Lee, pemuda Irlandia sekarat mati karena COVID-19, tapi ‘Elohim mengirim seorang pembersih’

“Jangan bilang padaku bahwa Elohim tidak tahu. Elohim mengetahui setiap kebutuhan kita. Dia mengetahui setiap hasrat kita. Elohim adalah Elohim, rekan-rekan, yang bersifat pribadi. Dan Dia mengetahui hasrat terdalam hati kita,” Lee, Irlandia. Ini kesaksian Lee yang baru saja sembuh dari infeksi Virus Corona atau COVID-19 di Iralandia. Bagaimana Elohim secara ajaib menjawab doanya ketika ia sedang terisolasi dan hampir mati, namun Elohim mengutus seorang pembersih ruangan. Sumber: The Normal Christian Life (YouTube video)

“Mintalah, dan itu akan diberikan kepadamu, carilah, dan kamu akan mendapatkan, ketuklah, dan itu akan dibukakan bagimu,” Yeshua Ha Mashiah (Matius 7:7)

Lee di rumah sakit dalam kondisi kritis karena COVID-19
“Saya berada di bawah tekanan luar biasa. Mendapat selang (IVs) dan semua yang mereka perlu lakukan,” kenangnya. “Tetapi saya ingat malam-malam itu khususnya, berseru dengan sungguh kepada Adonai dan meminta Dia untuk menolong membantu saya. Dan meminta Dia untuk bahkan secara supernatural hanya melakukan sesuatu yang dapat mendorong saya dan membawa saya melewati (masa sulit tersebut).

Bertemu Pembersih Rumah Sakit
Sementara bertarung dengan virus tersebut, ia mengalami malam-malam yang mengerikan. Ia berada dalam ruang isolasi, dimana tidak seorangpun diijinkan masuk ke dalam.

“Ketika tidak ada seorangpun, tidak ada pendeta, tidak ada teman, tidak ada anggota keluarga. Ketika tidak seorangpun  diijinkan masuk, Elohim telah mengirim seorang pembersih,” Lee bercerita

Pembersih tiba-tiba masuk dan Lee menggambarkan dia sebagai “sebuah pancaran sinar matahari.” Pembersih ini berbicara kepada dia dan menguatkan dia. Dan ketika ia hendak pergi, ia kembali lagi. Kemudian pembersih ini secara mengejutkan menbagikan pengalamannya sebagai seorang missionari di Negeria selama 14 tahun.

“Ia mulai bercerita bagaimana Elohim menyelamatkan banyak, banyak jiwa melalui pelayanannya. Dan hanya dua tahun terakhir ia balik pulang ke Irlandia  Utara,” Lee berkata

Mendengarkan Kasih Elohim
Misionari menguatkan Lee dan bercerita tentang kasih Yeshua, dan kasih Elohim. Tertegun dan kagum dengan apa yang ia dengar, ia berkata sambil menangis,
“Wau. Ketika Elohim perlu mengjangkau mu, Dia tahu dengan pasti siapa orang yang tepat. Dan di saat–saat seperti itu adalah seorang pembersih. Tidak seorang pun dapat masuk, Elohim telah mengirim seorang pembersih.”

Missionari ini bahkan mendoakan dia dan meminta Roh Kudus mengunjungi Lee dan menyembuhkan tubuhnya dan menyentuh saluran-saluran pernapasannya.

“Ia berdiri di pintu masuk dan memohon Elohim Yang Mahakuasa untuk menyelamatkan kehidupanku dan terus memakaiku. Lalu ia pergi,” Lee cerita.

Dari waktu ke waktu missionari ini melewati kamarnya, melalui jendela kaca memberi tanda jempol tangan (“Bagus!”) kepadanya.

Mulai sembuh

Juga, pada malam yang sama itu, kesehatan Lee mulai berbalik membaik, “Dapatkah ini akibat doa seorang pembersih tersebut?” Lalu kekuatan Lee pulih dan juga nafsu makannya. Pada suatu kesempatan, ia memohon kepada Elohim secara khusus sebuah makanan yang ia secara khusus dambakan.

“Saya memohon kepada Adonai karena tidak ada yang bisa datang ke saya. Saya berkata, ‘Adonai, jika itu mungkin, bolehkan Engkau memberikan saya sebuah paket kripik koktail udang dan sebotol kaleng Cola?’

Keesokan paginya, pembersih itu datang dan membawa sebuah bungkusan, berkata, “Ini adalah sebuah hadiah dari Adonai!”

Dia terkejut ketika apa yang ada di dalamnya adalah dua buah jeruk, sebuah kaleng Coke, dan sebungkus keripik koktail udang.

“Jangan bilang padaku bahwa Elohim tidak tahu. Elohim mengetahui setiap kebutuhan kita. Dia mengetahui setiap hasrat kita. Elohim adalah Elohim, rekan-rekan, yang bersifat pribadi. Dan Dia mengetahui hasrat terdalam hati kita,” Lee berkata kepada pendengarnya melalui video buatannya sendiri.

Lee kemudian berterima kasih kepada pembersih dan memberi pesan kepada para penonton kesaksiannya ini
Terima kasih untuk mendengarkan suara Elohim dan menjangkau seorang seperti aku.
Dan bagi anda yang telah selamat, tetaplah memandang kepada Dia, alihkanlah pandanganmu kepada Dia.
Dan bagi kamu yang belum megenal Yeshua Ha Mashiah, aku ingin menguatkanmu, angkatlah matamu dan lihatlah ke langit dan dengan seruan dari hatimu, katakan, “Elohim belas-kasihanilah aku, seorang berdosa.” Dan pulang ke rumah dibenarkan, bersih tanpa dosa.
Kiranya Elohim memberkatimu dan kiranya kamu tahu kasih Yeshua dan kuasa Roh Kudus. Juruselamat yang luar biasa. Amin

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Suzette Hattingh: Pelayanan atau Ketaatan

Diterjemahkan dari pelayanan Voice in the City

Pengajaran dalam bentuk cerita ini ditulis oleh Suzette Hattingh, pendiri Voice in the City. Pengajaran ini sungguh penuh kuasa dan dalam artinya, sebab ini berhubungan langsung dengan ibu Suzette, penginjil caliber Internasional yang sangat aktif, sementara ia dikursi roda untuk lebih dari lima bulan. Bagi saya cerita ini adalah kemenangan ibu Suzette Hattingh yang sangat besar terhadap keinginan diri beliau sendiri (kerinduannya yang sangat besar untuk memberitakan kasih dan kuasa Elohimnya). Tulisan ini bukanlah suatu hinaan kepada ibu Suzette, tetapi sebaliknya, suatu rasa hormat dan kekaguman kepada hamba Elohim ini. Cerita kehidupan pribadinya ini ialah suatu teladan yang sangat baik bagi setiap Penjala-penjala manusia yang mengaku bahwa YAHWEH adalah TUAN dan KOMANDAN mereka. Semoga setiap pembaca diberkati. Salam, Penjala Baja.

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut; Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mazmur 40:6, 8)

Saya sering dikagumkan pada bagaimana kita mengabaikan kebenaran yang sederhana ini [beliau memulai ceritanya]. Aktif untuk YAHWEH adalah bagus tetapi kadang-kadang tindakan yang sangat terkecil dari ketaatan itulah yang membawa kita melewati waktu-waktu yang sangat susah.

PERINTAH ELOHIM

Pada waktu-waktu susah atau bermasalah, Elohim akan memberi sebuah perintah. Itu bisa saja tidak penting apa yang kita telah ingin dengar, tetapi itu dapat jadi SATU hal yang membawa kita ke pertempuran atau menggenapi rencana Elohim.

  • Elohim berkata kepada Musa, ”Angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu”. (Keluaran 14:16)
  • Elohim berkata kepada Yoshua, ”Haruslah kamu mengelilingi kota”. (Yoshua 6:3)
  • Elisa berkata kepada janda itu, ”Pergilah, mintalah … bejana-bejana kosong”. (2 Raja-raja 4:3)
  • Yahshua berkata kepada orang buta itu, ”Basuhlah dirimu dalam kolam Siloam”. (Yohanes 9:7)
  • Malaikat berkata kepada Filipus, “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem”. (Kisah para rasul 8:26)

Semua ini sendiri adalah perintah-perintah kecil dan namun mereka adalah perintah-perintah utama yang telah memimpin kepada langkah berikut atau breakthrough.

MENTAATI SUARA ELOHIM

Sering kali kita terdorong untuk sangat terlibat dengan banyaknya aktivitas-aktivitas yang berbeda dan meskipun semua itu adalah sangat penting dan benar, kita sering kali menjadi sungguh sibuk yang [membuat] kita sungguh-sungguh lupa bahwa Elohim benar-benar ingin ”ketaatan lebih dari korban”. Itu tidak luar biasa juga tidak ajaib namun adalah selalu sungguh penting, bahwa ketaatan yang sederhana ini yang Elohim cari dan Dia akan mengetest kita dalam hal ini.

Ada sebagai sebuah pribadi yang sangat aktiv, itu tentunya telah menjadi hal yang sungguh susah untuk saya ketika tidak ada kesembuhan setelah menjadi operasi pertama. Syaraf di dalam kakiku rusak dan dua plat harus dimasukkan sewaktu operasi kedua.

Tidak mampu berjalan untuk lima bulan dan menyadari hidup di dalam sebuah kursi-roda telah meletihkan secara praktis dan emosi. Tetapi segera setelah operasi pertama YAHWEH berbicara kepada saya dan berkata, ”Saya ingin kamu melakukan perjamuan kudus setiap pagi sebelum kamu minum atau makan sesuatu”. Itu sesuatu perintah yang sederhana. Itu bukan hal yang dramatis atau susah dan itu perintah satu-satunya yang Ia telah berikan sepanjang waktu ini.

Mentaati perintah yang sederhana telah mengambil disiplin yang sungguh pada waktu-waktu, namun itu telah membawa saya melewati momen-moment yang tergelap pada enam bulan yang lalu. Itu telah menjadi sebuah jangkar untuk berpegang ketika saya merasakan ada dipanggang maju-mundur di dalam sebuah lautan emosi-emosi dan kesakitan tubuh yang ingin menenggelamkan saya.

  • Itu bukanlah kotbah-kotbah yang telah menolong saya, meskipun mereka datang dari Elohim
  • Itu bukanlah penyembahan yang telah menolong saya untuk tetap terfokus, meskipun musik adalah suatu alat yang bagus dan membangun.
  • Itu bukan juga doa yang berlandaskan ayat-ayat Alkitab yang menopang saya sepanjang waktu ini, meskipun kita tahu Firman memiliki kuasa dan tidak kembali dengan sia-sia.
  • Semua ini dapat menjadi alat-alat yang bagus pada waktu yang tepat, tetapi itu adalah SATU langkah ini yaitu ketaatan setiap pagi: keluar dari ranjang, pergi kedapur dengan kursi rodaku dan mengambil perjamuan. Konsentrasi beb erapa menit kepada YAHWEH dan salib-Nya telah menolong saya tetap terfokus, khususnya ketika saya telah ingin menarik selimut keatas kepala saya dan jatuh kedalam sebuah spiral kekecewaan tidak memiliki kekuatan atau nafas untuk berdoa.
  • Ketika saya memiliki benda asing kecil disaluran pernapasan karena operasi kakiku. Saya teringat memegang roti dan cangkir perjamuan dan tidak punya kekuatan berbicara atau berdoa. Tetapi sebagaimana saya telah taat, damai dan kekuatan mengisi rohku. Berfokus kepada Yahshua yang telah membayar harga untuk diriku sekali lagi telah menjadi jangkarku.

APA YANG TEAKHIR TELAH KAMU DENGAR YAHWEH MEMINTA KAMU UNTUK MELAKUKAN?

Sudahkah kamu melakukannya? Atau itu sungguh kecil sehingga kamu telah mengabaikan [perintah] itu? Seperti apakah nampaknya perintah itu kepada kamu?

  • Untuk seseorang itu akan sudah ada pergi dan bagikan traktat-traktat di daerah kaki lima setiap minggu
  • Untuk seseorang itu akan sudah ada berdoa sebagai bagian dari kelompok doa-syafaat atau sebuah pelayanan
  • Untuk seorang lainnya itu sudah ada menjadi sukarelawan sebuah dapur soup untuk orang tidak ber-rumah dan untuk orang lainnya itu boleh jadi sederhannya menguatkan orang-orang lain.

Mereka semuanya hanyalah hal-hal kecil, tetapi itu yang Elohim minta: KETAATAN KEPADA PERINTAH-NYA.

Tetapi jawab Samuel: “Apakah YAWHEH itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara YAHWEH? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. (1 Samuel 15:22)

[Ibu Suzette Hattingh sungguh berterima kasih kepada doa-doa dan kata-kata penghiburan melalui kartu-kartu, surat-surat dan e-mail, beliau sekarang sudah mulai bisa berjalan sedikit, beliau menulis:]

Menerima kasih dan dukungan sedemikian rupa dari rekan-rekan doa saya, menyentuh hati saya sungguh dalam dan telah membuat saya menangis dihadapan YAHWEH. … Di dalam waktu-waktu ketiaka saya merasa kesepian, saya membaca email-email dan surat-surat yang dikirim untuk menghibur diriku dan itu menghangatkan saya seperti selimut kasih dari hati Bapa [surgawi].

Saya melihat ”terang pada akhir terowongan” dan melihat kedepan kepada hari saya akan jalan melewati tanah, mengkobahkan pesan keselamatan yang indah kembali.

Bersama untuk yang terhilang,

Suzette Hattingh

Pengajaran lainnya dari beliau bisa dilihat pada www.voiceinthecity.org

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Juli 2020
      M S S R K J S
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari