Ethiopia: Mantan Muslim bangkit dari kematian mengejutkan para tetangganya, memenangkan banyak jiwa bagi Ha Mashiah

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Markus 16:15-16, ITB)

Shubisa Fatuma bersama suami dan missionari Warsa

Para tetangga Muslim Fatuma dan sanak-familinya sedih atas meninggalnya ibu yang masih muda dari sembilan anak ini. Namun setelah menangisi kematiannya selama 12 jam, Elohim membuat sebuah mujizat yang menyentuh hati banyak jiwa.

”Ini adalah satu dari banyak kesaksian-kesaksian yang tidak umum yang pernah kami catat di pelayanan AIMS kami,” Dr. Howard Foltz berkata, presiden dan pendiri organisasi AIMS.

”Itu dimulai ketika seorang pemuda bernama Warsa diselamatkan (menerima Yeshua sebagai Juruselamatnya) dan kemudian Elohim berkata kepada dia bahwa ia akan dipakai oleh Elohim untuk melihat orang-orang mati dibangkitkan.”

Dilatih sebagai seorang misionari oleh AIMS, Warsa siap menjangkau banyak Muslim dengan Kabar Baik tentang Yeshua Ha Mashiah. Kemudian seorang wanita di desanya menjadi sakit.

”Selama dua bulan saya sakit berat,” Fatuma Shubisa berkata. Fatuma tumbuh di keluarga Muslim, tetapi ia dan suaminya telah berpindah ke Kristianiti.

Suatu hari ibu Fatuma datang berkunjung untuk melihat putrinya yang sedang sakit, namun terkejut ketika ia tiba menemukan putrinya tidak bisa bergerak dan tidak berespons. Ia berusaha mencari denyut nadi dan detak jantungnya, tetapi tubuh Fatuma sudah menjadi dingin.

Lalu ia menutup kedua mata Fatuma dan meluruskan kakinya. Tidak berkuasa mengontrol kesedihannya, ia mulai merintih begitu dalam sehingga guncangan tubuhnya membangkitkan banyak tetanggannya yang juga hadir saat itu turut bersedih hatih.

Pada saat roh Fatuma meninggalkan tubuhnya (kondisi meninggal dunia), rohnya dibawa ke Sorga. Pribadi pertama yang ia temui adalah kakak ipar dari suaminya, yang meninggal dua tahun lebih dahulu.

”Saudara laki-laki dari suami saya meraih tangan saya dan memimpin saya,” Fatuma bercerita. Rumahnya di bumi mengucapkan ”sebuah galian terbuka,” Surga terbuka baginya.

”Saya pergi ke sebuah tempat dimana setiap orang berpakaian dari emas,” Fatuma berkata, ”Saya melihat bumi seperti sangat kotor.” Di Sorga, ia merasa ”bebas dan bersih.”

Fatuma juga bertemu mertua perempuannya di Sorga, ”Ia memohon mereka untuk mengirim saya balik supaya saya dapat mendidik anak-anakku,” ia mengingat.

Sementara itu, seorang missionari bernama Warsa Buta sedang berjalan tidak jauh dari rumah yang sedang berduka tersebut dan melihat kumpulan di sekitar rumah Fatuma. Ketika ia pelajari kematiannya, ia pegi masuk dan mulai berdoa.

Beberapa orang yang hadir bertanya-tanya mengapa ia berdoa, toh wanita itu sudah meninggal dunia selama 12 jam. Ketika ia menderngar gerutuhan mereka, ia bersikeras untuk tetap berdoa, sebab ia ingat janji Elohim ketika ia menjadi Kristen, bahwa ia akan dipakai pada momen sedemikian ini. Dapatkah ini harinya?

”Saya  memiliki iman bahwa Adonai akan bekerja melalui diriku,” Warsa berkata, ”Saya berdoa seperti Peter telah berdoa, ’Fatuma, bangkit … Saya perintahkan kamu dalam nama Adonai, bangkit hidup. Fatuma, bangkitlah dalam nama Yeshua!”

Tiba-tiba, Fatuma bangkit duduk di ranjangnya, sementara setiap orang terpana.

”Saya temukan diriku sendiri di dalam tubuhku,” Fatuma mengingat, ”Saya berkata, ’Apakah ini? Apa yang sedang terjadi? Apa yang sedang berlangsung?

Kebanyakan orang yang berada di sekitar dirinya tidak bisa berkata-kata. ”Dapatkah ia memanggil kembali orang yang telah mati – jiwa kembali ketubuhnya?” seorang bertanya

”Jika ini sungguh, kita semua akan menjadi orang Kristen,” seorang pria berkata. ”Elohimmu adalah sungguh Elohim yang sangat berkuasa!” lainnya berseru

Pada saat itu banyak orang yang menjadi percaya kepada Adonai Yeshua dan ada sukacita besar di desa Fatuma. Fatuma yakin ia tahu alasan mengapa ia hidup kembali.

”Saya kembali karena itu adalah kehendak Elohim bagi ku untuk hidup bersama anak-anakku, namun saya tentunya ada lebih bahagia kembali ke sana (ke Sorga),” ia berkata.

”Sekarang saya telah melihat  ketika seorang Kristen meninggal dunia, ia pergi ke tempat yang lebih baik dan tubuhnya kembali ke debu. Untuk yang tidak percaya, Neraka adalah tempat yang menyedihkan. Tetapi ketika seorang Kristen meninggal dunia ia pergi ke sebuah tempat dimana segala sesuatu adalah baik, dimana setiap orang berbahagia,” Fatuma berkata

Dr. Howard Foltz percaya Elohim akan memakai kesaksian-kesaksian yang luar biasa seperti Fatuma ini untuk membuat trobosan-trobosan diantara kelompok-kelompok suku yang belum terjangkau (Injil). ”Tujuan kami adalah untuk melihat semua 35 kelompok suku yang belum terjangkau di Ethiopia dapat terjangkau oleh Injil Yeshua Messiah,” ia berkata. Ia berkata bahwa kesaksian mujizat atas Faruma juga telah dilaporkan oleh The 700 Club, (divisi pelayanan CBN.com)

Sumber: Former Muslim raised from the dead shocked her neighbors, won many to Christ by Mark Ellias, published February 9, 2012

Artikel ini disalin ulang seijin pemiliknya, JHNoteblog.wordpress.com.  Terima kasih untuk saudara Joseph Hendry, GBU!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Iklan

Kesaksian Mosab Hassan Yousef Son of Hamas

Ringkasan hidup Mosab sebagai anak dari seorang ayah yang adalah satu dari tujuh pendiri Organisasi Hamas.

Suatu hari setelah bebas dari sebuah penjara Israel, Mosab berjalan  melewati Gerbang Damaskus di Yerusalem. Seseorang –  tanpa mengetahui siapa dirinya – mengundang dia untuk sebuah pelajaran Alkitab. Penasaran, ia menghadirinya. Mereka belajar Perjanjian Baru, dan memberi dia sebuah Alkitab Perjanjian Baru untuk dirinya sendiri. ”Saya mulai membaca pada bagian permulaan Injil Matius, ketika saya sampai pada paragraf ”Kotbah di bukit,” saya berpikir, Wow, Yeshua ini sungguh mengagumkan! Segala sesuatu yang Ia katakan adalah indah!  Saya tidak bisa berhenti membacanya. Setiap ayat nampak menjamah luka-luka dalam yang ada di dalam kehidupanku. Itu adalah suatu pesan yang sangat  sederhana, tetapi memiliki kuasa untuk menyembuhkan jiwaku dan memberi saya pengharapan. Kemudian saya membaca ini: ”Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:43-45) … Saya tersambar petir oleh kata-kata ini. Belum pernah sebelumnya saya mendengar sesuatu seperti ini, tetapi saya tahu bahwa ini adalah pesan yang saya telah cari-cari di dalam seluruh kehidupanku.”

Berikut ini adalah wawancara Joel Resenberg dengan Mosab Hassan Yousef penulis buku Son of Hamas di hari Senin Maret 2010, berbicara bagaimana Elohim Abraham, Ishak dan Yakob secara supernatural telah merubah Mosab dari seorang pemimpin Muslim yang radikal dari Organisasi terrorist Hamas menjadi pengikut lahir baru dari Yeshua Ha Mashiah dan seorang teman dari Israel dan masyarakat Palestina.

JOEL: Bagaimana kehidupanmu telah berubah sejak menjadi seorang Kristen lahir baru? Bagaimana sikapmu telah berubah terhadap Israel sejak perpindahanmu yang dramatis?

MOSAB: Hati nurani saya tidak sama lagi. Ini tidak berarti saya telah menjadi seorang yang sempurna tetapi sedikitnya ketika saya melakukan kesalahan saya tahu bagaimana membetulkannya dan  menghindari itu di hari depan. Hari ini saya bebas dari dosa karena saya putra Raja. Ketika pertama saya mengerti bagaimana agama tidak sempurna secara umum – dan di dalam Islam khususnya – dan mengijinkan diriku sendiri untuk menerima Mashiah sebagai Juruselamat pribadiku dan keluar dari kotak agama, tidak hanya Israel nampak berbeda untuk diriku, saya mulai melihat segala sesuatu berbeda.

Saya ingat suatu hari ketika berjalan di Yerusalem tepat setelah saya belajar Firman Elohim yang berkata ”beri kepada mereka yang meminta” [Yeshua berkata di Matius 5:42, Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.”]. Ada seorang Yahudi tampa rumah di wilayah Yahudi Yerusalem, dan saya menjawab panggilan YAHWEH untuk membagi sesuatu dari dompet saya kepadanya.  Kemudian saya duduk dan menangis karena saya mendapat kesempatan untuk mengerti kasih tampa batas Elohim kepada setiap orang.  Itu telah mengejutkan saya bahwa sebelumnya saya tidak merasa kasihan kepada seorang Yahudi yang tampa rumah. Kemudian secara bertahap – melalui anugerah dan belah kasihan Elohim, melalui tahun-tahun – semua manusia menjadi sederajat bagiku. Bangsaku melihat matahari setiap hari tetapi tidak pernah bertanya diri mereka sendiri mengapa matahari bersinar pada kedua sisi Yerusalem, timur dan barat. Hal yang termudah bagiku dahulu ialah membenci musuhku tetapi tantangan yang nyata ialah mengasihi mereka. Kemudian hari saya sadar musuh saya ialah  bukan manusia lagi – bukan orang Israel, bukan orang Palestina – tetapi dosa dan kegelapan di dalam kita.

JOEL: Apa yang dapat pengikut-pengikut Yeshua lakukan dalam bentuk nyata dan praktik untuk mengasihi orang-orang Palestina dan menjangkau mereka dengan Injil Yeshua Ha Mashiah?

MOSAB: Ini adalah pertanyaan yang luar biasa bagusnya, terima kasih.  Orang-orang Kristen memiliki sebuah tugas yang sangat besar  untuk mengasihi sesamanya dan musuhnya. Setiap orang Kristen perlu memikul salib ’berat’ ini [tanda petik dari saya, sebab Yeshua bilang itu sesungguhnya ringan, tentu melalui kuasaNya di dalam kita; Matius 11:29-30]. Mengasihi orang-orang Muslim dan Palestina adalah tanggung jawab kita. Dan tukas kita sebagai orang Kristen  menunjukkan kasih Elohim kepada Muslim adalah lebih penting dari para pemerintah, PBB dan komunitas dunia. Mereka semua ini tidak tahu bagaimana berurusahan dengan permasalahan Islam. Kita tahu sebagai orang Kristen bahwa konfik tersebut adalah rohaniah dan bersifat ideologi. Kamu tidak dapat membunuh sebuah idea. Kamu harus menggantikannya. Pemerintah dapat mengirim tentara-tentara menukar regim atau membunuh para terrorist, tetapi mereka tidak punya jenis senjata  yang kita miliki – KASIH dan PENGHARAPAN dan ANUGERAH.

Saat ini, saya perlu dari saudara-saudari Kristen saya untuk mengerti sensitifnya missi pengharapan, kasih dan pengampunan kita.  Tampa nilai-nilai ini manusia akan merusak sendiri setiap sesuatu yang indah. Bangga akan Elohim kita dan bawa Ia kepada para Muslim. Bagaimana mungkin orang-orang Kristen malu akan Elohim yang mengasihi dan mengampuni? Elohim kita mengirim sebuah berita pengharapan besar melalui pengalamanku dengan Elohim. Dia berkata kepada orang-orang Israel, bangsaku dan setiap orang yang terlibat dalam konflik Timur Tengah bahwa kasih dan pengampunan yang tanpa syarat melalui contoh dari Yeshua Ha Mashiah di dalam hidup kita adalah pengharapan satu-satunya untuk damai di Timur Tengah dan seluruh dunia – damai dengan Elohim, dengan diri senidiri dan damai dengan sesama.

Kasih bukanlah sebuah idea, itu adalah sebuah kenyataan. YAHWEH kita telah menunjukan kepada kita kasih-Nya melalui pencurahan darah-Nya yang tidak bercela. Kasih-Nya adalah sebuat kenyataan kita hidup di dalam kehidupan kita setiap hari. Kita tidak dapat jadi sempurna, tetapi jika kita menunjukkan kepada dunia sedikit saja kasih Yahweh kita, kita akan mampu merubah seluruh dunia hanya dalam beberapa tahun saja. Keluar dari gedung-gedung gereja kalian. Tunjukan manusia siapa kita di dalam Mashiah dan siap Elohim kita. Manusia terluka dan luka-lukanya mengeluarkan darah. Mari sembuhkan itu dengan obat kasih, yakni kasih Yeshua!

JOEl: Apakah kamu kuartir pada keamananmu dengan terbitnya buku [Son of Hamas] ini?  Dan bagaimana dapat kami berdoa untuk mu dan keluargamu dengan terbitnya bukumu?

MOSAB: Pribadi yang telah menyelamatkan hidupku di masa lalu mampu untuk menyelamatkan itu saat ini dan di masa depan juga. Kematian fisik tidaklah suatu hal yang terburuk dapat terjadi pada seorang manusia. Kematian rohani lebih bahaya lagi. Ini bukanlah waktu untuk menyerah. Tujuan kita adalah untuk menbebaskan orang-orang dan senjata kita adalah kasih. Mereka dapat membenci kita tetapi kita akan tetap mengasihi mereka. Mereka dapat menyiksa kita tetapi kita akan berdoa untuk mereka dan mereka akan menuduh kita tetapi kita terus mengampuni mereka semagaimana kita telah diampuni!

Tamat.

Catatan kaki dari pewawancara:
Sabagai bukit bagaimana Elohim telah merubah dia, Mosab telah membahayakan hidupnya untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi Israel dengan cara menjadi mata-mata untuk agent rahasia Shin Bet Israel. Dia juga membahayakan hidupnya untuk menyelamatkan bangsanya sendiri (Palestina) di West Bank dan Gaza. Saat ini dia tidak hanya berkehendak tetapi juga bersemangat  membagikan Kabar Baik dari kasih, pengampunan dan kuasa perubahan Yeshua kepada setiap orang yang ia dapat, walaupun keluarganya menolak dia secara umum dan menyakitkan dan bahwa terrorist dapat saja memburu dia dan membunuhnya.

Lebih banyak saya belajar tentang Mosab, lebih lagi saya temukan diri saya berpikir tentang kata-kata Rasul Paulus. Sebagai Saul dari Tarsus, dia adalah seorang terrorits agama. Tetapi dia mendapatkan pertemuan supernatural dengan Yeshua Ha Mashiah dan dirubah kedalam seorang manusia yang penuh kasih, hikmat dan berperngaruh untuk Yahweh sebagai hasilnya.

Di suratan Efesus 2:8-15, Rasul Paulus – di inpirasikan oleh Roh Kudus – menulis:
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Elohim, diciptakan dalam Mashiah Yeshua untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Elohim sebelumnya.

Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — bahwa waktu itu kamu tanpa Mashiah, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Elohim di dalam dunia.

Tetapi sekarang di dalam Mashiah Yeshua kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Mashiah. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Diterjemahkan dari: Exlusive – How did the son of Hamas come to Christ? Part Two.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Dampak positif TV satelit SAT-7 di Timur Tengah

Penjala Baja; menonton SAT-7

Leila dan keluarganya

Pelayanan SAT-7 telah merubah Leila melalui kebenaran Alkitab yang ditunjukan oleh siaran tv satelit ini. Laila tinggal di Teluk (sebuah negara di Timur Tengah), melalui menonton dan merekam semua pembacaan Alkitab Harian pada SAT-7, ia telah mengenal Yeshua Ha Mashiah secara pribadi. Kelaparannya akan pesan Elohim telah membuat ia pergi selama 10 jam untuk mendapat Alkitab bagi dirinya sendiri.

Sejak saat itu, dua setengah tahun sebagai seorang pengikut Yeshua, contoh hidupnya telah merubah jiwa-jiwa di sekitarnya. Saudara prianya, kedua anaknya laki dan perempuan semuanya sudah mengikuti dia di dalam percaya Elohim melalui iman di dalam Ha Mashiah. Sekarang mereka menyembah dan memuji Elohim bersama untuk apa yang Ia telah perbuat kepada mereka sebagai sebuah keluarga.

Para petani bersuka cita bersama

Heidi Fawzy, bekas seorang dokter, yang sekarang menjabat sebagai Pekerja Hubungan Pendengar SAT-7 Mesir, berkata bahwa program-pragram TV membuat sebuah pengaruh besar diantara orang-orang miskin di Timur Tengah. “Mereka adalah orang-orang sederhana yang bekerja di perkebunan-perkebunan pada siang hari, mereka berkumpul bersama di sebuah penerima satelit milik bersama pada malam harimya. Mereka bercerita kepada saya bahwa itu adalah peristiwa yang besar untuk melihat SAT-7 da mereka senang bersikusi apa yang telah lihat.”. Heide menambahkan, “Untuk orang-orang ini [meskipun petani dan berpendidikan rendah mereka bisa mengerti bahwa] Injil adalah sungguh jelas.”

Seorang remaja wanita dari Syria menulis kepada SAT-7 demikian, “Keluargaku dan saya telah berkeputusan melihat program-program SAT-7. Kami menantikan untuk menonton film Yeshua, Salomo, Musa dan nabi-nabi lainnya juga. Film-film ini telah menyegarkan kehausan rohani kami dan mereka membawa kami berjalan lebih dekat kepada Elohim.”

Seorang wanita dari Algeria, “Melalui layar SAT-7, Saya pertama kali mengetahi bahwa wanita-wanita Kristen dapat dan melakukan sebuah tugas yang penting di dalam membentuk peristiwa-peristiwa di dunia melalui doa. Idea dari Hari Wanita Internasional brilliant dan telah menguasai perhatian saya.”

Diterjemahkan dari kesaksian-kesaksian para penonton TV satelit SAT-7.

Yeshua Ha Mashiah berkata: ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:28-30)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Satelit TV SAT-7 semakin laris di Timur Tengah

TV Satelit SAT-7 yang dipancarkan ke dalam bahasa Persia, Arab dan Turki telah menarik berjuta-jutaPenonton TV satelit SAT-7 penonton perminggunya, demikian laporan suatu media independen pada suveynya baru-baru ini. Saluran TV SAT-7 dapat ditonton oleh mereka yang tinggal di Asia Tengah seperti Iran dan Afganistan (SAT-7 Pars; Turk-7), Timur Tengah dan Afrika Utara dan Europa.

SAT-7 adalah TV satelit Kristen yang dibuat oleh dan untuk orang-orang Timur Tengah ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1996 semakin menarik perhatian para penontonya. Sekarang program acaranya terpancar 24 jam sehari, dan memiliki program-program khusus untuk anak-anak (SAT-7 Kids)

Menurut survey di Irak saja 5, 3 juta orang Irak (19 % dari seluruh populasi) menonton saluran ini. 2,6 juta orang melihat itu setiap hari atau secara mingguan. Di Irak orang Kristen kurang dari 600 ribu jiwa, artinya mayoritas penonton TV satelit SAT-7 adalah orang Muslim. Keseluruhan penonton berbahasa Arab diperkirakan enam sampai 7 juta perminggunya. menurut survey terakir diperkirakan 8 juta dewasa, dan sekitar 3 juta anak-anak (SAT-7 Kids). Survey ini bahkan memperkirakan penonton anak-anak lebih besar dari itu, dengan alasan canel anak-anak masih jarang dan mereka konsumen TV yang terbesar. [Alasan tambahan ialah seorang ayah di Timur Tengah umumnya memiliki lebih dari satu istri jadi satu rumah tangga bisa terdapat sedikitnya 12 anak].

Pertambahan jumlah penonton SAT-7 sungguh melambung tinggi jika dibandingkan dengan survey sebelum tahun 2006 dimana jumlah keseluruhan penonton berkisar 9-10 juta orang.

Kami telah mendapat suatu respon yang luar biasa atas siaran-siaran yang telah ditayangkan…. Kami telah menerima panggilan telepon dari seluruh Iran, Afganistan dan termasuk Europa,” kata Sara, direktur utama SAT-7 Pars.

Kesaksian singkat dari para penonton berbagai kebangsaan dan informasi posisi satelit bisa dilihat di sini.

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, — bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” Sejak waktu itulah Yeshua memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4:13-17)

Ingatlah dan berdoalah untuk para penjala baja dan penjala jiwa.Permohonan setiap Penjala di manapun sama seperti permohonan rasul Paulus ini:

“Berdoa jugalah untuk kami, supaya Elohim membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Ha Mashiah, … Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. (Kolose 4:3-4)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Desember 2017
      M S S R K J S
      « Nov    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
      31  
  • Cari