Hidup Dan Mati bagi Ha Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian II: “Live for Christ Die for Christ”; says an Ex Muslim, now serving Christ as Pastor; ini adalah kelanjutan dari kesaksian Pendeta Yoshua John Bagian I: Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

Sebagaimana kenyataannya, itu ada tertulis di Alkitab bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Adonai Yeshua Meshiah, bahkan gemuruh-gemuruh halilintar sekalipun, kelaparan maupun kematian. Jadi menuruh Alkitab, jika Elohim beserta kita maka tidak seorangpun dapat mencelakakan kita.

Saya telah menghafal ayat ini dan mengikuti jalan kebenaran Elohim.

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Mashiah: kesukaran, atau kesulitan , atau kelaparan , atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … Tetapi dalam semuanya ini kita menang mutlak melalui Dia yang telah mengasihi kita. …  Sebab aku diyakinkan bahwa … tidak dapat memisahkan kita dari kasih Elohim yang ada di dalam Ha Mashiah Yeshua, Adonai kita.” (Roma 8:35-39)

Ketika saudara-saudarku laki-laki mengetahui tentang perpindahan imanku, mereka menyalahi kakekku dan ibuku karena merusak diriku. [Orang muslim diajar bahwa jika seorang berpindah dari Islam maka muslim tersebut menjadi rusak dalam arti rohani  dan rusak dalam arti jiwani alias gila. Ajaran ini akibat tafsiran yang salah tentang Surah 3:85; bahasa Arabnya tidak ada kata “Islam”]

Mereka marah dan satu di antara saudara-saudaraku tersebut mulai memukuliku secara brutal, hingga mematahkan tulang rusukku. Namun saya sadari bahwa Elohim telah memberikan ku kehidupan dan saya tidak menyesalinya sebaliknya saya merasa terhormat jika martir di dalam nama Elohim

Saudaraku belum puas (dengan penyiksaan tersebut) maka ia menyewa sebuah gangster Pakistan membayar mereka satu juta Rupiah Pakistan (sekitar 9.560 Dollar AS) untuk membunuhku tetapi Elohim menyelamatkanku dari assasinasi.

Keluargaku tidak ingin saya tinggal di rumah dan juga itu bukan tempat yang aman  bagiku untuk hidup di sana sebab saudara-saudara kandungku menginginkan saya mati karena tidak menghormati keluarga dengan berpindah dari Islam ke Kristianiti

Kecelakaan lainnya terjadi ketika saya di Gujaranwala dan saudara-saudaraku ada bersama dengan rekan-rekan mereka menangkap ku dan mulai memukuliku di teman yang terkenal baik yakni Maaneer Chowk.

Saya jatuh ke bumi ketika mereka tidak berhenti menyiksa.

Tanpa sengaja, seorang teman baik saya lewat ketika ia melihat tindakan yang barbariak ini. Ia mencoba menghentikan suadara-saudaraku dan mencomba melindungiku. Para ektrimist yang sadis ini mulai memukuli dia juga dan kami dikirim ke rumah sakit

Setelah tiga hari teman tersebut menyerah (meninggal dunia) karena cedera-cedera yang dideritanya.

Ketika mereka menangkapku dan membawaku ke tempat yang diinginkan, saya bahkan tidak diberikan air untuk diminum, sebaliknya mereka mengencingi mulutku.

Mereka membuat saya meminum air kencing untuk 17 hari berikutnya dan berkata bahwa saya akanlah mendapat air hanya untuk satu kondisi, yang adalah jika saya menerima Islam sebagai agamaku.

Jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Saya berterima kasih kepada Adonai Yeshua bahwa bahkan air kencing tersebut seperti air murni bagi ku saat itu, sebab menerima (aniaaya) itu bukan karena saya berbuat salah, tetapi itu tertulis di Kitab Suci bahwa orang-orang akan membencimu oleh karena Nama-Ku.

Saya berterima kasih kepada Mu Elohim sebab Firman-Mu menjadi nyata dalam kehidupanku.

Tidak hanya itu, mereka bahkan mematahkan kaki-kaki ku dan saudarku meminta saya melakukan mujizat. Saya menjawab dia, Saya tidak memiliki kuasa melakukannya, hanya Elohimku yang dapat. Lalu ia mengina ku dan berkata kepadaku untuk meminta Dia untuk melindungiku.

Lalu aku menarik kakiku dengan kedua tanganku dan saya sembuh oleh kasih karunia Adonai Yeshua Mashiah.

Saya berkata kepada Elohim, ”Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Elohimku dan saya adalah putra-Mu. Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Bapaku dan saya putra-Mu.”

Lalu Elohim memintaku untuk berdiri dan saya melakuannya. Lalu Dia berkata “jangan hanya berdiri tetapi berjalanlah di depan mereka sehingga mereka tahu Aku adalah Elohim Yang Mahakuasa dan Aku memiliki kuasa untuk menyembuhkanmu dan melindungimu.”

Ketika ini terjadi saudara-saudarku dipenuhi dengan ketakutan.

Saya meminta mereka menembak saya sehingga saya dapat pergi langsung ke Adonaiku Yeshua Ha Mashiah.

Saya ingin memberikan pesan ini kepada kalian saudara-saudaraku dan saudari-saudariku bahwa jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Berita lainnya tentang kehidupan orang-orang Kristen di Pakistan bisa dibaca di sini: Persecution of Ex-Muslim – Pakistan

Baca lebih lanjut

Kesaksian Naeem Fazal ex-Muslim Kuwait pindah ke Kristianiti

Naeem Fazal, ex-Muslim Pakistan bertemu Yeshua ha MashiahNaeem Fazal pemuda Pakistan yang lahir dan besar sebagai orang Muslim di Kuwait. Ia pindah ke Amerika Serikat tidak lama setelah Perang Teluk 1990, di negara barunya ini ia berjumpa Yeshua ha Mashiah melalui hal-hal natural dan supernatural yang membuat dia meninggal agama Islamnya. Sekarang Naeem aktiv bersaksi dan mengajar Alkitab di banyak gereja. Situsnya: NaeemFazal.com. Kesaksian lengkapnya tertulis pada bukunya berjudul: Ex-Muslim, How one daring prayer to Jesus changed a life forever.
Kesaksian Naeem Fazal dalam bentuk video dapat di lihat di sini:
Naeem Fazal: A Muslim’s Earnest Prayer by CBN/TV.com (5:44 menit)
Ex-Muslim, Why I Left Islam – Naeem Fazal by HeavenVisitNet.com (disertai text Arabik; 10:48 menit)

Tulisan kesaksian Naeem di bawah ini diambil dari CBN.com, dan ditambahkan sedikit dari kesaksiannya di HeavenVisitNet.com.

“Kami bertumbuh sebagai Muslim-muslim Sunni, dan jadi kami tidak radikal atau orang-orang extrimist dalam arti apapun. Kami sungguh konservativ, berpuasa selama bulan Ramadan, doa-doa Jumat adalah hal normal dan para saudari kandung kami menutup tubuh mereka (berpakaian layaknya seperti wanita Timur Tengah).”
Di Kuwait, Naeem mempelari Kuran dengan rajin.
“Saya dapat mengutip ayat-ayat Kuran, sebab ada yang baik di dalam menghafal kitab-kitab Islam,” Naeem berkata.
Sementara kehidupannya di dasarkan dalam keyakinan Islam, rantai kejadian telah membawa Naeen ke suatu perjalanan rohani yang baru. Saudara yang lebih besar memiliki kesempatan belajar di Amerika Serikat.
”Setahun kemudian, ia pulang, dan ia nampak berubah. Saya sadar sesuatu telah terjadi. Itu tepatnya ketika ia akhirnya bercrita kepada kami bahwa ia sudah jadi orang Kristen. Saya ingat hari itu, sebab saya ketika itu mengancam untuk membunuhnya.”
Meskipun Naeem telah membenci perubahan hati saudaranya ini, ia memutuskan mengunjungi kakaknya di Amerika.
Saya meloncat ke kapal terbang dan pergi ke A.S., dan itulah saatnya saya dihadapkan dengan Kristianiti (ajaran dan keyakinan orang Kristen; orang Kristen artinya orang yang mengikuti ajaran Mashiah Yeshua/ Kristus Yesus).
Tiga minggu setelah tiba di A.S., Naeem pergi melihat film dengan kakaknya – film Kristen. Dia mengingat, ”Di sini saya diperhadapkan dengan suatu konsep yang sama sekali baru dari agama yang seluruhnya baru [bagi dirinya, Kristianiti hadir sekitar 600 tahun sebelum lahirnya nabi Muhammad]. Tetapi itu lebih dari sekedar sebuah agama. Pada film tersebut saya sadari bahwa mungkin ada sesuatu yang lain di luar sana.”
Naeem mulai bingung dan mulai mempertanyakan keyakinan Islamnya.
“Jadi saya ingat saya berdoa saat itu, dan mungkin saya tidak bisa sebut itu sebagai sebuah doa, ucapan doa itu seperti ini: ’Saya tidak tahu siapa ada di atas sana. Jika Engkau sungguh nyata, tunjukkanlah kepada saya.’”
”Setelah itu saya memiliki percakapan lainnya dengan saudaraku. Ia berkata bahwa Elohim ynag ia sedang bicarakan, yang telah datang dalam bentuk Yeshua, Putra-Nya, akan mengejar saya dan melakukan apapun untuk memiliki hubungan dengan saya. Saya ingat meresponi dia dengan ejekan, saya berkata: ”Ya, akahkan Dia begitu saja datang jika saya hanya meminta pada Nya?” ”Ya,” kakakku berkata. Saya teringat saat itu dan pergi, ’Ini konyol.’ Tetapi di dalam kepalaku saya berpikir, ’Jika ini benar, mengapa Engkau tidak menyatakan Diri-Mu sendiri.’”
Pada malam itu ketika ia pergi untuk tidur, ia merasakan sesuatu yang ia gambarkan mahluk jahat hadir mengisi tempat tidurnya. Pintu kamarnya akhirnya terbuka.
”Saya melihat, dan ruangan mulai nampak sungguh aneh – lebih seperti kematian. Setan memasuki kamar, saya tidak dapat menerangkannya. Roh ini mulai berjalan mendekati say dan berkomunikasi sepertinya dia sedang akan membunuh saya. Dia berhenti tepat di ranjang saya dan lenyap begitu saja.”
Ia berlali ke luar pergi ke kamar saudaranya.
”Ia berkata, hanya seorang pribadi yang saya tahu memiliki kuasa atas roh-roh jahat dan para malaikat adalah Yeshua.”
”Saya berkata, ’Yeshua, saya tidak tahu siapakah Engkau adalah. Saya tidak dapat memanggil Engkau Adonai (Tuhan) dari kehidupanku, saya tidak dapat memanggil Enkau Juruselamatku. Saya tidak dapat memanggil Engkau apapun. Namun saat ini saya ketakutan, saya memerlukan pertolongan. Jika Engkau menolong saya, maka saya akan memberi Engkau seluruh kehidupanku.’”
Lalu kakaknya memimpin doa untuk dirinya, dan menyuruh Naeem kebali ke kamarnya.

Naeem kembali lagi ke kamarnya, duduk di ranjangnya dan mulai membaca Alkitab yang ia dapat dari kakaknya – membaca Injil Yohanes.
Moment berikutnya saya temukan diriiku sendiri sedang duduk pada ranjangku dengan mata terbuka. Suatu cahaya memasuki kamarnya, Yeshua hadir. ”Pribadi ini sungguh agresif, menguasai segala sesuatu, segala sesuatu dari ku. Saya merasakan itu berkata kepada ku seperti mengatakan, ’Kehidupanmu bukanlah milikmu.’ Dan saya percaya itu.”

Naeem akhirnya mengerti semua yang saudaranya telah mencoba menceritakan kepadanya.
Naeem berkata, – mengingat hari-hari pertama setelah penampakan Yeshua – ”Saya ingin melakukan apapun yang mungkin. Bulan pertama saya berdoa doa pengakuan dosa atau mengundang Yeshua sekitar delapan atau sembilan kali, saya hanya ingin memastikan.”
Sebagai seorang Muslim, dia telah belajar Koran dan telah mengetahui tentang Allah tetapi tidak memiliki hubungan dengannya.
”Itu sekarang total masuk akal sekarang,” Naeem berkata. ”Itu hanya menjadi masuk akal bahwa Elohim datang kepada kita di dalam bentuk seorang manusia, untuk ada mampu berkaitan kepada kita, juga untuk menebus kita dan untuk memiliki hubungan dengan kita.”
Tahun-tahun berikutnya, Naeem melayani di murid-murid akademi dan bertemu isterinya, Ashley. Mereka sekarang memiliki dua anak yang manis Aher dan Nurah.
Naeem menantang mereka yang dari keyakinan Islam untuk membuat sebuah doa yang spesifik jika mereka sungguh ingin memiliki hubungan dengan Elohim.
”Ketika para Muslim berbicira dengan saya dan kami berbicara tentang perbedaan-perbedaan kita dan mengapa saya pindah keyakinan, tantangan saya kepada mereka adalah ini: ’Silahkan kamu secara konsisten dua minggu atau lebih secara jujur mencari Elohim ini, Yeshua. Dia mampu secara radikal mentranformasi mereka dan memberi mereka tujuan melampau imaginasi mereka. Itu adalah tepatnya yang Elohim telah lakukan kepada ku. Elohim ingin melakukan hubungan dengan mereka lebih daripada mereka inginkan. Jadi Elohim akan mengejar mereka. Semua yang mereka perlu lakukan adalah hanya meminta.’”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Tom Doyle: Bagaimana Yeshua Ha Mashiah melawat negara-negara Islam di abad ke 21

“Aku ini, YAHWEH, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
Aku ini YAHWEH itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.  (Yesaya 42:6-8)
Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” (Yesaya 49:6). Nubuatan Firman YAHWEH ini sedang terjadi saat ini, saat kamu membacanya, dan sedang menuju pada kesempurnaan tugasnya!! Di bawah ini beberapa contoh dari buah-buah pelayanan hamba YAHWEH tersebut, Adonai Yeshua Ha Mashiah, yang di kenal juga sebagai Tuhan Yesus Kristus atau Isa al-Masih. Setelah negara Israel dibangun-Nya kembali (1948), sekarang Yeshua melawat bangsa-bangsa lain, dalam hal ini umat Islam, keturunan Ismail secara daging (Mesir dan sekitarnya) dan secara rohani (Indonesia dan negara-negara Asia lainnya).

Peta Dunia Muslim“Selamat datang di dunia Islam.” Tom Doyle berkata. “Hal-hal telah berubah. Peristiwa-peristiwa supernatural yang tidak dapat diterangkan telah membuat lebih banyak Muslim (orang Islam) di negara-negara Islam menjadi orang-orang percaya kepada Adonai Yeshua  Ha Mashiah di dalam sepuluh tahun terakhir daripada dibandingkan dalam lima belas (15) abad terakhir Islam [Muhammad memulai ajarannya tahun 610 Masehi, ketika ia berusia 40 tahun)]. 16.000 Muslim (di benua Afrika) perhati telah berpindah ke Kristianiti,’ seorang tokoh Islam dari Timur Tengah di TV Aljazeera mengakui. David Baret menulis sedikitnya 82.000 orang perhari diselamatakan di seluruh dunia. Saat ini adalah masa penuaian,“ Tom Doyle berkata mengawali kesaksiannya di sebuah Jemaat.

Tom Doyle telah dipanggil YAHWEH untuk melayani keturunan Ismael di Timur Tengah dan Asia Tengah seperti Iran, Afghanistan, Irak, Syria, Israel, Lebanon dan Turki. Tom telah bertemu dan mencatat cerita-cerita kesaksian dari orang-orang yang berlatar belakang Islam yang diperkenalkan kepada Yeshua Ha Mashiah melalui entah mimpi atau penglihatan yang berkuasa membuka hati-hati mereka untuk menjadi pengikut Ha Mashiah.

Tom Doyle telah menulis lima buku, bukunya yang terbaru (terbit akhir tahun 2012) berjudul Dreams and Visions: Is Jesus Awakening the Muslim World? (Mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan: Apakah Yeshua membangunkan Dunia Islam?). Berisi 25 kesaksian.
Kamal Saleem merekomendasikan buku sebagai buku yang harus dibaca. “Saya percaya bahwa saat-saat ini kita hidup di awal hari-hari (kitab) Yoel 2:28. Orang-orang tua akan memimpikan mimpi-mimpi dan orang-orang muda melihat penglihatan-penglihatan. Itu dapat mengejutkan Anda, tetapi para Muslim sedang mengalami ’Yeshua mengunjungi’ dan banyak dari mereka akhirnya menjadi pengikut-pengikut yang berdedikasi.” Kamal Saleem adalah seorang bekas terroris Islam. Kesaksian pertobatanya tertulis dibukunya: The Blood of Lamb: A Former Terrorist’s Memoir of Death and Redemptian.

Di bawah ini sebagian kesaksian Tom Doyle yang saya ambil dari Dreams and Visions in the Muslim World – Tom Doyle:

Yordania. Rena ketika sedang saat teduh membaca Alkitab, YAHWEH berkata kepadanya ”Hari ini kamu pergi kepada orang-orang Muslim dan memberikan Alkitab.” Lalu ia berkata kepada Kamal suaminya [bukan Kamal Saleem penulis buku “The Blood of Lamb”] tentang niatnya tersebut; suaminya menjawab, ”Aduh, kita tidak dapat melakukan hal itu, kamu bisa dilemparkan kedalam penjara. Kalau kamu bertemu orang radikal dan imam mereka bisa melukai kamu. Kita haruslah hati-hati.” Rena berkata: ”Tidak, saya ada satu kotak berisi beberapa Alkitab, dan saya akan pergi ketempat yang harus saya pergi. Kamu pergi dengan saya atau tidak saya akan tetap melakukannya.” Setelah percakapan tarik dan ulur yang cukup lama akhirnya suaminya turut serta, menyetir mobil untuk isterinya membagikan Alkitab-alkitab.Buku Dreams and Visions oleh Tom Doyle

Di suatu tempat Rena melihat seorang bapa berdiri di sudut jalan. Bapa ini adalah seorang iman, dengan bewok dan janggutnya yang lebat bertopi dan berjubah keagamanan Islamnya.
”Saya akan ke pria itu disudut sana” Rena berkata kepada suaminya yang sementara menyetir mobil.
”Tidak!, Kamu tidak pergi! Saya tahu orang itu, dia adalah orang jahat dia akan melukai mu,” suaminya melarang keras.
”Saya akan pergi,” tandas Rena, ”Jika kamu tidak stop saya akan loncat keluar dari mobil yang sedang melaju ini!” Kamal mengalah.
Rena keluar dari mobil dengan Alkitab ditanganya, menghampiri iman tersebut dan berkata ”Saya ada Alkitab untuk Anda.” Dan pembicaraan antara Rena dengan Imam terjadilah.

Kamal memperhatikan keduanya dari mobil dengan was-was. Kamal melihat cara bicara imam ini kepada Rena, nampaknya iman tersebut marah. [Di dalam adat Islam seorang wanita asing mendekati imam adalah hal yang sangat tabu, khususnya di Timur Tengah, apalagi memberikan Kitab Suci Alkitab kepada seorang Muslim khusunya pemimpin Islam, dan itu terjadinya ditengah jalan, Anda bisa bayangkan, apa yang ada dipikiran suami Rena ini]. Percakapan apa yang sesungguhnya sedang berlangsung?

Setelah imam ini menerima Alkitab, ia bercerita kepada Rena, “Kamu tahu, saya sudah menanti di sudut ini sejak pagi hari sebab saya telah mengalami mimpi-mimpi tentang Yeshua, dan semalam saya bermimpi kembali hal yang sama. Saya bertanya ”Yeshua apa artinya ini?  Yeshua menjawab: ‘Pergi berdiri di sudut jalan ini, besok pagi seorang wanita bermobil akan memberi kamu sebuah Alkitab, jadi pergilah berdiri disana.’ Kemudian Imam ini sambil mengangkat tanganya memperlihatkan jam tangannya dan berkata kepada Rena, “Wanita, sekarang pukul 12.30, kamu telat!”
Hal-hal seperti ini sekarang sedang terjadi di Timur Tengah!, Tom menekankan.

Di suatu negara Arab Teluk, Timur Tengah. Aisah adalah seorang dosen muda di sebuah universitas mengajar Hukum Islam dan Hukum Sharia  kepada para mahasiwi.
Ia mulai bermimpi mimpi-mimpi tentang Yeshua, dan beberapa orang Kristen membagikan berita Injil kepadanya. Singkat cerita dosen muda ini menerima Yeshua sebagai Juruselamat dan Tuannya, suka citanya mengalir. Ia sekarang mulai dimuridkan dan terlibat di dalam akitvitas Gereja Rumah.

Mesir. Tom Doyle bertemu dengan seorang wanita yang hidup di tengah-tengah lingkungan Islam, Mona, nama wanita ini, berpakaian tradisinoal Islam dan Tom melihat pancaran mata wanita yang penuh dengan sukacita, jadi ia menghampirinya dan bertanya, “Permisi, boleh saya bertanya kepadamu?” “Ya,” jawab Mona.
“Apakah kamu tahu sesuatu tentang Yeshua,” Tom bertanya
Dengan mendekatkan kepalanya ke arah Tom dan menaruh tangannya di sisi mulutnya, ia berkata dengan berbisik, ”saya mengasihi Yeshua, saya adalah pengikut Yeshua.” Kemudian wanita ini menyisihkan lengan baju Islamnya, menunjukkan kepada Tom tato berberntuk sebuah salib di tanganya. [Kebiasaan umum orang Mesir, memberi tanda salib pada tubuhnya ketika seorang menjadi Kristen]
“Bagaimana hal itu terjadi? Tom bertanya
“Saya mendapat mimpi-mimpi. Saya belum pernah begitu dikasihi dan begitu merasa aman sebelumnya. Saya tidak dapat menolak Dia. Saya sekarang telah dua bulan dimuridkan. Hal-hal buruk telah terjadi sejak itu, suamiku mencoba membunuh ku.” 
Bagaimana kamu bisa bertahan? Tom bertanya kembali ingin tahu
“Tom, Elohim hanya memberi kehidupan sehari dalam setiap waktu, tidak seminggu, tidak sebulan dan tidak setahun.; hanya hari ke hari, dan setiap hari kita memberi yang terbaik kepada Yeshua,” Mona menjelaskan rahasianya.

Kuwait. Sofia dibawa orang tuanya ke Mekka, Arab Saudi ketika berusia delapan tahun. Di dekat Kaaba, ada terdapat banyak orang, ia berpikir bahwa ia sedang dalam antrian untuk sembayang, ternyata bukan. Mereka sedang membawa seorang wanita muslim dengan tangan terikat kebelakang untuk ditempatkan ke tempat tinggi seperti panggung. Lalu seorang pria di panggung itu berdoa di atas sebuah karpet sembayang, setelah pria tersebut berdoa, dengan disaksikan oleh banyak orang dan gadis usia delapan tahun tersebut, pria ini berdiri dan menundukkan kepala wanita tersebut. Wanita tersebut meninggal dieksekusi (seperti seekor kambing disembelih).

Sofia bertanya kepada kedua orang tuanya, mengapa hal itu terjadi. Mereka menjawab, ”Itulah yang juga akan terjadi kepada kamu, jika kamu tidak mentaati kami dan mentaati Kuran.”
Mereka pindah ke Amerika Serikat, di sekolah tinggi Sofia sadar bahwa ia harus berlaku baik jika ingin tetap hidup; hidupnya dipenuhi dengan ketakutan dan mimpi buruk, penglihatan mengerikan di Mekah menghantui hidupnya.
Singkat cerita, ia menceritakan ketakutanya kepada temannya. Seorang wanita Kristen mengajak ia ke sebuah ibadah Kristen.
Sofia, dengan pakaian hijabnya yang menutup dirinya dari kepala sampai ke kakinya tiba di gedung Gereja. I meghadapi sesuatu yang asing yang sama sekali aneh yang ia belum pernah alaami sebagai orang Muslim: setiap orang di Gereja itu menyambutnya dan mereka semua berebutan untuk duduk di sisinya. Di hari itu untuk pertama kalinya ia mendengan berita Injil (artinya Kabar Baik). Sofia di masa mudanya ini sekarang melayani di sebuah organisasi bernama ”Gospel for Muslims”

Afganistan.  Tom memiliki teman bernama George yang melayani di Afganistan sebagai seorang misionari. Segera setiba George di Afganistan ia menemukan bahwa negara tersebut memiliki masalah berat di dalam kehidupan homosex (termasuk pria dewasa memakai pria remaja sebagai pelacur).
Suatu hari ketika George sedang duduk makan di sebuah restoran, ia melihat seorang pria dewasa berpakain suku Pashtun mengawasi dirinya terus menerus. George sungguh tidak nyaman dibuatnya. Dan tiba-tiba pria asing tersebut menghampiri George dan berkata kepadanya, ”Kamu harus datang bersama ku ke rumahku!” Dalam hatinya George berkata, “mayatku sekalipun tidak akan mau pergi bersamamu.” Pria Pashtun menyadari keengganan George untuk pergi bersamanya, maka ia berkata kembali, “Saya tahu, kamu tidak mengenal saya, tetapi ada baiknya kamu datang kerumahku,  isteriku dan anak-anakku akan senang bertemu kamu, dan itu penting untuk keluargaku.” Lanjutnya, “Jika kamu takut, kamu bisa ajak temanmu ikut  serta.”
Roh Elohim di dalam George memberi damai, “Itu tidak apa-apa, pergilah.”Laki-laki suku Pashtun

George pergi bersama pria Pashtun ini, ia disambut keluarga pria tersebut. Sementara duduk di sofa dan menikmati tehnya, bapa ini memulai percakapan seriusnya, “Mengapa kamu ada di sini di Afganistan?”
“Ya, saya hanya ingin menolong masyarakat, membuat sesuatu lebih baik dan menjadikan Afganistan menjadi tempat yang lebih baik,” George menjawab.
“Tidak, tidak, tidak!. Mengapa kamu ada di sini, di negara ini?” bapa ini ngotot ingin tahu
”Mengapa itu menjadi masalah bagimu?” George balik bertanya
“Itu penting, sebab kamu ada di dalam mimpiku tentang Yeshua selama tujuh malam. Dan juga semalam, dalam mimpi itu kamu  berpakai persis sama seperti hari ini,” kepala keluarga ini menjelaskan. ”Saya berkata kepada Yeshua ’saya ingin mengetahui tentang Engkau lebih lagi.’ Dan Yeshua menjawab, “Kamu akan bertemu dengan sahabat-Ku besok, ia membawa pesan untuk mu,” pria tersebut menerangkan.
“Mr. George, apakah pesan Yeshua untuk ku?” bapa ini sekarang bertanya dengan emosi yang sedikit terkendali
Sepanjang sore itu George menceritakan Injil kepada bapa tersebut di hadiri isterinya. Kepala keluarga ini pada hari itu juga berdoa menerima Yeshua. Dan mereka dimuridkan di dalam sebuah Gereja Rumah di Afganistan.

Tom Doyle berkata bahwa Afganistan adalah negara di urutan kedua dimana Kristianiti tumbuh tercepat di dunia perkapita saat ini, dan negara Iran di urutan pertama perkapita. RRC yang terbanyak secara jumlah, namun bukan perkapita.

Negara Arab Teluk. Peristiwa satu ini baru saja terjadi di Timur Tengah. Fatima wanita muda yang sedang menyelesaikan progam S3nya mendapat mimpi-mimpi tentang Yeshua. Ia pergi ke Australia bersama putrinya untuk tujuan akhir dari program S3; di negara baru ini mimpi tentang Yeshua terus berlanjut. Ia mencari seorang Kristen untuk menjelaskannya, dan kemudian Fatima menjadi Kristen. Setelah lulus ia kembali ke negara asalnya. Pada hari pesta perayaan S3-nya, Fatima dengan kegembiraan yang meluap-luap dihadapan seluruh keluarga besarnya ia berkata: ”Saya bukan orang Muslim lagi, saya sekarang mengikuti Yeshua.” Ruangan yang tadinya ramai dengan tertawa tiba-tiba hening. Para wanita Saudi Arabia sedang berjemur matahari

Dua malam kemudian ketika ia sedang tidur, ia mendengar suara gaduh. Ketika ia membuka matanya ia melihat dua pria berdiri di dekat ranjangnya dengan pisau terhunus di tangan mereka. Kedua pamannya siap membunuhnya dengan senjata tajam. Tidak ada waktu untuk melarikan diri, jadi Fatimah hanya berdoa, ”Yeshua, kedalam tangan-Mu aku menyerahkan rohku.”

Kedua pria tersebut tidak menusuk Fatimah, berdiri seperti beku dan kemudian keluar dari kamar tidurnya.  Di dekat pintu kamar tidur putrinya yang masih kecil melihat kejadian yang baru saja terjadi. Fatimah langsung berlari dan memeluk putrinya yang juga telah menjadi orang Kristen dan berkata, ”Maafkan ibu, kamu telah melihat hal yang tidak bagus. Kita harus pergi, tidak aman di sini.” Putrinya berkata ”Saya tahu bahwa ibu akan aman.”

”Darimana kamu telah tahu hal itu,” ibunya bertanya. ”Ibu, tidakkah kamu melihat bahwa Yeshua telah berdiri di antara kalian untuk melindungimu!?” putrina balik bertanya. Ibunya tidak melihat Yeshua, tetapi ia telah lulus test sebagai pengikut Yeshua.

PESAN TERPENTING DARI TOM – untuk  Jemaat Yeshua Ha Mashiah. Pada kesaksian Tom Doyle ini ada pesan yang sangat penting untuk kalian yang percaya kepada Yeshua, pesan ini terdapat di menit ke 36 ke atas, intinya pesannya:

  • ”Jika kita takut atau benci kepada orang Muslim, kita tidak akan dapat menjangkau mereka.” Setan memakai Islam radikal (menurut Doyle mereka hanya 10% dari seluruh umat Islam) dengan segala aksi terrornya yang dimuat di halaman muka media di seluruh dunia merupakan strategi Setan untuk menakut-nakuti Jemaat Yeshua dengan tujuan membuat orang-orang Muslim yang mencari kebenaran tidak terjangkau oleh berita Injil. Perang fisik yang sesungguhnya sedang meletus di Timur Tengah adalah Perang rohani antara Kerajaan Elohim (Terang) melawan Kerajaan Setan (Kegelapan), Setan mencoba menghentikan berita Injil di Timur Tengah.
  • Aturan Permainan telah dirubah oleh Adonai Yeshua Ha Masiah, seluruh dunia ada di dalam kuasa tanganya. Ia hadir maka semua berubah.
  • Jangan takut atau menbenci orang Muslim yang karena perbuatan yang 10% tersebut. Mulailah bangkit untuk menjangkau orang-orang Muslim, melalui:
    Doa;  jika kita melewati sebuah mesjid, berhentilah sejenak berdoalah bagi kebanguan rohani untuk mereka, minta Yeshua hadir dalam mimpi-mimpi dan penglhatan-penglihatan dalam kehidupan mereka.
    Beritakan Injil; luangkan waktu untuk terlibat di dalam misi jangka pendek dan jangka panjang. Undang mereka untuk bersahabat dan saksikan kuasa dan kasih Yeshua.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian ex-Muslim Faisal Malick, Kamal Saleem dan Khalida Wukawitz

Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri; Yesaya 65:1-2

Video Kesaksian Faisal Malick  dan Khalida Wukawitz yang lengkap bisa di temukan di bawah artikel ini.

Video Kesaksian: Guests: Faisal Malick & Khalida Wukawitz
August 27 – September 2, 2012
Orang Muslim sedang mengalami kunjungan-kunjungan supernatural dari Yeshua. Beberapa dibawa ke sorga, lainnya mendapatkan mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan! Dan mereka bergeraka dalam mujizat-mujizat. Bertemu dua ex-Muslim,  Fasil Malick dan Khalida Wukawitz, orang-orang yang berjalan di dalam kuasa Elohim secara supernatural!

Teks Wawancara Kesaksian Faisal Malick (orang Pakistan) dan Khalida Wukawitz (orang Palestina Arab) di bawah ini diterjemahkan dari teks video kesaksian di atas di  It’s Supernatural!

SID: Hallo Sid Roth lagi. Selamat datang ke duniaku yang mana adalah secara alamiah supernatural.
Ada sesuatu peristiwa baru pada Planet Bumi. Para Muslim di dalam jumlah yang sangat besar mendapatkan kunjungan-kunjungan Yeshua. Dan beberapa pergi (berkunjung secara roh) ke Sorga. Banyak yang mendapatkan mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan. Hal yang sangat fenomenal sedang terjadi. Dan ketika mereka menjadi dewasa di dalam Elohim mereka bukan orang-orang Krsiten Amerika normal. Mereka bergerak di dalam tanda-tanda dan keajaiban yang sangat luar biasa (the most extraordinary), dan mujizat-mujizat.

Dan (saat ini) kita ada dua dari mereka yang kalian akan dengarkan dari mereka. Saat kalian selesai mendengarkan yang kedua, kalian tidak lagi akan kecewa tentang apapun yang sedang berlangsung di dalam kehidupan kalian.

Saat ini ada tekanan udara rendah Sorga  pada program ini. Ini membuat suatu yang berbeda dari sesuatu yang kalian pernah lihat sebelumnya. Tamu saya lahir di Pakistan. Namanya adalah Fasel Malick. Dahulu Islam adalah seluruh kehidupannya. Berjam-jam setiap hari dia mempelajari Kuran. Dia datang ke Kanada. Terlibat di dalam pemasaran jaringan (bisnis). Tetapi Islam tetap seluruh kehidupannya. Dia pergi ke satu dari pertemuan-pertemuan mereka. Suatu pertemuan yang besar, 20.000 hadirin. Dan kepadanya diceritakan jika dia pergi ke pertemuan pertama dia akanlah ada di baris pertama untuk pertemuan kedua dengan para ahli utama di bidang pemasaran jaringan (bisnis). Jadi dia berkata, ”Saya akan pergi,” Dia tidak tahu bahwa itu ibadah Kristen. Dia berkata (kepada dirinya sendiri) ”O saya tahu apa yang mereka lakukan. Mereka memakai pemasaran jaringan ini untuk memasarkan Yeshua. Saya akan mengamati apa yang mereka lakukan dan saya akan lakukan hal yang sama untuk Islam.” [Catatan: Pertemuan ini adalah bagian dari kegiatan organisasi Kristen  untuk para Usahawan; boss dan eksekutip, yang bernama Business Men’s Fellowship]

Kesaksian Faisal Malick

Dan dia pergi ke pertemuanya yang ketiga seperti ini dan mereka berdiri untuk menerima Yeshua sebagai Mashiah (Kristus; artinya ”Yang Diurapi”), dan dia berdiri untuk menghormati (si pembicara). Dan tiba-tiba, (Sid beralih kepada tamunya) Faisal, hal terakhir di dunia yang kamu harapkan, apa yang terjadi? Faisal Malick dan bukunya Ten Amazing Muslims Touched by GOD

FAISAL: Nah, tiba-tiba Elohim hadir. Saya tidaklah tahu bahwa ini dapat terjadi. Saya ingat berdiri di sana dan kehadiran-Nya langsung kepada ku, mengelilingi ku. Saya dikelilingi secara penuh dengan kehadiran Elohim. Saat itu semua pertanyaan berkecamuk di hati dan pikiranku seperti, apa yang sedang terjadi, bagaimana ini mungkin. Pertama dari semuanya, saat itu saya tidak mengerti mengapa Elohim (yang ia tahu sebagai Allah) mau menampakkan kehadiran-Nya di antara orang-orang yang yang pikir sedang menghujat (Elohim) melalui menyembah Yeshua. Itu terjadi padaku.  Saya dihadirat-Nya, semua pertanyaan tersebut lenyap, kecuali satu pertanyaan yang membakar hariku. Saya berkata, ”Elohim, apa yang Engkau lakukan di sini? Saya telah berpikir semua (di ruangan tersebut) adalah orang-orang tidak baik,” artinya orang-orang Kristen tersebut. Lalu saya mendengar suara yang terdegar di telinga (audible), Dia berkata, ”Tidak, mereka adalah anak-anak-Ku.” Dan Dia mengatakan itu lagi, ”Tidak, mereka adalah anak-anak-Ku.” Dan ketiga kalinya, ”Tidak, mereka adalah anak-anak-Ku.” Ketika Dia berkata demikian, itu seperti segala sesuatu yang saya telah alami sebagai seorang Muslim, semua yang telah saya tahu tentang Elohim segera lenyap, dan saya hanya menyadari satu kenyataan, bahwa Yeshua, Engkau adalah Putra Elohim.

SID: OK. Mari saya bawa Anda sekarang ke 24 Febuari. Anda mengalami sungai kasih Elohim. Ceritakanlah itu pada ku.

FAISAL: Saya sebelumnya belum tahu bahwa Elohim benar-benar dapat datang melihat secara pribadi. Sebelumnya saya berpikir Dia muncul di kerumunan besar seperti pertemuan tersebut. Jadi terjadilah kepadaku, pada pukul 07:30 pagi, kehadiran nyata Elohim, realitas Elohim mulai mengisi seluruh ruangan bawah tanah, ruangan bawah tanah dimana saya tinggal. Itu semakin kuat dan semakin kuat, dan semakin kuat, saya merasakan suatu sungai yang nyata mengalir melewati keberadaanku. Terus menerus seperti sebuah sungai air terjun, mengalir dengan kuat sekali. Tetapi itu adalah kasih, kehidupan, dan substansi. Itu sesuatu yang saya belum pernah alami sebelumnya, itu mengalir melewati ku terus menerus selama tiga jam. Saya ingat mendengar suara (audible) yang indah namun penuh otoritas, ini adalah suara Bapi kita, Elohim Bapa. Dia berkata, ”Aku mengasihimu, putra; Aku mengasihimu, putra; Aku mengasihimu, putra,” tiga kali.

SID: Tapi Anda seharusnya tahu itu di dalam Islam [Sid Roth bercanda, sebab ia tahu tentang Islam, tidak ada kata ”kasih.”]

FAISAL: Tidak. Tepatnya seluruh hidupku, Sid, saya belum pernah mendengar kata-kata itu ketika bertembuh sebagai orang Muslim. Saya tidak pernah ingat mendengar kata-kata “Saya mengasihi mu.” Saya ingat mendengar ”saya berharap, kamu tidak terlahir.” Saya ingat mendengar hal-hal seperti itu. Tetapi sesuatu seperti kata-kata itu, ketika Dia berkata, ”Saya mengasihimu, putra,” hal itu mulai melakukan sesuatu kepada ku. Saya bahkan tidak tahu bagaimana bereaksi kecuali mengatakan, ”Saya mengasihi Engkau, Bapa, saya mengasihi Engkau, Bapa.” Itu adalah pertukaran kasih supernatural di dalam bentuk sebuah sungai yang kongkrit.

Semua yang saya dapat ceritakan adalah tiga hal sebagai hasilnya.

  • Nomor satu, saat itu saya memiliki kasih dan kelaparan yang besar akan Bapa. Saya memiliki kasih kepada Elohim yang sebelumnya saya tidak miliki sampai saat itu terjadi di dalam kehidupanku.
  • Nomor dua, saya memiliki kasih kepada orang-orang. Kita semua bertumbuh di dalam kasih. Jadi saya segera menyadari saya telah mengasihi orang-orang lebih dari sebelumnya setelah waktu tersebut.
  • Dan hal yang ketiga, saya, sejak saat itu memiliki kasih dan kelaparan yang besar akan Firman Elohim. Saya ingat mengambil Alkitab dan secara ajaib saya membaca seluruh Alkitab selama 36 (tiga puluh enam) jam. Saya tidak makan apapun, hanya mencerna Firman Elohim. Dan itu supernatural, ketika saya melihat pada halaman Alkitab halaman atau bagian darinya pada saat itu keluar dari kertasnya, masuk kedalam hatiku dan mengerti apa yang dikatakan. Saya sadar sama sekali apa yang  terjadi. Namun saya tidak tahu bagaimana menyebutnya, itu adalah pewahyuan, Elohim mulai menulis firman-Nya di loh hatiku. Saya mulai memiliki pewahyuan realitas Elohim sebagai kebenaran, mulai menerapkan semua itu kedalam kehidupanku. Begitulah bagaimana itu berawal.

SID: (berbicara kepada hadirin) Kalian tahu hal apa yang sungguh ajaib bagi ku? Kepada siapa dia berbicara, sungai ini yang dia miliki di dalam dirinya sebagai cairan kasih, telah mulai mengalir keluar dari dirinya dan menjamah sekitar 1500 orang.

[Istirahat]

SID: (berbicara kepada hadirin) Hallo. Sid Roth di sini. Saya sangat senang dapat berbicara dengan kalian. Kalian tahu mengapa? Sebab saya mendapatkan dua bekas Muslim yang telah mimiliki pertemuan dengan Elohim Yanghidup. Saya sungguh terkesan dengan begitu banyak orang yang dari Islam memiliki pertemuan-pertemuan dengan Elohim. Sebagaimana mereka radikal untuk Islam, mereka bahkan lebih radikal sekali mereka mengenal kasih Elohim. Mereka telah percaya kepada Elohim di dalam Islam (yang adalah Allah), tetapi mereka belum pernah tahu kasih Elohim.
Faisal, ceritakanlah saya tentang Kamal [Saleem].

FAISAL: Pada usia lima tahun, dia telah mengimpikan membunuhi (apa yang dahulu dia pikir sebagai) para kafir; orang-orang Israel dan Amerika. Pada usia tujuh, dia bergabung dengan PLO (Palestine Libration Organization) mereka mengajari dia bagaimana memakai AK47, dan dia memulai karir terroristnya. Dia mulai melatih anak-anak dan membawa mereka ke Dataran Tinggi Golan di Israel, menyelundupkan amunisi, TNT, bom dan bahan-bahan peledak untuk memulai ancaman-ancaman bom dan pembunuhan. Itu yang dia dahulu lakukan pada usia mudanya, dan dia sungguh serius.

Begitulah bagaimana ia bertumbuh. Dan itu benar-benar menakjubkan melalui perjalanan bagaimana Elohim sungguh menjamah dia.

SID: Dia menderita kecelakaan mobil yang sangat mengerikan (di Amerika). Dan dokter merasa kasihan. Dia telah datang ke Amerika (Serikat) untuk memenangkan sebanyak mungkin orang untuk Islam. Ngomong-ngomong, saya temukan itu menarik, mereka memakai wanita-wanita untuk memenangkan jiwa.

FAISAL: Kamal menyelaskan bagaimana ia berusaha melakukan apa yang mereka sebut “Jihad budaya.” Jadi mereka datang ke Amerika dan menemukan wanita-wanita untuk menikah sehingga mereka dapat kewarganegaraan atau kartu-katu ijin tinggal, apapun yang mereka perlukan untuk menyebarkan Islam melalui keluarga-keluarga mereka. Perjalanan seperti ini yang ia ada. Dia juga mengunjungi orang miskin, orang-orang Amerika-Afrika. Semua ini adalah bagian dari trategi mereka yang mereka rasa untuk menyebarkan Islam. Kemudian kecelakaan terjadi seperti yang Anda telah nyatakan, begitulah kenyataannya.

SID: (berbicara kepada hadirin) Dokter merawat dia dan suka padanya. Kamal di sana, sungguh dia membenci setiap orang. Tetapi mereka menerima dia. Dokter membawa dia kerumahnya. Dia tidak dapat bertahan terhadap anak-anak (dokter tersebut). Anak-anak ini mengasihi mereka. Kasih mereka telah mengebom Kamal. Biarkan dia berbicara dalam kata-katanya sendiri.

KAMAL: Anak-anak ini meletakkan tangan-tangan kecil mereka pada tubuhku. Mereka mulai melakuan Doa Bapa kami. Saya telah dilatih bertarung melawan segala sesuatu di dalam kehidupan, meruntuhkan raksaksa besar apapun.  Tetapi anak-anak kecil yang terkasih ini yang bermain dan menyentuh tanganku, melumerkan hatiku. Ada perang di dalamku. Para pria dewasa yang datang seminggu sekali membuat lubang (pada hati-batunya?) membuat lingkaran disekelilingku, menaruhku ditengah-tengah dan mereka berdoa untuk Elohim kiranya memberkatiku, kiranya Elohim sinar wajah-Nya menerangiku, dan memberkatiku.

Mereka lakukan ini di dalam nama Yeshua. Saat itu saya mengerti bahwa orang-orang ini bukanlah orang-orang jahat seperti yang sebelumnya saya pikir. (Saya berkata kepada Allah) ”Allah orang-orang ini memiliki hubungan akrab dengan Elohim mereka. Saya juga ingin memiliki hubungan yang sama dengan Engkau. Saya ingin mendengar Engkau berkata bahwa Engkau mengasihiku. Saya ingin mengenal Engkau. Jika Engkau benar nyata, berbicaralah kepada ku.”

Harap ingat (Kamal mencoba memberi pengertian apa yang ia maksudkan) para pria dan wanita ini, mereka berdoa untuk kesembuhan dan mereka menerimanya; mereka berdoa untuk terobosan, mereka menerima terobosan. Mereka berdoa, mereka memohon dan saya mendengar mereka berkata, ”Saya mendengar Elohim berkata ini dan ini.” Saya akan, saya ingin memiliki hubungan indah tersebut. Jika ini adalah nyata saya ingin memiliki itu sebab saya telah menyembah Allah sepanjang kehidupanku, saya layak mendapatkannya. [Hadirin pada bertepuk tangan]

SID: (kepada hadirin) Kalian tahu, Kamal menjadi sangat frustasi sebab elohimnya (allahnya) tidak mengasihi dia seperti orang-orang Kristen tersebut miliki. Allahnya bahkan tidak berbicara kepada dia. Tidak ada. Jadi dia menjadi putus asa memutuskan untuk bunuh diri. Apa yang terjadi kemudian? (Sid bertanya kepada Faisal).

FAISAL: Yah dia mengambil pistolnya dan mencoba untuk menembak dirinya sendiri, namun dia mendengar suara ini, suara ini berkata dengan sangat lembut, ”Kamal, para Muslim menyembah Elohim Abraham (God of Abraham) dan berdoa kepada Dia, para Yahudi berdoa kepada Elohim Abraham dan para Kristen berdoa kepada Elohim Abraham. Mengapa kamu tidak berdoa dan berseru kepada Elohim Abraham, Ishak dan Yakub.”

Jadi dia berkata, baiklah saya coba cara ini. Jadi dia berdoa, “O Elohim Abraham, jika Engkau nyata, tunjukkanlah diri-Mu, nyatakanlah diri-Mu.”

Dan dengan segera terang mulai mengisi ruangannya, kemulian ini, dia berkata, memasuki ruangan tersebut dan Yeshua berjalan masuk. Kamal bertanya, “Siapakah Engkau, Yahweh?” seperti bagaimana rasul Paulus berkata. Kamal mendengar Yeshua berkata kepadanya, “Aku ADALAH Aku (I AM THAT I AM).”

“Apakah itu artinya,” Kamal bertanya
Aku adalah Alpha dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.”

Kamal sungguh tersentuh oleh Yeshua. Ia langsung sembuh, lehernya, tulang bahunya (collarbone) dan tulang-tulangnya, sembuh secara tiba-tiba.

SID: Ia sungguh parah sehingga dia tidak bisa melakukan apa-apa sendiri.

FAISAL: Dia tidak dapat. Tetapi secara tiba-tiba dia disembuhkan dan dia merasakan cairan api dan kasih mengalir melalui tubuhnya, dia secara ajaib sembuh saat itu juga.

SID: Oke. Sebelum Anda datang ke sini Anda berkata kepada saya bahwa Elohim telah berkata-kata kepada Anda hari ini. Apa yang Dia telah katakan?

FAISAL: Sid, sudah ada begitu banyak aksi-aksi kebencian kepada bangsa Yahudi dari para saudara dan saudariku, orang-orang Muslim di seluruh dunia. Banyak penghinaan dan kebencian terhadapa orang-orang Yahudi. Saya sungguh merasa untuk memohon kepada Anda, karena Anda adalah orang Yahudi dan mengasihi Ha Mashiah. Saya merasakan Elohim meminta kepaku ku untuk memohon Anda mengampuni para saudara dan saudariku, bangsaku atas kekejaman, penghinaan dan kebencian yang telah mereka tunjukkan kepada bangsa Yahudi. Elohim telah berkata kepadaku, jika Anda melalukan hal ini jutaan Muslim akan mengalami keselamatan di seluruh dunia, dan begitu banyak orang-orang Yahudi akan mengalaminya juga dan mengenal siapakah Ha Mashiah adalah, sebab hati Elohim ada (untuk) bangsa Yahudi dan Goyim (gentile), Yahudi dan Muslim (juga tergolong goyim) melalui salib (Yeshua Ha Mashiah) menjadi satu manusia baru dan mengalami Dia di dalam satu tubuh (yang adalah Jemaat/ Gereja-Nya). Dan saya sungguh percaya   sesuatu yang bernilah harulah terjadi di sini. Dan saya percaya dan seharusnya memohon dari Anda. Jadi karenanya saya memohon pada Anda, harap Anda memaaafkan kami atas apa yang telah kami lakukan (kepada bangsa Yahudi).

SID: Saya harus menceritakan kepada Anda sesuatu. Saya sendiri telah melakukan beberapa hal yang tercela, dan Elohim telah mengampuni diriku. Siapakah saya sehingga saya tidak memaafkan, sebab Elohim telah memaafkanku. (Sid Roth sekarang berbicara kepada semua pendengarnya:) Saya benar-benar memaafkan kalian atas segala sesuatu yang kalian pernah lakukan kepada setiap pribadi orang Yahudi, segala sesuatu yang kalian pernah katakan melawan negaraku, Israel. Saya sungguh-sungguh memaafkan oleh sebab darah Yeshua, yang telah mengampuni diriku dan oleh sebab darah Yeshua adalah juga tersedia bagi kalian sekarang ini.

Kami akan kembali bersama satu dari beberapa Muslim yang paling menakjubkan yang pernah saya bertemu di dalam hidupku.
[Istirahat]

Kesaksian Kalida Wukawitz 

SID: Hallo Sid Roth di sini bersama Kalida. Kalida adalah seorang Arab Palestina. (Berbicara kepada Kalida:) Saya belum pernah mendengar, saya tidak tahu bagaimana kamu bisa tetap hidup (survived), Kalida. Saya mangsudkan, dan kamu memiliki senyum di wajahmu. Khalida Wukawitz dan John, suaminya

(Bicara kepada hadirin) Baiklah saya bercerita sedikit kepada kalian tentang Kalida. Ketika dia (berumur) 11 hari, ibunya meninggal dunia, ayahnya meninggalkan dia dan dia dimasukkan kedalam panti asuhan. Tinggal di pasti tersebut sampai usia sembilan tahun. Dia pergi ke luar untuk mendapatkan air untuk diminum dan sebuah bom menghantam panti asuhan tersebut, keluarga barunya tersapu habis.

Lalu entah bagaimana mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan dia. (Sekarang berbicara kepada Kalida:) Kamu baru saja berusia sembilan tahun dan mereka menjual kamu sebagai budak ke orang-orang Beduin (bangsa Arab yang tinggal di tenda dan selalu berpindah-pindah). Kamu lebih buruk dari budak. Mereka memukuli kamu.

Makanan yang hanya kamu miliki hanyalah makanan sisa (mereka). Akhirnya para tentara menbebaskan kamu dan menaruhmu ke dalam panti asuhan lainnya. Lalu mereka menemukan ayah kandungmu, tetapi dia tidak menginginkanmu. Maksudku, (dari sebuah) penolakan (ke) penolakan (lainnya). Berapa banyak penolakan manusia dapat tanggung? Saya tidak tahu bagaimana manusia dapat menanggung begitu banyak penolakan. Lalu ayahmu menjadikanmu budak. Ia tidak menginginkan kamu. Ia memaksa dia (Kalida) kedalam pernikahan. Suaminya setelah beberapa lama dan melahirkan seorang anak, menendangnya keluar, menceraikan dia, malu besar. Ayahnya masih terus ingin bebas dari dia. Ayahmu mengambil anakmu satu-satunya dan menikahi kamu lagi dengan seorang pria. Kamu pergi ke Amerika Serikat dan pria ini (suaminya), menurut catatan saya di sini, mematahkan tulang rahangmu. Mengapa dia melakukan hal itu?

KALIDA: Yah dia seorang pria yang pemarah, itulah suamiku. Dalam Islam mereka mengajar para pria bahwa mereka perlu mengkoreksi para isteri mereka. Jadi dia hanyalah memberikan saya sebuah pelajaran yang baik, dan dia sungguh baik … mematahkan tulang rahangku. Saya tidak belajar apapun, bagaimanapun (Kalida tertawa ngakak, dan semua hadirin tertawa juga).

SID: Saya yakin. Oke. Kamu memiliki tiga anak, menikah dengan seorang suami yang berlaku kasar (abuse). Saya tidak mengerti, bagaimana kamu bisa menanggung semua ini? Tidak hanya suamimu, tetapi seluruh hidupmu, bagaimana kamu bisa melakukannya?

KALIDA: Ya ketika itu saya hampir gila, tetapi kasih karunia Elohim.

SID: Kemudian itu bertambah buruk. Suaminya memberi tahu bahwa ia akan membunuhnya. Apa yang kamu lakukan atas hal itu?

KALIDA: Saya perlu melarikan diri, saya perlu  lari untuk kehidupanku. Saya takut.

SID: Kamu tepatnya mendengar sebuah suara.

KALIDA: Saya mendengar suara. Saya ingat, senang menceritakannya kepada Anda, mencoba  membunuh diri sebelum mendengar suatu tersebut. Dan kemudian saya mendengar audible suara berkata kepadaku, ”Tinggalkan kegelapan masuklah ke dalam terang.” Saat itu saya berpikir saya menjadi gila, bagaimanapun saya mengikuti petunjuk suara tersebut, toh saya tidak rugi apapun.

SID: Oke. Tetapi bagaimana seorang wanita yang tidak bisa bicara Inggris, tidak memiliki uang  dan memiliki tiga anak kecil dapat lakukan berkeliling dijalan-jalan? Apa yang terjadi padamu?

KHALIDA: Saya bertemu dengan seorang wanita Kristen yang menerima saya sebagai anak perempuannya sendiri dan bercerita kepada ku tentang kasih Yeshua.

SID: Tetapi kamu mengasihi Islam. Kamu sungguh mengasihi Islam.

KHALIDA: Ya saya saat itu mengasihi Islam.

SID: Jadi kamu mengasihi wanita ini atas apa yang dia lakukan untuk mu, tetapi kamu tidak ingin Yeshua wanita ini.

KHALIDA: Tepatnya begitu. Itulah konflikku selalu, bagaimana Elohim memiliki seorang putra, sebab mereka telah mengajar kami di dalam Islam bahwa Elohim (Allah) tidaklah bisa menjadi lemah dan memiliki putra – adalah tanda kelemahan.* Jadi saya bertarung dengan hal itu. Saya menginginkan kasih yang wanita itu miliki, inilah titik awalnya. Saya melihat sukacitanya, kasihnya, saya melihat kehidupannya ada sebagai contoh, tetapi dia selalu berhubungan kepada Elohim, dan saya lapar untuk itu.

SID: Lalu kamu memutuskan, itu saatnya kamu ingin mengetahui kebenaran. Ceritakan pada ku apakah doamu dan apa yang telah terjadi.

KHALIDA: Saya ingat, saya merasa sakit, cape menderita sakit. Saya berdoa, memohon kepada Yeshua ”Jika Engkau sungguh adalah (Yahweh), seperti apa yang orang-orang katakan tentang Engkau, karena saya tidak tahu itu benar atau tidak. Sungguh, jika orang-orang berkata Engkau adalah Putra Elohim maka tunjukkan padaku, datanglah kepadaku, tunjukkanlah kepadaku bahwa Engkau adalah Putra Elohim.”  

Saya saat itu tidak berpikir sesuatu akan ada terjadi dari doaku. Namun hasil dari doa sederhana tersebut adalah Yeshua menampakkan diri kepada ku dan saya bertemu dengan Yahweh dalam cara yang luar biasa.

SID: Itu pastilah sudah cukup (bukti). Kemudian dia pergi ke Sorga. Apa yang kamu lihat di Sorga?

KHALIDA: Saya melihat penyembahan. Saya melihat bagaimana Sorga sungguh memuja Yeshua sebagai Putra Elohim, dimuliakan sebagai raja. Beberapa yang saya lihat, bayi-bayi, orang-orang meletakkan mahkota-mahkota pada kaki Yeshua. Dia sungguh kuat dan mulia.

SID: Kamu tidak tahu ini ada di  dalam Alkitab?

KHALIDA: Saya tidak tahu (saat itu). Saya belum pernah membaca Alkitab sebelum saya memiliki pengalaman tersebut. Semua yang saya tahu adalah bahwa apa yang saya sedang lihat ada nyata sebab itu begitu hidup dan sungguh nyata, dan saya menjadi bagian dari Sorga. Tidak ada cara apapun kita bisa menolaknya. Satu hal di Sorga adalah Yeshua ialah Firman Elohim, dan sebagaimana Anda melihat pada wajah-Nya dan kaki-Nya, dan kemulian-Nya, pewahyuan mencadi begitu hidup dan sungguh nyata. Kamu tidak dapat keluar dari itu, pastilah tidak dapat melarikan diri dari itu.

SID: (berbicara kepada hadirin) Kalian tahu apa yang menarik bagi saya adalah dia berdoa untuk orang-orang; orang-orang yang menderita kanker disembuhkan. Namun apa yang lebih menarik bagi ku adalah beberapa pewahyuan yang dia telah belajar tentang menyembah. Dia adalah penyembah Elohim yang kalian belum pernah lihat sebelumnya, seperti kalian akan lihat sebab kalian sedang menjadi penyembah Elohim.

Saya meminta Khalida menyembah Elohim dengan cara kamu lakukan di rumahmu, ketika tidak ada siapapun, tetapi hanya Elohim. Beberapa dari kalian yang hadir di sini dan beberapa kalian yang mendengarkan dari rumah, saya ingin kalian menyembah Elohim. Jika kalian menyembah seperti ini Elohim akan menampakan diri. Silahkan kamu (Khalida) menyembah Elohim sekarang ini.

KHALIDA: Baik. Saya ingin melihat orang-orang sekarang pada wajah mereka dan menyatakan bahwa ada kuasa  dalam berbicara di dalam bahasa sorgawi kalian (bahasa roh). Ada kuasa. Alkitab menyebutitu anugerah sempurna kepada Elohim. Kamu tidak dapat disesatkan. Nyatanya adalah kita diciptakan untuk menyembah Dia, ketika kita memasuki kedalam iman maka Dia pastilah menampakkan diri. Alkitab berkata Dia berdiam di dalam puji-pujian.

SID: Berdoalah sekarang sebagaimana kamu berdoa di rumahmu.

KHALIDA: – ia berbicara dalam bahasa roh – (lalu ia memberi penafsiran dari doa bahasa rohnya itu; 1 Korintus 14:12-13). Saya merasakan di dalam rohku, (doa yang barusan saja Khalida ucapkan) itu adalah meninggikan Yeshua di atas segala sesuatu, di atas hambatan-hambatan kalian, di atas perjuangan dari perceraian kalian, di atas penyakit kalian, di atas segala sesuatu yang kalian sedang berurusan. Bahkan dalam sehari-hari kalian meninggikan Raja di atas segala semua masalah-masalah kalian, saya menjamin, kalian akan memiliki pengalaman seperti Hagar miliki dengan Elohim, banyak orang di Alkitab seperti kita para Muslim. Sebagaimana kita meninggikan Yeshua kita menjadi penyembah yang benar dari Elohim. Kita sungguh berserah kepada Roh Elohim sebab itu adalah perlengkapan senjata kita. Kalian tidak akan pernah kalah di dalam pertempuran untuk Elohim jika kalian menyembah Dia di dalam Roh dan Kebenaran.

Tamat.    

* [analogi Islam: hubungan sex suami-isteri – dari mana anak lahir – adalah suatu kelemahan manusia? Firman Elohim berkata sex antara saumi-isteri adalah kudus dan diberkati].

Link Video kesaksian Faisal Malick dan Khalida yang lebih lengkap:
Faisal Malick’s Testimony with teks bahasa Arab ; by escapeislam.blogspot.com
Faisal Malick’s Testimony  (September 2007) by Sid Roth
Khalida Wukawitz; situsnya
Kesaksian Khalida  WATCH (disertai text Arabnya) nomor 58.

 

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

 

Murtad-murtad Iran membawa kehidupan kepada Gereja Jerman

BERLIN—Bagian dari Jerman yang adalah wilayah-wilayah sangat tanpa-iman di dunia. Pengumpulan suara menunjukkan bahwa percaya kepada Elohim di timur komunis tua ini (Berlin Timur adalah bekas bagian dari Komunis Rusia) hanyalah 13 persent.

Tetapi pengunjung gereja bertambah, terima kasih kepada para bekas orang Islam dari Iran. Pada Gereja Pertolongan Rumah Elohim (The House of God’s Help) di Berlin, oran-orang Persia yang berpindah ke Kristen telah membuat jumlah jemaat menjadi dua kali lipat.

“Itu telah datang seperti hujan dimusim panas yang tidak diduga,” diakon gereja Rosemarie Götz berkata. “Tiba-tiba orang-orang baru mulai berdatangan setiap minggu dan minta untuk ada dibaptis.”

“Pada mulanya hanya lima atau enam orang-orang Iran datang… dan kemudian mereka membawa teman-teman dan tetangga-tetangga mereka.”

Video dapat dilihat pada sumber aslinya (link tersedia di bawah).

Jerman telah menggalami suatu pertumbuhan agama Islam tahun ini. Para orang Islam telah melakukan kampanye nasional memberi Kuran di negara ini yang secara besar telah meninggalkan Kristianiti.

Tetapi para immigran  Iran, atau orang-orang Persia, telah mengalami kegelapan dan tekanan Islam di dalam negara asli mereka, dan mereka lapar akan kebebasan dan sukacita Kristianiti.

”Saya telah bertemu beberapa kali dengan teman-teman di Tehran (ibukota Iran) di sebuah gereja bawah tanah (sebutan untuk ”gereja rahasia”) dalam sebuah apartment dan mereka berbicara tentang Yeshua,” seorang pemuda bernama Michael, yang menghadiri gereja berkata kepada CBN News. ”Kami melakukan pelajaran-pelajaran Alkitab, tetapi terkadang tanpa Alkitab” [sebab tidak mudah didapat di Iran]. Dan lima tahun lalu saya dibaptis di dalam sebuah bakmandi.”

Semua orang Persia yang berbicara kepada CBN News berkata mereka menerima Ha Mashiah (Kristus) di Iran dan kemudian harus melarikan diri atau resiko penjara atau mati.

”Saya suatu hari sedang pergi ke sebuah pertemuan gereja rumah ketika saya melihat polisi diluar gedung, jadi saya tidak jadi masuk,” anggota gereja lainnya bernama David bercerita kepada CBN News. ”Dan kemudian saya telpon kerumah dan ibuku berkata, ’Polisi telah disini mencari kamu.’ Jadi saya tahu saya tidak dapat pulang kerumah, jadi mereka menolong saya lari dari negara.”

Seorang wanita bernama Nafiseh berkata itu sungguh susah belajar tentang  Kristianiti di Iran, ”Sebab itu dilarang jika seorang Islam dan ingin menjadi Kristen, suamiku pada waktu itu orang Islam dan ketika ia tahu bahwa saya ingin menjadi Kristen, dia melarang saya.”

“Saat itu sungguh sulit; saya harus meninggalkan kedua orang tua saya, jadi saya kehilangan rumahku, keluargaku,” wanita ini berkata.

Murtad-murtad beneran?
Götz berkata beberapa orang murtad tersebut terkejut mengetahui begitu banyak orang Jerman tidak tertarik di dalam Kristianiti. Ibu ini berkata, Kebanyakan mereka telah menjadi Kristen di Iran dan tahu lebih banyak tentang Kristianiti dari apa yang kamu harap. Mereka lebih didepan dari kita secara umum sebab mereka sudah dianiaya karena Mashiah dan mereka telah mengetahui dengan sangat cepat bahwa banyak orang Jerman adalah Kristen dalam panggilan saja. Dan mereka kecewa para Jerman menyia-nyiakan kebebasan beragama.”

Beberapa orang Jerman curiga kemurtadan mereka, sebab ada di baptis dapat menolong seorang pengungsi tinggal di Jerman dari pada di deportasi. Jadi Götz membuat para Persian murtad tersebut pergi melewati jadwal ketat kelas-kelas Alkitab.

”Saya telah curiga bahwa beberapa dari mereka hanya ingin dibaptis supaya mereka dapat ijin tinggal mereka di Jerman, ternyata yagn demikian hanyalah sedikit,” ibu ini berkata. ”Nyatanya, mereka yang telah dibaptis telah kembali kepada iman kita (Kristianiti) dan mengikuti kelas baptisan untuk keempat kalinya.”

Phenomena seluruh negara.
Tidaklah diketahui berapa banyak immigran Persia telah murtad dan bergabung di gereja-gereja Jerman, tetapi itu telah menjadi phenomena seluruh negara Jerman, dan yang dibaptis telah mencapai jumlah ribuan.

Pada (gereja) Pertolongan Rumah Elohim itu telah menguatkan jemaatnya.

”Orang-orang muda ini, berenergi, Kristen-kristen Iran yang rajin telah membawa sedikit kebangunan rohani dari Iran ke jemaat kami,” Götz berkata. ”Dan saya mengucap syukur bahwa jemaat lokal membuka hati-hati  mereka untuk mereka (orang Persia tersebut).”

Diterjemahkan dari:  Iranian Converts Bringing Life to German Church; ditulis oleh Dale Hurd; Dale Hurd adalah CBN News Senior Reporter (18/12/2012)

Baca juga:
Iran: Kebangunan rohani besar-besaran telah datangRibuan Muslim tinggalakan Islam di IrakSatelit SAT-7 semakin laris di Timur TengahKebangunan rohani di UkraniaRoh Kudus melawat Aceh dan Pekan BaruKebangunan Rohani di Indonesia; Penglihatan

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

 

 

Mimpi dan Penglihatan Memindahkan Para Muslim kepada Ha Mashiah (Kristus)

Diterjemahkan dari artikel CBN: Dreams, Visions Moving Muslims to Christ

Pada artikel bahasa Indonesia ini, telah ditambahkan kalimat-kalimat yang berasal dari video clip yang tidak tertulis di artikel bahasa Inggrisnya.
Selamat membaca dan semoga menjadi berkat. Penjala Baja

JERUSALEM, Israel – Beberapa tahun lalu, Ali berziarah Muslim ke Mekah yang dikenal sebagai (naik) Haji.
“Tentu saja ketika saya pergi ke Mekah saya dengan tujuan membayar penghormatan kepada Kabba dan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan didalam (agama) Islam,” katanya.
Tapi perjalanan menjadi lebih dari sebuah perjalanan keagamaan dari yang dia pernah bisa bayangkan.

“Malam itu saya melihat Yeshua dalam mimpi. Pertama, Yeshua menyentuh dahiku dengan jari-Nya. Dan setelah menyentuh saya, Dia berkata, ‘Kamu milik-Ku‘, Ali mengenang.
“Kemudian Dia menyentuh saya di atas hati saya,” lanjutnya. ‘Kamu telah diselamatkan, ikutilah Aku. Kamu milik-Ku,’ katanya.”

Kisah Ali di Mekkah diceritakan dan didramatisasi dalam DVD berjudul “More Than Dreams.”

“Saya memutuskan saya tidak akan menyelesaikan haji tersebut, naik haji. Apapun alasannya, saya akan mengikuti suara tersebut,” dia menerangkan.
Dokumen-dokumen film dan cerita Ali ini dan beberapa Muslim lainnya yang telah beriman di dalam Yeshua melalui mimpi atau visi.

“Kami melihat itu di mana-mana. Kami mendengar tentang orang-orang yang bahkan tidak pernah berpikir tentang Yeshua sebagai penyelamat,” mereka Muslim-muslim sungguhan dan mereka sedang mengalami mimpi terus-menerus.” kata Tom Doyle, dari E3 Ministries.

Doyle dan istrinya Joanna membawa Injil ke dunia Muslim. Dia juga penulis buku yang akan datang, Dreams and Visions: Is Jesus Awakening the Muslim World? (Mimpi-mimpi dan Penglihatan-penglihatan: Apakah Yeshua sedang membankitkan Dunia Muslim?)

“Saya pikir Elohim kita adalah Elohim yang adil, Dia adalah benar dan adil, dan orang-orang sedang mencari dan mereka tidak tahu ke mana harus pergi,” kata Doyle.

“Mungkin mereka tidak memiliki Alkitab, mungkin tidak ada misionaris di desa tersebut,” katanya. “Dia akan menyampaikan pesan tersebut kepada mereka entah bagaimana.”

Fenomena mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan telah muncul di seluruh dunia Muslim, dari Indonesia ke Maroko.
“Di gereja jika Anda bertanya berapa banyak orang telah datang kepada Mashiah, 80 persen akan mengatakan, ‘Saya telah melihat Dia dalam mimpi,” seorang wanita di Asia Tengah mengatakan kepada CBN News. Identitasnya dirahasiakan untuk alasan keamanan.

Seorang teman Kristen telah menantang wanita ini untuk meminta Elohim berbicara kepada dia secara pribadi.
“Jadi saya memutuskan untuk meminta kepada-Nya,” wanita ini berkata. “Keesokan harinya … dalam mimpiku aku melihat Yeshua, Yeshua sebagai Jembatan … Saya memutuskan untuk datang kepada-Nya.”

Hazem Farraj tuan rumah dari pelayanan “Reflections“, sebuah program satelit bagi umat Islam. Dia mengatakan dia sering mendapat tanggapan tentang mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan.

“Seorang wanita menulis kepada saya bahwa ia tidak dapat tidur … wanita ini berkata, ‘lalu saya menyalakan televisi dan kamu ada disana … kata-kata yang keluar dari mulut Anda begitu damai saya jadi tertidur,'” Farraj mengenang.

Dia berkata, “Ketika saya tertidur akhirnya saya memiliki sebuah penglihatan tentang Yeshua, dan saya melihat Adonai (Tuhan) Yeshua berjubah putih bercahaya menunjuk kepada seorang pria, saya tahu itu adalah Abraham, sedang mempersembahkan Ishak, begitu saya selesai menoleh saya tahu bahwa Yeshua, Ha Mashiah (The Christ/ Kristus) adalah korbanya, Putra Elohim.”

Doyle mengatakan mimpi atau penglihatna biasanya awal, bukan akhir, dari perpindahan seorang Muslim.
“Tidak ada seorang Muslim yang pergi tidur dan bangun seorang Kristen, tetapi menghancurkan hambatan palsu yang melekat dalam Islam; ‘orang Kristen memiliki tiga Elohim (Allah)’ dan ‘Alkitab telah dikorupsi,’ “ jelas Doyle.

Doyle mengatakan bawah revolusi politik di Timur Tengah saat ini, itu dapat dilihat sebagai sebuah gempa bumi rohani.
“Sebagai mana hal-hal memanaskan secara politik dan agama di dalam Islam, Roh Kudus bergerak bahkan lebih kuat,” kata Joanna (Isterinya Tom).
“Ini adalah waktu ketika hati terbuka, orang-orang putus asa, para pemerintah bertukar,” suaminya menambahkan. “Fondasi semua orang mengalami keretakan besar di dalamnya dan Yeshua adalah jawaban yang dapat masuk dan mengisi kebutuhan tersebut.”

Banyak veteran misionaris bagi dunia Muslim mengatakan mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan, beserta dengan televisi satelit, sedang memperkenalkan para Muslim kepada Yeshua dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Mereka menambahkan bahwa lebih banyak Muslim yang datang kepada Yeshua sekarang dibanding pada waktu lainnya dalam sejarah 1.400 tahun Islam.

Keluarag Doyle ingin orang percaya di Barat untuk bergabung dengan revolusi rohani ini.
“Tidak semua orang akan pergi ke Timur Tengah. Tapi mereka dapat berdoa [sedikitnya],” kata Doyle.
“Dan tidak ada pemerintah, tidak ada pemimpin yang dapat memblokir doa syafaat di seluruh dunia,” katanya. “Jadi kita perlu berdoa sebagai orang-orang percaya bahwa Elohim akanlah terus mendorong keluar Injil sampai ke ujung bumi.”

Komentar dari beberapa pembaca: (penekanan ditambahkan, huruf besar dari aslinya).
Susan – Ini adalah satu hal dimana pemerintah dan para demokrat TIDAK DAPAT MENGHENTIKAN ATAU MENGKLAIM!!! ELOHIM SEKARANG MENGGERAKKAN HATI-HATI ORANG … YESHUA HA MASHIAH SEDANG PADA JALAN-NYA

Doug – Ini adalah kabar terbaik saya pernah baca dalam periode yang lama. Saya harus akui, belakangan ini saya telah berada dalam kamp “bunuh mereka semua.” Banyak hal-hal yang telah saya baca di media telah mengisi saya dengan kebencian terhadap Islam. Bagaimana pun beberapa minggu yang baru saja berlalu Roh kembali mengingatkan saya tentang perbedaan antara Islam dan para Muslim. Orang-orang Muslim adalah tangan Elohim, Dia rindu melihat mereka datang kepada-Nya persis sebagimana kebanyakan kita telah datang. Dia memanggil mereka melalui nama dan mereka menjawab; sungguh terpujilah Elohim!

Sekarang Elohim telah merendahkan saya, saya melihat jelas dosa saya sendiri. Saya tidak berdoa untuk orang-orang ini sebagaimana saya seharusnya berdoa….Teman-teman, jangan biarkan judul-judul utama berita harian membelokkan kalian dari senjata yang sangat berkuasa yang kita miliki, Doa!
Kepada mereka yang baru saja berpindah dari Islam, selamat datang para saudara dan saudari saya, saya merindukan melihat kamu segera.

Bygrace – Betapa Setia dan  Belas kasihan Yeshua yang kita miliki. Firman-Nya ”Saya telah memanggil domba-Ku, mereka tahu suara-Ku dan mereka datang kepada-Ku.” Ini adalah akhir jaman dan Dia sedang mengumpulkan Milik-Nya kepada-Nya. Saya tidak dapat cukup   memuji Adonai untuk Kasih-Nya. Dia mengasihi setiap pribadi secara tersendiri sebagaimana mereka ada, sebagaimana Dia telah ciptakan mereka.

Bybee – Terima kasih Elohim Yang Mahakuasa untuk melayakkan saya  melihat kegerakan besar ini di dalam hati-hati orang Muslim sebelum saya meninggal!!!
Saya sungguh mengucap syukur Elohim bahwa Engkau telah meletakkan di dalam banyak hati untuk berdoa bagi para saudari dan saudara kami yang terhilang. Elohim, kami juga memohon Engkau menjagai mereka aman. Saya merasakan kesukan besar sedemikian rupa!  … Saya inging terus bertepuk tangan untuk Engkau! TERIMA KASIH … TERIMA KASIH … TERIMA KASIH!

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
 

Azar, Seorang Muslim Iran Menemukan Jalan ke Sorga!

Diterjemahkan dari  AZAR, FORMER MUSLIM FINDS THE WAY TO HEAVEN!

Azar datang ke Amerika Serikat untuk sebuah pendidikan. Dia merencanakan untuk kembali ke tempat aslinyaIran, tapi pergolakan politik di negara itu melarang hat tersebut. Jadi Azar, seorang Muslim, tetap di Amerika, dan bekerja sangat keras untuk menjadi sukses.
“Ketika Anda harus melakukan itu di negara lain, Anda juga fokus pada perlunya menjadi seseorang. Saya ingin melakukan yang terbaik dan tidak hanya puas hanya dengan biasa-biasa,” ia berkata.
Azar bekerja keras untuk menjadi Muslim yang baik, seperti yang dia lakukan untuk menjadi seorang perencana keuangan. Dia percaya perbuatan-perbuatan baiknya akan mengupah dirinya ke sebuah tempat di surga. Namun setelah bertahun-tahun melakukan ibadah mencuci-diri dan shalat lima kali sehari, dia menjadi lelah akan rutinitas.
“Tiba-tiba, saya menyadari bahwa aku berdiri di sana tertutup dan saya tidak tahu apa yang saya katakan. Apakah saya telah berbicara dengan Elohim? Saya merasa hal seperti ini tidaklah mungkin terjadi. Ini bukan apa yang Elohim inginkan dari saya.”
Selama 21 tahun, Azar sedikit berurusan dengan iman Islamnya. Kemudian beberapa teman Iran mengundang dia ke sebuah pertemuan.
“Jujur, aku tidak pernah mendengar tentang orang-orang Iran yang Muslim dan kemudian menjadi Kristen. Saya berkata, ’Apa?’”
Namun, Azar tertarik dan setuju untuk bertemu dengan orang-orang tersebut.

“Untuk pertama kalinya, saya melihat orang-orang Iran yang Muslim dan telah menjadi orang-orang Kristen. Mereka bernyanyi untuk Elohim dan menyembah. Saya pikir bahwa itu sangat menarik bahwa mereka begitu bebas.”
Tapi lebih dari itu, Azar tidak puas dengan kehidupannya sendiri. Meskipun dia memiliki semua perangkap keberhasilan, ada sesuatu yang hilang.
“Saya bekerja enam atau tujuh hari seminggu. Saya sangat terkendali. Apa tujuannya?”
Azar berpikir tentang pertemuan orang Kristen yang ia telah hadiri. Segera, dia pergi ke lagi untuk mengetahui lebih lanjut. Di sana ia mendengarkan dengan saksama apa yang dikatakan.
Seorang (pria) Kristen di pertemuan itu berkata, “Siapa di sini yang tahu bahwa mereka akan ke surga?”
“Yah, sebagai seorang Muslim Anda tidak tahu jika Anda pergi ke surga atau tidak, karena Allah akan meninjau masa lalu Anda, dan itu tergantung pada seberapa baik Anda telah perbuat. Dia memutuskan aku tidak akan tahu. Jadi beberapa orang mengangkat tangan mereka dan saya berpikir, ‘Bagaimana kamu tahu?
Apa yang Azar dengar adalah pesan keselamatan dari salib. Dia tidak mengerti dan ingin sebuah penjelasan.
“Setelah pertemuan tersebut, saya pergi kepadanya dan berkata, Apa maksudmu Yeshua mati bagi saya? Saya tidak ada disana. Saya mati untuk dosa-dosa saya sendiri.
Terus menerus, dia memohon Elohim menunjukkan kebenaran kepada dirinya.
“Suatu hari tampa sengaja, saya menyalakan TV. Dan saya bahkan tidak tahu mengapa (kanal TV) The 700 Club terpancar. Ini bukan satu dari beberapa program yang saya telah tonton  setiap hari. Dan begitu saya menyalakannya, wajah Gordon tepat di layar. Siaran itu telah membahas seluruh siaran dan dia berkata, Beberapa dari Anda sangat bingung, Anda tidak tahu siapa Elohim yang sebenarnya adalah.
Ketika Gordon berdoa, Azar mendengarkan dengan penuh perhatian.
Gordon berdoa, “Adonai YAHWEH, saya tidak tahu jika Engkau nyata. Tetapi YAHWEH, jika Engkau nyata, saya memohon Engkau menunjukkannya kepada saya.”
“Dan kemudian saya berpikir, ‘Wow, saya tidak tahu apakah saya telah mematikan TV, namun saya tidak mendengar apa-apa setelah itu. Karena itu apa yang saya telah cari, saya bertanya mengapa?’”
Sebagaimana hari-hari berlalu, Azar telah memfokuskan pikirannya pada Elohim. Sekali lagi, orang-orang Kristen Iran mengundang dia untuk bertemu dengan mereka. Mereka menganjurkan dia untuk membaca Alkitab, dan Azar mulai mengalami Elohim dalam sebuah cara yang baru.
“Ada sesuatu tentang Kristianiti ini. Saya tidak tahu apa-apa tentang Roh Kudus, saya tidak pernah membuka Alkitab, dan saya tidak tahu apa-apa. Tapi itu terasa begitu kuat. Ada sesuatu yang berbeda tentang saya,” Azar teringat.
Keesokan harinya, Azar pergi ke gereja. Dia tidak bisa menunggu untuk tiba di sana. Kali ini ia berhadapan muka dengan muka dengan kebenaran.
“Ketika saya berbicara dengan Elohim, saya berkata, Saya tidak punya alasan untuk berubah. Saya Muslim, Engkau baik padaku, dan Saya tidak punya berubah. Tetapi jika Enkau memiliki suatu alasan, Engkau tunjukan suatu tanda.’
“Saya melihat seorang tepat di depan saya, dan wajahnya tepat di depan wajahku. Saya dapat melihat seluruh tubuhnya. Perlahan-lahan ia membuka kedua matanya, dan mereka seperti dua matahari kecil. Keduanya menjadi lebih terang dan lebih terang dan mulai bersinar di wajah saya. ”

Azar mengenali bahwa orang yang telah dilihatnya adalah Yeshua dan berdoa untuk menerima Dia sebagai  Adonai (the Lord artinya Pemilik atau Penguasa atau Tuan) dan Juruselamat-nya.
“Saya merasakan sesuatu yang saya belum pernah rasakan sebelumnya. Saya merasa seperti berat berton-ton  telah diangkat dari bahu saya. Saya sangat ringan dan begitu bahagia. Itu sangat tidak biasa, sungguh berbeda,” ia berkata.
Melalui imannya di dalam Yeshua Ha Mashiah, Azar telah menemukan tujuan hidup. Sejak itu, dia telah terlibat di dalam gerejanya dan melayani di sebuah pelayanan penjara di Florida Selatan. Sekarang, dia bersinar saat ia berbicara. Dia tahu kebenaran yang membebaskan dirinya.
“Itu hanya luar biasa, itu luar biasa. Sebelumnya, saya mencoba untuk melakukannya dengan cara saya sendiri. Saya terah berusaha begitu keras untuk menyenangkan Elohim, untuk menjadi baik, dan tidak tahu saya dapat pergi ke surga. Tapi sekarang itu adalah Dia. Yeshua telah turun untuk saya, dan Dia mengubah saya setiap hari.”

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Pencarian Fatemeh Devanbeigi (orang Persia / Iran) Akan Elohim

Diterjemahkan dari laporan Tim Smith, The 700 Club, Fatemeh’s Quest for God

“Di dalam, saya merasakan ada sebuah batu besar bergantung di dalam hatiku,” kata Fatemeh. “Itu sungguh nyata, dan it sungguh menyakitkan. Itu seperi sesuatu yang menarik saya kebawah dan tidak membiarkan saya hidup. Tidak ada harapan di situ. Dan tidak ada harapan untuk masa depan.”

Fatemeh telah dibesarkan di Iran sebagai Muslim (atau seorang Islam).

“Ada sebagai Muslim adalah bukan karena pilihan, itu adalah sebagai warisan. Jadi jika orang tua adalah Muslim, maka kamu secara otomatis Muslim.”

Fatemeh melawan iman Islam orang tuanya.
“Pada usia yang baru menginjak remaja, saya telah memulai mempertanyakan entah Elohim (God atau Allah) ada atau tidak. Saya telah menghabiskan berjam-jam memikirkan, “Seperti akakah Elohim itu nampaknya? Dimanakah Dia berada?” Tetapi secara tradisi, di dalam budaya bersifat Islam, kamu tidak mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Mereka tabu. Jika kamu memulai bertanya pertanyaan-pertanyaan seperti demikian, mereka akan memanggil kamu [sebagai] orang tidak beriman.”

Menjadi besar, elohim (god atau ilah) Kuran adalah satu-satunya elohim yang hanya Fatemeh telah tahu.

“Dia (Elohim/ Allah Islam) bukanlah elohim yang personal, dia jauh, dan tidak seoranpun yang tahu siapakah dia adalah. Tidak seorangpun yang tahu (unsur) alam-nya. Tidak seorangpun tahu Pekerjaan mustahilrencana-rencana-nya. Kamu hanya tahu bahwa dia perduli tentang hal moral dan untuk supaya menuju Sorga, kamu harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik.”

Sebagai seorang remaja, Fatemeh telah mencari jawaban-jawaban dalam ramalan dan melalui pembacaan (bentuk gambar) bubuk kopi.  [Membaca nasip melalui bubuk kopi atau serbuk daun teh sama dengan ramalan horoskop dan sejenisnya adalah pekerjaan yang sia-sia, sebab semuanya hanyalah imajinasi dan  pengharapan buatan manusia].

“Saya berpikir pada diri sendiri, ini dapat ada sesuatu. Mungkin saya akan mendapatkan pesan-pesan. Praktek ini telah gagal membawa saya mengenal Elohim. Namun tetap saya cari. Saya tidak punya pilihan.” Sesuatu di dalam saya tidak akan beristirahat. Dan akhirnya saya mencapai pada suatu kesimpulan. Saya berkata. ”Elohim, entah Engkau  sungguh terbelit-belit sehingga saya tidak akan pernah tahu Kamu, atau Engkau tepat di depan mata saya, dan saya tidak dapat melihat Engkau.”

”Saya ingat setiap hari, saya hanya menangis dan menangis, dan meminta Elohim untuk menunjukkan saya diri-Nya sendiri. Saya melihat kepada matahari. Apakah kamu matahari? Kemana seharusnya saya melihat?”

Doanya terjawab ketika Fatemeh berkata bahwa Yeshua nampak kepada dirinya dalam sebuah mimpi.

"Follow Me!"”Saya bermimpi bahwa Yeshua dan saya berjalan-jalan di sebuah taman rose. Cerita ini membuat saya menangis. Di dalam mimpi tersebut, saya berpikir Dia adalah seorang nabi. Dia berjalan, dan saya mingikuti, dan Dia berkata, ‘Apakah kamu ingin datang kepada Aku?’ dan saya berkata, ’Ya.’ Dan kemudian Ia berkata, ‘Maka ikutlah Aku.’”

”Saya berkata, ’Hmm. Bagaimana dapat saya mengikuti seorang yang adalah nabi di masa yang lalu? Bagaimana dapat kamu mengikuti seorang dan bukan perintah-perintahnya?” Sungguh suatu pertanyaan. Mengapa Dia bertanya itu kepada saya?”

Malam demi malam, Fatemeh mendapat ngimpi tentang Yeshua, Elohim  – dan gereja-gereja.

Gereja-gereja tua, baru dan modern. Dan saya bermimpi bahwa ibuku dan semua keluargaku bergandengan tangan, pergi ke gereja.”

Fatemeh pindah ke Amerika Serikat ketika dia berusia dua puluh tahun. Dia bertemu seorang teman kerja yang bercerita kepada dia tentang Yeshua.

”Itu setelah dia (teman kerjanya) menerima Adonai Yeshua dia menemukan sukacita dan damai sejahtera, dan keduanya begitu saja muncul kepermukaan. Saya berkata, ”Wow, ini sungguh bagus.” Saya berkata, saya ingin itu. Saya ingin sukacita dan damai sejahtera.”

Jadi Fatemeh pergi ke sebuah gereja Kristen, dan seorang wanita disana bertanya kepadanya, ”Apakah kamu percaya Yeshua Ha Mashiah adalah Elohim?” dan saya berkata, ”Apakah Dia berkata demikian? Apakah Dia adalah Elohim?”

Dan wanita itu berkata, ”Ya, Dia berkata demikian.” Saya berkata, ”Baiklah, percaya saya, saya akan temukan jika Dia adalah bukan. Saya hanya mencoba jika sesuatu tidak benar. Tetapi saya berkehendak memberi Yeshua sebuah kesempatan. Sungguh-sungguh.”

”Wanita ini berkata, ’Akakah kamu ingin berdoa Doa Keselamatan? ’Absolutely.’ Sebab saya berpikir Elohim telah melunakkan saya kepada suatu titik dimana saya lunak terhadap Elohim dan saya tidak melawan.”

Malam itu, setelah bertahun-tahun mencari, Fatemeh berdoa untuk menjadi seorang Kristen.

”Hal-hal segera mulai berubah. Itu yang berat, hati yang berat, batu tersebut, bahkan tajam, kamu dapat rasakan betapa tajam dan menyakitkan tersebut, adalah lenyap. Itu lenyap seluruhnya.”

Malam itu, Adonai menaruh tangan-Nya kedalam hatiku dan mengambil batu tersebut keluar secara permanent. Satu hal yang sangat bernilai yang Mashiah telah lakukan kepada saya adalah Dia menaruh harapan di dalam hatiku. Sebuah harapan permanent.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,  Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”  (Matius 11:28-30)

Dan sebagaimana saya telah mengenal Adonai lebih lagi, Dia memberi lagi mimpi-mimpi, hanya untuk menunjukkan bahwa ayat-ayat Alkitab adalah benar, dan setiap yang say abaca, Elohim menopang semuanya.

Sekarang, ibu Fatemeh, saudara laki-lakinya, dua saudari perempuannya adalah semuanya Kristen. Fatemeh adalah seorang broker real estate, dan belajar menjadi psychologist. Dia juga menikah dan memiliki dua putra.

Fatemeh mengerti para Muslim yang penasaran tentang Yesus, dan mereka yang sungguh tidak mengerti siapakah Yeshua adalah.

[Saran Fatemeh kepada para Muslim], “Saya akanlah mengatakan ‘jangan katakan tidak,’ hanya karena orang tuamu adalah Muslim, dan nenek moyangmu adalah Muslim, dan ini adalah apa yang kamu selalu diajar. Kamu harus temukan Elohim untuk dirimu sendiri. Dia siap, Jika Yeshua berkata Dia adalah Elohim, maka Dia akan membuktikan itu.

Semua yang harus kamu miliki adalah sebuah hati yang terbuka untuk mengijinkan Yeshua masuk kedalam, dan maka kamu akan tahu untuk dirimu sendiri jika Dia adalah Elohim atau bukan.”  

Janji Yeshua adalah pasti, seperti fajar yang selalu bersinar setiap hari!  Dengarkan melodi lagu ini “JanjiMu Seperti Fajar.”

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

Penulis dan sejarawan Kurdi jadi Kristen karena menterjemahkan Alkitab

Seorang pemimpin suku Kurdi yang dikenal baik, penulis dan sejarawan baru-baru ini menjadi seorang Kristen setelah bekerja pada perterjemahan Alkitab Perjanjian Baru berbahasa Kurdi. Inilah kesaksiannya.

Peta Kurdistan

”Saya dari sebuah keluarga Muslim – ayah saya seorang yang dikenal baik dan pemimpin Islam yang berkuasa dan kami telah dibesarkan sebagai orang-orang Muslim yang baik. Sebagai seorang mahasiswa saya adalah seorang pencari yang tidak pernah letih, membaca ilmu agama Islam, sejarah, filsafat dan mitologi, tetapi saya tanpa iman di dalam hatiku.”

”Pada suatu hari di tahun 1993 saya dihampiri oleh organisasi the Bible Society yang meminta saya untuk terlibat  di dalam penterjemahan Perjanjian Baru bahasa Kurdi. Saya terima dengan sukacita dan rasa hormat. ’Sekarang bangsaku akan mampu membaca sesuatu di dalam bahasa mereka sendiri,’ saya berpikit, dan itu akan menguatkan budaya kami.”

Kasihilah musuhmu?
”Saya memulai menterjemahkan kitab (Injil) Matius. Ketika saya tiba pada Matius 5:44 – Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Saya kagum dengan apa yan saya sedang baca – Saya tidak dapat mengerti bagaimana seorang manusia dapat mengasihi musuhnya. Di dalam tradisi saya, ’mata ganti mata, gigi ganti gigi’ telah mengisi makna keadilan. Saya belum pernah membaca sesuatu seperti ini sebelumnya dan saya terguncang.

Kecil dan tidak berarti
”Saya menutup mata saya dan melihat Yeshua berdiri di depan saya. Saya merasa kecil dan tidak berarti. Saya melihat kepada Yeshua dan menerima Dia sebagai Juruselamat saya. Hati saya bersukacita. Telah bertahun-tahun saya telah rindu untuk sesuatu yang tidak dapat saya jelaskan tetapi sekarang saya telah merasakan telah menemukan damai dan telah menjadi milik Elohim.”

”Saya telah banyak bepergian  dalam kehidupan saya, Syria, Irak dan negara-negara lain di Asia. Saya tidak ingin terlibat di dalam politik tetapi saya telah melihat begitu banyak rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan ol h kebencian dan kejahatan. Saya ingin meneruskan kasih Elohim kepada orang-orang lain dan mendirikan sebuah Gereja berbahasa Kurdi untuk suku bangsa saya.

”Saya merasa sangat beruntung telah menemukan Mashiah. Saya masih mempunyai teman-teman imam dari agama Islam dan banyak profesor universitas yang adalah teman-teman pribadi saya. Saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk menerangkan iman saya kepada mereka, dan mereka menghormati saya atas apa yang saya yakini.”

“Saya baru-baru ini menyumbang sebuah perpustakaan besar yang terdiri dari 4000 buku kepada yayasan akademi Kurdi, di dalamnya koleksi penting buku-buku agama Islam dan juga tulisan-tulisan Kristen. Saya member mereka suatu kondisi bahwa buku-buku Kristen tidaklah boleh pernah dipisahkan dari yang lainnya.”

“Saya sungguh berterima kasih kepada the Bible Society untuk pekerjaan mereka di Turkey dan untuk meminta saya berpartisipasi dalam terjemahan Terjemahan Baru berbahasa Kurdi.”

Diterjemahkan dari situs Christianity in Kurdistan blogspot.com, “Kurdish writer finds God through Bible”

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja


 

 

Abdullah (Saudi): Dari Neraka, ke Penjara karena Iman Kristennya.

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Mat 13:44-46)

Abdullah adalah seorang Islam (Muslim) yang setia. Dia tinggal dekat Mecca, hanya satu jam perjalanan dengan mobil, berdoa di mesjid lima kali sekali dalam sehari, melakukan semua ajaran Islam, dan tentu secara tetap berkunjung ke Mecca. Seperti banyak orang Islam, ia telah diajar bahwa orang-orang Kristen memiliki roh-roh jahat dan ia harus jauh-jauh dari mereka.

Suatu malam Abdullah bermimpi ia berada di neraka, terbakar di api yang menyala-nyala. Esok paginya, sangat kuatir, ia berdoa kepada Allah, “Saya telah melakukan segala sesuatu dengan baik; mengapa saya harus pergi ke neraka?” Hari-hari berikutnya kekuatirannya semakin membesar. Suatu malam ia tidak bisa tidur karena takut, pada tengah malam itu sebuah sinar terang memasuki kamarnya dan sebuah suara berkata: “Saya Yeshua. Datanglah kepadaku. Saya adalah Jalan ke Sorga. Ikutilah Aku dan kamu akan diselamatkan dari Neraka.” Abdullah tersungkur dengan muka ke tanah menangis dan berkata, ”Harap tolonglah saya menemukan Engkau.”

Hanya dalam beberapa hari Abdullah menemukan Alkitab dan mulai membacanya. Dia segera memberikan hidupnya kepada Yeshua. Dipenuhi dengan suka cita, dia mulai membagikan iman yang baru ia temukan kepada keluarganya dan teman-temannya. Melalui hukum negaranya, Arab Saudi, seorang Islam yang meninggalkan imannya haruslah ada dibunuh. Keluarga Abdullah menyeret dia ke pemerintah. Dia dipenjara dan dianiaya berbulan-bulan.

Ketika Abdullah menolak untuk menyangkal Yeshua, dia dibawa ke Pengadilan Sharia, dimana para criminal yang paling berbahaya diadili. Hakim berkata kepada Abdullah, “Sangkal iman barumu dan kamu akan keluar sebagai orang bebas; jika kamu menolak, kamu akan digorok (beheaded).

“Saya tidak akan menyangkal Yeshua,” Abdullah menjawab, “Jika kamu membunuh aku saya akan pergi ke Sorga, tetapi darahku akan ada pada tanganmu” [idiom, artinya: kamu bertanggung jawab atas kematianku]. Abdullah diputuskan untuk digorok pada hari Jumat mendatang.

Dia dikembalikan ke penjara, tangan dan kakinya terantai. Pada hari hukuman matinya, bagaimanapun, tidak seorangpun muncul.  Pada hari Senin pagi beberapa penjaga penjara mencabut rantai-rantainya dan berkata, ”Lari, kamu setan, kami tidak ingin melihatmu lagi.” Tidak percaya apa yang teliganya telah dengar, Abdullah bertanya apa alasannya. Para petugas ini berkata bahwa di hari dimana Abdullah harus ada dihukum mati putra dari hakim (yang mengadilinya) tiba-tiba mati. Itulah sebabnya hakim menarik keputusannya.

Seperti kebanyakan orang Saudi, Abdullah berasal dari keluarga yang kaya raya dan memiliki segala sesuatu yang ia perlukan. Tidak hanya dia ditolak oleh keluarganya, dia tidak memiliki sumber penghasilan, dan tidak mendapat sebuah pekerjaan sebab dianggap sebagai penghianat Islam. Semua surat-surat indentitasnya diambil dari dirinya dan dia dapat ditangkap lagi kapan saja. Namun meskipun tekanan-tekanan Abdullah tetap tinggal di Arab Saudi selama beberapa tahun, secara aktiv bercerita tentang Yeshua kepada orang lain.

Artikel ini ditulis oleh ”Pendeta Daniel” yang telah bertemu ”Abdullah” (bukan nama aslinya) di Arab Saudi. ”Pendeta Daniel” melayani di negara ini dari 1995 sampai 1998, sekarang tinggal di Australia. Sumber: Missions Update, dibuat oleh AOG World Missions. PO Box 254, Mitcham, Victoria, 3132, Australia, July/Sept 1998, page 17.

Artikel berbahasa Inggris dapat dibaca di : Muslim Encounters with Jesus. Hell

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Kamal Saleem; Dari mentor Jihad Menjadi Pembawa Terang Yeshua

Berjihad sejak umur 7 tahun untuk PLO, bekerja untuk beberapa pemimpin Arab  dan organisasi Islam radikal terkenal lainnya, lalu direkrut oleh pangeran Saudi untuk meng-Islam-kan AS. Sesuatu terjadi di dalam perjalanan jihadnya, yang membawa Kamal Saleem sekarang menjadi saksi Yeshua Ha Mashiah.

Beberapa catatan dari penulis: 1. Tulisan ini merupakan gabungan  dari beberapa sumber yang disunting dan digabung sehingga menjadi sebuah kesaksian bapak Kamal Saleem. Jika pembaca ingin mengetahui lebih lengkap masa lalu bapak Kamal silahkan lihat pada sumber-sumber yang tersedia di bawah. 2. Pemakian kata YAHWEH, Elohim, dan Allah pada artikel ini: ”YAHWEH” adalah nama dari Penguasa dan Pencipta jagat raya dan isinya, yakni nama dari ”Elohim” (God atau Allah dalam Alkitab Indonesia). Dan ”Allah” dipakai untuk mengacu kepada ”God” atau ”Ilah” yang disembah oleh nabi Muhammad dan umat Islam.

[Kenyang dengan doktrin Islam; misi ke Eropa dan AS]
Bapak Kamal Saleem lahir di tahun 1957 dalam sebuah keluarga besar Sunni Muslim di Libanon. Disusui dengan ajaran Islam radikal sejak kecil oleh ibunya untuk membenci musuh-musuhnya, dan bapanya mengajari dia untuk merendahkan orang Yahudi dan Kristen. Saudara sepupunya adalah Guru Besar Islam (Grand Mufti) untuk kota Beirut. Ia direkrut oleh orgnanisasi Islam radikal Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood) dan dilatih di kamp PLO (Palestinian Liberation Organization) dan operasi misi berdarah pertamanya untuk PLO adalah menyelundupkan senjata api kedalam negara Israel, itu terjadi ketika ia berusia baru  7 tahun. Keberhasilannya ini membuat ia bekerja pada Yaser Arafat untuk tugas-tugas aksi terror melawan Israel,

Pada karya tulisnya yang berjudul “The Blood of Lambs: A Former Terrorist’s Memoir of Death and Redemption,” (Darah Domba-domba) ia menulis tentang masa kecilnya: Ajaran di Mesjid adalah seperti ajaran di meja dapur ibuku. Orang-orang Islam yang sesungguhnya, para imam berkata, adalah menyelesaikan penguasaan yang Muhammad telah mulai, menciptakan sebuah caliphate yang global, atau penguasaan dunia … kami telah belajar doktrin al taquijah (berbohong kepada musuh-musuh kami demi Islam). Dan kami telah belajar bahwa semua milik musuh-musuh kami – wanita-wanita dari seorang pria (his women; suami dan ayah), anak-anaknya, uangnya, rumahnya – milik kami. Kami telah tidur dengan para wanita musuh kami dan memenuhi dunia dengan anak-anak Islam yang setia. ”Tidak ada tentara lebih hebat dari tentara Allah!,” seorang imam atau lainnya berteriak dari mimbar,  terkadang sambil mengacungkan tongkat atau pedang. ”Tidak ada sebuah negara lebih kaya dari negara Muslim … kalian harus mencanangkan hukum Shariah!” Sebagai jawabannya kami meneriakkan slogan organisasi Persaudaraan Muslim: ”Allah adalah tujuan kita! Nabi (Muhammad) adalah pemimpin kita! Kuran adalah hukum kita! Jihad adalah jalan kita! Kematian di dalam jalan Allah (mati berjihad) adalah harapan tertinggi kita!

Ketika Kamal tinggal beberapa lama di Eropa, beberapa pangeran Saudi mengirim dia ke Amerika Serikat untuk menyebarkan ideology Islam radikal.

Dia sedang berada pada puncak dunia Islam – posisi atas di organisasi Persaudaraan Muslim, PLO dan Islam terror internasional lainnya –  ketika ia direkrut oleh keluarga pangeran Saudi, pengakuannya dalam suatu wawancara dengan rengan media Amerika. ”Kebanyakan dari para pengeran (sheikh) Saudi adalah penganut Islam Wahhabi. … Wahhabi dan Sufi menyerukan untuk pemerintahan negara dibawah hukum Shariah.” Itulah yang Kamal telah ingin bawa untuk disebarkan di Amerika Serikat.

Tugas pertama Kamal adalah mulai bekerja di dalam penjara-penjara Amerika. ”Di sinilah kami sukses pada orang-orang hitam Afrika.” Ratusan ribu dari mereka berada ditahanan.

“Mereka berpikir  kami datang menawarkan sesuatu yang lain kepada mereka. Kami berkata kepada mereka bahwa kami datang untuk membebaskan mereka dari perbudakan, keluar dari perbudakan budaya ini. Kami tidak berkata kepada mereka bahwa secara atomatis, Islam tidak berarti penundukan diri, (Islam)  itu berarti perbudakkan itu sendiri.” Saleem berkata.

Kamal mengakui (Islam Amerika) memakai mesin-mesin sistem kebebasan Amerika Serikat: First Amandment (kebebasan beragama, berbicara dan surat kabar) untuk memproklamasikan f

ilsafat Islam dengan tujuan menghancurkan kebebasan-kebabasan itu sendiri. Dalam Islam, mengejar kebahagiaan dan kebebasan-kebebasan berpikir kita adalah dianggap sebagai ilah-ilah (false gods).

Pemikiran Kamal ini sejalan dengan pernyataan Sheikh Anjem Choudary, seorang Islam yang tinggal di Inggris bahwa orang-orang Islam yang benar menolak demokrasi; ”Ada beberapa hal yang adalah terkutuk bagi orang Islam, seperti demokrasi dan kebebasan, kami menolak sama sekali. Mereka (demokrasi dan kebebasan berpikir) tidak memiliki dasar fondasi di dalam Islam.”

Yang terjadi adalah bahwa untuk menjadi orang Islam kamu harus menjadi seorang budak dari aturan-aturan dan regulasi-regulasi hukum Shariah, sebab hukum tersebut mengatakan kepada kamu bagaimana makan, bagaimana tidur, bagaimana minum, bagaimana pergi ke kamar mandi, bagaimana menikah. Segala sesuatu diperintahkan kepada kamu dan itu adalah oleh Islam politik itu sendiri,”  Saleem berkata. ”Untuk menikmati Surga bersama Allah dan mendapatkan semua yang dijanjikan adalah jika mereka (orang Islam) mati sebagai martir. Jadi oleh karena itu saya tentu saja menyerahkan seluruh mengasihi Allah, dan mengasihi Islam untuk mengembangkan Islamisasi dunia.”

”Dia harus bersedia memberikan sebagian darahnya, Sebagaimana dia telah diajar sejak masa kanak-kanak oleh keluarganya, dan oleh Persaudaraan Islam, organisasi yang paling radikal di bumi sebagaimana kita tahu itu,” Kamal bercerita mengingat masa lalunya.

Namun di-tengah-tengah misinya sesuatu yang besar terjadi dan merubah ajaran Islam yang ia telah dapat sejak balita.

[Kecelakaan mobil, ditolong oleh para ’musuhnya’]
”Mobil saya sangat kecil dan memiliki T-top [atap jenis T], jadi ketika (truck) dengan 18 roda (“18-wheeler”) menabrak saya, saya terpental dari mobil dan mendarat dengan kepala saya duluan dalam sebuah lubang lumpur.” Tabrakan mobil ini terjadi di tahun 1985. Ketika ia berusia 28 tahun.

”Saya berteriak minta tolong kepada Allah, tetapi Allah tidak datang menyelamatkanku. Saya berteriak, ”Allah dimanakah engkau?”

Seorang dokter datang menyelamatkan Kamal, ”Kata-kata pertamanya adalah, ’Son (anak laki) kami akan merawat kamu dan segala sesuatu akan beres.’ Dia (dokter ini) memberi jaminan kepadaku bahwa segala sesuatu akan ada terurus  dan ’kami akan pergi bersama kamu,’” Saleem bercerita.

”Dia menyingkirkan lumpur dari wajahku dan kemudian ambulan datang membawa saya ke rumah sakit. Dokter bedah ortopedi membaca tabel ku dan berkata kepadaku, ”Namamu Kamal; kamu warganegara Perancis. Kamu tidak memiliki keluarga; tidak memiliki teman-teman. Kamu tidak punya asuransi, atau ini atau ini.”

”Tetapi ia tersenyum dengan kumisnya yang sedikit dan dengan aksen Selatannya ia berkata, ‘Son, kami akan merawat kamu dan segala sesuatu akan beres.’”

”Itu bahasa yang sama, sama pesannya.”

”Apa yang mereka miliki secara bersama, semua mereka tersenyum. Ada senyum keyakinan keluar dari mereka. Firman Elohim berkata ”Kamu akan tahu mereka dari buahnya.” Orang-orang ini tidak menunjukkan diri mereka sendiri, mereka menunjukkan karakter dari Yang Mahatinggi.”

Banyak orang membaca Alkitab tentang Yunus dan ikan paus, tetapi saya adalah Kamal dan truck 18-roda. Hari kedua pemimpin dari therapy badan datang dan melakukan hal yang sama. Pada hari kelima, mereka datang bersamaan, satu setelah yang lain untuk mengunjungi saya. ”Mereka memulai pertemuan mereka dengan saling berpelukan, menunjukkan kepada satu sama lain bahwa mereka saling mengasihi. Mereka adalah orang-orang Kristen. Ketika saya sadari bahwa mereka adalah orang-orang Kristen. Saya menjadi sangat takut sebab saya perpikir bahwa itu adalah suatu konspirasi,” tutur Saleem pada saat itu.

”Saya berpikir  konspirasi datang dari roh-roh jahat sebab saya berpikir bahwa roh-roh jahat tersebut telah mendapatkan saya. Tetapi pria-pria memiliki sesuatu yang sangat khusus. Saya belum mengerti saat itu Firman Elohim di dalam 2 Korintus: yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Ha Mashiah, yang adalah gambaran Elohim. (2 Korintus 4:4)

Saleem bercerita bahwa para dokter dan pekerja Rumah Sakit memperkenalkan dia kepada sesuatu yang ia belum pernah lihat: kasih Elohim yang tanpa-syarat,  sesuatu yang adalah asing untuk Islam.

”Di dalam Islam, segala sesuatu adalah bersyarat. Sebagai contoh, dalam Kuran, tidak ada satu tempat dimana Allah berkata “Aku mengasihi umat-Ku,” tidak sekalipun. Kata kasih tidak disebutkan di dalam Kuran.”

Setelah ia keluar dari rumah sakit ia ditampung di rumah dokter bedahnya, Saleem kagum dengan kasih setiap orang yang mereka tunjukkan kepadanya. Di rumah dokter ini juga ia sadari sesuatu yang khusus tentang pernikahan Kristen dan perlakuan kepada para wanita.

”Para wanita di dalam budaya Islam tidak berarti. Mereka setara dengan kambing atau kosetan. Tujuan hidupnya adalah untuk menikah kepada suaminya untuk memberikan suaminya kepuasan. Ketika seorang suami menikahi seorang wanita, dia membeli organ-organ sex wanita tersebut. Tujuan hidupnya adalah memberi kepuasan kepada pria tersebut dan memberi anak-anak kepadanya,”

“Ibuku selalu sakit, Kami memiliki 14 bersaudara, dia adalah mesin hamil sepanjang waktu dan bapaku (tetap saja) menggerutu tentang tidak cukup mendapatkan sex.”

Kenangan akan orang tuanya telah membuat pengalaman di rumah dokter ini sesuatu yang benar-benar asing. Ia bercerita tentang apa yang ia lihat di rumah dokter ini:

”Suami dan isteri bersama; mereka rekan kerja. Itu sungguh indah, dua lebih baik dari satu. Dan mereka berlomba untuk saling melayani. Mereka melayani anak-anak mereka; mereka melayani komunitas mereka dan pria ini adalah seorang dokter bedah orthopedi, satu dari yang terbaik, dan dokter ini membersihkan kamar mandi!”

Saleem berkata Kuran mengajar bahwa wanita-wanita dapat dipukuli, bahkan diceraikan atau dibunuh di dalam honor killing (membunuh mengatas namakan keharuman nama keluarga) jika ia tidak menuruti suaminya.

”Di sini (mayarakat Kristen) saya menemukan para wanita memiliki suara untuk berbicara kepada suami-suami mereka. Wanita ini sederajat dengan suaminya dan tebak apa! Suami mendengarkan!”

Pengalaman Saleem ketika orang-orang Kristen menjadikan dia pokok rantai doa mereka untuk menolong kesembuhan dan hidupnya di negeri asing ini, reaksi pertama Saleem ialah  dia ”alergi” dengan Yeshua dan menolak bantuan doa-doa mereka.

”Mereka tidak pernah berkata kepada saya bahwa saya adalah seorang Islam dan tidak layak untuk hidup. Mereka tidak berkata bahwa saya tidak berharga. Mereka mengasihi saya tanpa-syarat dan menaruh sebuah keranjang yang bertuliskan, ”Untuk Kamal Saleem,” Saleem mengingat masa-masa penyembuhan dirinya.

”Keranjang tersebut penuh dengan dollar dan kertas-kertas cek, dan memaafkan hutangku secara penuh. Mereka membeli mobil yang baru untuk menggantikan mobil tuaku. Saya melihat sesuatu (perbedaan). Di dalam Islam, jika kamu bukan orang Islam, itu adalah hak penuh saya mengambil tanahmu, mengambil para wanitamu, mengambil anak-anakmu, mengambil apapun,” Saleem menerangkan.

Saleem berkata bahwa Muhammad telah memerintahkan harta milik bukan orang Islam dapat dirampas hanya karena mereka bukan orang Islam. Proses ini akan terus berlangsung sampai setiap orang mengakui bahwa Allah adalah ilah (god) dan Muhammad adalah nabinya. Keterangan Kamal Saleem tentang masalah ini tepat dengan artikel Anwar al-Awlaki pada edisi Winter 2010 di .al-Qaida’s magazine “Inspire.”, reporter berkata.

Saleem menambahkan perbedaan ini: “Dalam Islam, kamu tidak dapat mewarisi harta milik musuh sedikitnya kamu bunuh kepala dari keluarga tersebut, … maka semuanya menjadi hak resminya, ini disebut perbudakan kemasyarakatan. Hanya dalam Islam perbudakan diperbolehkan dan diterima, sekarang saya berbicara tentang keluarga dokter Kristen, sungguh berbeda. Sekarang, saya  adalah bagian dari keluarga mereka.”

Jadi Firmah Elohim bekerja dihadapan saya dan saya menjadi tahu kebenaran jeleknya tentang Islam dan kebenaran yang indah yang adalah Kristianiti,”

Saya telah melihat dua elohim di depan saya. Satu Elohim yang telah datang menyelamatkan saya (dan yang kedua) ilah yang saya telah layani dan melarikan diri dari saya,” Saleem menambahkan.

“Saya dahulu sungguh buta, hal-hal yang baik terlihat gelap dan hal-hal yang buruk terlihat terang,” Kamal Saleem berkata

[Keluar dari sarangnya; membawa terang ke segala tempat]
Sejak peristiwa 11 September di New York Amerika, yang membunuh banyak masyarakat sipil, akhirnya Kamal keluar menyatakan kepada umum tentang masa lalunya. Ia mulai berbicara pada badan-badan keagamaan (termasuk Islam moderat)  dan sosial untuk memperingatkan mereka akan bahaya gerakan Islam fundamental. Saat ini Kamal Saleem mengajar para pemimpin negara dan federal, pemimpin militer, ahli-ahli intelegen, gereja, synagog, universitas, akademi militer dan sebagainnya.

Kamal Saleem yang baru ini percaya bahwa “Damai di Bumi” yang sesungguhnya datang melalui pesan Yeshua Ha Mashiah yang datang dari Surga, bukan melalui kekeran mesin-mesin manusia. Ia juga yakin bahwa Amerika Serikat tidak dapat mengalahkan faham dan taktik-taktik yang tidak mengenal aturan dari keyakinan Islam melalui atau dengan metode multibudaya.

Sebuah komentar yang menantang orang Islam dan Kristen yang sungguh-sungguh mencari KEBENARAN:
Teresa Minton: After being brainwashed into the ways of Islam, and believing that Allah is the only God…I still feel sorry for all of the Muslim who die and that next breath is in HELL…They are born into deception, raised with deception and hate and they die deceived and will spend an eternity in HELL. Anyone claiming to be a Christian who does not fell compassion and sadness for the Muslim, is not a TRUE Christian…

Sumber-sumber tulisan: 
Kamal Saleem Biography
Confessions of a trained Islamic terrorist
Terrorist: What happens when Allah doesn’t answer
Kamal’s dramatic experience which changed his life and directed it away from terrorism
Kamal’s greatest drive in his new calling

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Walid: Dari pencinta Hitler ke Yeshua

Kesaksian seorang Muslim Betlehem, Israel yang berjumpa Yeshua. Diterjemahkan  dari situs www.bible-koran.com.

Nama saya Walid, saya lahir di Betlehem, Israel. Ayah saya adalah seorang Muslim Palestina yang mengajar pelajaran bahasa Inggris dan agama Islam di Tanah Suci, dan ibu saya adalah seorang Amerika yang menikah dengan ayah saya selama studinya di Amerika Serikat pada tahun 1956.

Khawatir dengan cara hidup Amerika, orang tua saya pindah ke Israel pada tahun 1960 dengan dua anak dan sementara ibu saya masih mengandung saya, ketika kami tiba di Betlehem saya lahir, dan kemudian kami pindah ke tempat terendah di bumi, Yerikho.

Saya tidak lupa lagu pertama yang saya pernah pelajari di sekolah sebelum Perang Enam Hari terjadi berjudul “Arabs our beloved and Jews our dogs.” (orang-orang Arab ialah kekasih kami dan orang-orang Yahudi ialah anjing-anjing kami). Saya sering bertanya-tanya pada waktu itu siapakah orang-orang Yahudi, tetapi saya mengulangi kata-kata tersebut dengan sisa anak-anak lainnya tanpa mengerti maknanya.

Kemudian kami pindah kembali ke Betlehem dan ayahku mendaftarkan kami pada sebuah sekolah Anglikan-Lutheran karena sekolah ini memiliki kursus bahasa Inggris yang lebih baik, kakak laki-laki dan perempuan saya dan saya sendiri yang adalah Muslim di sekolah ini, kemudian ayah saya memindahkan saya ke sekolah pemerintah dimana saya tumbuh dalam iman Islam. Selama masa mudaku seperti ayah saya, saya selalu berkiblat ke Islam dan apa yang para guru muslim kami ajarkan. Percaya kepada nubuatan Muhammad, aku menawarkan hidup saya untuk ‘Jihad’ atau ‘Perang Suci’ sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan baik kemenangan atau mati syahid. Dalam Islam mati syahid adalah satu-satunya cara Anda dapat memastikan keselamatan dan masuk ke surga, terutama karena Allah [Islam] dan nabi-Nya Muhammad berjanji, sebagaimana Quran menyatakannya:

“Jangan berpikir tentang siapa yang dibunuh untuk jalan Allah (dalam Perang Suci), untuk mati, melainkan hidup dengan Allah mereka menerima berkat-Nya.”

Saat itu aku bersumpah untuk melawan musuh saya Yahudi, dengan keyakian bahwa saya melakukan kehendak Allah di bumi, dan saya menepati kata-kata saya karena saya telah ikut serta dalam banyak kerusuhan melawan tentara Israel, tidak ada yang bisa mengubah hati saya,  mati atau mukjizat dibutuhkan untuk merubahnya . Cara paling mudah untuk menggambarkan diri saya adalah bahwa saya adalah salah satu dari orang-orang yang dapat di lihat pada CNN melemparkan batu dan bom molotov di hari-hari Intifadah atau ‘Pemberontakan’, saya adalah salah satu dari teroris yang orang Yahudi menyebut kami, hal yang menarik ialah bahwa saya tidak hanya meneror tapi saya diteror oleh kepercayaan saya, karena saya harus mendapatkan kelayakan  [Allah] dan perbuatan baik yang cukup untuk masuk surga tapi tidak pernah yakin apakah perbuatan baik saya akan melebihi perbuatan buruk saya dalam skala ketika saya dihakimi oleh Allah, tentu mati memerangi orang-orang Yahudi akan memudahkan amarah Allah terhadap dosa saya dan saya akan diamankan di tempat yang bagus di surga dengan wanita-wanita cantik bermata lebar [“kismis-kismis putih” pada Quran bahasa Syro-Aramnya, harap baca buku Syro-Aramaic Reading of the Kuran] untuk memenuhi keinginan saya yang paling terdalam, cara lainya saya akan menang, dan teror adalah satunya.

Saya ingat murid-murid biasa bertanya kepada guru selama pelajaran-pelajaran agama Islam kami di Sekolah Tinggi Bethlehem, apakah orang-orang Muslim diijinkan memperkosa wanita-wanita Yahudi setelah kami mengalahkan mereka, jawaban guru ini adalah ”Para wanita yang tertangkap di medan perang harus memilih masalah ini, mereka adalah selir-selir dan perlu taat kepada tuan-tuan mereka, melakukan sex dengan tawanan budak adalah bukan sebuah ”masalah pilihan untuk para budak,” ini adalah bukti apa yang tertulis di Quran, itu dikatakan:

Diharamkan bagimu juga menikahi para perempuan, kecuali mereka yang berada di tanganmu sebagai budak, ini adalah hukum Allah untuk kamu. (An-Nisa/4:20) [Dari terjemahan asli artikelnya]

Dan dalam ayat lainnya Quran berkata:

O Prophet! We have made lawful to thee thy wives to whom thou hast paid their dowers; and those whom thy right hand possesses out of the prisoners of war whom Allah has assigned to thee; and daughters of thy paternal uncles and aunts, and daughters of thy maternal uncles and aunts, who migrated (from Makka) with thee; and any believing woman who dedicates her soul to the Prophet if the Prophet wishes to wed her;- this only for thee, and not for the Believers (at large); We know what We have appointed for them as to their wives and the captives whom their right hands possess;- in order that there should be no difficulty for thee. And Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful. (al-Ahzab/33:50) [penekanan ditambahkan]

Kami tidak memiliki masalah dengan Muhammad mengambil keuntungan dari hak istimewa ini sebagaimana ia telah menikahi 14 wanita untuk dirinya sendiri dan beberapa selir yang ia telah kumpulkan dari rampasan perang, kami tidak pernah tahu berapa banyak isteri dia telah punya dan pertanyaan ini selalu diperdebatkan oleh kami, satu dari isteri-isteri ini diambil dari putra angkatnya sendiri Zaid, lainnya ialah para tawanan Yahudi yang dipaksa menjadi budak setelah Muhammad memenggal suami dan keluarga mereka.

Ibuku di sisi lain mencoba untuk mengajari saya pemikiran yang berbeda di rumah yang dia sebut ”rencana Elohim (Allah),” ia berbicara kepada saya tentang nubuatan Alkitab, dia mengatakan bahwa kembalinya orang Yahudi adalah pra-rencana  Elohim (Allah Israel) dan terpenuhi. Dia juga mengatakan kepada saya tentang banyaknya kejadian di masa depan harus dipenuhi dalam generasi kita yang mana sekarang ada dipermukaan setiap hari, dia mengatakan kepada saya tentang  para Meshiah (Kristus atau al-Masih) sesat dan palsu, tetapi semua itu tak banyak berpengaruh, karena hati saya telah diset pada memerangi orang Yahudi.

Ibuku dipengaruhi oleh beberapa Misionaris Amerika, yang diam-diam ia meminta untuk membaptisnya, dan ketika dia menolak untuk dibaptis di kolam yang penuh ganggang hijau, misionaris harus memohon ke YMCA di Yerusalem untuk mengosongkan kolam renang dari laki-laki, dan ibu saya dibaptis, tidak ada yang tahu dari keluarga kami.

Sering kali ibu saya membawa saya berkunjung ke beberapa museum di Israel, dan aku jatuh cinta dengan arkeologi, dan terpesona dengan itu, dalam banyak argumen dengan dia aku terus terang berkata bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen mengubah Alkitab, dia menjawab dengan membawa saya ke museum gulungan kitab suci di Yerusalem dan menunjukkan padaku kitab Yesaya, masih utuh tidak ada satu pengambilan gambar-gambar dari apapun kesalah Alkitab untuk membuktikan suatu korupsi, dan saya tidak bisa menanggapi ibuku.

Saya ingat ketika aku masih menyiksa ibu saya dengan menyebut dia seorang “kafir” dan Imperialis Amerika terkutuk yang menyatakan bahwa Yeshua adalah Anak Elohim. Aku akan menunjukkan padanya gambar-gambar di surat kabar tentang para remaja seharusnya martir sebagai akibat kekerasan dan menuntut dia untuk menjawab, saya benci dia dan selalu minta kepada ayahu saya ntuk menceraikannya dan menikah kembali dengan seorang wanita Muslim yang baik.
Orang tua saya khawatir banyak tentang saya saat aku dilempar ke dalam penjara oleh tentara Israel, ibu saya pergi kepada Perwakilan Amerika di Yerusalem untuk mencoba mengeluarkan saya, ia begitu stres rambutnya mulai gugur, di penjara saya belajar lebih banyak tentang seni terorisme dan ketika saya keluar saya lebih fanatik daripada sebelumnya.

Ketika saya lulus dari sekolah tinggi mereka mengirim saya ke Amerika Serikat untuk mencari perguran tinggi, dan tentu saja saya terlibat dengan banyak kegiatan sosial dan politik anti-Israel. Aku masih ingat lelucon sakit favorit saya, memberitahu teman-teman saya, bahwa saya benci Hitler sangat banyak karena dia tidak pernah menyelesaikan pekerjaan, yaitu: ia tidak pernah menyelesaikan masalah  orang Yahudi “sekali dan untuk semua”. [maksud Walid ialah memusnahkan orang Yahudi selama-lamanya. Alkitab menulis, bangsa Israel akan ada untuk selamanya].

Dengan Hitler menjadi idola saya, dan Muhammad nabi saya, saya melanjutkan hidup saya dengan memandang  rendah orang-orang Yahudi, Kristen, atau siapa saja yang tidak Muslim. Saya percaya bahwa suatu hari seluruh dunia akan menerima Islam, inilah yang diajar orang Muslim, mereka juga mengajarkan bahwa Muhammad adalah satu-satunya penebus kami dan nabi yang disukai Elohim.

Saya akan jujur; Sepanjang hidupku saya takut setiap kali saya membaca Quran, dari ayat satu ke ayat yang lainnya selalu ancaman api neraka untuk dosa ini dan itu, aku selalu bertanya-tanya tentang takdir saya, hilang dalam ketakutan dan keraguanku, aku benar-benar benci terhadap gagasan membunuh untuk keselamatan saya.

Pada suatu waktu di tahun 1992 saya terpesona ketika saya membaca sebuah buku  berjudul ARMAGEDDON, Appointment With Destiny, (Armageddon, Pertemuan janji dengan Tujuan,” oleh Grant Jeffrey. Beberapa hal yang dijelaskan dalam buku ini terdapat banyak nubuat terperinci tentang Yeshua: kelahiran, kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya, dan penciptaan kembali negara Israel. Banyak dari nubuatan yang terjadi tepat sebagaimana Elohim meletakkan mereka di dalam Alkitab! Yang juga mengagumkan saya, adalah untuk mengetahui –peluang-peluang bagi seorang manusia untuk memprediksi ratusan peristiwa bersejarah yang ditulis ratusan dan ribuan tahun sebelum mereka genap adalah satu dalam milyaran … apa yang lebih menarik adalah bahwa margin kesalahan haruslah ada nol (tidak ada sama sekali), khususnya ketika penggenapan dari banyaknya nubuat-nubuat ini adalah terjadi dalam generasi saya.

Pergumulan dimulai, saya bingung, bagaimana mungkin Alkitab ada palsu dan telah dikorupsi oleh orang-orang Yahudi jika tanah di mana saya telah menjadi besar telah berbicara dan berteriak, sebagaimana ribuan kepingan bukti arkeologi muncul dari tanah Israel, meneguhkan Alkitab, dan kitab Yesaya yang ditemukan di gua-gua Qumran oleh seorang Muslim kota tetangga Betlehem yang bernama Muhammad Deib, ia sedang mencari domba yang hilang, dari penemuan itu mereka menemukan sisa dari Perjanjian Lama yang mengkonfirmasikan Alkitab Perjanjian Lama di tangan kita hari ini dengan ratusan ayat-ayat yang meramalkan kedatangan Yeshua Ha Mashiah.

Saya harus membaca (past perfect tents) Alkitab untuk mengetahui siapakah Yeshua sesungguhnya adalah, dan akhirnya Elohim melayakkan saya mengerti sesungguhnya, saya membaca apa yang Yeshua katakan:

“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Elohim YAHWEH, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8)
Mashiah berkata juga kepada orang-orang Yahudi:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku (I AM, God) telah ada.” (Yoh. 8:58)

Itu mengejutkan saya menemukan klaim-klaim sejenis antara Yeshua dan Mohammad. Klaim ini serius, sebagaimana Mohammad berkata:

“Aku adalah awal dari semua ciptaan dan nabi terakhir”,
dia juga mengatakan:
“Aku adalah nabi Allah, sementara Adam masih dibentuk dari tanah liat”,

Dan lebih lanjut ia mengklaim ada sebagai pendoa syafaat untuk para Muslim di hari Penghakiman, melalui semua klaim ini ia menjadi nabi terakhir dunia dan penyelamat.

Hal-hal ini telah membingungkan saya. Jika Muhammad mengklaim semua apa yang ia telah klaim maka siapakah Yeshua yang telah mengklaim sebagai penebus dan juruselamat kita, pertanyaan ini mengganggu saya banyak sekali, satu dari dua klaim pastilah ada bohong, jika ada dua penebus ini tentunya ada berhubungan dengan Elohim, sebab Elohim adalah satu-satunya penebus.

[Salah satu dari keduanya ini] Ha Mashiah atau Muhammad harus menjadi penebus dan perantara bagi umat manusia, Alkitab atau Quran harus benar. Saya menyadari bahwa kematian nabi Islam berbeda dari kematian Yesus, seperti Muhammad meninggal di pangkuan favorit istrinya “Aisha” sementara Yeshua mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Bersumpah untuk membuat keputusan untuk “Kebenaran”, saya telat tidur sampai beberapa malam membandingkan banyak detail antara Quran dan Alkitab, di beberapa titik selama penelitian saya berdoa berkata: “ELOHIM, Engkau adalah pencipta langit dan bumi, Elohim Abraham, Musa, dan Yakub, Engkau adalah permulaan dan akhir, Engkau adalah ‘Kebenaran’, ‘satu-satunya Kebenaran’, pembuat kitab yang sejati, satu-satunya dan firman Elohim, Saya menderita untuk menemukan kebenaran-Mu, saya ingin melakukan kehendak-Mu dalam hidup saya, saya merindukan kasih-Mu dan dalam nama ‘Kebenaran’ aku meminta. AMIN!!!”

Hal itu mengejutkan saya menemukan bahwa Muslim dan seluruh Dunia mengakui tiga agama utama yang menyembah Elohim (God/Allah), meskipun Elohim berkata bahwa Dia adalah Satu dan Firman-Nya adalah Satu.

Saya dulu buta, tetapi hanya dengan Alkitab saya telah mulai melihat, maksud saya benar-benar MELIHAT!!!, dengan begitu banyak nubuatan Alkitab terpenuhi, menunjukkan kembalinya Israel dari kuburan. Yahweh mulai menunjukkan pengaruh setan yang telah mempengaruhi cara berpikir saya terlepas dari latar belakang Islamku yang mana saya telah biasa berpikir itu berasal dari Elohim.

Saya juga belajar bahwa Yeshua, orang yang berasal kampung saya ‘Beth-Lechem’ (Betlehem), yang berarti ‘Rumah Roti’, ketika ia berkata:

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yohanes 6:35)

Kebenaran di depan mata saya sendiri, terus-menerus mengetuk hatiku, dan ingin masuk. Saya telah memanggil Kebenaran dan Ia telah menjawab, aku dulu buta dan mencari kebenaran, dan sekarang saya melihat, Dia telah mengetuk pintu saya dan saya telah membukanya, dan sekarang Ia telah membebaskan saya! Mashiah berkata:
Kata Yeshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Cara saya berpikir, perasaan saya, dan tujuan saya dalam hidup mulai berubah, mengetahui Kebenaran telah mentransfer cara berpikir saya dari percaya Hitler kepada percaya Mashiah, dari percaya kebohongan kepada mengetahui kebenaran, dari sakit rohani menjadi sembuh, dari hidup dalam kegelapan kepada melihat cahaya, dari terkutuk menjadi diselamatkan, dari keraguan kepada iman, dari benci kepada mengasihi, dan dari perbuatan jahat kepada kasih karunia Elohim melalui Ha Mashiah. Transformasi ini mengajarkan saya bahwa tanpa firman elohim (yang benar) hal-hal dapat terlihat baik di permukaan tetapi dalam intinya terletak penipuan. Saya lalu menerima Yeshua Ha Mashiah, sebagai Tuanku dan Juruselamat, yang mati untuk semua dosa kita, kepada Dia saya taat.

Yeshua berkata:

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Terima kasih Adonai Yeshua untuk penggenapan janji-Mu.

Jika Anda berkendak menghubungi Walid, Anda dapat mengirim e-mail ke padanya. [Dapat ditemukan di www.bible-koran.com]

Kesaksian lainnya dari bible-loran.com dapat ditemukan di sini:

  1. My testimony
  2. Mohammed: I knew the one true God
  3. Testimony of Siniraj Mohammed
  4. Thayer: Mhightier than death
  5. Son of the desert
  6. The testimony of Leah
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • November 2020
      M S S R K J S
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      2930  
  • Cari