Imam Hindu menantang ketuhanan Yeshua 30 hari – kesaksian Penginjil Kosh Dahal

Sebab besarlah YAHWEH dan sangat terpuji, dan Dia ditakuti oleh semua ilah. Sebab semua ilah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YAHWEH-lah yang telah menjadikan langit. (1 Tawarikh 16:25-26, KS-ILT)

Imam Kosh Dahal dikunjungi seorang Penginjil secara terus-menerus, merasa cape dengan kunjungan Penginjil ini ia memberi tantangan serius kepada si Penginjil, jika Yeshua tidak bisa membuktikan kuasa-Nya pada imam Hindu ini maka Penginjil akan dilaporkan ke polisi Nepal. Kesaksian ini saya ambil dari video kesaksian pribadi Kosh Dahal di bawah. Selamat membaca dan diberkati. Adonai Yeshua memberkati!

”Saya ingin membuktikan bahwa Kristen adalah agama palsu. Yesus Kristus tidak dapat melakukan apa-apa.” Kosh mengawali kesaksiannya, dan melanjutkan, ”saya Pastor Kosh dari Nepal. Aku punya istri Shobha dan tiga anak. Mereka di Nepal. Ayah saya adalah seorang pendeta Hindu. Kami dari latar belakang keluarga imam Hindu. Semua saudara-saudari berasal dari keluarga imam Hindu. Mereka pemeluk Hindu yang kuat. Saya sebelumnya juga adalah seorang iman Hindu

[Imam yang setia, 330 juta dewa tidak bisa memuaskan jiwanya] Pada suatu hari ia merenungkan hidupnya sendiri, bertanya: ”Mengapa saya tidak memiliki damai dalam hatiku?” Meskipun saya telah melayani banyak dewa-dewi, saya memiliki 330 juta dewa-dewi, menyembah mereka, berdoa untuk mereka, selama bertahun-tahun, katakanlah tiga puluh tahun, namun mereka tidak menjawab doa-doaku, tidak menanggapi penyembahanku. Saya bertanya-tanya: mengapa? Mengapa saya ada di bumi? Apa tujuan utamaku hadir di bumi? Apa yang akan terjadi setelah saya meninggal dunia?

“Karena didalam agama Hindu berkata bahwa setelah kita mati kita harus melewati inkarnasi sebanyak 840.000 kali. Saya perlu mengalami inkarnasi (puturan kelahiran-kematian) menjadi rupa seperti serangga, sapi, ayam, anjing. Ada begitu banyak hal yang saya perlu lakukan untuk mengubah keberadaanku. Saya menjadi kecewa.  [Alkitab menyatakan manusia mati hanya satu kali, setelah itu kita akan hidup kekal di Sorga dan yang tidak percaya kepada Firman-Nya hidup kekal di Neraka]

Kosh selain seorang imam Hindu ia juga pengusaha dari beberapa klinik untuk binatang di Kathmandu. Pada suatu hari seorang Kristen datang ke kliniknya dan membagikan berita Injil.

”Ia membagikan berita Injil kepada saya selama ber-hari-hari. Dan dia benar-benar mengganggu saya. Saya tidak ingin menerima Yeshua Ha Mashiah, namun ia terus menerus datang ke klinik hewan saya dan selalu memberitakan Injil.

Saya menolak karena saya berasal dari keluarga kasta tertinggi. Saya tidak ingin masuk gereja dan bercampur dengan orang-orang berkasta rendah.

Selain itu, saya sudah memiliki 330 juta dewa-dewi. Apa yang saya bisa lakukan dengan satu Elohim (God)? Apa yang satu Elohim ini bisa lakukan bagiku? 330 juta juta (dewa-dewi) tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi hanya satu, tidak ada harapan.

Jadi saya katakan kepada dia, “Tidak mungkin! Saya tidak percaya itu. Kristianitimu adalah agama palsu, dan saya tidak ingin percaya itu semua. Namun dia terus-menerus datang. Saya mencari sebuah ide, bagaimana saya bisa menghentikan orang yang terus-menerus datang kepadaku untuk mengabarkan Injil?”

[Mengadakan tantangan pembuktian ketuhanan Yeshua selama 30 hari] Kosh menemukan ide, biasanya ia menolak tamu ini datang sekarang ia sengaja mengundang pria kristen ini datang. Perjanjian tantangan dibuat.

“Anda adalah orang yang mengatakan kepada saya ‘Yesus adalah Elohim, benarkan?” Kosh membuka forum tantangannya

“Ya,” pria Kristen ini menjawab

“Anda adalah orang mengatakan kepadaku selama beberapa hari dan bulan bahwa Yeshua dapat menyelamatkanmu, dapat berbicara kepadamu, tinggal bersamamu, dapat menjamahmu, dapat mengubah (hidup)mu, dapat melakukan semuanya. Selain Dia tidak ada orang yang bisa melakukan semua hal itu. Kamu telah mengatakan demikian, benar atau tidak?

”Kamu katakan Yeshua adalah Elohim yang penuh kasih dan Elohim yang hidup. Dan elohim (ilah-ilah) lainnya adalah berhala, dan mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Apakah kamu mengatakan hal-hal itu? Saya marah kepada mu. Saya ingin membuktikan bahwa Kristianiti adalah agama palsu! Yeshua Ha Mashiah tidak dapat melakukan apa-apa, saya akan membuktikan itu!”

“Tidak, tidak, kamu tidak dapat membuktikan.” si penginjil berkata

“Saya akan membuktikannya!”

“Bagaimana?” tanya tamunya

”Baiklah, kamu berkata, ‘Yeshua Ha Mashiah adalah Elohim yang hidup dan mengasihi, Dia akan datang kepadaku dan Dia mengubahku dan menjamahku, benar begitu?”

“Benar.” tamunya mengiakan

“Baiklah, saya akan meminta kepada Yeshuamu, 10 menit di pagi hari, dan 10 menit di malam hari secara setia dan jujur. Saya akan bertanya kepada Dia, jika Dia adalah Elohim yang nyata. Datanglah, sentuhlah saya dan ubahlah saya dalam waktu 30 hari. Jika tidak terjadi dalam 30 hari itu, maka saya akan membuktikan untuk pertama kalinya di dunia bahwa agama Kristen sungguh palsu.”

“Setuju, kamu dapat melakukan itu.” tamunya setuju

“Jika Yeshua Ha Mashiah tidak membuktikan diri sebagai Elohim, Elohim yang mengasihi dan Elohim yang hidup, dan tidak menyentuhku dan mengubahku, dalam waktu satu bulan kamu tahu apa yang akan saya lakukan? – saya akan membuat keluhan formal terhadap kamu di kantor polisi dan polisi akan menangkapmu. Apakah kamu setuju dengan itu?”

“Setuju!” jawab penginjil tersebut, membuat Kosh terperanjat dengan keyakinan iman dan keberanian tamunya

“Namun dalam waktu satu bulan tersebut, jika kuasa Yesus Kristus datang dan menyentuh saya dan merubah hidupku maka saya akan hidup bagi Dia, meninggalkan rumahku, menjual semua milikku. menjual bisnisku. Saya akan mengorbankan semua yang saya miliki,” Kosh berjanji, ia menambahkan,

“Saya akan mengorbankan segala sesuatu yang saya miliki. Namun jika tidak terjadi, kamu akan berada dalam kesulitan. Jadi saya minta jangan mengajari saya selama satu bulan ini, Saya akan mencoba untuk menemukan Yeshua. saya akan datang pada anda dan saya akan menuntut anda jika Yeshua Ha Mashiah tidak menjamahku dan mengubahku.”

[Masa 30 hari pembuktian ketuhanan Yeshua] Saya mulai melakukan itu, dengan penuh keyakinan. Saya benar-benar ingin menemukan. Saya ingin benar-benar membuktikan bahwa Yeshua Ha Mashiah ini adalah palsu.

Dan apa yang saya lakukan, saya mulai bertanya di pagi hari, dengan satu hati, satu pikiran, satu keinginan: ‘Yeshua, siapa Kamu? Jika Engkau adalah Elohim, mari jamahlah aku dan ubahlah aku. Jika tidak, maka Engkau bukan Elohim.’

Minggu pertama, tidak ada yang terjadi. Minggu kedua, tidak ada yang terjadi. minggu ketiga juga, tidak terjadi apa-apa.

“Yeshua waktu hanya tinggal satu minggu,” saya berkata Dan apa yang terjadi, hari pertama di minggu terakhir itu, sesuatu terjadi pada saya. Waktu itu di Kathmandu sedang musim salju, saat yang dingin, dan saya sedang membungkus diriku dengan selimut, selimut itu sangat tipis, meskipun saya merasa dingin, saya tetap memohon permintaan yang sama. Pagi itu tiba-tiba, ada terasa semacam arus listrik masuk ke dalam tubuhku, awalnya tidak kuat, namun segera menguat, bergerak cepat sekali dalam tubuhku. Saya terkejut, tubuhku mulai gemetar, dengan rasa takut saya bertanya-tanya, “Siapakah ini? Apa yang terjadi padaku?

Selama satu menit jamahan Elohim itu terjadi, ia merasakan sesuatu yang baru tinggal di dalam dirinya dan memberinya kedamaian, Kosh mengingat.

“Saya telah menyembah selama bertahun-tahun kepada 330 juta dewa-dewi tidak pernah terjadi seperti ini meskipun saya menyembah mereka dengan rajin. Namun hari itu saya percaya sekali bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah benar-benar Elohim yang memiliki kekuatan yang besar. Dia datang, Dia menyamah dan merubah saya. Dia membebaskan saya, Dia menyadarkan saya. Saat itu saya menangis dan menyadari dan berkata: “Oh, Yeshua Ha Mashiah, Engkau adalah nyata.”

Isterinya, Shobha juga telah disembuhkan oleh Yeshua dan percaya Yeshua. Kosh menepati semua janjinya, dan pergi ke Filipin untuk belajar Alkitab. Keduanya sekarang memberitakan Injil dan membangun gereja-gereja di Nepal dan melatih calon-calon misionari di negara-negara Asean untuk menjangkau bangsa Nepal.

Jika anda tertarik untuk berhubungan dengan pendeta Kosh hubungi emailnya: koshnet@yahoo.com

Baca lebih lanjut

Iklan

Imam dan Pengkotbah Muslim bangkit dari kematian setelah di-Injili oleh Yeshua Ha Mashiah

Jawab Yeshua: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”  (Yohanes 11:25-26)

Upacara memandikan jenazah Muslim

Ibadah memandikan jenazah – illustrasi

Diterjemahkan dari laporan Bibles for Mideast: Dead Imam comes alive during burial preparations; a year and a half later, he heads up a newborn church!

Catatan dari penterjemah Indonesia: “Editor” pada tanda kurung adalah editor Bibles4Medeast. Kurung siku dari penterjemah. ”Munaf Ali” bukanlah nama asli sebagaiman Editor Inggris telah menyatakannya; itu dilakukan demi keamanan jiwa bekas imam itu sendiri. Bibles for Mideast bukanlah sebuah denominasi gereja, hanyalah sebuah gerakan misionari yang bekerja tanpa lelah untuk memberitakan Injil kepada para Muslim dan suku-suku yang belum pernah mendengar Injil, serta mendistribusikan Alkitab-alkitab secara gratis. Mereka memfollow-up jiwa-jiwa baru melalui gereja-gereja rumah dibawah bendera Gereja ALG (Assembly of Loving God).

[Pembela Islam yang setia dan yakin akan imannya, iblis-iblis merebut jiwanya]

Munaf Ali, 46, telah melayani dengan setia sebagai imam dan pengkotbah pada masjid Timur Tengahnya selama bertahun-tahun. Pada suatu hari yang telah ditentukan di bulan Maret tahun 2016, Pastor Paulus dan tim Injil dari (organisasi) Alkitab-alkitab untuk Mideast (the Bibles For Mideast) memutuskan untuk bertamu mengunjungi imam Muslim ini. Saat mereka mengobrol, topik Yeshua dan Alkitab muncul secara alami. Imam dengan tegas menyangkal keilahian Yeshua Ha Mashiah dan kredibilitas Kitab Suci orang Kristen. Dan dengan marah ia menolak tawaran pendeta Paulus memberi kitab Injil dan berlanjut mengutuki para misionaris tersebut.

Ia kemudian merumuskan rencana penyerangan. Mengumpulkan sebuah massa para fanatik, ia sendiri memimpin mereka dalam upaya penyerangan atas tim penginjilan ini. Dengan teriakan-teriakan ”Allahu Akbar” (bahasa Arab untuk ‘Allah Lebih besar’ – Editor), mereka tiba di suatu tempat yang mereka telah dengar kelompok [penginjil] tersebut mengadakan pertemuan. Untungnya, oleh tuntunan Elohim, tim (penginjil) tersebut memutuskan untuk mengadakan pertemuan mereka di tempat lain.

Beberapa hari kemudian, imam ini sejak berjalan pulang ke rumahnya setelah Sembayang Jumat di Mesjidnya. Tiba-tiba ia dikuasai oleh perasaan pusing, ia jatuh ke tanah. Ketika ia dalam keadaan koma, ia menyaksikan para iblis berdatangan segera ke arah dirinya, ia berkat, untuk mengambil jiwanya.

”Pergi kamu hai para iblis yang dikutuki Allah!” Ia berteriak pada mereka sekeras ia bisa lakukan. ”Kamu tidak punyak hak untuk mengambil jiwaku!” ia mengklaim

”Tidak!” mereka menjawab [menolak usiran imam Muslim ini], ”Itu adalah hak kami untuk mengambil kehidupanmu! Imam ini bercerita bahwa mereka kemudian secara paksa mengambil jiwanya.

[Para iblis lahir dari hadirat Yeshua; Yeshua memberi tahu siap Diri-Nya kepada imam ini dan memberinya kehidupan kembali]

Ketika para roh jahat ini berbalik untuk meninggalkan tempat, Yeshua tiba-tiba menampakan diri diapit oleh para malaikat, Munaf bercerita. Iblis-iblis tersebut melarikan diri dengan rasa ketakutan.

”Dengarkan, putra-Ku” Yeshua berkata kepada Munaf. “Adam Pertama telah tidak taat kepada Elohim dan berdosa menentang Dia di bawah tekanan Setan. Gerbang-gerbang Sorga telah tertutup karena dosanya.

”Aku adalah Adam Kedua, Firman Elohim dan Meshiah Yeshua, Putra dari Yang Mahatinggi. Aku telah lahir dari Maria gadis perawan, sebagai Putra Manusia yang tidak berdosa untuk menebus Adam Pertama dan semua keturunannya -termasuk kamu- dari dosa dan kematian. Aku telah tersalib dan mati sebagai tebusan untuk semua dosa-dosamu, untuk memjadikan kamu anak Elohim dan warga-negara Sorga.”

”Aku telah bangkit dari kematian dan membuka gerbang-gerbang Sorga untuk membawamu kepada kemulian kekal. Milikilah iman dalam Ku dan menjadi saksi Ku. Aku memberi kehidupanmu kembali kepadamu, sebab Aku memiliki otoristas untuk memberi kehidupan.

Ketika Munaf membuka matanya, ia sadar bahwa putra-putranya dan para keluarga dekat lainnya telah meletakkan tubuhnya pada sebuah meja, mempersiapkan untuk menyuci dan membungkus tubuhnya untuk penguburan. Sebuah kumpulan besar telah hadir untuk ibadah pemandian dan pembungkusan sebuah sesuai aturan Islam sebelum penguburan.

Semua yang hadir sungguh terkejut ketika ia tiba-tiba terbangun dari meja pemandian tersebut. Ia mencoba menerangkan kepada mereka apa yang ia baru saja alami. Ia telah ada mati, ia berkata, dan para roh jahat telah melakukan yang terbaik mereka bisa untuk mengambil nyawanya, Tetapi Meshiah Yeshua datang dan memberi dia kehidupannya balik lagi!

Banyak dari mereka yang mendengarkan [kesaksian Munaf] berpikir bahwa dia telah kehilangan kesadarannya. Sungguh ia telah terbentur batu pada kepalanya ketika ia terjatuh. Yang lainnya menduga entah roh-roh jahat sekarang menguasai dirinya.

Pada hari-hari berikutnya setelah kejadian tersebut, Munaf berbicara tentang Yeshua kepada keluarganya dan kepada siapa saja yang mengunjungi dirinya. Anggota-anggota keluarganya percaya apa yang ia katakan, dan mereka menerima Yeshua sebagai Juruselamat dan Tuhan mereka. Namun masyarakat memaksa bahwa ia memerlukan pertolongan ahli jiwa, dan mengusir dia dari mesjid dimana ia bertugas.

Kemudian aniaya melawan dia dan keluarganya semakin bertambah, mereka dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka dan negara mereka.

Namun Elohim memakai Munaf. Munaf telah menjadi seorang penginjil yang sangat luar biasa bekerja bersama organisasi Bibles for Mideast, telah memenangkan banyak jiwa bagi Adonai. Dua dari putranya sekarang belajar Firman Elohim. Minggu lalu, sebuah gereja Rumah ALG telah lahir di bawah kepemimpinannya, mengadakan ibadah mingguan pertama kalinya.

Berdoalah untuk Munaf Ali, keluarganya, dan gereja baru tersebut; meminta Adonai kita tetap melindungi, memimpin dan melengkapi kebutuhan bagi mereka sebagaimana mereka bekerja bagi kelanjutan Kerajaan Elohim di wilayah-wilayah rawan untuk Injil. (www.Bibles4Mideast.com, 9 Oktober 2017)

Baca lebih lanjut

Ibrahim Abdullahi pemuda Fulani Muslim menyaksikan sendiri mujizat kuasa Yeshua Ha Mashiah

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.  (Yohanes 15:16)

Pemuda suku Fulani - Afrika bercampur Arab

suku Fulani -illustrasi

[Alkitab dan Kuran berpindah tempat dua kali secara aneh]

Saya pergi ke satu orang dari tetangga kami, seorang ibu. Dan meminta kepada wanita itu sebuah Alkitab, ”Saya perlu Alkitab,” saya berkata.

Wanita itu ketakutan dan bertanya, mengapa saya meminta darinya Alkitab? Wanita itu berkata bahwa ia tidak ingin bermasalah sebab orang tua pria ini baik dengan anak-anak wanita Kristen tersebut.

Saya berkata kepadanya, ”Jangan kuatir, saya hanya ingin membacanya.”

Saya bawa Alkitab itu ke rumah dan membukanya dan mulai membaca. Saya memulai membaca (kitab) Yeremiah dan Yesaya. Saya berkata kepada diri saya sendiri: “orang-orang Kristen adalah gila, saya lempat Alkitab tersebut ke lantai dan berkata sambil berkata, “mereka telah belajar semua nama-nama nabi,” lalu saya duduk diranjang dan pergi tidur.

Ketika saya terbangun, saya temui bahwa Kuran saya telah berada di lantar sementara Alkitab (yang dilantai) berada di atas ranjangku. Saya sungguh terkejut, saya tahu persis bahwa saya tidak pernah menaruh Kuran di lantai. Lalu saya ambil Kuran tersebut menaruhnya di atas meja, sebaliknya, menaruh Alkitab ke atas lantai dan meletakkan sebuah batu di atas Alkitab itu; lalu saya kembali tidur. Namun ketika saya terbangun, saya kembali melihat Kuran tersebut berada di atas lantai dengan batu yang sama di atas Kuran, sebaliknya kembali Alkitab telah berada di atas meja bahkan sekarang lebih dekat pada diriku dari sebelumnya.

Di pikiran saya saat itu adalah ini pastilah perbuatan konyol gadis kecil yang biasa saya ajar. Saya bangun dari ranjang dengan marah dan berjanji untuk menghukum gadis tersebut: ”Aku akan berurusan dengan kamu hari ini!” Namun ketika saya berjalan satu dua langkah saya mendengar seorang memanggil namaku dari arah belakangku. Ketika saya berpaling ke belakang, saya melihat Yeshua Ha Mashiah berdiri dan ada cahaya yang berkilauan keluar dari diri-Nya; saya belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.

Yeshua berkata kepada saya bahwa Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Terang, tidak seorangpun dapat melihat Bapa-Nya (Injil Yohanes 14:6). Yeshua juga berkata kepadanya: ”Melalui Aku banyak orang akan masuk ke Sorga. Jika orang menolak Jalan ini, banyak orang dan saya akan masuk api Neraka.” Ada banyak hal lain Yeshua telah berbicara kepada Ibrahim namun ia tidak bisa mengingatnya (saat kesaksian ini dibuat).

[Diadili keluarga dan siap dibunuh, Yeshua menunjukkan kuasa-Nya]

Ketika keluargaku mendengar bahwa saya telah menerima Ha Mashiah, mereka mencoba berbagai cara untuk membawa saya balik ke Islam; membawa daun-daun, memandikan dia, dan ritual-ritual keagamaan, namun saya tidak berubah.

Lalu mereka bertanya. “Apakah kamu berpihak pada Muhammad atau pada Yeshua?” “Saya berpihak pada Yeshua,” saya menjawab.

Lalu imam datang dan mereka berkesimpulan untuk membunuh dirinya. “Mereka menggali lubang di halaman belakang rumah kami lalu mengikat diriku. Mereka mulai menyembelihku, namun pisau tersebut tidak dapat memotong diriku.”

Abangku, yang adalah seorang polisi, ia menembak saya dengan pistolnya, namun pistol tersebut tidak bekerja. Ayahku menuangkan cairan asam sulfat pada diriku, tidak terjadi apapun pada diriku. Jadi mereka mengikat diriku pada sebuah pohon mangga dan membawa botol-botol untuk menghancurkan kepalaku, mereka memukul ku dengan satu dari botol-botol tersebut, botol tersebut pecah dan melukai satu dari mereka, namun tidak melukai diriku.

Saya tidak memiliki kuasa supernatural untuk melindungi saya dari pistol, botol dan pisau. Saya yakin itu karena Yeshua telah memanggil saya dan Dialah yang melindungi diriku.

Dari situ saya melarikan diri dan bertemu dengan seorang pendeta. Pendeta ini berdoa bagi dirinya dan ia mulai tinggal di rumah pendeta tersebut. Sekarang ia berada di sekolah Alkitab untuk belajar Firman Elohim.

Terjemahan bahasa Indonesia ini diambil dari kesaksian Ibrahim Abdullahi di bawah ini: Testimony of dramatic conversion from Islam to Christianity posted by Bibles4Mideast Selah (25 Oktober 2017)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

 

Bintang Pop Musik Terkenal keluar dari Jerat Neraka Setan

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” – Adonai Yeshua Ha Mashiah (Injil Matius 11:28-30)

Penyanyi dan penulis lagu pop John Gaughan jadi Pendeta

John Gaughan dengan gitarnya

Kesaksian perjalanan hidup John Gaughan menemukan Yeshua Ha Mashiah. Sejak masa awal remajanya John telah memutuskan untuk menjadi seorang penyanyi atau penulis lagu dan menjadi terkenal di dunia dalam musik pop. Saat ia mencapai usia 19 tahun ia telah meraih apa yang ia impikan; bernyanyi bersama band terkenal Herman’s Hermits dan tergolong satu dari para penulis lagu yang sukses pada saat itu serta bernyanyi dengan para bintang top tahun 60an.

 

Pada permukaan hidupnya, ia nampak memiliki segala sesuatu, namun kekosongan dalam hidupnya semakin meningkat – dan John isi itu dengan minuman alkohol.

Sehingga ketergantungan John pada alkohol mengambil alih hidupnya, akibatnya hanya dalam beberapa tahun saja ia telah menjadi seorang pemuda yang hancur, baik tubuh, jiwa maupun rohnya.

Puncak dari keputus-asaannya, John Gaughan melompat keluar dari jendela rumah lantai tiga ke aspal – ajaibnya ia tetap hidup, meskipun luka-luka berat dan tulang-tulang yang patah.

Ketenarannya, membuat ia banyak dikunjungi orang saat masa pengobatan, tetapi seorang pribadi yang ia dapat ingat baik adalah seorang pemuda Kristen, seorang penatua dari sebuah Gereja Elim Pentakosta.

“Saya menganggap ia adalah lebih dari seorang Samaritan yang baik ; seorang tetangga yang perduli, meresponi panggilan Elohim untuk memperhatikan saya.” (Lihat Injil Lukas 10:25-37)

“Itu adalah awal dari perjalanan panjang kesembuhan dan kebebasan. Saya berkunjung ke gerejanya dan memberi hidupku kepada Adonai.”

John bercerita bahwa roh dan jiwanya telah berkemenangan, namun tubuhnya belum bebas benar dari ikatan alkohol. Pada awal hidup barunya ini, ia terkadang kembali kepada kebiasan buruk tersebut, ia berusaha namun membuktikan bahwa itu jauh dari kekuatan dirinya sendiri. John Gaughan bersama band Herman's Hermits

Sampai suatu hari ia diperkenalkan dengan seorang wanita penginjil yang memiliki karunia ”perkataan hikmat” (1 Korintus 12:8).

”Hamba Adonai ini berkata pada ku bahwa kecanduan saya adalah hasil dari kutuk turunan kakek ku.”

”Penginjil ini berdoa untuk masalah tersebut, di dalam nama Yeshua, memotong ikatan kutuk tersebut dari hidupku. Saya merasakan suatu kelepasan yang segera, dan disembuhkan saat itu juga dan di tempat itu! Sejak itu saya tidak pernah menyentuh bahkan satu tetes minuman keras tersebut. Video klip di bawah ini menunjukkan musik John sebelum Kristen dan sesudahnya.

John Gaughan sekarang telah ditasbiskan sebagai pendeta di sebuah gereja di Amerika Serikat.

Bagi Adonai Yeshua, segala sesuatu adalah mungkin. Jika hidup Anda saat ini juga tidak menentu dan semuanya nampak buntu dan tidak ada harapan, berserulah kepada Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus, jika Anda suka menyebutnya), rendahkan hatimu dan mintalah pertolongan-Nya! Dia pasti menolong Anda, sekarang juga!!

Baca lebih lanjut

Imanku – Sazan (Barzani) Hendrix; Wanita Kurdi berjumpa Yeshua melalui mimpi-mimpi

Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Elohim kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah YAHWEH yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (Yesaya 25:9)

Sazan Hendrix mimpi berjumpa Yeshua Ha Mashiah

Sazan (Barzani) Hendrix

Sazan seorang foto model ex-Muslim Kurdi tinggal di Amerika Serikat. Ia memiliki dua kakak wanita dan seorang adik laki-laki. Tidak terhitung berapa puluh ribu orang Timur Tengah telah menjadi orang Kristen hanya karena Yeshua menampakkan diri dan berbicara kepada mereka melalui mimpi-mimpi. Kesaksian di bawah ini adalah terjemahan bahasa Indonesia yang diambil dari gabungan dua kesaksian Sazan bagaimana ia berjumpa Yeshua, Juruselamat dan Adonainya. YBU, Penjalabaja

Bagi ku, imanku saat ini adalah terutama (gambarkan itu ada sebagai sebuah mesin) dari segala sesuatu saya lakukan hari ini. Saya tidak terlahir sebagai seorang Kristen, malah itu bukanlah sesuatu yang kedua orangku terlalu suka ketika aku menceritakan hal itu ke mereka. Saya tidak terbangun suatu hari dan berkata, ”Hi, saya akan menjadi Kristen hari ini,” itu tidaklah terjadi seperti demikian. Secara etnis mayoritas orang-orang Kurdi dari Irak (darimana saya berasal) adalah Muslim, saya telah diajar untuk percaya Elohim (”Allah,” Muslim menyebutnya) sebagai pribadi tertinggi namun tidak sungguh-sungguh melekat pada agama. Saya seorang yang bersembayang  setiap malam sejak saya berusia 6 tahun, namun saya berpikir, Siapkah Engkau Elohim? Apakah Engkau nyata?” Saya pikir bahwa saya menjadi semakin penasaran sejalan saya menjadi semakin besar  dan ingin tahu siapakah Elohim dan jika Dia sunguh ada.

”Ketika ketakutan datang mengetuk pintu, jawablah itu dengan iman”

Tiga tahun lalu, saya melewati waktu yang berat di rumah setelah adikku yang laki-laki jatuh sakit, dan dalam kehidupan pribadiku dimana hubungan-hubungan dengan orang-orang yang pada siapa saya telah letakkan semua kebahagianku mulai memudar. Saya menjadi sungguh tidak berbahagia dengan diriku sendiri dan mencoba bersembunyi dibalik pekerjaanku. Saat itu saya tidak tahu bahwa ini adalah cara Elohim menarik saya keluar dari semua kehancuran sehingga Dia dapat masuk (ke dalam kehidupanku). Dia tidak memulai transformasi tersebut sampai saya membuka hatiku. Saya pikir ketika sesuatu yang menghancurkan terjadi dalam kehidupan kita entah itu sebuah perpisahan yang buruk, kehilangan pekerjaan yang tiba-tiba, atau sanak famili terdekat meninggal dunia, kita secara tergesa-gesa mempertanyakan Elohim dan menjadi begitu marah kepada Dia sebab kita tidak berbahagia (dengan hal-hal tersebut). Ada sebagai pengendali diri sendiri yang aneh saya saat itu – saya takut melepaskan dan menyerahkan kepada Elohim. Saya juga takut untuk mengenali Elohim, sebab ini akanlah mengecewakan kedua orang tua dan merubah kepercayaan-kepercayaan tradisi yang telah dibangun dalam budayaku. Bagaimanapun, saya telah mencoba menghidupi kehidupanku dengan cara tersebut dan itu telah membuat saya gagal. Saatnya untuk mencoba hal-hal dengan caraku.

Ketika adikku (usia 8 tahun saat itu) didiaknosa memiliki Leukemia pada malam Natal 2008, saya berpikir bahwa hidupku berakhir. Sebelumnya saya telah kehilangan seorang paman karena kanker dan berpikir secara serius: ”Elohim jangan biarkan kami mengulangi pengalaman hidup itu lagi.” Melalui ujian setahun, adiku berjuang hidup dan berhasil mengalahkan kanker. Ilmu pengetahuan telah mengambil bagiannya, namun saya tahu bahwa Elohim melakukan peran yang lebih besar pada kejadian ini. Saya adalah pendonor enam dari enam transplantasi sumsum tulang adikku, itu adalah saat (saya mengerti) Elohim memberi saya sebuah tujuan. Saya berpikir jika saya gagal dan gagal untuk sisa hidup saya, itu tidak masalah sebab sedikitnya saya mampu memberi adikku hadiah ini. Saya mengucap syukur kepada Elohim setiap hari untuk mujizat tersebut. Penyakit adikku berakhir menjadi sebuah berkat yang tersembunyi. Elohim rupanya bukan ingin mengambil adiku dari kami, sebagai ganti Dia memakai adikku mengajar kami sebuah pelajaran iman.

Setelah pengalaman ini, saya memulai kehidupanku secara berbeda.  Saya kurang berpikir tentang cara-cara memperbaiki masalah-masalah ku sendiri dan mulai berpikir lebih banyak tentang cara-cara bagaimana Elohim dapat masuk dan mengambil alih situasi – seperti Dia telah lakukan pada adikku.

Saya berpikir, ”Elohim saya tahu Engkau ada. Saya ingi tahu SIAPAKAH Engkau adalah.”

Berdoakah saya kepada Muhammad? Yeshua? Buddha? Saya memerlukan tuntunan. Seorang mentor dekat saya, Stevie Hendrix, menganjurkan saya, ”Begini saja, ketika kamu pulang ke rumah malam ini mintalah Elohim untuk menyatakan diri-Nya kepada mu melalui mimpi-mimpimu.”

Ketika Stevie memberi anjuran ini, Sazan tiba-tiba teringat kembali masa kecilnya dimana ia sering mendapat mimpi-mimpi yang bersifat nubuatan. Di hati Sazan, ia yakin hal ini akan terjadi.

”Saat kanak-kanak saya selalu memiliki mimpi-mimpi nubuatan ini, dan sekarang saya yakin akan segera mendapatkan yang terbesar.”

”Jadi, saya pulang rumah malan itu dan saya berdoa secara berbeda dari biasanya saya telah lakukan sepanjang hidupku,” dia berkata. ”Dan saya hanya berkata, ’Saya tidak tahu siapakah Engkau … sudahkah Engkau menunggu aku selama kehidupanku? Apakah Engkau mendengar doa-doaku? Wujudkanlah diri-Mu sendiri kepada ku.’”

Wau, sungguh Elohim menunjukkan diri-Nya. Elohim memberi dia mimpi-mimpi nubuatan

”Malam tersebut saya sungguh bermimpi saya berada dalam sebuah Gereja memuji / menyembah nama Yeshua Ha Mashiah. Dalam kehidupan yang nyata (saat itu), saya bahkan tidak tahu apa artinya menyembah atau siapakah Yeshua sesungguhnya adalah! Itu adalah sebuah pewahyuan baru bagiku!

Saya dapat melihat diriku di antara mereka yang berdiri, dan kedua tanganku terangkat ke udara. Saya dapat melihat diriku sendiri menyembah Yeshua. Itu adalah pengalaman mimpi di luar tubuh dimana saya meraskan kasih, penyembahan tersebut; saya merasakan semuanya.” (Kesaksian semacam ini bisa dibaca di situs ini pada subtitel Sorga dan Neraka

Mula pertama, saya tepatnya menolak kejadian tersebut sebab saya tidak ingin mengakui bahwa hal tesebut adalah kebenaran. Saya tertarik dan takut pada waktu yang bersamaan.

Elohim berkomunikasi kepadanya melalui mimpi-mimpi selama dua minggu

”Selama dua minggu secara berturut-turut saya mendapatkan mimpi yang ajaib, saya mulai memiliki mimpi-mimpi yang bermakna. Saya mulai mengenal Yeshua melalui mimpi-mimpiku dan bagi ku itu adalah semua yang saya perlukan untuk menyadari bahwa ini adalah kebenaran.

Mimpi-mimpi ini menjadi sebuah jalan kekuar dari dunia nyata sekaligus sebuah jalan bagiku untuk mengenal Yeshua Ha Mashiah. Saya mulai meneliti lebih dan mengelilingi diriku dengan iman Kristen. Setelah 22 tahun kekurangan, sekarang saya merasakan seperti seorang anak kecil dengan sejuta pertanyaan tentang Yeshua.

Ketika saya mendapatkan mimpi tersebut saya tahu bahwa itu bukanlah sekedar kebetulan. Saya sedang melangkah ke dalam terang setelah saya merasa seperti saya telah berada dalam kegelapan untuk waktu yang begitu lama.”

Ketika Sazan menceritakan hal ini, kedua orang tuanya tidak suka dengan iman baru putrinya ini.

”Mereka begitu kecewa.” Mereka berkata, ”Janganlah pernah bercerita kepada kami ketika kamu pergi ke Gereja sebab kami tidak ingin mendengar tentang hal itu.”

Tetapi yang membuat hubungan dengan keluarganya rusak berat adalah ketika ia menikah dengan Stevie- pemuda Kriten Barat yang tidak memiliki hubungan dengan budaya bangsa Kurdi.

Keluarganya mengabaikan dirinya, ia merasa seperti dibuang. Namun melalui waktu ke waktu keluarga dapat melihat kehidupan baru Sazan yang telah diubahkan oleh Yeshua, dan sekarang mereka berhubungan kembali bahkan lebih baik dari sebelum ia pindah ke Kristen.

Saat ini Sazan aktif dalam media sebagaimana sebelumnya, hanya sekarang Yeshua adalah pusat hidupnya, bisnis dan popularitasnya adalah sampingan. Situnya Sazan: http://sazan.me/blog/

Pesan Sazan kepada pembaca:

“Elohim hanya ingin kamu berbicara kepada Nya. Dia ingin kamu mendengarkan … sungguh luar biasa ketika kamu membuka mata dan telingamu atas apa Elohim ingin tunjukkan kepadamu.

“Dia telah mentranform hatiku, pikiranku dan yang terpenting jalanku. Sekarang saya secara literal hidup dalam mimpi-mimpiku sebab Elohim telah memberikan kepadaku kesempatan dan tempat berpijak untuk bercahaya. Pelajaran terbesar yang saya telah belajar dari semua ini adalah membangun kembali fondasi kebahagianmu sekitar Elohim sebagai ganti berpusatkan sekitar manusia, pekerjaan atau apapun keputusan terbaik seorang dapat buat. Fondasi ini tidaklah akan pernah hancur menimpamu. Tidak juga akan menjebakmu. Di luar semua keagamaan, memiliki hubungan pribadi dengan Elohim sesungguhnya adalah yang terbaik. Kamu akan belajar secara cepat bahwa tidak ada pertanyaan yang terlampu sulit bagi Elohim untuk menjawab dan menyatakannya.

Sumber acuan:

Baca lebih lanjut

’Mahluk bersayap’ para Malaikat datang megambil Brian, putra kami (usia 3 tahun), ke Sorga

Ya YAHWEH, Tuhan kami, betapa mulia Nama-Mu di seluruh bumi, yang menempatkan keanggungan-Mu di atas langit! Dari mulut bayi-bayi dan yang sedang menyusu, Engkau telah menetapkan kekuatan karena orang yang memusuhi-Mu, untuk menghancurkan lawan dan pendendam. (Mazmur 8:1-2)

malaikat-pelindung-menjagai-anak-anakKisah nyata ini terjadi di Amerika Serikat. Kalimat dalam kurung adalah tambahan dari penterjemah Indonesia. Semoga menjadi berkat. Salam sejahtera, PenjalaBaja.

Keluarga Lloyd Glenn membagikan cerita yang menakjubkan ini.

Pada Juli 22, saya berada di rute ke Washington, DC untuk perjalanan bisnis. Semuanya berjalan sangat biasa, sampai kami mendarat di Denver untuk sebuah pertukaran pesawat. Saat saya mengumpulkan barang-barang saya dari atas kepala, sebuah pengumuman terdengar untuk Mr Lloyd Glenn untuk bertemu Perwakilan Payanan Persatuan Pelanggan dengan segera. Saya tidak berpikir macam-macam sampai saya mencapai pintu untuk meninggalkan pesawat dan aku mendengar seorang pria yang bertanya pada setiap laki-laki jika ia adalah Mr Glenn. Pada titik ini aku tahu sesuatu tidak beres dan hatiku ciut.

Ketika saya turun dari pesawat seorang muda yang berwajah serius datang ke arahku dan berkata, “Mr Glenn, ada suatu keadaan darurat di rumah Anda. Saya tidak tahu apa keadaan darurat tersebut, atau siapa terlibat, namun saya akan membawa Anda ke telepon sehingga Anda dapat menghubungi rumah sakit.”  Hatiku berdebar sekarang, tapi kehendak untuk menjadi tenang telah mengambil alih. Seperti robot, saya mengikuti orang asing ini ke tempat telepon dimana saya menelepon nomor yang dia beri ke saya untuk Rumah Sakit Misi.

Panggilan disambungkan ke pusat trauma yang mana saya belajar bahwa anak berusia tiga tahun saya telah terperangkap di bawah pintu garasi otomatis selama beberapa menit, dan bahwa ketika istri saya telah menemukan dirinya ia sudah mati.

CPR (pelayanan pertama bagi pasien yang pingsan dan tidak bernafas dan denyut jantung terhenti) telah dilakukan oleh seorang tetangga, yang adalah seorang dokter, dan Paramedis terus menerus memulihkan ketika Brian dipindahkan ke rumah sakit. Pada saat panggilan ke saya itu, Brian telah sadar kembali dan mereka percaya ia akan hidup, tetapi mereka tidak tahu berapa banyak kerusakan telah terjadi atas otaknya atau untuk jantunya. Mereka menjelaskan bahwa pintu telah benar-benar tertutup pada tulang dadanya tidak jauh dari jantungnya. Ia telah hancur berat. Setelah berbicara dengan petugas medis, istri saya terdengar khawatir tetapi tidak histeris dan saya terhibur dengan ketenangannya.

Penerbangan balik tampaknya tidak berakhir selamanya, tetapi akhirnya saya tiba di rumah sakit enam jam setelah pintu garasi turun (kejadian). Ketika saya masuk ke unit perawatan intensif, tidak ada apapun yang dapat mempersiapkan saya melihat putra balita saya yang berbaring tanpa bergerak di tempat tidur besar yang bagus dengan tabung dan monitor di mana-mana.

Ia berada dalam sebuah alat bantu pernafasan (respirator). Saya melirik ke istri saya yang berdiri dan mencoba untuk memberikan ku senyum penegurah. Semuanya itu tampak seperti sebuah mimpi buruk.

Saya telah diberi rincian dan diberikan prognosis (perkembangan kemungkinan) yang bisa jadi. Brian akan hidup, dan pengujian awal menunjukkan bahwa jantungnya ok, itu sendiri adalah dua mukjizat. Tetapi hanya waktu akan memberitahu jika otaknya menerima kerusakan.

Seluruh waktu yang tampaknya tak berujung, istri saya adalah tenang. Ia merasa Brian akanlah kelak akan ok. Saya berpegang pad kata-katanya dan beriman seperti sebuah nasip

Sepanjang malam itu dan hari berikutnya Brian tetap tidak sadarkan diri. Itu nampaknya tidak berakhir sejak saya pergi untuk perjalanan bisnisku sehari sebelumnya. Akhirnya pada dua jam sore, putra kami sadar dan duduk mengucapkan perkataan paling indah yang pernah saya dengar diucapkan. Dia berkata, “Ayah peganglah saya” dan ia menjangkau saya saya dengan tangan-tanganya yang kecil.

Hari berikutnya ia dinyatakan tidak memiliki cacat neurologis atau fisik, dan cerita tentang kesembuhannya yang ajaib tersebar di seluruh rumah sakit. Anda dapat membayangkan bagaimana lega kami merasa saat kami membawa Brian pulang ke rumah. Kami juga merasa rasa hormat yang unik untuk kehidupan dan kasih Bapa Surgawi kami yang datang kepada mereka yang menyapu kematian begitu dekat.

Pada hari-hari berikutnya ada nuansa rohani yang khusus tentang rumah kami. Dua anak remaja kami yang jauh lebih sekarang lebih dekat dengan adik mereka. Demikian juga saya dan istri saya lebih dekat satu sama lain, dan kami semua itu sangat dekat sebagai seluruh keluarga. Kehidupan membawa pada kecepatan kurang stres. Perspektif tampaknya lebih terfokus, dan lebih mudah untuk mendapatkan dan mempertahankan keseimbangan. Kami merasa sangat diberkati. Syukur kami benar-benar mendalam.

Cerita ini belum berakhir (senyum)!

laskar-tentara-kerajaan-sorga-atau-malaikat-malaikat-elohim-yahwehHampir sebulan kemudian setelah hari kecelakaan tersebut, Brian terbangun dari tidur siangnya dan berkata, “Duduklah Mommy. Saya ada sesuatu untuk bercerita pada mu.” Pada saat ini dalam hidupnya, Brian biasanya berbicara dalam kalimat singkat, jadi untuk mengatakan kalimat panjang telah mengejutkan istriku. Dia duduk disamping tempat tidurnya, dan ia mulai cerita sorgawinya dan luar biasa.

“Apakah kamu ingat ketika saya terjepit di bawah pintu garasi? Yah, itu begitu berat dan itu benar-benar sangat menyakitkan. Saya memanggil mu, namun kamu tidak dapat mendengar saya. Saya mulai menangis, tapi kemudian itu menyakiti terlalu sakit. Dan kemudian ‘birdies’ (mahluk-mahluk bersayap) datang.”

“Para Birdie?” istri saya bertanya bingung.

 “Ya,” dia menjawab. “Para Birdie tersebut membuat deru suara dan terbang ke garasi. Mereka merawat saya.”

“Mereka lakukan itu?”

“Ya,” katanya. “Salah satu dari para birdie itu datang mendapatkanmu. Ia datang untuk memberitahumu “Saya terjebak di bawah pintu.” Perasaan khidmat yang indah mengisi kamar. Mahkuk itu begitu kuat dan namun lebih ringan daripada udara.

Istri saya saat itu menyadari bahwa bayi usia 3 tahun tidak memiliki konsep tentang kematian dan roh-roh, jadi ia merujuk kepada makhluk-makhluk yang datang kepadanya dari seberang sebagai “birdies” karena mereka berada di udara seperti burung-burung yang terbang.

“Seperti apa nampaknya para burung tersebut?” Isteri saya bertanya. Brian menjawab, “Mereka yang begitu indah. Mereka berpakaian putih, Semua putih. Beberapa dari mereka ada hijau dan putih. Tetapi beberapa dari mereka hanyalah ada putih.”

“Apakah mereka berkata sesuatu?”

“Ya,” jawabnya. “Mereka mengatakan padaku bayi akanlah ada ok.”

“Bayi?” istri saya bertanya bingung.

Brian menjawab. “Bayi itu yang berbaring di lantai garasi.” Dia melanjutkan, “Kamu keluar dan membuka pintu garasi dan berlari ke bayi itu. Kamu meminta bayi itu untuk tetap tinggal dan tidak pergi.”

Istri saya hampir pingsan setelah mendengar ini, karena dia memang pergi dan berlutut di samping tubuh Brian dan melihat dadanya hancur, berbisik, “Jangan tinggalkan kami Brian, harap tetap tinggal jika kamu bisa.” 

Saat dia mendengarkan Brian mengatakan kata-kata yang dia telah ucapkan, ia menyadari bahwa roh (Brian) telah meninggalkan tubuhnya dan sedang berada di atas tubuh jasmani yang sedikit hidup.

“Lalu apa yang terjadi?” isteri saya bertanya.

“Kami pergi pada sebuah perjalanan,” katanya, “jauh, jauh sekali.”

Ia menjadi tambah gelisah mencoba untuk mengatakan hal-hal yang ia tampaknya tidak memiliki kata-kata untuk mengatakannya. Istri saya berusaha menenangkan dan menghiburnya, dan memberi tahu bahwa itu ok. Dia berjuang ingin mengatakan sesuatu yang jelas sangat penting baginya, tetapi menemukan kata-kata tersebut nampaknya sulit.

“Kami terbang begitu cepat ke udara. Mereka begitu indah mami,” tambahnya. “Dan ada banyak dan banyak sekali burung-burung (birdies).” Istri saya sangat terpesona. Penghiburan roh yang indah menyelimuti pikirannya, ia ingin tahu segera lebih banyak.

Brian melanjutkan ceritanya bahwa “burung-burung” tersebut mengatakan kepadanya bahwa ia harus pulang dan memberitahu semua orang tentang “burung-burung” itu. Ia berkata mereka membawa ia kembali ke rumah dan sebuah truk besar pemadam kebakaran, dan ambulan berada di sana. Seorang pria membawa bayi di tempat tidur putih dan ia mencoba memberitahu orang itu (tetangga yang adalah dokter) bahwa bayi itu akanlah baik-baik saja.

Cerita ini berlanjut selama satu jam. Ia mengajar kami bahwa “burung-burung” selalu bersama kita, namun kita tidak melihat mereka karena kita melihat dengan mata kita dan kita tidak mendengar mereka karena kita mendengar dengan telinga kita. Tapi mereka selalu di sana, anda hanya dapat melihat mereka di sini (ia meletakkan tangannya ke hatinya). Mereka membisikkan hal-hal untuk membantu kita melakukan apa yang benar karena mereka mengasihi kita begitu banyak. [Alkitab berkata, setiap kita memiliki malaikat penjaga, dan malaikat-malaikat adalah hamba Elohim untuk melayani manusia]

Brian melanjutkan, menyatakan, “Saya memiliki rencana, mami. Kamu memiliki sebuah rencana. Papa memiliki sebuah rencana. Setiap orang mempunyai sebuah rencana. Kita semua haruslah hidup pada rencana kita dan menepati janji-jani kita. Para burung-burung membantu kita untuk melakukannya sebab mereka mengasihi kita begitu besar.”  [Sesuai Alkitab, maksud dari bocah 3 tahun ini adalah ”setiap orang memiliki sebuah panggilan Elohim,” yang diumpakan Adonai Yeshua sebagai ”talenta-talenta”]

Dalam minggu-minggu berikutnya, ia sering datang kepada kami dan menceritakan semuanya, atau sebagian dari itu, lagi dan lagi. Namun ceritanya tetap sama. Rinciannya tidak pernah berubah atau salah urutan.

Beberapa kali ia menambahkan sedikit informasi dan menjelaskan pesan yang telah ia sampaikan. Itu tidak pernah berhenti memukau kami bagaimana dia bisa bercerita sedemikian detail dan berbicara di luar kemampuan-nya ketika ia berbicara tentang burung-burungnya.

Kemanapun ia pergi, ia bercerita kepada orang-orang asing  tentang”burung-burung.” Anehnya, tidak ada seorangpun yang melihat padanya dengan aneh ketika ia melakukan itu. Sebaliknya, wajah mereka selalu nampak jadi lembut dan tersenyum. Tida pelu dikatakan, kami tidak pernah sama lagi sejak hati itu, dan saya berdoa kita tidak akan ada sama lagi.

Luke 4:10   For it is written, He shall give his angels charge over thee, to keep thee (KJV)
Sebab telah tertulis; tentang Engkau, Dia akan memberi perintah kepada para malaikat-Nya untuk melindungi Engkau. (ILT) (Catatan: Ayat pada Lukas 4:10 ini berasal dari sumber aslinya). [Yeshua merefer perkataan ini dari kitab Mazmur 91:11]

Diterjemahkan dari: THE ‘Birdies’ ANGELS came to take our 3 year old son to Heaven

Baca lebih lanjut

Kesaksian Ali Pektash (orang Kurdi Turki) dijamah Yeshua di Mekkah saat ibadah Haji


Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)

pendeta-ali-pektashAli Pektash adalah pria Kurdi-Turki yang dibesarkan dari keluarga Muslim. Putus asa dengan hidupnya yang terikat minuman keras, ia dianjurkan oleh pemilik kedai minum untuk kerja di Arab Saudi. Di Mekkah, saat ia menunaikan ibadah Haji, Adonai Yeshua menampakkan diri-Nya melalui mimpi, menjamah Ali dan menjadikan Ali manusia yang baru.

Awal 2014 Ali berkunjung ke kota Yerusalem bersama rombongan orang-orang Percaya lainnya dari negara-negara Timur Tengah untuk suatu konferensi dengan orang-orang Israel yang juga percaya kepada Yeshua Ha Mashiah. Ia salah satu pembicara pada Konferensi At the Crossroads (Pada Persimpangan) yang memiliki visi untuk menolong mempersatukan kembali putra-putra Abraham (Ishak dan Ismael; Israel/Yakub dan Esau). Pada konferensi itu, hadir orang-orang Percaya dari suku Arab di Timur Tengah, Mesir, Iran, Cyprus dan Yordan, Turki, Armenia, juga orang Israel yang tinggal di luar Israel.  The man Jesus met in Mecca

Kesaksian Ali  telah di dokumentasikan dalam DVD dan online More Then Dreams   (tersedia dalam subtitel bahasa Arab, Inggris dan Perancis)

Ali – This Turkish muslim man in bondage to alcohol saw Jesus in a dream and his life was changed

http://www.youtube.com/watch?v=2YOontdkihQ

Latar belakang Ali. Ali bertumbuh dalam sebuah keluarga Muslim nominal. Ia adalah anak tertua dari sembilan anak, tetapi ia tidak memiliki banyak memori yang indah dari bagian keluarga yang besar tersebut. Mereka sering menggodai dia dan berkata bahwa ia nampak berbeda  dari setiap orang lainnya di dalam keluarga. Bahkan ibunya sendiri membenci dia dan merupakan anak yang paling terbelakan mendapat kasih ibunya. Ia selalu merasa ditolak oleh keluarganya sendiri dan menangis banyak sekali di masa kanak-kanaknya.

Selama empat bulan setiap tahun Ali bekerja sebagai gembala ternak. Tugas ini dimulai sejak ia berusia delapan bulan dan berlanjut sampai usianya mencapai 18 tahun. Dia membawa domba-domba ke gunung-gunung dan di sana ia menghabiskan waktunya sendirian, menikmati keindahan alam: bunga-bunga, batu-batu, buah-buahan. Ia tidak tahu bagaimana sembayang, tidak juga tahu isi Kuran, namun ia tahu bahwa bahwa ada suatu Pribadi yang mulia yang telah menciptakan keindahan alam tersebut. Di gunung tersebut ia sering kali berbicara kepada Pribadi yang tidak terlihat tersebut, ”Betapa indahnya ciptaan-ciptaan-Mu,” atau membuat pertanyaan, ”Darimanakah datangnya rasa manis pada buah appel?”

Terikat minuman keras dan pemukul isteri. Ketika ia mencapai usia 20 tahun, ia mulai meminum minuman beralkohol. Mencapai usianya yang ke 25 ia telah menjadi pemabuk, kecanduan alkohol. Ia bekerja sebagai mandor bangunan pada sebuah perusahaan konstruksi bangunan. Sering kali ia telah mulai minum itu sebelum pukul sembilan pagi. Ketika ia tiba di rumah, isterinya sering bertanya kepadanya apakah ia telah minum. Ini membuat dia marah sehingga ia memukuli isterinya setiap hari. Anak-anak Ali menyaksikan peristiwa tersebut dan mereka takut pulang ke rumah ketika jam sekolah selesai, jadi mereka sering pergi ke rumah teman mereka sampai mereka tahu bahwa ayah mereka telah tidur. Ia ingin berhenti mabuk dan merasa tidak enak memukuli Zehra, istrinya dan anak-anaknya, namun ia tidak mampu melepaskan ikatan alkohol yang menyebabkan pemukulan atas keluarganya sendiri.

Sebagaimana biasa kebiasaan Ali, pulang kerja dan mampir di kedai minum untuk mabuk. Pada suatu peristiwa, setelah uangnya di sakunya habis terkuras untuk botol-botol bir, dan para pengunjung sudah meninggalkan kedai, namun Ali masih duduk di kursinya dan masih ingin munum lagi. Pemilik kedai terpaksa menghampirinya untuk mengusir Ali, sebab kedai akan segera ditutup. Sudah larut malam.

”Saya tidak bisa pulang ke rumah,” Ali yang mabuk ini berkata, ”ketika saya pulang, maka saya memukul isteri saya dengan sangat keras. … bahkan saya tidak ingat namaku sendiri.”

”Seharunya kamu pergi ke Arab Saudi,” pemilik kedai menasehati Ali, ”alkohol terlarang di sana, maka kamu akan berhenti minum. Di Arab Saudi mereka perlu pekerja-pekerja kontruksi dan gajinya bagus.”

”Allah … akan menolong saya,” Ali meresponi. Itu merupakan suatu ide yang baik pikirnya. Jadi ia pergi ke Saudi dan mencari pekerjaan.

kesaksian-ali-pektash-berjumpa-yeshua-saat-ibadah-haji-di-mekkaBerimigrasi dan naik Haji ke Arab Saudi untuk menjadi Muslim yang saleh. Namun malam pertama ia tiba di Saudi, ia mencari dimana bisa mendapatkan bir. Terkejut dengan dirinya sendiri, ternyata bir juga dijual di Arab Saudi, jadi ia mulai minum lagi. Setiba di Mekkah, dengan bangga ia menelpon isterinya, yang sangat terkejut sebab Ali tidak bercerita tentang kepergiannya ke Saudi.

Pada percakapan jarak jauh tersebut Ali berkata dengan optimis, ”Saya  tepatnya ada di Mekkah, dan ya hanya sekali-sekali minum bir. Tahun depan saya berharap akan menunaikan ibadah haji. Ini kabar baik, bukan kah begitu? Dari saat ini dan seterunya saya akan menjadi seorang Muslim yang taat, Zehra. Saya akan menjadi seorang ayah yang baik, saya tidak akan lagi meminum bir. Saya akan tetap mengirim uang bagi mu, ok? 

Setahun berikutnya ia pergi Haji dengan rombongan yang datang dari Turki, dan teman lamanya, Ero, juga ikut dan mereka satu tenda bersama beberapa orang lain. ”Tiba di Mekkah, saya mengelilingi Ka’aba dan melakukan sembayang malam, malam itu adalah sembayang pertama sepanjang hidupku.” Ali cerita.

Tiba di perkemahan, mereka bercakap-cakap di depan tenda mereka; esok pagi adalah perjanan ke Medina untuk melanjutkan ibadah haji. Di depan tenda aku berkata kepada teman-temanku, ”Dari mulai sekarang, saya akan meninggalkan masalah-masalah ku kebelakangku. Saya ingin keluar dari minuman dan hidup damai dengan isteriku dan anak-anakku.”  Ero menjawab dengan haru, ”Kami senang kamu ada di sini, Ali. Mudah-mudahan Allah menjawab semua doa-doamu.” Lalu teman-temannya masuk ke tenda untuk tidur malam, sementara Ali berbaring di luar dengan beralas karpet kecil dan mata memangdang ke langit, merenungkan dan berdoa di dalam hatinya, ”Bagaimana saya bisa menjangkau Engkau, Elohim? Saya tidak tahu melakukannya. Saya berdoa kepada Mu dengan segenap hatiku, saya ingin Engkau menyatakan diri-Mu sendiri kepadaku. Selamatkanlah saya dari ikatan alkohol ini. Saya ingin Engkau menyelamatkan saya.” Dan Ali jatuh terlelap.

Ali dijumpai Yeshua saat ibadah Haji; ”Ali, kamu adalah milik-Ku!” Malam itu Ali mendapatkan mimpi. Dalam mimpi tersebut Yeshua memegang tangan Ali dan berkata, ”Kamu adalah milik-Ku!” Aku mengambil mu untuk ada bersama Ku. Sambil tangan-Nya menyentuh dahi Ali, Yeshua berkata lagi, ”Pergilah dari sini, kamu adalah miliki Ku.”

Ali terbangun dari mimpinya, ia dipenuhi sukacita dan merasa seperti sedang melayang, sehingga ia menyentuh karpet tempat alas tidurnya untuk memastikan bahwa ia masih tetap di bumi. Segera ia masuk ke tenda membangunkan Ero, temannya lamanya yang ia telah kenal selama 15 tahun, untuk menceritakan mimpinya.

”Saya telah melihat Yeshua! Saya telah melihat Yeshua dalam mimpiku, Ia ada di sampingku!” Ero yang sedang tidur lelap terbangun dan dengan nada tidak acuh dan sedikit kesal ia berkata, ”Apa yang sedang kamu bicarakan?” Sementara mereka berdua berbicara, Ali kembali mendengar suara Yeshua, dan berkata kepada temannya ”kamu dengan itu?” Ero tidak mendengar apa-apa, dan menjawab, ”Kamu telah makan terlalu banyak semalam dan telah bermimpi buruk.”

”Tidak, Tidak. Itu adalah mimpi yang indah,” Ali balik menjawab. Lalu Ali kembali tidur, dengan tujuan jika mungkin ia bisa menyambung mimpinya. Sekali ini ia tidur pada sisi rekan-rekannya di dalam tenda.

Segera ia kembali mendengar suara Yeshua berkata, ”Ali, kamu milik Ku. Kamu tidak akan melakukan ziarah ini. Tinggalkan tempat ini.

Saya terus menerus mendengarkan suara yang  berkata ”Tinggalkan tempat ini” dan suara ini sungguh mengganggu ku. Lalu aku keluar dari tenda dan mencoba tidur di mobilku.

Paginya teman-teman setenda Ali menemukan ia tertidur di mobil dan membangunkannya dan mengajak ia berangkat ke Medina. ”Saya akan menyusul kalian,” Ali berkata. Ketika ia menghidupkan mesin mobilnya untuk melanjutkan ziarah, aneh mesin tidak bisa hidup, padahal mobil itu baru berusia satu bulan. Lalu, suara itu terdengar kembali, ”Kamu tidak akan pergi pada ziarah ini. Kamu adalah milik Ku!”

Lalu Ali pulang ke apartemennya. Keajaiban lainnya terjadi, di cermin ia melihat bahwa separuh dari bulu dadanya telah menjadi putih. Ali mencoba membersihkannya, ia pikir itu adalah debu atau sesuaitu, namun warna putih tersebut tidak lenyap. Tiba-tiba suatu suara berbicara kepadanya, ”Kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada ini.”

Pada saat itu ketakutan besar melandaku, suatu ketakutan yang aneh bercampur dengan sukacita. Saya merasakan bahwa Elohim besertaku dan akan menolong ku.

Lalu ia pergi berlutut di sebelah tempat tidurnya  untuk berdoa, ia tidak tahu apa yang ia harus katakan. Dengan kedua tangan yang terangkat tinggi saya hanya berkata, “Baik, Adonai, apapun yang Engkau kehendaki dari ku dari saat ini dan seterunya, saya akan melakukannya.” Malam itu saya mendengar suara itu kembali mengatakan pada ku untuk kembali pulang ke Turki secepatnya.

Ali buka mulut di depan para tetangganya; berdamai dengan isterinya. Tiga hari kemudian, ia berada pada pesta ”Welcome home” di rumahnya di Turki. ”Semua tetanggaku telah berkumpul di rumahku. Saya sungguh berbahagia,” Ali bercerita, Mereka tahu bahwa saya pernah memukuli isteri dan anak-anakku, tetapi mereka tetap suka kepada ku.

Saat pesta  ia mendengar suara, ”Berdirilah dan katakan pada setiap mereka bahwa kamu sekarang adalah seorang Kristen.” Ia mentaati suara tersebut, dan berdiri dan bercerita kepada semua hadirin. ”Sementara saya ada di Arab Saudi, saya telah melihat Yeshua di dalam suatu mimpi. Yeshua menjamah saya. Saya ingin kalian semua mengetahui bahwa saya telah menjadi seorang Kristen. Saya sekarang adalah seorang Kristen.” ia mulai bersaksi

Pengakuannya yang singkat tetapi langsung tersebut disambut olokan tertawa para tetangganya, pria dan wanita. Lalu suasa menjadi sunyi. Pelan-pelan, satu-per-satu mereka meninggalkan rumahnya.

Setelah anak-anak pergi tidur, Zehra, menghampiri suaminya yang masih tetap duduk di tempat yang sama pada saat pesta, ia duduk di samping suaminya.

”Zehra, saya benar-benar telah menjadi Kristen,” Ali berkata

”Tetapi bagaimana? Bagaimana seorang menjadi seorang Kristen di Arab Saudi?” Zehra bertanya

“Sementara berada di sana, Yeshua telah datang kepada ku dalam suatu mimpi dan menjamahku. Saya merasa perubahan dalam hatiku, Dia telah memberi ku sukacita yang luar biasa. Dia berkata bahwa saya adalah milik-Nya. Saya telah jatuh hati kepada Dia.”

Lalu Ali meminta maaf kepada isterinya dan berjanji tidak akan memukulnya lagi dan berkata: ”Adonai telah mengampuni saya. Akankah kamu ….  Kamu juga … mengampuni ku?” Lalu Ali menangis.

”Saya mengampuni, Ali. Mengapa kamu menangis? Apa masalahnya?” Zehra bertanya

”Zehra, sekarang … sekarang saya seorang Kristen, tetapi kamu tidak. Jadi, apa yang kita akan lakukan?”

“Tidak masalah, jika kamu telah menjadi Kristen, saya akan juga,” Zehra menjawab pasti.

”Malam itu, rumah kami penuh dengan damai. Namun kami tidak tahu satu orang Kristen pun. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan,” Ali mengingat kejadian tersebut.

Dapat Alkitab pertama; suami-isteri kursus Alkitab dan menjadi Pelayan Adonai Yeshua. Ali lalu kembali mencari pekerjaan, dan mendapatkannya. Ali menyaksikan kepada rekan kerjanya bagaimana Adonai telah merubah hidupnya. Ia dipecat. more-than-dream-dvd-kesaksian

Ia pindah ke Istambul, dan dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Dua tahun setelah perjumpaan dengan Yeshua, ia tetap belum bertemu satu orang Kristenpun, dan belum memiliki Alkitab ditambah kerinduan akan keluarganya telah menyebabkan ia tertekan dan mulai kembali minum minuman keras.

Suara di hatinya berseru, ”Kembalilah ke rumahmu.” Di kotanya ia mendapat pekerjaan. Pada suatu hari ia mendengarkan suatu siaran radio Kristen bernama Dipanggil untuk Damai (Call to Peace) berbahasa Turki tanpa sengaja. Suara di radio itu berkata, ”Yeshua telah mati, bangkit dari kematian setelah tiga hari dan sekarang duduk di sisi kanan Bapa.” Itulah berita Kristen pertama yang ia pernah dengan sejak pertemuannya  dengan Yeshua di Mekkah. Ia segera memanggil isterinya untuk juga mendengarkan. Dan mengirim surat kepada stasiun radio Kristen tersebut untuk minta Alkitab Perjanjian Baru.

Sepuluh hari kemudian ia menerima Alkitab Perjanjian Baru. Ia juga menerima bahan-bahan Pelajaran Alkitab dari sumber yang sama. Ali berusia 38 tahun ketika ia menerima Alkitab tersebut, ”itu mungkin saat terbahagia dalam kehidupanku,” Ali mengenang.

Saya membaca seluruh Perjanjian Baru tanpa tidur. Kehidupanku mulai berubah. Orang-orang juga dapat melihat perubahan dalam hidupku.

Dan suami-isteri ini semakin aktif bersaksi kepada orang lain dan mengundang setiap tetangga untuk datang kerumah mereka mempelajari Alkitab. Setelah Ali dan Zehra menyelesaikan kursus-kursus Alkitab melalui korespondensi, mereka sekeluarga pindah ke Istanbul untuk menghadiri sekolah Alkitab. Sekarang Ali Pektash adalah seorang pendeta di Turki, ia rajin membuka jemaat-jemaat baru di Turki seperti rasul Paulus.

Ali terus memberitakan iman Kristennya secara terbuka dan tanpa malu. Alkohol tidak lagi menguasai hidupnya, dan ia mengasihi isterinya. Sungguh Ali Pektash telah menjadi suatu ”ciptaan baru di dalam Yeshua Ha Mashiah.”

Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”  (Yesaya 19:23-25)

Negara Asyur kuno adalah Tanah Kurdistan, terbentang dari Turki Timur sampai ke Irak Utara dan sebagian dari Iran Utara.

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Desember 2017
      M S S R K J S
      « Nov    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
      31  
  • Cari