Ibrahim Abdullahi pemuda Fulani Muslim menyaksikan sendiri mujizat kuasa Yeshua Ha Mashiah

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.  (Yohanes 15:16)

Pemuda suku Fulani - Afrika bercampur Arab

suku Fulani -illustrasi

[Alkitab dan Kuran berpindah tempat dua kali secara aneh]

Saya pergi ke satu orang dari tetangga kami, seorang ibu. Dan meminta kepada wanita itu sebuah Alkitab, ”Saya perlu Alkitab,” saya berkata.

Wanita itu ketakutan dan bertanya, mengapa saya meminta darinya Alkitab? Wanita itu berkata bahwa ia tidak ingin bermasalah sebab orang tua pria ini baik dengan anak-anak wanita Kristen tersebut.

Saya berkata kepadanya, ”Jangan kuatir, saya hanya ingin membacanya.”

Saya bawa Alkitab itu ke rumah dan membukanya dan mulai membaca. Saya memulai membaca (kitab) Yeremiah dan Yesaya. Saya berkata kepada diri saya sendiri: “orang-orang Kristen adalah gila, saya lempat Alkitab tersebut ke lantai dan berkata sambil berkata, “mereka telah belajar semua nama-nama nabi,” lalu saya duduk diranjang dan pergi tidur.

Ketika saya terbangun, saya temui bahwa Kuran saya telah berada di lantar sementara Alkitab (yang dilantai) berada di atas ranjangku. Saya sungguh terkejut, saya tahu persis bahwa saya tidak pernah menaruh Kuran di lantai. Lalu saya ambil Kuran tersebut menaruhnya di atas meja, sebaliknya, menaruh Alkitab ke atas lantai dan meletakkan sebuah batu di atas Alkitab itu; lalu saya kembali tidur. Namun ketika saya terbangun, saya kembali melihat Kuran tersebut berada di atas lantai dengan batu yang sama di atas Kuran, sebaliknya kembali Alkitab telah berada di atas meja bahkan sekarang lebih dekat pada diriku dari sebelumnya.

Di pikiran saya saat itu adalah ini pastilah perbuatan konyol gadis kecil yang biasa saya ajar. Saya bangun dari ranjang dengan marah dan berjanji untuk menghukum gadis tersebut: ”Aku akan berurusan dengan kamu hari ini!” Namun ketika saya berjalan satu dua langkah saya mendengar seorang memanggil namaku dari arah belakangku. Ketika saya berpaling ke belakang, saya melihat Yeshua Ha Mashiah berdiri dan ada cahaya yang berkilauan keluar dari diri-Nya; saya belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.

Yeshua berkata kepada saya bahwa Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Terang, tidak seorangpun dapat melihat Bapa-Nya (Injil Yohanes 14:6). Yeshua juga berkata kepadanya: ”Melalui Aku banyak orang akan masuk ke Sorga. Jika orang menolak Jalan ini, banyak orang dan saya akan masuk api Neraka.” Ada banyak hal lain Yeshua telah berbicara kepada Ibrahim namun ia tidak bisa mengingatnya (saat kesaksian ini dibuat).

[Diadili keluarga dan siap dibunuh, Yeshua menunjukkan kuasa-Nya]

Ketika keluargaku mendengar bahwa saya telah menerima Ha Mashiah, mereka mencoba berbagai cara untuk membawa saya balik ke Islam; membawa daun-daun, memandikan dia, dan ritual-ritual keagamaan, namun saya tidak berubah.

Lalu mereka bertanya. “Apakah kamu berpihak pada Muhammad atau pada Yeshua?” “Saya berpihak pada Yeshua,” saya menjawab.

Lalu imam datang dan mereka berkesimpulan untuk membunuh dirinya. “Mereka menggali lubang di halaman belakang rumah kami lalu mengikat diriku. Mereka mulai menyembelihku, namun pisau tersebut tidak dapat memotong diriku.”

Abangku, yang adalah seorang polisi, ia menembak saya dengan pistolnya, namun pistol tersebut tidak bekerja. Ayahku menuangkan cairan asam sulfat pada diriku, tidak terjadi apapun pada diriku. Jadi mereka mengikat diriku pada sebuah pohon mangga dan membawa botol-botol untuk menghancurkan kepalaku, mereka memukul ku dengan satu dari botol-botol tersebut, botol tersebut pecah dan melukai satu dari mereka, namun tidak melukai diriku.

Saya tidak memiliki kuasa supernatural untuk melindungi saya dari pistol, botol dan pisau. Saya yakin itu karena Yeshua telah memanggil saya dan Dialah yang melindungi diriku.

Dari situ saya melarikan diri dan bertemu dengan seorang pendeta. Pendeta ini berdoa bagi dirinya dan ia mulai tinggal di rumah pendeta tersebut. Sekarang ia berada di sekolah Alkitab untuk belajar Firman Elohim.

Terjemahan bahasa Indonesia ini diambil dari kesaksian Ibrahim Abdullahi di bawah ini: Testimony of dramatic conversion from Islam to Christianity posted by Bibles4Mideast Selah (25 Oktober 2017)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

 

Iklan

Kesaksian Mujizat atas Tariku Tewodros dari Ethopia

Ini adalah sebuah bukti kuasa dan kemurahan YAHWEH kepada siapa yang berseru kepada Nama-Nya dan menghormati Firman-Nya, Alkitab.* Pemuda desa yang tidak bisa membaca dan menulis,  sekarang telah menjadi pendeta dan berkotbah firman Elohim (God) diberbagai negara.

Kesaksian Tariku ini didasarkan pada terjemahan langsung saudara Abraham, dari kesaksian Tariku sendiri dalam bahasa Amharic di video YouTube (lihat di bawah), dan dikemas bersama dengan kesaksian Tariku dari sumber lainnya. Abraham adalah  seorang Ethopia Kristen lahir-baru, teman saya. Terima kasih banyak kepada Abraham K!

Tariku menghabiskan masa kecilnya di sebuah desa selatan Ethiopia. Ia berasal dari sebuah keluarga tradisi yang menyembah berhala. Tariku juga tidak pernah makan bangku sekolah, sehingga ia tidak mampu membaca dan menulis. Ketika ia remaja, ia pindah rumah dan tinggal bersama Bibinya di Kera, bagian dari Addis Abeba [Itu artinya ”Bunga Baru”], ibukota Ethiopia. Di rumah ini, sepupu Tariku, anak perempuan dari bibinya, berhasil membawa Tariku lebih dekat kepada Yeshua, dan mereka berkunjung ke Jemaat (Gereja) yang percaya Alkitab (sepenuhnya sebagai Firman Elohim), dimana gadis ini bersekutu. Di Jemaat inilah Tariku menjadikan Yeshua sebagai Juruselamat pribadi hidupnya.

Di bagian utara Ethiopia, sekarang dikenal sebagai Eritrea, ingin melepaskan diri yang berakibat perang sipil. Ethiopia saat itu masih di bawah pemerintahan ideologi Komunis. Terdorong oleh jiwa nasionalisnya.

Dia mendaftar untuk menjadi tentara. Tariku bergabung ke militer. Sementara ia dimiliter, teman-temannya terbiasa menolong dia di dalam membaca dan menulis surat-surat. Tariku akan memakai sidik jari untuk urusan-urusan resmi. Tariku mendapatkan Alkitab dan buku nyanyian rohani ketika ia meninggalkan rumah bibinya untuk masuk militer. Ia menerima mereka sekalipun ia tahu bahwa ia tidak bisa membaca.

Tariku di medan perang. Kerohanian Tariku semakin kuat. Ia sering berdoa dan Elohim berbicara kepadanya melalui mimpi-mimpi. Dari gaji pertamanya ia membeli radio transistor untuk dapat mendengarkan siaran-siaran Kristen yang dipancarkan dalam bahasa  Amharic dari Kenya. Bahasa Amharic adalah bahasa nasional negara Ethiopia. Dia rindu untuk bisa membaca firman Elohim, namun Tariku adalah seorang pria yang tidak pernah mendapat pendidikan sekolah. Ia bergantung penuh kepada teman-temannya di dalam membaca dan menulis. Doa dan berdiam diri di hadapan YAHWEH adalah satu-satunya yang ia bisa lakukan untuk mengerti kehendak Bapa Sorgawinya.

Tariku berdoa terus-menerus. Dia berdoa seperti ini:
”O Elohim, saya tahu bahwa Engkau telah menyelamatkan hidupku, Engkau telah merubah hidupku, Engkau berbicara kepadaku melalui mimpi-mimpi. Jadi saya percaya bahwa Engkau hidup.
Engkau telah menghidupkan kembali Lazarus. Engkau memberi penglihatan kepada Bartolemeous yang buta untuk  mampu melihat. Jadi saya percaya bahwa Engkau mampu membuka mata saya juga.”

Sementara ia memanjatkan doanya, ia berdiri dengan mengangkat Alkitab ke udara, satu-satunya Kitab yang selalu bersamanya sejak ia memilikinya. Ia berkata kepada YAHWEH sementara Alkitab masih berada di udara,
”Saya tidak dapat baca kitab ini, tetapi saya selalu membawanya, sebab ini adalah firman-Mu.” Saya telah mendengar bahwa Engkau telah melakukan mujizat kepada Lazarus dan Bartolomeus. Jadi Engkau mampu juga membuka mataku.”

Demikianlah ia berdoa hari ke hari, sebab ia sangat ingin membaca firman Elohim tersebut. Ia haus akan Firman-Nya.

Pada suatu hari, sekitar pukul enam pagi, kuasa Roh Kudus turun ke atas diriku dan saya mendengar suara yang berkata kepadaku, ”Bangun dan bukalah Alkitab, baca!” Hadirat Roh Kudus sungguh kuat dan untuk pertama kalinya ia mendengar suara YAHWEH melalui telinga jasmaninya. ”Saya gemetar, dan saya bangun dan membuka Alkitabku. Alkitab itu terbuka pada Mazmur pasal 91, kemudian saya membaca seluruh pasal tersebut.”

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada YAHWEH: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Elohimku, yang kupercayai.”

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” [Kuperlihatkan kepadanya Y’shua-Ku; Hebraic Roots Bible]. Y’shua, dalam bahasa Ibrani artinya Keselamatan, dan juga nama Yesus jika ditulis dalam bahasa Ibrani.

Saya mampu membaca! Saya berteriak-teriak kegirangan sementara air mata sukacita mengali membasahi wajahku, hatiku dipenuhi dengan sukacita.”   Peristiwa ini terjadi di medan peperangan. Beberapa teman tentara berdatangan menghampiri Tariku, ”Mereka ingin tahu apa yang terjadi pada diriku,” Tariku berkata. Saya bercerita kepada mereka apa yang telah terjadi. Beberapa dari mereka berpikir saya telah menjadi gila.

”Saya tidak gila (mad),” jawab Tariku, ”tetapi saya telah melihat firman Elohim yang telah membebaskan orang-orang dari kebodohan (madness); memberi kebebasan kepada yang terpenjara; dan penglihatan kepada yang buta.” Sebagian lainnya sungguh tersentuh dengan ceritaku, kuasa Elohim menguasai mereka dan air mata suka cita mengalir membasahi wajah mereka,” Tariku berkata.

Cerita mujizat yang terjadi atas Tariku segera sampai kepada komandan battalion. ”Saya dipanggil untuk menghadap komandan, untuk menceritakan kejadian tersebut. Saya ambil kesempatan ini sebaik mungkin untuk menceritakan Kebenaran. Saya ceritakan kepada dia segala sesuatu yang telah terjadi kepadaku, mengingatkan dia bahwa ia telah mengetahui bahwa saya tidak bisa membaca dan menulis, sampai akhirnya peristiwa mujizat pada pagi hari itu terjadi: ”Elohim telah membuat saya mampu membaca.”

Lalu komandan ini mengambil sebuah majalah SERTOADER (majalah komunis, Sertoader artinya Masyarakat Buruh dalam bahasa Amharic)  dan memberikan itu kepadaku untuk membacanya. Saya baca dengan bersuara majalah itu di depan komandan ini. “Air mata mengalir dari wajah komandan, ia menangis dan berkata: “Kita sudah sekian lama menolak keberadaan Elohim di negeri ini, tetapi sekarang Elohim telah berbicara kepada kamu,” Tariku bercerita, dan menambahkan, “dan dia berkata kepada saya ‘Elohim adalah hidup.’ Sejarah Ethopia mencatat bahwa pemerintahan komunis berkuasa di Ethopia selama 17 tahun, dan ditumbangkan oleh mujizat-mujizat YAHWEH yang terjadi di Ethopia.

Tariku juga telah dapat menulis.  Ia menulis surat pertamanya kepada sepupunya, putri dari bibinya yang telah membawa Tariku mengenal Yeshua Ha Mashiah, dan telah menjadikan Dia sebagai Juru Selamat pribadinya.

Tariku pada video kesaksiannya ini sering kali berkata: ”Firman Elohim, tetap selamanya; Firman Elohim tetap selamanya (stand forefer),” ia mengutip Yesaya 40:8, Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Elohim kita tetap untuk selama-lamanya.”

Ia sangat percaya perkataan YAHWEH yang tertulis pada Yesaya 55 ayat 10 dan 11:

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Saat ini Tariku Tewodros adalah seorang pendeta di Addis Abeba, Ethopia. Ia travel ke banyak negara bersaksi tentang kuasa Elohim dan berkotbah firman Elohim.

Amin! Haleluyah!

Pada waktu itu juga bergembiralah Yeshua dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Adonai langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil [English: bayi-bayi; to children. Gambaran dari ”tidak berpendidikan” dan ”sederhana dalam berpikir”].
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” [English: Dia; the Son will reveal Him (the Father)].
Sesudah itu berpalinglah Yeshua kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Luk 10:21-24)

* Mazmur 50:15, Yeremiah 33:3, Matius 7:7 and Yohanes 15:7-11
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Amazing Testimony of Tariku Tewodros from Ethiopia.

This is an evidence of YAHWEH’s power and mercy to anyone who cry out to His Name and honor His Word, the HOLY BIBLE*. Tariku Tewodros, a countryside youth who could not read and write, now he becomes a pastor and preaching the Word of Elohim (God) in different countries.

This testimony of Tariku is based on direct translation of Abraham from Tariku’s own testimony in Amharic language on the YouTube video (here in the bottom), and packed in together with Tariku’s testimony from another source.   Abraham is an  Ethiopian man born-again Christian, a friend of mine. Thanks a lot to you Abraham K.!

Tariku spent his childhood in a countryside of south of Ethiopia. He came from a tradition family who worship idols, Tariku never went to school, so he was not able to read and write. When he became a teenager, he moved and lived in hes aunt’s house in Addis Abeba, [It means “New Flower”], the capital of Ethiopia. Then, in Addis Abeba, he joined a youth gang group named Bombard, which is known as wicked gang.

In this house, Tariku cousin, the daughter of his aunt, succeeded to bring Tariku came closer to Yeshua, and they went togather to a believing Bible Congregation (Church), where she was belong. In this Congregation, Tariku made Yeshua become his personal Savior.

In the northern part of Ethiopia, nowadays it is known as Eritrea, was unrest; the people there would like independent, which caused a civil war. Ethiopia was at that time under the rule of Communistic ideology.

He signed up a call to become a soldier. Tariku joined the military. While he was in military, his friends used to help him in reading and writing letters. Tariku would use his fingerprints for legal isues. Tariku got a Bible and a spiritual songbook  when he left his aunt’s house for military. He received them even though he knew that he could not read them.

Tariku was in the battlefield. Tariku’s faith became stronger. He often prayed and Elohim spoke to him through dreams. By his first salary, he bought a transistor radio for listening Christian programs broadcasted in Amharic from Kenya. The Amharic is the national language of Ethiopia. He was longing to be able to read the Word of Elohim, but Tariku was a man who never got any school education. He did fully depend on his friends for reading and writing. Prayer and silence in the present of YAHWEH are the only things he could do to understand the will of his Heavenly Father.

Tariku prayed intensively. He prayed like this:
“O Elohim,  I know that You thou has saved my life, You have changed my life, You spoke to me through dreams. So, I believe that You are alive.
You have rose Lazarus up. You give sight to Bartholomew, the blind man, to be able to see. So, I believe that You are able to open my eyes too.”

While he was praying, he stood up by lifting the Bible into the air, the only book that was always with him since he had it. He said to YAHWEH when the Bible was still in the air,
“I cannot read this Holy Book, but it has been being carried by me always, because this is Your Word.”  I have heard that You have done wonders to Lazarus and Bartholomew. So, You can also open my eyes.”

Tariku prayed like that day after day. He was really  eager to be able to read the Word of Elohim. He was thirsty for His’ Word.

One day, about six o’clock in the morning, Tariku said, the power of  the Holy Spirit has come upon me and I heard a voice saying to me, “Wake up and open the Bible, read it!” The presence of  Holy Spirit was strong and for the first time he heard the sound of Adonai through his physical ears. “I was shaking, and I woke up and opened my Bible. The Bible was open at Psalm 91, then I read the whole chapter.”

He who dwells in the secret place of  the Most High shall abide in the shade of the Almighty.
I will say to YAHWEH: My Refuge and my Fortress, my Elohim; I will trust in Him.

He shall call on Me and I will answer Him; I will be with Him in distress; I will rescue Him and honor Him.
I will satisfy him with length of  days, and will make Him see My Y’shua. [Hebraic Roots Bible]
(Y’shua, in Hebrew, it means Salvation,  as well as the name of Jesus written in Hebrew)

“I can read!,” I was screaming with joy as tears of joy running down on my faces, my heart filled up with joy.” This happened in the army camp on a battlefield. Some soldiers came over Tariku, “They want to know what happened to me,” said Tariku. I told them what had happened. Some of them think I have become mad.

 “I am not mad,” I replayed, “but I saw the Word of Elohim which set people free from madness; give freedom to those imprisoned, and sight to the blind.” Others were truly touched by the story, the power of God to rule over them and the tears of joy flowed down wetting on their faces.”

This Miracle story that occurred over Tariku immediately arrived to the battalion commander. “I was summoned to appear before the commander, to recount the incident. I took this opportunity confidenly to tell the Truth. I told him everything that had happened to me, reminding him that he had learned that I could not read and write, until finally the miracle taken place on that morning: “God has made me able to read.”
Then the commander took a SERTOADER magazine (a communist magazine, Sertoader means  “labor society” in Amharic language) and give it to me to read it. I read the magazine aloud in front of the commander. “Tears flowed from the commander’s faces, he cried and said: “We have long been denying the existence of God in this country, but now Elohim has spoken to you,”  Tariku told, and added,  “and he said to me that ‘Elohim is alive.'” History of Ethiopia notes that the communist government was in power in Ethiopia for 17 years.

Tariku also can write. He wrote his first letter to his cousin, the daughter of his aunt who had brought Tariku to know Yeshua Ha Mashiach and made Him as his own personal Savior.

Tariku in his testimony video often says: “The Word of God, stand forever, the Word of God stand forever.” He was quoting this scripture from Isaiah 40:8, The grass withers; the flower fades; but the Word of our Elohim shall rise forever.” (or “stand forever”).

He strongly believes that the written Words of YAHWEH in Isaiah 55 verses 10 and 11 can be trusted, it says:

For as the rain and the snow comes down from the heavens and do not return there, except it waters the earth and make it bring forth and bud, and give seed to the sower and bread to the eater, so shall My Word be, which goes out of My mouth; it shall not return to Me void, but it shall accomplish that which I please, and it shall prosper in what I sent it to do!

 Amen! Hallelujah!

 In the same hour Yahshua rejoiced in the Spirit, and said,
I praise You, Father, Master of  Heaven and of earth, that You hid these things from the wise and prudent and revealed them to children; yes, Father, because so it was pleasing before You.
All things were delivered to Me by My Father, and no one knows who the Son is except the Father; and who is the Father, except the Son, and he to whom the Son may desire to reveal Him.
And having turned to the disciples alone, He said,
Blessed are the eyes seeing what you see. Luke 10:21-24

* Psalm 50:15, Jeremiah 33:3, Matthew 7:7 and John 15:7-11
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Desember 2017
      M S S R K J S
      « Nov    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
      31  
  • Cari