Menemukan Kembali Kerajaan Sorga; Dr. Myles Munroe. YouTube.

Sebuah pengajaran yang luar biasa bagusnya untuk mengerti arti, fungsi dan kerja dari Kerajaan. Pendeta Benny Hinn, yang membawa acara ini nampak sangat diberkati oleh pengupasan yang dalam namun praktis dari gembala sidang dari Bahama ini. Video Pengajaran yang patut dilihat dan dimengerti isinya oleh para pemimpin rohani dan setiap jemaat Kristen, akan membawa kita kembali melihat pribadi Yeshua Ha Mashiah dengan benar sebagai mana Alkitab menulis tentang Yeshua: Raja atas segala raja.

Dr. Munroe menekankan pentingnya memiliki konsep yang benar dengan kalimat seperti ini: Jika konsep kita salah, maka kesimpulan kita jadi salah, sehingga theologia kita juga akan salah. Konsep yang seseorang miliki akan menentukan hidup orang tersebut, katanya.

Maka dalam bukunya ia menulis:

”Sebuah idea lebih kuat dari pada seorang tentara.”

Pada video pengajaran ini, Dr. Myles Munroe membagikan konsep Kerajaan yang diambilnya dari ketiga bukunya sendiri:

  • Rediscovering the KINGDOM
  • Kingdom Principles
  • The most imported Person on earth

Melalui video Re-Discovering the Kingdom (12 video sigkat) kita akan belajar:

  • Konsep Kerajaan (Sorga), dan apa bedanya dengan konsep organisasi keagamaan, negara demokrasi, republik.
  • Kekuasaan raja, dan bedanya dengan Presiden dan Perdana Menteri.
  • Lahirnya hukum dan kekuatan hukum di dalam Kerajaan, dan bedanya dengan pemerintahan bersistem demokrasi.
  • Ketaatan kepada pemimpin
  • Siapkah sesungguhnya tentara Kerajaan Sorga.
  • Kepemilikan – perpuluhan – persembahan
  • Dan lain sebagainya.

Video 1 , Video 2 , Video 3 ,

Sebagian dari buku Rediscovering the Kingdom dapat dibaca gratis.

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Penjara Nusa Kambangan Dilawat Bapa Sorgawi

Mrss. Suzatte Hattingh dalam pelayanannya ke berbagai kota di Indonesia, menyempatkan dirinya mampir di penjara Nusa Kambangan, (yang ia sebut sebagai Alcatraz Indonesia, penjara yang berada dipulau dan merupakan penjara terketat di Indonesia) dan ia ditemani teamnya berbicara muka dengan muka kepada 150-200 orang tahanan.

Kami telah meminta sesuatu yang mustahil, seorang warganegara asing untuk dapat diijinkan mengadakan suatu pertemuan di pulau ini. Belum pernah sebelumnya di dalam sejarah Indonesia hal tersebut diijinkan, apalagi disertai sebuah pertemuan kombinasi dengan para napi dari beberapa penjara (ada tujuh jenis penjara di sana).

Melalui anugerah Elohim, pemerintah memberikan permisi! Setelah berjam-jam perjalanan melalui kereta, mobil dan ferry, akhirnya team ini sampai di ’Alcatraz.’

”Orang-orang penjara diijinkan datang untuk pertemuan penginjilan tersebut, termasuk mereka yang telah mendapat  keputusan hukuman. Pertemuan ini tentunya perkara yang tidak mudah bagi petugas, sungguh suatu mujizat mereka bisa hadir dipertemuan tersebut,” Mrss. Suzatte berkata.

Dihadiri oleh para petugas penjara, Mrss. Suzatte mulai membagikan kesaksian dan berkotbah tentang masalah pengadilan di sorga, menerangkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk membuat sebuah keputusan untuk kehidupan pribadinya sendiri.  Ia mengkotbahkan Injil  Yeshua Ha Mashiah.*

”Saya berada di sana untuk masa depan mereka, bukan untuk masa lalu mereka. Air mata mengisi kedua mataku ketika 90% dari yang hadir menanggapi panggilan keselamatan, berjanji menyerahkan hidup mereka kepada Yeshua,” cerita ibu yang tetap membujang ini.

Beberapa napi  menangis dengan keras ketika team ini berdoa untuk keluarga mereka.

Hati saya dipenuhi dengan ucapan terima kasih kepada YAHWEH dan kepada para pengurus penjara yang telah membuat pertemuan ini terjadi, dan bahkan lebih dari itu ketika pengurus penjara mengundang saya kembali!

Bersyukur, saya menutup mata saya malam itu dan berkata, ”Misi telah terlaksana YAHWEH dan oh ya, terima kasih untuk pasukan malaikat yang Engkau telah kirim untuk menemani kami di san hari ini.”

Kami tidak diinjinkan mengambil foto di penjara karena alasan keamanan, tetapi kami disana untuk Injil dan bukan untuk foto-foto.

Bahan cerita diambil dari:

Spirit Wind, 10th edition of Voice in the City’s teaching newspaper dan online Reports Indonesia Tour – Augustus to October 2010

*) Injil Yeshua Ha Mashiah adalah berita suka-cita (good news) intinya ialah bahwa ada jalan keluar  bagi setiap manusia dari hukuman kekal melalui pengorbanan darah Yeshua di kayu salib. Seperti tertulis pada kitab Roma 6:23:

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Elohim (Allah) ialah hidup yang kekal dalam Ha Mashiah Yeshua, Yahweh kita.


Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Pertobatan Di Depan Sebuah Mesjid

Judul ini adalah bagian dari buku Anak-anak Ismail (The Children of Ismael), kumpulan kisah-kisah nyata yang mengharukan dan menyentuh hati setiap pembacanya. Mereka bersaksi bagaimana Elohim telah merubah gurun pasir kehidupan menjadi padang rumput yang indah, rantai-rantai ikatan protokol keagamaan yang berat menjadi hubungan kasih yang manis dengan Pencipta mereka. Selamat membaca!

Bab 5. Pertobatan Di Depan Sebuah Mesjid
[Pengkotbah kecil, perbandingan yang sangat berbeda, teraniaya namun tidak patah]

Ini adalah kisah tentang perpindahan [saya] ke Kristianiti. Nama saya Ibrahim. Saya sangat bangga dengan nama Arab saya karena itu adalah nama dari patriark besar. Nama baru saya adalah Timotius, tapi itu tidak mengubah fakta bahwa saya Ibrahim, panggilan sehari-hari “Abu-Khalil,”’ anak dari pasangan petani sederhana. Saya dibesarkan di tempat sederhana, beralas tikar kayu sebagai karpet, sebuah lampu minyak cahaya dan keju keras untuk makanan. Aku biasa belajar pelajaran-pelajaran saya di dekat sungai kecil, saya mengenakan ‘Galabia’ putih. Aku masih mengenakan ‘Galabia’ sampai sekarang.

Ketika saya masih kecil, ibu saya menuntun saya untuk pergi ke desa ‘Kottab’ (tempat belajar agama Islam), dimana Imam mengajar kami membaca, menulis dan melantun Alquran. Dia meminta pembayaran 10 sent USD dari kami pada akhir setiap minggu. Pada ‘Kottab,’ inilah  pikiran dan hati saya dipenuhi dengan ketaatan untuk Allah [Elohim], Pencipta langit dan bumi.

Ketika saya bergabung dengan sekolah persiapan [SMP], saya menjadi lebih tertarik pada kelas-kelas  Dhekr (ibadah mistik) di mesjid. Saya mulai menghadiri kelas mistik kelompok Sufi di desa itu. Kami terbiasa untuk memuji nabi Muhammad dalam segala kondisi, mengulang kata: “Oh, Rasul Allah, tolonglah!”

Suatu hari setelah doa magrib di masjid Stasiun, dua pria mendatangi saya dan memperkenalkan diri. Salah satunya bernama Muhammad, yang lain Salomo. Mereka menyapa saya dengan cara yang saleh (sopan sesuai ajaran agama). Saya melihat dalam diri mereka kebaikan yang unik dan keinginan nyata untuk menyenangkan Allah. Mereka memperkenalkan saya ke seluruh teman-teman mereka. Mereka mencintai satu sama lain dan mendorong satu sama lain untuk mentaati Elohim. Saya terkesan dengan kesatuan mereka. Mereka adalah anak muda elit kota kami. Mereka telah melihat dedikasi saya untuk menyembah Allah dan keterampilan saya berbicara di depan orang.

Setiap hari Senin pertama dalam penanggalan Arab, kelompok kami mengadakan pertemuan, di mana saya biasa memberikan pidato setelah khotbah seorang ‘Emir’ (pemimpin kelompok). Sebenarnya saya mulai berkhotbah di mesjid ketika aku baru 14 tahun. Saya kira itu baik untuk melakukannya; Imam Shafai biasa memberikan ‘fatwa’ (nasihat agama) ketika ia 6 atau 9 tahun. Aku ingat khotbah pertama saya di masjid itu tentang cara ideal untuk merayakan ulang tahun nabi. Kami biasa berpuasa dan makan bersama di masjid, mengikuti ajaran-ajaran dari nabi Muhammad, bahkan sampai sedetil mungkin, seperti cara berjalan, berbicara, berdoa, makan, minum, berpakaian, dll.

Saya berutang kepada orang-orang ini karena mereka telah mendorong saya untuk membaca, mencari dan meneliti. Faktor-faktor ini tepatnya yang telah membawa saya ke tempat saya sekarang ini. Suatu hari, seorang teman saya berkata kepada ayahku, “bahwa Ibrahim adalah salah satu pembicara umum Kelompok Sunni, ia menghadiri semua pertemuan umum dan rahasia mereka. …” Saya terkejut dan marah karena orang itu adalah orang yang sama yang mendorong saya pada awalnya untuk berkomitmen pada Panggilan Islam dan bergabung dengan Kelompok Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood Group). Kami sering pergi bersama-sama dari satu masjid ke yang lain, mewartakan Panggil Islam. Aku selalu berharap bahwa ayahku dapat hadir ketika saya menyampaikan khotbah saya.

Setelah rahasia saya terbongkar, ayah saya mulai memperingatkan saya dan mengancam saya berkali-kali, berharap bahwa saya akan merubah pikiran saya dan meninggalkan Kelompok Persaudaraan Muslim (KPM). Kelompok kami menjadi terkenal di mata seorang informan bernama Muhammad. Dia biasa mengikuti semua berita dan gerakan kami dan melaporkannya ke kantor Penyelidik Keamanan Negara (PKN). Dia digunakan untuk merekam semua pidato-pidato kita dan menyerahkan mereka ke kantor PKN lokal. Aku bangga melihat Mohammed merekam pidato-pidatoku di mesjid.

Di sisi lain, ayahku dan saya tidak senang bahwa PKN memiliki namaku. Ayahku sangat khawatir tentang keselamatanku sehingga dia pergi ke KPM di masjid dan berteriak pada mereka di depan semua orang dan meminta mereka untuk tidak berhubungan dengan diriku. Dia pulang dan memukul saya sehingga gigiku patah. Sampai sekarang salah satu gigi depanku masih rusak, aku tetap berhubungan denngan KPM.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, ayahku membakar semua buku-buku agamaku. Dia begitu prihatin tentang diriku dan takut bahwa aku mungkin akan bermasalah karena kelompok Sunni tersebut. Dia bahkan mengancam akan menceraikan ibuku jika saya terus pergi ke masjid Sunni. Saya memintanya untuk mengizinkan saya hanya duduk di luar masjid sehingga saya bisa mendengarkan guru dari Persaudaraan Muslim tanpa benar-benar pergi ke masjid. Dia setuju dengan syarat bahwa ia harus pergi dengan saya. Kami biasanya duduk di luar masjid. Aku mendengarkan dengan penuh perhatian.

Ancaman tidak menghalangi saya dari menyebarkan Panggilan Islam. Di sekolah, aku biasa memberikan pidato umum Islam setiap pagi. Aku memaksa kakakku memakai kerudung. Aku tidak lagi berjabat tangan dengan wanita-wanita dan mendengarkan lagu karena takut hukuman Allah pada Hari Kiamat, hukuman dalam bentuk timah panas yang akan dituang ke dalam telinga. Tetangga-tetanggaku mengolok-olok aku karena radikalanku dalam menerapkan semua perintah Kuran dan Sunnah. Bukan salahku, aku telah diajarkan bahwa Islam itu relevan dan berlaku untuk setiap usia dan setiap negara, dan bahwa Islam adalah pemecahan!

Sementara berjuang untuk menyebarkan Panggilan Islam, aku medapat sebuah ide. Aku berpikir aku harus memenangkan teman-teman Kristenku bagi Islam sehingga kita semua akan pergi ke Jannah (surga). Pada saat itu, jika kalian bertanya padaku tentang pendapatku mengenai orang-orang Kristen, aku tentunya akan berkata bahwa mereka kafir dan musyrik (penyembah banyak ilah), tapi aku menemukan bahwa Kuran sendiri mengajarkan sebaliknya.

Dalam Surah 5: 82 Kuran berkata, “Terkuat di antara orang-orang dalam permusuhan dengan orang-orang beriman akan kamu temukan orang-orang Yahudi dan orang Pagan, dan terdekat di antara mereka dalam kasih kepada orang-orang beriman akan kamu temukan mereka  yang berkata, “Kami adalah orang-orang Kristen”: karena diantara ini adalah orang-orang serius belajar, dan orang-orang yang telah meninggalkan keduniawian, dan mereka tidak sombong.”

Menurut ayat ini, Kuran membuat perbedaan antara orang Kristen dan kafir (pagan), jika orang-orang Kristen itu harus dilihat sebagai kafir, Kuran akan menempatkan mereka dalam kategori yang sama.

Dalam Surah 2: 62 Kuran mengatakan, “Dan orang-orang Kristen dan Sabian – barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Terakhir, dan bekerja benar, akan mendapat pahala mereka dari Adonai mereka (from ”Lord”), mereka tidak akan ada ketakutan, tidak juga kesedihan.”

Aku berusaha meyakinkan orang-orang Kristen yang aku temui di sekolah atau di lingkunganku bahwa Islam adalah agama yang benar. Aku bahkan berkorespondensi dengan beberapa orang Kristen untuk berpindah ke Islam. Akibatnya, aku memiliki hasrat yang membara di dalam hatiku untuk membandingkan Islam dan Kristianiti, secara menyeluruh, yang benar dan yang salah; yang mana ialah jalan Allah (Elohim) dan yang jalan Iblis.

Selama dua tahun, saya telah bersusah payah. Sering kali saya memutuskan untuk mengakhiri pertempuran batin ini dengan menghentikan membaca buku-buku Kristen, dengan cara berfokus pada membaca Kuran setiap pagi, dan dengan mengikuti contoh nabi Muhammad. Aku ingin menemukan kedamaian dan mematuhi Allah melalui agama yang benar. Oleh karena itu, aku menyingkirkan semua buku-buku Kristenku supaya menjadi seorang Muslim yang nyata, dipersembahkan kepada satu Elohim yang benar, Allah.

Tapi Elohim (God) tidak meninggalkan aku sendiri. Roh Kudus-Nya sering untuk membangkitkan saya di tidurku. Setiap kali aku pergi tidur, aku tegang. Hati nuraniku gelisah. Pada akhirnya aku tak bisa tidur di malam hari. Aku bertanya-tanya, “Jika Muhammad benar-benar nabi yang dijanjikan, mengapa dia tidak datang pada hari penghakiman, sebagai gantinya Ha Mashiah sebagai hakim yang adil? Dalam hal ini, Mohammed akan menjadi salah satu tanda-tanda Hari Terakhir dan bukan Ha Mashiah.” Aku bertanya-tanya tentang rahasia di balik status tertinggi Ha Mashiah di antara semua nabi, begitu banyak sehingga Dia menjadi pusat sejarah. “Apakah kami tidak mengatakan bahwa peristiwa bersejarah tertentu terjadi Sebelum Masehi [artinya Mashiah atau Kristus] (SM/BC) dan lainnya Setelah Masehi (AC/AD)? Apa rahasia kemuliaan Engkau, Isa (Yeshua/ Yesus) Putra Maryam/ Maria?”

Pertanyaan-pertanyaan ini, dan banyak lagi, membuat aku serius memperbandingkan antara Mashiah dan Muhammad. Setelah menghabiskan waktu yang lama membandingkan mereka, aku menemukan bahwa itu adalah perbandingan yang nyata berbeda, bahkan di dalam Kuran itu sendiri.

Di dalam Kuran, kita tidak pernah menemukan Ha Mashiah meminta pengampunan Elohim untuk dosa atau kesalahan, sebagaiman telah dilakukan oleh para nabi dan rasul lainnya. Ha Mashiah adalah benar ketika Dia menantang para pemimpin Yahudi dengan berkata, Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? (Yoh. 8:46). Dia bahkan menegur orang-orang Yahudi untuk kesalehan palsu mereka ketika mereka menangkap basah perempuan yang berzinah: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh. 8:7)

Di sisi lain, aku menemukan dari Kuran itu sendiri bahwa Muhammad hanyalah seorang manusia biasa seperti yang lain, dengan dosa-dosanya, kebencian terhadap orang-orang kafir dan kematiannya. Kuran mengatakan,

“Dan mintalah ampun untuk kesalahan kamu, dan untuk pria dan wanita yang beriman” (Surah 47:19.)
“Supaya Allah boleh mengampuni kamu, kesalahan-kesalahan kamu yang lalu dan kemudian …” (Surah. 48:2)
“Dan jika Kami tidak memberikan kekuatan kepadamu, kamu pastilah sudah condong kepada mereka sedikit.” (Surah 17: 74)

Dalam tafsiran Kurannya, Imam El-Syouty menjelaskan alasan di balik Surah 17:74:
“Menurut Muhammad, anak Kaab, dari suku Karz, Nabi Muhammad membaca Surah 53 ia berkata, “Apakah kamu melihat ‘Lat’ dan ‘Uzza’ … “(nama-nama berhala), Iblis membuat ia berkata bahwa umat Islam bisa menyembah mereka, dan Syafaat dari berhala-berhala yang harus dicari. Jadi, itu menjadi sebuah ayat dalam Kuran. [Ini satu dari ayat-ayat yang disebut ”ayat-ayat Iblis” di dalam Kuran]
Nabi Muhammad begitu sedih tentang apa yang telah terjadi sampai Allah mengilhaminya dengan ayat lain: “Tidak pernah Kami mengirim seorang utusan sebelum kamu, tetapi, ketika dia menetapkan sebuah keinginan, Setan melemparkan beberapa (kejahatan) kedalam keinginannya, tetapi Allah akan membatalkan apa-apa (sia-sia) yang Setan telah lemparkan, dan Allah akan mengkonfirmasi (dan membangun) tanda-tanda-Nya” (Surah 22:52).

Itulah alasan untuk Surah 17:73-74: “Dan tujuan mereka adalah untuk mencobai engkau menjauh dari apa yang Kami telah turunkan kepadamu, untuk menggantikan sesuatu yang berbeda atas nama Kami: Lihatlah! Mereka tentu sudah akan membuat kamu teman (mereka). Dan jika tidak Kami memberikan kekuatan kepadamu, kamu telah hampir condong kepada mereka sedikit.”

Saya tidak bisa menemukan sebuah ayatpun di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Ha Mashiah bergabung dengan orang-orang kafir jika Allah tidak tolong. Alasan di balik fakta ini, seperti yang saya pelajari dari studi saya, adalah bahwa Ha Mashiah adalah Firman Elohim [Yoh. 1]. Perjanjian Baru, yang aslinya ditulis dalam bahasa Yunani, menyatakan bahwa Ha Mashiah adalah Firman Elohim dalam arti ”pikiran yang diucapkan Elohim.” Ha Mashiah adalah pikiran Elohim. Elohim dan pikiran Elohim adalah keberadaan yang sama dan dasar yang sama, tanpa perbedaan apapun, divisi atau pemisahan. Ha Mashiah adalah Firman berinkarnasi atau menjelma, Elohim yang datang dalam daging. sifat elohim-Nya tidak pernah berangkat dari sifat manusia-Nya, bahkan untuk sesaat atau sebuah kedipan mata.

Semua pikiran ini telah terikat dalam pikiranku dan berjuang dalam hatiku. Aku takut murka Allah yang datang pada orang-orang kafir. Setiap kali Aku berlutut untuk berdoa, Aku berteriak dari dasar hatiku, “Oh, Elohim, tunjukkan kebenaran. Jika Muhammad benar, saya akan mengikutinya sampai aku mati, jika Ha Mashiah adalah benar, saya akan mengikuti Dia sampai aku mati. Aku akan memberikan seluruh hidupku kepada Engkau dan melayani Engkau sepanjang hidupku, apapun harganya mungkin …. “

Aku terus mengulang-ulang doa ini sampai Ha Mashiah datang kepada saya dalam sebuah penglihatan, dalam sebuah mimpi. Dia berkata kepada saya dengan suara lembut-Nya, “Aku mengasihimu.” Aku merenungkan pada kasih tak berujung Ha Mashiah dan pengorbanan-Nya di kayu salib untuk menyelamatkan dan menebus kita. Dengan air mata mengalir di wajahku, saya berkata kepada Ha Mashiah, “Aku mengasihimu. Aku tahu Enkau. Aku tahu bahwa Engkau adalah Alfa dan Omega. Aku tahu bahwa Engkau adalah kekal dan bahwa Engkau adalah Yang Awal dan Yang Akhir …. ”

Aku sangat bahagia, menari seperti anak kecil dan memuji Elohim. Menjadi seorang hakim yang adil, Elohim telah menghukum Putera-Nya untuk mati menggantikan kita sehingga kita tidak perlu menghabiskan keabadian kita di dalam neraka. Kami tidak mengatakan bahwa Elohim Yang Mahakuasa memiliki putra, dari istri – Elohim melarang! Kita menganggap seorang adalah kafir kalau mereka bilang begitu. Elohim tidak pernah punya istri atau anak fisik. Kami mengatakan bahwa Ha Mashiah adalah Putera Elohim dalam pengertian yang sama ”terang lahir dari cahaya.” Itu adalah keputeraan rohani. Kami orang Mesir disebut “anak-anak Sungai Nil”, tetapi kami tidak mengatakan bahwa Sungai Nil telah menikah.

Kami menyatakan dalam Pengakuan Nicea: “Kami percaya … dalam satu Adonai Yeshua Ha Mashiah, Anak Tunggal Elohim, diperanakkan dari Bapa-Nya sebelum alam semesta, Elohim dari Elohim, Terang dari Terang, sungguh Elohim dari sungguh Elohim, diperanakkan, bukan dibuat, menjadi satu substansi dengan Bapa, oleh siapa segala sesuatu diciptakan … “ Pada saat yang sama, kami bersaksi bahwa tidak ada ilah (elohim) selain YAHWEH, dan kami menyembah Dia saja.

Beberapa minggu kemudian, aku dibaptis pada tanggal 6 September 1987 di rumah seorang pendeta. Dalam hati saya, baptisanku adalah penanggalan kedua dari kelahiranku. Saya telah menjadi seorang Kristen selama 11 tahun sekarang. Aku mengatakan kepada istriku, ketika aku mati, aku ingin batu nisanku terbaca, “Ha Mashiah adalah Kemenangan!”

Semua manusia di muka bumi ini adalah fana. Hanya Ha Mashiah yang abadi. Semua nabi terkubur di kuburan yang kita kenal dan kunjungi, tapi hanya makam Ha Mashiah yang kosong karena Ia ada di surga, seorang Raja Yang Berkemenangan. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Ha Mashiah menaklukkan kuasa maut. Pujian dan kemuliaan kepada Anda, Yeshua kekasihku!

Seorang teman saya mencuri buku harianku dan memberikannya kepada Sulaiman seorang anggota KPM. Salomo dan para pengikutnya bersekongkol bersama-sama untuk menjebak saya. Mereka fotokopi buku harian saya, di mana saya menjelaskan keyakinan saya dalam Ha Mashiah, dan didistribusikan mereka di antara orang-orang di desa saya. Rasanya seperti skandal, tetapi karena Yusuf berkata ketika saudara-saudaranya bersekongkol untuk menyakitinya, Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, …” (Kej. 50:20)

Firman Tuhan berkata, Kita tahu sekarang, bahwa Elohim turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Elohim.” (Roma 8:28)

Anggota-anggota keluargaku merasa malu atas diriku. Ibuku tidak berani muncul di depan umum. Orang-orang sering menuding karena anaknya telah membawa malu karena menjadi seorang Kristen. Dia mengatakan kepada saya bahwa ia tidak mengakui aku sampai Kiamat. Tidak ada yang dapat mematahkan hatiku lebih dari luka hati, penghinaan dan aib yang aku sebabkan atas keluargaku, terutama ibuku. Tapi apa yang aku bisa lakukan?

Saya sangat mengasihi ibuku, tetapi tidak mungkin bagiku meninggalkan keyakinanku dalam Kristus untuknya. Suatu hari, ia memukul kepalaku dengan sepatunya. Lain waktu, dia berpakaian kain hitam dan mengumumkan kepada semua orang bahwa ia berkabung atas kematian anaknya, Abraham.

Suatu hari semua orang dari desa saya datang bersama untuk memukul dan menyiksa saya untuk mengubah saya kembali ke Islam. Mereka menendang dan menampar saya di depan keluargaku. Ibu berlutut saya turun dan meminta mereka tidak menyakiti saya, tapi mereka menginjaknya dengan kaki mereka. Ibuku yang malang menangis di lantai, sementara mereka berteriak atas keluargaku, “Kalian mempermalukan kami!” Di tengah kekacauan ini, salah satu guru agama desa berteriak pada orang-orang, “Apa kejahatan wanita malang ini jika puteranya telah memilih jalan yang salah!” Aku bersyukur kepada YAHWEH. Jika bukan karena rahmat-Nya, aku pastilah sudah lama menjadi seorang martir.

Setelah itu, semua temanku menghindari saya. Mereka pikir saya akan memberikan reputasi buruk di kota. Saya menjadi seorang ’tamu’ terkenal di kantor polisi setempat dan kantor Penyelidik Keamanan Negara (PKN). Aku harus menghabiskan banyak malam di kantor polisi demi keselamatan jiwaku. Suatu malam, orang-orang di desaku berkerumun di sekitar rumahku dan ingin membakarnya. Mereka membakar beberapa buku Kristen saya, sementara polisi menyita sisanya sebagai layaknya jika mereka menyita milik seorang pengedar obat bius.

Polisi telah mengawasi rumahku 24-jam untuk mencegah barang-barang Kristen datang kepada saya. Namun, Firman Elohim datang kepada saya dalam bentuk halaman koran yang membungkus roti saya! Ini adalah halaman depan surat kabar, termasuk sebuah artikel dari Paus Shenouda. Dia menyebutkan banyak ayat-ayat Alkitab seperti, “Jangan takut … sebab Aku menyertai engkau,” (Kejadian 26:24) dan Sebab YAHWEH, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.” (Ul. 31:6-8) [tertulis hanya ayat 8]

Itu adalah sebuah keajaiban dan tanda dari langit untuk memiliki surat kabar ini dibawa kepadaku di bawah pengepungan polisi di sekitar rumahku. Hal ini mendorong dan mengangkat saya di waktu aku sangat membutuhkan pertolongan Elohim. Segera selesai aku membaca halaman surat kabar tersebut, seorang perwira polisi mengetuk pintu. Takut untuk hidupku, seseorang dalam keluargaku menyambar koran dan membakarnya. Aku sangat sedih kehilangan sumber penghiburanku, tapi saya terkejut, pada hari berikutnya ketika aku sedang berjalan di sudut lain aku menemukan salinan dari halaman yang sama tergeletak di tanah! Aku sering bangun setiap pagi pukul 4 pagi karena suara ibuku menjerit kepada Allah untuk membawa saya kembali ke Islam.

Kristen tidak lebih berharga bagi saya daripada ibuku sendiri. Sebagai fakta, ibu saya lebih berharga bagiku daripada seorang Muslim atau Kristen. Di sisi lain, aku memiliki seorang yang lebih berharga dari ibuku atau bahkan kehidupanku sendiri – Adonai Yeshua Ha Mashiah! Jika saya tidak mengasihi Dia lebih dari diriku sendiri, aku tidak akan layak untuk berbagi dengan-Nya.

Ibuku meninggalkan satu kemungkinanpun untuk mendapatkan saya kembali ke Islam. Dia mengunjungi seorang penyihir untuk membaca mantra atas diriku. Muslim-muslim berpikir bahwa Jin (malaikat jahat) percaya Kuran. Yah, ahli sihir tidak bisa lakukan apapun untuk mempengaruhi saya. Aku berdoa kepada Yang Maha Esa dalam nama Yeshua Ha Mashiah, Nama yang menakutkan semua setan dan jin. Anehnya, tukang sihir itu berkata kepada ibuku, “Anakmu mengikuti sebuah jalan yang dia tidak akan pernah tinggalkan!”

Elohim telah melakukan banyak tanda dan keajaiban dalam hidup saya. Aku merasa dikuatkan setiap kali aku meningat salah satu dari mereka. Mereka adalah batu-batu berpijak di sepanjang jalan kasih kebapakan Elohim yang telah membawa saya dari awal dan memperlihatkan aku melaluinya, dan membawa saya ke tempat ini 10 tahun yang lalu. Elohim belum pernah meninggalkan aku, bahkan tidak untuk sesaat pun!

Ibrahim

Bersambung ke Bab 6. Orang-orang Pilihan Mashiah

  1. Pendahuluan
  2. Dibelakang Kerudung
  3. Diberkatilah Bangsa Mesirku
  4. Dari Tanah air Mashiah Anak-anak Ismail Akan Kembali
  5. Pertobatan Di Depan Sebuah Mesjid
  6. Orang-orang Pilihan Mashiah
  7. Dari Kristen nominal Ke Islam dan Kemudian Ke Mashiah
  8. Begitulah Saya Mengenal Elohim; Ex-Jihadist Pt.1
  9. Dahulu Saya Mati dan Sekarang Saya Hidup
  10. Instruksi-instruksi Penting
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Diberkatilah Bangsa Mesirku

Ini adalah bagian dari buku kesaksian Anak-anak IsmailBuku Anak-anak Ismail (The Children of Ismael) adalah kumpulan kisah-kisah nyata yang mengharukan dan menyentuh hati setiap pembacanya. Mereka bersaksi bagaimana Elohim telah merubah gurun pasir kehidupan menjadi padang rumput yang indah, rantai-rantai ikatan protokol keagamaan yang berat menjadi hubungan kasih yang manis dengan Pencipta mereka, kebencian menjadi kasih terhadap sesama. Selamat membaca!

Bg.1 Pendahuluan & Dibelakang Kerudung (Bab1 & 2)

Bab 3. Diberkatilah Bangsa Mesirku
[Persahabatan, meneliti berbagai pertanyaan yang sulit, memburu Elohim yang benar]

Nama saya Mozafar. Saya lahir pada tahun 1969. Aku adalah anak sulung dari keluarga kelas menengah yang tinggal di sebuah kota yang tenang indah. Aku dibesarkan untuk bertanggung jawab. Aku berbeda dari anak-anak lain. Aku tidak banyak bermain. Aku tidak berkeliaran di jalanan seperti anak-anak lain.

Ayahku bekerja di kota lain, jadi saya harus mengurus dua saudaraku – Hassan, yang tengah dan Anwar, yang termuda. Aku harus memainkan peran sebagai ayahku yang tidak hadir hari-hari dalam seminggu. Bertahun-tahun berlalu tanpa kesulitan untuk keluargaku atau aku. Secara finansial, kami baik. Aku pergi ke sekolah swasta. Kami adalah Muslim. Kami biasa untuk berdoa dan berpuasa. Kami terbiasa untuk melakukan peraturan agama dengan cara yang moderat, bebas dari fanatisme atau fundamentalisme.

Suatu hari, semua tanda-tanda pertanyaan bangkit dalam pikiranku dan benar-benar mengubah hidupku dari kehidupan biasa kepada hidup penuh kejutan dan perubahan. Hari itu adalah hari saya mulai sekolah menengah. Ini adalah waktu yang sangat penting bagi semua orang, menurut pendapat saya, karena pada periode itu seorang mulai mencari identitas dirinya, untuk meneliti hal-hal yang dianggap remeh atau diabaikan.

Masing-masing dari kita telah mewarisi  agamanya, warna kulit, bahasa, ras dan gender. Tidak ada seorangpun yang memilih salah satu factor-faktor tersebut, penting karena mereka dan sangat efektif dalam membentuk kita. Kita berurusan dengan pewarisan wajib ini di dalam diri kita, dengan Allah dan dengan orang lain. Sebagai contoh, kita sebagai Muslim dilahirkan dan dibesarkan untuk membenci orang Yahudi dan Kristen, dan percaya bahwa umat Islam adalah bangsa terbaik di seluruh dunia. Tak seorang pun bisa membayangkan bahwa orang lain (Yahudi, Kristen, dll) dapat benar sama sekali. Ide ini bahwa orang lain ada benar bahkan tidak pernah ada sama sekali, tidak sekalipun dalam sebuah bulan biru.

Saya pikir sangat sedikit orang (Muslim) akan berpikir untuk memeriksa hal-hal yang kita telah warisi, atau mempertanyakan bagaimana kebenaran warisan ini ada. Jika kita meminta orang lain (Yahudi dan Kristen) untuk memeriksa warisan mereka berarti kita sangat yakin bahwa mereka adalah salah, dan kita menganggap mereka buta karena mereka menerima warisan mereka tanpa pemeriksaan. Itu akan lebih tepat jika kitapun dapat melakukan apa yang kita minta dari orang lain. (Ini logis bahwa Anda memperlakukan orang dengan cara yang sama Anda ingin mereka memperlakukan Anda). Aku pikir bahwa memeriksa warisan kita dan mencoba untuk menemukan kebenaran akan membuat kita berakar di tempat yang baik dan lebih fleksibel untuk mengubah bidang kebodohan dan kesombongan . Yang pasti, Elohim yang benar (the true God) mengasihi orang-orang yang mencari kebenaran, cahaya, yang baik, dan kehidupan yang lebih baik.

Waktu sekolah tinggi dimulai dengan teman-teman baru di sekolah baru penuh kejutan dan perbedaan. Saya berpikir bahwa generasi saya akan dikenang sepanjang sejarah sekolah. Aku telah mengenal siswa ateis yang tidak percaya keberadaan Elohim, siswa-siswa dari kelompok-kelompok Islam fundamental yang kasar, dan siswa lain yang menikmati kehidupan remaja mereka dan tidak perduli apa-apa, kecuali cewek-cewek. Itu sangat berbeda dan kompleks bagi saya. Ini merupakan suatu lompatan besar dari kehidupan yang normal hampir membosankan untuk sebuah kehidupan yang sangat kaya dalam kuantitas dan kualitas.

Aku mulai mengembangkan beberapa persahabatan dan aku mendapat orang yang menjadi teman dekat saya dalam waktu yang sangat singkat. Setelah hampir 16 tahun persahabatan kami, aku menyadari bahwa siapa pun yang belum mengalami sebuah persahabatan akan tetap kesepian untuk sisa hidupnya, tidak tahu apa-apa tentang hubungan hangat, persahabatan, kejujuran, dan kesetiaan. Orang seperti itu tidak akan pernah mengenal orang lain karena dia tidak pernah mendapat tahu dirinya sendiri. Maafkan aku, Aku sangat fanatik tentang persahabatan.

Teman baru saya, Basil, memiliki pemikiran yang sama tentang kemanusiaan dan satu-satunya sumber yang ditelusuri kembali kepada ayah kami, Adam dan ibu kita, Hawa. Dia juga percaya bahwa persaudaraan dan persahabatan adalah perasaan yang seharusnya mengatur semua hubungan manusia. Itu adalah perasaan yang melebihi semua ilusi dan hambatan nyata keyakinan, bahasa, warna, gender dan kelas sosial. Dia sering mengatakan bahwa jika semua manusia akan menganggap bahwa kita semua memiliki asal yang sama, dunia akan menjadi lebih bahagia, menghindari perang, kelaparan dan perjuangan. Dunia akan menjadi sebuah rumah kecil milik sebuah keluarga besar, di mana perdamaian, keadilan, kesetaraan, dan kebebasan menang.

Prinsip-prinsip ini adalah perhatian utama kami, bahkan dalam hubungan emosional kami. Kami percaya bahwa kasih platonis, kasih yang mengarah kepada rohani  dan tidak pusing dengan keinginan daging. Itu semua… saat-saat, hari, dan tahun benar-benar indah. Kami remaja idealis. Kami punya hati, kepolosan dan rasa ingin tahu anak-anak. Utopia adalah impian kami, siang dan malam.

Aku ingat kami menghabiskan banyak malam dalam diskusi dan membaca. Keluarga saya punya apartemen lain selain yang kami tinggali. Itu bersembunyi untuk Basil dan aku. Kami biasa menghabiskan banyak waktu menulis, mendengarkan lagu-lagu favorit kami, dan membaca segala macam buku, yang diijinkan atau dilarang. Buku yang terlarang itu seperti buku-buku: Allah, Jangan Biarkan Aku ke surga jika itu ada Tembok-tembok! oleh Salah Jahin, tidak rokok atau obat-obatan, yang menarik hati kami.

Temanku Basil mengeluarkan banyak pertanyaan. Saya ingat dia biasa berkata Islam mengklaim bahwa Yudaism dan Kristianity adalah tidak sempurna, semua agama, termasuk Islam itu sendiri. Saya sering bertanya: “Bagaimana? Islam adalah satu-satunya agama yang dilindungi dan diawetkan.” Aku biasa mengutip ayat Kuran yang terkenal: “Kami, tampa ragu, menurunkan Utusan; dan Kami pasti akan menjaganya (dari korupsi)” (Surah 15:09.)

Dia sering mengatakan, “Kita percaya kata-kata ini karena kita adalah Muslim. Tidak salah satu dari kita mencoba untuk melihat ke kasus korupsi  dengan cara netral dan objektif, yaitu, “Apakah Elohim tidak menurunkan Taurat (Lima Kitab Musa) dan Zabour (Mazmur) dan Injil (Perjanjian Baru)?” Aku jawab, “Ya,” Basil lalu bertanya, “Apakah ada orang yang bisa mengubah atau memodifikasi kata-kata Elohim?”

Saya kutip kepadanya ayat-ayat yang menyatakan bahwa tidak ada modifikasi atau perubahan dalam kata-kata Elohim. Tidak ada manusia atau bahkan malaikat bisa melakukannya, karena Elohim adalah Mahakuasa (Omnipotent), Yang Mahakuasa, dan Mahakuat dan Dia bisa melindungi Buku-Nya.

Lalu Basil berkata, “Engkau percaya, bahwa Elohim adalah Omnipotent,  Mahakuasa, dan Mahakuat, dan tak seorang pun dapat mengubah kata-kata-Nya, maka bagaimana mungkin Dia membiarkan korupsi ini terjadi tidak hanya di salah satu Buku-Nya, tetapi juga di semua-Nya Buku kecuali satu [yaitu Kuran]?
Bagaimana mungkin Dia mengizinkan Perjanjian Lama dikirim [maksudnya Taurat] ke Musa menjadi rusak?
Bagaimana mungkin Dia mengizinkan Zabour (Mazmur) yang diturunkan kepada Daud untuk diubah?
Dan, setelah semua, bagaimana mungkin Allah membiarkan Injil (Perjanjian Baru) diturunkan kepada Isa [Yeshua] untuk diubah?
Apakah mungkin setelah hampir 600 tahun, enam abad seluruhnya – generasi yang hidup dan mati ada pada penipuan dan distorsi dari Kitab Suci – bahwa Elohim akan membawa Buku yang tidak seorangpun dapat merusaknya?

Semua tiba-tiba, Elohim yang Omnipotent, Mahakuasa, menjaga kata-kata dari korupsi Setelah sejarah panjang di mana Buku-Nya telah rusak dan hamba-hamba-Nya telah sesat, yaitu anak-anak Israel yang bangsa yang paling disukai Allah, dan para imam dan biarawan yang akan membaca Alkitab, menikmati apa yang benar, dan melarang apa yang buruk!

Apakah mungkin bahwa mereka semua sesat?
Dapatkah Anda bayangkan bahwa Elohim, yang tidak bisa melindungi Kitab-Nya dari korupsi, dan kerusakan, bisa melindungi para penyembah-Nya?”

Aku biasanya berpikir dengan diam, dan aku tidak memiliki jawaban. Aku tahu bahwa titik itu tidak untuk menemukan solusi atau jawaban untuk menyelamatkan Allah dari teka-teki yang Ia buat sendiri.

Sementara itu, aku tahu bahwa pertanyaan-pertanyaan Basil tulus dan logis. Aku tahu bahwa dia tulus dalam mencari Elohim dan bukan kesenangan duniawi. Dia sering menanyakan mengapa kita umat Islam menyatakan bahwa Kitab Suci telah rusak tetapi, pada saat yang sama, menegaskan bahwa Kuran n telah dijaga – seolah-olah hanya Kuran saja kitab Elohim.

Apakah Elohim suka memilih beberapa Buku di atas lainnya, atau nabi-nabi atas nabi lain?
Apakah Elohim tidak peduli tentang generasi manusia yang meninggal pada keyakinan palsu mereka, berpikir bahwa mereka benar?
Bagaimana mungkin Elohim membiarkan mereka mendedikasikan hidup mereka untuk mengikuti Kitab-kitab  dengan sepenuh hati hati jika mereka benar-benar rusak?

Saya tidak percaya bahwa Elohim yang benar akan membedakan antara Kitab-kitab-Nya atau nabi-nabi-Nya. Dia tidak akan membedakan antara orang Arab dan non-Arab kecuali tentang niat hati mereka. Oleh karena itu, kita harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini tidak hanya untuk orang Yahudi dan Kristen, tetapi juga kepada Elohim Yang Mahakuasa sendiri.

Aku merasa bahwa Basil selalu tulus dalam setiap kata katanya. Aku ingat bahwa kami menghabiskan banyak malam membaca tiga  Kitab – Taurat, Injil dan Kuran – mencoba untuk menemukan persamaan dan perbedaan di antara mereka. Kami memiliki waktu yang indah, meskipun secara mental dan emosional melelahkan. Netralitas dan objektivitas dalam penelitian belum pernah ada sebagai hal yang mudah. Tidak ada yang lebih mudah daripada untuk menyatakan agama tertentu benar atau salah tanpa pencarian yang sungguh, pencarian yang akan memuaskan para pencari dan juga Elohim.

Basil sering bertanya kepada saya, “Yang datang pertama, mata uang asli atau yang palsu?” Aku akan menjawab bahwa otentik yang datang pertama diikuti oleh yang palsu. Dia menjawab, “Itu logis, tapi bagaimana bisa Elohim membiarkan tiga Kitab pertamanya [Taurat, Mazmur dan Perjanjian Baru] menjadi rusak dan hanya menjaga Kitab keempat-Nya (Kuran) utuh? Apa standar yang kita gunakan untuk memeriksa korupsi: Kitab-kitab sebelumnya atau sesudahnya?” Basil menantang saya, “Maafkan saya, temanku, bagaimana seseorang yang mengijinkan Kitab-kitab-Nya dirusak meminta kita untuk mempercayai Kitab-Nya yang keempat?”

Bisakah kau percaya bahwa aku menerima pertanyaan-pertanyaan yang berani dari Basil tanpa merasa bahwa ia mengejek Elohim atau Kuran? Aku tahu bahwa dia benar-benar mengasihi Elohim dan menghormati orang lain. Dia hanya berpikir secara wajar, jujur dan objektif. Dia biasa berkata, “Di akherat, tidak ada sesuatu yang akan membantu kita tetapi kebenaran.” Basil akan mengeluarkan pertanyaan akal sehat seperti: “Bagaimana Kitab Suci dirusak? Kapan? Dimana? Dan siapa yang melakukannya?”

Semua ini ialah jenis pertanyaan yang tidak seorang Muslim, di masa lalu atau sekarang, peduli untuk mengerahkan usaha untuk menjawab. Masalah korupsi adalah sejelas siang hari bolong. Hanya orang bodoh yang tidak akan memperhatikan itu.

Temanku Basil lebih tertarik daripada saya dalam hal agama dan akhirat. Suatu malam, ketika kami duduk berbicara dan mendiskusikan banyak hal, tiba-tiba Basil dan aku punya ide pada waktu yang sama.  Idenya adalah untuk menulis sebuah buku kecil yang berisi prinsip-prinsip kami, mimpi, pikiran, dialog dan kenangan indah.

Ini adalah mimpi khusus yang dimulai pada malam tahun 1986 – sebuah malam untuk diingat! Judul buku ini adalah akan ada ”Kami Tidak Percaya.” Ide utamanya. adalah untuk menjelaskan apa yang kami tidak percaya dan mengapa. Saya ingat satu kalimat dari pendahuluan buku kecil itu: “Kami menawan kebiasaan kami, tradisi, perasaan umum dan –indera- indera yang tidak mampu ….”

Suatu hari, Basil datang menemuiku. Aku melihat sesuatu yang matanya belum pernah saya lihat sebelumnya. Dia tampak seperti seseorang yang membawa rahasia yang ia tak dapat tanggung lagi. Aku merasa bahwa matanya mengungkapkan rahasia itu, bahkan sebelum lidahnya bisa menceritakannyaK. Dia mulai berjalan mondar-mandir, berbicara seperti seseorang yang sedang berpikir keras dan tidak berbicara kepada saya secara khusus. Ini adalah pidatonya yang unik:

“Kau tahu bahwa untuk waktu yang lama aku telah mencari dan membaca semua Kitab Suci dan buku-buku sekuler. Saya selalu berusaha untuk tetap obyektif. Saya mencari apa-apa selain Elohim. Saya tidak punya niat untuk mengangkat suatu agama tertentu atas yang lain untuk alasan apapun.

Setelah sekian lama pada pencarian pelajaran dan tanpa tidur malam, mencari saat keselamatan dan hati seorang ayah untuk menyambut kembali anak yang hilang, saya harus memberitahu kamu bahwa jalan pencarian tidak cerah. Sebaliknya, berkali-kali aku merasa diriku tenggelam dalam banjir pertanyaan tanpa jawaban. Kadang-kadang aku akan meninggalkan objektivitasku dan hanya memeluk agama apapun, seperti orang tenggelam yang memegang jerami apapun, tapi aku tidak bisa menyangkal bahwa kekuatan Mahakuasa mengelilingi saya. Ketika saya mencapai titik dasar, benar-benar frustrasi, aku bisa merasakan sebuah harapan baru menyusup jiwaku, memberi aku kekuatan baru untuk mengangkatku dan membimbing langkah-langkahku dalam perjalanan pulang.

Setiap pagi, saya memperbarui komitmen saya untuk mencari tujuan dan untuk bertahan sampai aku menemukan kebenaran, untuk mendapatkan Elohim Tuhan yang akan mendamaikanku dengan surga, dengan diriku sendiri, dan dengan orang lainnya – semua orang lainnya, teman dan musuh juga. Aku sedang mencari Elohim yang bisa mengubah hatiku, bahkan membuat hati yang baru dalam hidupku – sebuah hati yang tahu bagaimana untuk memuji-Nya, memiliki rahmat, mengampuni, merawat, menyinari dan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik!

“Apakah Anda percaya, temanku? Saya telah menemukan Elohim yang indah dan mulia! Dia adalah Juruselamatku, Elohimku, mahkotaku, kekuatanku, Tuhanku, penyebabku dan perjuanganku – Yeshua Ha Mashiah (Isa Al Masih)! ”

Aku tahu Basil sangat baik dan akrab dengan pemikiran progresif, tapi tetap aku kaget mendengar bahwa ia telah meninggalkan Islam untuk menjadi murtad. Teman dekat saya, yang saya kasihi, telah meninggalkan Islam dan menjadi kafir. Saya tidak bisa berbicara dengannya. Dia menyadari saya shock dan meninggalkan aku sendiri untuk mempertimbangkan kembali persahabatan kami dan pencarian pribadiku sendiri.

Aku khawatir dan merasa bahwa keraguan menyusup warisan keyakinanku. Aku merasa akar-akarku ditarik keluar. Aku berpikir dalam hati bahwa saya telah terperangkap oleh keraguan karena saya tidak belajar dan mengikuti agama saya sebagaimana seharusnya. Saya pikir jika saya mempelajari Islam dan memenuhi segala perintah dan aturan tambahannya, aku akan memiliki jawaban untuk semua pertanyaanku. Kemudian keraguan akan menghilang dari hatiku dan digantikan oleh sebuah keyakinan yang mendalam dalam Islam, agamaku juga sebagai ayahku. Setelah itu, aku akan mampu membimbing temanku Basil yang sesat dan telah menjadi kafir.

Nyatanya, aku pergi ke Basil dan menceritakan apa yang saya pikir. Aku terkejut mendengar jawabannya. Dia tidak menolak apa yang aku katakan atau tentang saya. Dia bahkan tidak marah. Sebaliknya, dia senang mendengar tentang temuanku seolah-olah dia ingin saya untuk belajar dan mengikuti Islam, dan menjadi seorang Muslim sejati dalam arti selengkapnya.

Basil benar-benar mendorongku ketika ia berkata kepadaku, Kebenaran bukanlah milik manusia, tetapi manusia milik kebenaran. Elohim tidak akan membiarkan seseorang yang jujur mencari Dia pergi tersesat. Oleh karena itu, saya tidak peduli tentang kamu, atau tentang diriku sendiri. Lanjutkan dengan rencana kamu dan ikuti Islam, dan semoga Elohim memberi kamu sukses. Tapi hati-hati, Mozafar; niat baik tidak cukup baik untuk mencapai pantai kebenaran. Niat baik bersama-sama dengan pencarian yang tidak bias dan adil, dikombinasikan dengan tekad rajin akan membawa kamu melalui keamanan. Elohim akan menunjukkan jalan, kebenaran dan kehidupan yang lebih baik ….

Jadi, saya memulai hidup komitmen yang ketat dan penelitian mendalam tentang Islam. Aku bergabung dengan sebuah kelompok Islam yang disebut “Group Para Leluhur.” Kami biasa untuk mengamati bersama semua sholat wajib di masjid, menghadiri pelajaran-pelajaran doktrin dan pergi keluar memanggil orang-orang muda untuk kehidupan komitmen Islam. Sesekali, saudara-saudara dan aku akan pergi pada retret selama beberapa hari, kadang seminggu, untuk menyembah dan berdoa di masjid-masjid lainnya di berbagai kota.

Kami biasa mengadakan kamp-kamp untuk membaca Kuran dan mendiskusikan masalah-masalah agama dan politik kontemporer yang relevan untuk kelompok kami. Kegiatan ini berada di bawah pengawasan dosen universitas dan profesional yang berpendidikan tinggi (dokter, insinyur, pengacara, guru, dll.). Walaupun ini komitmen baru dan perubahan besar dalam banyak aspek pada kehidupan lamaku saya di rumah, dengan tetangga saya dan teman-teman di sekolah, aku melarang diriku sendiri dari menonton TV, mendengarkan lagu atau segala bentuk kegiatan kenikmatan.

Aku biasa menyuruh ibuku dan sepupu-sepupu perempuanku untuk memakai kerudung lengkap (pakaian Islam bagi perempuan). Aku biasa memerintahkan semua teman-temanku untuk melakukan doa pada waktu yang tepat. Semua hubunganku berubah, kecuali persahabatanku dengan Basil. Kami ada pada kutub yang terpisah, terutama dalam keyakinan kami. Secara agama, dia adalah murtad kafir, tapi secara kemanusiaan, dia adalah satu-satunya temanku yang saya tidak bisa tinggalkan.

Ya, dia seorang kafir, karena ia menjadi Kristen, tapi ia masih jujur, tulus, setia dan penuh kasih terhadap semua orang. Aku sering berdoa kepada Allah untuk membimbing Basil kembali ke Islam. Aku ingat teman-teman seimanku di “Group Para Leluhur” selalu memintaku mengakhiri hubunganku dengannya melawan dia karena sekarang dia kafir. Pada waktu itu, Basil telah dikenal di kota kami bahwa ia telah menjadi seorang Kristen. Akibatnya, ia menghadapi banyak penganiayaan.

Meskipun demikian, saya selalu melihat Basil tetap teguh dan ramah. Dia bahkan menunjukkan kasih dan pengampunan terhadap para penganiayanya. Saya kagum dan terkejut pada saat yang sama. Aku punya begitu banyak pertanyaan yang merobek pikiran saya: “Bagaimana mungkin ia dapat penuh damai dan kasih, sebagai seorang kafir? Bagaimana mungkin dia tidak membalas mereka kejahatan ganti kejahatan – mata ganti mata dan gigi ganti gigi?”

Aku ingat bahwa ia sering berkata bahwa ia mengikuti langkah-langkah Mashiah, ia percaya, yaitu, mengasihi musuhnya dan mengampuni mereka yang menganiaya dia. Dihadpan kasih yang seperti itu, semua tahun komitmen Islamku dan fundamentalismeku, semua yang mengeraskan aku melawan hati dan cintanya, hancur berantakan.

Kasih ini telah menantang aku dan semua klaimku bahwa agamaku yang benar, bahwa Allah adalah Elohim alam semesta, bahwa kami umat Islam adalah bangsa terbaik di seluruh dunia dan bahwa Nabi kami, Muhammad, adalah meterai dari semua nabi dan rasul Elohim. Semua klaim ini tidak bisa berdiri di hadapan sungai kasih yang meluap-luap. Itu membuat saya lari kembali ke komitmen ritual saya, berharap bahwa suatu hari nanti aku akan berubah dan menjadi lebih kuat dari Basil dan Elohimnnya. Kemudian saya akan menghadapi mereka dan mengalahkan mereka.

Setelah dua tahun penuh berkomitmen Islam yang ketat dan pencarian yang tulus, aku mulai menemukan sesuatu yang mengguncang seluruh tubuhku dan membuatku ragu tidak seperti sebelumnya. Saya menemukan bahwa segala perintah ibadah Islam bukanlah hasil dari inspirasi surgawi; mereka semua ada di Arabia sebelum Muhammad dan Kuran. Saya juga menemukan bahwa ‘Syariah’ (hukum Islam) dan semua hukuman sudah dipraktekkan sebelum Islam. Banyak ajaran Islam diambil dari Taurat, seperti rajam bagi pezinah dan memotong tangan pencuri, dll.

Saya juga menemukan bahwa Kekristenan sejati benar-benar berbeda dari apa yang digambarkan oleh Islam. Islam menyerang Kristen, mengklaim bahwa orang Kristen percaya akan tiga Elohim dan bahwa Elohim menikahi Maria dan melahirkan Yeshua, anak Ilah-ilah (Gods). Islam juga mengklaim bahwa orang Kristen menyembah Yeshua dan Maria sebagai Ilah-ilah, keluar dari elohim yang benar. Saya menemukan bahwa semua hal ini benar-benar palsu. Mereka diambil dari takhayul yang berlaku di Arabia sebelum dan selama masa Muhammad.

Kekristenan yang sejati percaya pada satu Elohim enam abad sebelum Islam, dan membawa prinsip-prinsip luhur dan ajaran-ajaran yang tidak manusia dapat hadapi tetapi dengan penuh hormat. Setelah empat tahun belajar, diskusi, pencarian dan komitmen dalam “Group Para Leluhur,” dikombinasikan dengan banyak malam tanpa tidur dan mata menangis meminta Elohim untuk memimpin aku ke jalan yang benar, aku memutuskan untuk menghentikan dan mempertimbangkan kembali segala sesuatu dalam hidup saya. Di sisi lain, saya punya masalah lain. Aku berkomitmen untuk bergabung dengan kelompokku setiap hari di masjid doa dan studi. Bagaimana mungkin aku tiba-tiba drop out? Bagaimana aku bisa mencukur jenggot dan meninggalkan kode pakaian Islam (Galabia)? Dan aku memiliki banyak pertanyaan lainnya ….

Apa yang akan mereka pikir, mengingat bahwa saya memiliki hubungan dengan Basil, yang telah menjadi seorang Kristen? Mereka akan mengatakan bahwa saya juga, menjadi seorang Kristen seperti dia. Itu akan menyebabkan saya banyak kesulitan dan penganiayaan. Aku tidak punya pilihan selain untuk mengatasi ketakutan dan menghadapi kebenaran, dengan logika dan kebijaksanaan saat ini. Setelah empat tahun pencarian yang tekun, tidak punya pilihan selain menerima hasilnya, bagaimanapun itu mahalnya.

Jadi, saya menghentikan semua kegiatanku dan meminta Elohim untuk menunjukkan jalan yang benar. Pada saat itu, aku lebih ragu kepada Islam dan semakin yakin kepada Kristus. Selama empat tahun temanku Basil, tidak pernah berhenti menjelaskan semua hal dan permasalahan yang saya hadapi tentang kekristenan. Setiap hari ia akan, tanpa lelah dan penuh percaya diri, berbicara dengan saya tentang Kristus. Aku hampir siap untuk menerima Kristus sebagai Elohim dan Juruselamat, tapi ada sesuatu dalam diriku yang belum dapat memeluk iman ini. Aku masih belum dipenuhi dengan iman di dalam Kristus. Saya katakan kepada Basil bahwa saya tidak tahu alasan di balik itu.

Dia berkata, “Aku juga tidak tahu, tetapi apakah kamu percaya bahwa Elohim tahu segala sesuatu, dan Dia adalah satu-satunya Pribadi yang bisa menjawab kamu dan memuaskan semua rasa lapar kamu untuk kebenaran?” Kataku, “Ya.” Dia kemudian berkata, “Aku juga. Mari kita berdoa dan meminta Elohim untuk menyatakan diriNya kepada kamu dalam sebuah jalan yang jelas. Elohim yang kita percaya adalah nyata dan dekat. Dia mendengar doa kita dan berbicara dengan kita. Dia hidup dan dapat berinteraksi dengan kita. Dia bukanlah sebuah ilusi ….”

Saya setuju dengan Basil dan mulai berdoa, meminta Elohim dengan jelas menyatakan diriNya kepada saya, membimbingku dan memuaskan kehausanku untuk kebenaran. Suatu malam yang dingin di bulan Maret 1988, aku menghabiskan sepanjang malam berdoa dengan menangis sampai subuh. Aku mencurahkan isi hatiku dan semua empat tahun rasa sakit dan perjuanganku. Aku masih ingat pada malam itu, sebelas tahun yang lalu seolah-olah itu kemarin. Itu adalah malam yang paling Kudus setelah empat tahun kelelahan dan rasa tidak aman. Aku selalu berusaha untuk menyenangkan Elohim untuk merasa bahwa Dia ada bersamaku dan dekat dengan ku, bahkan hanya demi satu saat, namun semakin aku berkomitmen kepada Islam, sepi yang kurasakan; semakin aku taat, semakin khawatir saya menjadi; lebih saleh saya ada, semakin takut aku merasa. Empat tahun tanpa kedamaian, keselamatan atau keamanan. Klaim aku bahwa Allah Islam adalah lebih dekat kepada kita daripada diri kita sendiri tampaknya tidak berdasar.

Meskipun aku belum mengaku Mashiah (Al Masih) sebagai Elohim, aku hanya datang dekat kepada-Nya dan menyentuh ujung ajaran-ajaran-Nya. Dia mengangkat hati saya ke arah-Nya dan menggantikan tahun kemiskinan, kesepian dan kepahitanku. Dia mengisi aku dengan sukacita, damai sejahtera dan ketenangan tertentu yang saya tidak bisa jelaskan., sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya dalam kehidupanku.

Pada pagi harinya, aku ingin lari ke semua anggota keluargaku, teman-teman dan kenalanku dan memberitahu mereka tentang harta yang saya temukan – Elohim yang sesungguhnya aku telah temukan di dalam Yeshua Ha Mashiah (Isa Al Masih) yang mengasihi aku sebelum aku mengasihi-Nya.

Aku berlari ke Basil dan menceritakan kisah hidupku seolah-olah dia tidak tahu itu. Dia mendengarkan sementara air matanya mengalir di wajahnya. Dia memuji Elohim untuk aku seperti seorang ibu menerima anaknya atau seorang ayah yang menunggu empat tahun untuk anak bungsunya  kembali.

Milikmu,
Mozafar

Bersambung ke Bab 4. Dari  Tanah Air Mashiah Anak-anak Ismail Akan Kembali

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

      Hampir 100 Remaja Kristen Koptik Mesir Disiksa Pemerintah

      Setelah malam Natal berdarah, 6 Januari 2010, hampir 100 remaja Koptik ditangkapi oleh petugas-petugas keamanan pemerintah Mesir. Mereka ditangkap dijalan-jalan dan di rumah mereka tanpa surat.

      Hampir seminggu disiksa dipenjara, mereka dilepaskan kecuali 15 lainnya tetap ditahan dan dipindahkan kepenjara lainnya dengan tuduhan ‘kerusuhan dan melawan penguasa.’

      Satu dari tersiska ini, berumur 17 tahun, bercerita: ”Mereka menyetrom kami melalui bagian-bagian kelamin kami. Kami diancam oleh pihak keamanan bahwa jika kami membongkar apa yang kami telah alami [selama siksaan ini], kami akan ditangkap ulang.”

      Dokter yang memeriksa tubuh mereka bercerita bahwa tidak satupun dari mereka yang akan mampu memberi keturunan atau menikah, dokter ini berkata dengan sedih.

      Apa ’dosa’ para remaja Koptik ini sehingga mereka disiksa dengan sadis pihak keamaan? Pada malam Natal berdarah tersebut dua mobil dengan pengemudi bertopeng mencoba membunuh Uskup Koptik Kirollos, namun gagal. Kegagalan ini para  terrorist bertopeng ini menembaki remaja-remaja yang sedang keluar dari gereja. Korban jiwa 6 orang dan 9 luka-luka. Menurut The New York Times (Jan 31) meninggal 7  (6 jemaat dan 1 petugas keamanan gereja) dan 10 luka-luka.

      Pembunuhan berencana atas dirinya ini yang gagal di atas, terjadi sehubungan dengan pembelaan yang ia berikan kepada para korban  kerusuhan di bulan Nofember 2009, dimana orang-orang Kristen di hina dan tempat-tempat usaha mereka dibakar. Namun pihak keamanan berkata peristiwa penembakan di gereja tgl 6 Januari adalah lanjutan balas dendam (23 Nof) dari peristiwa “seorang Kristen memperkosa seorang wanita Muslim.” Pemimpin Koptik Kanada mengkomentari “pemerkosaan” ini sebagai: “Belum terbukti kebenarannya, dan andaikan itu benar, tetap pengerusakan toko-toko tersebut tidak dapat dibenarkan.”

      Aksi kemarahan Nofember orang-orang Muslim karena ‘kabar’ pemerkosaan telah menghancurkan 80 persent usaha dagang orang Kristen. Diperkirakan 10 apotik dan 55 toko dan kantor-kantor di empat wilayah di rampokin, dirusak dan dibakar, dengan total kerugian sekitar 5 juta Mesir Pound (sekitar 1 juta USD).  Peristiwa perusakan besar ini (22-23 Nof 2009) dipercayai oleh para pembela HAM sebagai di tutup-tutupi oleh Pemerintah Mesir, sebab ketika peristiwa itu terjadi semua jurnalis diusir keluar oleh kepala keamanan Jengeral Mahmoad Gohar: “Kami ingin kalian keluar, kamu harus memiliki permisi yang kusus untuk ada di sini.” Dengan tepukan tangannya mereka diperintahkan keluar dengan segera dari wilayah kerusuhan tersebut. The New York Times berkata.

      Peristiwa ini yang membuat Uskup Koptik di atas protest dan membela hak asasi para Kristen Koptik. Hasilnya? Nyawanya terancam, dan hampir 100 remaja di strom di kemaluan mereka!!

      Peristiwa penembakan pada Malam Natal 2010 ini membuat Uskup ini protest kepada pihak keamanan. Aksi protest ini lah yang membuat Jenderal Mahmoud Gohar, direktur keamanan Qena tersinggung dan berjanji akan mengajar ‘para demontrant’ dengan sungguh dan keras.

      Di Bahgoura, Mesir, tanggal 8 Januari 2010 malam hari seorang keluarga rumahnya dibakar. “Para Muslim memasuki rumah mereka setelah memutuskan hubungan listrik,” ibu ini bercerita, “Mereka melempari gas ke kami dan mencoba membakar kami dan mereka mebawa pisau. Putera-putera saya melempari batu-bata kepada mereka sebab kami tidak memiliki apa-apa lagi untuk membela diri. Kami mendengar para Muslim bercerita satu sama lain untuk menyeret gadis-gadis keluar [anak perempuan ibu ini]. Putera kedua ibu ini sekarang dicari polisi dan yang terbesar ditahan. Ibu ini dengan tersedu-sedu dan berlinang air mata berkata: “Apakah Milad (putera terbesar) telah berlaku sebuah tindak kriminal karena melempar batu-bata kepada para pengacau untuk melindungi saudari perempuannya yang belum menikah dari pemerkosaan?”

      Para ahli hukum dan beberapa organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) mengadakan demontrasi di depan Pengadilan Tertinggi di Kairo pada tanggal 24 Febuari 2010, dan mereka juga akan memberikan sebuah catatan protes melawan penangkapan-penangkapan kepada Seketaris Departemen Pengadilan.

      Orang Kristen di Mesir, mayoritas adalah Koptik, sekarang hanyalah 10 persent. Tekanan agama Islam melalui politik dan militer semakin membuat orang Kristen kehilangan hak mereka di tanah mereka sendiri yang adalah mayoritas sebelum Mesir menjadi negara Islam.

      Raja Salomo (Amsal 14 31-34) berkatak: Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia. Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya. Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal. Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

      Bagaimana rakyat bisa belajar hidup adil jika para pemimpin negara penuh dengan ketidakadilan. Negara hancur bukan karena jahatnya rakyat, tetapi pemimpin bangsa itu sendiri, lihat pada sejarah hancurnya Kerajaan Romawi, Kerajaan Turky. Mesir dan Indonesia telah hilang kejayaannya oleh karena para pemimpin bangsanya mempermainkan hukum. Selama ketidakadilan berkuasa, HAM diinjak-injak, maka kemakmuran tidak akan pernah tercapai, penemuan teknologi baru tidak akan pernah bisa dilahirkan.

      Baca juga:
      Mark Gabriel: “Ijinkan saya memperkenalkan Anda pada Yeshua dan  Muhammad”Mohammad al-Ghazoli: “Lihat semuanya berubah!”

      Sumber:
      Egyptian State Security Accused of Torturing Christian Youth
      Stand In Solidarity With Egyption
      In Egypt, Religious Clashes Are Off the Record.
      Egyptian State Security Accused of Cover-up in Muslim Riots

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

      Kebanguan Rohani di Ukraina

      Ukraina yang dipanggil sebagai ”Keranjang Roti Eropa Timur” telah terjadi kebangunan rohani yang luar biasa besarnya pada lima tahun belakangan ini.

      Pada tahun 50 A.D. dipercayai bahwa Rasul Andreas, saudara Rasul Simon Petrus, berkotbah sampai ke Asia Minor, dari pantai-pantai Laut Hitam ke Sungai Dniepr dan sampai ke Kiev. Ketika rasul sampai ke bukit-bukit kota Kiev dia bermalam di sana. Paginya ketika ia bangun rasul Andreas berkata kepada murid-muridnya: ”Lihatlah kepada bukit-bukit ini! Belas kasihan dan berkat Elohim akan terpancar keluar dari sini, dan sebuah kota yang besar akan bangkit di tempat ini.”

      Seorang nabi telah melihat bahwa satu dari kebangunan rohani memenangkan jiwa terbesar di dalam sejarah akan mulai di Ukraina; itu bisa jadi sikring dan akan ’membakar’ masuk kedalam negara Rusia, menghasilkan sebuah ledakan kekuatan dari kuasa Elohim yang akan memenangkan ribuan anak-anak muda untuk Ha Mashiah.

      Kota Kiev, ibukota Ukraina, sekarang merupakan gereja terbesar di Eropa dengan 26 ribu anggota dan gereja lainnya 8000 jiwa, dan kota dari gereja orang-orang Yahudi yang percaya bahwa Yeshua adalah Yahweh terbesar di dunia.Kebangunan Rohani Ukraina

      Kegerakan rohani secara nasional ini dicatat oleh sejarah dunia yang dikenal sebagai ”Kuning Revolusi” di tahun 2004, dimana jutaan orang turun kejalan mengadakan demontrasi damai memprotes korupsi dan ketidak adilan di Ukraina. Mereka berpakaian kuning dan membagi-bagikan kembang rose kepada tentara dan polisi yang sedang berjaga-jaga pada hari demontrasi tersebut. Ukrainia adalah salah satu negara bekas ’jajahan’ Rusia. Setelah kekuasaan komunis runtuh di Eropa Timur, Ukraina menjadi negara bebas, namun para penguasa Ukraina saat itu masih ingin menguasai rakyatnya dan pengaruh kekuasaan Moskow masih tetap kuat. Kemiskinan, korupsi dan tekanan atas kebebasan beribadah inilah yang akhirnya meledak, suatu ledakan yang tidak dapat dikendalikan lagi oleh pemerintah tangan besi, masyarakat tidak takut akan ancaman keras pemerintah, rakyat yang turun kejalan bertambah banyak setiap harinya, orang-orang berdatangan dari seluruh Ukraina membanjiri kota Kiev. Mereka meninggalkan pekerjaan, sekolah, pemabuk berhenti mabuk, semuanya berdiri bersama untuk merubah negara mereka. Mereka berdiri, menari, dan tidur di jalan-jalan berbulan-bulan.

      Revolusi Kuning ini sangat terorganisasi: tenda-tenda makanan dan penghangat tubuh tersedia, tidak ada kekerasan dan pengerusakan yang dibuat oleh para demonstrator. Gerekan demontrasi damai ini dipimpin oleh orang-orang yang telah mengalami jamahan kasih dan kuasa Yeshua Ha Mashiah. Pastor Sunday Adelaja, tokoh utama dibalik demontrasi damai, mengatakan bahwa itu adalah perintah Roh Kudus atas dirinya untuk membawa jemaat Elohim turun kejalan. Presiden Ukraina Victor Yushchenko dalam ucapan singkatnya pada buku Church Shift karangan Pastor Sunday Adelaja (tersedia di dalam bahasa Indonesia, terbitan Metanoia) tertulis: ”Terima kasih untuk sumbangsih Anda bagi kemenangan kita bersama… Saya yakin bahwa selama ada orang-orang di Ukraina yang mempunyai posisi sipil, martabat, dan semangat yang sama seperti yang Anda miliki, segalanya akan baik-baik saja di negeri ini.”

      “Sesungguhnya, Akulah YAHWEH, Elohim segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku? (Yeremia 32:27)

      “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” Aku mau menceritakan tentang ketetapan YAHWEH; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. (Mazmur 2:6-8)

      Sumber bacaan:

      Revival Report Ukraine
      Mega-City Campaign 2007

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

      Pakistan: Azra Bibi, Terbebas dari Perbudakan!

      Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu. (2 Korintus 6:3, 9-10)

      Diperbudak dan dilarang beribadah

      Firman di atas sangatlah tepat untuk remaja putri berumur 20 tahun ini. Pakistan adalah satu dari beberapa negara Islam yang sangat keras menekan masyarakat Kristen. Kristen di Pakistan hanyalah 2%, mereka hidup di dalam kemiskinan yang sangat ekstrim oleh karena perlakuan pemerintah dan masyarakat Pakistan yang anti-kekristenan. [lihat video].

      Sama seperti orang-orang Israel dijaman Musa ketika mereka tinggal di negara Mesir, sekitar 3400 tahun yang lalu (1400 Sebelum Masehi), dimana mereka diperbudak dengan keras, harus membuat batu bata untuk pembanguan gedung-gedung di Mesir, hal yang sama masih terjadi di negara Pakistan, bedanya hanyalah pelaku perbudakan di Pakistan ini adalah masyarakat dan pemimpin Islam dan bukan pemerintah.

      Salah satu keluarga pembuat batu bata ini adalah keluarga Azra Bibi, ”Saya tidak bisa masuk sekolah. Saya membayangkan anak-anak lainnya pergi kesekolah. Saya rindu menjadi guru firman Elohim, tetapi penghasilan ibu saya hanyalah kurang dari dua Amerika dollar (2$ US) sehari. Ayah saya telah meninggal, semua penghasilan hanya untuk bisa hidup. Saya minta ibu saya untuk mengajari saya membuat batu bata. Saya berumur 7 tahun ketika pertama kali membuat batu bata. Bersama ibu saya, kami bisa membuat seratus batu bata perhari,” Azra Bibi bercerita mengingat masa kecilnya.

      Pemilik pembuatan batu bata, Malik Saleem, tidak mengijinkan kami pergi kegereja, jadi ibu bilang bahwa kami pergi melihat keluarga. Tetangga kami sering kali mencoba memberika berbagai macam barang-barang asal kami bersedia pindah ke agama Islam. Ibu saya selalu menolak tawaran mereka dan berkata: ”Saya memiliki Yeshua di dalam hati saya. Saya tidak memelukan sesuatu diluar itu.”

      Yahshua dihina dan ibu saya dibunuh dengan sadis

      Pada suatu hari ibu berkata kepadaku: ”Azra, ambillah tepung dan kita pergi membuat roti” Di tempat pemanggangan roti milik umum ini kami bertermu dengan wanita tua Muslim yang bernama Mai Jana. Melihat kami dia langsung menjadi sangat marah dan berkata kepada kami: ”Kalian orang Kristen adalah anjing-anjing, ambil tepung kalian dan pergi dari sini. Nabi kalian adalah anjing Yahudi.” Ibu menjadi tersinggung dan menjawab: ”Kamu boleh berkata saya Kristen anjing, tetapi jangan pernah menamai Nabi kami dengan kata-kata seperti itu.”

      Lalu ibu tua Mai ini berdiri dan mulai memukuli ibu. Wanita-wanita lainnya juga turut serta. Mereka memukuli ibu saya begitu buruknya sehingga darah mengalir keluar. Saya pun dipukuli oleh mereka juga. Lalu datanglah beberapa pria-pria Muslim, mereka membawa kami ke kantor dimana kami bekerja, yaitu tuan Malik Saleem. Ia begitu marah kepada kami, kami dimaki-maki lalu dikunci di sebuah kamar.

      Di kamar itu kami berpelukan dan berseru: ”Oi Elohim, mengapa ini terjadi?” Ibu berkata sambil menangis: ” Oi  Elohim Yahshua adalah Putra-Mu.” Saya berdoa: ”Oi Yahshua, saya tidak tahan mendengar, apa yang ibu itu (Mai Jana) katakan tentang Engkau. Tolong dan lindungi kami.”

      Pukul sepuluh malam, pemilik pabrik batu bata memanggil ibu saya, Muhammad Akram, pembantunya mengambil ibu dari kamar di mana kami terkunci. Saya berdoa kepada YAHWEH: ”Engkau adalah segala-galanya bagiku. Saya tidak punya bapa, saudara laki-laki ataupun perempuan. Lindungilah kami.”

      Ibu tidak pernah balik lagi. Saya menangis dan berdoa sepanjang malam. Saya dikunci selama 10 hari. Teman ibu saya satu-satunya, Kershed Bibi, bekas Muslim, datang memberi saya makanan. Lalu ia bercerita berita yang sangat buruk. Ia berkata: ”Bagi saya kamu adalah seperti anak perempuan sendiri. Saya sungguh tidak tahu bagaimana mengatakan ini. Ibumu tidak lagi ada di bumi ini. Azra, janganlah menangis, berdoalah kepada Elohim.” Saya sungguh terkejut dan mulai menangis, ketika ia mulai bercerita kepadaku, apa yang telah terjadi. ”Pada malam itu, ketika Muhammad Akram membawa ibumu kepada pemilik pabrik batu-bata, mereka melakukan kekerasan dan pemukulan, lalu kemudian tubuhnya dipotong-potong. Mereka membakar mayatnya di kompor pembuatan batu-bara.” Saya menangis dan berdoa. Saya sendiri di dunia ini.

      Saya dikunci disebuah kamar dan dipaksa menikah

      Dua hari setelah itu, Muhammad Akram, yang mengambil dan membunuh ibu saya, membawa saya ketempat lain. Saya dikunci di rumah besar ini dimana ada penjaga bersenjata. Muhammad Akram  adalah pria tua berusia 70 tahun. Ia datang kekamar saya dan mulai berlaku tidak sopan terhadap saya. Saya menangis dan memohon kepadanya untuk berhenti, namun ia terus berbuat dan akhirnya memperkosa saya. Ketika ia pergi, saya berdoa: “Oi YAHWEH, sungguh baik jika Engkau panggil saya pulang kerumah: sedikitnya saya melihat Engkau. Tinggal bersama-Mu dan istirahat dengan damai. Yahshua, saya ingin datang kepada-Mu. Tolonglah, panggil saya pulang.” Saya ingin sekali mati.

      Muhammad Akram sering datang kekamarku. Dia mencoba terus-menerus membuat saya murtad, berpindah ke Islam. Saya katakana kepadanya: “Elohimku adalah Elohim yang hidup. Bagaimana saya dapat meninggalkan Elohim yang hidup dan menerima agamamu?” Dia telah memutuskan untuk memaksa saya menikah dengannya. Ia telah berencana dengan pemimpin pabrik batu-bata hari pernikahanku: Jumat, 26 Mei 2006.

      Elohim menjawab doaku

      Saya berdoa pada suatu malam memohon dari Yahshuaku: ”Kirimlah malaikat kepadaku.” Tujuh bulan kemudian Elohim menjawab doaku. Saya mendengar bahwa orang mencari aku. Muhammad Akram ketakuan, memerintahkan kepada saya: “Bilang kepada orang-orang itu bahwa kamu sekarang Muslim dan kamu tidak ingin pergi bersama mereka.” Saya dibawa ke tempat pemiliki pabrik batu-batu. Di rumahnya terdapat beberapa orang lain juga, diantaranya ialah Pendeta. Mereka nampak seperti orang-orang yang berpengaruh. Singkat cerita, pada akhirnya pemilik pabrik ini bersedia melepaskan saya jika mereka bersedia membayar hutang saya, hampir 1100 US Dollar. [Inilah sistim perbudakan modern, semakin lama ia bekerja semakin hutangnya bertambah].

      Esok harinya, 26 Mei, yang seharusnya adalah hari pernikahan-paksa-ku itu, pendeta itu datang dengan uang tebusan. Muhammad Akram sangat geram, ia memukuli dan menyakit pendeta tersebut, namun aku terbebas.

      Saya menangis dihadapan Elohimku: ”Akhirnya aku sampai pada pembebasan. Saya bebas! Saya dapat pergi kemana saya suka.Oi Yahshua, terima kasih ku kepada Mu, Yahweh, Engkau telah mendengar doa-doaku.”

      Azra juga sangat berterima kasih kepada Pelayanan Suara Martir dan semua orang yang telah memberikan bantuan keuangan untuk penebusan dirinya dan juga pertolongan moril dan material setelah pembebasannya. Ia juga mendapat mesin jahit untuk bermandiri.

      Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini. (1 Korintus 4:11-13)

      Diterjemahkan dari:

      Majalah VOM edisi Febuari 2009

      Bacaan yang berhubungan:

      How Often Do You Deny Christ?

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

      Kuatkan dan Teguhkan Hatimu!

      Nantikanlah YAHWEH! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah YAHWEH!  (Mazmur 27:14) Wait on יהוה be strong, And let Him strengthen your heart! Wait, I say, on יהוה ! (Psalm 27:14 The Scriptures) terjemahan bebasnya: Nantikanlah akan YAHWEH, jadilah kuat, Dan biarkan Dia menguatkan hatimu! Nantikanlah, saya bilang, akan YAHWEH!

      Di dalam pelayanan  sering kali kita merasa putus asa dan kecewa melihat masalah-masalah yang ada di depan kita. Tidak sering bahwa iman kita terguncang melihat gunung-gunung permasalah yang menjulang tinggi  Raja Saul adalah salah satu dari pahlawan Elohim yang gagal pada tugasnya oleh karena terguncang imannya melihat musuhnya, bangsa Filistin, yang jauh lebih banyak  dan sementara beberapa rakyatnya telah melarikan diri (1 Sam 13:5-8). Alkitab berkata bahwa raja Saul adalah orang yang paling tampan dan paling tinggi diantara orang sebangsanya (1 Sam 9:2). Kedua faktor fisik ini (ketampanan dan tinggi besar) tidak membantu dia di medan peperangan.  Mungkin di antara pembaca masih ingat bagaimana tentara-tentara Israel di bawah pimpinan raja Saul juga ketakutan menghadapi seorang Filistin yang bernama Goliat. Inilah peperangan rohani setiap tentara Kerajaan Sorga, secara fisik kekuatan kita tidak ada artinya dibanding dengan musuh kita, yaitu Iblis dan roh-roh jahatnya. Iblis dan tentaranya tidak pernah capai sebab mereka adalah semua mahluk roh.

      Kuatkan dan teguhkanlah hatimu! Pernyataan serupa ini juga dikatakan YAHWEH kepada Yoshua sebanyak tiga kali ketika ia memulai tugasnya memimpin umat Israel masuk ke tanah Kanaan. (Yoshua 1:6-9).

      Untuk mendapatkan kekuatan dan peneguhan hati dari YAHWEH di dalam pelayanan, kita harus mengerti bagaimana Kerajaan Sorga bekerja. Terjata banyak kali ditemukan bahwa mundurnya tentara Elohim dari pertempuran bukan karena terlalu kuatnya musuh yang mereka hadapi, tapi dikarenakan tidak mengertinya prinsip-prinsip kerja Kerajaan Sorga

      Anda frustasi menabur benih tanpa menghasilkan buahnya? Perhatikan prinsip di bawah ini:

      Lalu kata Yeshua: “Beginilah hal Kerajaan Elohim itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” (Markus 4:26-29)

      Ini adalah suatu pewahyuan yang indah dan janji yang sangat meneguhkan hati dari TUAN pemilik ladang itu sendiri. Tiga hal yang perlu dipegang pada prinsip di atas ialah:

      Kita bekerja sepenuhnya untuk YAHWEH dan Kerajaan-Nya; tidak untuk denominasi gereja apapun tentunya juga tidak untuk keuntungan diri sendiri, tetapi melalui seluruh tubuh Yeshua Ha Mashiah (Kolose 1:16-18; 2 Korintus 8:19). Dia tidak pernah mengecewakan siapapun, apalagi merendahkan kemampuan kita.

      Menantikan akan YAHWEH; a. Biarkanlah Dia melakukan bagian-Nya dan kita kerjakan bagian kita – dengan kata lain, ada hal-hal yang harus kita doakan (minta dari dari Dia) dan hal lainnya yang kita harus usahakan. b. Mengucap syukur senantiasa kepada-Nya apapun dan bagaimanapun cara yang Ia kerjakan  – dengan kata lain, jangan harapkan bahwa Ia akan melakukan projek tersebut sesuai dengan cara-cara kita (Yesaya 55:8-9). Menantikan Dia bukan saja akan membuat kita megerti hati dan pikiran-Nya, selain itu menantikan YAHWEH juga menghindari kita dari gelisah dan kuatir, ini akan membuat kita bisa tidur nyenyak setiap malam!

      Beriman kepada-Nya; Percaya bahwa apa yang kita kerjakan akan menghasilkan buah (Yesaya 45:19; Ibrani 11:6) – Jika kita tidak menuai tahun ini, kita akan menuai tahun depan, atau … pekerja YAHWEH lainnya akan menuai usaha kita (Yohanes 4:37), tidak masalah siapapun  yang menuai, bukankah begitu?, sebab bagaimanapun juga Kerajaan Sorga yang mendapat untungnya!

      Janji-Nya adalah pasti (Mazmur 12:6), Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:10-11). Anda dapatkan itu? Baca sekali lagi ayat ini. YAHWEH katakan bahwa “Janji-Nya sendiri yang akan mengerjakan itu sampai berhasil!”

      Dengan cara yang sama, kita juga bis temukan prinsip-prinsip Kerajaan Sorga lainnya di dalam Alkitab. Bacalah firman-Nya yakni Alkitab, maka hati Anda akan selalu di kuatkan dan diteguhkan.

      Jadi ingatlah pesan YAHWEH melalui Daud di atas, ” Nantikanlah YAHWEH! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah YAHWEH! (Mazmur 27:14) Nantikanlah akan YAHWEH, jadilah kuat, Dan biarkan Dia menguatkan hatimu! Nantikanlah, saya bilang, akan YAHWEH! (The Sciptures)

       

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

      Jannet melihat isi sorga, Maria, neraka dan tahta Iblis

      yeshua-dan-kuda-putihJannet Balderas Canela Kesaksian gadis kecil berumur 8 tahun yang ditemui Yeshua Ha Mashiah. MP3 English

      Kesaksian ini telah di periksa dan di konfirmasikan oleh nabi yang dipercayakan. (www.DivineRevelations.info)

      Saudara/i, Kiranya Yahweh memberkati-mu pada saat ini. Marilah kita membaca Alkitab dalam 2 Korintus 12:1-4, Firman Elohim yang Kudus. Dalam Nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus “Aku harus bermegah. Sekalipun memang hal itu tak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterimah dari Yahweh. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau, entah didalam tubuh aku tidak tahu entah diluar tubuh aku tidak tahu—Elohim yang mengetahuinya. Ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh di-ucapkan manusia.”

      Saya hubungkan anda dalam pengalaman-ku bersama Yeshua pada 5 September,1999.  Kami berada di Gereja dan Kuasa Elohim memenuhi kami. Saya terjatuh ke Lantai dan merasakan kehadiran Elohim didalam-ku.  Seolah-olah menawarkan-ku, dan mulai-lah suatu Penglihatan padaku.

      Dalam penglihatan, Saya melihat ada dua jalan, satu sangat lebar, dan banyak orang berjalan pada jalan itu, tetapi mereka berjalan menuju pada kehancuran mereka. Jalan yang berikut sangat sempit, Saya melihat banyak orang yang berjalan pada jalan itu, memuji dan memuliakan Yahweh.

      Lalu Yahweh menunjukan penglihatan lain dimana Malaikat sedang berperang dengan seekor Naga.Naga ini melemparkan api dan iblis-iblis ke bumi ini.

      Kemudian ku-lihat sebuah Jam sangat bercahaya. Terbuat dari emas. Jam menunjukkan pukul dua belas. Namun ku-lihat sebuah tangan menarik jarum jam kembali pada angka sebelas. Yahweh berkata padaku,“Lihat,Hamba-Ku, Ku-kembalikan jam itu sebab umat-Ku tak siap seperti yang Ku inginkan, Ku-kembalikan waktu itu, sebab Umat-Ku tidak memuji-Ku seperti yang KU-inginkan,namun besar Anugerah-Ku, kesempatan terakhir Ku-berikan, supaya setiap orang yang bertelut pada kaki-KU menerima kehidupan kekal”

      Sementara aku berada di lantai. kulihat seorang penunggang kuda datang. Yahweh mendekati tempat dimana aku berada Di-ulurkan tanganNya, dan kurasakan Roh-ku keluar dari tubuhku dan didekapNYA. Kami mulai menunggang kuda, menanjak dan berhenti di tempat yang tidak tinggi ataupun rendah. Dia berkata padaku, “Lihat hamba-Ku, Telah Ku-katakan bahwa Aku datang membawa-mu, dan itulah yang Ku-lakukan sekarang, sebab apa yang keluar dari mulut-Ku Aku menggenapinya. Apa yang kukatakan, itu yang Ku-perbuat. Itulah sebabnya Aku membawa-mu ketempat ini. Pertama-tama akan Ku-tunjukan padaMu Luka-luka-Ku, agar kau dapat perhitungkan dan tak pernah melupakan apa yang telah Kuperbuat bagimu sekalian.”

      Kami tiba pada Takhta Elohim dan Yahweh menunjukan-ku dimana paku-paku itu terletak dan bagian tubuhNya yang tertikam. Dia menangis. Kulihat bekas-bekas luka dan bilur-bilur yang telah diangkutNya bagi kita semua. Dia berkata, “Lihat Hamba-Ku, banyak diantaramu yang tidak memperhitungkan semua yang telah kuperbuat bagimu, banyak diantaramu lupa bahwa Aku telah mati di salibkan bagimu, Ku-rasakan sakit hamba-Ku. Rasa Sakit yang sangat saat Umat-Ku menyangkal-Ku, seperti membuka luka-luka itu kembali, sangat menyakiti-Ku.Seolah-olah mereka menyalibkan-Ku kembali.” Ku-lihat Yahweh menangis, Sakit saat kita mengecewakan-Nya.

      DIPERLIHATKAN ISI SURGATahta Elohim

      Dia berkata, “Hamba akan Ku-tunjukan banyak hal, jalan emas dan lautan kaca, agar kau dapat pergi dan sampaikan pada umatKu segala keindahan yang Kusiapkan bagi mereka.”

      Kami tiba pada jalan indah.Tak pernah Kulihat dibumi. Jalan-jalan itu bercahaya! Yahweh berkata, “HambaKu, sentuhlah jalan emas ini, sebab kau dan umat-Ku akan hidup disini, ketempat ini umat-Ku akan segera tiba.” Ku-lihat refleksi kami yang sedang menunggang kuda pada jalan itu.

      Lalu kami tiba pada lautan kaca, sangat indah. Yahweh berkata, “HambaKu, semua ini bukan untuk-Ku,semua ini untuk umat-Ku. Semua yang engkau jamah telah Aku siapkan dengan cinta-Ku bagi umat-Ku.” Dia berkata, “Hamba marilah, sebab akan Ku-tunjukan hal-hal lain.”

      Selanjutnya kami tiba di tempat dimana saya melihat kemuliaan Elohim, dan merasakan Kuasa Nya. sungguh indah. Kulihat meja-meja, saya bertanya, “Yahweh untuk apa meja-meja ini?” Dia berkata, “Hamba, ingat perjamuan kawin anak Domba,ingat bahwa pada meja-meja ini akan dirayakan perjamuan kawin anak Domba.” Kulihat meja-meja yang tak terhitung banyaknya, dan tak dapat melihat ujung-ujungnya. Ada Malaikat pada setiap meja, saya bertanya, “Yahweh, mengapa ada Malaikat pada setiap meja dan kursi?” Yahweh berkata, “Hamba-Ku, mereka ini sedang mendekorasi meja-meja ini, dan bersiap pada setiap meja sebab Aku telah selesai menyediakan segala sesuatu.”

      Saudara/iku, meja-meja itu sangat bercahaya; semuanya terbuat dari emas. Meja-meja itu sangat indah didekorasikan. Kulihat bagaimana Malaikat-malaikat menaruh garpu, pisau, sendok, gelas, dan peralatan lain yang terbuat dari emas, sangat indah. Yahweh berkata, “Hamba, katakan pada umat-Ku bersiap sebab segera Aku akan membawa mereka supaya mereka dapat datang ketempat ini dan menikmati perjamuan kawin anak Domba.” Sangat indah; Hadirat Yahweh dapat dirasakan disana, Kemuliaan dan Kemaha-Kuasaan-Nya! Yahweh berkata, “Hamba, kemarilah sebab Aku akan menunjukan hal-hal yang lain.” Kami tiba pada suatu tempat dengan banyak pintu, sangat indah. Saya berkata, “Yahweh apa dibalik pintu-pintu ini?” Dia berkata, “Dibalik pintu-pintu ini adalah Rasul-Rasul Ku,dibalik pintu-pintu ini adalah nabi-nabi-Ku,dibalik pintu-pintu ini adalah mereka yang sekali berjalan dibumi memuji dan memuliakan Nama-Ku.”

      BERJUMPA MARIA – Ibu Yeshua

      Kami menunggang lagi dan tiba pada sebuah pintu yang setengah terbuka, Yahweh berkata, “Hamba kemarilah, sebab dibalik pintu ini adalah Maria. Mendekatlah dan dengar apa yang sedang dikatakannya, supaya kau dapat pergi dan katakan pada Umat-Ku, katakanlah pada mereka bagaimana Maria sedang menderita.” Saya mendekat dan melihat seorang gadis muda, yang sangat cantik, dan sangat elok parasnya. Sedang melihat melalui suatu jendela yang kecil. Dia sedang bertelut dan melihat kebawah memandang bumi, menangis karena kesakitan yang sangat.  Menyembah bunda Maria

      Maria berkata, “Mengapa kamu menyembahku? mengapa? Aku tidak memiliki Kuasa! Mengapa kamu menyembahku? Aku tidak melakukan sesuatu apapun! Jangan menyembahku! Jangan bertelut padaku! Aku tak dapat menyelamatkanmu! Yang hanya dapat menyelamatkan, yang hanya dapat menebusmu ialah Yeshua, yang telah mati untuk semua manusia! Banyak orang mengatakan aku memiliki kuasa, bahwa aku dapat mendatangkan mujizat-mujizat, tetapi semua itu tipu muslihat! aku tidak dapat berbuat apapun! Elohim yang Maha Kuasa berkenan denganku dan menggunakan rahimku agar Yeshua dapat lahir dan menyelamatkan setiap orang, tetapi aku tidak memiliki kuasa apapun. Aku tak dapat melakukan apapun! Jangan bertelut padaku! Jangan menyembahku! Sebab aku tak layak disembah. Hanya satu Yang layak, yang disembah dan didambahkan adalah Yeshua! Dialah satu-satuNya yang menyembuhkan dan menyelamatkan!”

      Saya dapat melihat wanita muda itu sedang dalam kesakitan yang sangat, penuh dengan kepedihan dan tangisan. Dia berkata, “Tidak! Tidak! Jangan menyembahku! Mengapa kamu bertelut padaku? Aku tidak melakukan apapun!” Saudara/i terkasih, sangat luarbiasa dapat melihat wanita muda ini, bagaimana dia menangis dengan kepedihan dan kesedihan.

      JUBAH-JUBAH DAN MAHKOTA-MAHKOTA

      Yahweh mengatakan padaku, “Hamba kemarilah, sebab Aku akan terus menunjukan hal-hal padamu.” Kami tiba pada tempat indah dimana Aku dapat merasakan kemuliaan Elohim. Saya melihat barisan jubah-jubah putih, sangat putih dan indah! Saya menyentuhnya dan Yahweh berkata, “Hamba, jamahlah, sebab jubah-jubah ini adalah untuk kamu sekalian.”

      Ku-lihat banyak Jubah dan kujamah. sangat putih dan bercahaya, tak ada sepertinya yang pernah kujamah dibumi ini. Yahweh berkata,“Hamba, bagimulah sekalian Jubah-Jubah ini.” Airmata jatuh di pipih Yahweh.  Ia berkata, “Hamba, banyak dari jubah ini akan berada disini, menunggu seseorang untuk membawanya. Banyak Jubah ini akan berada disini, menunggu sebuah tubuh.” “Mengapa Yahweh?” Saya bertanya. “Sebab banyak yang tidak menyembahKu seperti yang Ku-inginkan, banyak yang tidak menaruh perhatian terhadap semua yang telah Ku-perbuat bagimu sekalian. Hamba, banyak Jubah ini akan berada disini, menunggu sebuah tubuh, sebab dalam Kerajaan Ku Aku tidak menerimah sesuatu yang kotor. Aku hanya mengijinkan hal-hal yang Kudus, sebab ada tertulis pada FirmanKu, Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus.(1 Petrus 1:16)

      Saya melihat banyak Jubah; Masing-masing Jubah memiliki nama yang tertulis dengan emas. Kujamah Jubah yang kecil dan yang berbeda ukuran, dan saya bertanya, “Yahweh, yang kecil –kecil ini, siapakah yang akan memakainya?” Yahweh menjawab, “Hamba, ingat anak-anakKu yang kecil, ingat yang kuperolah untuk masing-masing mereka, Aku bukanlah seorang pemberi Hormat, Jubah-Jubah ini bagi anak-anakKu yang memuji NamaKu, mereka adalah anak-anakKu yang suka pergi ke RumahKu dan memuji NamaKu, Aku bahkan menyediakan sesuatu yang besar bagi mereka. Aku mempunyai-Nya bagi setiap orang yang mencariKu, Bagi semua yang datang bertelut pada KakiKu, Aku memberikan Kehidupan yang kekal.”

      Kami menunggang lagi dan segera tiba pada suatu tempat yang penuh dengan Mahkota-Mahkota. sangat mewah, Mereka berkilauan, saya berkata,“OhYahweh!Mereka, sangat indah. Untuk siapakah Mahkota-Mahkota itu? Yahweh berkata, “Hamba,mahkota-mahkota yang kau jamah ini, adalah bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan-Ku, Bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan NamaKu seperti yang Kuinginkan.”

      Yahweh menunjukanku Mahkota lain, namun saat kuperhatikan hanyalah bingkaian. Kemudian Yahweh berkata, “Hamba lihatlah ini.” Dan Kulihat Mahkota lain, Mahkota ini terbuat dari semak duri saya bertanya, “Yahweh, Jangan berikan sebuah Mahkota berduri atau hanya bingkai bagiku!” Yahweh berkata, “Hamba, ditempat ini ada tiga tipe Mahkota:

      Yang mewah dan yang bersinar yang dapat dilihat dan dijamah adalah bagi mereka yang sungguh – sungguh memuliakan NamaKu, bagi mereka yang dengan segenap hati memuji NamaKu. Bagi mereka yang bekerja pada kebun anggurKu, bagi mereka yang senang berada di RumahKu, bagi mereka yang mengabdi dan bersukacita dalam penderitaan bagi FirmanKu.

      Mahkota lukisan, yang dapat kau lihat dan jamah adalah bagi mereka yang bermain-main dengan FirmanKu, bagi mereka yang tak mau berada di RumahKu, bagi mereka yang tak mau berpuasa, atau bersungguh-sungguh,bahkan tidak memuliakan NamaKu, Mahkota itu bagi mereka yang memujiKu dengan mulut tetapi bukan dengan hati seperti yang Ku inginkan. Mengapa HambaKu? Sebab tak seorangpun dapat menipuku, tak ada tempat persembunyian dihadapanKu. Hamba,

      Mahkota itu terbuat dari onak duri. yang kau jamah dan lihat, adalah bagi mereka yang membuat lelucon dengan FirmanKu, bagi mereka yang mengkritik FirmanKu, bagi mereka kepada siapa Aku mengetok pintu hati tetapi mereka tidak menerimah FirmanKu, bagi mereka yang mengkritik FirmanKu, bagi mereka yang Kuketok pintu hati mereka tetapi tak mau menerimah FirmanKu, bagi mereka semua yang mengkritik FirmanKu.”

      Pengangkatan atau repturePENGLIHATAN PENGANGKATAN

      Yahweh berkata,“Hamba akan Ku-tunjukan saatnya, bagaimana kedatangan Ku akan terjadi.” Saya berkata,“Yahweh telah banyak yang kulihat,mengapa Yahweh menunjukankan ku yang lebih?” Kami tiba pada Tahta Elohim, u lihat ribuan Malaikat berkumpul. Kami mulai turun, dan berhenti pada awan-awan putih yang indah. Yahweh memberi perintah pada Malaikat-malaikat untuk datang dan menerima Gereja, Yahweh katakan,Hamba perhatikan baik-baik,beginilah saatnya Aku datang kembali, inilah kedatanganKu.”

      Kulihat orang-orang terangkat di keempat penjuru bumi, memuji nama Yahweh. Dan dipenuhi kuasa Elohim. Berpakaian putih dan terangkat. Mereka nyanyikan lagu indah,“Kudus,Kudus, Kuduslah ya Yahweh! Terimakasih Bapa!Sebab Engkau telah mengangkat kami! Terimakasih Yahweh,sebab Engkau telah mengangkat kami!

      Kulihat berbagai jenis orang, tinggi, pendek, hitam, putih. Semua orang, dan semua Malaikat terangkat bersama-sama kearah dimana kami berada. Semuanya penuh Ucapan Syukur bagi Yahweh, kami semua berkata, “Kudus! Kudus! Kuduslah YAHWEH!” sangat luar biasa,  saya melihat banyak orang dan berpikir saya mengenal mereka. Mereka semua dipenuhi kemuliaan Elohim.

      PENGLIHATAN MASA TRIBULASI (KESUKARAN-BESAR)

      Setelah itu kami tiba pada Takhta Elohim, Yahweh berkata, Hamba, marilah.” Kami keluar dari ruangan Tahta dan tiba di suatu tempat berjendela kecil. Yahweh berkata, “Hamba, pandanglah kebawah.” kulihat desolasi [kehancuran] yang buruk, desolasi yang dasyat; seluruh bumi penuh kesulitan dan penderitaan. Yahweh berkata, “Lihat Hamba, inilah yang akan terjadi setelah Ku-jemput Umat-Ku dari bumi, kejadian ini setelah kedatangan-Ku, kejadian ini setelah Gereja-Ku berada disini bersama-Ku.”

      Kulihat desolasi yang sangat dasyat. Kulihat orang merayakan sesuatu sejenak, lalu, kulihat bapa mencari anaknya, seorang ibu mencari anak-anak perempuannya, namun tak menemukan, karena Elohim yang Maha Kuasa telah membawa mereka. Keluarga mencari keluarganya namun tak menemukannya. Orang-orang mencari tetangga nya namun tak menemukannya,sebab Yahweh telah mengangkat mereka bersama-sama dengan Dia.

      Sesuatu dasyat telah terjadi diseluruh bumi. Ku-lihat pendeta berlari dari satu tempat ketempat lain, saya bertanya, “Yahweh, mengapa orang itu berlari kian kemari?” Yahweh menjawab, “Hamba, orang ini seorang pendeta, namun karena Dia mengira Aku akan berlambat, diapun tertinggal. Dia tak mengira Aku datang sekarang,dia mengira saat kedatanganKu sangat lama,itu sebabnya dia tertinggal.” Pendeta itu berlari kian kemari,berkata “Yahweh, mengapa saya tertinggal dibelakang? Jika saya seorang Pendeta, jika saya mempunyai posisi dalam Gereja, dan Gereja telah pergi, saya tertinggal? mengapa?” Yahweh menjawab, “Hamba, Aku tak dapat berbuat sesuatu sekarang, dia mengira kedatanganKu akan di perlambat, sebab itu, dia tertinggal.”

      Kulihat orang itu disiksa. Dia berkata, “Yang aku inginkan yaitu di angkat bersama Yeshua! yang kumau yaitu bersama Yahweh sebab aku tak mau di sini dan menderita dalam kesusahan yang besar ini!” dia terus berlari kian kemari dan bertanya pada dirinya, “mengapa saya tertinggal? Bawalah saya denganMu Yahweh! Saya tak mau disini dan menderita!” Yahweh berkata, “Hamba, tak ada yang dapat Kuperbuat sekarang, sekian lama Aku berbicara dengannya dan berkata bahwa Aku datang segera, namun dia tidak mempercayai-Ku, baiklah, sekarang dia tertinggal.”

      Saya melihat orang-orang berlari kian kemari. Sangat banyak, putus asa, mencoba mencari damai namun tak menemukan. Mereka berteriak, “Kami inginkan Firman Hidup! Kami haus Firman Elohim!” Namun sudah terlambat, sebab Yahweh telah membawa Gereja bersamaNya.

      Kulihat anak-anak muda perempuan dan lelaki berlari di hutan,dan gunung-gunung mencoba mencari damai. Namun tidak menemukan. Yahweh berkata mengapa, “Hamba AKu telah membawah GerejaKu, sekarang setan-lah yang mengontrol.” Setan mengontrol dan kesusahan sedang terjadi dibumi! Orang-orang berlari dari satu tempat ketempat lain. mereka mau memakan sesamanya hidup-hidup, dan tarik menarik rambut. Menyalakan satu sama lain dan saling menyakiti, sebab mereka ingin kedamaian, namun tak menemukannya! sangat sulit sebab Yahweh telah membawah GerejaNya.

      Masa sukar di bumi, Kulihat hal buruk. Banyak orang menyakiti satu sama lain, mengatakan, “kami inginkan kasih! Kami inginkan damai!” Namun terlambat! Yahweh berkata, “Lihat HambaKu, Aku telah berbicara pada mereka, Aku memberikan waktu mengetok pada pintu hati orang-orang ini, Namun mereka tak mau melihat padaKu. baiklah, sekarang mereka tertinggal, dan tak ada yang dapat Ku-lakukan bagi mereka sekarang. mengapa, sebab Aku telah membawah GerejaKu bersama Ku. Sedang Umat-Ku berada di Surga dengan-Ku menikmati perjamuan kawin anak Domba, sementara orang-orang ini dalam penderitaan, akan ada tangisan dan kertak gigi. Sebab mereka tidak menuruti Firman-Ku, mereka lebih suka ber lelucon dan mengkritik Firman-Ku.”

      KITAB KEHIDUPAN

      Yahweh menunjukan sebuah buku besar. bercahaya dan terbuat dari emas. Saya berkata, “Yahweh buku besar itu,untuk apakah itu?” Dia menjawabku, “Hamba dalam buku ini ada nama-nama mereka yang memuji-Ku, dan nama-nama mereka yang bertobat dan mencari jalan-jalan-Ku. Sebab inilah Kitab kehidupan. Dalam buku ini tertulis mereka semua yang berkumpul bersama memuji dan memuliakan Nama-Ku.” Buku itu sangat besar, ditulis dengan emas. Dia berkata, “Lihat Hamba-Ku,banyak nama-nama ini belum Ku-hapus sebab besar Anugerah-Ku,banyak telah berpaling. Banyak telah membelakangi-Ku, namun Anugerah-Ku besar sehingga belum Ku-hapus mereka, sebab tidak Ku-kehendaki seorangpun binasa,tetapi menerimah hidup Kekal.” Kujamah, dan kulihat banyak nama tertulis didalam nya.

      NERAKA

      Kemudian Yahweh berkata,“Hamba,Akan Ku-tunjukan neraka.” saya berkata, “Yahweh, jangan, saya tak mungkin menghadapinya, semua yang Engkau tunjukan, sudahlah cukup.Yahweh berkata padaku, “Hamba akan Ku-tunjukan neraka,agar kau pergi dan beritakan pada Gereja dan manusia bahwa ada Surga dan juga ada Neraka.” Kami mulai turun. Masih jauh dari neraka saat kudengar jeritan dan keluhan. Saya berkata, “Yahweh bawalah saya keluar dari sini,sebab saya tak mampu menghadapinya!” Yahweh menjawab, “Lihat Hamba, jangan takut sebab Aku menyertaiMu.” Kami turun melalui beberapa terowongan.Gelap pekat di tempat itu seperti tak pernah kurasakan di bumi Kami lalui beberapa tembok dan kudengar banyak jiwa-jiwa yang menjerit dan berteriak, teriakan kesakitan dan kepedihan. Yahweh berkata, “Hamba mari berjalan.” Kami tiba pada tempat dimana ada orang berteriak.saya bertanya, “Yahweh,mengapa kami berhenti disini?” Dia menjawab,“Lihat Hamba,perhatikan orang ini, sebab orang ini adalah keluargamu didunia.” Saya berkata, “Yahweh siapa dia? Saya tak dapat mengenalnya.” Yahweh berkata, “dia adalah nenekmu sewaktu didunia, dia keluargamu,tetapi dia sangat tidak percaya, itulah sebabnya dia disini.

      Ia berkata, “Tolong berikan aku air,bawah aku keluar dari sini, sebab saya tak dapat menahan penderitaan ini, saya haus.” Namun saya tak dapat berbuat sesuatu, hanya menangis. Dan berkata,“Yahweh untuk AnugerahMu yang pasti dan untuk kebaikanMu yang pasti, bawalah ia keluar dari sini! Mengapa ia disini, jika orang tua ku berkata bahwa ia di Surga?

      Yahweh berkata, “Hamba, Pendeta katakan pada orang tuamu bahwa dia telah pergi ke Surga, namun itu tipu. penipuan, sebab dia menyembah gambar-gambar [berhala: benda, gambar, imaginasi atau apapun yang disembah atau ditempatkan lebih mulia dibanding Yahweh ], dia mendambakan gambar-gambar dan lihat bagaimana imaginasinya tak dapat menyelamatkannya. Berulangkali Aku mengetok pintu hatinya, agar dia membukanya, dan Aku akan masuk, namun dia memutuskan untuk berlelucon dengan Firman-Ku. Dia putuskan lebih baik mengikuti dunia daripada Menghormati NamaKu, dan itulah sebabnya dia berada disini. Dia tak pernah ingin menerimah Firman-Ku, dia tak pernah ingin bertobat,dan pendeta mengatakan pada mereka bahwa ia telah terbang ke surga dan bahwa dia telah berada dirumahnya disurga, namun itu suatu tipuan. Lihat HambaKu, dimana dia.” Dia menangis dalam kepedihan. Dan berkata, “berikan aku air! Bawalah aku keluar dari sini!” Yahweh berkata, “Hamba, Aku tak dapat melakukan sesuatu, Jiwa ini bukan milik-Ku lagi.” Kami berbalik dan melangkah pergi. Dia berteriak, “Tidak! Jangan tinggalkan aku disini! Berikan aku air!bawalah aku keluar dari sini!” dia tak dapat berbuat apa-apa.

      Kami terus melihat banyak orang. Jiwa-jiwa mencoba menjamah Jubah Yahweh, dan berkata, “Bawalah kami keluar dari sini!” tetapi Yahweh berkata pada mereka, “Enyahlah dari padaKu, sebab engkau bukan kepunyaanKu lagi, punyamulah setan dan iblis-iblisnya.” Itu suatu tempat yang buruk, dengan banyak jiwa-jiwa, sangat banyak orang.

      TAHTA SETAN / IBLIS

      Kami tiba di tempat buruk, Yahweh berkata, “Lihat Hamba, Akan Ku-tunjukan tahta Setan.” Saya berkata, “Tidak Yahweh! Saya tak mau melihat takhta itu!” Ia membalas, “Hamba jangan takut,sebab Aku menyertaiMu.” Kamipun tiba ditempat menakutkan, Kulihat kursi besar dan setan diatasnya. dia memiliki kuku yang besar, dia tertawa-tawa, tak dapat berhenti. Kulihat roh-roh jahat [demons] dimana-mana. dalam berbagai ukuran, kulihat penguasa-penguasa, pertahanan-pertahanan, dan banyak roh-roh jahat yang berbeda. kulihat Setan memberikan perintah pada roh-roh jahat untuk pergi kedunia dan memprovokasi segala macam perkara jahat. Kulihat bagaimana roh-roh ini pergi dan meyebabkan kehancuran, pembunuhan, pertikaian, perceraian serta segala bentuk kejahatan. Lalu mereka kembali dan melaporkan apa yang mereka telah buat. Dan Setan akan tertawa-tawa. dan ia memberikan hadiah pada roh-roh jahat itu, dan roh-roh jahat itu mulai merayakannya, dan memujinya serta bernyanyi untuknya.

      Kulihat Setan mempunyai rancangan besar menghancurkan orang Kristen, menghancurkan hamba-hamba Elohim. Kulihat Gereja-Gereja megah dan jemaat yang hidup sama seperti orang duniawi. Yahweh berkataDilempar ke Neraka,“Lihat Hamba, Jemaat-jemaat ini telah dipengaruhi oleh Setan, mereka tak akan diangkat bersama denganKu.”

      Yahweh tunjukan bagaimana setan menyebabkan pembunuhan, dan semua jiwa-jiwa itu yang tiba di tempat terkutuk ini, sebuah tempat keji.  Kulihat tungku perapian, dan Yahweh berkata, “Lihat Hamba, inilah Lautan Api, dan ini adalah Neraka.”

      Setiap saat iblis-iblis menyebabkan pembunuhan, jiwa-jiwa itu jatuh kedalam perapian. Api lalu membakar melelehkan mereka. Jiwa-jiwa itu menangis dalam kesakitan dan siksaan, dan iblis-iblis akan kembali pada takhta setan dan menceritakan apa yang mereka lakukan.  setan akan tertawa-tawa dan memberi hadiah pada iblis-iblis itu. mereka lalu menyanyi dan melompat bagi setan, dan merayakannya. Setan tertawa dengan gembira dan bangga sebab semua jiwa-jiwa yang tiba di neraka. Jiwa-jiwa ini jatuh setiap detik, setanpun sangat bangga dan membuatnya tertawa-tawa.

      Inderaku merasakan iblis-iblis disekitar itu, sangat banyak kubu-kubu pendirian. Saya berkata, “Yahweh tolong bawah saya keluar dari sini,saya tak dapat bertahan lagi.” Para demon akan menikam dan mengganggu jiwa-jiwa itu. jiwa-jiwa ini akan menjerit, “tinggalkan kami sendirian! tinggalkan kami dalam damai, kami tak mau diganggu lagi, kami ingin kedamaian!” Roh-roh jahat inipun tertawa.

      KOTA KUDUS

      Setelah itu kami pergi dan Yahweh berkata, “Lihat,Hamba Aku akan menunjukan Kota Kudus, agar kau dapat pergi dan katakan pada umat-Ku keagungan yang kusiapkan bagi mereka.” Kami menanjak dan tiba pada suatu tempat yang indah, dimana ada pepohonan indah, cemara yang sangat tinggi. Segala sesuatu sangat indah disana. Saya dapat merasakan kedamaian. Ada pelangi indah Pada pintu kota itu. Banyak malaikat pada kedua sisi jalannya. Kami melalui pintu dan Yahweh berkata, “Hamba, inilah Kota Kudus.” Kami berjalan hingga tiba pada sebuah taman yang dipenuhi bunga-bunga rose indah, yang tak pernah kulihat di bumi.

      Kulepaskan tangan Yahweh lalu berlari ketaman. Kupeluk bunga –bunga itu, mereka sangat sempurna dan aromanya sangat nikmat. Saya hendak memetik bunga namun Yahweh berkata, “Tidak Hamba, belum saatnya mengambil sesuatu. Kau dapat mengambil bunga-bunga ini saat umat-Ku tiba disini, saat Gereja-Ku tiba ditempat ini, lalu dapat kau ambil bunga-bunga ini.” Saya katakan,“Yahweh, kuingin membawah hanya satu bunga agar dapat kutunjukan pada semua Gereja dibumi.” Tetapi Yahweh berkata, “Tidak, hamba, karena Umat-Ku belum tiba disini.” Kulihat banyak tipe bunga-bunga indah.

      Kami lalui padang rumput hijau yang indah.Yahweh duduk pada rumput,dan dengan senyuman indah Dia berkata,Hamba, semua yang kau lihat dan jamah ini telah Ku-sediakan bagi umat-Ku.”  Sorga

      Kami ketempat dimana sebuah pohon besar dipenuhi buah-buahan. Saya berkata, “Yahweh, pohon ini? Apa arti pohon ini?Dan semua buah-buah ini?” Hendak kupetik se-buah namun sekali lagi Yahweh katakan, “Tidak, Hamba, kau belum dapat memetik buah-buah itu,sebab pohon ini adalah pohon kehidupan, dari pohon kehidupan ini umat-Ku akan makan saat mereka tiba disini. Sementara itu kau tak dapat memetik apapun sampai mereka telah tiba disini.” Buah pohon itu sangat indah.

      Kami berpacu,kulihat kupu-kupu dan hewan indah. Yahweh berkata, “Hamba semua ini bagi umat-Ku. Katakan pada umat-Ku bahwa segera,mereka akan bersamaKu disini,di kota Kudus ini.”

      Kami lanjut dan tiba ditempat indah lain,banyak pepohonan besar dan cemara. Yahweh berkata, “Hamba,semua ini bagi umat-Ku.hamba,kemarilah sebab hendak Ku-tunjukan suatu kejutan.”

      Kami tiba ditempat dimana banyak Malaikat berada. Seorang Malaikat sangat besar, mempunyai sebuah sangkakala besar pada mulutnya. Saya berkata, “Yahweh, malaikat itu,apa artinya?Yahweh menjawab, “Lihat Hamba,malaikat ini sedang menunggu tanda, Ia sedang menunggu aba-aba yang akan Kuberi, agar Dia meniup sangkakala, saat Ia memainkan sangkakala, umat-Ku akan terangkat, diangkat,dan di-ubah. Namun pastikan satu hal hamba, sangkakala ini akan terdengar bagi yang memperhatikan!sebab itu pergi dan katakan pada umat-Ku untuk memperhatikan, katakan pada umatKu jangan tertidur,sebab jika tertidur, engkau tak dapat mendengar sangkakala, katakan pada umat-Ku untuk memperhatikan,bagi mereka yang tidur, Aku tak dapat membangunkan mereka.”

      Malaikat ini sangat besar dan indah, dibelakangnya ada banyak malaikat yang mempunyai sangkakala kecil. Yang terbuat dari emas, sangat bercahaya. Yahweh katakan, “Hamba, katakan pada umat-Ku untuk bersiap,Aku hendak memberi aba-aba bagi sangkakala dibunyikan.”

      kami terus menunggang dan Yahweh berkata, “Lihat hamba, akan Ku-tunjukan Takhta Bapa-Ku. Belum Ku-tunjukan pada-Mu, namun akan Ku-tunjukan sekarang, agar kau dapat pergi dan katakan pada umat-Ku bahwa Bapa-Ku benar-benar ada, dan bahwa Aku benar-benar ada.” Kami mulai berjalan, Yahweh, Malakat dan saya. Saat masih jauh dari Takhta Bapa, saya tak bisa bertahan; tak bisa berdiri dihadapan Kuasa dan Kemuliaan. Saat mendekat, saya merasa seperti sebuah kapas, saya tak mampu. Jika malaikat tidak memegangku, maka saya tak bisa berjalan.

      Kami tiba pada Takhta Bapa, dan saya dapat merasakan sesuatu Kuasa yang dasyat mengalir dari Takhta.  Kilat yang kuat datang dari Takhta; sangat mulia dan Besar. Kekuatan yang dasyat sedang mengelilingi Takhta; bersinar dan terbuat dari emas. Seseorang duduk di Takhta, tetapi Saya tak dapat melihat wajahNya, saya tak dapat bertahan dengan Kuasa yang mengalir dari Takhta. Saya hanya dapat melihat Bapa dari pinggangnya kebawah. Tetapi dari pinggang keatas tak dapat kulihat, karena saya telah terjatuh kelantai. tak mampu dengan Kuasa dan kemuliaan.

      Setelah itu kulihat 24 tua-tua memuji dan memuliakan Nama Yahweh. Kulihat Malaikat-malaikat penghulu juga memuliakan Nama Yahweh. Ke-24 tua-tua bersujud dan berkata “Kudus, Kudus, Kudus-lah Yahweh!Malaikat-malaikat tidak pernah merasa lelah memuliakan dan memuji Yahweh, dan tua-tua tidak pernah berhenti memuliakan Nama Yahweh. Api yang dasyat datang dari Takhta, dan ada banyak hal-hal yang indah ada pada Takhta itu.

      Kemudian kami meninggalkan Takhta dan datang pada Malaikat yang besar. Saya berkata, “Yahweh siapakah malaikat itu?Yahweh menjawab, “Lihat hamba, inilah Malaikat Gabriel, dan Lihat pada malaikat yang lain,sebab inilah Mikael.” Mereka sangat besar dan indah. Yahweh berkata, “Hamba,pergi dan katakan pada umat-Ku bahwa malaikat Gabriel dan malaikat Mikael sungguh ada.”

      Setelah itu Yahweh berkata, “Hamba, kemarilah, sebab akan Ku-tunjukan sebuah cambuk.” Kami tiba di tempat lain dimana kulihat Yahweh mengeluarkan sebuah cambuk ada tiga bagian di ujungnya. Dia memukul sebuah kursi besar, dan berkata, “Hamba ini bagi anak-anak yang tidak taat, cambuk ini bagi mereka yang tidak mematuhi Firman-Ku, baiklah, Aku akan mencambuk mereka dengan cambuk ini, sebab Aku menghajar mereka yang Ku-kasihi.” Kulihat Yahweh mencambuk sebuah kursi, dan saya berkata, “Tolong Bapa, jangan memukulku dengan cambuk itu!” Yahweh membalas, “Baiklah Hamba, jika demikian Patuh-lah pada-Ku, sebab siapa yang tidak mematuhi-Ku, AKu-men-disiplinkan.” (Wahtu 3:19 Barangsiapa Kukasihi, Ia Kutegor dan Kuhajar.sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah.)

      Yahweh membawahku ketempat istimewa,indah,kulihat Makhota–Makhota emas. Namun makhota-makhota ini telah mempunyai nama tertulis padanya, dan dipenuhi mutiara-mutiara! Yahweh berkata, “Lihat hamba, makhota disini adalah untuk hamba-Ku Yiye Avila, ini untuk hamba-Ku Arturo García.” Makhota-makhota itu sangat berharga! satu Makhota tertulis [nama-nama orang]: “Aida Vadillo”, yang lain “Miguel Duran”, lainnya lagi “Armando Duran.””Pablo Pintado”, danNahum Zamudio.”

      Yahweh berkata, “Hamba, disini Kuijinkan engkau melihat. Ini menunjukan padamu bahwa makhota-makhota hamba-Ku yang bekerja pada kebun anggur-Ku, ada pada-Ku. Sebab itu dapat kau lihat bahwa hamba-Ku yang memberitakan Firman-Ku. Aku mempunyai hadiah yang besar bagi mereka.” Kulihat ribuan makhota-makhota bernama.

      Kujamah sebuah makhota, tetapi kulihat makhota ini gugur semuanya. “Yahweh! Jangan biarkan makhota ini menjadi milikku! Yahweh berkata, “Lihat Hamba, inilah yang terjadi bagi mereka yang tidak mau bekerja pada kebun anggur-Ku lagi, kepada siapa yang lebih suka membelakangi-Ku dari pada  memuji-Ku. Lihatlah hamba, hamba ini tak mau memuji-Ku lagi, inilah yang terjadi dengan makhotanya. Hamba-hamba yang tak mau bekerja di kebun anggur-Ku lagi, inilah yang terjadi dengan makhotanya.” (Wahyu 3: 11)

      Yahweh membawaku ketempat indah lainnya, dan kulihat banyak orang yang sedang tertidur. Mereka dikenakan jubah-jubah putih. Saya berkata, “Yahweh, siapakah orang-orang ini? Yahweh menjawab, “Lihat hamba, semua orang-orang ini adalah mereka yang telah mati dibumi, dan sekarang mereka beristirahat di Firdaus, dan ketika tanda Ku-beri bagi sangkakala dibunyikan, yang mati akan dibangkitkan terlebih dahulu kemudian yang berada dibumi.” Banyak sekali orang-orang, dan jubah –jubah merekapun sangat putih. (1 Tesalonika 4:16-17)

      Tak ada seorangpun berbicara kepada yang lainnya; mereka hanya tertidur, dalam ketiduran yang nyenyak. Dan Yahweh berkata padaku, “Hamba mereka sedang beristirahat, tetapi pada saat sangkakala dibunyikan, mereka akan bangkit pertama, dan mereka yang masih berada di bumi akan terangkat bersama-sama dengan-Ku, bersama dengan-Ku. Dan Kemudian kami dapat merayakan perjamuan kawin Anak Domba.”

      [Tamat]
      oleh Jannet Balderas Canela

      Lalu Ia berkata kepadaku: “Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Yahweh, Elohim yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.” “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” (Wahyu 22:6-7)

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

      Anak-anak kecil Nazaret Menghidupkan Kembali Bahasa Aramik

      “Haleluyah, diberkatilah Yahweh, “ teriak anak laki berumur 7 tahun bermain-sepak-bola dalam bahasa Aramik. Mereka bemain sepak bola sambil berkomunikasi dalam bahasa Aramik Tidak jauh dari situ seorang gadis memegang tas merah jambu berisi kertas-kertas salinan Doa Bapa Kami dalam bahasa Aramik. May Shkhady, 8 tahun, seorang anak perempuan dari sekolah ini yang senang sekali memakai bahasa ini di dipergaulannya, mengatakan, “Saya senang belajar bahasa Aramik karena itu adalah bahasa Yeshua. Itu seperti bahasa rahasia yang kami dapat bicara diantara kami.”

      Bahasa Aramik dipercayai oleh banyak ahli Alkitab sebagai bahasa ibu dari Yeshua Ha Mashiah. Dan kota Nazaret adalah tempat dimana Juruselamat Dunia ini dibesarkan.

      Saat ini kurang dari 5 persent dari populasi orang Maronite, bertempat di Nazaret bagian utara, yang mengaku dirinya lancar berbahasa Aramik. ”Goal kami ialah menghidupkan kembali bahasa Aramik. Ketika sebuah bahasa hilang bagian dari budayanya hilang. Lagu-lagu tertentu , tradisi-tradisi, praktek-praktek hanya dapat dimengerti di dalam bahasa dimana mereka diciptakan,” kata Shadi Khalloul, direktur pembantu dari sebuah gereja berbahasa Aramik. “Ini adalah bahasa Yeshua, cara terbaik kami mengerti Dia melalui bahasa-Nya sendiri,“ ia menambahkan.

      Orang-orang Maronit, dikenali sejak abad ke empat, tersebar didalam komunitas-komunitas kecil di seluruh dunia, group terbesar di Libanon. Khalloul berkata, “Kami melihat kepada orang-orang Yahudi sebagai contoh. Orang-orang Yahudi menghidupkan kembali bahasa mereka. 100 tahun lalu hampir tidak ada yang bicara bahasa Ibrani, sekarang bahasanya hidup kembali,”

      Ada 100 murid yang mengikuti program bahasa ini, diharapakan akhir tahun ini mereka bisa mendapat 7000 murid.

      Beberapa ungkapan bahasa Aramik:

      Siapa namamu? Moon shmokh?

      Dari mana kamu? Ow men aydo atro at?

      Brilliant! Saggee shapeer!

      Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu

      Abba debashmaya nethqadash shmak

      Diambil dari AINA.org

      Aramic menjadi bahasa resmi kerajaan Asyur pada tahun 752 B.C. dipakai bersamaan dengan bahasa aslinya Akkadian.

      Wahyu 7:9-10 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (10) Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Elohim kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

       

      WAHYU TENTANG SORGA; M.K. Baxter, III

      Bagian I: Di Gerbang Sorga – Yeshua Ha Mashiah Sang Penyembuh
      Bagian II: Dahulu,  Sekarang dan Nanti -Bayi-bayi Yang Keguguran
      Bagian III: Dalam Pemeliharaan – Sekarang, Berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

      DALAM PEMELIHARAANa-divine-revelation-of-heaven2

      Sejauh mata memandang tak pernah saya lihat ada sesuatu yang cacat atau kurang sempurna di sorga. Ayat Alkitab tentang penciptaan Adam terbayang di benak saya.  melihat semuanya itu, sungguh sangat baik adanya. Segala sesuatu yang hilang di jaman Adam yang pertama dipulihkan oleh Adam yang kedua. Saya percaya bahwa hanya pada tubuh Yeshua dapat kita temukan sesuatu yang “cacat” di sorga, yaitu tangan dan kaki-Nya yang berbekas paku serta lambungNya yang dulu ditikam. Tanda-tanda ini tetap selama-lamanya sebagai bukti bahwa hanya Dia-lah yang telah membayar harga yang begitu mahal untuk menebus dosa-dosa manusia.

      Kemudian saya melihat sesuatu yang menurut hemat saya merupakan bagian atas dari kepala  Bapa – bentuknya seperti wol. (Wahyu 1:14). Suatu transformasi yang dahsyat terjadi ketika  menghembuskan nafas ke dalam bayi itu lalu ia bertumbuh menjadi manusia sempurna. Sambil menyaksikan semua ini, lenyaplah semua pertanyaan yang sebelumnya selalu menyelimuti saya tentang apa yang terjadi terhadap bayi yang mengalami aborsi. Sekarang saya sudah mengerti bahwa bayi seperti itu ternyata hidup di sorga dan menjadi ciptaan sempurna di dalam pemeliharaan  Bapa. Setelah itu malaikat pengawal membawa saya naik tinggi melintasi sisi sebuah tempat di sorga. Tampak di sana banyak pohon rindang dan banyak buah-buahan yang sangat bagus. Ada banyak kembang dari berbagai jenis dan varitas. Saya lihat juga banyak unggas beterbangan, beberapa dari burung-burung itu tak pernah saya lihat di bumi. Indahnya pemandangan itu tak mungkin bisa dilukiskan dengan bahasa manusia. Kami naik terus ke suatu tempat lain. Gemuruh sorak pujian terdengar di sana. Seorang malaikat sangat besar yang mengenakan jubah putih berdiri di sisi gerbang. Dia berdiri di belakang sebuah meja. Dia membuka sebuah kitab emas dan memberikannya kepada seorang malaikat lain. Malaikat tersebut kemudian membuka kitab itu lalu berkas-berkas cahaya yang sangat cemerlang terpancar keluar dari kitab tersebut, layaknya percikan cahaya jutaan kembang api yang memancar secara bersamaan.

      Kemudian saya melihat para orangtua dan banyak orang lain secara individu bergerak ke segala arah mendekati orang-orang tertentu. Mereka bersorak-sorak dan melompat-lompat. Saya tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Malaikat pengawalku berkata: “Orang-orang ini mengenali sanak keluarga mereka di sini.” Semua orang yang ketika di bumi putus anggota badannya, atau yang lumpuh, atau meninggal prematur  sekarang menjadi manusia sempurna, menjadi manusia seutuhnya di sorga. Di sorga Anda akan mengenal semua orang. Anda akan kenal Abraham, Isak, Yakub. Anda akan kenal Musa dan semua  nabi lain. Anda juga akan kenal semua murid Yeshua Yeshua seperti yang diceritakan di dalam Perjanjian Baru. Setiap orang di sorga mengenal setiap orang di sorga. Anda akan mengenal mereka sama seperti mengenalmu (I Korintus 13:12). Pengetahuanmu akan

      sangat luas ketika berada di sorga. Malaikat pengawal berkata lagi: “Mari, kamu akan masuk melalui gerbang ini.” Inilah gerbang yang paling indah yang saya lihat di sorga. Tampak bagai gerbang sebuah taman yang berlapis kayu tapi gerbangnya sendiri terbuat dari pualam putih bersih yang diselubungi bunga-bunga cantik. Kami masuk ke dalam dan menyaksikan reuni berbagai keluarga yang tengah bersorak gembira – keluarga besar .

      REUNI DI SORGA

      Raja Daud paham betul bahwa ketika bayi-bayi dilahirkan secara prematur lalu meninggal, jiwanya pergi ke sorga sambil menunggu sanak familinya yang beriman datang ke situ di kemudian hari. Ketika bayinya sendiri yang lahir di luar nikah melalui Betsyeba meninggal, Daud secara tulus bertobat dari dosa perzinahannya dan kemudian menyadari  telah memberi dia pengampunan (Mazmur 32:5). Oleh karena Daud menemukan damai sejahtera dalam keyakinannya bahwa ia akan tinggal di sorga bersama (Mazmur 23:6) dan akan berjumpa dengan bayinya itu (II Samuel 12:23) maka ia dapat menghibur Betsyeba yang tengah berduka. Baca II Samuel 12:13-24.

      Malaikat Yahweh berkata kepada saya: “Mulai sejak terjadi pembuahan di dalam kandungan, setiap bayi merupakan jiwa yang kekal. Apabila seorang bayi diaborsi atau keguguran,  mengetahui itu.  menugaskan malaikat-malaikat untuk memelihara bayi itu. “Kami membawa jiwa-jiwa kecil itu ke sorga kemudian  membuat mereka menjadi ciptaan sempurna, tidak peduli apakah bayi itu diaborsi atau meninggal secara alamiah. “Tangan  yang Mahakuasa itulah yang membentuk mereka menjadi ciptaan sempurna. “Apabila orangtua dari para bayi itu hidup benar di dalam Yeshua Ha Mashiah, maka ketika mereka datang ke sorga mereka akan dipertemukan dengan dan mengenali anak-anak mereka. Mereka akan berjumpa di pintu gerbang kebahagiaan.”

      MALAIKAT PENGAWAL

      Saya bersyukur kepada  karena mendapat kesempatan menulis buku ini. Semua kenangan ini membara di dalam hati saya setiap saat. Memang banyak orang menyuruh saya menulis semua ini. Dalam setiap kesempatan mengunjungi gereja-gereja, saya berceritera tentang perjalanan saya ke sorga dan juga ke alam maut. Saya mau membagikan beberapa pengalaman lain yang saya alami di sorga karena saya rindu Anda memahami betul bahwa sorga itu benar-benar ada. Dan yakinlah, bahwa apabila Anda telah kehilangan seorang anggota keluarga atau orang yang dicintai, dia akan menemui Anda di pintu gerbang kebahagiaan. Saya rindu Anda mengerti betul hal ini, sebab kita memiliki harapan yang pasti di dalam Yeshua yang telah pergi untuk menyediakan tempat bagi kita.

      Semua malaikat yang saya lihat di sorga itu besar dan kuat-kuat. Mereka memakai jubah yang bersinar-sinar secara luar biasa. Mereka sangat kuat tapi juga tulus dan pikiran mereka selalu tertuju pada . Malaikat-malaikat yang berdisi di pintu-pintu gerbang adalah malaikat penjaga yang memegang pedang terhunus. Setiap kali saya melihat pedang mereka, saya selalu berucap: “Glori haleluya, Elohim benar-benar menjaga anak-anakNya.”

      Alkitab banyak berbicara tentang malaikat. Ironisnya, sering kita mengabaikan hal yang satu ini yang sudah berulang kali dinyatakan oleh Firman. Baru setelah terjadi pewahyuan, kita mendapat lebih banyak penjelasan tentang topik ini.

      Mari kita simak beberapa pernyataan Alkitab tentang malaikat: “… sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. (Mazmur 91:11-12)
      “YAHWEH, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus malaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, sehingga engkau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku.” (Kejadian 24:40)
      “Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.” (Wahyu 10:1)
      “Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.” (Wahyu 18:1)
      “Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.” (Markus 12:25)
      “Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.” (Lukas 22:43)
      “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” (Ibrani 1:14)
      “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat  karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Lukas 15:10)
      Saya merenungkan betapa sabdaNya terbukti dalam berbagai kesempatan. Dan setiap kali Yeshua memberikan pewahyuan kepada seseorang, makna sabdaNya semakin tersingkapkan. Di dalam Firman  masih ada banyak rujukan lain tentang malaikat.
      “Pujilah YAHWEH, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.” (Mazmur 103:20)
      “Malaikat YAHWEH berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” (Mazmur 34:7)
      “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Yeshua turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.” (Matius 28:2-3)
      Yeshua sendiri juga berbicara tentang bagaimana manusia dibawa pergi ke sorga oleh malaikat. “Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.” (Lukas 16:22)

      Saya teringat ketika masuk melalui gerbang sorga. Dengar, umat Yeshua…, tak pernah saya dapat melukiskan secara tepat betapa besarnya damai sejahtera dan sukacita yang ada di sana. Nyanyian, pujian dan sembah dan sukacita yang begitu besar. Saya yakin tak seorang pun di bumi dapat menggambarkannya secara tepat karena bumi belum pernah merasakan seperti apa sukacita yang ada di sorga itu. Sejak Taman Eden, bumi belum pernah mengalami damai sejahtera dan sukacita seperti yang ada di sorga. Tak ada yang namanya penyakit di sorga. Tak ada kursi roda di sana. Tak ada orang yang memiliki kelemahan jasmani di sana. Semua orang sempurna dan sangat cantik dan ganteng. Korupsi juga tentu tak ada di sana. Di sorga tidak ada tipu daya dan kebohongan. Tidak ada dosa karena  tidak mengijinkan dosa apa pun mendekati sorga.

      PENYEMBAHAN DI DEPAN TAKHTA

      Dalam kecepatan sangat tinggi malaikat pengawal membawa saya pergi lagi melintasi kawasan pepohonan rindang yang berbuah lebat di tepi Sungai Kehidupan. Tampak setiap pohon di situ penuh buah yang sangat bagus. Sambil berjalan, saya merasa seperti menjadi bagian dari irama musik yang sedang berkumandang. Di sorga, setiap saat terdengar irama musik dan selalu saja ada musik-musik dan nyanyian baru. Saya mendengar alunan musik berkesinambungan memuji. Malaikat berkata: “Kita akan berjalan di depan takhta untuk menyaksikan penyembahan kepada.”

      Di sepanjang jalan saya lihat orang-orang berdatangan dari berbagai penjuru sorga. Mereka katakan mereka datang untuk memuji “Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan.” Awalnya jumlah mereka beberapa ratus. Kemudian bertambahn menjadi beberapa ribu. Setelah itu membludak tak terhitung banyaknya. Kami berada di sebuah tempat yang diceriterakan oleh Rasul Yohanes dalam Wahyu 4:2-5, 10-11: “Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. “Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. “Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

      “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh . “Maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: Ya Yeshua dan  kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

      Tampak di depan sana ada awan kemuliaan  yang bergerak masuk dan keluar dari takhta. Bentuknya seperti ledakan bom atom yang berbentuk cendawan. Tapi setiap berkas awan kemuliaan itu berwarna-warni sangat menakjubkan. Sebentuk pelangi kemuliaan yang bersinar-sinar menudungi takhta itu. Dari situ keluar kuasa  yang amat dahsyat dan tak dapat saya temukan ungkapan yang pas untuk menggambarkannya. Saya tahu persis bahwa sosok yang tampak di dalam awan kemuliaan itu adalah representasi  Bapa.

      Ribuan tahun silam  menjadikan manusia menurut gambarNya: “Maka  menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar  diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:27) benar-benar mengambil tanah dari bumi ini dan membuatnya menjadi seorang manusia. Coba bayangkan kehadiran  ketika itu.
      “… ketika itulah YAHWEH  membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7)
      “Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:20)

      Karena Adam sendirian,  membuatnya tertidur lelap.  membuka bagian samping tubuhnya lalu mencopot satu dari tulang rusuk Adam lalu dengan ini Ia menciptakan Hawa, yaitu pendamping dan teman Adam semasa hidupnya, yang juga diciptakanNya sesuai dengan gambarNya (Kejadian 1:27). Bayangkan betapa mulianya manusia diciptakan menurut gambar!

      PERSIAPAN BAGI SANG RAJA

      Penyembahan di depan takhta itu menyaksikan betapa indah dan kudus  kita. Ketika kami tiba di tengah kerumunan orang banyak itu, saya melihat banyak malaikat berbaur di tengah orang banyak itu. Walau sangat besar jumlah orang di situ, suasananya tetap tertib. Para kudus dan malaikat terus menyembah dan memuji . Sungai Kehidupan yang mengalir keluar dari takhta itu bagai lautan kaca yang begitu bening dan kristal yang sangat indah. Tapi kaca itu mengalir karena tempat itu benar-benar sungai. Saya lihat orang-orang kudus, juga kuda-kuda putih dan berbadan besar dan sangat anggun. Kuda-kuda ini tubuhnya seperti terbuat dari pualam yang tak bercacat sedikit pun. Di atas punggung kudakuda ini terdapat selimut putih yang sangat rapi jahitannya dan pinggirannya dilapisi emas murni. Di mulut mereka tampak tali kekang yang terbuat dari emas. Mereka mengenakan perhiasan sangat indah di kaki dan di ekor. Kuda-kuda ini berridi tegap dan bersiap-siaga di depan takhta .

      Saya lihat ada 12 malaikat berdiri di depan takhta sambil membawa terompet dan nafiri yang tergantung di pinggang. Mereka mengenakan pakaian emas yang cahayanya mengalir keluar dan jubah-jubah itu bertabur batu-batu mulia. Tiba-tiba muncul berbagai jenis alat musik yang tak pernah dibayangkan oleh pikiran manusia. Banyak pula harpa terlihat di

      sana. Betapa indahnya tempat itu. Saya memperhatikan secara cermat siapa yang berada di tengah peralatan musik itu. “Oh, Allahku. Segala kemuliaan bagiNya. Haleluya.”

      SERUAN PENYEMBAHAN

      Dengar, umat Yeshua…, Roh Kudus menunjukkan kepada saya sesuatu secara amat jelas. Seorang perempuan berada di tengah kuda-kuda itu. Ia berdiri terdiam. Para malaikat di depan takhta , masing-masing mangangkat terompet dan nafiri lalu membunyikannya. Bunyi suara alat musik itu sungguh luar biasa indahnya mengiringi sorak pujian, lalu terdengar suara: Sekarang telah tiba saatnya untuk memberikan pujian syukur tertinggi, menyembah Dia dalam nyanyian dan tarian, menyembah Dia dengan musik, menyembah Dia karena kebaikanNya. Dia sajalah . Dialah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dia itu Penebus dosa semua umat manusia.”

      Pengumuman itu disambut dengan tiupan terompet dan sangkakala. Kemudian malaikat yang sedang membacakan pengumuman dari gulungan kitab itu berhenti dan sebuah tanda lain diberikan. Kuda-kuda yang mulia itu membungkukkan badan lalu berlutut. Kepala mereka serempak menunduk rapi dalam barisan sebagai penghormatan kepada .

      “… supaya dalam nama Yeshua bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.” (Filipi 2:10)

      “Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!’” (Wahyu 5:13)

      Kuda-kuda itu kemudian bangun lalu berlari berjingkrak-jingkrak di hadapan Yeshua. Mereka mengeluarkan semua kemampuan untuk memuliakan dan menyembah . Betapa aku rindu Anda juga menyaksikan semua ini. Dan  sungguh senang melihat penyembahan itu.

      MOTIVASI UNTUK MEMUJI

      Umat Yahweh, dengar…, saya yakin banyak di antara kita tidak menyadari sepenuhnya betapa  menyukai puji-pujian yang kita naikkan. Kita patut memuji , bukan karena telah terlepas dari semua kesusahan, melainkan karena kita memang mencintai Dia. Ketika kita menyembah Dia, kita tidak melakukan itu untuk kepentingan kita. Ketika kita memuji Dia karena segala peristiwa luar biasa yang telah Ia kerjakan di dalam hidup kita, sebetulnya kita mengalihkan fokus kita dari diri sendiri kepada . Dalam proses penyembahan barulah kita boleh menyadari bahwa Dialah satu-satunya Pribadi yang sanggup mengatasi semua masalah yang kita hadapi dan karena itu kita mempercayakan solusinya kepada Dia. Jadi, sebetulnya kita sangat beruntung dapat memuji dan menyembah Yeshua. Melihat gegap gempitanya kuda-kuda itu menyembah Yeshua, semua pemain musik di sorga turut memainkan alat musiknya. Sejumlah besar penyanyi mendendangkan lagu pujian. Gemuruh sorak pujian membahana lagi diiringi dentangan lonceng bersahutsahutan di seantero sorga. Berjam-jam suasana meriah itu terjadi dan semua tertuju pada.

      Betapa indahnya saya mendengarnya dan betapa bahagia hati saya ketika berada di tengah akolade pujian itu. Di sana, di tengah resonansi pujian itu ingatan tentang planet bumi ini seperti lenyap ditelan sukacita sorgawi. Kesusahan dan masalah sirna, kengerian tentang alam maut menghilang.

      TUGAS YANG  BERIKAN

      Saya menyadari bahwa  mempunyai suatu maksud yang harus saya kerjakan. Malaikat  menyentuh saya dan seketika itu juga tubuh saya kembali dikuatkan. Dia berkata: “Anak,membolehkan engkau melihat semua ini agar engkau mengingat dan merekam semua ini. Wahyu dan penglihatan dan mimpi diberikan kepadamu agar engkau memberitahukan kepada manusia di bumi tentang Elohimmu “segala sesuatu yang telah  sediakan bagi mereka ... yang mengasihi Dia dan melaksanakan perintah-perintahNya.” (I Korintus 2:9, Ulangan 7:9).

      Kemudian, umat Yeshua, dengar…, saya mendengar suara . Mendengar suaraNya saja saya sudah diliputi sukacita yang luar biasa. Bunyi suara  Bapa itu bagaikan gemuruh guntur, tapi saya mengerti kata-kataNya. Begitu mendengar suaraNya, saya langsung rebah dan bersujud, menyembah dan memuji Sang Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan.

      KITAB SUCI MENGAMINI

      Ketika saya kembali ke planet bumi dan merenungkan semua peristiwa dahsyat yang telah  tunjukkan, saya memeriksa Kitab Suci. Anehnya, di setiap lembar Alkitab, saya seperti sedang membaca sesuatu tentang sorga dan kebesaran . Beberapa ayat yang saya temukan adalah:

      “Hanya Engkau adalah YAHWEH! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu.” (Nehemia 9:6)
      “Bukankah  bersemayam di langit yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya!” “Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalanjalan
      sepanjang lingkaran langit!” (Ayub 22:12, 14)
      “… sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, YAHWEH memandang dari sorga ke bumi…” (Mazmur 102:19)
      “YAHWEH sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.” (Mazmur 103:19)
      “Biarlah semuanya memuji-muji YAHWEH, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.” (Mazmur 148:13)
      “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota  yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah…” (Ibrani 12:22)

      MAKHLUK-MAKHLUK SORGAWI

      Ini kisah nyata tentang apa yang terjadi pada saya. Malaikat Yeshua datang lagi dan berkata kepada saya: “Saksikanlah kebesaran Elohimmu.” Dengan cepat dia membawa saya lagi ke sorga melalui salah satu gerbang indah itu. Setiap gerbang itu terbuat dari mutiara tulen berhiaskan dekorasi amat cantik. Keindahan sorga itu tidak bisa diceritakan sepenuhnya. Kami berjalan melewati Sungai Kehidupan. Di sepanjang tepi sungai itu saya mendengar sorak pujian tak henti-hentinya. Sekali lagi saya dibawa ke depan takhta  yang seperti dikisahkan dalam kitab Wahyu. Luar biasa gemuruh pujian dan penyembahan di situ.

      Umat Yeshua…, takhta  yang saya lihat itu sama persis dengan apa yang dikatakan Alkitab.
      “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh. “Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.” (Wahyu 4:5-6)
      Sambil menyaksikan itu, saya mendengar paduan suara malaikat bergemuruh di sekeliling takhta itu. Malaikat-malaikat itu tak terhitung banyaknya. Lalu, saya melihat makhluk-makhluk sorgawi lainnya dan juga para tua-tua. Ada empat makhluk lain dan 24 tua-tua,
      sama persis dengan yang ditulis di dalam Alkitab:
      “Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa…” (Wahyu 5:11)
      “Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah …” (Wahyu 7:11)

      SERAFIM DI DEPAN TAKHTA

      Dalam perjalanan kali ini saya menyaksikan apa yang disebut seraf atau makhluk sorgawi di depan takhta . Mereka memiliki mata yang besar, ada yang di bagian depan dan ada yang di bagian belakang kepala mereka. Karena itu mereka dapat melihat ke depan dan ke belakang sekaligus. Mereka memiliki enam sayap. Ada yang wajahnya seperti singa, satu lagi seperti anak lembu, satu lagi berwajah manusia dan ada pula yang wajahnya seperti burung nasar yang sedang terbang. Perawakan mereka tinggi besar. Mereka bertempik-sorak, “Kudus, kudus, kuduslah, Yahweh Mahakuasa.”

      Saya merasa itu pemandangan aneh karena sebelumnya tak pernah saya melihat makhluk seperti itu. Tapi saya sadar betul bahwa  menciptakan mereka untuk tinggal di sorga. Saya memuji  karena karya dan kuasa-Nya yang luar biasa itu. Sungguh,  kita itu terlalu amat dahsyat. Saya rindu Anda memahami bahwa setelah memandang makhluk sorgawi itu saya mulai menyelidiki tentang mereka dan saya memukan pernyataan Rasul Yohanes yang menakjubkan di kitab Wahyu 4:6-8: “Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. “Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. “Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: Kudus, kudus, kuduslah Yeshua , Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

      TUGAS PARA SERAFIM

      Tugas dan pekerjaan para serafim – inilah juga tugas para tua-tua itu – adalah menyembah dan memuji , seperti yang diceritakan di dalam Alkitab. “Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: Kudus, kudus, kuduslah Yeshua , Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang. … (Wahyu 4:8-11)

      “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meteraimeterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi  dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. “Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi  kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.” (Wahyu 5:9-10)

      “… “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” “Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! “Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.” (Wahyu 5:11-14)

      [Saya kumpulkan ayat-ayatnya saja] (Wahyu 5:8; 6:1, 7:11-12; 15:6-8; 19:4-6)

      RIWAYAT PERJALANAN KE SORGA

      Yahweh Yeshua membawa saya ke sorga 10 kali. Saya tiba di sorga dalam kuasa. Ini semua terjadi segera setelah Dia membawa saya ke alam maut selama 30 malam.
      Perjalananku ke alam roh ini berlangsung dalam masa Paskah. Yeshua pertama kali muncul pada suatu subuh, antara jam 02:00 dan jam 05:00.

      Pertama-tama Dia membawa saya ke dalam alam maut untuk menunjukkan kepadaku tempat perhentian bagi semua manusia yang menolak atau tidak percaya kepadaNya. Artinya, manusia yang tidak percaya Yeshua tak akan pernah sampai ke sorga. Jadi, sebelum Dia membawa saya ke sorga, Dia terlebih dahulu membawa saya ke dalam perut bumi dan menunjukkan tempat tinggal orang mati. Tentang kunjungan ke alam maut ini telah saya bukukan dalam buku berjudul A Divine Revelation of Hell (Wahyu  tentang Naraka).

      Seusai melakukan perjalanan 30 malam ke dalam perut bumi yang penuh kengerian itu, selama 10 malam berikutnya Yeshua menunjukkan kepada saya tentang kemuliaanNya di sorga. Setelah itu masih ada lagi serentetan penglihatan yang Yeshua anugerahkan kepada saya. Semua yang saya tulis di dalam buku ini adalah kisah nyata yang saya alami sendiri dan dinyatakan oleh Roh  Yang Hidup. Dan  mempunyai tujuan bahwa Anda mendengarnya hari ini.

      Beberapa hal lain perlu saya ceriterakan di sini. Di sorga ada malaikat yang memiliki sayap dan ada juga yang tidak memiliki sayap. Setiap kali saya tiba di sorga, saya melihat setiap malaikat itu sedang sibuk mengerjakan sesuatu tugas. Mereka merampungkan semua tugas yang diberikan bahkan sampai hal-hal yang sangat rinci.  Setiap malaikat memiliki tugas tertentu, jadi tugas mereka berbeda-beda. Tapi yang sama adalah setiap mereka selalu memuji  dan mereka mengerjakan semua tugas itu dengan penuh sukacita walau tampak begitu sibuk. Misalnya, setiap kali jiwa-jiwa baru tiba di sorga, para malaikat menemui mereka dan mengantar mereka melewati Sungai Kehidupan. Jadi, ada malaikat yang tugasnya mengantar jiwa melewati Sungai Kehidupan. Malaikat pengantar ini menyerahkan jiwa-jiwa itu kepada malaikat-malaikat lain lagi yang tugasnya adalah memakaikan pakaian baru kepada jiwa-jiwa yang baru tiba tersebut. Pakaian keselamatan yang diberikan itu adalah “jubah kebenaran.” Setelah itu, malaikat pengantar membawa jiwa-jiwa itu ke sebuah ruangan lain bernama “ruang mahkota.” Di sini setiap jiwa akan menerima mahkota yang dipakaikan di atas kepalanya. Semua keagiatan ini berlangsung secara sangat tertib dan sangat indah pula. Dalam melakukan tugas ini, para malaikat selalu tampak girang dan kebahagiaan yang terpancar dari mereka amatlah sempurna.

      Saya tidak pernah melihat lonceng di sorga, tapi saya selalu mendengar bunyi lonceng berdentang. Malaikat bilang lonceng di sorga itu berbunyi setiap kali ada jiwa baru yang diselamatkan di bumi. Hal ini mereka namakan “sukacita sorgawi.”

      Selama 10 kali perjalanan ke sorga itu saya sering melihat meja-meja yang amat cantik. Saya tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan keindahan meja-meja itu. Di bumi ada banyak meja cantik seperti meja bergaya Victoria atau yang lain yang pernah Anda lihat, misalnya ada meja ditempatkan di sudut ruangan dan di atasnya ada vas bunga atau buku.

      Di sorga begitu juga. Tapi, bedanya adalah, meja-meja di sorga itu memiliki desain yang keindahannya tidak bisa diterangkan oleh manusia. Ada banyak sekali buku di sorga, juga banyak benda lain yang tak sanggup saya ceriterakan di sini.

      REKAMAN SORGAWI

      Dengar baik-baik, umat Yeshua…! Setiap kali engkau menolong seseorang misalnya dengan cara memberikan uang untuk kemuliaan Yeshua, atau setiap kali engkau membayar perpuluhan, itu semua dicatat di sorga. Saya tahu betul hal ini sebab ketika sampai di sana,

      Yeshua menyingkapkan suatu kejadian yang tidak akan terhapus dari ingatan saya.

      Di sana saya melihat banyak malaikat yang baru saja kembali dari bumi. Mereka membawa laporan dari berbagai pelosok planet bumi. Mereka kemudian pergi ke pusat dokumentasi dan menyerahkan laporan-laporan itu kepada malaikat pencatat untuk diarsipkan. Tapi sebelum itu, malaikat pembawa laporan akan membacakan laporannya. Malaikat pencatat kemudian bertanya: “Apakah benar engkau menyaksikannya sendiri hal itu? Apakah benar kejadiannya persis seperti yang engkau laporkan?” Setelah laporan itu dikonfirmasikan kebenarannya, barulah dimasukkan ke dalam kitab kehidupan dari jiwa-jiwa yang dilaporkan itu. Kitab-kitab ini lalu dibawa ke depan takhta. Tapi sebelumnya harus melewati suatu proses khusus. Saya masih ingat betul bahwa Roh Yeshua bergerak senantiasa di sorga. Roh itu jauh lebih besar dari apa pun di bumi. Itulah sebabnya Alkitab berkata: Kamu berasal dari  …, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (I Yohanes 4:4)

      Segala sesuatu yang ada di bumi ini sebetulnya diciptakan berdasarkan model yang sudah ada di sorga, tapi semua yang di bumi hanyalah pantulan atau bayang-bayang dari apa yang sesungguhnya yang ada di sorga. Misalnya musik di bumi ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan musik di sorga. Begitu juga puji-pujian serta kemuliaan yang ada di sorga tidak bisa dibandingkan dengan apa pun yang ada di seantero bumi.  memang menghendaki umatNya memuliakan Dia. Dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu,  menghendaki adanya keluarga besar  yang mencintai Dia. Sampai di sini Anda mesti camkan bahwa sorga hanya disediakan bagi orang-orang yang mengasihi Yeshua Ha Mashiah. Suatu hari nanti saya akan pergi lagi ke sana. Suatu hari nanti engkau pun akan pergi ke sana – jika engkau sudah bertobat dari semua dosamu dan jika Yeshua Ha Mashiah tetap tinggal di dalam hatimu. Hanya Yeshua sajalah yang dapat menghapus dosa manusia melalui darahNya yang kudus dan mulia. Berikut ini saya berbicara tentang darah Yeshua penghapus dosa manusia.

      DARAH YANG MENGHAPUS DOSA

      Di atas sudah saya jelaskan tentang ruangan arsip di sorga. Tapi saya mau memberikan informasi yang lebih rinci lagi. Di dalam ruangan itu ada beberapa malaikat duduk sambil bekerja. Di depan mereka ada ember-ember yang terbuat dari emas. Ini juga merupakan bagian dari kemuliaan sorgawi. Di depan malaikatmalaikat itu ada tumpukan-tumpukan buku. Di dalam buku-buku itu tampak marker (penanda bacaan) yang berisi pesan-pesan dari bumi tentang kehidupan seseorang. Setiap pesan itu harus diperiksa oleh seorang malaikat tinggi besar yang bertugas melakukan penyimpanan data. Saya melihat dua malaikat lain datang dari bumi sambil membawa pesan-pesan seperti yang tertulis di marker itu.

      Setiap kali seseorang lahir baru, maka satu pesan dituliskan tentang itu dan dibawa ke sorga. Ini terjadi ketika seseorang sungguh-sungguh bertobat dan menerima Yeshua di dalam hatinya. Ketika seseorang benar-benar bertobat dari dosa-dosanya dan meminta Yeshua menjadi Yeshua dan Juruselamatnya, maka di marker itu akan ditulis bahwa orang tersebut telah “menyerahkan hidupnya kepada Yeshua.”

      Malaikat yang mengawasi ember-ember emas itu kemudian mengambil sebuah buku dari tumpukan itu. Setiap malaikat itu memegang apa yang tampak bagai secarik kain yang dibasuh dengan darah. Ini representasi darah Yeshua. Kain berwarna merah darah ini juga memancarkan sinar kemuliaan dan kuasa. Kain ini tidak kelihatan menyeramkan walau basah karena darah, melainkan tampak sangat indah. Setiap malaikat itu kemudian meletakkan buku yang telah diambil itu di hadapannya dan, mulai dari halaman yang paling awal, malaikat itu menghapus tulisan-tulisan dalam buku itu dengan menggunakan kain berdarah itu. Hebatnya, walaupun kain penghapus itu berwarna merah, tapi halaman yang dihapus tidak ternodai melainkan menjadi putih bersih. Atas petunjuk , malaikat menghilangkan semua catatan lama di dalam buku-buku itu kemudian membuat catatan baru yang mengatakan bahwa orang berdosa ini benar telah dilahirkan kembali dan  tidak mengingat dosanya lagi. “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu

      oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” (Yesaya 43:25)

      Dengar, anak-anak. Sabda  itu benar.  benar-benar menghapus dosa-dosa kita. Suatu pemandangan yang sungguh indah melihat para malaikat itu bekerja membersihkan halaman demi halaman dalam buku-buku itu. Haleluyah, karena Yeshua menghapus dosa setiap kita yang percaya Dia. Sekali lagi saya mendengar gemuruh pujian. Lirik nyanyian itu sebagai berikut:

      Oh, nothing but the blood of Jesus can wash my sins away.
      Oh, nothing but the blood of Jesus can make me whole today.
      Oh, nothing but the blood of Jesus can cleanse me today.
      [Oh, hanya darah Yeshua yang dapat menghapus dosaku.
      Oh, hanya darah Yeshua yang dapat membuat aku lengkap kini.
      Oh, hanya darah Yeshua yang dapat membersihkan aku kini]
      Kemudian para malaikat bernyanyi:
      Another one’s been redeemed
      by the blood of the Lamb.
      Another one’s been saved from the Devil’s hand
      by the blood of the Lamb.
      Another one’s been saved from hell
      by the blood of Jesus Christ.
      [Satu jiwa lagi telah ditebus
      oleh Darah Anak Domba
      Satu jiwa lagi telah dilepaskan dari cengkeraman Iblis
      oleh darah Anak Domba
      Satu jiwa lagi telah dibebaskan dari naraka
      oleh darah Yeshua Ha Mashiah]

      Umat Yeshua, dengar…, jangan pernah merasa malu untuk meminta kuasa darah Yeshua. Dua ribu tahun silam darahNya dicurahkan untuk menghapus dosa kita. Sejak itu kuasa darah Yeshua tidak pernah berkurang. Yeshua telah mengalahkan Iblis satu kali untuk selama lamanya ketika Dia memberikan diriNya untuk digantung di salib menggantikan kita (Ibrani 7:2-7). Ha Mashiah turun dari sorga yang mulia. Dia dilahirkan oleh Perawan Maria. Dia menyerahkan diriNya agar kita dapat ditebus oleh da-rahNya yang mulia itu. Dia melakukan ini semua agar kita jangan dimasukkan ke naraka. Saudara bisa bayangkan betapa girangnya hati saya ketika menyaksikan dosa manusia dihapus oleh darah Yeshua. Bayangkan kejadian itu—semua catatan lama tentang dosa, kecemaran, semua yang kelam itu lenyap dan  tidak mengingat lagi semua dosa yang sudah terhapus itu.

      MEZBAH

      Saya sangat suka melihat mezbah Yeshua. Ketika saya berada di sebuah gereja yang dipenuhi Roh , saya melihat ada mezbah yang sangat indah. Indah mezbah itu karena saya menyadari pasti di sana sudah banyak airmata ditumpahkan. Di dalam Perjanjian Lama,  berulang kali memberi perintah untuk merobohkan mezbah-mezbah penyembahan berhala. “Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung  mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu. Jangan kamu berbuat seperti itu terhadap YAHWEH, Allahmu.” (Ulangan 12:3-4)

      Umat  diperintahkan untuk melenyapkan mezbah-mezbah penuh dosa yang tidak memuliakan . Mereka diperintahkan untuk menghancurkan semua mezbah yang tidak menghormati Dia dan mereka diminta mendirikan dan merawat mezbah untuk menyembah Dia. Hanya Yeshua sajalah yang dapat melakukan itu bagi kamu. Engkau tidak bisa melakukannya sendiri. Baca Hakim-Hakim 6:25-26: “Pada malam itu juga YAHWEH berfirman kepadanya: Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya. Kemudian dirikanlah mezbah bagi YAHWEH, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu.”

      MEZBAH DI JAMAN SEKARANG

      Dalam misi penginjilanku di seantero Amerika, saya selalu merenungkan tentang mezbah Yeshua. Ketika kita maju ke depan dan “curhat” kepada  sambil berlutut di altar gereja, kita tidak malu menghadapi Dia. Mezbah yang dikhususkan bagi Yeshua adalah tempat dimana kita dapat berada di dalam hadirat , tempat dimana kita dapat memanggil-manggil Dia dan mengakui semua dosa kita kemudian meminta pengampunan dariNya.

      Banyak di antara kita yang telah merasakan kehadiranNya yang amat dahsyat. Dia menjawab doa kita. Kadang-kadang kita juga merasakan tanganNya sedang merangkul diri kita. Ada sesuatu yang luar biasa tentang mezbah di dalam Perjanjian Lama. Di sana engkau hanya berlutut dan menyembah. Engkau juga bisa memuji  ketika berada di rumah atau di dalam mobil. Dimana pun engkau berada engkau dapat memuji Yeshua. Tapi saya ingin katakan satu hal: Mezbah adalah tempat dimana engkau dapat mengikat janji dan bersekutu dengan  dalam suasana akrab. Nabi-nabi dalam Perjanjian Lama mendirikan mezbah sebagai tempat dimana mereka dapat berseru kepada  meminta pengampunan bagi umat  dan juga bagi diri mereka sendiri. Di mezbah itu mereka lakukan pertobatan dan mempersembahkan korban curahan darah atas nama umat.  menerima pertobatan dan korban itu.

      Tapi karena Ha Mashiah telah mencurahkan darahNya sebagai korban yang paling tinggi maka kita tak perlu lagi memberikan korban curahan untuk penebusan dosa. Tapi tetap kita mesti bertobat dari semua dosa. Dan tempat paling baik untuk melakukan pertobatan itu adalah di mezbah atau altar. Karena itu, ketika melihat altar gereja, jangan segan-segan maju dan berlutut di sana untuk berdoa sebisa mungkin. Karena altar itu sangat berarti. Di setiap rumah mesti ada altar seperti itu, agar kita dapat senantiasa berbicara kepada  dan agar ada tempat untuk berduaan dengan. Setiap kali saya berkhotbah, saya selalu katakan: Jangan malu untuk maju ke altar ini, sebab di sini  akan berjumpa denganmu. Betul, Dia dapat menemuimu ketika engkau sedang duduk. Tapi ada nilai lebih tentang mezbah yang diurapi Yeshua dimana engkau dapat merendahkan diri, mengangkat tanganmu dan berkata: Yeshua, aku ada di sini. Pakailah demi kemuliaanMu.

      MENYEMBAH  SECARA TULUS

      Hatimu harus selaras dengan kata-katamu ketika engkau berdoa.  masih terus mencari orang-orang yang secara tulus mencintai dan memuji Dia.  masih terus mencari orang-orang yang mau berbalik dari jalan hidup yang jahat dan bertobat di hadapanNya. Dia masih mencari orang-orang yang mau menyembah Dia di dalam roh dan kebenaran. “Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (II Tawarikh 7:14)

      Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.  itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:23-24)

      Tuluslah di hadapan. Jujurlah kepadaNya. Ketika maju ke altar, jangan sekali-kali berlutut untuk berkata “Betty bersalah kepada saya,” atau “Joe membuat aku kecewa.” Tapi, katakan: “Bapa, akulah yang bersalah. Itu sebabnya aku ada di sini untuk memohon pengampunanMu.” Engkau sendiri harus mengampuni mereka yang menurut pendapatmu telah bersalah kepadamu. Yeshua rindu melihat umat yang dibebaskan agar mata yang buta dapat melihat dan telinga yang tuli dapat mendengar apa yang tengah dikatakan Roh kepada gerejaNya. (Wahyu 2:7).

      Kita sering mengalami banyak pencobaan dan guncangan hidup. Terkadang kita merasa bahwa si jahat itu telah mencuri semua kedamaian dari kita. Tapi  memberikan kepada kita ketabahan agar pada akhirnya kita menerima kemenangan. Ada banyak sekali tekanan di dalam hidup ini, tapi di dalam Yeshua ada kedamaian dan ketenteraman. Carilah gereja yang percaya pada kuasa Roh Kudus. Di sana engkau akan belajar tentang hikmat  dan terbebas dari masalah, penderitaan dan kesedihan. Sangat penting bagi setiap anak Yeshua untuk selalu bersekutu di gereja. Alkitab mengajarkan kita tentang pentingnya persekutuan seperti itu (Ibrani 10:25). Jangan pernah mengasingkan diri.  mengasihi kamu dan ada banyak orang kudusNya yang juga mengasihi kamu.

      SUKACITA YANG AKAN DINYATAKAN

      Bagian lain dari sukacita di sorga merupakan misteri ilahi yang akan dinyatakan kelak. Saya tidak dibolehkan untuk melihat bagian tersebut. Tapi yang pasti, dalam salah satu kunjungan saya ke sorga, saya melihat sendiri rumah-rumah megah dan istana-istana yang maha indah. Hanya sekejap saja saya dibolehkan melihat istana-istana indah itu. Kemudian saya dibawa ke suatu tempat dimana malaikat-malaikat sedang sibuk bekerja. Mereka mengerjakan berbagai macam pekerjaan. Tampaknya mereka baru saja tiba dari bumi dan masuk secara teratur. Setiap malaikat itu membawa berkas-berkas di tangannya.

      Terkadang juga malaikat membawa kitab-kitab yang penuh dengan catatan yang telah mereka tulis sendiri. Laporan dari bumi ini kemudian dibawa ke tempat-tempat tertentu untuk diarsipkan. Di antara arsip-arsip itu ada catatan tentang upah yang akan diterima semua orang kudus.

      Nanti, ketika Anda tiba di sorga, Anda akan diberikan upah untuk setiap pekerjaan yang telah Anda lakukan di bumi untuk kemuliaan Yeshua Ha Mashiah. Inilah sebabnya buku ini harus saya tulis. Saya tulis ini semua demi hormat dan kemuliaan Yeshua Yeshua Ha Mashiah. Saya ingin Anda mengerti betul tentang bagian misteri yang  perkenankan untuk saya saksikan.

      Benar, seperti kata Alkitab (I Korintus 13:9) bahwa sekarang kita hanya mengetahui sebagian saja dan kita hanya bernubuat sebagian saja, sebab waktunya belum tiba untuk mengetahui segalanya. Itu sebabnya  juga menyatakan hanya sebagian kecil dari misteriNya di sorga. Terpujilah nama Yeshua, sebab ketika nanti kita tiba di sana, di rumah kita yang abadi, semua pertanyaan kita akan terjawab, semua doa kita akan dijawab, semua kerinduan kita yang terdalam akan dipuaskan.

      PENGLIHATAN PARA NABI

      Saya mau berceritera tentang penglihatan saya mengenai para malaikat yang tengah bekerja. Saya rindu Anda mengerti tentang beberapa hal indah yang telah  nyatakan. Saya ingin membagikan kepadamu sukacita yaitu ketika kita tahu bahwa Yeshua menyediakan upah untuk semua orang yang bekerja bagi kemuliaanNya. Bapa di sorga begitu hebat karena Dia terus menyingkapkan banyak “rahasiaNya kepada hamba-hambaNya – para nabi” (Amos 3:7). Kerinduan Bapa di sorga adalah menyingkapkan semua ini kepada mereka yang peka terhadap wahyu-Nya dan mereka yang tergerak hati untuk menyebarluaskan pesanNya. “Beginilah firman YAHWEH, Raja dan Penebus Israel, YAHWEH semesta alam: Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada  selain dari pada-Ku. Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah  selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!” (Yesaya 44:6-8)

      “Lalu YAHWEH menjawab aku, demikian: Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.” (Habakuk 2:2)

      Ada banyak contoh di dalam Alkitab tentang bagaimana rindu menyatakan sesuatu kepada umatNya melalui utusan-utusan yang diurapiNya. Sabda Yeshua itu sungguh benar adanya.

      Menurut Alkitab, Daniel mendapat penglihatan: “… bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu …” (Daniel 7:1 NIV) “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab …” (Wahyu 1:11).

      Yesaya adalah seorang nabi besar yang membawa pesan penting untuk Yehuda karena keberaniannya dalam menyampaikan pesan Yeshua. Kitab Yesaya dimulai dengan kalimat: Penglihatan dari Yesaya anak Amos, yang dilihatnya mengenai Yehuda dan Yerusalem (Yesaya 1:1). Krena Yehezkiel mendapat penglihatan dari Yeshua (Yehezkiel 1:1), dia terpanggil dan diurapi untuk suatu misi nubuatan. , dalam belaskasihanNya yang tak terbatas, telah memandang perlu memanggil saya dan menyatakan penglihatan-penglihatan

      yang berasal dari diriNya sendiri. Saya bersyukur kepadaNya untuk hal ini. Ketika saya sedang berdoa dan meditasi, mencari kehendak  untuk hal-hal tertentu, Roh Kudus membolehkan saya mengetahui berbagai misteri sorgawi. Panggilan saya di dalam Yeshua adalah untuk menerima mimpi-mimpi, penglihatan dan wahyu untuk dibagikan kepada banyak orang. Sebagai salah satu hamba  yang diurapi, saya hanya mendeskripsikan tentang hal-hal yang  nyatakan kepada saya. Dan saya percaya seperti inilah peran alkitabiah yang harus saya turuti.

      Ketika Yahweh Yeshua Ha Mashiah menyatakan diri-Nya kepada saya, Dia memakai jubah putih yang berkilau-kilau, penuh cahaya kemuliaan dan kuasa. Tinggi badan Yahweh Yeshua, menurut yang saya lihat, adalah 6 kaki (6 x 12 inci = 180 sentimeter). JenggotNya amat rapi. Rambut-Nya lebat dan panjang, terurai lepas ke bahu. MataNya amat indah dan sorotan mataNya tajam menembus. Gambar Yahweh Yeshua yang paling mirip dengan wajah asliNya yang saya lihat itu adalah yang tergantung di lokasi Tembok Ratapan di Israel yang menggambarkan Dia sedang berdoa untuk orang-orang Yahudi dan Israel. Dia penuh dengan kasih sayang dan kepedulian terhadap kita semua, persis seperti yang digambarkan oleh pelukis di Israel itu. Baca Kisah Para Rasul 1:10: “Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka…”

      Bagaimana mungkin seseorang membaca dan tidak mempercayai apa yang dibacanya? secara terang-terangan menunjukkan kepada manusia tentang adanya malaikat ketika Yeshua terangkat ke sorga. Kita perlu mengerti bahwa  rindu untuk menyatakan kuasa kemuliaan dan karya-karyaNya yang ajaib kepada kita justru pada bagian akhir dari akhir zaman ini.  mempunyai banyak penglihatan untuk kita saksikan. Dia rindu menyampaikan semua kebenaran ini kepada kita supaya kita bersukacita dan bekerja di bumi dengan senang hati untuk Dia.

      MUJIZAT DI GEREJA

      Setelah semua penglihatan itu berlalu, saya mulai melayani di sebuah acara gereja. Saya tenggelam dalam doa dan meditasi yang kusuk. Pada malam itu, di gereja, saya melihat banyak malaikat datang. Mereka memegang pedang yang terbuat dari emas. Roh  kemudian berbicara kepada saya dengan sangat jelas: “AnakKu, ketika tiba saatnya umat ini berdoa, Aku akan menyembuhkan berbagai penyakit. Aku mau ini menjadi tanda dalam pelayananmu, bahwa penglihatan yang telah engkau lihat tentang naraka itu benar adanya. Sudah Kukatakan bahwa Aku akan memberi tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat seperti yang ditulis di dalam Injil Yeshua Ha Mashiah.”

      Sangat bahagia hati saya ketika mendengar itu. Ketika saya sedang berkhotbah, tampak seorang malaikat memegang sebuah kitab besar dan menulis semua yang saya khotbahkan. Tampak atap gereja itu terbuka dan di atas sana takhta  dapat dilihat dari tempat saya berdiri. Para malaikat di atas sana tampak sedang bertempik-sorak.

      KETIKA RANTAI DOSA DIPUTUSKAN

      Ketika tiba saatnya untuk maju ke depan altar, saya melihat para malaikat berjalan-jalan di tengah jemaat sambil membujuk mereka untuk berjalan ke altar dan menyerahkan hati kepada Yeshua Yeshua. Ketika malaikat menyentuh hati setiap individu yang sedang berlutut di altar itu, asap dosa hitam pekat mulai menguap keluar dari hati mereka. Menakjubkan pemandangan itu. Saya melihat juga rantai-rantai yang membelenggu jemaat. Sewaktu mereka menerima pengampunan, para malaikat memutuskan rantai-rantai dosa tersebut dan membuangnya ke luar. Semua rantai pengikat itu mulai putus ketika orang-orang itu mulai mengangkat tangan sambil mengaku dosa kepada Yeshua Yeshua. Ada lagi hal lain terjadi. Ketika Firman  saya bacakan, Firman itu tampak seperti pedang yang melompat keluar dari halaman-halaman Alkitab lalu menembusi tubuh setiap orang dan langsung menyembuhkan penyakit apa pun yang mereka derita. Saya sendiri juga heran. Tapi kemuliaan Yeshua memenuhi ruangan itu dan saya bersyukur Dia bekerja melalui mujizat-mujizat untuk menyalurkan berkat-berkat sorgawi ke bumi. Tangisan dan pujian naik dari semua sudut ruangan mengiringi penyelamatan jiwa-jiwa itu. Dalam banyak pelayanan saya di berbagai tempat di bumi,  selalu menunjukkan mujizatmujizatNya seperti ini dan banyak jiwa diselamatkan. Terpujilah nama Yeshua karena semua tanda ajaibNya itu. Saya yakin betul bahwa malaikat masih terus bekerja seperti itu, membantu saya melaksanakan pelayanan bagi hormat dan kemuliaan Yeshua Yeshua Ha Mashiah.

      FIRMAN

      Dalam banyak kebaktian yang saya kunjungi, saya melihat malaikat mengerjakan banyak hal indah. Perlu diingat bahwa malaikat adalah roh-roh yang melayani Yeshua. Mereka diutus untuk melayani semua orang yang mewarisi keselamatan (Ibrani 1:13). Suatu ketika saya melihat seorang hamba Yeshua sedang bernubuat. Ketika dia sedang bernubuat, membuka mata saya untuk melihat malaikat yang tengah berdiri di atasnya. Malaikat itu sedang mencurahkan ke atas kepala hamba Yeshua itu sesuatu yang tampak bagai minyak bercampur api yang keluar dari sebuah tabung berbentuk nafiri. Lalu saya melihat isi hati orang itu – penuh dengan firman. Firman itu keluar dari hati orang itu kemudian naik melalui kerongkongannya dan keluar melalui mulutnya. Saya lihat firman itu mengalir keluar dari mulutnya. Ketika firman itu menyentuh udara, firman itu berubah bentuk menjadi sebilah pedang tajam bermata dua. Seorang malaikat lain tampak sedang mencatat semua yang diucapkan oleh hamba Yeshua itu. Saya berkata: “Yeshua, ini benar-benar firmanMu yang keluar untuk umatMu di sini.” Tampak seorang malaikat lain lagi memegang Kitab Suci. Ketika hamba  itu berkhotbah, kata-kata dalam Kitab Suci itu melompat keluar, masuk ke dalam hati pengkhotbah itu lalu keluar melalui mulutnya dan kata-kata yang keluar itu pun berubah bentuk menjadi pedang bermata dua.

      Ketika hamba Yeshua itu berdoa bagi mereka yang sakit, Yeshua membuka mata saya untuk melihat sebuah bercak hitam di dalam paru-paru, kaki, liver atau bagian lain dari jemaat yang sakit. Pedang firman  yang keluar tadi menyentuh bagian-bagian tubuh jemaat yang sakit itu dan uap panas meluap keluar mengelilingi bagian tubuh yang sakit tersebut. Banyak kali ketika jemaat yang sakit didoakan, mereka merasakan panas seperti itu.

      Saya menyaksikan bagaimana penyakit di tubuh jemaat dibakar dan dilenyapkan oleh firman . Bagian tubuh yang sakit tadi menjadi sembuh ketika sel-sel baru dan kulit baru muncul menggantikan sel-sel lama yang tadinya terserang penyakit. Betapa indahnya menyaksikan cara Yeshua bekerja melalui mujizat seperti itu. Terpujilah nama Yeshua Yeshua.
      Beberapa waktu kemudian, saya berbicara dengan beberapa anggota jemaat yang disembuhkan. Ada yang berkata: “Saya disembuhkan secara sangat ajaib hari itu.”
      Benar, umat Yeshua, di sini, di bumi, kita hanya melihat secara samar-samar. Kita hanya dibolehkan melihat dan mengetahui apa yang  ijinkan untuk kita ketahui. Apa yang saya lihat di gereja itu hanyalah apa yang  perbolehkan bagi saya. Hormat dan puji dan syukur saya bagi Dia Yang Mahamulia.

      DATANG KE TAKHTA

      Saya menyadari betapa pentingnya peran para nabi di dalam dunia masa kini sama seperti peran mereka di dalam dunia masa lalu. Saya mulai menyadari pentingnya pelayanan seperti yang diberitakan dalam Efesus 4:11-12: “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Ha Mashiah.”

      Saya mengerti betapa pentingnya setiap kita sebagai sesama anggota dalam Tubuh Ha Mashiah. Alkitab berkata kita dapat datang dengan berani ke hadapan takhta anugerah  agar kita boleh memperoleh pengasihan dan anugerah untuk melayani sesama (Ibrani 4:16).

      Kata-kata itu meyakinkan kita bahwa kita memiliki keberanian untuk masuk ke dalam kekudusan melalui darah Yeshua (Ibrani 10:19), karena sesuai dengan hukum, hampir segala sesuatu mesti dimurnikan oleh darah dan tanpa darah yang tertumpah tak akan ada pengampunan (Ibrani 9:22). Kawan, saya bersaksi di sini bahwa semua ini adalah benar. Hanya darah Yeshua Ha Mashiah sajalah yang dapat melakukan pendamaian bagi jiwa manusia. Darah dan firmanNya bekerja bersama dalam anugerahNya.

      “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

      PERTOLONGAN DI MASA KINI

      Betapa seringnya kita membutuhkan pertolongan! Ada yang sakit secara fisik, ada pula yang sakit hati, ada lagi yang bergumul karena perceraian. Banyak yang berkabung karena kehilangan orang-orang yang dikasihinya, atau ada anak yang tersesat melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Ada masalah lain lagi seperti ketika tak ada harapan dari mana kita akan mendapatkan uang. Pada saat-saat seperti itu, kita membutuhkan pertolongan. Kita dapat datang dengan berani menghadap takhta  dan berdoa: Ya Allahku, aku membutuhkan uluran tanganMu.

      Dalam penglihatan yang  berikan kepada saya tentang berbagai kejadian di muka bumi, setiap kali ada hamba Yeshua berkeluh-kesah, Firman  ada di sana. Seorang malaikat yang memegang sebuah Kitab Suci besar datang ke situ. Malaikat itu membuka firman  lalu menempelak wajah Iblis dengan firman itu. Si Iblis biasanya muncul dalam bentuk roh jahat atau pun ular.

      Ketika malaikat membuka Kitab Suci, Iblis langsung terpental dan menjerit, karena dia tahu betul bahwa malaikat itu sedang menggunakan pedang tajam bermata dua. Tidak semua mujizat itu terjadi pada setiap gereja yang saya layani. Dalam roh biasanya saya dapat melihat hal-hal yang terjadi di berbagai tempat yang jauh di bumi. Kadang saya tak tahu tempat apa yang tengah saya lihat di dalam roh atau kapan hal-hal ajaib itu terjadi. Puji syukur kepada Bapa di sorga sebab Yeshua Yeshua telah mengalahkan Iblis secara tuntas demi kita semua, agar kita boleh memperoleh kelepasan dan hidup kekal. Dengan itu kita kini boleh secara berani menghadap takhta  yang penuh anugerah itu di tempat mana pun kita berada.

      KUASA NAMA YESUS

      Melalui Kitab Suci, belas kasihan dan anugerah  tersedia secara nyata demi menyembuhkan semua penyakit yang kita derita. Saya rindu saudara bersemangat di dalam firman  pada hari ini. Jika saudara mempunyai suatu keperluan, datanglah dengan berani menghadap takhta kemurahan  dan mintalah Dia menolong saudara. Sebab malaikat-malaikat  adalah rohroh yang melayani yang diutus untuk melayani semua orang yang menjadi ahli waris keselamatan (Ibrani 1:14). Saya yakin betul akan hal ini sebab saya mengalaminya. Saya sudah melihat semua itu di dalam roh berulang kali. Ketika kita berseru kepada Yeshua, Dia mengutus malaikat-malaikatNya untuk menolong kita melalui kuasa dan kebesaran firman dan rohNya. Ketika setan-setan telah dibuang keluar dari diri seseorang yang dilayani, saya melihat roh-roh jahat menyembul keluar bagai bayang-bayang hitam dalam penampakan. Ketika nama Yeshua disebutkan, saya sering melihat malaikat menyeret keluar roh-roh jahat itu lalu mengikat mereka dengan rantai. Spontan saya berseru: Oh Yeshua, betapa berkuasanya firmanMu untuk menyelamatkan umatMu dari belenggu kuasa jahat.

      Firman Yeshua sajalah yang mengerjakan semua ini. Dan itu adalah kata-kata yang Yeshua ucapkan. Hanya di dalam nama Yeshua yang berkuasa itu semua kuasa kegelapan takluk. Sekarang, panggillah Yeshua. Sebutlah namaNya, maka Dia akan menolong saudara. Engkau akan dilahirkan kembali dan dibebaskan dari dosa-dosamu agar dapat memiliki istana megah di sorga. Suatu ketika saya berada di Malaysia. Orang-orang di sana sangat haus akan firman Yeshua. Dan saya sadar bahwa dengan kehadiran  di sana banyak orang akan melihat mujizat. Kemuliaan Yeshua tercurah ke atas Malaysia ketika itu bagai hujan yang deras. Roh Kudus bergerak di antara umat yang berhimpun di sana dan menyelamatkan banyak jiwa. Banyak orang terjatuh dari kursinya dan tersungkur ke tanah ketika mereka menerima Yeshua Yeshua. Banyak jiwa diselamatkan ketika kuasa Yeshua menyentuh mereka. Betapa hausnya mereka akan firman! Mereka bergegas ingin segera dilahirkan kembali dan mengundang Yeshua ke dalam hati mereka. Kuasa Yeshua bekerja dahsyat dalam kunjungan itu.

      MEMBENCI OKULTISME

      Saya rindu saudara merenungkan ayat-ayat berikut ini: Kemudian bergeraklah Malaikat , yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.” (Keluaran 14:19-20)

      Anak-anak Yahweh,  dengar! Tidak tahukah kamu bahwa Yeshua rindu untuk mengerjakan mujizatNya dalam hidupmu pada hari ini juga, sama seperti yang Dia lakukan di masa lalu? Sadarkah kita bahwa sering kita mengabaikan hal ini yang mestinya sudah mendatangkan keuntungan bagi kita? Hal-hal indah yang Yeshua sediakan bagi kita justru sering tidak kita hiraukan.

      Berbagai jenis ilmu sihir, perdukunan dan sejenisnya begitu marak di negeri ini. Hal-hal ini disodorkan oleh Iblis sebagai jawaban untuk memuaskan hati banyak orang. Orang jaman sekarang mencari petunjuk dari berbagai sumber tentang kehidupan mereka. Tapi saya mau tegaskan kepada saudara hari ini: itu benar-benar ada dan Dia sajalah yang sungguh benar. Dia tidak mengijinkan kita untuk mencari pertolongan dari sumber lain. Bapa di sorga membenci semua praktek okultisme, sihir, perdukunan dan apa pun namanya di dunia.

      “Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah YAHWEH, Elohimmu.” (Imamat 19:31)

      Sangat besar dosanya dan salah besar apabila saudara mencari pertolongan atau petunjuk melalui medium atau alat Iblis. Sebab malaikat Yeshua itu nyata dan diutus untuk melayani kita demi keselamatan kita.

      “… sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.” (Mazmur 91:11)

      “… dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.” (Yesaya 63:9)

      “Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Elohimnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah  manapun kecuali  mereka.” (Daniel 3:28)

      PASUKAN MALAIKAT SORGA

      Ketika Yahweh Yeshua menyingkapkan alam maut kepada saya, dapat saya saksikan dengan mata rohani saya bahwa rumah saya di bumi dikawal oleh firman  yang ditulis di udara. Tiga pasukan malaikat Yeshua mengawal rumah saya. Ada yang duduk, ada yang sedang bercakap-cakap dengan temannya. Satu pasukan lainnya yang tampak sangat berwibawa dan berkuasa juga tampak mengawal rumah itu. Jadi ada tiga pasukan malaikat yang mengawal rumah saya ketika roh saya dibawa ke alam maut dan ke sorga.

      Kelompok yang ketiga berdiri begitu rapat satu dengan lainnya. Sayap mereka bersentuhan dan wajah mereka menghadap keluar. Malaikat dalam group ini sangat besar perawakannya dan tampak bagai jawara-jawara perang yang gagah perkasa. Mereka memiliki pedang yang tergantung di pinggang. Dan setiap kali sebuah bayangan hitam mencoba mendekati rumah itu, mereka serempak mencabut pedang, bersiap melindungi keluarga saya.

      Pedang yang mereka tarik itu sebetulnya adalah firman. Ingat, pedang Roh” adalah “firman .” (Efesus 6:17). Pedang firman  itu ketika ditarik keluar dari sarungnya menyerupai nyala api yang akan menghanguskan musuh. Dan musuh akan hancur lebur dan menjadi debu.

      Saya teringat firman  di dalam Maleaki 4:3 yang membuat saya kagum. Ingat, ketika  mengirimkan firmanNya, maka Petrus yang terbelenggu di dalam penjara dibebaskan oleh malaikat.

      Baca kisahnya dalam Kisah Para Rasul 12:7-11: “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Yeshua dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: Bangunlah segera! Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. “Lalu kata malaikat itu kepadanya: Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu! Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku! “Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

      “Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. “Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. “Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: Sekarang tahulah

      aku benar-benar bahwa Yeshua telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”

      Baca juga II Raja-Raja 6:17: “Lalu berdoalah Elisa: Ya YAHWEH: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka YAHWEH membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.”

      MALAIKAT DAN FIRMAN
      Untuk merenungkan tentang peran malaikat  di dalam kehidupan manusia, baca ayat-ayat berikut ini:
      “Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Yahweh nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Matius 1:20)
      “Kemudian YAHWEH menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat YAHWEH dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.” (Bilangan 22:31)
      “Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikatmalaikat
      dengan dia.” (Kejadian 32:1)
      “… dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yeshua terbaring.” (Johanes 20:12)
      “Kemudian berkatalah seorang malaikat Yeshua kepada Filipus, katanya: ‘Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.’ Jalan itu jalan yang sunyi.” (Kisah Para Rasul 8:26)
      “Karena tadi malam seorang malaikat dari , yaitu dari yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku…” (Kisah Para Rasul 27:23)

      Karena itu, saudaraku, sebagai pengikut Yeshua kita perlu memahami betul bahwa kita dilindungi secara sangat sempurna. Kita perlu mengerti bahwa  telah menyediakan segala sesuatu untuk kita melalui firmanNya yang kudus itu.

      Apabila Anda memerlukan pertolongan, datanglah kepadaNya dengan berani. Di sana, di takhta kemurahan , dalam nama Yeshua Ha Mashiah, kita dapat meminta apa yang kita inginkan. Apabila saudara dan saya membutuhkan bantuanNya, Dia akan selalu menyediakan itu. Dia gemar menolong kita ketika kita memelihara dan menjalankan perintah-perintahNya dan melayani Dia.

      KENANGAN TENTANG ALAM MAUT

      Saya ingat waktu saya menyelesaikan perjalanan ke dalam alam maut, sebelum Yeshua membawa saya ke sorga, selama beberapa hari saya terguncang dan sakit. Setiap malam saya tak ingin lampu dimatikan dan harus ada Alkitab di samping ketika saya tidur. Dan saya terus membaca Alkitab. Jiwa saya benar-benar goyah karena membayangkan semua peristiwa mengerikan di alam maut itu. Tapi setiap kali saya mengalami guncangan jiwa seperti itu, suara Yeshua selalu terdengar: “Damai sejahtera atasmu. Tenanglah.” (Markus 4:39). Dan seketika itu damai sejahtera Yeshua mengalir ke dalam diri saya. Tapi beberapa saat kemudian masih saja saya terkenang lagi akan kengerian naraka lalu menjerit ketakutan. Tapi kemudian saya meyakini bahwa saya tidak sendirian sebab Yahweh Yeshua selalu ada di sini di samping saya. Hal itu tidak lantas berarti saya setiap saat merasa kuat dan tak takut lagi. Masih saja saya kadang tidak merasakan kehadiran Yeshua. Kadang saya begitu takut sehingga mengharapkan kehadiran Yeshua pun seperti membuat saya ketakutan – takut kalau nanti Dia membawa saya ke alam maut lagi.

      Awalnya orang-orang tidak mau mendengar kalau saya berbicara tentang perjalanan ke alam maut itu. Saya harus memohon-mohon dan berkata: “Tolong bertobatlah dari dosa-dosamu sebelum semuanya terlambat.”

      Sangat sukar bagi siapa pun untuk mempercayai cerita saya  tentang siksaan di alam maut yang telah saya alami sendiri. Lebih sulit lagi bagi mereka untuk percaya bahwa Yeshua sudah menyuruh saya menuliskan pengalaman itu dalam buku. Tapi Yeshua kemudian meyakinkan saya bahwa Dia adalah Yeshua yang menyembuhkan. Walau awalnya saya tidak yakin akan dapat pulih dari trauma alam maut itu, tapi akhirnya kesembuhan dari Yeshua tiba juga dan saya disembuhkan secara sempurna.

      PLANET BARU

      Setelah itu, Yeshua datang lagi kepada saya. Dalam sekejap, kami naik tinggi di luar angkasa. Yeshua berkata: “Aku akan menunjukkan kepadamu tentang cinta kasih dan kebaikan  dan tentang beberapa kawasan lain di sorga. Aku mau engkau melihat pekerjaan-pekerjaan besar yang sudah Kulakukan yang semuanya sangat indah; karena itu perhatikanlah.” Seorang malaikat Yeshua kemudian tampil dan berkata: “Pandanglah betapa baiknya Yeshua,  Eohimmu. Kasih setiaNya tetap selama-lamanya.”

      Perasaan kasih sayang dan kelembutan yang amat sangat mengalir keluar dari malaikat itu dan membuat saya hampir menangis ketika dia berkata lagi: “Lihatlah kuasa dan kedahsyatan dan kebesaran. Baiklah kutunjukkan kepadamu tempat yang telah Dia sediakan bagi anak-anakNya.” Tiba-tiba sebuah planet besar muncul di depan kami. Planet baru ini besarnya sama seperti planet bumi.

      “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari , yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.” (Wahyu 21:1-2)

      MENGASIHI ANAK-ANAK

      Sambil mengamati planet yang muncul itu, saya mendengar Bapa berbicara: Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu. Bapa dan Anak adalah satu. Bapa dan Roh Kudus adalah satu. Aku mengutus AnakKu untuk mati di kayu salib agar tak seorang pun yang harus binasa. Aku akan menunjukkan kepadamu tempat yang telah Kusediakan bagi anak-anakKu. Aku sangat peduli terhadap semua anak-anak. Aku peduli ketika seorang ibu kehilangan anaknya, sekalipun buah kandungannya lahir sebelum waktunya. Ingat, Aku mengetahui segala sesuatu. Dan Aku peduli. “Mulai sejak ada kehidupan di dalam kandungan, Aku tahu. Aku tahu tentang bayi-bayi yang dibunuh ketika mereka masih di dalam rahim ibunya – bayi-bayi yang diaborsi karena tidak dikehendaki kehadirannya. “Aku tahu tentang bayi yang meninggal ketika lahir dan yang lahir cacat. Dari sejak terjadi pembuahan, sudah ada jiwa di situ. Malaikat-malaikat Ku-utus untuk turun dan membawa anak-anak yang meninggal itu kepadaKu. “Di sorga, mereka disayangi dan mereka tumbuh menjadi manusia sempurna. Aku memberikan kepada mereka tubuh yang lengkap dan memulihkan bagian manapun dari tubuh mereka yang cacat ketika dilahirkan. Aku memberi mereka tubuh yang sempurna.”

      SEKOLAH MALAIKAT

      Di seantero planet yang muncul itu ada perasaan saling menyayangi, rasa menjadi manusia sempurna. Segala sesuatu yang ada di situ amatlah sempurna. Di sana-sini di tengah rerumputan hijau lebat dan kolam-kolam air kristal terdapat tempat-tempat duduk yang terbuat dari pualam, dilengkapi bangku-bangku kayu yang amat mulus tampaknya.

      Sejauh mata memandang, saya melihat anak-anak tengah sibuk dengan berbagai kegiatan. Setiap anak mengenakan jubah putih yang tak bernoda sedikitpun. Mereka memakai sandal. Jubah-jubah mereka sangat berkilauan sehingga memancarkan cahaya gemerlap yang terpantul di planet itu. Warna-warni cantik di semua tempat menambah aksentuasi cemerlang pada jubah anak-anak itu. Pintu gerbang ke sana dijaga para malaikat dan nama anak-anak ini lengkap tertulis di dalam sebuah kitab.

      Saya melihat ada anak-anak yang tengah bersekolah – mempelajari firman . Ada juga sedang belajar memainkan berbagai alat musik. Buku pelajaran musik yang mereka gunakan terbuat dari emas. Saya terperanjat melihat berbagai jenis binatang berlari menghampiri anak-anak itu lalu duduk atau berbaring di dekat anak-anak yang sedang bersekolah di sekolah malaikat tersebut. Tak satu pun anak di situ yang menangis. Tak satu pun tampak bersedih sebab suasananya sangat menyenangkan dan kebahagiaan menyelimuti seluruh tempat itu.

      Setelah beberapa saat, malaikat menunjukkan planet bercahaya terang benderang yang muncul di depan saya. Ini bagaikan batu cahaya yang disinari jutaan bintang. Segala sesuatu di planet ini amat indah, menyenangkan dan hidup. Dari kejauhan tampak dua gunung yang seluruhnya terdiri dari emas murni. Lebih dekat ke arah saya tampak dua gerbang yang juga terbuat dari emas murni. Gerbang-gerbang itu ditaburi berlian dan banyak batu mulia lainnya. Saya baru menyadari bahwa inilah bumi baru yang diberitakan dalam Akitab dan kota yang tampak sangat anggun di planet itu adalah Yerusalem Baru – Kota  yang akan turun ke bumi.

      PEMERINTAHAN YAHSHUA HA MASHIAH

      Dalam sekejap saya tiba kembali di bumi lama, yaitu bumi yang keadaannya akan seperti menjelang masa Kesukaran Besar tapi sebelum Perang Armageddon memurnikannya. Di situ saya melihat Yerusalem, ibukota Milennium (seribu tahun). Dalam penglihatan itu tampak banyak orang datang dari tempattempat jauh dan dekat, semuanya berusaha masuk ke dalam kota tersebut. Raja di kota itu adalah Yeshua. Dan semua bangsa di atas bumi membawa kepadaNya banyak hadiah sebagai penghormatan kepadaNya. Di situ Dia diakui tidak hanya sebagai raja, tetapi Raja Segala Raja.

      Yahweh Yeshua kemudian menjelaskan arti dari penglihatan itu kepada saya dan menerangkan tentang apa yang akan segera terjadi. Yeshua berkata: “Tak lama lagi Aku akan kembali dan membawa balik ke sorga pertama-tama orang-orang benar yang sudah meninggal. Setelah itu, mereka yang masih hidup akan diangkat untuk berjumpa denganKu di angkasa. Setelah itu, Antikris akan muncul dan memerintah bumi selama waktu yang telah ditetapkan. Di masa itu akan ada kesukaran dan penderitaan amat besar seperti yang belum pernah terjadi dan tak akan terjadi lagi. “Kemudian Aku akan datang kembali bersama orang-orang kudusKu, dan Setan akan dicampakkan ke dalam jurang yang tak berujung untuk tinggal di situ selama seribu tahun. Dalam masa seribu tahun itu Akulah yang akan memerintah seluruh bumi. Aku memerintah dari Yerusalem. “Di akhir masa seribu tahun itu Setan akan dibebaskan untuk satu masa, tapi Aku akan mengalahkan dia dengan gemerlap cahaya kedatanganKu. Lalu, bumi yang lama ini akan lenyap. Tapi, akan ada bumi yang baru dan Yerusalem Baru yang akan turun dari sorga dan Aku akan memerintah untuk selama-lamanya.”

      KEDATANGAN KEMBALI YESUS KRISTUS

      Dalam penglihatan lain setelah itu, saya menyaksikan apa yang akan terjadi, yaitu kembalinya Yeshua Yeshua Ha Mashiah ke bumi. Saya mendengar Dia memanggil. SuaraNya bagai bunyi terompet yang menggelegar dan saya mendengar juga suara penghulu malaikat. (ITesalonika 4:16). Mendengar bunyi dahsyat itu, seluruh planet bumi bergetar dan dari kubur keluar semua orang kudus yang diangkat naik ke angkasa untuk bertemu Yeshua. Berjam-jam gemuruh terompet itu saya dengar. Bumi dan laut menyerahkan semua orang yang terkubur di sana (Wahyu 20:13).

      Yahweh Yeshua Ha Mashiah tampak berdiri di atas awan-awan. Gaun luar jubahnya berbentuk nyala api dan kemuliaanNya memancar keluar penuh keagungan. Terompet terus membelah udara dan sambil mengamati itu semua saya lihat orang-orang benar yang masih hidup juga terangkat ke angkasa untuk bergabung.

      “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yeshua telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yeshua akan dikumpulkan  bersama-sama dengan Dia. “Ini kami katakan kepadamu dengan firman Yeshua: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Yeshua, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu

      malaikat berseru dan sangkakala  berbunyi, maka Yeshua sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Ha Mashiah akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Yeshua di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Yeshua.” (I Tesalonika 4:14-17)

      Saya melihat orang-orang yang sudah ditebus itu bagai jutaan titik cayaha berkumpul di suatu tempat di angkasa raya. Di sana malaikatmalaikat memberikan jubah baru yang putih bersih kepada mereka semua. Mereka bertempik-sorak setelah mengenakan pakaian baru itu.

      Malaikat-malaikat memang ditugaskan untuk melayani mereka. Dan para malaikat itu tampak memberikan perhatian khusus kepada semua orang yang baru bangkit tersebut. Orang-orang ini menggunakan tubuh baru yaitu tubuh mulia. Tubuh baru itu mereka dapatkan ketika mereka terangkat ke angkasa. Suatu tempik-sorak kegirangan yang bergemuruh terdengar memenuhi langit sementara para malaikat bernyanyi: “Glori bagi Raja Segala Raja.”

      REPRESENTASI TUBUH KRISTUS

      Dalam penglihatan lain saya melihat sesosok tubuh rohani yang besar jauh tinggi di sorga. Itulah Tubuh Ha Mashiah yang berada dalam posisi terlentang. Dari sana mengalir darah ke bumi. Ini adalah representasi dari tubuh Yeshua kita yang telah disembelih dahulu.

      Tubuh ini terus bertambah besar sampai memenuhi seantero sorga. Jutaan jiwa yang sudah ditebus masuk ke dalam tubuh tersebut. Saya memandang penuh kekaguman ketika jutaan orang menaiki tangga dan masuk menjadi satu dengan tubuh itu. Mereka masuk mulai dari bagian kaki terus ke lutut, lengan, perut, jantung, dan terus ke kepala. Ketika tubuh itu sudah penuh, tampaklah bahwa tubuh itu berisi manusia dari berbagai penjuru planet bumi. Dengan suara yang menggelegar, orang-orang itu bernyanyi memuji Yeshua seperti yang ditulis dalam Alkitab: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi  dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi  kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.” (Wahyu 5:9-10)

      Jutaan manusia tampak berhimpun di dekat takhta  dan saya melihat para malaikat membawa kitab-kitab yang berisi vonis pengadilan. Ada juga kursi pengasihan dan banyak pula upah yang diberikan kepada banyak orang. Sambil memandangi itu penuh kekaguman, tiba-tiba kegelapan menutupi seluruh bumi lalu kuasa-kuasa kegelapan beterbangan ke semua penjuru. Roh-roh jahat yang tak terhitung banyaknya dilepaskan dari penjara alam maut dan membludak menumpuk di bumi. Lalu terdengar suatu suara lain berkata, seperti dalam Wahyu 12:12: “Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! Karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

      JURANG MAUT

      Kemudian saya melihat seekor binatang buas yang sedang marah. Dia menumpahkan geramnya ke atas bumi. Alam maut bergetar karena murka binatang itu. Lalu, dari jurang maut muncul sejumlah besar rombongan makhluk jahat. Jumlahnya sangat banyak sehingga bumi menjadi gelap pekat. Tampak manusia baik laki-laki maupun perempuan berlari menjerit mencari bukit dan gunung dan gua-gua persembunyian. Lalu berkobarlah peperangan besar di bumi di tengah kelaparan dan bayang-bayang kematian.

      Sesudah itu tampak kuda-kuda mulia dan kereta berapi di sorga. Bumi terhuyung-huyung sementara matahari menjadi gelap dan bulan berubah seperti darah (Wahyu 6:12). Lalu, tampil seorang malaikat sambil berseru: “Dengar, wahai penduduk bumi, Sang Raja sedang datang.” Setelah pengumuman itu, tampak Raja Segala Raja dan Yeshua Segala Tuan muncul di angkasa. Bersama Dia dalam kemuliaanNya itu banyak orang kudus dari berbagai jaman dan masa, semua mengenakan jubah putih bersih.

      Betul seperti kata Alkitab (Wahyu 1:7) bahwa semua mata akan memandang Dia dan semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengakui (Roma 14:11) bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Yeshua. Kemudian tampak para malaikat mengacungkan sabit untuk menuai gandum yang telah matang (Wahyu 14:14-19) dan inilah akhir dunia ini. Umat Yahweh … saya yakin kita mesti saling mengasihi. Kita mesti berdiri teguh di dalam kebenaran dan mengoreksi anak-anak kita untuk menyadari bahwa Yeshua Yeshua akan segera datang. Setuju atau tidak, Raja Segala Raja itu pasti datang.

      PERMINTAAN TERAKHIR YESHUA HA MASHIAH

      Yahweh Yeshua berkata kepada saya: “Bertobatlah dan kalian akan selamat, karena kerajaan sudah hampir tiba. KehendakKu dan FirmanKu akan terlaksana. Siapkanlah jalan bagi Tuhanmu.” Kemudian Dia berkata lagi, persis seperti dalam ayat-ayat berikut: “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada  yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” (I Timotius 6:17).

      “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” (Galatia 5:16).

      “Jangan sesat!  tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (Galatia 6:7-8).

      “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap

      semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan . Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Ha Mashiah Yeshua, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:19-24).

      Yahweh Yeshua melanjutkan perkataanNya: “Ketika Firman sudah digenapi, maka kesudahan itu tiba. Tak seorang pun tahu hari dan jam ketika Anak  akan turun ke bumi lagi. Anak pun tidak tahu kapan Dia akan ke bumi lagi sebab hanya BapaKulah yang mengetahuinya. Firman ini sedang digenapi secara cepat. Datanglah seperti seorang anak kecil biar Aku membersihkan kalian dari dosa-dosa kedaginganmu.

      “Katakanlah kepadaKu: Yahweh Yeshua, masuklah ke dalam hatiku dan ampunilah aku dari semua dosaku. Aku tahu aku orang berdosa, karena itu aku bertobat sekarang. Basuhlah aku dalam darahMu dan bersihkanlah aku. Aku telah berdosa terhadap sorga dan di hadapanMu aku tak layak disebut anak. Sekarang aku menerima Dikau dalam iman sebagai Juruselamatku.”

      “Aku akan menjadi Gembalamu dan engkau akan menjadi umatKu. Dan Aku akan menjadi Allahmu. Bacalah firman  dan janganlah meninggalkan persekutuan. Serahkanlah seluruh hidupmu kepadaKu maka Aku akan menjagamu. Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau.”

      BERSIAPLAH MENEMUI

      Kekasih Yeshua, dari lubuk hati yang terdalam saya telah membagikan kepadamu penglihatan dan wahyu yang diberikan kepada saya oleh  Yang Mahakuasa.

      Saya dapat simpulkan bahwa  sangat menyayangi kita semua. Dia telah menunjukkan kasih setiaNya kepada kita melalui FirmanNya dan melalui penglihatan-penglihatan di hari-hari terakhir ini. Anak-anak yang dikasihi Yeshua, kita mesti bersiap-siap untuk berjumpa dengan Yeshua kita. Setiap saat kita mesti merindukan kedatanganNya. Saudara dan saya mengetahui semua kesusahan, tanda-tanda akhir jaman dan masa dimana kita kini berada. Perhatikanlah dengan seksama berbagai kejadian di dunia saat ini. Tak pernah ada masa seperti yang sekarang sedang kita alami. Semua ini adalah penggenapan dari apa yang tertulis di dalam Alkitab. Oleh sebab itu, dengan segenap hati saya menganjurkan saudara yang sedang membaca buku ini untuk bersiap diri karena tak seorang pun tahu kapan Anak Manusia akan tiba. (Matius 25:13). Suka atau tidak, setuju atau tidak, Yeshua Ha Mashiah pasti datang lagi. Dan tak ada kuasa atau kekuatan apa pun di seluruh alam semesta ini yang dapat menghalangi Dia. Yeshua Ha Mashiah sang Maharaja alam semesta itu tidak membutuhkan persetujuan manusia untuk melaksanakan rencana kedatanganNya. Dia pasti akan datang ke dunia sebagai Hakim Yang Adil. Dan hanya Dia satu-satunya jalan untuk manusia dapat sampai ke sorga. Sebab Dia bersabda: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

      Ingat perkataan malaikat kepada saya waktu di sorga, bahwa apabila kita hidup kudus, kita akan berjumpa dengan semua orang terkasih yang sudah mendahului kita. Ingat juga bahwa apa pun yang kita kerjakan di bumi untuk Yeshua pasti dicatat di sorga. Dan upah kita di sorga pasti lebih besar daripada upah apa pun yang dapat kita terima di bumi, sebab semua perbuatan kita di bumi dicatat oleh para malaikat Yeshua.

      Banyak kali para penginjil, pengkhotbah, dan guru agama harus meninggalkan sanak keluarga untuk memberitakan firman Yeshua sambil mengalami berbagai kesulitan. Yeshua tahu semua itu karena Dia melihat semua itu. Dia juga tahu betapa kita sering ditolak atau tidak diperlakukan dengan baik. Tapi jangan khawatir, sebab kita tetap anak-anak sang Raja Segala Raja itu. Dia menghendaki kita menjadi pelayan untuk para pelayan lainnya. Dia mau kita saling melayani seperti Dia melayani kita. Elohim tidak menjanjikan taman bunga mawar bagi kita. Walau Dia tidak menjanjikan kesenangan untuk kita di bumi, kita dapat menikmati berkat-berkat, kekayaan, kehormatan dan berbagai materi lainnya. Kita dapat memiliki semua ketika kita memikul salib dan mengikuti Ha Mashiah.

      Saya rindu Anda sudah bersiap diri. Kalau belum menerima Yeshua sebagai Yeshua dan Juruselamatmu, sekaranglah saatnya, agar hidup kekal menjadi bagianmu.

      “Karena begitu besar kasih  akan dunia ini sehingga telah dikaruniakanNya AnakNya yang tunggal, supaya siapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

      “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yeshua adalah Yeshua, dan percaya dalam hatimu, bahwa  telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan selamatkan. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Yeshua, akan diselamatkan.” (Roma 10:9-10, 13)

      SEKARANG, BERDOALAH SEPERTI INI [Doa pertobatan]
      Bapa di dalam nama Yeshua Ha Mashiah.
      Aku datang kini kepadaMu sebagaimana adanya diriku.
      Aku seorang berdosa, ya Yeshua.
      Aku telah berdosa terhadap Dikau dan terhadap sorga.
      Karena itu aku mohon kepadaMu, Yahweh Yeshua, ampunilah aku
      dan masuklah ke dalam hatiku dan selamatkanlah jiwaku.
      Biarlah aku dilahirkan kembali oleh Roh Yang Hidup.
      Aku menyerahkan hidupku ke dalam tanganMu, Yahweh Yeshua.
      Aku percaya sungguh bahwa Engkaulah Anak .
      Aku percaya bahwa Engkaulah Yeshua Ha Mashiah
      yang diutus untuk menyelamatkan jiwaku agar terluput dari naraka.
      Aku berterima kasih kepadaMu dan memuji dan memuliakan Dikau,
      sebab Yeshua telah mencurahkan darahMu untuk menebus aku.

      Kalau Anda tadi berdoa dengan penuh keyakinan seperti yang saya anjurkan di atas, maka saat ini juga Anda sudah diselamatkan. Sebab Yahweh Yeshua telah masuk ke dalam hatimu. Sekarang, akuilah Dia dengan hati dan bibirmu; dan dengan hati dan bibirmu pujilah Dia. Biarkanlah Dia memimpin hidupmu setiap hari. Segala hormat dan puji bagi  sampai selama-lamanya!

      [Doa pertobatan ini penting dan awal dari hubungan baik kembali Anda kepada Pencipta Anda. Setelah Anda bertobat, maka Ia menghapus segala dosa dan kesalahan Anda. Dan Anda dinyatakan benar dihadapan-Nya. Tugas Anda selanjutnya ialah menjaga kehidupan Anda tetap kudus dan benar; bagaimana caranya? Lakukan perintah-perintah-Nya – telah tertulis di Alkitab. Firman Yahweh berkata bahwa UPAH hanya diberikan kepada mereka yang setia SAMPAI AKHIR; Penjala Baja]

      Terima Kasih,
      YAHWEH Memberkati
      Dengan hikmat dan pimpinan YAHWEH, buku A Divine Revelation of Heaven ini telah kami terjemahkan dengan judul WAHYU  TENTANG SORGA untuk diedarkan di kalangan umat Kristiani di Indonesia. […] Kami tak dapat merampungkan tulisan ini tanpa dukungan doa dari hamba-hamba YAHWEH yang setia mendoakan kami selama ini. Kiranya YAHWEH memberkati pelayanan, usaha, dan pekerjaan Anda semua.
      Jakarta, 8 Maret 2007
      — Pitan Daslani (Editor)

      Bagian I: Di Gerbang Sorga – YESHUA Ha MASHIAH SANG PENYEMBUH
      Bagian II :  Dahulu,  Sekarang dan Nanti – Bayi-bayi Yang Keguguran
      Bagian III : Dalam Pemeliharaan – Sekarang, berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

      WAHYU TENTANG SORGA; M.K. Baxter, I

      a-divine-revelation-of-heaven Mary Kathryn Baxter dibawa oleh Yeshua melihat Sorga dan Neraka. Tulisan di bawah ini adalah 10 kali kunjungannya ke Sorga. Diterjemahkan oleh Pitan Daslani dari buku A DIVINE REVELATION OF HEAVEN. Artikel ini diringkas dari http://Spiritlessons.com edisi Indonesia PDF.Bahasa asing lainnya dan bentuk audio MP3 bisa ditemukan pada alamat situs tersebut.
      Inilah pengalaman spiritual amat komprehensif dan dahsyat yang dialami seorang hamba di Amerika Serikat. membawa dia ke dalam alam maut selama 30 malam berturut-turut. Pengalamannya yang amat mengerikan itu dituangkannya di dalam bukunya yang pertama A DIVINE REVELATION OF HELL

      Mulai malam ke-31 sampai dengan malam ke-40, Mary Kathryn Baxter dibawa ke dalam sorga untuk menyaksikan semua keindahan kediaman beserta kemuliaan, kebesaran dan kedahsyatannya. Pengalaman 10 malam di sorga itu ia tuangkan dalam buku kedua yang versi Indonesia-nya sedang Anda baca ini.
      Tentang Mary Kathryn, penulis buku ini, lahir di Tennessee, USA, bertobat dan menjadi pengikut Yeshua ( proses ini disebut sebagai Lahir Baru ) ketika ketika berumur 19 tahun. 1976 Ia mulai dikunjungi oleh Yeshua.

      Catatan dari editor Penjala Baja: Memasuki bab 1 (Di Gerbang Sorga) dan seterusnya disalin seperti aslinya, tanpa pemotongan kata, jika ada itu akan diberitahu. Garis miring dan warna ditambahkan agar sesuai sumber aslinya (berbahasa Inggris). Garis bawah dan kurung kotok dari editor. Kata-kata Yang Disembah telah ditukar Allah menjadi Elohim (kata Ibrani untuk GOD/God) dan Yesus Kristus menjadi Yeshua Ha Mashiah dan TUHAN menjadi YAHWEH (kata Ibrani yang berasal dari huruf kuno YHWH, sebagaimana Alkitab Perjanjian Lama menulisnya). Selamat membaca dan diberkati YAHWEH. Penjala Baja.

      Klaim penulis buku tentang apa yang ia saksikan: Buku ini berisi sejumlah kisah nyata yang telah saya alami sendiri bersama . Ini bukan hasil ilusi seorang pengkhayal yang menginginkan sesuatu yang lebih baik daripada yang ia dapatkan dalam hidupnya.

      Sorga itu sesuatu yang nyata, dan pengalaman yang saya uraikan di dalam buku ini adalah persis seperti yang terjadi pada saya. (hal. 8) Yeshua berkata kepadanya, “Untuk maksud ini engkau dilahirkan,untuk menulis dan menceritakan apa yang telah Aku perlihatkan dan sampaikan kepadamu, karena semua ini tulus dan benar.“Panggilanmu adalah untuk memberitahukan kepada dunia bahwa sorga itu benar ada,dan naraka itu juga benar ada, dan bahwa Aku, Yeshua,telah diutus oleh Bapa untuk menyelamatkan mereka semua dari penghukuman dan menyediakan bagi mereka tempat di sorga.”

      [Bagian I: Di Gerbang Sorga sampai Yeshua Ha Mashiah sang Penyembuh]

      DI GERBANG SORGA

      Elohim di dalam pengasihan dan anugerahNya yang abadi mengijinkan saya untuk masuk ke dalam tempat yang indah itu yang disebut sorga. Tak jelas bagi saya persiapan dan alat transportasi seperti apa yang saya gunakan untuk bisa masuk ke sana dan kembali lagi ke bumi. Tapi kenyataan yang saya alami tidak mungkin keliru. Bagaimana caranya keajaiban sorga yang begitu hebat itu diperlihatkan kepada seorang manusia fana seperti saya? Saya mulai dari awal peristiwa. Pada suatu malam Yeshua Yeshua menampakkan diriNya kepada saya dan berkata bahwa saya telah dipilihNya untuk suatu tugas khusus.

      Dia berkata: “AnakKu, Aku akan memanifestasikan diriKu kepadamu untuk membawa manusia keluar dari dalam kegelapan untuk masuk ke dalam terang. Aku telah memilihmu untuk sebuah tujuan: Engkau akan menulis dan mendokumentasikan semua yang akan Kutunjukkan dan katakan kepadamu.”

      Ketika saya berserah diri sepenuhnya kepada , hal-hal yang luar biasa mulai terjadi. Saya dijemput dari tempat saya berada dan dipindahkan langsung ke dalam alam maut. Saya sadar bahwa kelima pancainderaku bekerja baik: Saya dapat melihat, meraba, mendengar, mencium dan merasakan apa yang terjadi. Tapi ini semua terjadi di alam supranatural. Saya tahu bahwa semua kejadian ini memiliki tujuan tertentu. Berhari-hari setelah saya dibawa Yeshua ke dalam alam maut, saya sangat bersedih. Hati saya galau dan pikiranku sumpek akibat dari kejadian-kejadian mengerikan yang saya lihat. Saya sudah menyaksikan penghakiman terhadap dosa dan terhadap mereka yang masuk ke naraka. Saya berdoa dengan sangat kepada dan meminta penghiburan dariNya.

      Pada malam ke-31 setelah semua kejadian ini mulai, kuasa Yang Mahadahsyat itu menyelimuti saya lagi. Pada jam 2 pagi, seorang malaikat yang gagah perkasa berdiri di samping ranjangku. Yeshua Ha Mashiah tampak berdiri di belakang malaikat itu. Yeshua tersenyum ketika saya mencoba memperhatikan wajahNya. Tapi Dia tidak berkata sepatah pun. Malaikat itu berkata: “Elohim telah memberi aku tugas khusus. Aku dikirim ke sini untuk membawamu ke sorga dan memperlihatkan kepadamu beberapa bagian dari sorga.” Kemudian dia berkata lagi, “Mari dan saksikan kemuliaan .”

      Dalam sekejap saya sudah dibawa keluar dari rumah, dan tiba-tiba saya menemukan diri saya sedang berdiri bersama malaikat itu di depan satu dari gerbang-gerbang di sorga.Indahnya pemandangan yang saya lihat di situ begitu menakjubkan sampai-sampai saya nyaris tak dapat bernafas. Pakaian yang dikenakan oleh malaikat sorgawi itu adalah jubah yang terbuat dari cahaya benderang. Malaikat itu memiliki sayap-sayap berbentuk segi tiga yang memantulkan warna-warni pelangi. Saya tidak heran, tapi sangat takjub menyaksikan tempat yang keindahannya tak dapat diceritakan dalam bahasa manusia. Kemudian saya mendengar seruan malaikat yang dikumandangkannya berulang-ulang: “Saksikanlah ini kemuliaan.” Gerbang megah di depanku itu terbuat dari mutiara yang padat. Saya berdiri terkagum-kagum memandang gerbang itu. Sampai di situ saya tidak melihat Yeshua Yeshua, tapi saya diselimuti kemuliaan dan kebahagiaan sorgawi.

      MASUK KE DALAM SORGA

      Ketika kami tiba di sana, dua orang malaikat yang sangat tinggi sedang berdiri di depan gerbang. Keduanya mengenakan jubah cahaya yang berkilauan dengan pedang terhunus di tangan. Rambut mereka bagai untaian emas sementara wajah mereka memancarkan cahaya benderang. Malaikat yang membawa saya maju ke depan dan berbicara dengan salah satu dari malaikat penjaga pintu sorga itu, sementara saya berdiri sendirian di situ. Sambil terkagum-kagum saya berbicara dalam hati: “Betapa indahnya gerbang-gerbang sorga ini. Dan alangkah bahagianya saya dapat melihat dengan mataku sendiri semua ini.” Tiba-tiba saya sadari bahwa saya memang akan masuk ke dalam sana. Sambil memperhatikan para malaikat itu, saya dapat mendengar percakapan mereka. Satu dari malaikat-malaikat itu masuk ke dalam lalu kembali lagi sambil membawa sebuah kitab. Buku tersebut bersampul emas dan isinya pun ditulis dengan tinta emas. Rupanya itu buku tentang riwayat kehidupan saya. Di sampul buku itu tertulis sebuah nama: Mary Kathryn Baxter.

      Di wajah malaikat-malaikat itu terpancar senyuman persetujuan. Mereka memeriksa buku itu dan sambil berpandangan mereka serentak berucap: “Dia boleh masuk ke dalam gerbang ini.” Malaikat penunjuk jalan mengantarkan saya ke dalam. Tiba-tiba terdengar musik indah yang melingkupi saya. Musik itu tampaknya datang dari atas dan merembes ke dalam seluruh tubuhku. Alun-alunan musik yang sangat dahsyat disertai nyanyian indah memenuhi seluruh tempat itu. Irama sorgawi itu menyelimuti semua tempat dan semua orang yang ada di situ. Ketika saya melangkah masuk ke dalam kota , perasaan takjub yang sangat besar membuat saya nyaris tak dapat bernafas. Indahnya tempat itu tidak dapat diceritakan dengan bahasa manusia. Di sekeliling saya ada kembang-kembang berwarna-warni yang paling indah yang pernah saya tahu. Di situ ada dataran hijau dengan tumbuhan sangat subur dan ini pun tak dapat dilukiskan secara tepat. Bahkan kuncup-kuncup bunga di situ pun hidup dan bereaksi terhadap irama musik dan nyanyian indah itu. Alunalunan musik itu memenuhi dan menutupi saya dan saya bagaikan bagian dari musik itu sendiri.

      Mencoba menceriterakan tentang semua keajaiban kota itu adalah satu hal, tapi mengetahui bahwa Anda akan mengambil bagian dalam kesenangan itu adalah hal lain lagi. Saya melihat beberapa warga sorga asyik tenggelam dalam kesenangan itu. Mereka semua memakai jubah. Genaplah firman dalam Kitab Suci (Yesaya 61:10): “Aku bersukaria di dalam YESHUA, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.”

      Kebahagiaan dan kesenangan yang terpancar dari wajah mereka tak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Sorga itu memang tempat yang nyata. Itu bukan kiasan atau hasil imaginasi seseorang. Di dalam Alkitab Yeshua bersabda: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada , percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” (Yohanes 14:1-2)

      Sorga adalah tempat yang disediakan bagi orang-orang yang siapsedia. Oleh karena kita sebagai anak-anak telah diubahkan melalui kelahiran kembali dan oleh karena kita sekarang adalah ciptaan baru di dalam Ha Mashiah, amatlah menggembirakan bahwa tempat dimana kita akan tinggal dalam kekekalan adalah tempat yang disediakan oleh Juruselamat yang telah menyelamatkan kita. Sorga adalah tempat yang sempurna. Karena Juruselamat kita itu sempurna adanya, kekal dan tidak terbatas kuasaNya, maka sorga pun adalah tempat yang sempurna. Oleh karena Dia menyediakan tempat bagi kita untuk tinggal bersamaNya di sana selamanya, maka rumah kita yang abadi itu sempurna adanya. Tak ada sesuatu apa pun yang dapat mengotori rumah sorgawi kita itu. Tak akan ada suatu apa pun yang diijinkan masuk ke sorga untuk mengotori atau mencemari tempat itu. “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.” (Wahyu 21:27)

      Sorga itu jauh di luar jangkauan dosa maupun pendosa dalam bentuk apa pun. Setan tak akan pernah masuk ke situ sampai selama-lamanya. (Wahyu 12:3-4, 7-10, 12-13): “Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikatmalaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. “Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan kita. “Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.”

      Si ular tua itu, Iblis atau Setan, dan semua pengikutnya tak akan pernah mengangkat kepalanya yang jelek itu di dalam iklim dan suasana kudus di sorga. Setan-setan tidak bisa masuk ke sorga. Malaikat yang mermberontak terhadap dan yang dicampakkan ke bumi yaitu “yang tidak menetap di tempat semestinya tetapi meninggalkannya” (Yudas 1:6) tak akan dapat kembali ke sorga. Di sorga tidak ada orang yang kekuarangan apa pun. Tak ada setitik sekecil apapun yang tidak sempurna. Tak peduli kemana kita bepergian di bumi, tak peduli dimana kita tinggal, atau seberapa mahalnya rumah kita di bumi, toh tak bisa tanpa kekurangan. Tidak begitu keadaannya di sorga. Di sana telah membangun tempat yang bernama sorga itu dengan sangat sempurna. Kemuliaannya, keindahannya, serta keajaibannya tak mungkin dapat diceritakan dalam bahasa manusia. Kesenangan yang tak dapat digambarkan dari tempat mahaindah itu sungguh sangat menakjubkan. Tak ada pelukis di muka bumi yang dapat menggambarkan secara tepat betapa indahnya kegemerlapan cahaya dari Putra yang memantul dari tembok-tembok permata yaspis, gerbang-gerbang mutiara, serta istana-istana yang tak terhitung banyaknya, serta Sungai Kehidupan di sana.

      RUMAH BAGI JIWA-JIWA YANG TELAH DITEBUS

      Sorga itu adalah tempat yang permanen. Tak akan ada musuh apa pun yang sanggup menaklukkan Firdaus kita. Bangunanbangunnya tidak dapat runtuh, bahan-bahan bangunannya tidak dapat rusak, dan semua tumbuhan di sana tak dapat layu. Lagi pula tak ada asap atau polusi yang dapat mencemari tempat kudus itu. Tempat tinggal permanen ini bersifat abadi, sebuah kota yang terus ada selama-lamanya. Kita akan bernyanyi di sana lagu-lagu seperti yang diciptakan oleh Hattie Buell berikut ini:

      A tent or a cottage, why should I care?
      They’re building a palace for me over there;

      Tho’ exiled from Him, yet still I may sing;
      All glory to God, I’m a child of the King.

      [Sebuah tenda atau gubug, mengapa harus kupedulikan?
      Di sana sedang mereka bangun tempat bagiku;
      Kendati jauh terbuang dariNya, tetaplah aku bernyanyi;

      Segala puji bagi , aku anak Sang Raja]

      Di tempat yang tak terkatakan itu para kudusNya menerima kelepasan dari segala kekewecaan, sakit hati, tragedi dan bencana. Sebab di sana tak ada kesedihan atau kesukaran. Tak ada kesakitan atau kesusahan, tak ada orang menangis di sorga (Wahyu 21:4): “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

      Para warga Kerajaan Sorga yang saya lihat di sana tampaknya datang dari berbagai usia dan berbagai negara di bumi. Jelas sekali bahwa mereka ketika di bumi berasal dari banyak kewarganegaraan. Seketika saya teringat Wahyu 5:9 yang berkata: “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meteraimeterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”

      BEKERJA UNTUK MEMUJI

      Dengan sangat bersukacita jiwa saya mulai memuji kebesaran . Kesusahan dan kepedihan hati yang saya alami, ketika Yeshua mewahyukan kepada saya tentang naraka sebelum kejadian ini, langsung lenyap. Sebab sekarang saya mengalami pewahyuan tentang sorga. Saya melihat banyak keluarga secara lengkap. Semua mereka sangat berbahagia, sedang melakukan sesuatu, sedang tersenyum bahagia. Ada sinar kebahagiaan memancar dari setiap wajah yang saya lihat di sana. Para kudus di sorga tampak sedang sibuk melakukan sesuatu. Setiap saat mereka selalu sibuk. Sebab waktu mereka dipakai untuk memuji dan membesarkan nama . Ada nyanyian di bibir setiap orang. Dan musik indah membahana memenuhi semua tempat. Keabadian di sorga itu tidak dipakai untuk bersantai atau bermalas-malasan. Jadi tidak seperti yang disangka banyak orang. Di sana kita tidak hanya melayang bebas di atas awan, atau membunyikan alat musik harpa atau mencelupkan ujung jari kaki di air Sungai Kehidupan. Waktu kita akan dipenuhi dengan kegiatan untuk berbakti kepada . Seperti apa pengabdian itu persisnya tak dapat kita gambarkan selengkapnya, tetapi semua umatNya akan melayani Dia.

      PERMATA BAGI YANG MEMBAWA JIWA BARU

      Sejauh mata memandang saya melihat permata dan berlian bersinar berkilauan memantulkan cahaya ke segala tempat. Ada berlian yang sebesar balok besar. Beberapa dari batu mulia ini dimaksudkan untuk menjadi bagian dari istana yang diperuntukkan bagi mereka yang membawa jiwa bagi ketika berada di bumi. Jadi, setiap kali ada seseorang membawa satu jiwa baru kepada Ha Mashiah, di sorga disediakan satu batang berlian untuk istananya. Alkitab berkata: “Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.” (Amsal 11:30) Baca juga Daniel 12:3: “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selamalamanya.”

      Sementara saya berdiri dan menikmati dan keagungan tempat itu, saya melihat seorang malaikat yang amat elok parasnya berjalan turun. Di tangannya ada gulungan kitab yang dirajut dengan emas di tepinya. Malaikat itu meletakkan gulungan kitab tersebut di sebuah meja yang terbuat dari bahan seperti perak, tapi ini tidak seperti perak yang pernah saya ketahui. Meja panjang itu memancarkan cahaya terang. Di gulungan kitab itu tertulis sebuah nama. Seorang kudus tampil lalu membuka dan membaca gulungan kitab itu: “Yeshua adalah Kepala Tukang,” berkata orang kudus itu kepada saya. “Dia-lah yang menentukan siapa yang layak menerima berlian dan dimana mereka ditempatkan. Gulungan kitab yang kupegang ini adalah laporan dari bumi tentang seorang yang telah membawa jiwa baru bagi Yeshua. Dia memberi makanan kepada orang miskin, dia memberi pakaian kepada orang telanjang dan melakukan perbuatan baik bagi .”

      Baca Matius 25:31-41, 46: “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. “Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. “Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. “Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Yeshua, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? “Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? “Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

      TEMPAT ABADI UNTUK SEMUA ORANG

      Malaikat pengantar itu mengulangi ucapan penyambutannya: “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.” Atas petunjuk Yeshua, saya merekam semua kejadian tentang sorga ini seperti yang saya saksikan di sana. Kita mesti mengerti betul bahwa fokus dari pengharapan dan keinginan kita adalah tinggal bersama Yeshua kita di sorga untuk selama-lamanya. Sorga adalah negeri impian yang pasti menjadi kenyataan. Saya bergirang tentang sorga sebab setelah semua pekerjaan dan jerih lelah kita di bumi ini berlalu maka kita akan pergi ke sana. telah menyediakan kota itu untuk kita. Dan Yeshua sedang menyiapkan tempat di sana untuk semua orang yang mencintai Dia. Persekutuan antara dan manusia akan dipulihkan sepenuhnya di sorga. Ketika Adam dan Hawa berada di Taman Eden, datang ke bumi menjenguk mereka. Setelah persekutuan dengan dirusakkan oleh dosa dan ketidaktaatan, terus menunjukkan keinginanNya untuk berkomunikasi dengan manusia. Bentuk dari hasrat yang paling tinggi untuk menunjukkan kasih sayangNya kepada manusia adalah memberikan AnakNya sendiri untuk mati secara begitu kejam di atas kayu salib. Melalui kematian dan kebangkitan Ha Mashiah itulah persekutuan antara dan manusia dimungkinkan untuk terjadi lagi. Di bumi saat ini, kondisi kehidupan kita dapat menghalangi keakraban persekutuan kita dengan . Tapi di sorga, tak ada apa pun yang menghalangi kita. Kita akan mengetahui apa artinya persekutuan sempurna dengan Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan. Persekutuan kita dengan Dia akan menjadi lengkap.

      Sorga adalah tempat tinggal yang hidup. Sorga itu letaknya jauh di seberang langit yang dapat kita lihat dan jauh di seberang semua planet dan galaxy. Sorga adalah tempat tinggal abadi bagi “semua yang ditebus oleh Yeshua” (Yesaya 62:12). Tempat itu adalah tujuan abadi bagi semua anak yang beriman kepada Ha Mashiah. Di sana Anda tak akan kuatir kalau akan berdesak-desakan masuk ke tempat yang disebut istana. Tatkala semua yang ditebus dari segala jaman berkumpul di dalam kemuliaan, akan ada tempat yang cukup bagi semua orang dan setiap orang akan mendapat satu dari begitu banyak istana megah di sana, yaitu tempat tinggal abadi yang Yeshua janjikan ketika Dia berbicara tentang Rumah Bapa: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada , percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14:1-4)

      Di sorga pasti ada tempat bagi setiap orang beriman: “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. “Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” “Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah ” (Wahyu 7:9-11)

      AIRMATA DARI BUMI

      Suatu ketika malaikat penunjuk jalan itu membawa saya ke suatu tempat lalu dia berhenti di situ kemudian berkata: “Elohim menyuruh aku untuk menunjukkan kepadamu ruangan untuk airmata.” Anda mungkin sering membaca di dalam Mazmur tentang airmata kita dan apa yang diperbuat terhadap airmata kita. Para malaikat menangkap semua airmata kita dan menyimpannya di dalam kirbat (Mazmur 56:8). Sebelumnya saya sering bertanya, apa maksud ayat ini. Saya tahu bahwa banyak di antara Anda yang membaca tulisan ini pernah atau sering menangis—ketika ditinggal pergi oleh orang yang dikasihi entah itu anggota keluarga atau kekasih hati, apalagi bila Anda diceraikan suami atau isteri. Mungkin Anda berpikir semua pengharapan telah lenyap sehingga Anda menangis tersedu-sedu karenanya. Dengar, umat Yeshua, menunjukkan kepada saya sebuah ruangan penuh airmata. Indah sekali ruangan itu. Malaikat membawa saya ke jalan masuk ruangan yang tidak berpintu itu.

      Melihat ke dalam, saya tahu ruangan itu sendiri tidak terlalu besar. Di dinding kamar itu ada banyak rak yang terbuat dari papan-papan kristal dan tembok bagian dalamnya bertaburkan cahaya gemerlap. Di rak-rak itu ada banyak kirbat atau botol, ada yang diletakkan berkelompok, misalnya tiga kirbat setiap kelompok. Tampak kirbat-kirbat itu tembus pandang. Di bawah tiap kelompok kirbat itu terdapat papan nama yang bertuliskan nama asal airmata tersebut. Ada banyak kirbat seperti ini di dalam ruangan tersebut.
      Kemudian, di dalam ruangan itu tampaklah seorang yang dimuliakan—malaikat Yeshua. Jubahnya yang berwarna ungu tua tampak sangat indah bagai sutera.
      Tampak di dalam sana sebuah meja mewah dan bersinar-sinar. Pemandangan yang glamor itu membuat saya terpesona.
      Di atas meja itu ada banyak buku yang tampaknya dijahit dengan sutera yang sangat indah yang belum pernah kulihat. Ada buku yang berlapiskan berlian, ada yang berlapiskan mutiara, ada pula yang dilapisi batu mulia berwarna hijau dan ungu. Semua kitab itu

      sangat rapi dan teliti pembuatannya. Saya berkata di dalam hati: “Ya Yeshua, betapa indahnya buku-buku ini!” Saya memang suka buku, tapi buku-buku yang saya lihat di situ sungguh sangat indah dan membuat saya amat terpukau. Sementara tertegun memandangi buku-buku itu, orang yang berada di dalam ruangan itu berkata, ”Mari, dan lihat. Aku akan menunjukkan isi ruangan ini kepadamu. Dan aku akan menerangkan arti dari airmata. Ini hanyalah satu dari banyak ruangan sejenis ini. Aku bertanggung-jawab untuk ruangan ini.” Sementara dia berbicara, seorang malaikat tinggi besar masuk melewati gerbang tadi. Keindahan dan kemuliaannya membuat saya terkagum-kagum. Saya lihat dia memakai jubah putih terbuat dari bahan yang bertabur cahaya. Jumbai jubahnya terbalut emas yang berkilau terus ke bagian depan. Postur malaikat ini besar, tingginya kira-kira 12 kaki (144 inci = 3,6 meter) dan sayapnya pun sangat besar. Malaikat besar ini memegang sebuah mangkuk emas berisi cairan (Wahyu 5:8). Kemudian orang yang di dalam ruangan itu berkata pada saya: “Dia membawa kepadaku mangkuk berisi airmata dari bumi. Aku ingin memperlihatkan kepadamu apa yang kami lakukan terhadap airmata ini.” Malaikat tadi menyerahkan mangkuk tersebut beserta sehelai kertas yang di atasnya tercantum nama dari orang yang airmatanya berada di dalam mangkuk itu. Malaikat di dalam ruangan itu membacakan catatan itu lalu pergi ke salah satu rak kirbat. Dia lalu membaca label nama di bawah kirbat untuk mencocokkan namanya dengan airmata yang baru saja dibawa dari bumi. Dia kemudian mengangkat kirbat yang sudah hampir penuh itu dan membawanya ke mangkuk tadi. Lalu dia memasukkan airmata di mangkuk itu ke dalam kirbat tersebut. “Sekarang aku akan menunjukkan padamu apa yang kami lakukan di sini,” ucap orang kudus itu. “Ceritakanlah ini kepada manusia di bumi.” Kemudian dia membawa kirbat itu ke meja, membuka salah satu buku lalu berkata: “Sekarang, lihat.” Halaman-halaman buku itu kosong dan tidak bertuliskan apa-apa. Dia berkata: “Ini adalah airmata dari orang-orang kudus di bumi yang melayani ketika mereka menangis. Sekarang lihat apa yang terjadi.” Dia menjatuhkan satu tetes airmata itu dari kirbat ke atas halaman kosong itu. Begitu tetes airmata tersebut menyentuh lembaran kertas kosong itu, timbullah tulisan. Kata-kata indah dengan ukiran tulisan tangan yang indah bermunculan di halaman itu sampai penuh halaman itu berisi tulisan. Dia melakukan ini halaman demi halaman sampai selesai. Dia kemudian menutup buku tersebut dan berbicara. Sepertinya dia sedang berbicara kepada seluruh umat manusia di bumi dan juga kepada saya. “Doa yang paling sempurna adalah doa yang bermandikan airmata yang datang dari hati dan jiwa laki-laki dan perempuan di bumi.” Kemudian malaikat dengan sayap pelangi itu berkata kepada saya: “Mari dan saksikan kemuliaan .”

      MEMBUKA KITAB ITU

      Tanpa disadari kami sudah berpindah ke sebuah pelataran luas berisi ribuan orang dan makhluk-makhluk sorgawi. Betapa indahnya pemandangan itu. Dalam sekejap semua orang di situ perlahan-lahan lenyap dari pandanganku lalu kemuliaan yang sangat dahsyat memenuhi tempat itu. Puji-pujian kepada terdengar begitu kencang membahana bagai gemuruh guntur membelah langit. Lalu malaikat penunjuk jalan membawa saya ke depan takhta . Saya melihat awan lebat, kabut dan juga suatu bentuk Sang Maha-Ada di dalam kabut itu. Saya tidak dapat memandang wajah , tapi saya melihat kemuliaan dan sebentuk pelangi melingkupi takhta . Kemudian saya mendengar suara yang bunyinya sama seperti apa yang telah ditulis oleh Yohanes: “Aku mendengar suara dari sorga bagai bunyi air bah dan bagai bunyi guntur.” (Wahyu 14:2). Di tempat mahadahsyat ini saya melihat banyak kuda dengan penunggangnya berdiri di samping takhta itu. Tiba-tiba saya melihat ada sebuah kitab di atas altar di depan takhta . Saya melihat para malaikat menyembah di hadapanNya. Sambil berdiri termangu-mangu dan menyaksikan semua ini, saya melihat sesuatu yang tampaknya seperti tangan manusia muncul dari tengah awan itu lalu membuka kitab tersebut. Saya tahu itu tangan yang sedang membuka kitab tersebut. Terkejut ketika saya melihat sesuatu yang seperti asap naik dari kitab itu. Lalu, sekonyong-konyong menyebarlah aroma parfum yang sangat luar biasa yang tak pernah saya cium keharumannya. Malaikat itu katakan bahwa kitab tersebut berisi doa orang-orang kudus dan bahwa telah mengirim malaikatNya ke bumi untuk menjawab doa yang keluar dari hati yang menjerit kepadaNya. Tampak sejumlah besar orang kudus memuji dan memuliakan . Ketika membuka kitab tersebut, halaman-halaman kitab tampak muncul bergantian kemudian terbang pergi ke dalam tangan malaikat-malaikat penunggang kuda. Saya masih dapat mendengar suara , bagai bunyi gemuruh yang dahsyat, berkata, “Pergilah dan jawablah doa perempuan itu. Pergilah dan jawablah doa laki-laki itu.” “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, airmataku Kautaruh ke dalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa memihak kepadaku. Kepada , firman-Nya kupuji, kepada YAHWEH, firman-Nya kupuji, kepad aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56: 8-11) Firman yang hidup menerangkan kepada kita tentang apa yang Ia perbuat terhadap airmata kita. Betapa indahnya bila kita mengerti kemuliaan dan keajaiban kita. Betapa hebatnya bahwa kita menjadi penerima kasih sayangNya! Dia begitu peduli, bahkan terhadap airmata kita. Kitab Suci banyak berbicara tentang airmata kita, tentang kesedihan kita, dan tentang penghiburan dari buat kita.

      “Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman Yeshua, Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah YAHWEH.” (II Raja-Raja 20:5). [dan] “Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku. Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku. Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab YAHWEH telah mendengar tangisku; YAHWEH telah mendengar permohonanku, YAHWEH menerima doaku.” (Mazmur 6:6-9)
      “Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.”
      (Mazmur 116:8)
      “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” (Mazmur 126:5-6) “Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Yeshua akan menghapuskan airmata dari pada segala muka; dan aib umat- Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab YAHWEH telah mengatakannya.” (Yesaya 25:8) “Beginilah firman YAHWEH: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman YAHWEH; mereka akan kembali dari negeri musuh.” (Yeremia 31:16)
      “Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan.
      Dan akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:17) “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4)
      “… dan orang-orang yang dibebaskan YAHWEH akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.” (Yesaya 35:10)

      Segala puji bagi, sebab sorga itu benar-benar ada! Kita benar-benar akan ke sana. Dan kita tidak akan menjadi uap atau asap yang beterbangan ketika kita tiba di sorga, sebab kita mengenakan tubuh mulia. Salah satu keajaiban di sorga adalah bahwa segala airmata dan dukacita kita akan diganti dengan kebahagiaan kekal, seperti yang telah dijanjikan dalam Kita Suci. Dan bahkan masih ada lebih banyak lagi kesenangan yang akan kita alami di sana. Sorga itu benar-benar nyata. Sorga adalah tempat pasti yang menjadi tujuan kita. Itu bukan suatu mimpi atau ilusi. telah menyatakan kepada kita semua tentang banyak fakta sorgawi melalui Kitab Suci.

      LANGIT YANG PERTAMA

      Pertama, ada langit atmosfir. Ini adalah kawasan yang melingkupi planet bumi. Inilah kawasan tempat unggas beterbangan dan angin berhembus. Inilah kawasan tempat terjadi hujan, badai, kabut, uap, dan awan. Inilah bentangan langit yang dimaksudkan oleh malaikat dalam Kisah Para Rasul 1:11 ketika ia bertanya mengapa murid-murid Yeshua memandang ke langit. Yeshua, ketika berbicara kepada BapaNya, memandang ke langit (Yohanes 17:1).

      LANGIT YANG KEDUA

      Kemudian, ada pula langit yang disebut kawasan luar angkasa. Ini adalah kawasan tempat bulan, matahari, dan bintang-bintang. Kawasan langit ini disebutkan dalam Alkitab berulang kali, misalnya: “… maka Aku akan memberkati engkau berlimpahlimpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.” (Kejadian 22:17) “… dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan YAHWEH, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka.” (Ulangan 4:19) “Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik? Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya? Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi?” (Ayub 38:31-33)
      “Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya.” (Yesaya 13:10)
      “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” (Matius 24:29)

      LANGIT YANG KETIGA

      Tempat yang menjadi tujuan semua orang yang dibenarkan oleh Yeshua Yeshua itu jauh di seberang langit yang berbintang. Inilah tempat yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus ketika ia berkata: “Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. (II Korintus 12:2). Istilah “sorga” yang saya gunakan dalam buku ini adalah kawasan yang sering digambarkan sebagai tempat takhta . “Sebab Ha Mashiah bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat guna kepentingan kita.” (Ibrani 9:24)

      Sorga adalah tempat dimana berdiam. Waktu Yeshua mengajar kita untuk berdoa, Dia menyuruh kita berdoa kepada “Bapa … di dalam sorga.” (Matius 6:9).

      Dalam I Raja-Raja 8:30, sorga disebut sebagai tempat tinggal abadi bagi . Dalam Mazmur 11:4 tempat itu dinamakan Bait Kudus dan tempat dimana ada takhta. Di sana di Bait Kudus , kemuliaanNya dinyatakan secara lengkap. Tempat itu adalah tempat sakral penuh cahaya kemuliaan dan kesenangan. Kita tidak dapat mengetahui letak tempat itu secara tepat. Tapi Alkitab selalu menggunakan kata “di atas” untuk menunjukkan arah tempat tersebut. Kita tahu bahwa Yang Mahakuasa itu berada di sana. Di tempat itu, Bapa dan Yeshua Ha Mashiah adalah pusat perhatian semua orang kudus, malaikat dan semua makhluk yang menyembah. Di sana ada suatu persekutuan yang begitu indah. Ada malaikat, sebab Yeshua berkata di sorga “ada malaikat yang selalu memandang wajah Bapaku” (Matius 18:10). Ada orang-orang kudus, sebab Yeshua berjanji, “dimana Aku berada, kamu pun berada (Yohanes 14:3). Kita pelajari dari I Petrus 1:4 bahwa suatu harta berharga telah disediakan bagi kita di sorga yaitu harta yang tidak akan dimakan ngengat dan karat dan yang tidak akan pernah lenyap.
      Umat pilihan Yeshua, saya bersukacita dapat menceritakan tentang kunjungan saya yang begitu indah itu ke sorga. Saya merinding ketika berbicara tentang apa yang saya lihat dan orang-orang yang saya tatap wajahnya di sana.

      PUJI-PUJIAN DI SORGA

      Setelah malaikat penunjuk jalan itu menunjukkan tempat airmata di sorga, dia kembali mengulangi ungkapan yang sering diucapkannya selama kunjungan saya di sorga: “Mari dan lihat kemuliaan Allahmu.” Gemerlapnya cahaya abadi yang sangat indah di sorga menyelubungi diri saya. Kemuliaan yang merebak dan memancar dari berbagai arah memenuhi saya dan saya tertegun menyaksikan semua itu. Keindahan dan semarak tempat itu tidak mungkin bisa digambarkan secara tepat oleh akal pikiran manusia sebelum seseorang menyaksikannya sendiri. Seketika itu juga saya teringat sebuah sajak yang pernah saya dengar di bumi:

      Terang di sorga adalah wajah Yeshua.
      Sukacita di sorga adalah kehadiran Yeshua.
      Harmoni di sorga adalah pujian kepada Yeshua.
      Tema di sorga adalah karya Yeshua.
      Pekerjaan di sorga adalah melayani Yeshua.
      Kepenuhan di sorga adalah Yeshua itu sendiri.

      Sewaktu berjalan bersama malaikat itu, saya bisa merasakan sukacita, damai dan kebahagiaan di semua tempat. Lalu pikiranku melayang kembali mengingat keluargaku di bumi. Malaikat itu tahu apa yang sedang saya pikirkan. Dia berkata: “Ada tugas yang mesti kamu kerjakan bagi . Kamu ditugaskan untuk menyampaikan kepada manusia di bumi tentang apa yang kamu lihat di sini. sedang menunjukkan padamu beberapa bagian sorga, tetapi bukan semua bagian sorga. Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.”

      Ketika kami tiba di suatu tempat, saya mendengar sangat banyak orang sedang memuji . Alunan musik yang megah bersama nyanyian para penyembah itu menggetarkan jiwa saya. Hormat dan kemuliaan bagi memantul melintasi bentangan sorga sementara para malaikat serafim dan orang-orang kudus menyanyikan kidung pujian dengan penuh semangat.

      MENGHAMPIRI TAKHTA

      Jiwaku sungguh bersukacita dan tenggelam di dalam kebahagiaan. Tapi aku tetap sadar bahwa kami sedang mendekati Takhta . Malaikat penunjuk jalan itu berhenti jauh, sangat jauh dari takhta . Saya masih dapat menatap suatu panorama sangat indah yakni berbagai kejadian yang sedang terjadi disitu. Saya melihat pemandangan yang sama persis dengan apa yang telah dilihat oleh Rasul Yohanes seperti yang tertulis di dalam Wahyu 5:11: “Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa.” Wahai penduduk bumi, betapa aku rindu jika semua orang mengerti tentang apa yang disediakan bagi semua orang yang mengasihi Dia. Sementara saya memandangi panorama indah itu dengan penuh kebahagiaan, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Saya mendengar gemuruh puji-pujian kepada yang dinyanyikan oleh sejumlah besar orang. Kemudian, yang paling menakjubkan bagi saya, malaikat itu mengijinkan saya untuk menyaksikan sendiri apa yang sudah sekian lama saya dambakan: Takhta .

      TAKHTA KEMULIAAN

      Takhta itu tinggi dan berada di atas sana (Yesaya 6:1). Persis di bawah takhta itu mengalir Sungai Kehidupan. Sungguh jernih, sungguh sangat indah dan murni sungai itu. Kemuliaan menutupi seluruh takhta itu. Ada halilintar sambar-menyambar, ada guntur bergemuruh dan ada suara di sekeliling takhta itu. Yohanes, ketika berbicara tentang sorga, berkata: “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh .” (Wahyu 4:5)

      Saya melihat semacam pelangi melingkar di atas takhta itu. Pelangi itu bentuknya seperti permata. “Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.” (Wahyu 4:3). Pelangi itu cemerlang lagi mulia, bercampur cahaya benderang dan memantulkan warna-warni gemerlapan. Ini pemandangan yang belum pernah saya lihat di atas bumi. Warna-warni pelangi itu menandakan kemuliaan dan kuasa. Keagungan memancar keluar dari takhta itu bagai berkas-berkas cahaya yang mahaindah. Dari situ sinar-sinar kemuliaan menyebar keluar lalu menerangi dan dipantulkan di seluruh bagian sorga. Saya tidak tahu persis berapa lama saya berada di tempat yang satu ini. Tapi saya diliputi rasa kagum yang amat sangat. Saya lalu membayangkan begitu banyak orang yang sudah sampai ke sorga dan begitu banyak lagi yang akan sampai ke sana. Saya merenung tentang kekudusan , kemurnian kebesaranNya, dan kesempurnaan sabdaNya. Tiba-tiba saya memekik: Oh Yeshua, betapa indahnya aku memandang kemuliaan, kebesaran dan kekuasaanMu. Seperti biasanya, malaikat penunjuk jalan itu berseru lagi: “Mari ikuti aku. Masih ada banyak hal lain yang belum dan akan aku tunjukkan kepadamu.”

      PUSAT DOKUMENTASI DI SORGA

      Saya terpesona melihat sebuah ruangan di sorga yang menyimpan catatan sangat rinci mengenai semua kejadian di bumi. Malaikat itu berkata, menugaskan malaikat-malaikat untuk mencatat semua kejadian di dalam setiap kebaktian di gereja serta kebaktian rumah tangga dimana namaNya ditinggikan. Elohim juga mempunyai catatan lengkap tentang kehidupan mereka yang keluar dari kehendakNya. Malaikat itu menunjukkan kepada saya tentang bagaimana caranya para malaikat membuat catatan tentang uang yang dikumpulkan di dalam kebaktian serta sikap hati setiap orang yang memberi derma. Dia bercerita tentang mereka yang memiliki uang tetapi tidak mau memberi bagi pekerjaan Yeshua. Saya lalu teringat ketika Yeshua begitu teliti memperhatikan persembahan di dalam Bait : “Pada suatu kali Yeshua duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. “Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. “Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. “Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Markus 12:41-44)

      Sementara semua itu ditunjukkan kepada saya, malaikat itu mengingatkan saya untuk tidak lupa mencatat kejadian di bagian ini. Dia berkata ada banyak hal yang akan menjadi misteri bagi saya karena saya hanya melihatnya secara samar-samar (I Korintus 13:12). Tapi dia menekankan bahwa saya harus menceritakan semua yang dilihat kepada manusia di atas bumi. Ketika kami sampai di bagian lain dari sorga, saya melihat sebuah koridor yang sangat panjang. Tembok-temboknya sangat tinggi dan tampaknya dibuat dari platina. Dari dalam sana keluar gemuruh puji-pujian kepada . Pujian itu tak henti-hentinya dinyanyikan. Sekali lagi saya tertegun melihat keindahan tempat itu yang tembok-temboknya memancarkan sinar-sinar kemuliaan . “Apa ini,” saya bertanya keheranan, karena tembok-tembok itu tak berujung sehingga saya tak sanggup melihat dimana ujungnya.

      GUDANG BERKAT

      Malaikat itu berkata, “Pandanglah bagian atas tembok ini.” Di bagian atas sana tertulis kata Storehouse (rumah penyimpanan). Saya bertanya, “ini ruangan apa?” Malaikat itu menjawab bahwa ruangan-ruangan itu berisi berkat-berkat yang disediakan bagi umatNya. Sorga adalah kemurnian yang sempurna, itu sebabnya ingin memurnikan orang-orang kudusNya di bumi agar mereka dapat menikmati suasana di sorga. Sorga adalah kepenuhan kesenangan, itu sebabnya berkehendak untuk memberikan kesenangan bagi umatNya di bumi. Sorga adalah kemerdekaan abadi, makanya menginginkan agar umatNya mengalami kelepasan bahkan ketika masih di bumi. Sorga adalah keutuhan sempurna, dan karena itu mau menyembuhkan umatNya di bumi. Sorga adalah keamanan sempurna, dan ingin umatNya merasa aman tenteram di bumi. Sorga adalah keberhasilan dan penggenapan Makanya ingin melihat umatNya dipenuhkan di bumi. Ketika Yeshua menyuruh kita berdoa “Jadilah kehendakMu di bumi seperti di dalam sorga,” (Matius 6:10), Dia sebetulnya menyatakan bahwa ingin kita merasakan walau sedikit suasana sorga itu terjadi di bumi. Umat , di sana ada gudang-gudang penuh berkat yang sediakan untukmu. Gudang-gudang itu menunggu di sorga dan Anda harus mengklaim untuk menerima berkat-berkat itu di sini, di bumi, sekarang. ingin menyelamatkanmu, memberimu kelepasan dan kesembuhan. Dia ingin Anda mengetahui tentang “damai sejahtera yang melampaui segala akal,” (Filipi 4:7). Dia ingin Anda mengalami kebahagiaan abadi penuh kemuliaan sampai selama-lamanya (I Petrus 1:8).

      YESHUA Ha MASHIAH SANG PENYEMBUH

      “Saksikanlah kemuliaan Allahmu,” seru malaikat penunjuk jalan itu lagi. Seketika dia lenyap dari pandanganku dan di sisiku berdiri Yeshua. Saya memandang wajah Yeshua. Ternyata perawakanNya lebih tinggi dari yang saya bayangkan sebelumnya. JubahNya yang berkilau-kilauan itu terurai begitu elegan dan mantap. SandalNya yang khas membungkus kakiNya yang kudus. Wajah dan rambutNya begitu anggun dan indah. Sambil terpesona memandang wajahNya, saya bertanya, “Yeshua, ruangan apa ini?” Yeshua tak menjawab. Tapi Dia mengulurkan tanganNya ke arah tembok. Tiba-tiba tembok itu membuka diri. Di sekeliling tepi pintu itu saya melihat kemuliaan dan kuasa dan cahaya. Seperti obyek lainnya, yang ini pun bersaksi tentang kemuliaan . Saya memekik: “Oh, Yeshua, apa lagi ini?” Dia berkata, “AnakKu, ini semua untuk umatKu. Ini disediakan untuk orang-orang berdosa di bumi, kalau saja mereka percaya, Aku telah mati untuk membuat mereka sempurna.” Sambil menatap ke dalam mataNya, saya diberi pengertian bahwa Dia menghendaki manusia percaya bahwa Dia, Yeshua Ha Mashiah, telah mati supaya kita semua bisa menjadi sempurna. Dia berkata,
      “Penyembuhan menanti semua orang di bumi. Akan datang harinya dimana akan terjadi badai mujizat dan penyembuhan di atas bumi.” Yeshua kembali melanjutkan: “AnakKu, sejauh matamu memandang, ini semua adalah bagunan tempat perbekalan atau gudang-gudang berkat. Semua berkat di sini menunggu iman percaya manusia di bumi. Yang perlu mereka lakukan hanyalah percaya bahwa Aku adalah Yeshua Yeshua Ha Mashiah dan bahwa Aku sanggup melakukan semua ini. Hanya itu yang perlu mereka lakukan lalu mereka akan menerima semua berkatKu ini. “Nanti, ketika engkau kembali ke bumi,” Dia menegaskan, “ingatlah, bahwa bukan dirimu yang akan menyembuhkan, bukan apa yang engkau gunakan, tetapi Aku. Ucapkan saja sabdaKu dan
      berdoa dan Aku akan melakukan penyembuhan. Percayalah bahwa Aku sanggup melakukan itu.” Sampai di situ saya memekik kegirangan: “Glori, haleluyah.Terima kasih Yesusku.” Kemudian Dia menurunkan tanganNya lalu tembok besar itu menutup dirinya lagi seperti semula. Lalu malaikat dan saya bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan tiba di suatu tempat lain. Di sini pun saya masih mendengar sorak pujian kepada . Malaikat itu berkata, “Anak, aku telah diperintahkan Yeshua untuk menunjukkan kepadamu beberapa hal. Sampaikan ini semua kepada manusia di bumi.”

      Bagian II : Dahulu, Sekarang dan Nanti -Bayi-bayi Yang Keguguran
      Bagian III : Dalam Pemeliharaan – Sekarang, Berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

      Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

      • Kalender

        • Juli 2020
          M S S R K J S
           1234
          567891011
          12131415161718
          19202122232425
          262728293031  
      • Cari