Pakistan: Pasangan Kristen dibakar hidup-hidup atas tuduhan menghujat Islam

Martir Punjab Pakistan Shafqat Emmanuel dan Shugufta EmmanuelKasur, Punjab, 4 November 2014. Shama Bibi Emmanuel, ibu yang sedang hamil dan suaminya, Shahzad Masih, telah dibakar hidup-hidup ke dalam dapur pembakaran batu-bata oleh masyarakat Islam Punjab hanya karena tuduhan palsu telah membakar beberapa halaman Kuran. Kejadian terjadi pada pukul 7 pagi waktu setempat. Dua martir Kristen Pakistan telah bertambah di Kerajaan Sorga pada bulan November 2014.
Tuduhan palsu ini dilakukan oleh Yousaf Gujjar, pemilik pabrik pembuatan batu bata dimana Shahzad Masih Emmanuel bekerja.
Pada dini hari Selasa 4 November tersebut, melalui alat-alat pengeras suara (loudspeakers) di Mesjid-mesjid dari kelima desa sekitarnya, yang biasa dipakai untuk memanggil umat Islam sembayang kepada Allah, pagi itu dipakai untuk memanggil umat Islam bergabung dan memberi ajaran kepada keluarga Kristen Emmanuel tersebut.
Para Muslim fanatik yang tidak berpendidikan ini beramai-ramai datang ke pabrik batu-batu darimana laporan tuduhan tersebut berasal, menyiksa kedua orang yang malang tersebut kemudian melemparkan mereka hidup-hidup ke dapur api yang sedang membara tersebut.
Ketika pasangan Kristen ini terbakar dan menjerit tidak bersalah, para Muslim tersebut berteriak-teriak ”Allah hu akbar” dan ”mampus untuk para penghujat,” ”bunuh para Kristen kafir.” Menghindari kebrigasan para Muslim tersebut, orang-orang Kristen di kelima desa terdekat melarikan diri dari rumah-rumah mereka demi keselamatan mereka.
Laporan berkata, kantor polisi terdekat melihat kejadian tersebut namun tidak bertindak apapun untuk menyelamatkan pasangan Kristen tersebut.
Dr. Nazir S Bhatti, Presiden Pakistan Christian Congress (PCC), dalam suatu pernyataan berkata bahwa hukum penghujatan (atas agama Islam) adalah surat ijin untuk membunuh orang-orang Kristen di Pakistan oleh tangan-tangan orang Muslim, ”Ada kasus-kasus penghujatan terdaftar di lebih dari belasan kantor-kantor Polisi dimana pengadilan-pengadilan telah memerintahkan menahan seorang Muslim pemilik media, dan artis-artis Muslim dari sebuah saluran TV, tetapi tidak seorangpun berani menangkap mereka, namun pada tuduhan penghujatan yang palsu polisi menaruh orang-orang Kristen di balik teraris besi (memenjarai) dan para pengadilan menghadiahkan mereka hukuman-hukuman mati yang menunjukkan bahwa hukum-hukum penghujatan adalah hanyalah dijadikan hukum untuk mentargetkan para penganut agama minoritas di Pakistan.”

Diringkas dari: Christian couple burnt alive on accusation of blasphemy in Pakistan

Dukung dalam doa: Agama minoritas di Pakistan adalah Kristianiti, Islam Shia, Islam Ahmadiah, Hindu dan Buddha.
Teruslah kita berdoalah kepada Bapa Sorgawi bagi saudara dan saudari kita di Pakistan. Agar mereka diberi kekuatan iman dan hati yang teguh untuk memikul salib mereka yakni ”teraniaya karena nama-YESHUA HA MASHIAH” (Yoh. 15:21). Kita berdoa juga agar orang Kristen di Pakistan di beri hati yang pemurah, dan roh yang gagah perkasa untuk memerangi roh-roh jahat yang menguasai negara Pakistan.
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.” (Yohanes 15:18-19)

Baca juga:

  1. Pakistan: Gadis cacat ditahan atas tuduhan menghina Islam
  2. Gadis Kristen Pakistan 12 Tahun Di Perkosa Dan Disiksa Karena Tidak Mau Murtad
  3. 47 Rumah Orang Kristen Pakistan Dibakar Atas ’Tuduhan Penghujatan’
  4. Iman seorang pembantu Kristen di Pakistan
  5. Pakistan: Azra Bibi, Terbebas dari Perbudakan!
  6. 5 Muslim Pakistan tertuduh pidana perkosaan menyerang korbannya
  7. Kesaksian ex-Muslim Faisal Malick, Kamal Saleem dan Khalida Wukawitz
  8. Gulshan Fatima; Kerudung Yang Terkoyak. Bg. 1 (ex-Muslim, putri pejabat Pakistan berjumpa Yeshua)
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
Iklan

Puisi Fatima Al-Mutairi sebelum dibunuh

Fatima Al-Mutairi, seorang wanita Arab Saudi Kristen berusia 26 tahun, lidahnya dipotong dan dibakar mati, nampaknya oleh abangnya sendiri, ketika keluarganya mendapatkan bahwa ia telah berpindah dari islam ke Kristiani. Tidak lama sebelum kematiannya dia telah menulis sajak berbahasa Arab dan kirimkan sajaknya itu ke internet. Peristiwa terjadi pada Agustus 2008.

Dan kami demi Ha Mashiah menanggung segala sesuatu

Kiranya Yahweh Yahshua menuntun kamu, O para Muslim

Dan menerangi hati-hati kamu sehingga kamu boleh dapat mengasihi sesama

Forum tidak menyingkapkan Tuan dari nabi-nabi*

Itu adalah untuk menunjukan kebenaran, dan untuk kalian it telah dinyatakan

Ini adalah kebenaran yang kalian tidak tahu

Apa yang kami miliki adalah kata-kata Tuan dari nabi-nabi *

Kami tidak menyembah salib, dan kami tidak memiliki

Kami menyembah Yahweh Yeshua, Terang dunia

Kami meninggalkan Muhammad, dan kami tidak mengikuti jalannya

Kami mengikuti Yeshua Ha Mashiah Kebenaran Yangjernih *

Sungguh, kami cinta tanah air kami, dan kami bukanlah penghianat-penghianat

Kami turut berbangga bahwa kami adalah warganegar Saudi

Bagaimana dapat kami menghianati tanah-air kami, orang-orang kami yang terhormat?

Bagaimana dapat kami, ketika mati – untuk Arab Saudi – kami siap membela?

Tanah-air kakek-kakekku, kebesaran-kebesaran mereka, dan lirik-liriknya – untuk itu saya menulis

Dan kami berkata, ”Kami bangga, kami bangga menjadi Saudi-Saudi”

Kami pilih jalan kami, jalan yang dituntun dengan benar

Dan setiap orang adalah bebas untuk memilih agama apapun

Jadilah puas untuk membiarkan kami bagi kami sendiri untuk menjadi orang-orang percaya di dalam Yeshua

Biarkan kami hidup di dalam anugerah sebelum waktu kami datang

Ini adalah air mata-air mata pada pipiku, dan oh! Hati ini sedih

Kepada mereka yang menjadi orang-orang Kristen, kalian sungguh kecam!

Dan Ha Mashiah berkata, ”Diberkatilah orang yang dianiaya”

Dan kami demi Ha Mashiah menanggung segala sesuatu

Apakah itu untuk kalian bahwa kami infidel-infidel?

Kamu tidak masuk kedalam kuburan-kuburan kami, sebagaimana jika kami dikubur

Cukup – pedang-pedang kalian tidak menarik perhatianku, tidak jahat tidak juga malu

Ancaman-ancaman kalian tidak menggentarkan aku, dan kami tidak takut*

Dan melalui Elohim, Saya sampai mati [adalah tetap] seorang Kristen – Pasti

Saya menangis untuk apa yang telah lalu, suatu kehidupan yang sedih

Saya dahulu jauh dari Yahweh Yeshua untuk bertahun-tahun

O Catatan Sejarah! dan membawa saksi, O saksi-saksi!

Kami adalah orang-orang Kristen – di dalam jalan Ha Mashiah kami berjejak

Ambil dari saya perkataan ini, dan catat itu baik-baik

Kamu lihat, Yeshua adalah Yahwehku, dan Dia adalah Pelindung yang terbaik

Saya menasehatkan kalian untuk menangisi diri kalian sendiri, bertepung tangan di dalam kedukaan

Lihat wajah buruk kebencian kalian

Orang adalah saudara atas orang lain, Oh orang-orang yang terpelajar

Dimana kemanusiaan, kasih, dan dimana kalian?

Sebagai kata-kata terakhir ku, saya berdoa kepada Yahweh semerta alam,Yeshua Ha Mashiah, Terang Penuntun Yang-jernih

Bahwa Ia merubah keyakinan-keyakinan, dan membuat timbangan-timbangan keadilan menjadi benar

Dan semoga Ia menyebarkan Kasih di antra kalian, O para Muslim

Fatima Al-Mutairi

Keterangan:

“Forum” merefer kepada sebuah situs dimana orang-orang Arab Kristen berkumpul dalam online fellowship dan bersaksi.

“Tuan dari nabi-nabi” ialah biasanya sebuah titel untuk Muhammad, tetapi digunakan pada puisi ini sebagai sebuah titel untuk Ha Mashiah “Kebenarn Yang-jernih / the Clear Truth” adalah sering digunakan sebagai sebuah nama untuk Elohim (Ilah) di dalam Islam.

Menurut seorang penulis blog, ia mendapat informasi tentang pembunuhan Mutairi ini dari temannya baiknya yang tinggal di Timur Tengah. Itu terjadi setelah Fatima memberitakan Injil kepada keluarganya. Fariwa adalah anak perempuan tertua dari seorang guru agama Islam dari suku Bedouin yang besar (Al-Mutair) yang bertempat di daerah Buraydah, sebuah kota yang sangat serius dengan agama. Cerita kematiannya sekarang menyebar di banyak internet bahasa Arab blog ini melaporkan. Dari sumber lain dikatakan pembunuhnya adalah ayah Fatimah.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yohanes 12:24)

Sumber tulisan

Bahan Puisi ber bahasa Inggris dalam bentuk pdf halaman 13, dari Barnabas Fund.org

Puisi berbahasa Arab dan Inggris dalam bentuk slid show

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Oktober 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      293031  
  • Cari