Ex-Muslim Iran dahulu menyerukan ‘mampus Amerika!’ Sekarang, menyelamatkan bangsanya

Ketika Yeshua sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yeshua berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. (Markus 1:16-18)

“Selama dua tiga hari sedih tersebut … saya merasa saya mendengar suara Elohim dalam hatiku bahwa mereka yang membunuh saudara-saudaraku bukanlah musuhku. Ada satu musuh, itu adalah Setan. Mereka tertangkap dalam tangan-tangan musuhku,” Dr. Hormoz Shariat berkata mengingat kematian saudara kandungnya di tangan pemerintah islam Iran

Dr. Hormoz Shariat memiliki misi menolong membawa para Persian (nama asli dari Iran) kepada iman Kristen. Ia pendiri dari Iran Alive Ministries, ia telah menyebar Injil bertahun-tahun dengan kreatif; melalui pemancara satelite, pelayanan pelatihan dan innovasi lainnya.

Hormoz seorang asli Persian dan ex-Muslim, dahulu ia ikut menyerukan “mampus Amerika!” di jalan-jalan kota Iran. Seluruh kehidupan Shariat berubah ketika ia meninggalkan Iran ke Amerika untuk kuliah saat itu sedang berlangsung Revolusi Islam Iran.

Hormoz berkata pelayanannya mulai berakar setelah adik laki-lakinya usia 16 tahun ditahan pemerintah Iran, setelah dua tahun dipenjara pemerintah menghukum mati adiknya. Ia bercerita kisah yang menyedihkan tersebut

Suatu hari mereka mengeksekusi dia. Mereka berkata, “Datanglah dan ambil tubuhnya. Kami tembak dia dan ngomong-ngomong kalian harus membayar kami untuk membunuh dia.”

Tragisnya, para pegawai pemerintah Iran menuntut kedua orang tuanya bahwkan membayar atas peluru-peluru tersebut. Ketika ditanya bagaimana Shariat menangani untuk tidak dikuasai kebencian, ia mengingat saat itu ia hanyalah seorang Kristen baru.

Kesaksian perjalanan iman Hormoz Shariat bertemu Yeshua Ha Mashiah

“Itu sungguh tidak mudah. Bermasalah …., saya sedih” ia ingin jujurnya membalas dendam, namun ia teringat pesan Injil.

“Selama dua tiga hari sedih tersebut … saya merasa saya mendengar suara Elohim dalam hatiku bahwa mereka yang membunuh saudara-saudaraku bukanlah musuhku. Ada satu musuh, itu adalah Setan. Mereka tertangkap dalam tangan-tangan musuhku,” Hormoz berkata

Bacaan berkait:

Jadi, sebagai ganti balas dendam, Shariat memilih belas kasihan dan kasih. Dan sementara ia sudah memiliki semangat untuk menginjil, kematian adiknya memberi ia missi yang benar menyebarkan Injil kepada satu juta Muslim. Beberapa tahun kemudian, ia sekarang telah membagikan Alkiab kepada jutaan Muslim.

Pelayanannya, Iran Alive Ministries menjangkau seluruh Timur Tengah, namun khususnya ke orang-orang berbahasa Farsi.

Ia tinggal di AS, Hormoz berkata ia sering menerima ancaman mati oleh sebab pelayanannya tersebut- namun ia tidak mundur. Ia berkata, “Yeshua merubah kehidupan-kehidupan. Dia merubah kehidupan kita … masyarakat kita!”

IKUTLAH SERTA DALAM KERETA KENCANA, Bg. 1 (T.L Osborn, buku elektronik lengkap; Teknik Penginjilan)

Diterjemahkan dari Ex-Muslim Once Chanted ‘Death to America!’ Now, He’s Saving Iranians Billy Hallowell 15 Mai 2020 Breaking Christian News.com

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Film seri Alkitab: Paul Apostle of Christ Paulus, Rasul Ha Mashiah

Film Paul Apostle of Christ Paulus Rasul Ha MashiahFilm yang baik ditonton untuk bisa mengerti peranan Lukas, penulis kitab Injil Lukas dan Kisah para Rasul, dalam kehidupan Rasul Paulus dan penyebaran surat-suratnya kepada Jemaat. Film ini berfokus pada saat Paulus dipenjara di kota Roma dan bagaimana ia meninggal dunia. Memberi gambaran bagaimana kondisi kehidupan orang Kristen, Yahudi dan bukan Yahudi di bawah pemerintahan Kaisar Nero (Oktober 54 – June 68 AD). Lukas membahayakan hidupnya sendiri melalui perjalanannya ke Roma mengunjungi Paulus – rasul yang terikat dengan rantai dan terpenjara di sel gelap bawah tanahnya Kaisar Nero yang terkenal sadis tersebut.  Rasul Paulus diperankan oleh James Faulkner dan dokter Lukas diperankan oleh Jim Caviezel. Lihat trailernya di bawah.

Film Paul the APOSTLE, diperankan oleh Johannes Brandrup, mengkisahkan bagaimana lahirnya Gereja Mula-mula dan aniaya yang ditimbulkan oleh Saulus, perjalanan iman Saulus menjadi Paulus dan pekerjaan kerasulannya, bisa dilihat lebih jelas di sini: Film RASUL PAULUS (PAUL THE APOSTLE)

Film Paul Apostle of Christ adalah hasil produksi dari studio AFFIRM Films, studio yang telah menghasilkan dua film Kristen lainnya: RISEN; saksi mata dari sebuah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah manusia melalui mata orang bukan Kristen dan WAR ROOM; seorang janda yang merubah hidup pernikahan wanita muda melalui kamar doanya, dan kemudian gerakan ”kamar doa” ini menjalar ke gereja-gereja. Klik pada link untuk melihat tailer kedua film tersebut.

Film lainnya:

Baca lebih lanjut

Dua pria Kristen diadili di Algeria atas tuduhan istri meng-Injili

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Adonai (Kolose 3:18)

Pihak famili dari isteri memaksa istrinya membuat surat keluhan, suaminya berkata

Rachid Ouali Ali Larchi, dari kiri ke kanan, Sadek Najib Pembela Hukum mereka

Rachid dan Ali (dari kiri ke kanan)

TIZI-OUzou, Algeria. Kedua orang Kristen ini menghadapi pengadilan setelah istri dari satu bapa tersebut menuduh mereka menganjukan dirinya meninggalkan Islam, suami dari isteri tersebut berkata.

Rachid Ouali dan teman prianya, Ali Larchi (67 tahun), telah menghadap hakim di Bouira, sekitar 100 kilometer dari timur laut Algeria (9 Oktober), setelah isteri Ouali menulis surat keluhan bulan Juli, menuduh keduanya membawa dia ke sebuah ibadah Gereja dan menganjurkan ia untuk meninggalkan Islam, Ouali bercerita kepada Morning Star News.

Dia dan Larchi menolak tuduhan-tuduhan tersebut, yang kemudian isteri Ouali berkata kepada suaminya bahwa ia melakukan itu dibawah tekanan dari sejumlah pihak familinya.

Penduduk Lekser, 30 kilometer timur laut dari Bouira, dimana Ouali dan isterinya saat itu sedang makan siang di rumah Larchi pada akhir Juni. Larchi dan isterinya dan kelima anak mereka adalah keluarga yang telah dikenal umum di wilayah tersebut sebagai keluarga Kristen yang biasa menerima tamu-tamu dari segala berbagai keyakinan. Profinsi Bouira ini memang telah ada sejumlah besar orang-orang Kristen dari latar belakang Islam.

Awal tuduhan. Sementara kedua keluarga ini menikmati makanan mereka, Ouali dan Larchi saling bercerita tentang kesetian Ha Mashiah dalam kehidupan mereka, Ouali bercerita. Menyebut nama Yeshua dan bereaksi dengan berkata ”Haleluyah!” adalah umum.

Ketika mendengarkan percakapan ini, isteri Ouali tiba-tiba melompat berdiri dan menjerit-jerit dengan marah kepada suaminya, “Kamu membawa saya ke sini untuk memurtadkan saya dan meninggalkan agama saya. Kamu membuat jebakan bagi saya,” Ouali bercerita kejadian silam tersebut. “Dia tidak berhenti meninggikan suaranya membuat dirinya sendiri di dengar orang luar,” suaminya menambahkan.

Isterinya meninggalkan rumah Larchi pergi ke rumah dari sanak familinya yang terdekat, dimana ia menceritakan kejadian tersebut kepada para keponakannya, termasuk dua saudara laki-lakinya yang adalah polisi, pihak family memaksa ia pergi ke Kantor Polisi untuk mengisi surat keluhan menentang suaminya dan temannya.

Pada tuduhan tersebut isterinya menyatakan bahwa suaminya dan Ali Larchi membawa ia ke ibadah Gereja dan mencoba mendorong ia untuk meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen. Hukum Algeria pasal 03/2006, memaksakan seorang Muslim keluar dari Islam bisa mendapat hukuman dua sampai lima tahun perjara dan denda 500 ribu sampai 1 juta dinnar (4,3 – 8,7 dollar Amerika). Morning Star News menulis.

Kemudian hari isterinya mengakui kepada Ouali, suaminya, ”Saya tidak mau melakukan itu; itu adalah kedua saudara lelaki saya yang memaksa saya melakukan hal itu.” Sehari sebelum Selasa hari pengadilan, isterinya menepon suaminya dan berkata, ”Saya terjepit di antara sanak famili dan suami saya. Saya tidak tahu harus berbuat apa.”

Para pemimpin Kristen berkata hukum pasal 03/2006 tidaklah sah, mengutip kostitusi Algeria Artikel 42 dimana Negara menjamin kebebasan beragama, berpendapat dan beribadah.

Islam adalah negara agama di Algeria, dimana 99% penduduknya dari 40 juta Muslim. Namun sejak tahun 2000, ribuan Muslim Algeria telah menaruh iman mereka kepada Ha Mashiah. Pemerintah setempat memperkirakan jumlah Kristen ada sekitar 50 ribu orang, namun sumber lain berkata itu dapat ada dua kali lipat dari pernyataan pemerintah.

Baca lebih lanjut

Video Kesaksian Majed El Shafie, ex-Muslim Mesir, diselamatkan Yeshua

Majed El Shafie, mantan Muslim, bersaksiBanyak orang di Timur Tengah, yang bahasa Arab adalah bahasa ibu mereka, sedang mengalami pengalaman nyata kebenaran isi Alkitab, Yeshua menampakan diri-Nya dan melakukan mujizat-mujizat yang luar biasa. Pengalaman pribadi Majed El Shafie, seorang mahasiswa hukum lahir dan besar  di Mesir adalah suatu kesaksian bahwa Alkitab adalah Firman Elohim dan Yeshua adalah Elohim Yang Mahakuasa.

Tulisan kesaksian di bawah ini adalah kumpulan dari beberapa sumber.  Semoga menjadi berkat bagi setiap orang yang membaca dan menyaksikan video kesaksian ini.

Kesaksian: Mantan Muslim Merasakan Mukjizat Yesus
Sid Roth: Jesus Supernaturally rescues Moslem from Islamic Police! (Judul asli video kesaksian)
Rev. Majed El Shafie – Egyptian Ex-Muslim Torture spurs man to fight for religious freedom by MIKE MASLANIK

Tujuh hari siksaan yang sangat berat di penjara yang paling  ditakuti di seluruh Mesir tidak membuat iman kepada Yeshua dari Majed El Shafie gugur, sebaliknya siksaan berat tersebut memacu dirinya untuk menolong orang-orang Kristen yang teraniaya di seluruh dunia.  Majed saat ini adalah pendiri One Free World Ministires yang berpusat di Toronto, Kanada.

Kesaksian Majed di acara It’s Supernatural!, dengan text bahasa Indonesia. Video kesaksian Majed di CBN (English) disertai cuplikan kondisi saat ia dipenjara klik di sini.

Majed terlahir di sebuah  keluarga Muslim sangat terpandang di Kairo, ibukota Mesir. Bapanya dan saudara laki-lakinya adalah para penasehat hukum yang sukses dan pamanya bekerja sebagai Hakim  Mahkamah Agung, Majed sendiri adalah seorang yang mahasiswa hukum  sebelum ia pindah dari Islam dan menjadi seorang Kristen.

”Ketika kamu lahir kedalam  sebuah keluarga seperti ini, kamu memiliki banyak buku tentang hukum, keadilan dan kebebasan,” Majed mengawali kesaksiannya.
Pada tahun ketiga pada kuliah  ilmu hukumnya di Alexandria, Majed terkejut mengetahui adalnya hukum yang melarang pembangunan gedung-gedung gereja, namun mengijinkan membangun bar-bar dan diskotik-diskotik. Dan hukum itu juga melarang merenovasi bangunan-bangunan gereja kuno. Orang-orang Kristen diperlakukan  lebih buruk dari masyarakat-masyarakat kelas dua.
[Mesir, dan negara-negara Afrika Utara, adalah negra-negara mayoritas Kristen sebelum orang-orang Islam merebut negara tersebut dengan pedang].

Terpukul oleh ketidak toleransian yang tidak masuk akal tersebut, ia mulai mencurigai ajaran Islam dan bertanya kepada dirinya sendiri, ”Mengapa ada pengainayaan terhadap pengikut ajaran Kristianiti?” Sebagai seorang calon sarjana hukum, dan di besarkan dalam keluarga yang selalu berurusan dengan masalah hukum,  ia berkesimpulan: “Musuh mencoba untuk menutupi sesuatu, ada sesuatu yang disembunyikan.” Pencarian kepada keadilan dan kebenaran mulai berlangsung dalam jiwa mahasiswa hukum ini.

Majed menghubungi teman baiknya, Tamer, seorang Kristen, menanyakan pertanyaan yang sama, “Tamer, kenapa ada penganiayaan terhadap orang-orang Kristen?”

Teman takut hubungan persahabatan mereka menjadi terpecah karena pertanyaan tersebut, maka ia memberikan Alkitabnya, dan berkata, ”Pada kitab ini, kamu dapat menemukan jawaban-jawaban untuk setiap pertanyaan yang kamu miliki.”

Saat pertama kali Majed membuka Alkitab tersebut ia membaca Injil Yohanes pasal 8 cerita tentang bagaimana Yeshua menangani kasus seorang wanita yang tertangkap basah saat berzinah, ”Saya temukan bahwa Alkitab berisi tentang keadilan, kasih dan pengampunan, lebih dari sekedar tentang hukum.” ia berkata. ”Ini adalah pertaman kalinya saya melihat pengampunan sejati.” 

Sejak itu ia mulai membaca Alkitab bersamaan dengna Kuran untuk memperbandingkan keduanya. Hampir setahun kemudian, ia datang kepada Tamer dan berkata, ”Tamer, saya sekarang tahu apa itu Kristianiti. Kristianiti bukanlah suatu agama. Kristianiti bukanlah pergi ke gereja setiap minggu dan bernyanyi “Haleluya,” “terpujilah YAHWEH” dan begitu lagi sampai Minggu depan. Kristianiti adalah suatu hubungan intim bersama Elohim. Saya percaya dan mau menerima Yeshua ke dalam hatiku.”

Majed berpindah ke dalam keyakinan Kristianiti dan memulai mengorganisasi jemaat bawah tanah yang telah menarik 24.000 (dua puluh empat ribu) jemaat hanya di dalam dua tahun saja. Ini benar-benar gereja bawah tanah, sebab mereka mengadakan ibadah mereka di goa-goa dipinggiran kota Alexandria.
Sementara ia memimpin gereja bawah tanah tersebut, ia berdiri melawan dua Goliat; hukum pemerintah yang tidak adil dan ajaran Kuran, yang dipakai pemerintah untuk membenarkan menganiaya para Kristen melalui bukunya.

Tahun 1998, pagi-pagi sekali  lima tentara dan dua polisi mendobrak pintu rumahnya  dan membawanya ke kantor polisi untuk diinPenganiayaan terhadap orang Kristen di Mesirtrogasi, polisi mencoba mendapatkan dari Majed nama-nama orang Kristen yang berhubungan dengan dirinya. Majed menolak. Polisi mengancam: ”Jika kamu ingin bermain keras, kami dapat bermain keras!”

Dia segera digiring ke Penjara Abu Za’abel di Kairo, suatu tempat yang dikenal di Timur Tengah sebagai  ”Neraka di Bumi.” Dia dipenjara dengan tuduhan perkara membangkitkan revolusi, mencoba merubah agama Mesir dari Islam menjadi Kristianiti dan ”menyembah dan mengasihi Yeshua Ha Mashiah.”

Di Abu Za’abal, nama dan indentitas resminya diganti, agar keluarga dan organisasi kemanusia tidak bisa menemukan dirinya; ini adalah praktek umum petugas penjara tersebut.

Sementara ia dipenjarakan, petugas penjara mengancam. Pada hari yang sama mereka membawa Majed ke bagian bawah penjara dan menyiksa dia selama tujuh hari berturut-turut; setiap hari tingkat siksaan semakin berat.

Pada hari pertama, kembali mereka bertanya siapa nama-nama rekan Kristennya. Majed tetap tutup mulut untuk hal itu. Maka mereka membotaki kepalanya dan menguyurnya dengan air panas dan kemudian air yang sangat dingin. Majed tetap tidak membuka rahasia

Hari kedua, mereka lalu menggantung dia terbalik, kaki diatas kepala dibawah. Dalam posisi seperti ini ia dipukuli dengan ban pinggang, disunduti oleh rokok yang membara dan jempol kuku kakinya dirusak. Majed tidak terguncang.

Hari ketiga, ia dibawah ke sebuah sel dan sementara ia berada di sana dengan segala lukanya, mereka memasukkan tiga anjing  ke dalam sel penjara tersebut. Anjing-anjing ini adalah binatang yang telah dilatih untuk menyerang manusia dan memakan daging manusia.
Ketika ia melihat tiga anjing digiring ke kamar selnya, ia pergi kepojok sel dan duduk disitu menutup wajah dengan tangannya menantikan penderitaan yang akan menimpa dirinya.

Anjing-anjing semakin dekat, namun tiba-tiba keajaiban terjadi, ia tidak lagi mendengar suara-suara mereka. Ia tidak mengerti, apa yang sedang terjadi, maka, “Saya angkat kedua tanganku dari mukaku untuk melihat apa yang sedang terjadi.” Ternyata ketiga anjing tersebut hanya duduk-duduk saja, sekalipun tuan mereka memerintahkan untuk menyerang. Merasa tidak percaya apa yang petugas ini saksikan, ia membawa ketiga anjing itu keluar dan meminta kepada rekannya tiga anjing yang lain. Ternyata peristiwa mujizat itu berulang lagi, bahkan seekor anjing menghampirinya dan mulai menjilati mukanya. [Telah diketahui umum, luka-luka pada kulit akan sembuh segera melalui air liur anjing]. Mereka melihat mujizat Elohim di depan mata mereka terjadi pada pemuda Kristen ini.

Hari keempat, petugas nomor 27, orang yang tinggi besar, memasuki selnya dan berkata, “Dengarkan, berikan nama-nama teman kamu dan saya akan melepaskanmu. Saya akan berikan kamu apa saja yang kamu mau, rumah besar, mobil baru, wanita-wanita cantik? Akan saya berikan!

”Saya terima tawaran kamu!” Majed berkata, ”Namun pertama-tama, saya belum makan selama tiga hari, bawalah makanan dan setelah itu kita bisa bicara.” Ia mendapat makanan.
”Sekarang kamu beri saya tahu nama orang-orang yang bekerja denganmu?” petugas itu berkata.
”Dengar, kelompok kami adalah kelompok yang sangat besar. Saya tidak bisa memberikan semua nama mereka dan saya sendiri tidak bisa mengingat semuanya. Namun, saya akan memberikan nama ketua kami. Kamu bisa tangkap dia dan dia bisa memberikan dengan tepat nama semua anggota.”
”Saya pikir kamu adalah pemimpinya.”
”Bukan tuan, saya hanyalah seorang pelayan,” Majed menjawab
”Nama ketua kami adalah Yeshua Ha Mashiah. Jika Anda bisa menangkap-Nya, tangkaplah.”

Penjaga nomor 27 ini marah besar. Ia menempeleng Majed sehingga terlempar ke tembok dan memerintahkan rekannya untuk membawa Majed ke ruang lainnya untuk  … di salibkan.

“Dalam penghinaan terakhir, para penjaga mencabut pakaianku, lalu mengikat kedua tangan dan kakiku serta leherku ke sebuah balok salib dan membiarkan saya tergantung di kayu salib tersebut selama dua dan setengah (2,5) hari. Diakhir 2,5 hari tersebut, mereka menoreh-noreh bahu sebelah kananku dengan pisau, lalu menaruh lemon (jeruk nipis) dan garam pada daging yang robek tersebut.”

Majed kehilangan kesadarannya, dan ketika ia terbangun ia ternyata ada dirumah sakit. ”Hanya satu hal yang saya ingat saat itu adalah rasa dan bau dari darahku sendiri,” Majed mengingat.

Ia sungguh kehausan saat itu, lalu dalam penglihatan malam, ia melihat Adonai Yeshua datang kepadanya dan memberi minum dari tangan-Nya dan berkata, “Jika kamu minum air-Ku, mengapa kamu masih butuh air yang lain?” Seminggu kemudian dia pulih total.
Seorang  penjaga penjara di rumah sakit itu memberikan informasi kepadanya bahwa langkah berikutnya ia akan ada dieksekusi, jadi ia melarikan diri melalui sebuah jendela belakang rumah sakit.

Pemerintah mengumumkan fatwa 100.000 dollar hadiah bagi kepalanya, ”Wajahku munjul di TV dan di koran-koran, jadi saya tahu bahwa saya tidak dapat tetap tinggal di Mesir,” katanya.
Dengan mengendarai sebuah jet ski ia melintasi Laut Merah, menyeberangi Padang gurun Sinai dan menyerahkan dirinyatah Israel, dimana di Israel yang ditahan selama 16 bulan sementara PBB dan Amnesty Internasional menyelidiki ceritanya sebelum pada akhirnya ia dianugrahi status pengungsi politik dan berimigrasi ke Toronto, Kanada.

[Perlu diingat berada di tahanan Israel bagi orang yang memiliki kasus seperti Majed ini, itu adalah tempat teraman. Hal ini disadari dengan baik oleh Mosab Hassan Yousef, putra dari pendiri dan pemimpin senior Organisasi Hamas, Sheikh Hassan Yousef. Ketika Mosab akhirnya membuka dirinya ke media bahwa ia telah pindah dari pembela Hamas menjadi agen mata-mata Israel, yang membuat pengikut Hamas mencap dia sebagai ”penghianat Islam” dan berita murtadnya Mosab sempat hangat dimedia internasional selama berbulan-bulan, dari pengakuan dirinya sendiri, baik di media maupun di bukunya Son of Hamas kita tahu bahwa Hassan Yousef, ayahnya, masih berada dipenjara Israel, dan Mosab berterima kasih kepada pemerintah Israel untuk keamanan ayahnya.]

Pada kesaksian ini ia berkata, ”Semua hal ini telah merubah kehidupanku. Saya sekarang tidak akan menyerah sebab saya tahu banyak orang sedang melalui itu (aniaya berat yang ia juga pernah alami).” – Setiap tahun, 165,000 orang Kristen dibunuh karena iman-iman mereka, ia memberi gambaran.

Kepada semua pemerintah yang menaniaya orang Kristen, Majed El Shafie menawarkan pesan ini:

”Orang-orang Kristen yang teraniaya mati berjatuhan, tetapi mereka tetap tersenyum. Mereka ada di dalam sebuah tanah pertambangan yang dalam, tetapi mereka memegang lampu YAHWEH, Kalian dapat membunuh pemimpi tersebut, namun kalian tidak akan dapat membunuh mimpinya.”  

Kesaksian serupa:
Hampir 100 Remaja Kristen Koptik Mesir Disiksa Pemerintah
Mark A. Gabriel, Ph.D.: Mengapa saya meninggalkan Islam
Abdullah (Saudi): Dari Neraka, ke Penjara karena Iman Kristennya.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Film RASUL PAULUS (PAUL THE APOSTLE)

Film Rasul Paulus Sutradara: Roger Young
Aktor: Johannes Brandrup
Waktu: 145 menit

Film Paul the Apostle on line

Film adalah film, untuk cerita yang lebih lengkap dan akurat bacalah Alkitab – Kitab Kisah Para Rasul (Kis)

Rasul Paulus tidaklah lain adalah Saulus dari Tarsus, ia menperkenalkan dirinya sebagai “Rasul Ha Mashiah Yeshua oleh kehendak Elohim” (Galatia 1:1 & Efesus 1:1) dan juga “Rasul yang paling hina dari semua rasul” (1 Korintus 15:9).

Saulus bukan sekedar seorang Yahudi yang ahli tentang kitab Taurat (Torah), ia adalah murid dari Gamaliel, Mahkamah Agama Farisi yang sangat dihormati banyak orang (Kis 5:34 & 22:3). Ia juga bukan sekedar “orang dari kota besar,” tetapi internasional; Paulus menguasai bahasa Yunani (yang merupakan bahasa internasional saat itu), lahir di Yunani wilayah Kilikia (sekarang bagian dari Turki), warganegara Romawi (kerajaan terbesar saat itu) dan dibesarkan di Yerusalem (pusat agama monoteisme). Kis 21:37-40.

Kisah hidup rasul Paulus ini sangatlah menarik, seperti terlihat pada film ini. Itu sangat menarik dilihat bukan sekedar ia adalah satu-satunya orang Yahudi yang diangkat sebagai rasul oleh Yeshua khusus untuk memuridkan bangsa-bangsa asing (Goyim/ Gentiles / bukan-Yahudi), lebih dari itu adalah kita bisa menyaksikan bagaimana seorang muda yang sangat fanatik terhadap agamanya – Stefanus, diaken dan martyr pertama tewas dihukum rajam (dilempari batu oleh banyak orang) adalah atas keputusan Paulus, ia juga penganiaya dan pembunuh para pengikut Yeshua Ha Mashiah (Kis 6:7- 9:29 & 1 Kor 15:9) – telah menjadi teraniaya oleh bangsanya sendiri (kelompok-kelompok agama Yahudi) dan oleh bangsa-bangsa asing yang ia beritakan Kabar Baik.

Cerita kehidupan rasul Paulus tentunya tidak dapat dipisahkan dengan Barnabas (diperankan oleh GW Balley), teman sepelayanan Paulus. Film ini diakhiri dengan tayangan sampainya rasul Paulus di Roma – kota impiannya yang terakhir untuk diberitakan Kabar Baik – sebab rasul Paulus berpendapat ”jika kita ingin memenangkan dunia, kita harus memenangkan pusat kotanya,” Roma saat itu adalah pusat kebudayaan sedunia, dan sekaligus sebagai ”ujung bumi” bagi rasul Paulus (Kis 1:8).

Pernyataa rasul Paulus tentang keputusannya yang radikal tertulis pada Galatia 2:19-21

“Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat* untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Elohim. Aku telah disalibkan dengan Ha Mashiah; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Ha Mashiah yang hidup di dalam aku.
Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Elohim (Adonai Yeshua Ha Mashiah) yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Aku tidak menolak kasih karunia Elohim. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Ha Mashiah.  (Galatia 2:19-21)

Mati oleh hukum Taurat berarti tidak hidup lagi dibawah (under) hukum Taurat; itu bukan berarti Paulus hidup diluar (out of) hukum Taurat. Ia tetap melakukan seluruh perintah Elohim (Taurat), namun ia tidak melakukannya untuk mencari keselamatan kekalnya (Rom 3:20-31; perhatikan ayat 20, 28 dan 31). Rasul Yohanes juga menulis bahwa orang Kristen haruslah memelihara Taurat Elohim, keluar dari situ adalah pelaku dosa,   Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Elohim, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Elohim. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi (haruslah berhenti dari budak dosa); setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.  (1 Yohanes 3:3-6)

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Murtad-murtad Iran membawa kehidupan kepada Gereja Jerman

BERLIN—Bagian dari Jerman yang adalah wilayah-wilayah sangat tanpa-iman di dunia. Pengumpulan suara menunjukkan bahwa percaya kepada Elohim di timur komunis tua ini (Berlin Timur adalah bekas bagian dari Komunis Rusia) hanyalah 13 persent.

Tetapi pengunjung gereja bertambah, terima kasih kepada para bekas orang Islam dari Iran. Pada Gereja Pertolongan Rumah Elohim (The House of God’s Help) di Berlin, oran-orang Persia yang berpindah ke Kristen telah membuat jumlah jemaat menjadi dua kali lipat.

“Itu telah datang seperti hujan dimusim panas yang tidak diduga,” diakon gereja Rosemarie Götz berkata. “Tiba-tiba orang-orang baru mulai berdatangan setiap minggu dan minta untuk ada dibaptis.”

“Pada mulanya hanya lima atau enam orang-orang Iran datang… dan kemudian mereka membawa teman-teman dan tetangga-tetangga mereka.”

Video dapat dilihat pada sumber aslinya (link tersedia di bawah).

Jerman telah menggalami suatu pertumbuhan agama Islam tahun ini. Para orang Islam telah melakukan kampanye nasional memberi Kuran di negara ini yang secara besar telah meninggalkan Kristianiti.

Tetapi para immigran  Iran, atau orang-orang Persia, telah mengalami kegelapan dan tekanan Islam di dalam negara asli mereka, dan mereka lapar akan kebebasan dan sukacita Kristianiti.

”Saya telah bertemu beberapa kali dengan teman-teman di Tehran (ibukota Iran) di sebuah gereja bawah tanah (sebutan untuk ”gereja rahasia”) dalam sebuah apartment dan mereka berbicara tentang Yeshua,” seorang pemuda bernama Michael, yang menghadiri gereja berkata kepada CBN News. ”Kami melakukan pelajaran-pelajaran Alkitab, tetapi terkadang tanpa Alkitab” [sebab tidak mudah didapat di Iran]. Dan lima tahun lalu saya dibaptis di dalam sebuah bakmandi.”

Semua orang Persia yang berbicara kepada CBN News berkata mereka menerima Ha Mashiah (Kristus) di Iran dan kemudian harus melarikan diri atau resiko penjara atau mati.

”Saya suatu hari sedang pergi ke sebuah pertemuan gereja rumah ketika saya melihat polisi diluar gedung, jadi saya tidak jadi masuk,” anggota gereja lainnya bernama David bercerita kepada CBN News. ”Dan kemudian saya telpon kerumah dan ibuku berkata, ’Polisi telah disini mencari kamu.’ Jadi saya tahu saya tidak dapat pulang kerumah, jadi mereka menolong saya lari dari negara.”

Seorang wanita bernama Nafiseh berkata itu sungguh susah belajar tentang  Kristianiti di Iran, ”Sebab itu dilarang jika seorang Islam dan ingin menjadi Kristen, suamiku pada waktu itu orang Islam dan ketika ia tahu bahwa saya ingin menjadi Kristen, dia melarang saya.”

“Saat itu sungguh sulit; saya harus meninggalkan kedua orang tua saya, jadi saya kehilangan rumahku, keluargaku,” wanita ini berkata.

Murtad-murtad beneran?
Götz berkata beberapa orang murtad tersebut terkejut mengetahui begitu banyak orang Jerman tidak tertarik di dalam Kristianiti. Ibu ini berkata, Kebanyakan mereka telah menjadi Kristen di Iran dan tahu lebih banyak tentang Kristianiti dari apa yang kamu harap. Mereka lebih didepan dari kita secara umum sebab mereka sudah dianiaya karena Mashiah dan mereka telah mengetahui dengan sangat cepat bahwa banyak orang Jerman adalah Kristen dalam panggilan saja. Dan mereka kecewa para Jerman menyia-nyiakan kebebasan beragama.”

Beberapa orang Jerman curiga kemurtadan mereka, sebab ada di baptis dapat menolong seorang pengungsi tinggal di Jerman dari pada di deportasi. Jadi Götz membuat para Persian murtad tersebut pergi melewati jadwal ketat kelas-kelas Alkitab.

”Saya telah curiga bahwa beberapa dari mereka hanya ingin dibaptis supaya mereka dapat ijin tinggal mereka di Jerman, ternyata yagn demikian hanyalah sedikit,” ibu ini berkata. ”Nyatanya, mereka yang telah dibaptis telah kembali kepada iman kita (Kristianiti) dan mengikuti kelas baptisan untuk keempat kalinya.”

Phenomena seluruh negara.
Tidaklah diketahui berapa banyak immigran Persia telah murtad dan bergabung di gereja-gereja Jerman, tetapi itu telah menjadi phenomena seluruh negara Jerman, dan yang dibaptis telah mencapai jumlah ribuan.

Pada (gereja) Pertolongan Rumah Elohim itu telah menguatkan jemaatnya.

”Orang-orang muda ini, berenergi, Kristen-kristen Iran yang rajin telah membawa sedikit kebangunan rohani dari Iran ke jemaat kami,” Götz berkata. ”Dan saya mengucap syukur bahwa jemaat lokal membuka hati-hati  mereka untuk mereka (orang Persia tersebut).”

Diterjemahkan dari:  Iranian Converts Bringing Life to German Church; ditulis oleh Dale Hurd; Dale Hurd adalah CBN News Senior Reporter (18/12/2012)

Baca juga:
Iran: Kebangunan rohani besar-besaran telah datangRibuan Muslim tinggalakan Islam di IrakSatelit SAT-7 semakin laris di Timur TengahKebangunan rohani di UkraniaRoh Kudus melawat Aceh dan Pekan BaruKebangunan Rohani di Indonesia; Penglihatan

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

 

 

Paul, remaja Afrika, mengorbankan dirinya demi keselamatan banyak orang

Kisah nyata seorang anak Afrika yang tertangkap oleh para pemuda bersenjata pada masa perang sipil di Kongo. Artikel ini adalah potongan  dari bab Pendahuluan buku Living Sacrifice yang ditulis oleh Dr. Helen Roseveare. Harapan saya cerita Paul, dan Dr. Helen, ini bisa menjadi kekuatan iman bagi setiap pembaca, khusunya bagi mereka yang hidupnya terancam oleh karena iman percaya mereka kepada Adonai Yeshua, dan mendorong minat  orang lain untuk mencintai dunia misi: mendoakan, mendanai, dan bahkan jika Elohim berkendak memberi diri Anda sendiri sebagai ambassador-Nya. Penjala Baja

Sedikit tentang Dr. Helen Roseveare. Dr. Helen Roseveare (lahir 1925) adalah dokter medis dari Inggris yang bekerja sebagai seorang misionari  melalui WEC (Evangelical Missions Agency) di Kongo, Afika dari tahun 1953-1973. Ia berada di sana menyaksikan sendiri kekerasan dan ketidak stabilan politik yang berbahaya di Kongo. Ibu telah membangun beberapa rumah sakit dan membuka sekolah medis di Kongo sementara ia memberitakan Injil Adonai Yeshua dan melakukan perawatan medisnya. Beliau juga fasih berbahasa Perancis dan bahasa setempat. Pelayanan kehidupannya telah difilmkan: Mama Luka Comes Home.
Buku-buku Dr. Helen yang lain diantaranya:

  • Enough; Digging Ditches: The Latest Chapter of An Inspirational Life
  • Living Faith: Willing to be stirred as a pot of paint
  • Faithfull Women and Their Extraordinary God

Hak-Nya untuk menuntut
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Elohim aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Elohim: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Roma 12:1)

[Kongo dimasa pemberontakan; ora et labora]
Paul, laki-laki Afrika murid sekolah berumum 9 tahun, ditangkap oleh seorang tentara pemberontak dan dipukul pada mukanya, dilempar ke tanah, ditendang dan dipukuli secara brutal dengan ujung pegangan senjata api, menolak untuk memberi informasi kepada intimidasi.

Peristiwa ini terjadi pada masa pemberontakan di Kongo tahun 1964. Paul harus membuat pilihan. Dia dapat melarikan diri, tetapi itu dapat berakibat kepada penangkapan orang-orang lain. Masih kecil sebagaimana ia ada, dia telah harus berpikir dengan cepat dan tepat, harga dari tindakan, mengetahui bahwa alternative untuk melarikan diri menaruh dia dalam posisi bahaya diri sendiri yang besar, tetapi dia tidak bodoh, dan dia tahu itu pastilah juga termasuk sakit fisik. Dia telah melihat orang-orang lain dipukuli, diancam dan sebagainya.

Dia masih dapat mendengar teriakan-teriakan yang menyedihkan dari seorang ibu dan putrinya yang ditangkap oleh para pemberontak di komplek rumah sakit bersalin. Dia telah ada di sekolah pagi itu ketika sebuah truck bermuatan gangster bersenjata dikemudikan kedalam desa itu. Seorang pemuda liar, bermata hitam dengan wajah kosong penuh kebencian, bersenjata tombak, berlari kedalam komplek sekolah, dan memerintahkan semuanya berdiri. Lainnya melakukan yang sama di gereja, pintu sebelah dari kelas Paul. Enam atau lebih lainnya telah menguasai komplek ibu-ibu hamil, klinik anak-anak, ruang-ruang perawatan, diluar unit pelayanan khusus, diseberang rumah yatim piatu.

Keributan, teriakan-teriakan dan kemarahan. Kemudian mereka kembali dengan dua wanita tersebut sebagai tawanan, gadis 16 tahun dengan kelopak mata yang bengkak karena kurangnya tidur bermalam-malam oleh karena ketakutan, dan ibunya, tujuh bulan  dengan anaknya, dalam kesakitan. Mereka dilempar ke dalam truck: kemudian gadis ini dipukuli, dan diintimidasi dengan buruknya dan kemudian diturunkan (dari truck), dipaksa masuk ke dalam kursi truck untuk menuntun para pemberontak ke tempat dimana ayahnya menyembunyikan diri. Ayahnya adalah seketaris dari pemerintah, ”regime terakhir,” sebab itu ditembak oleh regime pemberontak. Sebagaimana truck bergerak dengan kasar, ibu itu terjatuh; dan Paul mendengar teriakan-teriakan belas kasihan ibu tersebut ketika para tentara menendangi ibu dengan tertawa.

Pikiran Paul kembali dengan cepat kepada kejadian lain, satu minggu sebelumnya. Begitu banyak yang telah terjadi sejak itu, itu nampaknya bertahun-tahun lalu. Dia sedang tertidur dengan dua saudara laki-lakinya, ketika dia terbangung oleh  sebuah tembakan senjata disuatu tempat dikegelapan. Dia menegakkan palang pintu dan melihat pintu depan terbuka rusak, dan Susan, satu dari perawat-perawat senior berlari ke dalam rumah, membanting pintu dibelakangnya. Paul berlari dibelakang Susan, sungguh ketakutan, tidak tahu apa yang sedang terjadi. Paul tidak dapat mengikuti Susan. Dia kembali jongkok di tempat tanaman, merintih dan ketakutan, ketika para tentara mencari sekeliling rumahnya, berteriak dan marah. Dia tidak mengerti. Dia hanya tahu itu semuanya jahat, dan tanpa alasan, dan tidak seorangpun aman dari kejahatan mereka.

Selama delapan minggu pertama pemberontakan, tentara-tentara gerilyawan  telah memaksa mundur Tenatara Nasional hampir empat perlima dari Kongo. Semua tentara pemberontak telah diserahkan kedalam kendali dukun-dukun, supaya ”dilindungi” terhadap serangan pelor-pelor tentara pemerintah, yang akan ”merubah menjadi air” karena mereka melompat kedepan di dalam nama pahlawan martir mereka, Patrice Lumumba.

Lalu datang harinya ketika Presiden Kongo menerima  pertolongan dari Kolonel Mike Hoare dan para tentara putuh bersenjata. Ikatan berubah. Disiplin di Tentara Nasional berkembang, moral bangit, dan para pemberontak dipaksa mundur. Perang demi perang meletus, dan ratusan tentara pemberontak terbunuh.

Dalam keputusasaan, tentara gerilya mulai melibatkan anak-anak sekolah laki-laki usia 16 tahun  kedalam pasukannya. Kami melihat truk-truk dikemudikan melalui desa kami, di isi dengan para  remaja bernyanyi ”tentang peperangan.” Jarang sekali yang kembali. kami mendengar berita-berita mengerikan, teriakan perang para fanatik muda ”Mayi – mayi – Lumumba!” disertai teriakan-teriakan kesakitan dari rekan-rekan mereka yang sedang menuju kematian dibabat oleh kekuatan bersenjata yang lebih kuat.

Pada 23 Oktober, para gerilya memengepung 300 murid usia 14 tahun dari sekolah Roma Katolik. Mungkin berikutnya adalah giliran kami. Bagaimana kami melindungi para remaja kami? Kami tidak dapat mengerim mereka pulang sebab separuh dari mereka adalah anak-anak panti asuhan kami. Panti asuhan adalah rumah mereka.

Sebuah rencana kemungkinan dibuat untuk melindungi sebanyak mungkin jika serangan langsung atas sekolah terjadi. Setiap pagi, dua pekerja desa ditunjuk sebagai penjaga. Mereka pergi ke ujung utara dan selatan desa dan bersembunyi disemak-semak pada sisi jalan. Jika mereka menderngar suara kendaraan mendekati, mereka akan meniup pluit tanda bahaya dengan keras. (Saat itu semua kendaraan di wilayah tersebut berada di tangan para pemberontak). Orang pertama di desa yang mendengar peringatan peluit haruslah memukul drum, dan semuanya akan tahu apa yang harus dilakukan seterusnya. Ada sekitar empat menit dari alarm peringatan sampai tibanya kendaraan.

Seorang pengawas ditunjuk seminggu sekali di setiap kelas, tugasnya ialah mengumpulkan semua material sekolah, buku-buku, pensil, kotak-kotak kapur tulis dan penghapus memasukkannya  kedalam keranjang yang  telah tersedia: dan mendorong meja-meja dan kursi-kursi panjang (banches) sembarangan ke dalam bentuk berantakan, supaya nampak bahwa gedung (sekolah) tidak dipakai sejak tahun sekolah yang lalu, empat bulan yang lalu. Lari segera ke rumah saya dengan keranjang-keranjang tersebut, menaruhnya pada lemari, orang terakhir menutup pintu, dan lari mengikuti teman-teman kelas mereka, masuk kedalam hutan – semuanya berada di dalam empat menit periode peringatan.

[Hari pengujian iman bagi Paul]
Suatu hari, tiba-tiba peluit bertiup: drum dipukul dengan peringatan staccatonya: para guru pergi ke hutan bersama dengan para remaja yang mereka bawahi: para pengawas kelas segera ’membereskan’ (menyimpan peralatan sekolah dan memporak-porandakan semua kursi dan bangku) kelas-kelas. Paul, usia sembilan tahun, bertugas sebagai pengawas kelas empat pada minggu itu. Kecil untuk usianya, putra dari orang tua yang menderita penyakit lepra (Yayasan ini juga memiliki rumah perawatan para lepra). Paul kesulitan mencabut pin-pin yang ditusukkan pada papan tulis untuk menaruh gambar-gambar. Ia menarik kursi ke muka kelas namun masih belum terjangkau. Ia mencoba menunpukkan kursi lainnya, sementara ia melihat para pengawas kelas lainnya menyeberangi halaman dengan keranjang-keranjang mereka.

Pada akhirnya Paul siap. Sebagaimana ia sedang meninggalkan gedung sekolah, membawa keranjang dengan tergesa-gesa, empat pengawas lainnya sudah lenyap masuk ke hutan. Dia dapat mendengar suara truk yang mendekati. Kemudian Paul mendengar suara mesin yang mengeras, ketika truk berputar memasuki halaman desa. Dia tertangkap!

Nalurinya berkata kepadanya untuk lepaskan keranjang dan lari.

Namun saat yang bersamaan, pikiran lainnya muncul kedalam pikirannya. Keranjang akanlah ada di tengah-tengah jalan truk, dan itu berisis buku-buku latihan dengan tanggal hari ini! Para tentara akanlah melihat itu, dan mereka akan tahu bahwa sungguh ada sebuah sekolah, meskipun segala usaha untuk melenyapkan fakta itu. Mereka akan mencari sampai menemukan anak-anak … dan Paul kecil cukup sadar untuk mengerti bahwa hukuman sadis akan ditambahkan karena bersembunyi.

Jantung berdebar dengan takut, Paul bergumul sejenak di dalam mengambil keputusan.

Apakah cerita yang ia telah dengar belum lama ini di Sekolah Minggu, tentang gadis usia  12 tahun di negara Cina Komunis? Gadis ini tertangkap oleh para Tentara Merah ketika ia keluar dari rumah, dimana mereka mencurigai sebuah Gereja bawah tanah. Ditahan selama tiga hari untuk intrograsi, dia kadang-kadang telah dibawa keluar dihadapan pengadilan umum. Ditantang secara langsung oleh para tentara, dia tahu itu adalah pertanyaan kehidupan atau kematian.

“Kamu mengasihi Yeshua?”
Siap untuk berkata ”Tidak,” tertangkap di dalam wajah takutnya, gadis ini melihat gadis sebaya usianya di keramaian dengan perlahan membuat tanda salib pada dirinya.
Menguatkan dirinya sendiri, gadis ini dengan bangga menjawab: ”Ya, saya mengasihi Yeshua.”
Dan mereka menembak gadis itu.

”Jika gadis itu dapat melakukannya, saya juga dapat,” kata Paul kepada dirinya sendiri, melalui giginya yang tertutup rapat.
Dia bergumul menyeberang halaman rumah, melewati verandah, dan mendorong keranjang kedalam ruang depan. Tidak ada waktu tersisa: truk sudah tiba. Paul menutup kedua pintu, dan bersandar pada pintu double itu, dia berbalik menghadap para tentara.
Para gerilya keluar dari truk, kasar dan sungguh-sunguh. Mereka menyebar kesemua arah, mencari apa dan siapa yang mereka inginkan. Dua menghampiri rumahku dan berteriak dengan kasar kepada Paul.

”Wanafunzi ni wapi?” (Dimana teman-teman kelasmu?)

Hampir pingsan karena takut, Paul tidak dapat menjawab. Dia menggigit bibirnya untuk menguasai panik yang bertambah. Di dalam hatinya ia berdoa kepada Elohim untuk penguatan menghadapi masalah itu, supaya ia tahu apa yang ia harus lakukan. Hanya berusia sembilan tahun – dapatkah Elohim menolong dia? Dia baru saja mengetahui Adonai Yeshua sebagai Juruselamatnya beberapa bulan yang lalu. Yang pasti tidak ada seorangpun yang dapat menolong dia sekarang. Jari-jari pada tangan kanannya secara panik memutar di dalam kepalan tangan kirinya di belakang punggungnya, membuat tanda tuli dan buta ”P-M:” ”P-M,” sebagaimana bibir-bibirnya menbentuk formula tanpa suara ”piem” terus menerus.

Itu adalah kode rahasia kelompok remajanya Paul, P-M kependekan dari ”Pasipo Mupaka,” bagian dari motto, ”Kwa Yeye pasipo mupaka,” yang berarti ”Bagi DIA (Yeshua Ha Mashiah) tidak ada batasan” [sejenis ”bagi DIA segala sesuatu tidak ada yang mustahil”].

Mereka mencengkram Paul, mendorong dia dengan kasar ke lantai semen, memukuli dan menendangi dia. Menarik dia untuk berdiri, mereka berulang-ulang mengulangi pertanyaan mereka dengan marah.

Tiba-tiba Paul tahu apa yang ia harus lakukan. Pikirannya jernih, ketakutannya telah hilang. Jackie, laki-laki dari kelasnya tuli-bisu yang hanya dapat berkomunikasi melalui suara yang tidak jelas dan gerakan tangan. Paul pura-pura menjadi Jackie, gerakan mulut yang menghasilkan suara yang tidak jelas menjawab para tentara.

”Jangan coba-coba menghina kami,” mereka berteriak dalam kemarahan, mendorong Paul kembali ke lantai semen dan dengan kasar menendanginya di dalam keputusan asaan mereka. ”Ceritakan pada kami dimana mereka bersembunyi.”

Sebagaimana mereka menarik Paul untuk berdiri, anak laki ini, diisi dengan keberanian yang baru, kembali melakukan peragaan yang sama.

”Dibawah nafasku,” Paul bercerita kepadaku kemudian, ”saya terus mengulangi ’P-M, P-M, P-M,’ untuk mengingatkan diriku sendiri bahwa Yeshua mengasihi aku begitu besar sehingga Dia mati bagiku, sehingga saya aku dapat melewati segala sesuatu yang mereka lakukan, demi Dia.”

Tiba-tiba seorang tentara berkata: ”Kita membuang-buang waktu. Anak laki-laki ini pastilah ada tuli-bisu. Dia tidak dapat menolong kita.”

Mendorong Paul kebelakang pintu-pintu yang tertutup, mereka meninggalkan verandah bergabung dengan teman-teman mereka yang kembali dari dari berbagai arah. Dua kembali dari bangungan-bangunan sekolah. ”Tidak ada sekolah di sini. Tempatnya dalam kondisi berantakan, dan nampaknya sudah tidak digunakan selama berbulan-bulan.”
Naik ke truk, mereka mengemudi pergi.

Kembali dari rumah sakit dimana saya telah bertugas, saya datang masuk kerumahku melalui pintu belakang. Memasuki ruang duduk, saya terkejut melihat pintu double tertutup.

Ketika saya membuka pintu-pintu tersebut, Paul jatuh kedalam ruangan. Dia sudah dipukuli dengan berat, dan sangat gemetar. Saya mengangkat dan membawa dia ke sebuah sofa. Mendapatkan minuman panas untuk kami berdua, saya bertanya kepada dia apa yang telah terjadi. Dengan perlahan-lahan dia menyingkirkan coklatnya dan bercerita kepadaku. Lalu melihat kepadaku, dia bertanya:

“Sudahkan para tentara pergi, dokter?”
”Ya Paul, mereka sudah pergi.
”Apakah mereka menemukan anak-anak sekolah lainnya?”
”Tidak Paul, mereka tidak menemukan yang lainnya.
”Apakah saya telah menyelamatkan mereka dokter?”
“Ya Paul, kamu telah menyelamatkan mereka.”

Lalu keheningan terjadi sejenak. Melirik kepadaku, anak laki ini berkata dengan sederhana dan sangat tulus berkata: ”Tidak dokter, itu sungguh bukan saya, benarkan?” Itu adalah Adonai Yeshua di dalam saya.”

[Paul bertemu Yeshua; Dr. Helen juga mengalami hal serupa; bagaimana Elohim mengajar Dr. Helen belajar menghadapi aniaya]

Paul sudah mengenal Adonai Yeshua sebagai temannya dan Juruselamatanya hanya pada waktu yang singkat sebelumnya. Pada sebuah Youth Rally, penginjil bercerita bahwa Adonai kita akan kembali lagi sebagai Raja dan Hakim. Penginjil ini bertanya kepada murid-murid, apakah mereka telah siap bertemu dan menyambut Adonai dengan sukacita , atau mereka mencoba melarikan diri dan menyembunyikan wajah mereka dengan sikap malu.

”Apakah kamu ada sesuatu di hati kalian atau kehidupan kalian yang membuatmu akan ada malu, jika Adonai Yeshua datang hari ini?” tanya penginjil itu kepada murid-murid.

Paul pulang kerumah tanpa suara sama sekali, disertai perasaan yang kacau. Paginya, ketika ayahnya membaca Alkitab  dan berdoa dengan keluarga sebelum pergi bekerja, Paul mulai menangis, dan tanpa tertahan ia berkata: ”Saya tidak akan dapat bertemu Dia: saya pastilah akan malu!”

Ayahnya menenangkan Paul, dan meminta padanya untuk menerangkannya. Kemudian, melalui dorongan semangat dari kedua orang tuanya, Paul mengaku kepada Yeshua semua yang ada di dalam hatinya, dan meminta Elohim mengampuninya, sehingga Yeshua dapat menyelamatkannya dan Ia dapat hidup di dalam hatinya.

Sekarang ketika test itu tiba, dihadapkan dengan para tentara pemberontak yang sadis, Paul tidak ragu-ragu. Paul telah menemukan jalan bagaimana mengungkapkan kepada Elohim kasihnya untuk Elohimnya.

  • Berhakkah Elohim memohon dari Paul untuk berkehendak mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatakan teman-teman sekolahnya?
  • Berhakkah Dia memohon sejenis demontrasi kasih seperti itu?
  • Dapatkah seorang mempertanyakan hak Elohim atau tujuan dan motive dasar Elohim?
  • Mungkin Elohim tidak menuntut  demontrasi dari kasih, tetapi hanya menawarkan Paul kesempatan berharga untuk membagikan kasihnya?

Elohim sendiri begitu mengasihi Paul sehingga Ia telah memberikan Putra-Nya yang tunggal untuk mati menggantikan tempatnya untuk menebus Paul: sekarang  mereka (Elohim dan Paul) telah bersama-sama telah mendemontrasikan kasih tersebut untuk orang lain.

Sesaat saya telah merasakan hal yang sama, pada malam ketika tentara pemberontak pertama kali menangkap saya. Dipukuli, didorong ke lantai, ditendang- gigi patah, mulut dan hidung robek, tulang-tulang dada sakit- dikendalikan dengan todongan pistol ke dalam rumahku, dihina dan diancam. Itu adalah malam yang sangat gelap. Untuk sejenak, saya merasa Elohim telah gagal pada diriku. Dia dapat melangkah dan mencegah semua itu. Dia dapat menyelamatkan keluar dari tangan-tangan mereka. Mengapa Dia tidak berbicara?
Mengapa Dia tidak campur tangan?
Dan dalam keputusasaan, saya hampir berteriak melawan Dia: ”Itu terlalu besar untuk ditanggung!”

Namun kasih-Nya untuk daku membayar hidup-Nya sendiri. Dia memberi diri-Nya sendiri, dalam korban penebusan yang layak (sekali untuk selamanya) di Kalvary. Dia begitu mengasihi sehingga Dia memberikan segalanya. Pengorban-Nya adalah ungkapan kasih-Nya yang besar.

Di dalam kegelapan dan kesendirian, Dia bertemu dengan aku. Dia ada disana, mulia, agung, Elohim yang mahakuasa. Kasihnya membungkus aku. Tiba-tiba ”Mengapa?” jatuh tersingkir dari diriku dan damai yang sangat besar mengalir masuk.

”Ini semua bukanlah penderitaanmu: mereka tidak memukulimu. Ini semua adalah penderitaan-Ku: semua yang Aku minta dari mu adalah meminjam tubuhmu.”

  • Dapatkah saya melihat ”pengorbanan-pengorbanan” kecil di dalam terang Pengorbanan besar Kalvari dimana Ha Mashiah telah memberi semuanya (hormat, kemulian, dan bahkan nyawa-Nya) untuk saya?
  • Dapatkah saya melihat harga yang nampak kecil dibanding kepada kenyataan keuntungan (upah sorgawi)?
  • Apakah saya menerima hak-Nya untuk menuntut kesedianku membayar harga sedemikian rupa, supaya masuk kedalam kelayakan dan kesukaan ada dipakai di dalam tujuan-Nya?

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21)

Jawab Yeshua: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, YAHWEH, Elohim kita, YAHWEH itu esa.
Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:29-31; Lihat Ulangan 6:4 dan Imamat 19:18).

Dr. Helen Rosseveare bercerita tentang pelayanannya di Kongo dan motifnya:

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Mike Shreve, ex-guru New Age bertemu Yeshua

Mike Shreve adalah seorang guru Yoga Kundalini yang telah mengajar di empat universitas di Florida, Amerika. Hingga sampai suatu pengalaman Kenyataan Hakiki atau Realitas Tertinggi (Ultimate Reality)[1] akhirnya itu merubah pola pikirnya secara radikal.

Tulisan kesaksian ini adalah ringkasan dari buku tulisan Mike Shreve sendiri: Encountering GOD. Kesaksian serupa juga di dapat pada buku In Search of the True Light pada Bab 3-Monumental Moments. Material asli adalah Copyright (2011). Dipakai dan diterjemahkan sesuai persyaratan dari pemilik, yakni tidak untuk diperdagangkan.

Kesaksian Mike Shreve juga terdapat di buku Truth Seekers, Sid Roth & Mike Shreve,  di dalamnya terdapat 9 kesaksian orang lain yang telah menemukan Kebenaran Sejati yang mereka cari.

Catatan dari penterjemah: Semua catatan kaki berasal dari penterjemah, kecuali itu ditulis. Artikel ini dapat dipakai dengan bebas, namun catatan kaki harus disertakan. Penjala Baja.

Mike Shreve on It’s Supernatural with Sid Roth – Truth Seekers

[Perubahan dari hidup duniawi ke agama New Age, dunia roh]
Itu sekarang mudah melihat kebelakang dan melihat titik-titik balik utama: lagu-lagu, buku-buku, pengertian-pengertian, pengalamaan-pengalaman, hubungan-hubungan dan ide-ide yang membangkitkan perubahan-perubahan fundamental di dalam sistem keyakinanku. Saat-saat monumental adalah titik balik yang bernilai dalam kehidupan kita.

Menurut tradisi Buddha, Siddhartha Gautama ditemui seperti ‘saat monumental’ sekitar usia dua puluh sembilan. Para Pemikir modern bahkan dapat mengistilahkan hal itu ’pergeseran paradigma yang bersifat pribadi’ (transformasi pribadi dalam gaya hidup dan keyakinan yang mengakibatkan adanya sebuah perubahan sosial).

Meskipun terlindung sepanjang hidupnya dalam batas-batas sebuah istana kerajaan, ia berani untuk menjelajah kedalam ‘dunia luar.’ Menurutu tradisi, itulah saat Siddhartha melihat apa yang disebut “Empat Pemandangan” – orang sakit, pria tua, mayat dan petapa.
Setelah menyaksikan penderitaan yang berlimpah di dunia ini, ia terguncang, tersentak dari mentalitas melayani diri sendiri. Keputusasaan yang dihasilkan untuk menemukan jawaban menjadi, penulis William Burrough katakan sebagai, “bahan baku perubahan drastis.”
Kemudian setelah beberapa tahun, sementara bermeditasi di bawah pohon Bodhi, ia mengklaim menerima sebuah pengalaman Kenyataan Hakiki (Ultimate Reality). Pada saat itu, menurut mereka yang mempraktekkan filosofinya [filosofi si Siddhartha Gautama], ia (Siddartha) menjadi “Buddha,”  (artinya) “Yang Tercerahkan,” “Enlightened One.”[2]
Pengalaman menjelang kematian di tahun pertama kuliahku terbukti menjadi ‘titik penting’ bagi saya.
Pada malam hampir-tragis itu, saya memiliki kesan bahwa jiwa saya benar-benar meninggalkan tubuh saya dan masuk ke dalam kekosongan yang sangat menakutkan dan gelap. Saya merasa benar-benar tidak siap. Saya telah mendengar bahwa mereka yang ingin mati dengan baik, terlebih dahulu harus belajar untuk hidup dengan baik. Saya jelas belum hidup dengan baik, jadi saya belum siap untuk mati dengan baik tentunya.

Mendapatkan gelar sarjana? Mengejar karir? Menjadi aman secara finansial? Untuk apa-jika akhirnya kuburan menunggu di suatu tempat di masa depan saya? Itu suara dari dalam terus menyelidik dan mendorong dengan peringatan serupa dengan yang diberikan kepada Horatio, dalam drama Shakespeare, “Hamlet“: “Ada banyak hal di sorga dan bumi … daripada yang diimpikan dalam filsafat Anda”
Seperti orang buta aku tersandung dalam kegelapan, menggenggam sesuatu benda. Saya sangat ingin melampaui batas-batas yang dikenakan pada diriku dan putus asa untuk jawaban abadi. Sekali lagi, rasa putus asa ini telah menjadi “bahan baku perubahan drastis.”
Agama[3] telah mengambil kepentingan yang diperbaharui. Saya telah dibesarkan sebagai seorang Roma Katolik. Sampai awal remajaku, saya sangat setia, tetapi gagasan bahwa Kristianiti adalah satunya jalan kepada Elohim, dengan mengesampingkan semua agama lain, hanya tampak terlalu sempit, terlalu tidak masuk akal. Selain itu, saya memutuskan untuk tidak bisa lagi menerima sesuatu hanya karena itu adalah bagian dari budaya saya atau ’sistem keyakinan’ keluarga.

Socrates berkata, “Kehidupan yang tak teruji tidak layak dijalani.” Saya memutuskan bahwa kepercayaan-kepercayaan yang belum diuji tidak juga banyak berarti … setidaknya, bagi saya pribadi. Bermaksud untuk mengeksplorasi berbagai agama dunia dengan pikiran terbuka, aku berangkat pada sebuah pencarian demi “Terang Yang Sesungguhnya.” (True Light).[4] Meskipun saya sedang belajar wahyu, teori dan pendapat orang lain saat itu, dengan tujuan utamaku adalah untuk mengalami Elohim untuk diriku sendiri. Saya beriman bahwa sesuatu di suatu tempat akan terbukti menjadi koneksi saya dengan Kenyataan Terakhir.

Sebuah Encounter Dengan Agama New Age atau agama Asia Timur  (Far East)[5]
Saya mulai membaca banyak literatur tentang agama-agama Asia Timur dan mata pelajaran terkait. Fraseologi (Phraseology) baru mengisi pikiran saya: yoga, proyeksi astral, mantra, cakra, mata ketiga, Nirvana, kesadaran-Ilah – semua hal ini terdengar sangat menantang dan menarik. [Bagi orang sekuler dan atheis, banyak orang Barat saat mereka sadari bahwa hal-hal yang bersifat kebendaan (materialsm) tidak dapat memuaskan jiwa mereka, umumnya akan jatuh pada titik ektrim yang sebaliknya, yaitu alam roh, spritualism]
Kemudian pada musim gugur tahun 1969 saya pergi untuk mendengar Yogi Bhajan: seorang guru dari India yang mengaku dia datang ke Amerika Utara untuk membantu ‘anak bunga’, ‘generasi perdamaian’ menemukan jalan yang bersifar roh. Dia mengajarkan kami tentang yoga[6] (secara harfiah yoga berarti ‘untuk dibebani’).

Mengemasi barang-barangku, saya meninggalkan kampus Universitas Florida State di Tallahassee, Florida, untuk membantu memulai sebuah pondok meditasi (ashram) di Pantai Daytona. [Disini Make dan yang lainnya berjam-jam dan setiap hari belajar dan praktek meditasi Hindu, mantera[7] yoga, dan pengendalian nafas dan pikiran untuk mendapatkan pencerahan jiwa, dengan tujuan menjadi serupa Elohim] Kami bertekad secara penuh pada proses tersebut.

Hal-hal aneh mulai terjadi padaku: rasa damai dan keterpisahan dari dunia, jiwa terkadang keluar dari tubuh berkunjung ke beberapa jenis alam yang lebih tinggi, mimpi rohani. Saya, dalam hal seperti-Adam, rindu suatu hari terbangun dari mimpi rohani menemukan diri saya sendiri mengamati wajah Penciptaku. Adakah yang lebih baik dari itu?

[Menjadi guru Yoga di empat universitas, surat Larry]
Saya tidak dapat lagi mengabaikan penderitaan ras manusia yang tertutup oleh kebodohan rohani. Setelah berunding dengan para pemimpin, saya meninggalkan pondok meditasi pergi ke kota lainnya dan memulai kelas-kelas pengajaran untuk saya sendiri.

Dengan dorongan yang kuat, saya pindah ke kota berkembang Tampa, Florida. Empat universitas di wilayah ini (the University of South Florida, the University of Tampa, Florida Presbyterian and New College) membuka pintu mereka, Beberapa ratus mahasiswa mulai hadir. Rindu untuk menabdikan diri mereka lebih lagi, sejumlah murid-muridku miminta saya untuk menyewa tempat dan menjadikan itu pondok meditasi kecil. Degan senang hati saya menuruti.

Suatu malam, selama waktu itu, saya mengalami apa orang lain sebut sebagai ’cahaya putih.’ Saya mendapat kesan yang berbeda jiwaku keluar dari tubuhku dan ditarik ke dalam cahaya yang sangat kuat dan abadi.[8] Meskipun sekarang saya memiliki interpretasi yang berbeda dari apa yang sebenarnya telah terjadi pada diriku, pada saat itu, aku merasa aku melewati suatu kondisi tertinggi dari meditasi. Lebih jakin dari sebelumnya bahwa saya benar-benar pada ‘jalan’ saya, saya diintensifkan usaha saya.
Lalu hal itu terjadi! Sangat tiba-tiba … sangat tak terduga … suatu perjanjian ilahi telah mengganggu apa yang telah menjadi pola kehidupan yang dapat diduga. Saya bahkan tidak mencari arah baru, tapi Elohim tahu hati saya. Dia tahu kasih saya kepada Dia dan ketulusanku dari tujuan. Jadi Dia turun tangan bagi saya melalui pembuatan beberapa peristiwa yang sangat bernilai yang membawa …

Sebuah Perubahan Dramatis [Surat Larry yang menantang, Di doa syafaati dan dipuasai oleh orang-orang Kristen, menguji ke-elohim-an Yeshua, ujian diterima Elohim]
Beberapa kejadian kunci telah terjadi dalam beberapa minggu yang menyebabkan ’titik balik’ terpenting dalam hidupku.
Pertama, koran Tribune Tampa menerbitkan sebuah wawancara dengan saya setengah halaman. Reporter itu menanyai saya tentang keyakinan saya sebagai guru Yoga Kundalini dan melaporkan semua yang saya lakukan di daerah Tampa. Saya bersyukur untuk pemaparan itu, yakin bahwa publisitas gratis ini akan meningkatkan kehadiran di kelas-kelasku.

Sedikit yang saya tahu bahwa hal itu juga akan menyadarkan kelompok doa Kristen setempat mulai mendoakan saya.
Seorang anggota kelompok doa memotong artikel dari koran tersebut, menempelkan nya ke papan doa mereka dan meminta orang-orang untuk berpuasa dan berdoa bagi saya setiap hari sampai pertobatanku terjadi. Selama periode yang sama ini, saya menerima surat dari teman kuliahku yang meninggalkan sekolah pada saat yang sama saya tinggalkan, karena alasan yang sama. Isi dari surat Larry cukup mengejutkan. Ini menggambarkan perubahan mendadak yang baru saja terjadi dalam hidupnya. Meskipun ia telah mengkhususkan diri untuk agama-agama Asia Timur dan disiplin-disiplin yoga tertentu, sesuatu telah berubah secara radikal seluruh pendekatannya pada hal-hal tentang Elohim. Larry menjelaskan bagaimana ia menerima berkat, pengalaman supranatural dengan Yeshua, yang disebut sebagai “dilahirkan kembali.”
Larry juga mengklaim pengalaman ini berbeda daripada pengalaman yang diperoleh melalui yoga dan itu meneguhkan klaim Yeshua sebagai satu-satunya cara untuk keselamatan. Kata-kata Larry adalah tegas, “Mike, kamu tidak akan pernah menemukan kedamaian yang sesungguhnya melalui yoga dan meditasi. Kamu harus melalui salib. Kamu harus dilahirkan kembali. Yeshua adalah jalan kepada kehidupan kekal.”

Saya balas menulis kawan kuliah saya, menjelaskan bagaimana senangnya saya  bahwa ia telah menemukan ‘jalan Kristianiti’ tepat baginya. Namun, saya menyatakan dengan tegas bahwa klaim Kristianiti terlalu eksklusif bagi saya. Keyakinan saya dahulu mencakup semua agama di dunia. Semua ‘jalan’ berbeda-beda untuk (menuju) Elohim yang sama: ini adalah keyakinan saya dahulu. Anehnya, meskipun, saya tidak bisa mengluarkan surat Larry dari pikiran saya. Kata-katanya terus bergema dalam diri saya, meskipun logika dari kata-kata Larry itu tidak saya terima.
Setelah beberapa minggu, saya memutuskan bahwa saya harus menangani masalah ini. Mengabaikan Kristianiti tanpa sepenuhnya mengeksplorasi klaim-klaimnya akanlah menjadi tidak adil – tidak adil bagi saya dan tidak adil bagi Dia yang telah mengklaim sebagai Juruselamat dunia. Aku sadar bahwa aku belum pernah benar-benar telah memberikan Yeshua kesempatan untuk membuktikan dirinya sendiri. Jadi saya menyimpulkan, “Jika dia benar-benar ialah siapa dia telah mengklaim, dan jika saya tidak menguji ajaran-ajarannya, saya mungkin akan kehilangan hal yang saya telah cari selama ini … Selain itu, jika Yeshua membiarkan dirinya untuk disalibkan bagi keselamatan umat manusia, saya berutang kepadanya untuk setidaknya membuka hati saya untuk kemungkinan klaimnya yang benar.” Jadi suatu pagi, meskipun melibatkan perjuangan batin, sebagai ganti mengikuti rutinitas yoga kebiasaanku, saya memutuskan untuk …
Mendedikasikan Satu Hari Untuk Adonai[9] Yeshua Ha Mashiah!
Aku bangun, seperti biasa, sekitar 3:15  pagi. Itu adalah waktu normal kami bangun di pondok meditasi. Dimulai pada pukul 3:30, kami akan menghabiskan sekitar satu jam melakukan berbagai latihan badan dan pernapasan. Lalu 4:30-6:30 kami akan duduk bersila dan tanpa bergerak, dalam apa yang disebut ‘posisi teratai,’ melakukan berbagai macam meditasi. Biasanya kami mempraktekkan Yoga Mantra. Pada pagi  yang penting itu, bagaimanapun, saya memutuskan untuk melepaskan diri dari kebiasaan tersebut.
Dengan sengaja, saya masuk ke sebuah ruangan sendirian dan duduk. Meskipun tampaknya salah secara rohani, saya mendedikasikan sepanjang hari itu berdoa sungguh-sungguh kepada Pribadi yang Larry klaim sebagai satu-satunya “pengantara antara Elohim dan manusia” ini. (1 Timotius 2:5). Beberapa kali saya mengaku, Adonai Yeshua, saya menyerahkan hari ini kepada Engkau. Saya percaya, jika Engkau nyata dan jika Engkau adalah Juruselamat dunia, Engkau akan tunjukkan itu pada hari ini.”

Lalu saya mulai membaca Alkitab, menghabiskan sebagian besar waktu saya tenggelam dalam Injil Yohanes dan kitab Wahyu. Aku sangat tergugah pada kitab terakhir (kitab Wahyu), dengan kuasanya, gambaran nubuatannya, terutama ayat-ayatnya yang meramalkan bahwa konflik terakhir antara kekuatan baik dan jahat di medan pertempuran di Israel disebut Armageddon (Lembah Megido).
Saat saya membaca, saya terus berdoa. Meskipun saya sepenuhnya mengharapkan semacam kunjungan yang bersifat kuat, gaib (penglihatan, suara yang terdengar) pada awalnya, hal itu tidak terjadi seperti itu. Selama sekitar sepuluh jam hari itu saya telah bertahan, membaca Alkitab dan mencari Adonai Yeshua. Kemudian, tepat ketika saya akan menyerah dan menolak klaim Mashiah (Kristus atau Masih),[10] Elohim campur tangan … dan saya tiba pada…

My Momen Of Destiny!
Kent Sullivan adalah seorang senior di University of South Florida. Dia adalah seorang mahasiswa berprestasi, tetapi pengejaran pendidikannya tidak membawanya pada jawaban-jawaban atas kehidupan atau ketenangan pikiran yang dia harapkan. Beberapa bulan sebelumnya, ia telah mempelajari ajaran mistik (hal-hal yang bersifat roh) Asia Timur. Secara khusus, ia telah mengikuti ajaran Yogananda, seorang guru terkenal India yang menulis sebuah buku populer disebut, The Autobiography of a Yogi (Catatan Pribadi seorang Yogi). Tiba-tiba, bagaimanapun, Kent telah beralih dari Kriya Yoga ke Kristianiti.
Meskipun saya belum pernah bertemu Kent secara pribadi, saya sangat menyadari perpindahan tak terduganya. Itu adalah telah menjadi ‘percakapan sekota’ di antara mereka yang terlibat dalam yoga dan meditasi. Kami semua bertanya-tanya, “Bagaimana dia dapat melakukannya? Ia telah dikenal sebagai salah satu siswa paling maju tentang yoga di daerah Tampa? Bagaimana dia bisa terlibat dengan orang yang mengajarkan bahwa Yeshua adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan?” Bukan saja kami tertegun atas ‘murtadnya’ Kent, penilaian kami adalah bahwa ia telah memilih jalan yang lebih rendah. Saya merenung, “Bagaimana mungkin orang yang mengerti konsep ‘semua agama menjadi satu’[11] bahkan murtad dari itu? Apa yang telah merubah pikirannya?” Tentu saja, saat saya merenungkan hal-hal ini, saya tidak tahu bahwa ….
Kent ternyata anggota dari kelompok doa yang sedang berdoa untuk saya.
Hari yang ditetapkan secara ilahi tersebut Kent memutuskan untuk mencuci pakaian-pakaian kotornya. Dia memiliki jam kosong antara kelas-kelas. Itu adalah waktu yang tepat untuk mengurus tugas yang membosankan, tapi perlu. Dengan setumpuk pakaian hingga dagunya, sekitar pertengahan jalan melalui pintu cuci pakaian, Roh Elohim menghentikannya. Dia mendengar suara yang lembut dalam rohnya mengatakan, “Jangan masuk ke sana saya memiliki sesuatu yang lain untuk kamu lakukan.. Kembali di dalam (mobil) van dan nyetir kemana Saya pimpin kamu.” Semuanya tampak tidak praktis dan tidak logis. Selain itu, sebagai seorang Kristen baru, Kent belum terbiasa rencananya terganggu oleh Roh Kudus. Dia menyerah kepada rencana Elohim, meskipun, berpikir itu cukup aneh bahwa untuk beberapa alasan Elohim tidak ingin dia mencuci pakaian kotornya. Tentu saja, dia tidak tahu bahwa sekitar dua mil jauhnya …
Guru yoga yang menjadi objek doa-doanya selama beberapa minggu itu mencari tumpangan, berusaha mendapatkan tumpangan ke University of South Florida.
Meskipun saya telah menghabiskan hari itu berfokus pada klaim Kristianiti, saya sedang dalam perjalanan sore itu untuk melakukan salah satu kelas yoga saya. (Karena saya telah meninggalkan semua harta benda yang tidak perlu, jadi saya biasa berjalan atau menumpang di mana-mana.) Sementara berdiri di sisi jalan, saya tetap berdoa bahwa jika Yeshua adalah “Jalan,” ia tentunya entah bagaimana menyatakan dirinya sendiri.
Sebagai Kent mengemudi, Roh Elohim membuat dia kagum untuk melakukan beberapa belokan-belokang yang tertentu, akhirnya menuntun dia menyusuri jalan tepat di belakang Busch Gardens. Dia masih bertanya-tanya mengapa ia melakukan semua ini ketika ia melihat suatu yang tampak unik, anak muda ‘memberi tanda jempol’ untuk numpang. Dengan rambut panjang, keriting, coklat, jenggot panjang dan pakaian longgar gaya-India, saya tampak secara jelas bagian dari Orang Barat pemuja agama-agama Asia Timur. Kent tidak pernah mengambil para penumpang jalanan, tapi merasa aneh ‘dipimpin’ untuk menepi. Saat aku membuka pintu dan melangkah ke dalam van, hati saya mulai memacu keras di dada saya, karena …
Tempelan di langit-langit mobil Kent adalah sebuah foto besar bergambar Yeshua.
Saya tahu ini bukan kebetulan, saya tahu ini adalah jawaban untuk saya. Pikiran dan hati saya merasa dibebankan dengan antisipasi. Setelah beberapa menit sunyi, Kent berbicara, “Teman, dapatkah saya mengajukan sebuah pertanyaan?” Tanpa ragu, saya menjawab, “Ya!” Dia segera bertanya, “Apakah Anda pernah mengalami Yeshua datang ke dalam hati Anda?” Aku segera menjawab, “Tidak, tetapi kapan saya bisa dapat? Saya telah berdoa tentang pengalaman tersebut sepanjang hari.”
Wajah Kent berubah menjadi ekspresi terkejut. Dia tentu tidak mengharapkan saya merespon begitu cepat. Dia menawarkan, “Kamu bisa datang ke pertemuan doa kami malam ini.” Saya menjawab, “Saya tidak ingin menunggu untuk pertemuan doa saya telah berdoa sepanjang hari. Jika ini adalah pendekatan yang valid untuk Elohim, saya ingin mengalami Yeshua sekarang.” Tertarik atas kesungguhanku, Kent keluar dari jalur jalan menuju tempat parkir pertama yang bisa dia temukan. Setelah mematikan mesin, ia mengundang saya untuk duduk bersamanya di lantai mobil van tersebut. Menarik tirai di belakang kursi depan sehingga kami memiliki kesendirian, ia mulai hati-hati menjelaskan jalan keselamatan. Kemudian, tepat ketika saya masih di ambang menjangkau pendekatan Kristen untuk keselamatan, kecerdasan saya sendiri menjadi ….
Sebuah Batu sandungan yang Sangat Susah!
Sebuah pikiran mendorong kuat mencengkeram pikiran saya. Jika saya akan tulus selama waktu doa, saya harus pertama-tama berurusan dengan masalah-masalah doktrinal yang mengganggu. Satu per satu, saya mengeluarkan konsep-konsep alkitabiah tradisional yang sangat membingungkan saya. Setiap pertanyaan atau komentar Kent dengan tenang meyakinkan saya dengan kata-kata, “Jangan khawatir tentang itu HANYA COBALAH  (JUST TRY) YESHUA!.” Saat aku menunjuk kepercayaan Asia Timur tertentu yang saya merasa saya tidak pernah bisa lepaskan, Kent terus menekankan, “Jangan khawatirkan diri Anda dengan hal-hal tersebut, HANYA COBALAH YESHUA!”[12]
Menjadi seorang mantan mahasiswa yoga sendiri, Kent mengerti ketakutanku. Dia bisa mengkaitkan kepada perlindungan yang saya rasakan terhadap sistem kepercayaan saya. Dia menunjukkan kebijaksanaan yang luar biasa. Dia tahu bahwa jika kami terlibat dalam beberapa diskusi mendalam atas doktrin, saya bisa mengubah hati saya jauh dari pengalaman Yeshua sama sekali. Jadi ia terus menekankan hal yang penting. Mengulangi kata-kata Yeshua, ia menjelaskan, “Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim.” (Yohanes 3:3 KJV)
Kent telah memahami sesuatu yang saya sangat yakin sekarang. Dibutuhkan kelahiran kembali rohaniah sebelum siapapun dapat melihat atau memahami rahasia kerajaan Elohim. Karena Yeshua adalah “kebenaran,” begitu Dia datang ke dalam hati seseorang, ’Dia menggerakan proses memimpin orang tersebut, oleh Roh Kudus, ke dalam seluruh kebenaran. (Lihat Yohanes 14:6). Jadi, hal yang paling penting bagi para pencari adalah pertama-pertama mengalami realitas dari kehadiran pribadi Yeshua. Kemudian mereka dapat lebih jauh dengan mudah mencari-cari semua kebenaran terkait yang mengelilingi ini tema sentral dari Kekristenan sejati. Itu bukanlah AGAMA, itu adalah HUBUNGAN – sebuah perbedaan yang besar!

Jadi, hal yang paling penting bagi para pencari adalah pertama-pertama mengalami realitas dari kehadiran pribadi Yeshua.

Kent akhirnya menyakinkan saya. Logikanya cukup kuat untuk menyenggol saya ke yang tidak diketahui. Selain itu, saya sangat lapar untuk mengenal Elohim; menyingkirkan kecerdasanku untuk sementara ternyata tidaklah terlalu susah. Kami menundukkan kepala kami dan teman baru-ketemu ini menuntun saya kedalam doa untuk keselamatan:

Adonai Yeshua, datang ke dalam hatiku. Bersihkanlah saya dalam darah-Mu. Maafkan saya atas dosa-dosaku. Berikan saya hidup yang kekal. Penuhilah saya dengan kehadiran-Mu dan kasih-Mu. Saya mengakui bahwa Engkau telah mati bagi dosa-dosa dunia dan bahwa Engkau telah bangkit dari kematian. Saya menerima Engkau sekarang sebagai Adonai (Tuhan, artinya: Pemilik, Raja, Tuan) atas hidupku.”

Saya merasakan sensasi hangat di bagian terdalam dari hatiku. Sesuatu yang berbeda itu telah terjadi, jauh berbeda dari apa yang pernah saya alami. Sebagai seorang anak saya menghadiri misa secara teratur di berbagai gereja-gereja Katolik. Saya melayani selama bertahun-tahun sebagai putra altar dan menghadiri sekolah paroki. Para biarawati dan pendeta yang mempengaruhi saya selama tahap pembentukan hidupku telah mengilhamiku dengan kerendahan hati, ketulusan dan komitmen mereka. Tetapi tetap saja, dalam tahun-tahun tersebut – diisi dengan tradisi-tradisi dan upacara-upacara yang berarti – Saya belum pernah menerima sejenis perjumpaan nyata dengan Elohim.
Rasul Paulus, menyebut pengalaman ini “pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, (Titus 3:5). Meskipun saya masih banyak pertanyaan bercampur aduk di hatiku, batin ‘mengetahui’ bahwa saya akhirnya telah dikembalikan ke hubungan yang benar dengan Elohim telah mengisi diriku. Saya yakin bahwa jika saya mati, saya akan menghabiskan kekekalan di surga. Ketenangan yang tak terlukiskan dari Elohim menetap seperti embun segar di jiwaku. Saya telah berubah … dan aku tahu itu.
Kenyataan Hidup

Seorang Vietnam Buddha, Thich Nhat Hanh, menulis, “Jika kita menyentuh Roh Kudus, kita menyentuh Elohim, bukan sebagai sebuah konsep, melainkan sebagai realitas hidup.”[13]  Ini adalah pola pikirku secara pasti sebagai seorang (bekas) guru yoga dan saya masih yakini saat ini. Namun, saya sekarang mengerti bahwa mengalami sesuatu yang ‘supranatural’ dapat dan tidak dapat menunjukkan sebuah pengalaman sebenarnya tentang Elohim. Saya berpikir dengan jujur (seperti Thich Nhat Hanh harus pasti) bahwa saya mengalami “realitas hidup” Roh Kudus selama masa disiplin yogaku, tapi setelah dilahirkan kembali, saya melihat pengetahuan pengalaman ini dari perspektif baru sepenuhnya. [sepertinya sama namun sangat berbeda, Iblis juga dapat menyamar menjadi malaikat terang, namun kedamaian sejati hanya datang dari Elohim].

Selama beberapa hari mengikuti pengalaman yang mengubah kehidupan ini, saya mengumumkan kepada semua siswa saya bahwa saya akhirnya menemukan “realitas hidup” ini. Saya mengakui bahwa saya telah salah dalam penilaianku sebelumnya tentang Kenyataan Hakiki, bahwa saya sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Roh Elohim yang sejati sampai saya pergi melalui Yeshua, dan akibatnya, semua kelas yoga saya akanlah dibatalkan. Meskipun perubahan tiba-tiba sedemikian mengejutkan para muridku, banyak dari mereka telah percaya pada wawasan-wawasan penemuan baruku dan secara antusias menerima Yeshua sebagai Adonai dari kehidupan mereka.

Seperti biasa, kegairahan saya adalah berbagi pengalamanku dengan orang lain, yang saya lakukan sangat penuh semangat. Setelah berjuang begitu keras untuk menemukan Pencipta saya, begitu saya menemukan Dia, sangatlah penting untuk menyatakan wahyu penting ini kepada setiap orang yang terbuka hatinya yang saya temukan. Saya menutup pondok meditasi dan pindah ke lokasi yang berbeda. Belajar Alkitab berjam-jam dan berdoa. Itu merupakan salah satu titik penting bagi saya pribadi, musim transisi radikal, waktu yang sangat penting dari belajar untuk melihat perbedaan antara doktrin yang salah dan benar. Seperti Plato pernah berkata, “Elohim adalah kebenaran dan cahaya bayangan-Nya.” Karena Elohim yang di sorga akhirnya membayangi saya dengan pribadi dan pengaruh pengasihan-Nya, terang kebenaran mulai bersinar semakin banyak dari hari ke hari.

[Perbandingan-perbandingan yang menjadi perhatian]
Polytheism or Monotheism?
Semua guruku dan para pelatih New Age meninggikan kehadiran dan penyembahan banyak dewa dan dewi. Sering ada gambar-gambar atau patung-patung tersebut di berbagai studio dan pondok meditasi yoga yang saya pernah kunjungi. sebagai seorang yang buta rohani, saya dahulu tidak pernah mempertanyakan keberadaan mereka.

Saya terkejut Yeshua (lambang tokoh yang tidak bercacat!) menerangkan beribadah kepada dewa-dewa sebagai kesalahan rohani yang serius. Ketika ditanya oleh seorang ahli kitab perintah apa yang terbesar di seluruh Perjanjian Lama, Dia menjawab:
Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel: YAHWEH itu Elohim kita, YAHWEH itu esa! (Markus 12:29, Ulangan 6:4)
Megutip ayat pada Perjanjian Lama ini, Yeshua berpegang pada konsep Yahudi yang kukuh tentang monotheism – persepsi bahwa hanya ada satu Elohim yang benar. Dia adalah personal, tidak terbatas, mahahadir (omnypresent), mahatahu (omnyscient), mahakuasa (omnipotent), dan sempurna dalam segala jalan-Nya. Dengan mengutip Ulangan 6:4 Yeshua juga meneguhkan seluruh bagian dari Kitab Suci yang juga dengan kuat memerintahkan umat Elohim: Janganlah kamu mengikuti elohim (gods/ ilah-ilah) lain, …(Ulangan 6:14). Hal ini telah dikatakan sebelumnya, ketika Elohim, dengan jari-Nya yang menakutkan menulis Sepuluh Perintah pada dua loh batu:  Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (Keluaran 20:3-4). Kita tahu bahwa Yeshau setuju dengan pernyataan ini, Dia berkata: Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Elohim.” (Matius 19:17)

Sebagai seorang guru yoga, saya telah mencoba untuk mencampur agama Budha, Hindu, Jain, Sikh dan agama-agama lainnya kedalam satu pola pikir, namun saya sadar bahwa melakukan hal itu adalah seperti mencoba mencampurkan minyak dengan air. Semuanya agama tersebut tidak sejalan dengan Kristianiti.

Ketika orang Hindu berkata, ”Hanya ada satu Elohe (bentuk tunggal),” ia merefer kepada sebuah kekuatan cosmik yang tidak berpribadi, dipanggil Brahman. Pada sisi lainnya, ketika Yeshua atau pengikut-Nya yang sejati berkata, ”Hanya ada satu Elohim (tunggal namun bisa berarti jamak),” pernyataan ini berarti satu Elohim yang diluar dari lainnya. Dia adalah Elohim yang personal, bukan sebuah kekuatan yang tidak berkepribadian. Dia adalah tiga di dalam satu secara alami: menggabungkan Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Satu Jalan atau Banyak Jalan?
Guruku juga telah mengajar banyak jalan menuju Elohim, tetapi Yeshua mengklaim hanya ada satu jalan, satu jalan kecil[14] yang memimpin ke kehidupan kekal: Akulah pintu; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat… (John 10:9)

Yeshua bahkan menyegaskan: Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. (Yoh.  10:8). Itu termasuk: Lao Tzu, Krishna, Buddha, Zoroaster atau pribadi-pribadi lainnya (nyata atau mistik) yang telah mengklaim sebagai guru besar yang memimpin orang kepada kenyataan yang tertinggi. Umumnya, mereka jujur di dalam menerangkan kehidupan dan kerohanian sebagaimana mereka telah lihat. (Hanya Yeshua yang mengklaim) : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6) Pada ayat yang sama Ia menegaskan: Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Pentingnya Penyaliban Yeshua
Guruku berkata bahwa kematian Yeshua di salib tidak dapat menebus dosa siapapun, hanya memberikan contoh keteladanan. Namun, pada Perjamuan Suci terakhir,  Dia memberikan cawan berisi air anggur kepada murid-murid-Nya . Kemudian Dia memberi sebuah nubuatan penting yang ekstrim:
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Matius 26:28)

Karma atau Pengampunan dari Elohim?
Bhajan Yogi mengajar bahwa tidak ada yang kebetulan. Segala sesuatu yang datang pada kita – positive atau negative – kita tarik karena hal-hal yang telah kita lakukan pada kehidupan sebelumnya.
Yeshua mengajar sama sekali berbeda, melalui pertobatan dan iman mereka yang datang kepada Elohim akan dilepaskan dari dosa-dosa lampau mereka. Dia bahkan mengajar berdoa:  Bapa kami yang di sorga, … ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (Matius 6:9, 12)
Kalimat yang sering dikutip dari doa (Bapa Kami) mengingatkan secara terus-menerus pewahyuan bahwa Elohim adalah Elohim yang personal (sebagaimana Yeshua mengajar), bukan sebuah kekuatan tidak-berkepribadian [benda mati] (sebagaimana semua guru-guru New Age saya telah mengajar).
Kekuatan tidak mengampuni, pribadi dapat (1 Yohanes 1:9).

Mengucapkan mantra-mantra atau Berdoa dengan perasaan hati
Bhajan Yogi mengajar kami untuk mengucapkan berulang-ulang mantra-mantra agar supaya ’membakar’ karma dan menerima kesatuan dengan Elohim. Semua guru yoga yang pernah saya ikuti menegaskan bahwa Yeshua menghabiskan tahun-tahun persembunyiannya, dari usia 12 sampai 30, di Asia Timur, belajar mentera-mantera. Jika itu benar, kenapa kemudian Dia kembali ke negara-Nya, Israel, hanya untuk melawan praktek-praktek agama Asia Timur ini? Pada korbah utama pertama-Nya Dia bahkan melarang:  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele  (pengulangan yang sia-sia/ vain repetitions; KJV) seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. (Matius 6:7)
Meskipun Mahatma Gandhi seorang Hindu, sangat terbiasa dengan Mantra Yoga, dia mengaungkan penulis Kristen, John Bunyan, yang berkata: Di dalam doa, adalah lebih biak memiliki hati daripada kata-kata namun tanpa hati[15]

Pantheism atau Theism?
Satu dari hal-hal yang sangat terpenting dalam daftar perbandingan adalah Pantheism lawan Theism.
Kebanyakan dari para penganut New Age dan murid-murid  agama Asia Timur percaya dalam pantheism (kepercayaan “Semua benda adalah Elohim/ Allah”). Dalam kebanyakan pola pikir mereka kenyataan yang tertinggi adalah Itu (It; benda) bukan “Dia” (pribadi). Jagat alam adalah kenyataan Deity yang menyelimuti dirinya sendiri dalam ‘perwujudan’ benda nyata. Namun pada kenyataannya (pantheism mengajar), dunia nyata adalah sebuah illusi, orang Hindu menyebutnya maya.
Sebaliknya, theism percaya bahwa Elohim telah menciptakan jagat raya dan dunia yang bersifat benda adalah nyata.

(Dalam) pantheism tidak hanya pepohonan, bunga-bunga dan binatang ekpresi dari keilahian – semua manusia, jahat maupun yang baik adalah ekpressi ilahi juga. Mempercayai hal-hal ini adalah sebuah dilemma ilmu agama yang serius. (Dengan kata lain) “Dia” menjadi sumber baik dan jahat, kegelapan dan terang (tepat seperti arti symbol dari yin-yang.[16]

(Dalam) pantheism … semua manusia, jahat maupun yang baik adalah ekpressi ilahi juga. Mempercayai hal-hal ini adalah sebuah dilemma ilmu agama yang serius.

Kitab Suci menyatakan:

  • ”Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Elohim adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. (1 Yoh. 1:5)
  • bahwa YAHWEH itu benar, … dan tidak ada kecurangan pada-Nya. (Mazmur 92:16)

Reincarnation atau Resurrection?
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. (Yoh. 5:28-29)
Ketika saya masih sebagai guru yoga, saya berpikir itu lebih masuk kalau bahwa kita akan berinkarnasi (berubah bentuk) menjadi mahluk roh tanpa bentuk tubuh [atau jadi monyet atau binatang lainnya jika hidup sebelumnya jahat]. Agama Buddha mengajar tujuan akhir manusia adalah menjadi kosong (nirvana – akhir dari keberadaan pribadi). Agama Hindu mengajar kita menjadi segala sesuatu (bersatu dengan Brahman). Tetapi Kristianiti adalah berbeda sama sekali. Kita akan selalu ada bersama dengan Elohim dan memiliki semua di sorga dan di bumi.

Berubahlah secara rohani!
Berdoalah doa ini dengan seluruh jiwamu:
”Adonai YESHUA. Saya menerima Engkau kedalam hatiku sebagai Juruselamat dan Adonaiku. Saya dengan tulus bertobat dari semua dosaku dan kebiasaan-kebiasaan yang salah. Ampuni saya sesuai janji-Mu. Basuhlah saya di dalam darah-Mu yang telah tercurah di Kalvari.
Oleh iman, saya menerima karunia kehidupan kekal-Mu. Saya berdoa kiranya Engkau memenuhi saya dengan Roh Kudus, kebaikkan-Mu dan kasih-Mu. Saya mengakui bahwa Engkau telah mati untuk dosa-dosa dunia ini dan Engkau telah bangkit dari kematian untuk memerintah selamanya. Saya terima Engkau sekarang sebagai Adonai hidupku dan saya percaya saya akan berada dalam kekekalan dalam hadirat-Mu.”

Yakinlah bahwa kami perduli secara tulus akan kamu dan akan pertumbuhan rohani kamu. Kami mendorong kamu untuk menghubungi kami dan biarkan kami tahu bahwa kamu telah memberikan hatimu dan kehidupanmu kepada Adonai Yeshua. Kami ingin menolong kamu dalam perjalanan (rohani) kamu.

“In Search of the True Light” ©2002 copyright by Mike Shreve.
All articles unless otherwise noted are copyright by Mike Shreve.
Personal Stories are the work of the individuals.
All Rights Reserved.


[1] Kenyataan yang Hakiki  atau Realitas Tertinggi (Ultimate Reality) adalah suatu istilah yang memiliki banyak arti.  Dalam ilmu philosophy, itu produk tertinggi dari kesimpulan  (berdasar pengalaman dan atau penemuan) pribadi masing-masing, ilmu pengetahuan bagi para Scientist, atau sebuah ”pencerahan kehidupan manusia” yang didapat oleh seorang guru (seperti Sidartha Gautama atau Kong Fucie).  Bagi penganut Anisme itu adalah suatu kesadaran bahwa benda-benda (an impersonal being) bernyawa dan itulah target mereka untuk ada sebagai. Bagi orang Kristen itu adalah suatu pengertian bahwa Elohimlah pencipta semua benda-benda di langit dan di bumi dan Dia berkuasa atas semua yang ada baik dunia nyata maupun roh (tidak nyata) dan kita, manusia, diciptakan sempurna pada awalnya, namun kemudian terjatuh kedalam dosa. Melalui Putra Elohim saja, kita bisa kembali bersama-sama dengan Pencipta semesta alam tersebut.

[2]  Sejarah Budhisim pada awalnya adalah sebuah philosophy (ajaran yang bersumber dari pengalaman hidup Siddhartha Gautama), dan berkembang menjadi agama – patung Buddha yang pada awalnya objek dari fokus tujuan mereka (ingin serupa seperti) telah menjadi sebuah ilah (god), dikenal sebagai ”berhala.” Penyembahan/ pemujaan pada berhala dan juga  ajaran manusia tidak akan pernah meraih Elohim (God/ Allah). Sebab Elohim adalah Pribadi yang bersifat roh dan maha kudus.

[3] Agama adalah ciptaan manusia, ”cara-cara manusia untuk mencapai kepada Elohim (Allah) melalui perbuatan-perbuatan baik, meditasi, mempersembahkan korban. Menyenangkan agar mendapat pembenaran adalah inti dari semua agama.” Kristianiti sama sekali berbeda, Elohim, Pencipta manusia, menjelma menjadi manusia daging, Yeshua Ha Mashiah, berusaha mencapai manusia, ciptaan-Nya, yang telah terhilang (terputus hubungan karena dosa)  untuk mengembalikan mereka pada tujuan yang semula – hidup kekal bersama dengan Dia.

[4] Alkitab berkata Terang Yang Sesungguhnya adalah Yeshua (Yesus) Ha Mashiah. Titel itu disandang dan diklaim oleh Yeshua sendiri: ”Akulah terang dunia,” (Lihat Yohanes 8:12 & 9:5 & 12:46. Baca seluruh Injil Yohanes bab 1 dan Matius 4:12-17.

[5] Far East diartikan sebagai negara-negara Asia Timur [Afganistan, Pakistan, India, Nepal], termasuk Cina, Jepang, Korea dan Indonesia; Cambridge Dictionaries

[6] Inti dari ajaran Yoga adalah mengontrol pikiran sendiri  dengan cara mengosongkannya, lalu membiarkan alam roh masuk memimpin pikiran tersebut. Mike Shreve juga mengakui bahwa praktek ini membuka   dan meninggikan praktek penyembahan berhala

[7] Mantra adalah praktek umum di dalam kebanyakkan agama-agama Asia Timur, mengucapkan kalimat tertentu berulang-ulang untuk mendapatkan ‘iman.’ Sesungguh mantra keagamaan tidaklah berbeda dengan mantra sekule, dikenal dengan nama “berpikir positif” yang dipraktekkan di dalam dunia sekuler yang dibawa oleh Dr.  Norman Vincent Peale pada pertengahan abad 20.

[8] Inilah pengalaman tertinggi bagi penganut agama-agama Asia Timur yang serius atau sekarang disebut agama New Age, yakni roh keluar dari  tubuh mereka berhubungan dengan dunia alam roh. Alkitab menyatakan hal ini sebagai ‘berkomunikasi dengan roh-roh jahat.’ Suatu hal yang dilarang oleh YAHWEH. Baca Imamat 20:6-8, 27 dan Ulangan 18:10-14. Hanyalah  perkataan Yeshua Ha Mashiah yang harus umat –Nya dengarkan sungguh-sungguh (Ul. 18:15-22).

[9] Adonai adalah kata Ibrani di Alkitab yang diterjemahkan sebagai “Tuhan” atau “the Lord.” Di Perjanjian Lama umunya menunjuk kepada nama Elohim Israel, Elohim semesta alam, yaitu YAHWEH (diterjemahkan degan kata ”TUHAN”). Di Perjanjian Baru itu adalah titel Yeshua, yang menunjukkan sifat ke-Elohim-an diri-Nya dan juga panggilan hormat sama seperti ”Tuan/ Master.”

[10]  Ha Mashiah bahasa Ibrani di Alkitab yang diterjemahkan menjadi ”The  Christ”  oleh orang Eropa atau ”Al-Masih” dalam Islam. Artinya literalnya ”yang diurapi.” raja dan nabi di Perjanjian Lama dinobatkan dengan pencurahan urapan minyak minyak di kepala mereka. Namun pada semua agama Monotheism itu adalah TITEL atau JABATAN yang dimiliki oleh Yeshua (Yesus atau Isa).

[11] ”Semua agama menjadi satu” adalah gerakan baru yang maju pesat di negara-negara Barat yang dikenal dengan nama agama ”New Age.” Mike Shreve, mengutip suatu data statistik, berkata di Amerika Serikat itu pernah mencapai peningkatan 240% hanya dalam priode 1990-2000, menjadikan itu sebagai perkembangan agama tercepat di Amerika.

[12]  Sikap keras Mike Shreve untuk tidak mau mencoba mengalami ”bertemu Yeshua” adalah hal yang umum, oleh sebab salah pengertian dan salah pengajaran tentang siapakah sebenarnya Yeshua Ha Mashiah, hal ini digambarkan secara baik oleh seorang Kristen pada artikelnya ”Tiga botol racun.” Diperlukan keberanian untuk ”JUST TRY JESUS.”

[13] Thich Nhat Hanh, Living Buddha, Living Christ (New York, New York: Riverhead Books, 1995) p. xvi. Dari sumber aslinya

[14]  Yeshua menggambarkan ”Jalan menuju Surga” adalah jalan yang sempit, sebaliknya jalan yang lebar (mudah dan bebas hambatan) sesungguhnya menuju kepada kebinasaan, lihat Matius 7:13-18.

[15] Mahatma Ghandi and John Bunyan, http://www.quotesdaddy.com/quote/1020048/

Mahatma+Gandhi/in-prayer-it-is-better-to-have-aheart-without-words. Dari sumber aslinya.

[16]  Jin Yang adalah filosophi Korea atau agama Buddha Korea yang percaya kebaikan dan kejahatan tidak bisa dipisahkan, ajaran ini berasumsi bahwa pada setiap yang baik (putih) terdapat bagian yang jahat (hitam), dan pada setiap yang jahat (hitam) terdapat bagian yang baik. Konsep ini juga dianut oleh agama Hindu. Alkitab menyatakan bahwa kedua hal itu tidak dapat terjadi, HARUS dipisahkan. Lihat Matius 7:15-23 tentang nabi palsu dan 1 Yohanes 8-11 tentang kebaikan dan kejahatan.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Abdullah (Saudi): Dari Neraka, ke Penjara karena Iman Kristennya.

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Mat 13:44-46)

Abdullah adalah seorang Islam (Muslim) yang setia. Dia tinggal dekat Mecca, hanya satu jam perjalanan dengan mobil, berdoa di mesjid lima kali sekali dalam sehari, melakukan semua ajaran Islam, dan tentu secara tetap berkunjung ke Mecca. Seperti banyak orang Islam, ia telah diajar bahwa orang-orang Kristen memiliki roh-roh jahat dan ia harus jauh-jauh dari mereka.

Suatu malam Abdullah bermimpi ia berada di neraka, terbakar di api yang menyala-nyala. Esok paginya, sangat kuatir, ia berdoa kepada Allah, “Saya telah melakukan segala sesuatu dengan baik; mengapa saya harus pergi ke neraka?” Hari-hari berikutnya kekuatirannya semakin membesar. Suatu malam ia tidak bisa tidur karena takut, pada tengah malam itu sebuah sinar terang memasuki kamarnya dan sebuah suara berkata: “Saya Yeshua. Datanglah kepadaku. Saya adalah Jalan ke Sorga. Ikutilah Aku dan kamu akan diselamatkan dari Neraka.” Abdullah tersungkur dengan muka ke tanah menangis dan berkata, ”Harap tolonglah saya menemukan Engkau.”

Hanya dalam beberapa hari Abdullah menemukan Alkitab dan mulai membacanya. Dia segera memberikan hidupnya kepada Yeshua. Dipenuhi dengan suka cita, dia mulai membagikan iman yang baru ia temukan kepada keluarganya dan teman-temannya. Melalui hukum negaranya, Arab Saudi, seorang Islam yang meninggalkan imannya haruslah ada dibunuh. Keluarga Abdullah menyeret dia ke pemerintah. Dia dipenjara dan dianiaya berbulan-bulan.

Ketika Abdullah menolak untuk menyangkal Yeshua, dia dibawa ke Pengadilan Sharia, dimana para criminal yang paling berbahaya diadili. Hakim berkata kepada Abdullah, “Sangkal iman barumu dan kamu akan keluar sebagai orang bebas; jika kamu menolak, kamu akan digorok (beheaded).

“Saya tidak akan menyangkal Yeshua,” Abdullah menjawab, “Jika kamu membunuh aku saya akan pergi ke Sorga, tetapi darahku akan ada pada tanganmu” [idiom, artinya: kamu bertanggung jawab atas kematianku]. Abdullah diputuskan untuk digorok pada hari Jumat mendatang.

Dia dikembalikan ke penjara, tangan dan kakinya terantai. Pada hari hukuman matinya, bagaimanapun, tidak seorangpun muncul.  Pada hari Senin pagi beberapa penjaga penjara mencabut rantai-rantainya dan berkata, ”Lari, kamu setan, kami tidak ingin melihatmu lagi.” Tidak percaya apa yang teliganya telah dengar, Abdullah bertanya apa alasannya. Para petugas ini berkata bahwa di hari dimana Abdullah harus ada dihukum mati putra dari hakim (yang mengadilinya) tiba-tiba mati. Itulah sebabnya hakim menarik keputusannya.

Seperti kebanyakan orang Saudi, Abdullah berasal dari keluarga yang kaya raya dan memiliki segala sesuatu yang ia perlukan. Tidak hanya dia ditolak oleh keluarganya, dia tidak memiliki sumber penghasilan, dan tidak mendapat sebuah pekerjaan sebab dianggap sebagai penghianat Islam. Semua surat-surat indentitasnya diambil dari dirinya dan dia dapat ditangkap lagi kapan saja. Namun meskipun tekanan-tekanan Abdullah tetap tinggal di Arab Saudi selama beberapa tahun, secara aktiv bercerita tentang Yeshua kepada orang lain.

Artikel ini ditulis oleh ”Pendeta Daniel” yang telah bertemu ”Abdullah” (bukan nama aslinya) di Arab Saudi. ”Pendeta Daniel” melayani di negara ini dari 1995 sampai 1998, sekarang tinggal di Australia. Sumber: Missions Update, dibuat oleh AOG World Missions. PO Box 254, Mitcham, Victoria, 3132, Australia, July/Sept 1998, page 17.

Artikel berbahasa Inggris dapat dibaca di : Muslim Encounters with Jesus. Hell

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Perdamaian antara Yahudi dan Palestina melalui Yeshua

Diterjemahkan dari Forbidden Peace by Naomi Rothstein

Cerita Dari Seorang Tentara (A Soldier’s Story)
[Perjumpaan seorang tentara Yahudi dengan kebenaran Alkitab: Yeshua adalah Mashiah yang dijanjikan]
Ketika Moran beremigrasi dari Israel ke Amerika Serikat, ia merasa putus asa mengenai situasi di Timur Tengah: “Orang-orang sekarat dari kanan dan dari kiri; tidak ada yang melakukan sesuatu, dan saya memutuskan untuk pindah.”  Kekerasan di Israel telah menyerang Moran secara pribadi, seorang pembom bunuh diri Palestina telah menelan korban tujuh dari teman-temannya di unit IDF-nya. Jadi dia datang ke AS, mencari “realitas yang berbeda.” IDF Israel Defent Force, sejenis TNI.

Bekas tentara ini hanya sedikit menyadari bahwa realitas itu akan berubah begitu drastis untuk menyertakan dua kelompok orang yang sebelumnya terlarang baginya [Kristen dan Arab].
Pada tahun 1998, Moran menemukan dirinya di Los Angeles, pergi ke kebaktian di gereja atas undangan seorang teman. Moran meninggalkan ibadah dengan gelisah, dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang Elohim. Dia ingin jawaban dan di tangtang untuk membaca Alkitab, baik Tanakh (Bahasa Ibrani untuk Perjanjian Lama)* dan Perjanjian Baru.

“Sepanjang seluruh Kitab Suci, Anda menemukan bahwa Elohim mengasihi umat-Nya, Israel. Dia mengasihi mereka sehingga bahkan ketika kita terus berbuat dosa terhadap dia dan menolak Dia. Dia  tetap setia kepada kita dan Dia memberi telah memberikan kita Mashiah (Mesias/ Kristus) yang dijanjikan. untuk menyelamatkan kita dari semua kejahatan kita. Elohim telah membuka mata saya untuk kebenaran tersebut,” Moran berkata.

Apa yang Moran baca di Alkitab telah meyakinkan dia bahwa Yeshua (Yesus) adalah Mashiah, dan Moran telah berkomitmen menyerahkan hidupnya untuk pribadi yang dia selalu menganggap itu bukan untuknya.
Tapi meskipun iman barunya memberinya cinta dan damai yang ia tidak pernah kenal sebelumnya, pertanyaannya adalah, apakah itu akan cukup untuk memadamkan kepahitan terhadap orang Arab yang masih melekat dalam hatinya? Mungkinkah bahwa cinta dan perdamaian yang benar-benar menggantikan kemarahan yang berabad-abad?

Persahabatan Yang Terlarang (Forbidden Friendship).
[Moran besaksi; bertemu muka dengan Tass, mantan pejuang PLO;  Tass dihadapakan dengan Alkitab; Berdamai]
Moran telah pergi dari mempertanyakan entah ada atau tidaknya Elohim (a God)  untuk percaya sepenuh hati pada Elohim dan pada klaim-klaim Yeshua sebagai Putra Elohim dan Juruselamat pribadinya (Moran) dari dosa. Namun, dalam hatinya, dia masih tidak mempercayai orang-orang Arab.

Suatu hari di bulan Maret, 2001, Moran diundang untuk membagikan kesaksiannya di sebuah konferensi yang dihadiri oleh orang-orang Yahudi dan Arab yang percaya dalam Yeshua. Di podium, ia berbicara tentang bagaimana teman-temannya dibunuh oleh seorang pembom bunuh diri dan tentang bagaimana ia telah datang untuk percaya bahwa Yeshua adalah siapa yang Dia telah klaim.
Ketika dia selesai, Moran bergabung dengan sekelompok teman-temannya. Saat ia berbicara dengan mereka dia melihat seorang lelaki Arab mendekat. Orang Arab berdiri di depan Moran dan berkata, “Nama saya adalah Tass Abu Saada.” Moran menyapanya dengan cukup baik, tapi dalam hati bertanya-tanya, “Apa yang dia inginkan dari saya?” Lalu Tass mengatakan, “Saya dahulu adalah seorang pejuang Fatah.” Ketika Moran mendengar bahwa orang ini telah bekerja di PLO, ia melangkah mundur dengan syok.
Tapi Tass melanjutkan: “Tapi aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”
“Ya?” Moran bertanya.
Tass menjawab, “Aku ingin kamu tahu bahwa aku mengasihimu.” Moran tidak bisa mempercayai telinganya.

Tahun sebelumnya, Tass telah mengalami perubahan radikal dalam dirinya terhadap orang-orang Yahudi. Sebagai seorang pria muda yang lahir di Gaza, ia tidak merasakan apa pun tapi kejahatan bagi orang Yahudi: “Saya percaya bahwa mereka adalah orang-orang yang mengambil tanah saya, yang mencuri dariku, jadi aku membenci mereka dengan napsu yang besar.”
Kemarahannya mendorong dia untuk berjuang bersama para pasukan Yaser Arafat. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia berangkat ke AS dan menjadi pengusaha restoran yang sukses, ia membawa kebencian tersebut bersamanya. Dia mengakui untuk memiliki impian meracuni para pelanggan Yahudi.
Akhirnya, Tass berteman dengan Charlie, seorang pelanggan yang telah membuat Tass berkesan dengan kebaikannya. Charlie memberitahu Tass, seorang Islam, bahwa Yeshua adalah Elohim (Allah). Tass percaya bahwa Yeshua adalah seorang nabi, namun tidak lebih. Jadi dia berketetapan tidak setuju dengan teman barunya. “Tidak mungkin!” kata Tass.
Tapi Charlie bertahan dan kembali dengan Alkitabnya, dan meletakkannya di meja di antara dirinya dan Tass. Tass melompat mundur. “Aku tidak bisa menyentuh itu,” dia berseru. Ketika temannya bertanya mengapa, Tass tidak dapat bicara, dia memiliki kesan yang jelas bahwa apa yang di depan mereka adalah firman Elohim. Pewahyuan ini bahkan mengejutkan Tass, yang tidak pernah menganggap Alkitab adalah benar [Orang Islam telah diajar sejak kecil bahwa Alkitab telah dipalsukan, jelas tanpa bukti]. Tapi ketika Charlie mulai membaca apa yang Alkitab katakan tentang Yeshua, Tass merasakan beban telah terangkat dari dirinya. Dia mengalami kedamaian dan sukacita yang instan dalam dirinya dan mulai percaya bahwa apa yang Alkitab katakan adalah benar. Seperti hari-hari berlalu dan dia mulai membaca buku ini untuk dirinya sendiri, ia terdorang untuk berdoa. Dan apa yang ia doakan mengejutkan dirinya sendiri:

“Tiba-tiba aku mendengar diriku sendiri berdoa untuk orang-orang Yahudi .. Aku mendengar diriku berdoa, ‘YAHWEH, berkati orang yang Engkau telah pilih dan bawa mereka kembali ke tanah perjanjian.'” Aku mulai ingin menutup mulut saya dengan tanganku, tetapi aku tidak dapat sebab itu meletup-letup di dalam diriku.”
Tass menemukan keinginan yang dalam untuk membuang kebencian terhadap orang Yahudi yang ia telah bawa begitu lama. Saat dia ingat kata-kata Yeshua akan pengampunan, Tass menyimpulkan: “Sekarang itu adalah model bagi saya Jika ia bisa memaafkan begitu banyak, saya bisa memaafkan setidaknya sedikit.”
Tass diundang untuk bersaksi di sebuah konferensi Arab-Yahudi, di mana ia melihat Moran bersaksi tentang perjalanan sendiri. Tass terdorong untuk mendekati Moran dan memperkenalkan dirinya sebagai seorang pejuang mantan Fatah dan percaya kepada Yeshua.

Dia mengatakan kepada Moran bahwa ia mengasihinya dan kemudian dia minta maaf atas nama bangsanya untuk apa yang telah terjadi pada teman-teman Moran. Pada saat itu, Moran merasa kekerasan hatinya terhadap orang-orang Arab lumer, dan giliran Moran memohon kepada Tass untuk memaafkannya atas ketidak mampuannya mempercayai atau mengasihi orang-orang Arab.
Moran berkata, “Apa yang Elohim telah dilakukan pada saat itu, Dia telah mengangkat keluar beban dari bahu saya dan Dia memberiku kasih. Dia memberiku begitu banyak kasih.”

Sekarang, mantan musuh-musuh ini adalah teman-teman yang terbaik. Menurut Tass, “Ketika orang-orang Yahudi dan orang-orang Palestina datang bersama-sama dalam nama Elohim, Elohim yang benar, maka akan ada kedamaian sejati. Jika Elohim dapat melakukan perubahan ini di dalam hati orang sembrono seperti saya sendiri, saya percaya bahwa ada harapan bagi siapa saja, dan itu bukan hanya untuk konflik di Timur Tengah, melainkan untuk konflik dalam kehidupan mereka sendiri.”

Kesimpulan: Tidak lagi terlarang.
Itu nampaknya mustahil bahwa masyarakat Yahudi dan masyarakat Arab dengan history konflik panjang telah dapat mencapai damai dengan satu sama lain melalui Yeshua. Pada akhirnya, keduanya Yeshua dan Kitab yang berisi peristiwa-peristiwa tentang kehidupan-Nya yang adalah terlarang bagi kedua kelompok masyarakat … telah menjangkau banyak hubungan …
Dapatkah itu ada bahwa konflik-konflik dan problem kita ialah bukan semata-mata bersifat politik atau sosial atau ekonomi, tetapi bersifat rohani? Adakah itu hanya mungkin jika masyarakat Yahudi, Arab atau lainnya berdamai dengan Elohim, mereka dapat sungguh-sunguh diperdamaikan kepada satu dengan lainnya? Dan jika demikian adanya, dapakah kita melawan arus meskipun jika kita harus beralih ke subjek-subjek yang dianggap terlarang?

*) Christian OT and the Jewish Tanakh

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Gadis Kristen Pakistan 12 Tahun Di Perkosa Dan Disiksa Karena Tidak Mau Murtad

Cara orang Islam memenangkan jiwa di Pakistan. The Asian Human Right Commission  (The AHRC) melaporkan bahwa gadis 12 tahun diculik, dibawa kedesa lain lalu diperkosa, dipaksa menikah, delapan bulan lamanya ia dipukuli dan diperkosa oleh karena tidak mau pindah ke Islam, British Pakistani Christian Association melaporkan.

Pada suatu hari Anna, anak gadis dari bapa Arif Masih di kota Lahor, dikunjungi oleh teman perempuan Muslimnya, Nida, untuk ’sebuah perjalanan shopping.’ Nida membawa Anna ke dalam mobil dimana paman Nida, Muhammed Irfan, sudah siap di depan kemudi mobil tersebut. Korban di bawah ketempat yang jauh sebelum ia dimasukkan kedalam rumah dan diperkosa. Dua hari setelah pemerkosaan pertama tersebut tiga wanita dari sanak famili pemerkosa, dilaporkan dengan nama Mumtaz Bibi, Farzana Bibi dan Kiran Bibi beserta Nida teman Anna memaksa Anna untuk menandatangani surat pernikahan ’bersedia dinikahi oleh Mohammed Irfan,’ dibawah ancaman bahwa korban tidak akan dilepaskan jika tidak mau mendatangani surat perjanjian tersebut. Gadis kecil di bawah ancaman tiga wanita dewasa dan ditempat yang sangat asing akhirnya menandatangi surat pernikahan di bawah umur tersebut; Hukum pernikahan di Pakistan wanita boleh menikah setelah berumum 16 tahun. Anna tetap ditahan selama lebih dari 8 bulan,  sampai akhirnya Anna berhasil melarikan diri dan menelpon orang tuanya. The AHRC (Komisi Hak Asasi untuk Asian) dalam laporannya menulis gadis Kristen 12 tahun ini telah diperkosa lebih dari satu pria selama priode 8 bulan penculikan itu.

Korban selama delapan bulan masa penculikan tersebut telah dibawa ke beberapa pusat Islam dimana korban dipaksa untuk memeluk Islam dan dipukuli dengan keras ketika korban menolak permintaan mereka.

Pada minggu pertama September 2011, lebih dari 8 bulan setelah Anna hilang, gadis kecil ini menelpon keluarganya dari Tandianwalla, Faisalabad, 190 Km dari Lahor. Orang tuanya menjemput Anna dan melaporkan kasus ini kepada kantor polisi.

Polisi berdiam diri bahkan berpihak kepada pemerkosa. Keluarga korban kecewa sebab polisi tidak mengambil tindakan untuk melindungi gadis 12 tahun ini dan juga tidak bersedia melakukan pemeriksaan medis.

Para pemerkosa menghubungi polisi melalui jalur kelompok agama Islamnya dan menunjukkan surat pernikahan yang menyatakan bahwa satu dari pemerkosa, yaitu Muhammad Irfan adalah suami dari si korban. Ketika orang tua Anna kembali ke kantor polisi menyertakan nama-nama dari para pemerkosa polisi mengancam orang tua korban dengan mengatakan bahwa Anna telah menikah dan telah pindah ke Islam, jadi lebih baik kembalikan gadis kecil itu kepada suaminya. Dan polisi menambahkan jika orang tua dari korban ini monolak saran polisi tersebut maka pihak korban akan dihadapkan dengan ancaman pelanggaran tindakan kriminalitas.

Komisi Hak Asasi Manusia mendapat kabar dari masyarakat Kristen Pakitan bahwa keluarga Kristen ini sekarang sedang menyembunyikan diri dari para pelaku pemerkosa dan pihak kepolisian.

Berdoalah untuk Anna dan keluarga korban untuk memiliki kekuatan mebawa masalah sampai keadilan terwujud. Berdoa juga untuk pemerintah Pakistan agar mereka menggambil tanggung jawab untuk menegakkan keadilan dan pembelaan yang adil bagi semua rakyat Pakistan, termasuk gadis Kristen 12 tahun ini.

Bagi pembaca yang ingin memberi petisi untuk pembelaan Anna ini bisa menulis di sini:

Pemerintah Pakistan telah dikenal sangat lemah di dalam menegakkan keadilan bagi rakyatnya yang berasal dari kelompok minoritas.  Tahun lalu, Maret 2010, seorang Kristen dipukuli dengan enam pria berkampak sampai meninggal dunia oleh karen pria Kristen ini tidak mau berpindah ke Islam. Polisi telah mencatat laporan ini namun belum ada tindakan nyata, Compass Direct berkata.

Pengancaman dan pemaksaan terhadap orang-orang Kristen di negara Islam Pakistan  sangatlah umum, sementara di negara-negara Barat orang-orang Islam mengaku bahwa Islam adalah agama damai dan satu ajaran dengan kepercayaan orang-orang Yahudi dan Kristen. Baca : Pakistan: Azra Bibi Terbebas dari Perbudakan!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Bob Bush Dahulu Seorang Jesuit, Sekarang Anak Elohim

Kesaksian pemuda Amerika yang haus akan kebenaran, tersesat di rimba tradisi, setelah perjalanan hidup yang panjang akhirnya ia menemukan kebenaran yang sempurna. Diterjemahkan dari “Once a Jesuit, Now a Child of God; Bob Bush.” Jesuit atau “Society of Jesus” adalah sebuah cabang organisasi gereja Katolik hadir untuk menandingi gelombang revormasi Gereja di Eropa (dibawah pimpinan Dr. Martin Luther, Swingi dan banyak tokoh lainnya). Jesuit dikenal di Indonesia dengan nama “Serikat Yesus.”

Saya memulai perjalanan Katolik saya di sebuah kota kecil di California utara di Amerika Serikat. Kota itu sungguh kecil sehingga kami tidak dapat mengadakan Misa (Mass; ibadah mingguan gereja Katolik) setiap hari Minggu, tetapi pendeta biasa datang sebulan sekali jika ia mungkin dapat mengadakan Misa di sebuah ruang pertemuan umum yang besar.

Saya memiliki kakak laki-laki dan adik laki-laki. Ayah saya telah dilatih di Universitas Santa Clara. Itu sebabnya, kedua orang tua saya berpikir adalah ide yang bagus untuk kami anak-anaknya untuk tinggal di penginapan sekolah Katolik (dimana murid-murid makan, tidur dan diajar pada komplek sekolah yang sama).  Sekolah ini dijalankan oleh orang-orang Jesuit dan saya belajar di sana selama empat tahun. Secara akademi itu adalah sekolah yang sangat baik, tetapi hanya satu aliran agama yang mana kami diajar yakni theologi dan tradisi Katolik dengan tanpa penekanan pada Alkitab.

Rindu untuk melayani Elohim dan sesama.  Ketika mendekati masa kelulusan, saya berpikir apa yang seharusnya saya lakukan dengan kehidupanku. Saya berpikir menjadi seorang pendeta Jesuit (Serikat Yesus) mungkin adalah sebuah jalan yang baik untuk menghormati dan melayani Elohim dan menolong sesama; itulah semua yang saya ketahui. Pada saat itu, bahkan ketika saya meningglkan Sekolah Tinggi, saya telah memiliki kerinduan dan kelaparan di dalam hati saya untuk bertemu dengan Elohim dan untuk mengenal Dia. Bukti, suatu saat ketika saya di tahun keempat dan tahun terakhir di Sekolah Tinggi, saya ingat pergi keluar ke lapangan sepak bola dan hanya untuk berlutut di sana di kegelapan dengan tangan-tangan terangkat ke langit. Saya berteriak. ”Elohim, Elohim, dimanakah Engkau?” Saya sungguh lapar akan Elohim.

Seminari Jesuit (Serikat Yesus). Saya masuk Jesuit Order (”Adalah sebuah organisasi Roma Katolik didirikan oleh Saint Ignatius dari Loyola di tahun 1534 untuk membela ajaran Katolik melawan Reformasi dan untuk melakukan pekerjaan misi diantara ’orang kafir.’”  Word Dictionary) di tahun 1953 setelah lulus dari Sekolah Tinggi. Ketika saya masuk Organisasi tersebut, hal pertama yang terjadi adalah kepada saya dikatakan (di ajarkan) untuk memelihara semua hukum dan peraturan, melakukan semua itu maka akan menyenangkan Elohim, dan itulah yang Dia inginkan dari saya.   Kami diajar sebuah motto, ”Peliharalah hukum dan hukum akan memelihara kamu.”

Kami membaca banyak tentang kehidupan-kehidupan saints (orang-orang kudus), dan mulai dari awal saya telah dilahtih untuk melihat kepada mereka sebagai contoh untuk diikuti, tanpa menyadari bahwa mereka telah menjadi orang-orang kudus karena mereka telah melayani Gereja Katolik. [Garis bawah ditambahi] Saya belajar seminari secara total selama 13 tahun,  mengambil sebuah kursus ke kursus lainnya dan mempelajari satu hal ke hal lainnya. Pada akhirnya saya mengakhiri pelajaran puncak theology dalam ordinasi di tahun 1966.

Lapar akan Elohim tetapi Tidak ada Damai. Saya tetap memiliki kelaparan didalam hati saya untuk Elohim. Saya belum bertemu Yahweh dan tetap tidak memiliki damai. Kenyataannya, pada saat itu saya terbiasa merokok dan saya sangat gelisah. Saya berjalan bolak balik di dalam kamar saya menghembuskan asap dari sebuah rokok ke rokok lainnya oleh karena ketidak damaian di dalam hati saya.

Saya memasuki program post graduate di Roma, berpikir bahwa saya akan ada di puncak gunung, namun kelaparan di dalam hati saya tetap melawan. Saya bahkan berbicara kepada seorang pendeta yang bertugas untuk para missionari di Afrika, sebab saya ingin pergi kesana sebagai seorang misionari. Saya sadar bahwa jika saya pergi ke Afrika, bagaimanapun,  satu-satunya hal yang saya dapat lakukan adalah bercerita kepada orang-orang tentang apa yang saya telah perlajari, doktrin-doktrin Katolik dan apa yang Gereja Katolik dapat berikan, meskipun itu  tidak memuaskan saya. Saya tidak dapat melihat bagaimana itu tidak akan dapat  memuaskan mereka juga.

Saya belajar di sepanjang tahun-tahun Vatican Council II (1962-1965) dan ditugaskan setahun setelah itu berakhir. Dokumen-dokumen dari Vatican Council II keluar dari Roma [pusat Gereja Katolik sedunia] dan saya berpikir bahwa segala sesuatu akanlah berubah. Ide ini adalah kekuatan yang menguasai saya. Tetapi saya tidak sadar akan sesuatu perubahan-perubahan, sama seperti doktrin-doktrin Katolik  yang dihasilkan dari the Council of Trent (Sidang Trent) adalah tetapi di tempatnya [doktrin yang dihasilkan di Vatican Council II adalah sama dengan Concil sebelumnya, tidak ada perubahan]. Jadi saya tidak pergi ke Afrika tetapi kembali ke California, dimana Elohim memiliki sebuah kejutan yang tersimpan untuk saya.

Memimpin kelompok doa. Pada sebuah pondok retreat dimana saya mengadakan Misa, seorang wanita bertanya kepada saya jika saya bersedia memimpin sebuah kelompok doa rumah di rumahnya. Saya belum pernah memimpin sebuah pertemuan doa  di dalam hidup ku dan tidak tahu bagaimana itu berjalan, tetapi saya berpikir bahwa saya telah dilahtih sema hal pada tahun-tahun yang lalu, saya tentunya mampu melakukan itu dan bersedia. Itu diadakan setiap Kamis dari 10 pagi sampai sore. Sekelompok orang akan bertemu dan membaca hanya Alkitab, menyanyi puji-pujian kepada Yaheh dan berdoa untuk keperluan satu sama lain. Saya masih merokok saat itu. Dini hari dimana pertemuan doa akan berlangsung di hari itu, saya mundar mandir dan berpikir, ”Oh, megapa saya katakan ’saya akan pergi kesana?’” Saya sama sekali tidak tertarik untuk pergi, tetapi ketika sore tiba [pertemuan berakhir], saya tidak ingin meninggalkannya. Kuasa Perkataan Alkitab mulai menyentuh hati dan kehidupanku.

Dikejutkan dengan kasih karunia Elohim. Kejutan yang besar yang YAHWEH simpan untuk saya terjadi di dalam cara ini. Suatu malam kami pergi ke pondok retreat dengan kelompok orang-orang dari pertemua doa rumah. Pembicara mengundang pendengarnya diakhir kotbahnya, ”Sekarang jika ada orang di sini yang lapar akan Elohim dan belum pernah mengalami sentuhan Elohim dan ingin Elohim menyentuh hidupnya , datanglah kedepan dan kami akan berdoa untuk Anda.” Seorang wanita, Sonia, datang kepadaku dan memohon, ”Dapatkah Anda meminta suamiku Joe maju kedepan untuk didoakan?” Saya berkata kepadanya, ”Sonia, saya tidak dapat melakukan hal itu. Itu akanlah sungguh tidak ada jujur, sebab saya belum ada di doakan untuk diri saya sendiri,  jadi bagaimana mungkin saya meminta dia untuk pergi kedepan?” Tinggi saya sekitar 6 kaki 4 inchi [mendekati 2 meter] dan dia wanita yang sangat pendek. Saya tidak akan pernah bisa melupakannya; dia melihat kepada wajah saya dan menunjuk kepada wajah saya, berkata, ”Saya pikir kamu perlu didoakan untuk dirimu sendiri.” Saya tertawa dan bekata, ”Ya, saya akan lakukan.” Apa yang dia tidak sadari adalah adanya kelaparan besar di dalam hatiku. Setelah semua tahun pelajaran saya masih belum bertemu Elohim. Saya membaca Alkitabku di pertemuan doa, tetapi masih belum tahu Elohim yang memerintah yang ada di Alkitab atau saya sendiri sebagai orang berdosa yang besar dihadapan-Nya.

Inilah momentnya saya meminta Elohim merubah saya, jadi saya maju kedepan dan mereka menumpangkan tanganya keatas saya dan berdoa untuk saya. Itu bukan karena  suatu pekerjaan, entah mereka atau saya, tetapi itu sungguh oleh karena anugerah Elohim yang membuat saya ”lahir baru.” Yeshua menjadi nyata, Dia adalah nyata dan perubah kehidupan. YESHUA TELAH MERUBAH KEHIDUPANKU. ”Tetapi ketika nyata kemurahan Elohim, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, (Titus 3:4-5.Ayat 4 ditambahkan).

Kami mencoba untuk berfondasikan Alkitab. Itu adalah Agustus 1970 ketika anugerah Elohim sungguh menjamah saya. Saya mulai bekerja pada gerakan [Katolik] karismatik, yang adalah gerakan baru di dalam Gereja Katolik. Sementara ada segala macam keputusan dan dokma keluar dari Roma, gerakan ini pada mulanya mencoba hanya memiliki satu manual – Alkitab.

Kami memulai suatu kelompok doa di sebuah Sekolah Tinggi dan itu bertumbuh begitu besar sehingga kami harus pindah ke sebuah ruang olahraga. Saat itu datang 800 sampai 1000 orang setiap Jumat malam. Kami menekankan pujian dan penyembahan dan memuliakan Elohim. Di ruang olahraga ini tidak ada bahan lainnya, kami mencoba untuk tetap di dalam Alkitab.

Saya banyak belajar. Itu telah memakan tahunan untuk menyadari bahwa saya telah berkompromi melalui tinggal di dalam Gereja Roma Katolik. Sepanjang tahun-tahun tersebut saya terus menekankan bahwa keselamatan adalah hanya di dalam pekerjaan Yeshua Ha Mashiah yang telah selesai di salib dan tidak di dalam baptisan bayi; bahwa hanya ada satu sumber atoritas yaitu adalah Alkiab, Firman Elohim; dan tidak ada purgatory (penghukuman sementara bagi yang mati tanpa percaya Yeshua) tetapi sebaliknya bahwa ketika kita mati, kita pergi ke Sorga atau Neraka, dan seterusnya.

Disinilah dimana konflik datang. Melihat orang-orang bergantung pada kepercayaan yang salah dan menipu tersebut untuk keselamatan mereka adalah sungguh menyayat hati saya. Saya merasa mungkin Elohim ingin memakai saya merubah hal-hal di dalam Gereja Roma Katolik sehingga kami tetap tinggal sebagai orang-orang Katolik. Tetapi untuk tinggal sebagai Katolik, saya sekarang melihat, adalah untuk hidup dalam sebuah kehidupan kompromi.

Ditegur Oleh Roh Kudus. Saya akhirnya menyadari, setelah menerima banyak teguran dari Roh Kudus, bahwa saya tidak memberi diri saya sendiri secara total kepada Dia, tidak 100 persen adalah menyedihkan Adonai saya, berdosa dengan dosa kompromi.  Saya juga akhirnya sadar bahwa Gereja Roma Katolik tidak dapat dirubah. Jika itu telah berubah, tentunya tidak ada Paus, tidak ada rosary, tidak ada purgatory, tidak ada system kependetaan, tidak ada Misa, dan seterusnya. Setelah 17 tahun di cuci otak [oleh Gereja Katolik]. Saya mencuci otak saya dan dicuci oleh oleh Roh Kudus. Apa yang terjadi kepada saya pada periode ini diterangkan dalam Roma 12:1-2. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Elohim aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Elohim: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Elohim: apa yang baik, yang berkenan kepada Elohim dan yang sempurna. 

Penelitian di India. Di saat inilah saya bertemu dengan pendeta lainnya yang telah meninggalkan Gereja Roma.  Ia mengkotbahkan hal yang sama , menghabiskan setengah waktunya di India dan setengahnya lagi di Amerika Serikat. Victor Affonso dahulu juga seorang Jesuit, dan saya berkata kepadanya saya berpikir bahwa itu akan ada baik pergi ke India melakukan beberapa pekerjaan missionari  disana. Kami dapat meneliti dogma dan doktrin-doktrin dari Gereja Katolik.

Saya pergi ke India pada 1986 dan menghabiskan waktu selama 6 bulan disana melakukan pekerjaan missionari. Kami juga telah menghabiskan waktu sebulan dengan sekelompok orang meneliti dogma Katolik di dalam terang ayat-ayat Alkitab. Kami berketetapan mengikuti apa Alkitab katakan; jika doktrin-doktrin Katolik menentang itu, kami akan menolak doktrin-doktrin tersebut.

Kami melihat bahwa Yeshua berkata, ”Datanglah kepadaKu,” dan itu di kitab-kitab Injil kita diajar untuk berdoa kepada Bapa kami di Sorga di dalam nama Yeshua, tidak pernah kepada seorang kudus (saint) atau kepada Maria. Murid-murid tidak berdoa kepada Stefanus, yang mati sangat awal di kitab Kisah para Rasul, atau kepada Yakobus, yang terbunuh sangat awal. Apa yang mereka lakakukan setelah kebangkitan Yeshua? Dia berkata.  ”Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”  (Matius 18:20) Mereka berdoa kepada Yeshua, mereka berdoa kepada Bapa, mereka memiliki pimpinan Roh Kudus dan mentaati perintah-perintah Elohim.

Di India kami menemukan bahwa katekisasi Katolik telah merubah Sepuluh Perintah dari apa yang ada di Alkitab. Dalam katekisasi Roma Katolik, perintah pertama adalah sama dengan di Firman. Perintah kedua di katekisasi adalah, ”Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan [ayat 7]. Ini sama sekali berubah dari Alkitab. Perintah ketiga dari Alkitab telah naik ke [perintah] kedua. Perintah kedua yang asli di Kitab Suci telah hilang. Hampir semua katekisasi telah membuang perintah kedua yang ada di Alkitab. Sebagai contoh, Katekisasi New Baltimore, Pertanyaan 195, menjawab, ”Perintah-perintah Elohim adalah sepuluh sebagai berikut: (1) Jangan ada padamu allah (elohim) lain di hadapan-Ku.  (2) Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan,”  dan seterusnya.

Di Alkitab perintah kedua dinyatakan sebagai, Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, adalah Elohim yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.”  (Keluaran 20:4-6).

Elohim melarang kita sujud didepan mereka atau beribadah kepada mereka, namun ada gambar-gambar Paus sujud dan mencium patung-patung.
Kami sungguh terganggu bahwa perintah ini telah dikeluarkan dari katekisasi. Sekarang kita dapat bertanya, ”Bagaimana kita mendapatkan Sepuluh Perintah tersebut?” Apa yang katakisasi lakukan adalah membagi perintah yang terakhir (aslinya kesepuluh, sekarang dipecah kedalam perintah kesembilan dan kesepuluh). ”Jangan mengingini  isteri sesamamu” di daftarkan sebagai perintah yang terpisah dari ”jangan mengingini apapun yang dipunyai sesamamu.” Ini adalah gangguan terhadap Alkitab. Saya menemukan dokma-dokma dan doktrin-doktrin yang secara langsung bertentangan dengan Kitab-kitab Suci.

Maria dan Misa (ibadah hari Minggu Katolik). Kami juga menginvestigasi doktrin Terkandung Tanpa-dosa (the Immaculate Conception). Ini adalah diartikan sebagai “doktrin bahwa Maria dikandung tanpa dosa; pada saat pertama dikandungan tidak ada dosa,” Ini bertentangan dengan Roma 3:23 yang berkata, ”Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Elohim.” Di sini kita ada doktrin, sebuah tradisi yang diteruskan dan dinyatakan dengan hormat sebagai kebenaran yang tidak bercacat, dan itu menentang apa yang ada di Alkitab.

Dan kami sampai kepada satu dari hal-hal konflik terbesar. Berurusan dengan korban Misa (the sacrifice of Mass). Posisi Katolik secara resmi tentang korban Misa ialah sebuah kejadian yang terus menerus dari korban di Kalvary [nama dari tempat Yeshua mati tersalib].

Dewan Trent (The Council of Trent) mendifinisikan itu secara tepat seperti demikian:  ”And since in this divine sacrifice, which is celebrated in the Mass, that same Christ is contained and immolated in an unbloody manner, who on the altar of the cross ‘once offered Himself’ in a bloody manner (Hebrews 9:27), the holy Synod teaches that this is truly propitiatory… For it is one and the same victim, the same one now offering by the ministry of the priests as He who then offered Himself on the Cross, the manner of offering alone being different…” (Denzinger 940). [Dewan Trent menyatakan Yeshua harus di korbarkan berkali-kali, setiap ibadah Misa]. Beberapa orang dapat saja berkata bahwa Dewan Trent tidak berlaku lagi dan hal-hal di dalamnya telah dirubah. Tetapi Laporan Kardinal Ratzinger [sekarang menjadi Paus Benediktus XVI] berkata: ”It is likewise impossible to decide in favor of Trent and Vatican I, but against Vatican II. Whoever denies Vatican II denies the authority that upholds the other two councils and thereby detaches them from their foundation.” [Katolik]Katesisasi berkata sama, bahwa Misa adalah korban yang sama dengan korban [Yeshua] disalib. Contoh, Katekisasi New Baltimore berkata, “Imam utamanya adalah sama, Yeshua Ha Mashiah.” Namun di kitab Ibrani 10:18 itu dikatakan demikian,  Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.”  Jadi Kitab Suci membuat itu sangat jelas. Buktinya, delapan kali di dalam empat bab, dimulai dari bab tujuh surat kepada orang-orang Ibrani itu dinyatakan, “sekali untuk selama-lamanya,” dan telah ada satu korban untuk dosa, sekali untuk semuanya!!!”

Korban yang sempurna.  Setiap orang yang  pernah berkunjung Misa di Gereja Katolik akan ingat doa ini yang dikatakan oleh pendeta, “Berdoalah saudara, supaya korban kita kiranya dapat layak bagi Elohim, Bapa Yang Mahakuasa.” Ini adalah doa yang sangat serius. Para hadirin meresponi dengan kalimat yang sama, memohon korban tersebut kiranya ada dapat layak bagi Elohim. Tetapi ini adalah bertentangan dengan Firman Elohim sebab korban [Yeshua] tersebut sudah ada diterima. Ketika Yeshua ada tersalib, Dia berkata: “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30)  dan kita tahu bahwa itu telah sempurna sebab Yeshua telah diterima oleh Bapa dan bangkit dari mati dan sekarang duduk disebelah kanan Bapa. Kabar Baik adalah yang kami kotbahkan ialah Yeshua telah bangkit dari mati, bahwa pengorbanan-Nya sudah lengkap, dan Dia sudah membayar semua hutang dosa. Oleh anugerah Elohim ketika kita terima korban yang sempurna tersebut untuk dosa-dosa kita, maka kita diselamatkan dan memiliki kehidupan kekal.

Sebuah peringatan adalah pengingatan kembali akan sesuatu yang seseorang telah lakukan untuk kita. Yeshua berkata, ”perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” [Luk 22:19]. Jadi setiap orang yang membaca ini atau pendeta apapun yang mengatakan Misa, haruslah sungguh-sungguh menyadari kesalahan dari doa “Berdoalah saudara, supaya korban kita kiranya dapat layak…” Korban telah diterima dan itu telah dikerjakan [2000 tahun yang lalu di Golgota]. Apa yang seharusnya dilakukan ketika kita mengadakan perjamuan suci adalah melakukan itu untuk mengingat apa yang Yeshua telah dikerjakan. Kita lihat bahwa korban yang Yeshua persembahkan [yakni, diri-Nya sendiri] di salib telah layak dan selesai. Itu tidak dapat ditambahi atau diulang kemali.

Dapatkan Misa menebus dosa?  Gereja Katolik berkata bahwa Misa adalah korban perdamaian yang berfungsi menebus dosa-dosa mereka yang masih hidup dan mereka yang telah meninggal. Itulah alasannya sampai saat ini, meskipun beberapa orang akan berkata bahwa gereja [Katolik] di beberapa tempat  tidak lagi percaya doktrin purgatory [orang yang meninggal diluar atau tidak percaya Yeshua akan mendapat penghukuman neraka untuk waktu tertentu, dan dosa mereka bisa ditebus melalui ibadah Misa], tetap secara umum pada setiap Misa keyakinan itu dinyatakan untuk orang-orang yang telah mati. Itu dipercayai bahwa Misa akan mempersingkat waktu mereka di purgatory. Itulah alasannya mengapa itu dikatakan untuk orang-orang yang telah mati. [Catatan: Doktrin purgatory hanya dipercayai oleh Gereja Katolik, Gereja-gereja lainnya tidak percaya doktrin tersebut]. Ketika seorang meninggal, penghakiman segera mengikuti, ”Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,  (Ibrani 9:27). Jika mereka diselamatkan [meninggal di dalam iman kepada Yeshua], mereka pergi secara langsung ke Sorga; namun jika mereka tetap di dalam dosa mereka, mereka pergi ke Neraka. Tidak ada perpindahan orang dari Neraka ke Sorga. Namun Gereja Katolik percaya bahwa Misa ada sebagai korban penebusan atau perdamaian, akan mengurangi waktu di purgatory. Tetapi semua penderitaan atas dosa dan semua penebusan untuk dosa telah dikerjakan oleh Yeshua di salib, dan kita perlu menerima kebenaran ini. Tidak ada bukti yang Alkitabiah yang mendukung pemikiran bahwa setelah meninggal kita dapat mengalami suatu perubahan.

Untuk ada dibenarkan dihadapan Elohim. Kami kemudian mulai mempelajari ajaran-ajaran Gereja Katolik mengenali keselamatan. Doktrin Gereja Katolik mengatakan bahwa kita dapat diselamatkan melalui baptisan saat bayi. Hukum gereja [Katolik] pada masa sekarang mengatakan, ”Baptisan, gerbang kepada sakramen-sakramen, penting untuk keselamatan, pada kenyataannya, atau setidaknya dalam niat, dimana laki-laki dan perempuan dibebaskan dari dosa-dosa mereka, terlahir kembali sebagai anak-anak Elohim, dikonfigurasi kepada Mashiah (Kristus) … “(Kanon 849). Itu artinya  bahwa Gereja Katolik menyatakan bahwa ketika seorang bayi kecil dibaptis ia diselamatkan dan memiliki hidup yang kekal berdasarkan baptisan [bayi tersebut]. Tetapi  ini tidak benar. Yeshua tidak pernah mengatakan hal seperti itu, tidak ada sebuah ayat dalam Alkitab tentang hal seperti itu terjadi. Tidak ada limbo! Yeshua berkata, “Janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku [Matius 19:14].

Alkitab selalu mengatakan kita diselamatkan ketika kita menerima bahwa Mashiah Yeshua benar-benar telah membayar harga dosa kita sehingga pembenaran-Nya menjadi milik kita. ”Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Elohim.  (2 Korintus 5:21,)

Pekerjaan Mashiah atau pekerjaan kita?
Gereja Katolik kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa untuk diselamatkan Anda harus menjaga hukum-hukumnya, peraturan-peraturannya dan regulasi-regulasinya. Dan jika hukum-hukum dilanggar (misalnya, pembatasan kelahiran atau puasa atau menghadiri Misa
setiap hari Minggu), maka Anda telah melakukan dosa. Gereja Katolik mengatakan dalam hukum gerejanya yang masih berlaku saat ini bahwa jika Anda melakukan dosa yang serius, dosa tersebut harus diampuni dengan mengakui dosa tersebut kepada pendeta; “Pengakuan yang bersifat pribadi dan menyeluruh, wakil absolut merupakan satu-satunya cara yang umum yang mana olehnya orang beriman yang menyadari dosa serius dapat didamaikan dengan Elohim, dan dengan Gereja [Katolik]… “(Kanon 9609). Gereja Katolik mengatakan bahwa ini adalah cara dosa-dosa diampuni, cara yang umum bahwa dosa-dosa diampuni. Alkitab mengatakan bahwa jika kita bertobat dalam hati kita dan percaya pada pengorbanan-Nya yang telah selesai maka kita diselamatkan. Kita diselamatkan oleh anugerah, bukan oleh perbuatan kita. Gereja Katolik menambahkan pekerjaan-pekerjaan,  bahwa Anda harus melakukan hal-hal tertentu untuk diselamatkan, sedangkan Alkitab mengatakan dalam Efesus 2:8-9 bahwa oleh kasih karunia kita diselamatkan, bukan oleh pekerjaan. Alkitab membuatnya itu sangat jelas bahwa kita diselamatkan oleh anugerah atau kasih karunia. Ini adalah hadiah gratis yang diberikan oleh Elohim, bukan karena pekerjaan yang kita lakukan. ” Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”  (Efesus 2:8-9). ”Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia. ” (Roma 11:6).

Saya tinggalkan India dan lainnya. . .
Kami menguju ini dan doktrin-doktrin lainnya sementara kami di India, dan ketika aku meninggalkan India, saya tahu bahwa saya tidak dapat mewakili Gereja Katolik lagi. Saya mulai melihat bahwa dogma-dogma Roma Katolik yang bertentangan dengan Kitab Suci begitu berakar bahwa mereka tidak dapat diubah.
Gerakan Katolik karismatik  (the Catholic charismatic movement) saat ini telah kembali kepada dogma-dogma fundamental dan doktrin-doktrin Roma. Semua itu menguasai dan mencengkram gerakan karimatik tersebut, sehingga semua gerakan telah benar-benar dirusak. Gerakan Katolik karismatik bukanlah nafas  dari udara segar yang bertiup melalui gereja Katolik, bukan juga mengubah segala sesuatu bergerak kembali ke Alkitab. Semuanya tidak bisa kembali ke Alkitab, sebab gereja Katolik tidak akan membiarkannya kembali sejauh itu. Gereja Katolik tidak akan melepaskan Misa dan membiarkan itu menjadi sebuah peringatan seperti kata Yeshua. Gereja ini akan selalu bersikeras bahwa Misa adalah kelanjutan dari korban Yeshua yang terus-menerus. Gereja Katolik tidak akan melepaskan dogma bayi kecil  dilahirkan kembali dan menerima kehidupan kekal pada saat pembaptisan, meskipun baptisan bayi tidak dipraktekkan dalam Gereja mula-mula. Baptisan bayi ini baru dimulai di abad ketiga, dan tidak dipraktekkan secara universal sampai abad kelima. Gereja Katolik tidak  akan melepaskan suatu atau semua persyaratan lain yang ia letakkan di atas jemaatnya.
Sekarang saya dengan tulus mengasihi orang-oran Katolik dan ingin menolong mereka. Saya ingin menolong mereka menemukan kebebasan  dari keselamatan , kehidupan dan berkat yang datang dari mengikuti Kitab Suci. Dan saya tidak menentang orang Katolik atau pendeta Katolik apapun, tetapi dogma-dogma dan doktrin-doktrin yang membuat mereka tetap terikat. Elohim sendiri ingin
melepaskan ikatan mereka. Dalam bab tujuh dari kitab Markus, Yeshua berkata, “mengesampingkan perintah-perintah Elohim, kamu pegang tradisi manusia….” Itu adalah masalah yang kita hadapi saat ini. Tradisi-tradisi menghancurkan Firman Elohim sebab tradisi-tradisi menentang kebenaran firman-Nya.
Ketika saya meninggalkan India dan pulang, saya tahu bahwa saya sedang menghadapi perubahan terbesar dalam hidup saya. Itu adalah masa penderitaan besar bagi saya sebab saya telah percaya secara total pada Gereja Roma Katolik dan telah melayaninya untuk begitu banyak dalam hidup saya. Saya tahu ketika saya kembali saya harus meninggalkan Gereja Roma.
Saya sekarang orang bebas sebab kebenaran-Nya telah membebaskan saya. Saya tidak lagi berjalan dengan satu kaki dalam Alkitab dan satu kaki lainnya dalam tradisi. Saya berjalan berdasarkan kewenangan absolut dari Firman-Nya yang tertulis. Saya mengikuti Alkitab sebagai
satunya sumber otoritas dari kebenaran yang terungkap. Yeshua berkata, berkata, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran-Mu; firman-Mu adalah kebenaran.  (Yohanes 17:17). [Disalin dari sumber aslinya, thy truth]

Orangtua saya dan Pemeliharaan Elohim.
Pada waktu itu, saya mengalami banyak penderitaan. Saya pulang ke rumah orang tua saya, keduanya telah berumur lebih dari delapan puluh tahun, dan suatu malam kami ada percakapan yang  serius. Saya katakan kepada mereka apa yang akan saya lakukan, saya memberitahu
mereka bahwa saya diselamatkan oleh kasih karunia Elohim dan aku akan meninggalkan Gereja Katolik karena alasan-alasan doktrinal.
Terjadi keheningan yang panjang, dan ayah saya berkata, berbicara dengan sangat lambat, “Bob, kamu tahu, ibumu dan saya telah berpikir hal yang sama.” Mereka pergi ke satu Misa dan pulang kerumah dan berkata, “Apakah kamu tahu bahwa ada sebuah altar di depan gereja? Altar adalah tempat pengorbanan.  Saya melihat dengan jelas sekarang  tidak ada lagi korban.” Keduanya, ibu dan ayah saya mulai membaca Alkitab dan mengikutinya. Di tahun 1989 ibu saya meninggal membaca Firman Elohim dan dengan kedamaian dan jaminan bahwa dia telah memiliki kekal hidup dan pergi untuk ada bersama dengan Yahweh selamanya.
Pada tanggal 6 Juni 1992, Elohim telah memberi saya karunia terbesar YAHWEH bisa berikan kepada seorang  disamping keselamatan, isteri saya yang cantik, Joan. Ayah saya meninggal pada tahun 1993 dengan sebuah doa di bibirnya bagi mereka yang ia tinggalkan. Dia telah menulis kesaksian pribadinya dengan kasih karunia Elohim, dan sementara cukup tua ia telah bersaksi kepada orang-orang lain bahkan di rumah pensiun.

Alkitab – Otoritas dari Kebenaran
Pada tahun 1987 saya meninggalkan Gereja Katolik secara resmi dengan menulis surat pengunduran diri dan mulai berkoresponden secara dua arah dengan para mantan pimpinan sebab saya ingin bersaksi kepada mereka semua. Saya akhirnya menulis ke Roma sebelum saya keluar. Saya melakukannya dengan cara demikian sebab saya ingin bersaksi kepada mereka semua dan memberi mereka alasan mengapa saya meninggalkan [jabatan kependetaan Katolik saya]. Saya ingin mengikuti Alkitab. Paus, yang berkuasa sebagai pemimpin dalam kerajaan Kristen [Roma Katolik], berpegang kepada hal-hal yang bertentangan dengan Alkitab. Adalah sangat penting untuk semua orang tahu bahwa di Kode Hukum Kanonik, Kanon 333 mengatakan, “Tidak ada naik banding atau jalan lain terhadap keputusan atau ketetapan Uskup Roma.” Ini berarti Paus memiliki kekuasaan mutlak dan otoritas mutlak. Hal ini diringkas di Kanon 749, “Paus Agung, dalam kebajikan tugasnya, memiliki otoritas pengajaran yang sempurna sebagai gembala dan guru tertinggi dari semua orang beriman … dia memproklamasikan dengan tindakan sempurna bahwa ajaran iman atau moral adalah sedemikian harus ada.”
Sayangnya, Paus mempertahankan hal-hal yang bertentangan dengan Alkitab dan sekarang berbicara sangat keras melawan para orang Injili Amerika Selatan seolah-olah mereka adalah musuh dari Alkitab. Dia mengeluh tentang mereka dan ia mengatakan bahwa mereka merusak Gereja, tetapi alasan ia menentang mereka adalah bahwa mereka mempertahkankan otoritas tertinggi Alkitab dan mereka tidak ingin berada di bawah kekuasaannya.
Seluruh posisi Paus pada dasarnya berasal dari kesalahpahaman Kitab Suci itu sendiri [contoh] dalam kitab Matius. Yeshua berkata, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku [Matius 16:18]. Kita perlu melihat ini dengna hati-hati. Batu apakah yang  Dia bicarakan? Tidak lama sebelum itu, Yeshua telah bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Whom do men say that I the Son of man am? [dari aslinya]

Dan Petrus angkat suara dan berkata, “Engkau adalah Mesias, Anak Elohim yang hidup!” Dan Yeshua berkata, Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.  (Matius 16:17). Dan kemudian Dia mengatakan kata-kata ini, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.”

Gereja Yeshua Ha Mashiah  dibangun di atas Batu yang adalah Yeshua Ha Mashiah. Petrus telah menerima wahyu tersebut dari Elohim, dan setiap orang percaya yang sejati yang dilahirkan kembali menerima pewahyuan tentang siapa Yeshua Ha Mashiah. Darah-Nya tercurah di kayu salib menanggung dosa kita, dan ketika kita bertobat dan percaya hanya kepada-Nya, kita memiliki
hidup kekal di dalam Dia dan akan hidup dan memerintah bersama Yeshua selama-lamanya: Ha Mashiah adalah fondasi,  batu penjuru, Batu tersebut. Batu (The Rock) bukan Petrus yang Yeshua telah pilih sebagai murid-Nya dengan semua kekurangan dan sebagainya, juga bukan Paus yang sekarang. Batu adalah Yeshua Ha Mashiah. Seperti Petrus sendiri mengatakan, Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”  (1 Petrus 2:6,)
Oleh kasih karunia-Nya Elohim telah mengungkapkan itu kepada saya dan saya berdiri dan membangun keseluruhan iman saya pada Batu tersebut, Yeshua,  Dia telah mati untuk menghapus dosa saya dan memberi saya kehidupan kekal.

Saat ini. Saya sekarang seorang pendeta, dalam persekutuan dengan orang –orang lain yang  beriman kepada Alkitab. Jangan ikuti banyak orang, lebih baik memilih masuk  ke jalan yang sempit. Jangan tersinggung oleh proklamasi Injil Anugerah Elohim. Tidak ada cara lain untuk diselamatkan. Tanpa kasih karunia Elohim kita masing-masing hilang dan tanpa harapan. Dari diri kita sendiri tidak ada untuk ditawarankan kepada Elohim. Sebagaimana sebuah nyanyian rohani mengatakan, ”In my hand no price I bring, simply to Thy cross I cling.” (Di tanganku tidak ada harga yang saya membawa, hanya kepada  salib-Mu saya berpegang teguh.”)
Bertobatlah dari mencoba untuk melakukan apa pun untuk mendapatkan Sorga. Percayalah kepada darah Ha Mashiah (Kristus) yang telah tercurah dan itu saja. Anugerah atau rahmat adalah nikmat Elohim yang memberi kita apa yang kita tidak layak. Sebagaimana Elohim membenarkan Anda dengan pembenaran Ha Mashiah, pujilah Dia, dan lakukan segala sesuatu “supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.  (Ephesians 1:6)
Kabar Baik. Ini adalah Kabar Baik yang saya ingin bagikan kepada setiap pembaca. Ketika Anda bertobat dan mengakui bahwa Yeshua telah mati bagi dosa-dosa Anda secara pribadi di kayu salib, kehidupan-Nya adalah milikmu oleh iman. “Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.  (Roma 4:5). Dihadapan Elohim, berdoa bahwa Anda tidak berkompromi. Mintalah Yahweh untuk menguduskan kamu dalam kebenaran. Perkataan Alkitabiah-Nya adalah kebenaran. Berdoalah agar Anda berdiri dengan berani bagi firman-Nya yang tertulis ,  sehingga Anda dapat memproklamasikan sebagaimana dilakukan oleh pemazmur: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105). Di zaman kompromi ini, berdoalah seperti Adonai Yeshua sendiri dan para rasul bahwa otoritas tertinggi Anda haruslah  ada Firman Elohim yang tertulis. Tahannlah semua godaan untuk berkompromi, seperti yang  telah dilakukan oleh Adonai sendiri, dengan tiga kata yang berkuasa: “ITU ADA TERTULIS. ”
Bob Bush
Segera setelah meninggalkan keimamat an dan Gereja Katolik, ia mulai bekerja sebagai seorang penginjil di USA. juga di Amerika Selatan dan Tengah. Pada tahun 1992 ia menderita kelumpuhan parah setelah operasi punggung. Sukacitanya di dalam menjalani cacat  tersebut  telah menjadi suatu kesaksian atas kasih karunia Elohim itu sendiri. Sekarang sebagai seorang pendeta, penginjil dan pembawa acara radio Kristen dia terus memberikan perkataan Injil. (209) 847-7123

Kesaksian-kesaksian bekas pendeta Katolik lainnya bagaimana mereke menemukan Elohim mereka:

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Juli 2020
      M S S R K J S
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari