang mereka peroleh itu, yakni orang-orang yang menyatakan dirinya bertobat kepada YAHWEH).

Empat minggu kemudian mereka sudah berhasil mengerah­kan 220 orang anggota! Sungguh suatu kebangunan kembali dari gereja tua itu, cuma karena mereka telah mempraktekkan

cara penginjilan yang pertama dulu kala itu. Dan ini pun baru suatu langkah permulaan saja.

Tanpa mengundang seorang penginjil dari daerah lain, tanpa mengeluarkan biaya tambahan, tak perlu membayar rekening gas pemanas ekstra atau arus listrik ekstra untuk air-condition. maka gereja itu telah berhasil menuai panen jiwa yang luar biasa banyaknya. Mereka telah beroleh pandangan baru tentang caranya memenangkan jiwa yang terhilang itu. ­DI LUAR LINGKUNGAN MEREKA SENDIRI. Hanya 10 orang Kristen saja yang pergi keluar setiap malamnya. berkunjung ke rumah-rumah dan memenangkan jiwa untuk Ha Mashiah – di tempat yang tidak termasuk kawasan Ilngkungan mereka sendiri.

Tetapi mereka itu tidak berhenti sampai waktu empat minggu saja. Mereka telah beroleh satu pandangan yang baru. Mereka dilanda satu semangat berkobar-kobar, yang segar dan sangat rindu untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang.

Mereka menemukan satu kenyataan yang besar, bahwa jiwa-jiwa itu sebenarnya mudah saja untuk dimenangkan ­apablla kita mendekati mereka il tempat mereka itu sendiri berada.

Pendeta itu berucap: “Sekarang saya hanya menghadapi satu masalah. Anggota-anggota gereja saya tidak lagi mau berbuat hal lain kecuali hendak memenangkan jiwa itu.”

Sebelum tahun itu, berakhir, maka gereja itu telah berhasil mengerahkan jiwa-iwa yang terhilang jauh leblh banyak dari pada gereja manapun di dalam kota itu. Sebab mereka telah melakukan hal itu DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA MEREKA SENDIRI.

***

Suatu gereja baru yang didasarkan atas usaha memenang­kan jiwa telah merayakan hari ulang tahunnya yang ke lima. Dalam satu tahun gereja itu telah berhasil mencapai jumlah ke anggotaan yang meliputi 440 orang. Kini jumlah hadirin yang jadi anggotannya sudah berkisar 2000 orang.

Setelah masa satu tahun mereka masih melakukan rapat pertemuan di garasi, tetapi keuangan yang mereka berhasil capai waktu itu sudah meliputi 6000 dollar, sementara jumlah pengeluaran untuk biaya penyelenggaraan segala kegiatan gerejani itu berkisar sekitar angka itu pula. Sekarang ini biaya pengeluaran mereka telah lebih meningkat jumlahnya sampai 200.000 dollar setahun, tetapi milik kekayaan gereja itu pun sudah meliputi nilai seharga satu juta dolar besamya.

Selama masa perkembangannya dalam lima tahun itu, gedung gereja itu sudah sempat berkembang luas dengan menambah lima buah gedung gereja yang baru yang lain lagi.                Mengapa gereja ini termasuk salah satu gereja yang paling pesat perkembangannya di dunia?

Pendeta itu menerangkan bahwa ia telah menjadi gembala dari gereja itu ketika mereka dalam tahun pertama masih mengadakan rapat dalam gedung garasi. Tetapi ia telab mengumumkan tekadnya, bahwa apa pun akibatnya, maka gereja itu hendaknya menjadi satu gereja yang terus-menerus memenangkan jiwa buat YAHWEH!

Ia melatih kurang lebih sepuluh orang dari anggotanya dan mulai mempraktekkan penginjiIan dari rumah ke rumah. Mereka bersaksi kepada jiwa-jiwa yang terhiIang itu – di tempat mereka itu berada – dan memenangkan jiwa-jiwa itu untuk Ha Mashiah.

Untuk tahun pertama mereka menangkan 150 jiwa ­kebanyakan di antara mereka itu dimenangkan di dalam rumah mereka sendiri.
Tahun yang berikutnya kira-kira 300 jiwa yang baru bertobat telah berhasiI dibawa masuk ke dalam gereja melalui cara yang sama.
Tahun yang berikutnya lagi mereka menangkan 500 orang, dan selanjutnya 700 orang lagi.
Pendeta itu berkata: “Sekarang ini saya mempunyai lebih banyak pengerja YAHWEH dari pada jumlah anggotaku dalam empat tahun yang lalu.”
Sekarang gereja itu sudah bisa membiayai 44 orang misionaris beserta dengan anak isteri mereka ke berbagai ladang misi, padahal jumlah mereka pada waktu empat tahun yang lampau baru 44 orang anggota saja.

Seorang penginjil lalu bertanya kepada pendeta itu bagaimana ia sampai bisa berhasiI begitu menyolok dalam perkembangannya itu. Pendeta itu menjawab: “Datanglah pada waktu kami lagi sibuk melakukan pelayanan pertengahan mingguan, maka saya akan menunjukkan kepada anda alasannya mengapa gereja kami berkembang begitu pesatnya.

Pada hari Rabu malam terdapat lebih dari 700 orang yang hadir. Lalu pendeta itu bertanya kepada para hadirin itu satu pertanyaan: “Siapakah di antara saudara-saudara yang telah keluar meninggalkan gedung gereja ini selama tahun ini dan memenangkan paling kurang satu jiwa buat YAHWEH?”

Maka lebih dari 300 orang pun bangkit berdiri dan menyatakan pernah berbuat hal yang demikian itu.

Sesungguhnya gereja itu telah sempat menemukan kembali akan perjuangan para rasul pada awal pertama gerejani untuk memenangkan jiwa – yang rahasianya sebenamya tiada lain adalah apabiIa kita sungguh merasa turut prihatin dengan nasib orang-orang yang berdosa itu, sehingga kita merasa perlu untuk memenangkan mereka buat Ha Mashiah. Dan setiap orang, babkan siapa saja dapat melakukan hal ini, asal saja ia mau pergi dan mengunjungi jiwa-jiwa yang terhiIang itu di tempat mereka itu berada – yakni DI LUAR LINGKUNGAN MASYARAKAT GEREJANI KITA SENDIRI.

***

Ada pula seorang pendeta yang beroleh kehormatan besar luar biasa karena berhasit membaptiskan ribuan orang setiap tabunnya dibandingkan dengan pendeta yang mana sekalipun di dunia ini. Oleh sebab itu gerejanya termasuk salah satu gereja yang langka yang beroleh sukses besar dalam memenang­ka jiwa di dunia ini.

Seorang pekabar Injil mengajukan pertanyaan kepadanya: “Apakah yang menyebabkan gereja anda membawa orang bertobat jauh lebih banyak jumIahnya di bandingkan dengan gereja mana pun di dunia ini?”

Ia menjawab pertanyaan ini dengan hanya satu kalimat yang pendek saja: “Oleh karena anggota-anggota gerejaku mencari jiwa buat YAHWEH.”

Dengan kalimat yang singkat ini ia telah memberikan kunci rahasia suksesnya yang sebenarnya.

Pendeta itu berkata: “Berulang-ulang kali saya selalu menekankan satu kebenaran kepada para anggotaku. Saya mengkaji-nya sampai berulang kali, sehingga’ akhirnya mereka sendiri juga yakin akan hal itu.”

Kebenaran yang selalu ia tekankan itu ialah:  ”Maka mereka itu senantiasa berada di dalam bait Elohim setiap hari dan di rumah-rumah. Mereka tidak berhenti mengajar dan memberitakan Injil tentang Ha Mashiah.”

Bahwa anggota gereja pada hakekatnya harus berkunjung ke rumah-rumah setiap keluarga dan bergerak ke dalam berbagai pelosok kota. Gereja itu mempunyai lima macam program kunjungan dalam setiap minggu. Dengan demikian mereka bisa mencapai hubungan dengan kurang leblh banyak 10.000 orang dalam seminggu.

Bagaimana hal itu mungkin ?

Pendeta itu menerangkan bahwa ia menekankan soal memenangkan jiwa dan bersaksi untuk Ha Mashiah demikian mantapnya, sehingga para anggota itu yakin betul bahwa mereka harus mencari jiwa untuk dimenangkan. Oleh sebab itulah maka mereka rela melakukan hal itu. la jadikan semboyan itu akan perjuangan di dalam kehidupannya sendiri. la kotbahkan hal itu setiap kali ia berdiri di atas mimbar. la tidak pemah berhenti menekankan pentingnya hal itu. Keyakinan itu Ialu mendapat tempat di dalam hati para anggotanya demikian rupa sehingga – di luar lingkungan gereja – hal itu menjadi semacam semangat yang kuat akan pekerjaan YAHWEH yang luar biasa hebatnya. Tahun yang lampau mereka menerima kira-kira 1.400 orang anggota baru yang bertobat dan menggabungkan diri dalam persekutuan gereja mereka.

Tetapi anda mungkin saja berkata, bahwa gereja-gereja itu adalah gereja-gereja yang besar. Sedangkan gereja anda sendiri hanyalah kecil saja.

Tetapi anda jangan lupa, bahwa orang-orang berdosa itu pun hidup dalam kelompok-kelompok kecil juga. dan mereka pun sama pekanya dalam menyambut Ha Mashiah asal saja kita mencari mereka itu dan menyampaikan kabar Injil itu kepada mereka diluar, di mana mereka ita berada.

Sebuah gereja kecil terletak di tengah masyarakat pedesaan yang serba polos di alam terbuka. Pendetanya berkata: “Anda bisa berdiri di atas atap gereja ini dan hanya dapat melihat dua buah rumah.”

Tatkala ia menjadi pendeta di situ anggotanya baru kurang lebih 75 orang. (Seluruh wilayah itu mempunyai penduduk tidak leblh dari 400 orang saja).

Lalu pendeta itu melakukan semacam sensus agama. la menemukan bahwa hanya ada enam orang yang belum diselamatkan di daerah itu – Dan mereka itu sangatlah sulit dan kebal sekali terhadap Injil.

Akan tetapi hanya dalam waktu dua tabun gereja itu telab memenangkan kurang lebih 300 anggota untuk Ha Mashiah. Dengan demikian kehadiran di gereja itu berkisar sekitar 400 orang setiap hari Minggu.

Bagaimana hal ini terjadi ?

Sebab pendeta yang muda itu tahu betul rahasia untuk memenangkan jiwa. la tahu bahwa orang-orang berdosa itu pada umumnya tidak mau datang ke gereja untuk minta diselamatkan. Oleh sebab itulah mereka harus kita raih diluar Iingkungan masyarakat kita  sendiri.

la melatih sekelompok aoggotanya untuk bersaksi dan membimbing jiwa-jiwa untuk mengambil keputusan menerima Yeshua, – dari tempat mereka bermuakim. Mereka berjalan keliling di sekitar daerah itu, mengetuk pintu dari rumah ke rumah, memperkenalkan Ha Mashiah kepada orang-orang itu dan mengajak mereka untuk diselamatkan.

Mereka akan berkunjung sampal kota-kota yang terletak 15 atau 25 mil jauhnya, dan memenangkan jiwa buat Ha Mashiah. Dalam dua tahun gereja itu sudah punya tiga buah bus yang tugasnya mengangkut 200 orang pulang pergi ke tempat beribadah pada setiap kali ada perkumpulan atau kebaktian.

***

DI dalam sebuah distrik di kota besar, sebuah gereja telah memenangkan 40 orang untuk Ha Mashiah. Hanya dalam waktu satu tahun. Mereka belum merasa puas dengan hasil ini. Lalu mereka pun menyelenggarakan suatu program latihan khusus mengenal cara memenangkan jiwa selama dua minggu lamanya.

Pendeta dengan para anggota jemaat tersebut menentukan satu sasaran tertentu, yakni “menginjil kepada masyarakat sekiltarnya.”

Dalam jangka waktu dua bulan gereja itu telah mengerah­kan anggota-anggotanya keluar dari lingkungan gerejanya sendiri. Mereka berhasil membawa sejumlah besar jiwa untuk diselamatkan serta 67 keluarp baru ke dalam persekutuan kelompok gereja mereka.

***

Di dalam sebuah kota kecil dengan penduduk 45.000 jiwa, sebuah gereja menyisihkan waktu tiga minggu lamanya yang diperuntukkan bagi kampanye memenangkan jiwa Dl LUAR LINGKUNGAN SENDlRI. Tujuannya ialah hendak menginjil kepada penduduk kota itu.

Minggu yang pertama dikhususkan sama sekali untuk melatih orang-orang Kristen Itu bagaimana caranya bersaksi dan membawa jiwa buat YAHWEH.

Kaum pria pergi bersaksi, ketemu dengan perorangan satu persatu, baik yang meringkuk dalam penjara, ataupun di rumah panti asuhan anak-anak nakal, atau di daerah gubuk-gubuk orang miskin dl perkotaan Itu. Kaum wanitanya berkunjung ke rumah-rumah sakit, rumah penampungan orang-orang tua jompo, dan rumah-rumah panti perawatan sosial menyelusuri satu tempat tidur ke tempat tidur lainnya, dari satu kursi ke kursi yang lainnya.

Sasaran utama dari pada usaha kegiatan bersama itu tentu saja adalah penginjilan dari rumah ke rumah. Pada setiap malamnya sesoorang itu ditugaskan di sebuah jalanan tertentu. Jadi, setiap malam tentu saja mereka menyelusuri jalan yang berbeda pula masing-masingnya. Mereka memasuki rumah ke rumah untuk bersaksi tentang Ha Mashiah. Mereka melakukan daya upaya sekuat tenaga untuk mengajak jiwa-jiwa yang terhilang itu mengambil satu keputusan guna menerima Dia secara langsung.

Hanya dalam waktu dua minggu terdapat 333 orang yang telah berhasil di jaring buat YAHWEH. Malah dalam waktu tiga minggu sesudahnya gereja itu menerima Iebih dari 150 orang yang datang bertobat sebagai jiwa baru di dalam persckutuan gereja itu.

Pendeta itu berkata, bahwa para anggotanya telah menjadl terbiasa akan penginjilan dari  rumah ke rumah. Dengan demikian program kunjungan mereka kepada anggota lainnya Ialu diperluas sampai kepada orang-orang yang mereka jumpai di luar lingkungan mereka sendiri. Tetapi program besuk Itu juga telah meluas demikian rupa, sehingga setiap rumah tangga boleh dikata baru dalam waktu tiga bulan lamanya barulah beroleh giliran untuk dikunjungi.

***

Seorang mahasiswa muda selama hari-hari libur mengikuti suatu kursus latihan yang diselenggarakan sebuah gereja mengenai cara memenangkan jiwa di luar lingkungan gereja sendiri. Pemuda itu lalu dapat memahani maksud yang sesungguhnya dari para penginjilan tersebut.

Ia kembali lagi ke sekolahnya menghadiri kuliah dan mengorganisir sekelompok rekan-rekan mahasiswa yang terdiri dari sepuluh orang dengan tujuan hendak memenangkan jiwa yang terhilang. Mereka menyebut kelompok mereka itu ”evangelis” yang bermaksud hendak bersaksi kepada orang berdosa di manapun mereka berada.

Dalam balan pertama saja kelompok itu sudah berhasil meraih lebih dari 50 orang anggota untuk datang kepada Ha Mashiah, Mahasiswa yang muda-muda itu pergi keluar untuk mencari jiwa yang terhilang.

***

Sebuah gereja lain lagi yang mempunyai soorang pendeta yang telah mendengar tentang kegiatan di luar lingkungan gereja, yakni memenangkan jiwa buat YAHWEH. Ia lalu meminta bahan-bahan bacaan mengenai soal ini, Ialu melatih sejumlah anggotanya untuk mampu bersaksi kepada orang berdosa.

Tahun yang lampau mereka hanya memperoleh tambahan anggota dua orang saja.

Tetapi setelah mereka menyelenggarakan suatu jangka waktu latihan, maka merekapun melangsungkan kegiatan penginjilan – dI luar lingkungan gereja mereka sendiri ­sambil bersaksi dari rumah ke rumah tentang Ha Mashiah.

Dalam satu tahun saja gereja yang kecil itu telah memenangkan lebih dari 100 jiwa yang terhilang dan masuk ke dalam lingkungan keanggotaan gereja mereka.

***

Seorang profesor yang mengajar di suatu Sekolah Tinggi Alkitab menceritakan kepadaku tentang pengalamannya.

Ia berkata bahwa ia menyadari kenyataan perlunya orang Kristen itu pergi keluar               dan berkecimpung di antara orang-orang yang berdosa untuk bersaksi. Bahwa gereja tidak boleh menunggu orang-orang berdosa itu datang masuk ke gereja untuk minta diselamatkan. Lalu ia memutuskan untuk membuat satu percobaan tentang cara memenangkan jiwa di luar lingkungan gereja dan mencari jiwa-jiwa tersebut di tempat mereka sendiri.

Ia mengajak serta tujuh orang anak-anak muda Kristen lalu mereka pun berangkat menuju ke suatu kota tertentu.

Mereka mengabdikan diri selama tiga hari dengan jalan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah dan bersaksi tentang Ha Mashiah. Setiap sore harinya mereka pergunakan dua jam untuk berkunjung ke rumah-rumah itu.

Hanya dalam jangka waktu tiga hari, dan itu pun hanya dua jam per hari, mereka kerjanya mengetok pintu rumah orang. Mereka berhasil melakukan kunjungan kepada 392 buah rumah dan sempat berbincang-bincang dengan para penghuninya sejumlah 198 Orang. Di antara mereka itu 24 orang telah diselamatkan karena menerima Yeshua sebagai Juruselamat mereka.

***

Kita dapat mengemukakan banyak lagi contoh-contoh di sini, dan oleh karena rahasia cara memenangkan jiwa yang terhilang ini telah tersebar luas di kalangan para pendeta dan kaum pekerja YAHWEH dengan cepat sekali, maka contoh-contoh kejadian yang baru pun banyak pula bermunculan. Setiap hari dan setiap minggu orang senantiasa membuat kemajuan dalam hal ini.

Tidak ada masalah sebenarnya yang menyangkut persoalan ini. SETIAP GEREJA DAPAT SAJA MEMENANGKAN JIWA. GEREJA MANA PUN JUGA DAPAT MENGINJIL DI LUAR LINGKUNGANNYA SENDIRI. – Apabila orang-orang Kristen dari suatu gereja memahami betul panggilan ini dan bersedia melatih diri dengan perlengkapan seperlunya untuk melakukan penginjilan (atau memenangkan jiwa) itu, di luar lingkungan gereja sendiri, maka – terbukalah kemungkin­an besar bahwa kita bisa panen jiwa di tempat mereka itu berada, – dan kita telah berhasil menyelamatkan jlwa-jiwa YANG BERADA DI LUAR LINGKUNGAN KITA SENDIRI.

7. SASARAN YANG MURNI

Salah satu gereja yang paling menyolok dalam abad ke 20 ini ialah contoh gerakan pertumbuhan aliran agama Saksi Yehova.

Meteka telah mengajarkan dan menyampaikan ajaran agama mereka dengan cara mendatangi satu rumah ke rumah yang lainnya di seluruh dunia. Sekarang ini mereka merupakan satu gerakan yang paling pesat kemajuannya di antara sekian banyak organisasi di dunia ini terutama sekali di dunia Barat.

Walaupun demikian saya meragukan apakah ada seseorang yang mereka ajak datang ke tempat markas besar kegiatan organisasi mereka itu. Artinya pada awal mula perjumpaan mereka dengan seseorang yang mereka garap itu. Sebab rencana mereka adalah memasuki setiap rumah untuk kemudian bisa melakukan kunjungan ulangan lagi untuk memenangkan jiwa yang jadi sasaran itu. Maka baru kemudian mereka mengajak serta orang yang telah bertobat itu masuk ke dalam Gedung Kerajaan mereka. Tetapi itu pun bukan dengan maksud apa-apa kecuali hendak memberikan satu latihan pembinaan kepadanya. Agar supaya orang Itu mampu pergi ke mana-mana lagi untuk memenangkan jiwa seperti halnya orang lain telah berhasil memenangkan jiwanya sendiri.

Apakah sebenarnya yang mendorong pengabdian “Saksi­-saksi” itu pergi keluar dan melakukan tugas gemilang itu? Apakah yang membuat mereka itu sukses dalam memenangkan jiwa, yang pada pandangan umat Kristen lainnya dianggap sebagai sesuatu hal yang mustahil atau sulit untuk dilaksanakan? Dan apakah halangan yang menyebabkan umat Kristen lainnya segan meniru teladan mereka itu? Padahal cara mereka itu begitu efektif menurut bukti-bukti yang telah menjadi kenyataan. Begitu besar hasil yang telah mereka tuai! Apakah cara panen jiwa semacam itu tidak bisa diterapkan di dalam lingkungan gereja kita juga? Tentu saja hal itu bisa saja terlaksana bagi semua gereja yang berada di atas bumi ini. Sungguh mengherankan, bukan? Mengapa justru kaum Saksi Yehova itulah yang telah membuktikan berhasilnya sistim gereja YAHWEH yang pertama itu. Artinya sejauh menyangkut hal yang berhubungan dengan cara memenangkan jiwa itu.

Menurut anggapan penganut “Saksi-saksi” itu kerinduan mereka yang terbesar dalam usaha mereka ialah berbuat seperti apa yang pernah dikerjakan oleh orang-orang Kristen yang pertama. Bila ditilik dari segi sejarah, demikian kata mereka, maka agama Kristen itu sebenarnya adalah agama yang timbul dari perorangan kepada perorangan yang lainnya. Jadi, mereka menyampaikan keyakinan mereka itu dari satu orang kepada orang lainnya. Apakah ada hambatan dasar yang mencegah umat Kristen untuk berbuat hal yang sama? (terpisah dari rasa takut, sikap masa bodoh, sibuk dengan kegiatan duniawi, atau tanggapan yang keliru bahwa tugas itu harus memerlukan orang profesional?)

Ada satu kelebihan mereka. Bahwa mereka tidak mengenal perbedaan menyolok. antara kaum rohaniwan dan kaum awam. “Semuanya adalah guru dan penginjil, dan wajib menyampaikan firman Elohim itu kepada siapa saja.” Demikian­lah pernyataan mereka itu. Oleh sebab itu mereka tidak tumpahkan tanggung jawab penyebaran Injil itu di atas pundak kaum pendeta saja yang jumlahnya tidak seberapa itu. Setiap anggota mereka adalah saksi yang hidup tentang keyakinan mereka.

Dan saya pun berpendirian bahwa setiap Pengikut Yeshua adalah saksi yang hidup bagi Yeshua! Apabila kita yakin akan ayat yang tertera dalam Kisah 1:8 yang menjanjikan berkat-Nya bagi kita, (maka kamu akan menerima kuasa!), maka hendaklah pula kita yakin akan perintah-Nya (hendaklah kamu menjadi saksi!).

Kalau ada golongan umat Kristen yang bisa menghabiskan waktu mereka sebagian besar di dalam tiap rumah dan di tempat-tempat umum, mengapa orang-orang Kristen yang sejati mesti menghabiskan waktunya dengan mengurung diri di dalam lingkungan sempit mereka sendiri?

Apabila kita hanya tetap tinggal di dalam lingkungan kita yang sempit itu, maka mungkin tak akan ada orang yang akan bergabung diri lagi dengan gereja kita. Apabila para rasul dan orang-orang Kristen yang pertama itu terus saja bercokol di ruang tingkat atas di Yerusalem sambil menikmati berkat yang mereka terima dari Roh Kudus, maka hanya sedikit saja orang yang sempat mendengar Injil YAHWEH itu. Tetapi orang-orang Kristen yang pertama itu pergi keluar mengunjungi tempat jiwa-jiwa yang terhilang, sehingga seluruh tanah Asia waktu itu berhasil dijelajahi dalam waktu dua tahun saja.

Golongan Saksi Yehova pun pergi keluar dan apabila mereka melakukan suatu pertemuan bersama, maka mereka akan memenuhi balai pertemuan umum yang paling besar atau memadati ruang stadion yang bisa mereka peroleh sambil belajar berjam-jam tentang tehnik memenangkan jiwa.

Sudah waktunya kita meneliti caranya mereka itu bersaksi. Agar supaya kita pun terdorong untuk PERGI KELUAR DAN MENINGGALKAN LlNGKUNGAN KITA SENDIRI.

Adalah rada memalukan juga apabila kita justru mengabai­kan cara yang belum pemah kita coba, padahal kita sendiri sering mengumandang bahwa “Iewat kitalah kabar keselamatan itu disampaikan kepada seluruh dunia.” Kita harus menyam­paikan kabar selamat itu kepada sekalian bangsa dan kepada setiap orang yang mau menerima keyakinan Itu. Mudah-mudahan kasih Elohim itu menyertai kita untuk menyampaikan apa yang kita KETAHUI kepada orang-orang berdosa di tempat mereka itu berada.

Dari catatan resmi diperoleh data di Amerika bahwa Saksi-saksi Yehova itu sempat mengunjungi 900.000 rumah keluarga setiap minggunya. Di dalam rumah tangga yang mereka datangi itu kebanyakan di antara mereka itu dilayani dengan pelajaran Alkitab. Mereka juga bersaksi dengan alat-alat perekam, piringan hitam atau pun majalah-majalah.

Sekarang ini dengan sedikit biaya kita sudah dapat memperoleh tape dan rekaman atau piringan hitam, sedangkan barang cetakan cuma-cuma banyak sekali mengalir untuk keperluan penginjilan itu. Oleh sebab itu kaum awam Kristen pun harus dapat lebih giat untuk menyampaikan Injil itu DI LUAR GEREJA MEREKA ITU SENDIRI.

Sebab di balik itu semua kita punya sasaran yang murni Hidup yang baru di dalam Yeshua Ha Mashiah! <:::><

Bersambung ke bagian 2: Bab 8 sampai 15Bersambung ke bagian 3: Bab 6 sampai Tamat

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Juni 2017
      M S S R K J S
      « Apr    
       123
      45678910
      11121314151617
      18192021222324
      252627282930  
  • Cari