Kesaksian Ali Pektash (orang Kurdi Turki) dijamah Yeshua di Mekkah saat ibadah Haji


Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)

pendeta-ali-pektashAli Pektash adalah pria Kurdi-Turki yang dibesarkan dari keluarga Muslim. Putus asa dengan hidupnya yang terikat minuman keras, ia dianjurkan oleh pemilik kedai minum untuk kerja di Arab Saudi. Di Mekkah, saat ia menunaikan ibadah Haji, Adonai Yeshua menampakkan diri-Nya melalui mimpi, menjamah Ali dan menjadikan Ali manusia yang baru.

Awal 2014 Ali berkunjung ke kota Yerusalem bersama rombongan orang-orang Percaya lainnya dari negara-negara Timur Tengah untuk suatu konferensi dengan orang-orang Israel yang juga percaya kepada Yeshua Ha Mashiah. Ia salah satu pembicara pada Konferensi At the Crossroads (Pada Persimpangan) yang memiliki visi untuk menolong mempersatukan kembali putra-putra Abraham (Ishak dan Ismael; Israel/Yakub dan Esau). Pada konferensi itu, hadir orang-orang Percaya dari suku Arab di Timur Tengah, Mesir, Iran, Cyprus dan Yordan, Turki, Armenia, juga orang Israel yang tinggal di luar Israel.  The man Jesus met in Mecca

Kesaksian Ali  telah di dokumentasikan dalam DVD dan online More Then Dreams   (tersedia dalam subtitel bahasa Arab, Inggris dan Perancis)

Ali – This Turkish muslim man in bondage to alcohol saw Jesus in a dream and his life was changed

http://www.youtube.com/watch?v=2YOontdkihQ

Latar belakang Ali. Ali bertumbuh dalam sebuah keluarga Muslim nominal. Ia adalah anak tertua dari sembilan anak, tetapi ia tidak memiliki banyak memori yang indah dari bagian keluarga yang besar tersebut. Mereka sering menggodai dia dan berkata bahwa ia nampak berbeda  dari setiap orang lainnya di dalam keluarga. Bahkan ibunya sendiri membenci dia dan merupakan anak yang paling terbelakan mendapat kasih ibunya. Ia selalu merasa ditolak oleh keluarganya sendiri dan menangis banyak sekali di masa kanak-kanaknya.

Selama empat bulan setiap tahun Ali bekerja sebagai gembala ternak. Tugas ini dimulai sejak ia berusia delapan bulan dan berlanjut sampai usianya mencapai 18 tahun. Dia membawa domba-domba ke gunung-gunung dan di sana ia menghabiskan waktunya sendirian, menikmati keindahan alam: bunga-bunga, batu-batu, buah-buahan. Ia tidak tahu bagaimana sembayang, tidak juga tahu isi Kuran, namun ia tahu bahwa bahwa ada suatu Pribadi yang mulia yang telah menciptakan keindahan alam tersebut. Di gunung tersebut ia sering kali berbicara kepada Pribadi yang tidak terlihat tersebut, ”Betapa indahnya ciptaan-ciptaan-Mu,” atau membuat pertanyaan, ”Darimanakah datangnya rasa manis pada buah appel?”

Terikat minuman keras dan pemukul isteri. Ketika ia mencapai usia 20 tahun, ia mulai meminum minuman beralkohol. Mencapai usianya yang ke 25 ia telah menjadi pemabuk, kecanduan alkohol. Ia bekerja sebagai mandor bangunan pada sebuah perusahaan konstruksi bangunan. Sering kali ia telah mulai minum itu sebelum pukul sembilan pagi. Ketika ia tiba di rumah, isterinya sering bertanya kepadanya apakah ia telah minum. Ini membuat dia marah sehingga ia memukuli isterinya setiap hari. Anak-anak Ali menyaksikan peristiwa tersebut dan mereka takut pulang ke rumah ketika jam sekolah selesai, jadi mereka sering pergi ke rumah teman mereka sampai mereka tahu bahwa ayah mereka telah tidur. Ia ingin berhenti mabuk dan merasa tidak enak memukuli Zehra, istrinya dan anak-anaknya, namun ia tidak mampu melepaskan ikatan alkohol yang menyebabkan pemukulan atas keluarganya sendiri.

Sebagaimana biasa kebiasaan Ali, pulang kerja dan mampir di kedai minum untuk mabuk. Pada suatu peristiwa, setelah uangnya di sakunya habis terkuras untuk botol-botol bir, dan para pengunjung sudah meninggalkan kedai, namun Ali masih duduk di kursinya dan masih ingin munum lagi. Pemilik kedai terpaksa menghampirinya untuk mengusir Ali, sebab kedai akan segera ditutup. Sudah larut malam.

”Saya tidak bisa pulang ke rumah,” Ali yang mabuk ini berkata, ”ketika saya pulang, maka saya memukul isteri saya dengan sangat keras. … bahkan saya tidak ingat namaku sendiri.”

”Seharunya kamu pergi ke Arab Saudi,” pemilik kedai menasehati Ali, ”alkohol terlarang di sana, maka kamu akan berhenti minum. Di Arab Saudi mereka perlu pekerja-pekerja kontruksi dan gajinya bagus.”

”Allah … akan menolong saya,” Ali meresponi. Itu merupakan suatu ide yang baik pikirnya. Jadi ia pergi ke Saudi dan mencari pekerjaan.

kesaksian-ali-pektash-berjumpa-yeshua-saat-ibadah-haji-di-mekkaBerimigrasi dan naik Haji ke Arab Saudi untuk menjadi Muslim yang saleh. Namun malam pertama ia tiba di Saudi, ia mencari dimana bisa mendapatkan bir. Terkejut dengan dirinya sendiri, ternyata bir juga dijual di Arab Saudi, jadi ia mulai minum lagi. Setiba di Mekkah, dengan bangga ia menelpon isterinya, yang sangat terkejut sebab Ali tidak bercerita tentang kepergiannya ke Saudi.

Pada percakapan jarak jauh tersebut Ali berkata dengan optimis, ”Saya  tepatnya ada di Mekkah, dan ya hanya sekali-sekali minum bir. Tahun depan saya berharap akan menunaikan ibadah haji. Ini kabar baik, bukan kah begitu? Dari saat ini dan seterunya saya akan menjadi seorang Muslim yang taat, Zehra. Saya akan menjadi seorang ayah yang baik, saya tidak akan lagi meminum bir. Saya akan tetap mengirim uang bagi mu, ok? 

Setahun berikutnya ia pergi Haji dengan rombongan yang datang dari Turki, dan teman lamanya, Ero, juga ikut dan mereka satu tenda bersama beberapa orang lain. ”Tiba di Mekkah, saya mengelilingi Ka’aba dan melakukan sembayang malam, malam itu adalah sembayang pertama sepanjang hidupku.” Ali cerita.

Tiba di perkemahan, mereka bercakap-cakap di depan tenda mereka; esok pagi adalah perjanan ke Medina untuk melanjutkan ibadah haji. Di depan tenda aku berkata kepada teman-temanku, ”Dari mulai sekarang, saya akan meninggalkan masalah-masalah ku kebelakangku. Saya ingin keluar dari minuman dan hidup damai dengan isteriku dan anak-anakku.”  Ero menjawab dengan haru, ”Kami senang kamu ada di sini, Ali. Mudah-mudahan Allah menjawab semua doa-doamu.” Lalu teman-temannya masuk ke tenda untuk tidur malam, sementara Ali berbaring di luar dengan beralas karpet kecil dan mata memangdang ke langit, merenungkan dan berdoa di dalam hatinya, ”Bagaimana saya bisa menjangkau Engkau, Elohim? Saya tidak tahu melakukannya. Saya berdoa kepada Mu dengan segenap hatiku, saya ingin Engkau menyatakan diri-Mu sendiri kepadaku. Selamatkanlah saya dari ikatan alkohol ini. Saya ingin Engkau menyelamatkan saya.” Dan Ali jatuh terlelap.

Ali dijumpai Yeshua saat ibadah Haji; ”Ali, kamu adalah milik-Ku!” Malam itu Ali mendapatkan mimpi. Dalam mimpi tersebut Yeshua memegang tangan Ali dan berkata, ”Kamu adalah milik-Ku!” Aku mengambil mu untuk ada bersama Ku. Sambil tangan-Nya menyentuh dahi Ali, Yeshua berkata lagi, ”Pergilah dari sini, kamu adalah miliki Ku.”

Ali terbangun dari mimpinya, ia dipenuhi sukacita dan merasa seperti sedang melayang, sehingga ia menyentuh karpet tempat alas tidurnya untuk memastikan bahwa ia masih tetap di bumi. Segera ia masuk ke tenda membangunkan Ero, temannya lamanya yang ia telah kenal selama 15 tahun, untuk menceritakan mimpinya.

”Saya telah melihat Yeshua! Saya telah melihat Yeshua dalam mimpiku, Ia ada di sampingku!” Ero yang sedang tidur lelap terbangun dan dengan nada tidak acuh dan sedikit kesal ia berkata, ”Apa yang sedang kamu bicarakan?” Sementara mereka berdua berbicara, Ali kembali mendengar suara Yeshua, dan berkata kepada temannya ”kamu dengan itu?” Ero tidak mendengar apa-apa, dan menjawab, ”Kamu telah makan terlalu banyak semalam dan telah bermimpi buruk.”

”Tidak, Tidak. Itu adalah mimpi yang indah,” Ali balik menjawab. Lalu Ali kembali tidur, dengan tujuan jika mungkin ia bisa menyambung mimpinya. Sekali ini ia tidur pada sisi rekan-rekannya di dalam tenda.

Segera ia kembali mendengar suara Yeshua berkata, ”Ali, kamu milik Ku. Kamu tidak akan melakukan ziarah ini. Tinggalkan tempat ini.

Saya terus menerus mendengarkan suara yang  berkata ”Tinggalkan tempat ini” dan suara ini sungguh mengganggu ku. Lalu aku keluar dari tenda dan mencoba tidur di mobilku.

Paginya teman-teman setenda Ali menemukan ia tertidur di mobil dan membangunkannya dan mengajak ia berangkat ke Medina. ”Saya akan menyusul kalian,” Ali berkata. Ketika ia menghidupkan mesin mobilnya untuk melanjutkan ziarah, aneh mesin tidak bisa hidup, padahal mobil itu baru berusia satu bulan. Lalu, suara itu terdengar kembali, ”Kamu tidak akan pergi pada ziarah ini. Kamu adalah milik Ku!”

Lalu Ali pulang ke apartemennya. Keajaiban lainnya terjadi, di cermin ia melihat bahwa separuh dari bulu dadanya telah menjadi putih. Ali mencoba membersihkannya, ia pikir itu adalah debu atau sesuaitu, namun warna putih tersebut tidak lenyap. Tiba-tiba suatu suara berbicara kepadanya, ”Kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada ini.”

Pada saat itu ketakutan besar melandaku, suatu ketakutan yang aneh bercampur dengan sukacita. Saya merasakan bahwa Elohim besertaku dan akan menolong ku.

Lalu ia pergi berlutut di sebelah tempat tidurnya  untuk berdoa, ia tidak tahu apa yang ia harus katakan. Dengan kedua tangan yang terangkat tinggi saya hanya berkata, “Baik, Adonai, apapun yang Engkau kehendaki dari ku dari saat ini dan seterunya, saya akan melakukannya.” Malam itu saya mendengar suara itu kembali mengatakan pada ku untuk kembali pulang ke Turki secepatnya.

Ali buka mulut di depan para tetangganya; berdamai dengan isterinya. Tiga hari kemudian, ia berada pada pesta ”Welcome home” di rumahnya di Turki. ”Semua tetanggaku telah berkumpul di rumahku. Saya sungguh berbahagia,” Ali bercerita, Mereka tahu bahwa saya pernah memukuli isteri dan anak-anakku, tetapi mereka tetap suka kepada ku.

Saat pesta  ia mendengar suara, ”Berdirilah dan katakan pada setiap mereka bahwa kamu sekarang adalah seorang Kristen.” Ia mentaati suara tersebut, dan berdiri dan bercerita kepada semua hadirin. ”Sementara saya ada di Arab Saudi, saya telah melihat Yeshua di dalam suatu mimpi. Yeshua menjamah saya. Saya ingin kalian semua mengetahui bahwa saya telah menjadi seorang Kristen. Saya sekarang adalah seorang Kristen.” ia mulai bersaksi

Pengakuannya yang singkat tetapi langsung tersebut disambut olokan tertawa para tetangganya, pria dan wanita. Lalu suasa menjadi sunyi. Pelan-pelan, satu-per-satu mereka meninggalkan rumahnya.

Setelah anak-anak pergi tidur, Zehra, menghampiri suaminya yang masih tetap duduk di tempat yang sama pada saat pesta, ia duduk di samping suaminya.

”Zehra, saya benar-benar telah menjadi Kristen,” Ali berkata

”Tetapi bagaimana? Bagaimana seorang menjadi seorang Kristen di Arab Saudi?” Zehra bertanya

“Sementara berada di sana, Yeshua telah datang kepada ku dalam suatu mimpi dan menjamahku. Saya merasa perubahan dalam hatiku, Dia telah memberi ku sukacita yang luar biasa. Dia berkata bahwa saya adalah milik-Nya. Saya telah jatuh hati kepada Dia.”

Lalu Ali meminta maaf kepada isterinya dan berjanji tidak akan memukulnya lagi dan berkata: ”Adonai telah mengampuni saya. Akankah kamu ….  Kamu juga … mengampuni ku?” Lalu Ali menangis.

”Saya mengampuni, Ali. Mengapa kamu menangis? Apa masalahnya?” Zehra bertanya

”Zehra, sekarang … sekarang saya seorang Kristen, tetapi kamu tidak. Jadi, apa yang kita akan lakukan?”

“Tidak masalah, jika kamu telah menjadi Kristen, saya akan juga,” Zehra menjawab pasti.

”Malam itu, rumah kami penuh dengan damai. Namun kami tidak tahu satu orang Kristen pun. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan,” Ali mengingat kejadian tersebut.

Dapat Alkitab pertama; suami-isteri kursus Alkitab dan menjadi Pelayan Adonai Yeshua. Ali lalu kembali mencari pekerjaan, dan mendapatkannya. Ali menyaksikan kepada rekan kerjanya bagaimana Adonai telah merubah hidupnya. Ia dipecat. more-than-dream-dvd-kesaksian

Ia pindah ke Istambul, dan dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Dua tahun setelah perjumpaan dengan Yeshua, ia tetap belum bertemu satu orang Kristenpun, dan belum memiliki Alkitab ditambah kerinduan akan keluarganya telah menyebabkan ia tertekan dan mulai kembali minum minuman keras.

Suara di hatinya berseru, ”Kembalilah ke rumahmu.” Di kotanya ia mendapat pekerjaan. Pada suatu hari ia mendengarkan suatu siaran radio Kristen bernama Dipanggil untuk Damai (Call to Peace) berbahasa Turki tanpa sengaja. Suara di radio itu berkata, ”Yeshua telah mati, bangkit dari kematian setelah tiga hari dan sekarang duduk di sisi kanan Bapa.” Itulah berita Kristen pertama yang ia pernah dengan sejak pertemuannya  dengan Yeshua di Mekkah. Ia segera memanggil isterinya untuk juga mendengarkan. Dan mengirim surat kepada stasiun radio Kristen tersebut untuk minta Alkitab Perjanjian Baru.

Sepuluh hari kemudian ia menerima Alkitab Perjanjian Baru. Ia juga menerima bahan-bahan Pelajaran Alkitab dari sumber yang sama. Ali berusia 38 tahun ketika ia menerima Alkitab tersebut, ”itu mungkin saat terbahagia dalam kehidupanku,” Ali mengenang.

Saya membaca seluruh Perjanjian Baru tanpa tidur. Kehidupanku mulai berubah. Orang-orang juga dapat melihat perubahan dalam hidupku.

Dan suami-isteri ini semakin aktif bersaksi kepada orang lain dan mengundang setiap tetangga untuk datang kerumah mereka mempelajari Alkitab. Setelah Ali dan Zehra menyelesaikan kursus-kursus Alkitab melalui korespondensi, mereka sekeluarga pindah ke Istanbul untuk menghadiri sekolah Alkitab. Sekarang Ali Pektash adalah seorang pendeta di Turki, ia rajin membuka jemaat-jemaat baru di Turki seperti rasul Paulus.

Ali terus memberitakan iman Kristennya secara terbuka dan tanpa malu. Alkohol tidak lagi menguasai hidupnya, dan ia mengasihi isterinya. Sungguh Ali Pektash telah menjadi suatu ”ciptaan baru di dalam Yeshua Ha Mashiah.”

Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”  (Yesaya 19:23-25)

Negara Asyur kuno adalah Tanah Kurdistan, terbentang dari Turki Timur sampai ke Irak Utara dan sebagian dari Iran Utara.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mencari Pengampunan Dari Raja – susah sekali!

Pada suatu hari Sabat (Saptu) saya mengambil istirahat tidur siang, dan saya bermimpi suatu mimpi yang memilukan hati.  Saat saya terbangun saya merenungkan mimpi sedih tersebut dan bertanya kepada Roh Kudus apa maksud atau arti dari mimpi tersebut. Ia berkata bahwa begitu banyak orang di bumi ini ingin kembali ke jalan yang benar, menyesali perbuatan salah dan dosa mereka namun mereka frustasi oleh banyaknya aturan agama. Roh Kudus turut sedih atas kondisi mereka, dan ingin menolong mereka.
Mimpi tersebut saya tulis dalam bentuk sebuah cerita, dan diakhir cerita Anda akan menemukan langkah-langkah JALAN KELUAR yang ringan dan mudah yang Elohim telah sediakan. Semoga artikel ini menjadi berkat bagi Anda. God Bless You. PenjalaBaja.

Di suatu negara terdapat seorang raja yang terkenal baik hati. Di negara itu hidup seorang bapa yang miskin namun jujur. Ia dipenjara oleh karena tertangkap basah mencuri empat buah roti dari sebuah toko. Bapa ini sungguh sedih dan menyesali perbuatannya, mengapa ia telah bertindak sebodoh itu hanya untuk perut keluarganya yang lapar, namun yang membuat ia lebih sedih lagi adalah keluarganya, isterinya yang sedang sakit dan dua anak-anaknya yang masih kecil. Keluarganya selalu ada dipikirannya, ”siapakah yang akan menolong mereka dan bagaimana mereka mendapat makanan sehari-hari.”

Sudah menjadi kebiasaan raja, sebulan sekali pintu gerbang halaman kerajaan dibuka, memberi kesempatan bagi setiap rakyatnya untuk memohon pengampunan untuk setiap pelanggaran yang rakyatnya telah lakukan. Para imam yang bertugas melakukan acara pengampunan pelanggaran akan menjadi mediator untuk orang yang bersalah. Setelah orang bersalah mengaku perbuatannya maka imam mencelupkan sebagian atau seluruh dari tasbih doanya kedalam sebuah bejana air yang terbuat dari tembaga sebagai tanda pembersihan kesalahan, sementara tasbih tetap di dalam air raja akan lewat di depan iman dan orang tersebut, jika tangan raja terentang kearah mereka itu berarti kesalahan orang tersebut diampuni, jika tangan raja tidak terentang kesalahan tidak diampuni.

Bapa yang miskin menantikan hari pengampunan tersebut, sebulan seperti bertahun-tahun bagi bapa ini, ia sungguh rindu untuk melihat dan berada bersama keluarganya kembali. Akhirnya hari yang indah itu tiba, pagi-pagi sekali ia telah bangun. Ia membersihkan diri dan siap menghadap imam. Dibawah pengawasan beberapa tentara raja, rombongan napi ini berjalan menuju taman raja. Celaka, rupanya ia bukanlah seorang diri yang ingin dibebaskan dari penjara, ada hampir seratus orang dalam rombongan tersebut. Dari kejauhan telah nampak oleh nya istana raja yang besar dan megah,  celaka, ia melihat rombongan lain di depan mereka menuju tempat yang sama. Dan setibanya ia di lokasi istana raja tersebut ia melihat antrian yang sangat panjang di depannya, celaka, dari pintu gerbang raja ke tempat ia berdiri antri ada dua kilometer panjang antrian, dan ketika ia melihat kebelakang terdapat antrian sekitar tiga kelometer. Sungguh susah mencari pengampunan dari raja, ia berkata dalam hatinya.

Raja duduk dikursinya di teras istana, dan ada 12 imam duduk bersila di bawah tangga teras tersebut, mereka telah siap dengan tasbih doa di tangan mereka masing-masing dan bejana tembaga berisi air di depan mereka. Dua belas per dua belas rakyat dilayani oleh imam, mereka mengaku kesalahan kepada imam, imam mencelupkan tasbih doanya, lalu raja berdiri dan berjalan di depan mereka, dengan tangan raja memberi pengampunan bagi mereka yang layak diampuni dan hukuman atau kembali kepenjara bagi yang tidak layak diampuni.

Pagi berganti siang dan siang berganti sore, akhirnya tibalah giliran bapa tersebut. Dengan air mata berlinang ia mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan melakukannya kembali apapun alasannya. Imam mencelupkan seluruh tasbihnya untuk bapa yang miskin ini. Dan tangan kemurahan raja terentang untuk dirinya. Ia bangkit berdiri dan membungkukkan badannya berkali-kali di depan raja, air mata bahagia mengalir deras di pipinya, ia sungguh berterima kasih kepada raja untuk pengampunan dan kemurahan hati raja kepadanya, bahwa ia akhirnya bisa kembali lagi berada bersama dengan keluarganya yang ia sangat kasihi. TAMAT.

KETAHUILAH. Tahukah Anda bahwa satu dari sekian banyak nama Elohim, Pencipta kita adalah ”Elohim Penyayang” (Ulangan 4:31, Yesaya 49:10).
Nabi Musa ketika Elohim lewat di depannya ia berseru: “YAHWEH, YAHWEH, Elohim penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya” (Keluaran 34:6)
Dan raja (sekaligus nabi) Daud dalam mazmurya sering kali berkata demikan:  YAHWEH adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mazmur 103:8). Ayat sejenis: Maz 78:38; 111:4; 116:5 dan 145:8. Kabar baik untuk Anda dan saya ialah bahwa Pencipta kita jauh lebih baik dari raja yang baik hati pada cerita di atas.

MENGAKU DAN BEROBAT. Jika kita menyesali dosa kita, kita sungguh ingin bertobat, seperti bapa di atas, maka Ia selalu siap mengampuni Anda dan saya, seperti janji-Nya di Alkitab:  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9)

PENEBUSAN TELAH TERSEDIA. Yeshua Ha Mashiah adalah Mediator (Pengantara) yang resmi antara YAHWEH, Elohim Pencipta, dengan kita, ciptaan-Nya (1 Yohanes 2:1).[1] Yeshua adalah Imam Besar yang telah menyuci segala kesalahan dan dosa kita melalui pencurahan darah-Nya sendiri di kayu salib, suatu korban yang sempurna (sekali untuk selamanya, tidak perlu diulang).[2] Mengapa penebusan dosa hanya harus melalui darah Yeshua saja? Imam Eli menjawab pertanyaan ini dengan baik sekali, kesalahan antar sesama maka Elohim yang menjadi hakimnya, namun jika seorang berdosa (salah kepada YAHWEH) maka perantaranya adalah Yeshua, baca 1 Samuel 2:22-25.

DIMANA SAJA. Karena YAHWEH adalah Raja atas segala raja, dan Ia mahahadir (omnipresent), Anda dan saya bisa menghadap Dia  dimana saja, di penjara, di hutan, di kantor, di kamar tidur Anda, ya kita bisa langsung menghadap kepada Dia, kita tidak perlu pergi kesuatu tempat tertentu dan harus mengeluarkan jutaan rupiah untuk biaya perjalan ibadah tersebut .

TIDAK PERLU MENUNGGU DAN KAPAN SAJA. Anda dan saya tidak perlu menunggu berjam-jam untuk memohon pengampunan dosa, bahkan tidak perlu menunggu hari dan bulan tertentu seperti pada cerita di atas. Setiap hari setiap jam dan setiap detik Elohim siap untuk ditemui oleh hati-hati yang haus untuk bertobat dan ingin hidup benar. YAHWEH adalah Elohim yang tidak pernah menjadi lelah, bahkan Ia menganjurkan kita untuk melakukannya segera ”Pada hari ini.” (Mazmur 95:7-8; Ibrani 3:7-8).
Kesempatan bertobat ”Pada hari ini” maksudnya ialah ”Jangan menunda.” Mengapa Firman YAHWEH menasehati demikian? Tiga alasan utama,

1. Maut itu selangkah jua adanya, artinya ancaman kematian bisa terjadi kapan saja, ia datang seperti pencuri. Penyesalan dan pertobatan hanya berlaku selagi manusia masih hidup, setelah ia mati kesempatan untuk bertobat hilang selamanya.
2. Ketika dosa kita terlalu matang, maka tidak adalagi kesempatan untuk bertobat, seperti Yudas Iskariot.
3. Masa pengampunan ini ada masa akhirnya, seperti kata Firman ini: Sebab Elohim berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. (2 Korintus 6:2)

 

Catatan kaki:
[1] Yeshua sebagai Pengantara satu-satunya antara YAHWEH dengan kita  juga bisa dilihat pada kitab Ibrani 7:22-28; 8:1-7; 9:11-15
[2] Ibrani 9:11-12 dan 24-28.
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Oktober 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      293031  
  • Cari