Bersiaplah Untuk Kembalinya Adonai! Kesaksian dari Bernarda Fernandez

Bersiaplah Untuk Kembalinya Adonai! Kesaksian Bernarda Fernandez

Kesaksian peneguhan tentang kedatangan Yeshua Ha Mashiah sudah dekat. Kerajaan Sorga dan Kerajaan Kegelapan keduanya sangat aktif  membawa sebanyak mungkin jiwa ke kerajaan mereka masing-masing. Kesaksian ini adalah panggilan penting bagi umat Yeshua yakni Gereja-Nya untuk mempersiapkan diri mereka menyambut Mempelainya. Bersiaplah!
Kesaksian ini diterjemahkan dari terjemahan bahasa Inggrisnya yang berjudul Prepare for the Lord’s Return (5 Days in Heaven and Hell). Dalam bentuk Audio dan illustrasi klik di sini. Tersedia dalam terjemahan bahasa lainnya di situs Inggrisnya.  Semoga menjadi berkat. Salam dari Penterjemah.

Saudari Barnarda Fernandez dibawa dalam dua perjalanan ke Sorga dan ke Neraka bersama Yeshua.  Dia ditunjukkan imbalan Sorgawi yang dipersiapkan untuk orang-orang kudus Adonai, Pengangkatan, Perjamuan Kawin dan mahkota kehidupan.  Dan dia melihat kondisi Gereja (Jemaat Elohim), penghakiman yang akan datang, dan jiwa-jiwa yang terhilang di Neraka.

PERJALANAN SAYA YANG PERTAMA

Saya tidak merasa sehat pagi itu, suami saya menolak untuk meninggalkan saya dan pergi bekerja. Saya mengatakan kepadanya bahwa aku tidak sendirian. Setelah ia pergi, aku merasa bahwa aku sedang sekarat. Jadi saya memutuskan untuk menelepon beberapa teman-teman saya, dan ibu mertuaku. Ibu mertua saya menjawab: “Bernarda, Elohim akan memberkati kamu hari ini, jangan takut.” Jawaban yang sama datang dari saudara dalam Kristus yang saya telepon, tapi ia menambahkan: “Bernarda keluar dari ranjangmu dan pujilah Adonai, berseru kepada-Nya dan muliakanlah Dia.”

Meskipun kurangnya kekuatanku, aku berseru kepada Adonai berkata: “Adonai Engkaulah kekuatanku, datang dan tolonglah saya.” Saya mencoba untuk berdiri, tetapi tidak memiliki kekuatan. Suara saya tidak lagi dapat didengar, tapi dalam jiwaku saya berseru kepada Adonai untuk membantu saya karena saya merasa seperti sedang sekarat. Tiba-tiba kamarku diterangi oleh cahaya yang tampak seperti api.  Dengan segera ketakutanku lenyap dan saya melihat malaikat-malaikat turun dan berjalan di kamarku. Aku bisa mendengar mereka dengan jelas berbicara kepada satu sama lain.   Tiba-tiba suatu yang luar biasa yang muncul, lebih luar biasa dari setiap malaikat. Dia berpakaian putih dengan ikat pinggang emas.  Pada dadanya tertulis dengan emas: “Yang Setia Dan Benar.” Wajahnya menunjukkan kelembutan dan kasih. Yeshua Ha Masiah ada di depan saya, Raja segala raja dan Adonai segala adonai. Diberkatilah nama-Nya!

Yeshua mendekati saya, menyentuh kepalaku dan berkata: “Aku adalah Yeshua yang mati bagi mu. Lihatlah tanda-tanda ini di kedua tangan-Ku, mereka tetap ada untuk mu. Aku turun dari takhta kemuliaan-Ku untuk berbicara dengan mu; ada banyak hal dalam kehidupanmu untuk diperbaiki. Kamu malas dan cepat marah. Selain itu, Aku tidak ingin 25% Kristen tidak juga 95%, tetapi 100%. Jika kamu ingin pergi ke Sorga, kamu  haruslah ada kudus sebagaimana Aku sendiri adalah kudus; Aku datang untuk membawa kamu bagi sebuah perjalanan.”

Saya bertanya kepadanya: “Adonai, apakah itu sebuah perjalanan misionaris?” Dia menjawab “Tidak!” Kemudian dia membawa saya melalui tanganku, mengangkat saya, dan berbicara kepada saya dengan kesederhanaan dan kasih. Dia membawa saya sejauh jendela-jendelaku, Dia melihat pada kota New York.  Saya melihat kesedihan di wajah-Nya. Ia menangis dan berkata: “Firman-Ku dikotbahkan dengan baik, tetapi orangorang tidak mendengarkan. Dosa kota ini telah menjangkau Bapa-Ku.” Peta New York Amerika

Kota ini penuh dengan homoseksual; di antara mereka adalah para politikus. Adonai berkata kepada ku: “itu adalah Sodom lainnya, tapi Aku hidup dan penghakiman Bapa-Ku akan segera jatuh pada kota ini.” Lalu saya berlutut di hadapan Adoanai sambil menangis dan Dia berkata: “Janganlah takut. Ketika penghakiman jatuh di dunia ini, Gereja-Ku sudah tidak ada lagi di Bumi.”

Dia kemudian membawa saya kembali menuju tempat tidurku dan meminta saya untuk menelepon seorang dari jemaat saya. Dia meminta saya untuk mengatakan padanya bahwa rohku akan keluar dari tubuhku, dan bahwa mereka tidak boleh membawa tubuhky ke rumah sakit atau untuk upacara pemakaman apapun. Sebaliknya, mereka harus memberitahu suami saya untuk percaya pada pribadi yang adalah Kebangkitan dan Kehidupan (Yohanes 11:25). Adonai berkata lagi, ”Aku yang adalah Pemberi kehidupan, akan mengambil rohmu, namun kamu akan kembali dan menceritakan orang-orang untuk mempercayai Aku secara penuh. Orang yang percaya kepada Ku tidak akan pernah binasa.” (Yohanes 11:26). Dia meluruskan tangan-Nya dan saya melihat bahwa tubuh rohani keluar dari tubuh jasmaniku. Aku berpakaian putih dan bersinar seperti Adonai, Dia mengatakan kepada saya: “Lihat! Ini adalah tubuh orang-orang Kristen yang akan segera dimiliki bagi mereka yang menuruti firman-Ku.” 

Saya menyadari bahwa sekarang saya bisa masuk melalui tembok-tembok. Adonai yang memegang saya pada tanganku berkata: “Lihatlah!” Ketika saya menoleh, saya melihat tubuhku yang tanpa roh. Dia menjelaskan kepada saya bahwa tubuh jasmaniku tidak berharga, itu adalah tidak berguna kecuali debu, dan pada kematian itu akan menjadi debu lagi, sebagaimana tubuh jasmani lainnya. Dia menambahkan bahwa badan baru yang saya punya saat itu adalah tubuh mulia yakni roh yang Dia telah berikan kepada manusia. Saya pikir dia akan membawa saya langsung ke langit, tapi tidak. Tubuh rohaniah

Kami turun melalui sebuah terowongan di bawah Bumi, dan ketika mendekati suatu tempat aku bisa merasakan bau tak tertahankan. Saya berkata: “Adonai, saya tidak ingin pergi masuk ke tempat itu.” Tapi kami pergi masuk; tempat itu sangat gelap. Saya mendengar orang-orang menderita, menangis dan berteriak. Ketika kami sampai di ujung terowongan, kami duduk di atas batu dan Adonai berkata: “Lihatlah!” Saya melihat orang-orang menderita. Di Neraka, orang-orang menghabiskan waktu mereka menangis, dan tidak ada yang peduli tentang orang lain.

Para saudara dan saudariku, saya sadari bahwa Neraka adalah nyata. Saya menangis dan menangis, dan ketika saya memandang kepad Adonai, Dia berkata: “Berpegang pada apa yang kamu telah lihat, dan jangan lupakan itu.”  Orang-orang menjerit, “Aduh! Aduh! Itu selamanya! Itu selamanya! Kesakitan dan dibenci selama-lamanya.”

Saya menoleh ke arah Adonai dan bertanya kepada Dia: “Apakah ada orang dari keluarga saya di Neraka?” Dia menjawab, “Aku tidak mengizinkan kamu melihat anggota keluarga kamu.”  Jadi saya bertanya, “Apakah ada orang yang saya tahu di sini?” “Ya dan Aku akan mengijinkan kamu untuk melihat dia.” Tiba-tiba saya melihat seorang pria muda yang datang dari kedalaman Neraka: itu adalah Alexander.

Lubang Neraka yang tidak beralasSaya telah mengenal pria muda ini pada suatu kebangunan rohani yang suami saya dan saya telah kunjungi di Republik Dominka. Pada acara tersebut, saya mengengar suatu suara berkata kepada ku, ”Bangun, pergi dan temui Alexander yang sedang lewat. Ceritakan kepada dia untuk tidak menolak pesan ini, sebab Aku memberikan dia sebuah kesempatan terakhir.” Ini suara adalah suara Adonai, meskipun saat itu saya tidak melihat Dia. Saya berkata kepada Aleksander apa yang Adonai katakan kepada saya, dan ini adalah bagaimana dia telah menjawab: “Kalian orang-orang Kristen adalah bodoh semuanya. Kalian menipu orang-orang dengan mengatakan kepada mereka bahwa Yeshua Ha Mashiah akan datang, saya, Alexander, tidak percaya ini akan ada terjadi.Saya berkata: “Alexander, Adonai memberikan kehidupan dan mengambil itu ketika Dia ingin; Alexander, kamu akan segera mati.” Dia menjawab: “Saya terlalu muda untuk mati, saya masih memiliki banyak tahun-tahun baik yang menyenangkan di Bumi ini.”

Itu benar-benar kesempatan terakhir untuk Alexander.  Tiga minggu kemudian, Aleksander meninggal ketika dia mabuk. Tujuan dirinya adalah tempat siksaan ini dimana saya melihat dia (Neraka). Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa pemabuk tidak akan mewarisi kerajaan Elohim. (Galatia 5:21).

Ketika melihat orang-orang di Neraka, aku bisa melihat Alexander diserang oleh dua cacing besar. Ia berteriak-teriak “Aduh! Aduh! Aduh!” Dia tersiksa. Ia mengenali saya dan berkata kepada saya: “Saya telah mengabaikan kesempatan terakhirku. Saya di sini hari ini, menderita. Harap, ketika Anda kembali ke Bumi, pergilah ke rumah saya dan memberitahu keluarga saya untuk percaya kepada Yeshua Ha Mashiah dan menaati firman-Nya, sehingga mereka tidak akan datang ke tempat penyiksaan ini.” Seorang pria menjerit di Neraka

Kemudian Adonai memperlihatkan kepadaku ribuan orang yang menderita di Neraka, dan berkata, “Kamu tahu, beberapa orang ini telah mengenal Aku ketika mereka berada di Bumi. Masih ada banyak orang di Bumi yang berjalan kaki di jalanan tanpa mengetahui kemana mereka pergi. Ketahuilah bahwa jalan ke Sorga sangatlah sempit, dan itu akan menjadi lebih sempit lagi. Akan ada kesulitan-kesulitan di Bumi, sehingga kamu akan ada semurni emas, tapi janganlah takut sebab Aku didepan kamu seperti seorang pahlawan.” 

Aku bertanya kepada Dia: “Apakah ada orang-orang Kristen dalam Neraka ini?” Dia menjawab: “Ya, apakah kamu tahu mengapa? Mereka percaya kepada Ku, tetapi mereka tidak hidup sesuai dengan firman-Ku. Ada banyak orang Kristen yang hanya berperilaku baik ketika mereka berada dalam gedung Gereja, di depan pendeta mereka dan keluarga mereka. Tetapi mereka sangat mendustai diri mereka sendiri. Mata Bapa-Ku melihat segala sesuatu dan Dia mengerti setiap perkataan, dimanapun kamu berada.  Katakan kepada umat-Ku bahwa inilah saatnya untuk mereka hidup pada kehidupan yang kudus dihadapan Bapa-Ku, di hadapan Iblis dan dihadapan dunia. Buatlah Iblis tidak memiliki hak untuk menuduh umat-Ku; buatlah dunia tidak menunjuk pada umat-Ku. (1 Petrus 1:14-16)

Kemudian kami pergi ke lautan api.  Baunya mengerikan, dan Adonai berkata, “Apa yang kamu lihat di sana adalah sebuah lautan api, yang siap untuk Iblis, nabi palsu, dan Antikristus. Aku tidak menyiapkan tempat ini untuk manusia, tetapi semua orang yang tidak percaya kepada Ku sebagai Juruselamat mereka dan mereka yang tidak hidup menurut firman-Ku akanlah pergi ke sana.” (Wahyu 20:14)

Pada saat itu saya melihat Yeshua menangis dan Dia berkata lagi: “Ada terlalu banyak dari mereka yang hilang daripada mereka yang pergi ke Sorga.”  Dia menunjukkan jumlah orang yang sedang menuju kematian setiap menit dan berkata, “Lihat! Berapa banyaknya yang terhilang! Gereja-Ku tertidur meskipun fakta bahwa ia telah menerima kuasa-Ku; Dia memiliki Firman-Ku dan Roh Kudus, tetapi ia tidur. Di Bumi ada yang orang-orang berkhotbah bahwa Neraka tidak ada. Pergi dan beritahukan mereka bahwa tempat ini adalah nyata.”

Saya jauh dari api tersebut namun bisa merasakan panasnya yang luar biasa. Kami meninggalkan tempat itu dan pergi ke Sorga. Kami terus naik dan naik, masuk ke langit kedua. Dia menunjukan matahari dan bintang-bintang dan berkata, “Lihatlah pada bintang-bintang tersebut, Aku memanggil mereka dengan namanya.  Apakah kamu melihat matahari itu, dengan kuasa-Ku itu bersinar baik bagi orang-orang benar  maupun orang fasik. Tapi akan datang waktunya ketika matahari tidak bersinar lagi, segalanya akan menjadi gelap.” Kisah para Rasul 2:20

(Kami berlanjut dan berada ditempat dimana Elohim ada . Disana, rumah-rumah sangat indah. Tembok rumah-rumah itu sangat tinggi, dari emas tulen dan batu pualam. Ada dua belas gerbang mutiara, dengan dua belas malaikat di setiap gerbang. Saya mengira tidak dapat masuk, namun Adonai melihat saya dan berkata: Kamu mau masuk?” O, ya Adonai! Saya sungguh mau.” Kalau demikian masuklah, sebab Aku sendiri-lah pintu itu (Yohanes 10:9).) Terjemahan Inggrisnya tidak adDanau api di Nerakaa; catatan dari Penjalabaja.

Pada saat itu saya pergi melalui sebuah gerbang yang indah dan melihat sebuah taman dari bunga-bunga yang indah. “Apakah kamu ingin pergi di taman? Pergilah ke taman, sebab memang Aku telah siapakan untuk mu dan umat-Ku.” Saat saya melangkah masuk, saya mulai mengatur beberapa bunga ke dalam tandan-tandan.

Saya berlari ditaman seperti seorang gadis kecil. Bunga-bunga yang pegang memiliki banyak warna dengan keharuman yang sangat menyenangkan. Adonai memanggil seseorang. Itu malaikat, ia kuat dan begitu indah, saya tidak bisa menjelaskan. Adonai berkata: “Apakah kamu lihat mahluk satu ini, ia adalah Penghulu malaikat, Mikhael, dia adalah mahluk yang memimpin pasukan-Ku. Lihatlah lagi!” Saya melihat suatu pasukan perkasa berkuda dan Adonai berkata: “Itu bukanlah tentara manusia, tetapi tentara dari Bapa-Ku. Tentara ini bersiap-siap bagi orang Kristen yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali; Jangan takut, karena itu lebih kuat daripada tentara yang di dunia.”

Kemudian Dia menunjukan malaikat lainnya. “Ini adalah utusan orang-orang Kristen yang menuruti firman-Ku.” Saya sangat senang mendengar hal itu. Yeshua berkata: “Berhati-hatilah! Aku adalah Elohim Abraham, Elohim Musa, Eohim Elia, Pribadi yang menyebabkan api turun dari Sorga; Aku tidak berubah.  Aku akan menunjukan padamu keadaan di mana umat-Ku hidup pada akhir jaman ini mereka telah tinggalkan.” Adonai berkata: “Berhati-hatilah dengan sangat akan hal-hal yang Aku akan tunjukkan kepada mu.”

Saya melihat orang-orang Kristen yang lemah dan kecapaian. Adonai bertanya pada ku pertanyaan ini: “Apakah kamu percPintu Gerbang Mutiaraaya bahwa Aku dapat mengangkat Gereja ini dalam kondisi sekarang ini?” Kemudian Dia berkata padaku, “Orang-orang Kristen yang Aku akan angkat bersama Ku haruslah mulia, berkemenangan, tidak bernoda, tidak bercacat. Di antara umat-Ku ada beberapa pembohong, kurang kasih, umat-Ku terbagi-bagi. Aku telah tunjukkan pada mu kondisi orang-orang Kristen di akhir jaman ini; Sekarang Aku akan tunjukkan kepada mu bagaimana Jemaat mula-mula telah hidup. Mereka para pria dan wanita dipenuhi dengan kemuliaan Elohim. Mereka terus-menerus berpuasa dan berdoa; mereka mengkotbahkan Firman-Ku tanpa rasa takut. Sedangkan orang-orang Kristen saat ini berpikir bahwa Aku sudah berubah, mereka juga berpikir bahwa Roh Kudus telah berubah. Kesalahan terbesar orang-orang Kristen hari ini adalah fakta bahwa mereka hidup dalam sebuah rutinitas kehidupan, direncanakan oleh manusia. Karenanya mereka telah melupakan pesan-pesan dari Roh Kudus dan dari atas.
Beritahukan hamba-hamba-Ku, para pendeta, waktunya telah tiba untuk menempatkan program-program rutin tersebut di belakang. Jika mereka melakukannya, kamu akan melihat kuasa Elohim di tengah-tengah mereka, Roh Kudus yang telah bermanifestasi di Gereja mula-mula. Dia akan melakukan tanda-tanda, mujizat-mujizat dan perkara-perkara yang luar biasa dalam jumlah yang besar, orang mati bangkit. Roh Kudus tetap sama, kalianlah yang telah berubah.”

Para Kristen, sudah saatnya kalian kembali kepada kehidupan Jemaat mula-mula.  Saya kemudian meninggalkan taman yang indah ini dan pergi kejalan yang indah terbuat dari emas dan Adonai berkata, “Sentuhlah! Ya itu adalah emas murni. Pergi dan beritahukan anak-anak-Ku bahwa segera mereka akan berjalan pada jalan-jalan emas ini (dibuat) oleh tangan Dia yang memberi kehidupan.” (Wahyu 21:10-15)Jemaat mula-mula berani dan aktif

Oh! Betapa luar biasanya itu berjalan di atas jalan-jalan emas tersebut! Kemudian saya melihat suatu tahta yang sungguh indah yang dikelilingi malaikat-malaikat, para penghulu malaikat dan para Serafim. Mereka terus-menerus memuji Elohim, Dia yang berada di atas Takhta, berkata: “Kudus, Kudus, Kudus Elohim YAHWEH Yang Mahakuasa; langit dan Bumi dipenuhi dengan kemuliaan-Nya. Amin!” “Saatnya sudah tiba untuk mengangkat tangan-tangan yang kudus bagi Ku dan memuji Ku.

Tahta Elohim YangmahakuasaSaya melihat sungai air kehidupan mengalir dari Tahta tersebut. Saya juga melihat pohon kehidupan dan di ujung lainnya saya melihat pelangi dan lautan kristal.  Saya bertanya kepada Adonai: “Siapakah yang ada di takhta?” Dia menjawab: “Itu adalah Bapa-Ku, YAHWEH Shebaot (ADONAI Semesta alam).” Saya berkata kepada Dia: “Dapatkah saya melihat Bapa”, “Tidak, itu belum saatnya,”  Adonai menjawab.

Meskipun saya tidak melihat Bapa, Dia yang berada  di tahta adalah Perkasa. Saya melihat guruh dan kilatan-kilatan petir yang datang dari takhta itu dan saya mendengar puji-pujian. Yeshua berkata: “Apakah kamu mendengar puji-pujian ini? Ini adalah puji-pujian dari mereka yang sudah ditebus.” Saya melihat tujuh malaikat, masing-masing memegang cawan; dan ketujuh malaikat lainnya memegang sangkakala. “Adonai, siapakah malaikat-malaikat ini?” Adonai menjawab: “Tujuh cawan yang malaikat-malaikat pegang adalah penuh dengan murka Elohim. Mereka akan segera dicurahkan, dan ketika sangkakala berbunyi, Gereja-Ku (orang-orang Kristen tersebut yang hidup menurut kehendak Bapa-Ku) akan terangkat. Mereka tidak lagi akan berada di Bumi selama masa kesengsaraan besar (the great tribulation). Sebelum Antikristus memanifestasikan dirinya sendiri, yakni manusia durhaka itu,[1] Gereja-Ku akan mendengar suara sangkakala terakhir, dan mereka akan bertemu Aku di udara. (1 Tesalonika 4:16) Pengangkatan orang-orang benar

Saya telah berada disana, sahabatku yang terkasih, dihadapan Tahta mulia, dan saya tidak memiliki pengertian waktu.  Yeshua menunjukkan kepada saya bagaimana Gereja-Nya (para orang percaya yang benar) akan ada terangkat! Kulihat dalam suatu penglihatan, ribuan orang lenyap. Ini terjadi di seluruh dunia, dan TV dan radio memberi berita tentang kelenyapan itu. Koran dengan (berita besar merah), juga menulis berita itu. Adonai berkata: “Berita tersebut akan segera terjadi. Jika penghakiman Bapaku belumlah tiba ke atas Bumi ini, itu karena orang-orang Kristen yang setia, orang-orang yang benar-benar mengasihi Ku.”

Setelah itu, saya melihat munculnya manusia durhaka tersebut [Antikristus; 666]. Dia berkata kepada penduduk Bumi: “Saya akan membawa kalian kedamaian dan keamanan” dan dengan segera orang-orang lupa peristiwa yang baru saja terjadi. Yeshua berkata kepada ku: “Lihatlah dengan seksama!” Saya melihat dalam penglihatan ketujuh malaikat dengan ketujuh cawan tersebut. Teman-teman terkasih, apa yang sedang terjadi adalah sulit digambarkan. Saya melihat para malaikat menuang tujuh cawan berisi murka Elohim di Bumi. Sangkakala-sangkakala mulai dibunyikan. Elohim mencurahkan penghakiman-Nya pada penduduk Bumi, dan seluruh negara menghilang. Adonai berkata: “Lihat! Semua orang-orang ini adalah bagian dari Gereja-Ku, diantaraManusia Durhaka Anak Kebinasaan Setan dalam wujud manusianya adalah pendeta-pendeta.” Karena saya tidak sepenuhnya mengerti hal ini, saya bertanya kepada Adonai: “Bagaimana itu bisa bahwa begitu banyak umat-Mu ada di masa kesengsaraan besar tersebut? Bagaimana itu bisa bahwa ada pendeta-pendeta di antara mereka, yakni mereka yang menyampaikan firman-Mu?” Yeshua menjawab: “Ya, mereka telah memberitakan firman-Ku, tetapi mereka tidak hidup sesuai dengan firman-Ku.” Kemudian Adonai mengijinkan saya untuk melihat sekelompok pendeta-pendeta lainnya, dan Dia berkata kepada ku: “Pendeta-pendeta tersebut tidak memberitakan Firman-Ku seperti yang tertulis (di Alkitab). Mereka berpikir bahwa Firman-Ku tidak beradaptasi dengan jaman (abad) mereka. Mereka telah memiliki terlalu banyak kebaikan terhadap orang-orang yang memberikan banyak perpuluhan, karena mereka lebih tertarik pada materi. Pergi dan beritahukan para hamba-Ku bahwa Akulah pribadi yang memanggil mereka, dan emas dan perak kepunyaan-Ku dan aku memberikan itu sesuai kebesaran dan kemuliaan-Ku. Beritahukan mereka untuk mengkotbahkan Firman-Ku seperti yang tertulis. Banyak dari mereka, orang-orang yang memberikan interpretasi lain kepada Firman-Ku. Firman-Ku adalah Firman-Ku, dan tidak ada seorangpun yang dapat mengubahnya. Itu harus ada dikotbahkan sebagai mana itu ada tertulis. Ada banyak diantara umat-Ku yang memutar balik perkatan-Ku demi keuntungan mereka sendiri.”

Setelah itu, kami memasuki sebuah tempat di Yerusalem baru dan Adonai berkata: “Apa yang kamu lihat adalah Sorga?” Saya melihat para rasul dan saya bertanya kepada Adonai, “Adonai dimanakah Abraham?” Saya mengharapkan melihat pria lanjut usia, tapi tiba-tiba saya melihat seorang pria muda yang berusia sekitar 25 tahun mendekati dan Yeshua mengatakan, ini adalah Abraham, Bapa orang beriman. Paus Paulus II dan patung Ratu Sorga

Adonai memanggil seorang wanita yang sangat cantik dengan kecantikan yang tidak  terkatakan, seperti semua orang yang say lihat di sana, dan Dia mengatakan kepada saya: “Ini adalah Maria! Pergi dan beritakan pada setiap orang bahwa Maria bukanlah Ratu Sorga. Raja Sorga adalah Aku, Raja segala raja dan Adonai segala adonai; Ia yang berkata: ‘Akulah Jalal, Kebenaran dan Kehidupan. (Yohanes 14:6-7). Pergi dan ceritakan ini kepada manusia yang tertutup matanya bahwa tidak ada api penyucian (purgatory),[2] jika itu ada, tentulah Aku akan menunjukkan kepada mu. Sebaliknya, ada Neraka, lautan api, Yerusalem mulia, dan Sorga yang Aku telah tunjukkan kepada mu. Namun katakan kepada mereka bahwa ada tidak ada purgatori; katakan kepada mereka bahwa itu adalah suatu kebohongan dari Iblis, TIDAK ADA PURGATORI.”

Lalu Adonai membawaku ke sebuah tempat penyimpanan mahkota-mahkota. “Ini adalah mahkota-mahkota kehidupan…Apa yang kamu lihat?” Saya melihat Gereja lokal saya, orang-orang percaya dari jemaat itu, bernyanyi dan berkotbah, lalu saya bertanya kepada Yesus: “Mengapa nama-nama orang-orang percaya di tempat saya tidak tertulis dalam kitab ini?” Dan Dia berkata: “Karena perbuatan salah mereka di Bumi.” (Wahyu 3.11)

Setelah semuanya ini Adonai mengijinkan saya untuk kembali ke Bumi, kembali ke dalam tubuhku, perjalanan selesai.

PERJALANAN SAYA YANG KEDUA

Perkumpulan doa sedang memuji ElohimPada suatu hari kami semua ada pada sebuah pertemuan doa, sekitar dua puluh orang. Seperti biasa, kami memulai dengan memuji dan menyembah Adonai.  Tiba-tiba kami merasakan hadirat Adonai. Itu begitu kuat, seolah-olah seperti pada peristiwa hari Pentakosta.  Saya ingat ibu mertuaku, seorang wanita tua dan tekun beribadah berkata padaku, “Bernarda, jaga agar jangan terlalu berisik selama pujian, kita membuat terlalu banyak kebisingan.” Ia benar, puji-pujian saat itu seperti bunyi sebuah air terjun.  Ketika saya hendak meminta saudara-saudaraku sedikit lebih tenang, saya mendengar Adonai berkata: “Jangan katakan apapun! Di dunia, ketika orang-orang berbuat keributan, tak seorang pun peduli, jadi mengapa kalian harus menghentikannya.” Jadi kami melanjutkan memuji dan menyembah Adonai.  Saya merasa bahwa sesuatu yang besar akan terjadi. Tiba-tiba saya teringat apa  yang Adonai katakan padaku pada perjalan pertama: “Aku akan datang kembali kepada mu.”

Tiba saya melihat cahaya mengisi kerumahku. Saudara-saudara saya juga melihat munculnya cahaya itu.  Mereka semua berlutut dihadapan Adonai.  Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, hanya berdiri terpaku. Cahaya itu menjadi semakin terang, dan mengambil bentuk manusia.  Di depan saya Adonai Yeshua Ha Mashiah, begitu indah dan penuh kasih. Di Bumi, saya belum pernah melihat wajah pria sedemian tampan. Ia datang mendekat pada setiap saudara-saudara saya.  Namun ketika saya hampir mengatakan kepada mereka bahwa Adonai datang untuk saya, saya mulai berbicara dalam bahasa roh (1 Korintus 14:39-40)

Hanya dengan menatap pada ku, dan Rohku keluar meninggalkan tubuhku. Saya berada di udara lalu saya melihat apa yang terjadi di rumahku.  Dua polisi datang, ketika suamiku membuka pintu mereka berkata, ”Kami mendengr ada seorang wanita meninggal di sini, jadi kami datang.” Suamiku berkata, tidak, di sini kami bertemu untuk memuji dan menyembah Adonai. Polisi tidak percaya, namun tidak dapat masuk, lalu mereka berkata, ”Baiklah, lanjutkan namun jangan terlalu berisik!” Saya berada di udara bersama Adonai saat melihat semua ini.

Yeshua memegang tanganku lalu kami menuju Republik Dominika. Ketika kami sampai kota itu, Adonai berkata: “Ada dua dosa besar yang negara ini lakukan dihadapan Bapa-Ku, ilmu sihir dan penyembahan berhala.” Saya melihat orang-orang mengejar dukun-dukun dan dan jimat / benda imitasi (fetish). Setelah itu Adonai membawahku ke Venezuela dan Mexico.  Di Venezuela, saya diudara bersama Yesus, saya melihat orang-orang menoleh kepada sihir, fetish, dan perdukunan. Di Meksiko saya melihat orang-orang berkumpul menyembah roh-roh jahat. Adonai berkata: “Kengerian dosa ini telah mencapai Bapa-Ku. Tanda pertama yang Aku berikan sebagai peringatan bahwa akan ada gempa Bumi di Mexico jika penduduk negara ini tidak bertobat dan kembali kepada Ku.”  (Ketika saya kemudian datang kembali ke Bumi, saya pergi ke Meksiko dan mengkotbahkan pesan ini. Orang-orang tidak mau mendengar dan baru-baru ini telah ada gempa Bumi dasyat di Meksiko).

Sementara kami masih di udara,Wanita peramal perdukunan Adonai mengatakan bahwa tangan Bapa-Nya telah diluruskan ke atas penduduk Bumi. Saya melihat laut dengan gelombang-gelombang besar, seperti monster. Saya juga melihat badai-badai yang terjadi di atas Bumi. Saya bertanya kepada Adonai: “Adonai apa yang akan terjadi pada orang Kristen ketika semua ini terjadi?” Dia menjawab: “Pergi dan beritakan pada mereka bahwa, bagi mereka yang setia kepada Ku, tak satu pun dari rambut mereka akan disentuh.”

Setelah itu Adonai membawahku ke tempat lain, saya melihat tempat-tempat dimana Bumi terbagi. Adonai berkata: “Banyak negara akan segera terhapus.”

Kemudian kami meninggalkan tempat itu dan pergi ke tempat lain dimana kulihat air-air bergerak.  Kami turun melalui sebuah terowongan dan mencapai kedalaman Bumi. Saya melihat pintu-pintu besar. Itu tidak sama seperti yang kulihat pada kunjungan pertama. Pada pintu-pintu ini ada rantai-rantai besar. Adonai pergi ke pintu, memindahkan rantai, dan membiarkan saya masuk melalui terowongan itu.

Aku melihat ribuan orang dengan kepala tertunduk, baju tersobek. Mereka mempunyai rantai-rantai besar pada mereka.  Maka aku berkata: “Adonai, apakah artinya ini?” Dia menjawab: “Semua pria dan wanita ini adalah dalam perjalanan mereka ke Neraka.” Diantaranya, saya melihat kakak sulung dari suamiku, Adolfo. Ia adalah seorang pria yang sulit, ia terbiasa menikah dan bercerai kapan pun ia inginkan, dan ia terbiasa mengutuki Elohim. Lalu aku mulai memohon kepada Adonai untuk membiarkan saya kembali ke Bumi dan memperingatkan Adolfo bahwa ia sedang menuju Neraka, Namun Adonai tidak menjawab. Sekali lagi saya melihat Adolfo dan isterinya berjalan kearah terowongan. Mereka berada di tepi Neraka. Saya memohon kembali pada Adonai untuk mengijinkan saya kembali ke Bumi dan memberitahu orang apa yang saya lihat. Adonai mengangkat tangan-Nya dan berkata: “Pergi dan beritakanlah bahwa waktunya hampir habis… ribuan dan ribuan orang akan masuk Neraka, waktu Adolfo sudah selesai, ia akan meninggal.”

(Ketika saya datang kembali ke Bumi, kakak ipar saya Adolfo tidak mau mengubah cara hidupnya. Suatu hari, dia dengan segera pulang kerja dan berkata kepada isterinya: “Saya tidak bisa bekerja lebih lama, sesuatu mengatakan bahwa saya akan mati.” Istrinya menjawab: “Itu karena kamu mabuk seperti biasa jadi kamu berkata demikian.” Mereka berdua pergi tidur. Beberapa menit kemudian, isterinya melihat penglihatan. Dalam penglihatannya, dia melihat suaminya dan dirinya sendiri dalam sebuah terowongan, berpaikan rombeng, dan menuju Neraka. Ia mendengar suara Adonai berkata: “Waktu untuk kalian berdua habis.”)

Ketika saya masih di udara Adonai berkata kepadaku: “Apakah kamu tahu mengapa Aku membawa mu kesini untuk kedua kalinya? Itu untuk menunjukkan kepada mu bahwa pada kunjungan pertama kamu, jumlah jiwa-jiwa yang hilang adalah kurang dari saat ini.” Ada lebih jiwa-jiwa yang terhilang sekarang daripada sebelumnyaKumpulan roh-roh jahat.

Kemudian, Yeshua dan saya meninggalkan tempat itu dan pergi melalui langit kedua. Ketika kami mencapai langit ketiga, Kerajaan Elohim, saya melihat malaikat-malaikat yang sangat aktif dari satu sisi ke sisi lain; maka saya bertanya pada Adonai: “Mengapa malaikat-malaikat ini sibuk?” Yeshua menjawab: “Itu benar bahwa malaikat-malaikat-Ku di sini aktif, tetapi Aku akan tunjukkan kepada mu bahwa Bumipun sedang aktif. Hati-hatilah, bahwa iblis-iblis telah menjajah Bumi. Setan marah melawan orang-orang Kristen sebab dia hanya memiliki sedikit waktu yang tersisa.”

Adonai mengijinkan saya untuk melihat roh-roh jahat dalam kemarahan yang mengerikan, dan Dia mengatakan kepada saya: “Roh-roh jahat yang kamu lihat itu adalah roh-roh perzinahan. Mereka akan menyerang ribuan hamba-Ku dan banyak akan jatuh ke dalam dosa. Apakah kamu tahu mengapa Setan berhasil menyebabkan hamba-hamba-Ku jatuh? Itu dikarenakan para hamba-Ku tidak memberi pada Ku semua kemuliaan. Mereka mencuri kemuliaan-Ku dan menjadi sombong. Di atas semua itu, istri-istri mereka hidup di dalam sebuah kekacauan rohani yang besar. Mereka tidak membangun rumah mereka dengan bijaksana.” (1 Timotius 2:11-14)

Pasukan Tentara SorgawiAku melihat ribuan malaikat yang tidak dapat saya hitung, ada banyak dari mereka siap untuk berperang. Yeshua berkata: “Sekarang Aku mengirim ribuan malaikat ini ke Bumi untuk melindungi umat-Ku. Dalam zaman akhir ini, perlindungan akan ada ganda. Satan juga akan mengandakan serangan-serangannya, namun kamu haruslah tidak lupa bahwa Elohimmu adalah besar dan kuat. Jika kamu melekat kepada Dia maka tidak akan terjadi apa-apa kepada mu.”

PERJAMAUAN PESTA

Kemudian Adonai membawa saya ke tempat lain. Saya melihat sebuah meja yang sangat besar dikelilingi oleh kursi-kursi. Pada setiap kursi, tertulis nama, dan jubah linen halurs juga ditempatkan. Di setiap kursi, di atas meja saya melihat mahkota-mahkota. Lalu saya menyadari bahwa ada kursi yang lebih besar daripada yang lain. Dihadapan kursi tersebut terdapat sebuah cawan emas besar. Yeshua berkata untuk saya pergi dan melihat apa yang ada di cawan tersebut. Itu penuh air anggur, siap untuk diberikan. Yeshua berkata: “Apakah kamu tahu mengapa air anggur ini siap dituang? Pergi dan katakan kepada umatku bahwa Akulah pintu tersebut, Aku  datang segera.”

Adonai memberi saya jubah lenan dan mahkota. Saya kenakan jubah dan mahkota itu lalu pergi ke tempat di mana ada sejenis cermin. Yeshua berkata: “Tidak ada noda maupun lipatan pada jubah mu, bukan? Tidak seorangpun akan masuk melalui pintu ini atau ada temapt di meja ini, kecuali jika ia berpakaian seperti ini. Beberapa umat-Ku di Bumi telah mengotori jubah mereka. Lainnya memiliki tali-tali yang tidak licin, dan lainnya lagi telah menanggalkan itu semua, dan telah melupakannya. Katakan kepada umat-Ku bahwa saatnyalah sekarang mereka mencuci jubah-jubah mereka, menyerika mereka dan mengenakan mereka kembali. Orang-orang Kristen haruslah meminta Roh Kudus menolong mereka menjaga jubah mereka dalam keadaan baik, karena Raja akan segera merayakan Perjamuan Makan Malam Perkawinannya di Kerajaan Bapa-Nya.” (Matius 22:1-14)

KELUARGA SAYA

Saya berasal dari keluarga yang bercerai, dan hidup bersama ayahku. Ibuku seorang yang sangat fanatik agama. Sebaliknya, ayahku tidakp percaya apapun. Saya mempunyai seorang saudari yang tinggal di biara Katolik (suster Katolik), tetapi saya tahu bahwa Yeshua akan membawahnya keluar dari sana dan ia akan memberitakan Injil bersamaku. Saya berdoa banyak untuknya. Ketika saya berpikir tentang kehidupan ibuku yang berada dalam mistik agama, selama perjalanan pertama saya di Sorga, saya menangis di hadapan Adonai dan mengatakan kepadanya: “Adonai ibu saya tersesat, namun saya sudah mewartakan Injil kepadanya, tetapi ia tidak mau mendengar. Ia semakin berpaut kepada agama pagan itu.” Adonai menjawab saya: “Aku akan menyelamatkan ibu mu, tetapi Aku akan mengambil ia pulang dengan segera [mencabut nyawanya] jika tidak ia akan jatuh kembali ke dalam dosa dan masuk Neraka. Untuk alasan ini, segera setelah ia dipertobatkan, ia akan mati dan datang kesini, di Sorga.”

Ketika saya datang kembali di Bumi, saya berdoa, menangis, merintih dan mengingatkan Adonai akan janji yang Dia telah berikan pada saya, tapi saya melihat ibuku nampaknya semakin terlibat dalam keberhalaan agamanya. Suatu hari Elohim memakai putraku mempertobatkan ibuku. Hanya tiga hari setelah ia bertobat, dia meninggal!

Yeshua sedang menuntun anak kecil di SorgaSelama perjalananku yang kedua di Sorga Adonai berkata: “Lihat, apa yang mulut-Ku katakan, tangan-Ku memenuhinya (melakukannya).” Saya melihat ibuku di Sorga; Dia adalah di antara wanita-wanita lain. Kami pergi ke tempat yang kulihat ribuan anak-anak yang berpakaian putih yang memuji dan memuliakan Adonai. Yeshua berkata: “Anak-anak ini adalah mereka yang telah diaborsi oleh orang-orang tua dan dokter-dokter kriminal. Bayi-bayi yang orang bunuh sementara mereka masih diperut ibu mereka dan mereka yang ditemukan di tempat-tempat sampah dan sungai-sungai, mereka di sini di Sorga.”

Para saudara dan saudari yang terkasih, bertentangan dengan apa yang mungkin kalian pikir, bagi Adonai, janin adalah manusia dari pembuahan hormon (conception), mulai dari hari pertama kehamilan.

Yeshua berkata kepadaku lagi: “Bernarda, bekerjalah sebab Akulah kekuatanmu. Pesan ini harus disampaikan ke seluruh dunia. Pesan ini untuk orang-orang Kristen, para pendeta, dan semua penduduk Bumi, termasuk kamu. Biarlah ia yang suci tetaplah ada suci.”

Pada saat itu gerbang Sorgawi terbuka. Ada tangga bergerak (escalator) yang indah. Yeshua memanggil ribuan malaikat datang, dan kemudian Adonai menemani saya kembali pulang.

Ketika kami tiba di rumah, saya melihat suamiku dan para saudara seiman sedang menunggu rohku kembali. Saya memandang tubuh fisik saya, dan saya berkata kepada Adonai bahwa saya tidak lagi menginginkan tubuh ini. Adonai berkata: “Kamu tidak bisa kembali ke Sorga dengan Ku, sebab waktumu belum tiba. Pertama-tama haruslah kamu memberitahu umat-Ku apa yang telah kamu lihat, agar supaya mereka bersiap-siap.”

Dengan suara yang kuat, Dia berkata kepada saya: “Masuk dan terima kehidupan, Akulah kebangkitan dan kehidupan, barangsiapa percaya kepada-Ku, walaupun ia sudah mati, ia akan hidup (Yohanes 11:25-26).
Akhir dari kesaksian

Catatan kaki:
[1] 2 Tesalonika 2:3-4; “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai  Elohim. Bahkan ia duduk di Bait  Elohim dan mau menyatakan diri sebagai  Elohim.” Terjemahan lainnya:  Manusia pendosa, yaitu anak kebinasaan (Kitab Suci, Indonesian Literal Translation); man of sin be revealed, the son of perdition (KJV). Ini adalah Antikristus digambarkan sebagai “binatang buas yang keluar dari dalam laut”, lihat Wahyu 13.

[2] Doktrin Api Penyucian (Purgatory) adalah doktrin Gereja Roma Katolik yang mengatakan adanya “’tempat penyiksaan SEMENTARA’ (an intermediary world) bagi orang-orang (Katolik) yang meninggal dalam keadaan berdosa. Hukuman mereka dapat dipersingkat  melalui doa-doa dan bantuan kerohanian lainnya dari mereka yang masih hidup. Jacque Le Goff, The Birth of Purgatory. Dan “Semua yang mati di dalam anugerah dan persahabatan dengan Elohim, tetapi tetap tidak kudus sepenuhnya, adalah sungguh dijamin keselamatan kekal mereka; tetapi setelah meninggal mereka melewati penyucian, jadi mengejar kekudusan penting untuk memasuki kenikmatan Sorga. Gereja (Katolik) memberi nama Purgatori untuk penyucian akhir ini” (Catechism p.268, para #1030, 1031)

Alkitab menulis ”manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,  (Ibrani 9:27); artinya ialah doa-doa kita bagi keselamatan orang tersebut tidaklah ada manfaatnya. Jaminan keselamatan kekal kita (yang masih hidup) adalah pertobatan kita dari perbuatan dosa, dan menerima pengampunan kita yang diberikan oleh Elohim melalui pengorbanan Yeshua di kayu salib. Tidak seorangpun bisa menebus dosa orang lain apalagi bagi dia yang telah meninggal.
Alkitab menolak ajaran “inkarnasi” dan ”purgatori.” Dokter Martin Luther menentang keras doktrin purgatori menurut beliau itu tidak lain daripada pengumpulan uang melalui penjualan surat-surat pengampunan dosa bagi orang Katolik yang telah meninggal (the sale of indulgences). Seri artikel yang membahas doktrin Purgatory dari sisi Alkitab:
TITLE: REVIEW OF THE BASIS FOR PURGATORY Part 1 ; Part 2  ; Part 3

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

SORGA DAN NERAKA SATU PENDATANG BANDING SERIBU; Kesaksian Reverend YONG GYU PARK

Sorga dan Neraka satu pendatang banding seribu Pendeta Yong Gyu ParkCatatan dari penterjemah Indonesia: Kesaksian ini memperingatakan setiap hamba YAHWEH, dan setiap manusia di bumi, untuk sungguh-sungguh MEMPERHATIKAN setiap perkataan Adonai Yeshua Ha Mashiah dan para rasul-Nya, sebab Firman-Nya adalah standard pengukur untuk Dia menghakimi setiap orang di Hari Penghakiman, seperti tertulis: “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.  (Matius 25:31-33)
Kesaksian ini diterjemahkan seliteral mungkin dari sumber bahasa Inggrisnya: Heaven & Hell 1000 to 1 by Reverend,  Park, Yong Gyu. Kesaksiannya dalam bentuk tayangan video berbahasa Inggris klik di sini. Bahasa-bahasa lainnya (Arab, China, Jepang, Malaysia, Tagalog dll) tersedia di sumber aslinya. Kata atau kalimat dalam kurung siku dan garis bawah ditambahkan oleh penterjemah Indonesia. Selamat membaca dan kiranya bisa menjadi berkat untuk setiap pembaca. Penjala Baja.

KATA PENGANTAR

Selama musibah Pengalaman Mendekati Kematian (Near Death Experience), seorang Pendeta Presbyterian yang konservatif bernama Yong (Gyu) Park dibawa ke Sorga dan Neraka. Kepadanya ditunjukan mengapa beberapa orang kudus diupahi melimpah di Sorga, sementara beberapa lainnya tidak mendapat upah; mengapa beberapa orang kudus memiliki rumah-rumah yang megah di Sorga, sementara beberapa lainnya hidup di rumah-rumah komunitas kecil. Ia ditunjukkan mengapa, setelah melayani YAHWEH sepanjang hidupnya, rumahnya (di Sorga) tetap kecil dan belum selesai. Ia juga menyaksikan betapa mengerikan Neraka adalah, dan mengapa begitu banyak orang Kristen mengakhiri hidupnya di sana; dan dari dosa-dosa apa kita harus bertobat. Kesaksian Pendeta Park adalah sebuah panggilan bagi Gereja untuk tersadar, itu akan membangun mereka yang melayani Yeshua dengan setia, itu akan menguatkan keputusan Anda bagi Yeshua, dan akan membawa Takut akan Elohim bagi mereka yang tidak hidup kudus.

Di tahun 1987, Reverend (Rev.) Park telah meninggal karena tekanan darah tinggi. Tapi oleh anugrah Elohim, hidupnya diperpanjang 20 tahun lagi. Bagaimanapun, untuk 4 tahun pertama, dia tidak mampu berbicara sehubungan dengan kondisinya. Ia berusia sekitar 50 tahun saat dia kembali hidup. Selama waktu dia meninggal, YAHWEH memperlihatkan kepadanya Sorga dan Neraka.

Gedung Gereja Pendeta Young Gyu Park[Terjebak Kesombongan melalui Kesuksesan Pelayanan ; Dihajar Elohim; Dikunjungi dua malaikat]
Saya ingin Anda tahu jika Anda sombong dan angkuh, Anda akan mendatangkan kutukan atas dirimu sendiri. Saya telah memiliki jemaat yang sangat besar (a mega church) dengan 5000 anggota tapi saya direndahkan oleh Elohim karena kesombongan saya. Sekarang saya takut akan Elohim (Yakobus 4:6).

Saya telah memiliki harta kekayaan seharga 150 juta Dollar Amerika. Saya telah memiliki 5 mobil mewah. Tapi setelah peristiwa kematianku, saya telah serahkan semuanya. Harap ingat, keselamatan tidak dapat dicapai oleh hartamu melainkan melalui iman. Sekarang saya memohon kepada para diaken, penatua, dan pemimpin lainnya di gereja-gerja mereka untuk melayani para pendeta Anda dengan segenap hati.

Pada 19 Desember 1987, setelah saya selesai makan siang dan sementara saya sedang beristirahat, saya mulai merasakan sakit yang amat sangat, hal itu sungguh tak tertahankan sehingga saya merasa bahwa saya akan mati. Kemudian saya kehilangan kesadaran. Saya terbangun 4 bulan kemudian dalam kondisi yang setengah sadar, dan dokter saya mengatakan kepadaku bahwa saya sebetulnya akan mati. Seluruh anggota tubuh saya syarafnya robek sejak mengalami kelumpuhan. Dan keluargaku belum pernah mengizinkan anggota Gereja untuk membesuki saya karena kondisiku yang mengerikan. Kemudian akhirnya saya meninggal.

Ketika saya meninggal, saya melihat 2 orang memasuki kamarku. Tetapi orang-orang ini masuk ke kamarku melalui dinding. Saya berteriak, “Siapa, siapakah kalian!! Rumahku akan hancur bila kau begitu!!” Kemudian yang seorang berkata, “Kami adalah malaikat-malaikat yang turun dari Sorga. Kami datang dari Kerajaan Elohim.” Sebuah cahaya yang terang bersinar melalui para malaikat.

Malaikat di sebelah kananku memperkenalkan dirinya, “Saya berkeliling bagi Yeshua dalam Kerajaan-Nya. Yeshua memanggilku dan memerintahkanku untuk turun ke bumi. Dia memerintahkanku untuk membawamu ke Sorga. Kamu sudah mati. Tapi karena keluargamu menanggis dengan teramat sedih, Dia berkehendak untuk memberikanmu hidup lebih lama lagi. Tapi sekarang, Dia ingin memperlihatkan padamu Sorga dan Neraka. Dia akan memperlihatkannya padamu dan kamu akan menyaksikannya kepada orang-orang yang ada di bumi. Semoga jumlah orang yang berakhir di Neraka akan berkurang dan jumlah orang yang akan ke Sorga menjadi bertambah karena kesaksianmu. Ini akan menjadi tugasmu. Elohim mengintruksikan kepada kami untuk menyampaikannya kepadamu supaya jangan menunda. Jika kamu menunda, kamu tidak akan sanggup untuk mengunjungi Sorga dan Neraka.”

Kemudian malaikat di sebelah kiri ku berkata, “Disaat kamu lahir dan sampai pada saat kamu meninggal, saya telah bersama-sama denganmu.” Pada saat itu, saya tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh malaikat itu. Sekarang saya tahu. Dia adalah malaikat penjagaku. Jadi saya berkata, “Saya tidak dapat pergi! Saya tidak akan pergi! Saya seorang pendeta! Saya tidak dapat bertemu YAHWEH dalam kondisi tubuh seperti ini. Saya ingin melihat DIA dalam keadaan sehat. Saya mungkin akan menerima lebih banyak teguran daripada pujian dari YAHWEH. Saya angkuh dan sombong dan sekarang saya terkutuk dan sakit. Bagaimana mungkin saya dapat masuk ke Sorga? Saya sangat takut. Kembalilah ke Sorga dan mintalah kepada YAHWEH untuk menyembuhkanku. Kemudian kembali dan bawa saya ke Sorga melalui mimpiku. mintalah belas kasihan demiku.”
Tapi para malaikat tidak mendengarkan argumentku. Mereka melepaskan pakaianku dan berkata bahwa pakaianku terlalu kotor untuk dikenakan ke Sorga. Kemudian mereka memakaikanku pakaian putih (Zakh 3:4).

 

BERKUNJUNG KE SORGA

[Pintu gerbang Sorga tertutup baginya ; 5 pertanyaan YAHWEH ; 3 tempat tinggal yang berbeda ]
Mereka memegang tanganku dan kami terbang ke Sorga. Kami terbang melalui awan-awan dan saat saya melihat kebawah, saya melihat Bumi menjadi kecil. Mereka membawaku mendekat pada Jalan Emas yang tak berujung. Saya melihat sebuah sinar yang terang luarbiasa, terlalu terang untuk ditatap secara langsung. Saya berkata, “Darimanakah cahaya ini berasal?” “Datangnya dari Sorga,” jawab malaikat.
Saya berpikir, “Wow! Besar sekali!” saya melihat sekelompok orang dalam pakaian putih terbang melaluinya. “Siapakah mereka?” Saya bertanya.

Malaikat menjawab, “Mereka adalah orang yang telah melayani Elohim dengan setia dan percaya kGerbang Sorgaepada Yeshua dengan mematuhi dan mengikuti tuntunan Roh Kudus dengan segenap hati mereka. Tubuh mereka telah mati di Bumi. Mereka sekarang adalah jiwa-jiwa yang menuju Sorga.”
Malaikat lain melanjutkan, “Ada 12 pintu gerbang di Sorga. Ketika sebuah jiwa datang ke Sorga, mereka harus masuk melalui salah satu gerbang itu.” Kami sedang berdiri di pintu Selatan tapi tertutup. Sementara kami sedang menunggu, saya bertanya kepada malaikat, “Malaikat, kenapa gerbang ini tidak terbuka?” Malaikat menjawab, “Hal itu karena kamu tidak bernyanyi lagu penyembahan Sorgawi.” (Mzm 100:4)

Saya bertanya, “Malaikat, saya sangatlah angkuh dan sombong dan sebagai hasilnya saya telah dikutuk dengan penyakit. Saya bukanlah seorang penyanyi lagu-lagu penyembahan di Bumi. Bagaimana saya sanggup bernyanyi lagu penyembahan Sorgawi sebab saya tidak pernah mendengar itu sebelumnya?”
Malaikat menjawab, “Kau benar. Tetapi kamu tetap harus menyiapkan dirimu untuk menyembah. Kau adalah seorang yang angkuh tapi bersiaplah untuk bernyanyi.” Para malaikat mulai menyanyi. Saat mereka menyanyi, saya mulai turut bernyanyi bersama mereka. Hal itu kemudian menjadi sangat alamiah bagi saya, dan kami pun masuk.

Pemandangan di Sorga sungguh tak tergambarkan. Saya tidak dapat menggambarkan Sorga dengan bahasa bumi ku. Saya berkata, “YAHWEH! Terima kasih banyak! Sekalipun, saya sangat angkuh dan sombong dan terkutuk dengan sebuah penyakit, Engkau tetap membawaku ke Sorga untuk melihat-lihat.”

Saya kemudian mendengar suara Elohim, “Pendeta Park, Yong Gyu-Ku yang tercinta, Aku menyambutmu. Kau telah menempuh perjalanan panjang kemari.” Suara-Nya dipenuhi oleh kasih dan kelembutan. Saya menjawab dengan menanggis, “YAHWEH …” Malaikat segera berkata, “Kamu telah menjadi pendeta selama 20 tahun. Tidakkah kamu baca Kitab Sucimu? Tidak ada airmata di Sorga. Harap berhenti!” Saya tidak dapat meneruskan tanggis ku (Wah 21:4).

YAHWEH kemudian bertanya kepadaku 5 pertanyaan.

  • “Berapa banyak waktu yang kamu telah luangkan untuk membaca Firman (Alkitab)?
  • Berapa banyak yang kamu telah berikan untuk persembahan-persembahan?
  • berapa kali kamu telah menginjili orang?
  • Apakah kamu telah memberi perpuluhan dengan benar?
  • Berapa banyak waktu yang kamu telah habiskan di dalam doa?”

Saya tidak dapat menjawab pertanyaan kelima tersebut. YAHWEH menegurku untuk pertanyaan kelima ini.

Sungai dan orang-orang Kudus di Sorga“Setelah kamu menjadi seorang pendeta yang besar, kamu telah menjadi malas untuk berdoa. Ada sibuk bukanlah alasan bagi Ku!” Saya harus bertobat untuk hal itu kemudian. “Malaikat akan memperlihatkan padamu banyak tempat di Sorga dan di Neraka. Lihatlah ke sekeliling sebanyak yang kamu suka. Kamu akan pergi setelah menyaksikan banyak bagian berbeda dari Sorga dan Neraka.” Tetapi YAHWEH tidak mengijinkanku untuk melihat wajah-Nya.

Para malaikat pertama membawaku ke 3 tempat berbeda di Sorga:

  • Saya melihat anak kecil tinggal bersama.
  • Tempat tinggal orang dewasa.
  • Jiwa-jiwa yang berhasil mencapai Sorga. Walaupun mereka berhasil masuk Sorga, tetapi mereka masuk dengan perasaan malu.

Banyak orang telah bertanya kepadaku berapakah usia anak-anak kecil tersebut. Mereka terlihat seperti anak-anak tanam kanak-kanak. Mereka bukanlah anak laki-laki kecil atau perempuan seperti yang kita ketahui berdasarkan jenis kelamin. Setiap anak memiliki malaikat pelindung tersendiri untuk menemani mereka.

Di Sorga, kebanyakan dari jiwa-jiwa tersebut memiliki rumah mereka sendiri (Yoh 14:2). Bagaimanapun, ada beberapa yang tidak memiliki rumah. Saya akan menjelaskan ini kemudian. Lebih lanjut, anak-anak tidak memiliki rumah mereka sendiri. Saya bertanya, “Anak-anak juga adalah jiwa-jiwa, mengapa mereka tidak memiliki rumah mereka sendiri?”

Malaikat menjawab, “Sama seperti manusia di Bumi membutuhkan bahan-bahan untuk membangun rumah mereka, kami yang ada di Sorga pun membutuhkan bahan untuk membangun. Ketika seseorang melayani Gereja dan orang lain dengan setia seperti untuk YAHWEH, maka perbuatan-perbuatan baik itu akan menjadi bahan bagi pembangunan rumah orang tersebut di Sorga. Ketika bahan-bahan disediakan, para malaikat yang ditugaskan untuk membangun rumah orang-orang kudus akan pergi mengerjakannya. Anak-anak yang masih sangat muda usianya tidak memiliki bahan-bahan untuk membangun rumah. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk menghasilkan imbalan / bahan. Inilah mengapa mereka tidak memiliki rumah.” Bahan bangunan untuk rumah di Sorga

Saya melanjutkan dengan pertanyaanku, “Apa yang harus saya lakukan di Bumi untuk menyediakan bahan-bahan bagi rumahku?”
Malaikat menjawab, “Ada 7 hal yang seorang harus lakukan untuk membangun bahan-bahan bagi pembangunan rumah mereka:

  • Pertama adalah penjumlahan dari seluruh penyembahan dan pujian mereka kepada Elohim.
  • Kedua adalah waktu yang mereka luangkan untuk membaca Alkitab.
  • Ketiga, waktu yang mereka luangkan untuk berdoa.
  • Keempat, waktu yang mereka luangkan untuk menginjili orang lain.
  • Kelima, persembahan seseorang kepada YAHWEH.
  • Keenam, ketaatan mereka dalam perpuluhan kepada Allah.
  • Terakhir, waktu yang mereka luangkan untuk melayani Gereja dalam segala cara.

[Tempat Bagi Anak-anak]
“Semua ini adalah perbuatan-perbuatan atau pekerjaan-pekerjaan dalam apa seseorang mengumpulkan bahan-bahan untuk membangun rumah Sorgawi mereka. Jika seseorang kurang dalam area-area ini, mereka tidak akan memiliki bahan-bahan untuk membangun rumah mereka.” Anak-anak bermain di taman Sorga
Ada banyak orang di Sorga yang tidak memiliki rumah. Banyak orang yang tidak memiliki rumah ternyata adalah para pendeta, diaken, penatua, dsb. Saya bertanya karena penasaran, “Jadi dimanakah anak-anak tinggal?”
Malaikat menjawab, “Mereka tinggal disini.” Saat saya melihat ke sekeliling, mereka berkumpul di seluruh area taman bunga. Taman bunga sangat indah dan wanginya melebihi wewangian yang ada di dunia. Pemandangannya melebihi apa yang dapat saya terangkan dengan kata-kataku.

[Tempat bagi mereka yang setia]
Tempat kedua adalah tempat bagi orang dewasa yang setia. Ada perbedaan antara keselamatan dan upah-upah. Di tempat ini ada begitu banyak rumah [Yoh. 14:2]. Rumah-rumah tersebut dibangun dengan permata/mutiara dan batu-batu langka. Beberapa rumah sangat tinggi setinggi gedung pencakar langit di Bumi. Mereka yang dengan setia telah melayani YAHWEH saat hidup di Bumi telah membangun rumah mereka dengan permata/mutiara dan batu-batu langka. Di tempat tertentu ini, semua orang terlihat berumur antara 20 ke 30 tahun. Di sini tidak ada perbedaan kelamin pria dan wanita. Tidak ada orang sakit, tua, atau orang cacat.

Saya dulu pernah mengenal seseorang yang sudah tua, Im Myung Oh. Dia telah meninggal pada umur 65 tahun. Dia seorang pria yang sangat pendek, setinggi anak SD kelas 2. Dia telah menderita akibat penyakit langka disebut rickets [Penyakit anak-anak yang disebabkan oleh kekurangan Vitamin D dan sinar matahari, yang menyebabkan tulang tidak bertumbuh normal]. Bagaimanapun, bila sudah menyangkut Alkitab, dia adalah PhD. Dia telah menulis banyak komentari (Alkitab). Saya bertemu dia di Sorga, dan di sana tubuhnya tinggi dan tampan. Dia tidak lagi sakit tetapi sehat. Sorga sungguh adalah tempat yang sangat menyenangkan!! Saya penuh dengan pengharapan! Percayalah apa yang saya katakan saudara-saudari terkasih!

[Tempat Bagi Mereka Yang Diselamatkan Tanpa Upah]  Rumah-rumah sederhana di Sorga
Tempat ketiga adalah bagi mereka yang telah diselamatkan dengan perasaan malu (1 Korintus 3:15). Desa ini sangatlah besar ukurannya, beberapa kali lebih besar dari tempat yang kedua, dimana rumah-rumahnya terbuat dari permata/mutiara dan batu-batu langka. Saya tiba di tempat ini dalam kecepatan tinggi, mengendarai kereta emas. Terletak sangat jauh dari tempat indah lainnya yang saya telah lihat di Sorga.
Saya bertanya kepada para malaikat, “Saya melihat hutan belantara dan tanah lapang besar. Mengapa saya tidak melihat rumah-rumah?” Malaikat menjawab, “Yang kamu lihat adalah rumah-rumah.”
Saya melihat rumah-rumah flat yang lebar besar, yang mengingatkanku akan sebuah kandang ayam besar atau sejenis rumahgudang. Rumah-rumah ini tidaklah gemerlap tetapi suram. Desa ini dan rumah-rumahnya adalah untuk jiwa-jiwa yang telah diselamatkan dengan perasaan malu. Ada begitu banyak rumah-rumah berukuran besar yang nampak suram. Desa ini beberapa kali lebih besar dari tempat dimana jiwa-jiwa yang diberi upah tinggal.

Malaikat berkata, “Apakah kamu melihat dua buah rumah yang besar itu, satu di sebelah kananmu dan satu di sebelah kirimu?” Saya menjawab, “Ya, saya melihatnya.”
Malaikat berkata dia ingin memperlihatkan kepadaku kedua rumah tersebut secara khusus. Dia berkata, “Rumah di sebelah kanan adalah untuk mereka yang merupakan pendeta-pendeta di Bumi. Rumah yang di sebelah kanan adalah untuk mereka yang adalah para penatua di Bumi.” Saat kami tiba di depan kedua rumah tersebut, saya menyadari bahwa rumah-rumah tersebut terlihat sama. Rahangku terjatuh [mulut terbuka membentuk huruf ’O’; tanda terkejut]. Ketika kami membuka pintu dan masuk, kesan pertama saya adalah, “kandang ayam.” Sebagai ganti ribuan ekor ayam tinggal di kandang mereka, saya melihat jiwa-jiwa. Malaikat menyuruhku untuk mengamati dengan teliti karena saya akanlah mengenali beberapa pendeta terkenal yang ada di sejarah. Dan benar. Saya mengenali banyak pendeta yang ada di sejarah. Saya secara khusus menyebut nama seorang pendeta dan bertanya kepada malaikat, “Saya kenal pendeta Korea itu! Saya tahu dia sangat terkenal dan pekerjaan yang telah dia lakukan untuk YAHWEH. Mengapa dia ada disini? Saya tidak mengerti.”
Malaikat menjawab, “Dia tidak pernah menyediakan bahan-bahan untuk membangun rumahnya. Inilah mengapa dia tinggal di rumah komunitas.” Saya bertanya karena penasaran, “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Mengapa dia sama sekali tidak memiliki bahan-bahan?” Malaikat menjawab, “Sementara dia seorang pendeta melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang pendeta, dia suka untuk dihargai oleh manusia. Dia senang untuk ada dihormati. Dia senang untuk ada dilayani. Tidak ada pengorbanan dan hati hamba pada dirnya. Paus senang dipuja manusia

Pendeta ini sangatlah dihormati di Korea dan telah menjadi sebuah icon dalam sejarah Kekristenan Korea. Tetapi dia tidak mendapat upah!
Anda, para pendeta, harap dengarkanlah! Anda harus menuntun orang-orang bukan hanya pada pelayanan hari Minggu. Anda harus mengunjungi mereka di rumah-rumah mereka. Anda harus memelihara orang-orang miskin, cacat dan tua. Para pendeta yang telah melayani tanpa mengorbankan hidup mereka dan senang untuk ada dihormati tidaklah memiliki upah di Sorga (Mat 23:5-12).

Setelah saya menyaksikan pemandangan ini di Sorga dan kembali ke Bumi, saya segera memberikan semua harta milik saya termasuk 5 mobil mewah saya. Hidup kita adalah untuk sementara. Dalam Alkitab, rata-rata hidup ini adalah 70-80 tahun. Tetapi hanya Elohim yang tahu kapankah seseorang akan meninggal. Setiap orang bisa meninggal sebelum berumur 70 atau 80 tahun. Saya telah memutuskan untuk memberikan semuanya, termasuk pakaian-pakaian saya. Orang-orang yang telah saya lihat menerima keselamatan dengan rasa malu. Mereka adalah para pendeta, majelis / penatua, diaken, dan umat percaya. Ada sejumlah besar majelis / penatua dan diaken di flat rumah suram ini. Tentu saja, ini lebih baik daripada Neraka. Bagaimanapun, kenapa seorang ingin masuk ke Sorga dalam cara yang demikian? Saya tidak akan tinggal di tempat yang memalukan itu. Pakaian mereka bahkan tampak suram.

[Membuat rumah sorgawi yang indah – bahan bangunannya ; Terkejut, rumah Pdt. Park belum dibangun!]
Apakah persyaratan bagi orang Kristen untuk memiliki rumah yang indah di Sorga?
Pertama, kita harus menginjili orang sebanyak mungkin. Bagaimana seharuanya kita menginjili? Malaikat memberitahuku, “Misalkan ada seorang yang tidak mengenal YAHWEH. Pada saat kau memutuskan untuk menginjili orang tersebut, bahan-bahan untuk membangun rumah mu akan disediakan. Saat kau secara tidak jemu-jemu berdoa untuk keselamatan mereka, lebih banyak lagi bahan bangunan yang disediakan. Kau harus secara menerus memeriksa keadaan mereka, mengunjungi mereka dan meneruskan penginjilanmu. Hal ini akan menambah jumlah bahan-bahan untuk membangun rumahmu. Jika seseorang berkata mereka tidak memiliki baju yang pantas untuk pergi ke gereja, maka kau harus menyediakan mereka beberapa pakaian. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki Alkitab, kau harus menyediakan satu baginya. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki kacamata untuk membaca, kau harus menyediakan bagi mereka. Kau harus menyediakan apapun yang kau mampu sehingga orang ini pun bisa dituntun untuk mengenal YAHWEH. Mereka yang tinggal di rumah yang terbaik adalah mereka yang telah menginjil banyak kali.

Rumah megah di SorgaPara malaikat kemudian membawa ku ke tempat dimana para orang kudus tinggal dalam rumah-rumah yang bagus. Ini adalah tempat dimana para orang kudus yang telah banyak menginjil tinggal. Rasanya seperti pusat kota Sorga.
Dalam sejarah Kekristenan, ada 4 orang yang memiliki rumah terbesar dan paling indah. Para malaikat memperlihatkanku rumah seorang Penginjil Amerika D.L Moody, Pendeta Inggris John Wesley, seorang penginjil Italia, dan Penginjil Korea Pendeta Gun Nung Choi. Keempat orang ini memiliki rumah paling besar di Sorga. Keempat orang ini telah menghabiskan seluruh hidup mereka untuk menginjili orang-orang bahkan sampai pada hari kematian mereka.
Di antara umat-umpat percaya Korea, ada seorang jemaat biasa yang memiliki rumah yang besar. Jemaat biasa ini telah membangun banyak gedung Gereja dengan seluruh hartanya. Dia telah memberikan 3000 karung beras kepada orang miskin. Dia secara rahasia telah membantu keuangan para pendeta dan pemimpin. Dia membantu para murid belajar theologi atau di sekolah Alkitab dengan membayar iuran sekolah mereka. Dia juga telah membawa pulang seorang pendeta berumur 65 tahun ke rumahnya dan merawatnya, dimana Gerejanya sendiri telah mengusirnya keluar.

Saya mendengar seorang malaikat berteriak, “Bahan-bahan datang!” Saya bertanya kepada malaikat yang berada di sebelah kanan saya mengenai bahan-bahan tersebut dan dia mengatakan kepadaku, “Bahan ini untuk para seorang diaken wanita dari sebuah gereja kecil di suatu negara. Malah, dia menerima bahan-bahan setiap hari. Walaupun dia miskin, dia datang melayani di Gereja dini hari setiap pagi. Dia berdoa untuk 87 anggota gereja setiap hari. Ketika ia setelah berdoa, dia membersihkan gereja tersebut.”
Saya mendengar malaikat lain berteriak, “Kiriman khusus!” Anak perempuan dari diaken perempuan tersebut telah memberikan dari sedikit uang yang ia miliki kepada ibunya. Bagaimanapun, diaken wanita ini tidak memakai uang itu untuk kepentingannya sendiri. Dia membeli 5 butir telur dan 2 pasang kaos kaki untuk pendeta Gereja. Walaupun itu nampaknya sebuah persembahan yang kecil, dia telah memberikan semua yang dia miliki. (Perbuatan) ini menjadi bahan-bahan special untuk rumahnya di Sorga.”
Kedua, mereka yang memiliki rumah besar adalah mereka yang telah membangun gedung gereja atau gedung-gedung lain untuk tujuan Kerajaan dengan harta dan penghasilan mereka.

Di Sorga, saya juga bertemu dengan seorang penatua bernama Choi. Di antara para penatua dan diaken yang ada di Sorga, dia memiliki rumah yang paling indah. Rumahnya lebih tinggi daripada gedung yang paling tinggi di Korea. Choi telah membangun banyak gedung Gereja di Korea dengan kekayaannya.

Saya bertanya kepada malaikat, “Bagaimana dengan rumahku? Apakah dalam proses pembangunan?” Malaikat menjawab, “Tepat sekali!” saya memohon untuk melihat rumahku. Tapi mereka mengatakan kepadaku bahwa hal tersebut tidak di izinkan. Saya terus saja memohon dan setelah tak henti-hentinya memohon, malaikat mengatakan bahwa sekarang saya telah di izinkan oleh YAHWEH untuk melihatnya.

Kami memasuki kereta dRumah yang belum selesaian menuju ke suatu tempat yang sangat jauh. Saya penuh dengan pengharapan. Saya bertanya, “Dimanakah rumahku?” Malaikat menjawab, “Ada di sana!” Namun itu terlihat hanyalah sebuah fondasi, hanya siap untuk pembangunan. Saya menanggis, “Mengapa kau melakukan hal ini padaku? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin rumahku berada dalam area pembangunan? Setelah selamat dari perang Korea, saya menjual rumahku untuk membangun gedung Gereja. Gereja ini bertumbuh hingga 5000 jemaat. Saya telah menulis banyak buku yang di ilhamkan oleh Roh Kudus. Salah satu buku menjadi best seller. Dari hasil penjualan buku, saya membangun sekolah-sekolah Kristen. Sekolah itu telah melahirkan 240 pendeta. Saat masih menjadi Dekan, saya telah memberikan lebih dari 400 beasiswa kepada lebih dari 400 anak-anak miskin. Saya telah membangun rumah-rumah bagi janda-janda untuk menempatinya. Semuanya ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Jadi bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Mengapa rumahku berada dalam tanah pembangunan? Saya sangat tidak puas!” 

Malaikat menjawab dengan tegas, Kamu tidak pantas untuk tinggal dalam rumah yang indah di Sorga karena kamu telah menerima penghormatan tidak terhitung banyaknya dari manusia. Setiap kali kamu sudah membangun atau melakukan sesuatu yang baik, kamu dipuji oleh manusia. Kamu bahkan dihormati oleh berita-berita sekuler. Karena itu, semua pekerjaanmu menjadi sia-sia.” (Matius 6:1).

Saya melihat kepada rumahku di area pembangunan. Lokasinya terletak di tengah-tengah 3 rumah lainnya. Hanya ada 3 lantai. Rumah tersebut memiliki banyak kamar kecil di 2 lantai pertama. Saya bertanya kepada malaikat, “mengapa saya memiliki kamar-kamar sedemikian kecil?” Malaikat menjawab, “Kamar-kamar ini di peruntukkan bagi putra dan putrimu.”
“Saya hanya mempunyai 4 orang anak,” Saya menjawab. Malaikat merespon, “Bukan, kamar-kamar tersebut bukan untuk anak-anak duniawimu, tetapi untuk mereka yang kamu telah Injili dan diselamatkan.”
Saya suka itu! Saya bertanya, “Dimanakah kamar tidur utamaku?” Malaikat berkata kamarku berada di atas atap. Hal itu mengangguku. Kamarku bahkan belum selesai. Dengan nada marah saya berkata, “Ruangannya sangat kecil! Mengapa begitu sulit untuk diselesaikan?!” Malaikat menjawab, “Kamu bahkan belum meninggal. Kami tidak bisa menyelesaikan rumah atau kamarmu karena kami tidak tahu bila ada bahan-bahan yang akan ditambahkan kemudian. Apakah kamu mengerti?” Orang miskin yang tidak punya rumah

Ketika kami memasuki kamarku, saya melihat 2 sertifikat di dinding, Jadi saya ingin membacanya. Sertifikat pertama menggambarkan saya saat berumur 18 tahun tinggal di rumah yatim piatu. Pada hari Natal, saya dalam perjalanan pulang ke ibadah pagi. Saya telah melihat seorang laki-laki tua kedinginan di jalan. Saya melepaskan jaket saya dan memberikannya kepadanya. Tindakan itu telah memberi saya upah di Sorga. Sertifikat yang kedua menggambarkan kejadian yang sama tetapi untuk membelikan makanan kecil bagi seorang pria tua. Jumlah bukanlah masalah. Tindakan tersebut harus ada disertai dengan iman yang murni. Jumlah dollar tidaklah memiliki nilai.

Kami meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke tempat semula. Dalam perjalanan, salah seorang dari malaikat bertanya, “Apakah kamu sedih? Saya akan memberitahu kamu bagaimana caranya untuk membangun rumah yang indah. YAHWEH berkata saat kamu kembali ke Bumi, kamu harus pergi memberitahukan orang-orang tentang Sorga dan Neraka seperti yang telah kamu saksikan. Kedua, YAHWEH menghendaki kamu membangun sebuah tempat bagi para pendeta wanita tua dan para penginjil yang tidak memiliki tempat untuk pergi atau hidup. Jika kamu setia melakukan semuanya ini, kamu akan memiliki rumah yang indah.”

 

BERKUNJUNG KE NERAKA

[Perbandingan Jumlah jiwa ke Sorga dengan yang ke Neraka 1:1000 ]
Kedua malaikat tersebut mengawalku ke Neraka. Mereka berkata, “Sekarang kamu akan mengunjungi Neraka.” Anda tidak bisa membayangkan betapa luasnya Neraka. Saya terus menerus berteriak, “Sangat besar! Sangat besar!” Di sini adalah tempat dimana jiwa-jiwa yang terkutuk dan menerima penghukuman kekal ditempatkan. Rasanya seperti Neraka 1000 kali lebih luas dari Bumi. Setengah dari Neraka berwarna merah dan setengahnya lagi berwarna hitam gelap. Saya bertanya kepada malaikat, “Mengapa bagian ini berwarna merah?”
Malaikat menjawab, “Tidakkah kamu tahu? Itu adalah sulfur menyala. Setengahnya lagi adalah kegelapan. Ketika manusia berdosa dan berakhir disini, mereka akan disiksa dari kedua sisi….. Ada begitu banyak Gereja di Bumi dan banyak dari Gereja-gereja diisi dengan banyak orang. Tetapi, kebanyakan dari mereka bukan orang Kristen sejati. Mereka hanyalah para pengunjung. Gereja-gereja yang benar akanlah  percaya adanya Sorga dan Neraka. Kehidupan-kehidupan banyak orang Kristen berada dalam kekacauan sebab mereka tidak percaya dengan sungguh adanya Sorga dan Neraka. Ketika seorang (1) jiwa masuk ke Sorga, seribu (1000) jiwa terkutuk memasuki Neraka. Perbandingan jumlah (jiwa yang memasuki) Sorga dan Neraka adalah 1:1000.” (Mat 7:14).

Saya seorang pendeta Presbyterian dan seorang pembicara terkenal. Saya lulusan sekolah teologi terbesar di Korea. Saya tidak pernah percaya kisah Sorga dan Neraka. Tetapi sekarang, saya adalah salah seorang yang menulis pengalaman serupa untuk bersaksi kepada orang lain. Walaupun Anda yakin bahwa Anda seorang Kristen, jika Anda menjalani kehidupan Anda mengikuti kehendak iblis-iblis, Anda akan berakhir di Neraka!
Tempat pertama yang saya lihat adalah sulfur terbakar. Anda bahkan tak bisa bayangkan betapa panasnya api Neraka itu. Tidak ada seorang pun yang dapat menahan panasnya yang ektrim tersebut.Terbakar oleh lautan api Neraka

Orang-orang di Neraka mengungkapkan 3 pernyataan:

  • Pertama, Neraka terlalu panas dan mereka merasa sekarat. (Luk 16:24)
  • Kedua, mereka sungguh haus dan merasa sekarat.
  • Ketiga, Anda akan mendengar orang banyak meminta akan air. (Zakh 9:11)

Itu adalah kekal! Banyak orang berkata kita bebas di dalam Ha Mashiah dan mereka menjalani hidup mereka seperti yang mereka inginkan. Saya bertanya kepada malaikat, “Mereka yang berada di sini, apa yang telah mereka lakukan?” Malaikat menjawab, “Kelompok pertama adalah orang-orang yang tidak percaya.” Mereka yang tidak belum menginjili anggota keluarganya sendiri haruslah bertobat!
Malaikat kemudian meneruskan, “Kelompok kedua adalah mereka yang percaya kepada Yeshua, tetapi tidak bertobat dari (perbuatan) dosa-dosa mereka.” Kita harus bertobat dari dosa-dosa kita dan mengakuinya di hadapan YAHWEH. Kita tidak boleh berdosa. Hanyalah pengakuan mulut bukanlah sebuah pertobatan. Dengan hati yang hancur dan tulus, kita harus bertobat!

[Hamba Elohim dan orang Kristen yang tidak taat masuk Neraka ; Penganiaya Kristen di tempat yang paling panas ; Melihat Adolf Hitler, Stalin, Mao Zhe Dong ; Dua tempat siksaan yang sangat kontras, dan berbagai jenis siksaan]
Saya kemudian melihat banyak pendeta, penatua, dan diaken di Neraka. Saya bertanya kepada malaikat, “Saya mengenal mereka. Mereka telah melayani Elohim dengan setia saat di Bumi. Mereka telah meninggal beberapa waktu yang lalu. Kami semua telah berpikir bahwa mereka ada di Sorga bersama Elohim. Tetapi sekarang, saya melihat mereka di Neraka dan mereka menjerit bahwa ini sangat panas! Mengapa mereka ada disini?” Ada begitu banyak pendeta, penatua, diaken dan jemaat biasa.

Malaikat menjawab, “Pendeta Yong Gyu Park, seseorang bisa terlihat luarnya sebagai seorang pengikut setia Ha Mashiah, tetapi Elohimlah yang tahu hati seseorang.

  • Mereka di sini karena mereka tidak menguduskan Hari Istirahat-Nya [Sabat; Kej. 2:1-3 & Kel. 20:8-11], sebagai gantinya, mereka telah lebih cinta untuk membuat uang pada hari-hari Istirahat-Nya (Yeremia 17:27)
  • Banyak diaken dan penatua tersebut telah mengkritik khotbah para pendeta mereka. (Mzm. 105:5 ; Bil. 12: 8-9).
  • Mereka tidak memberi perpuluhan dengan benar. (Maleakhi 3:9).
  • Mereka tidak berdoa.
  • Mereka tidak menginjili orang-orang sama sekali. (Yehezkiel 33:6).
  • Banyak dari para penatua dan diakon ini telah menyerang pendeta mereka dan melawan pemimpin mereka. Mereka telah turut campur dengan tugas dan urusan pendeta mereka. (Bilangan 16).
  • Saat mereka sedang sekarat, mereka pikir mereka telah melakukan pekerjaan yang baik sehingga mereka tidak bertobat akan hal-hal tersebut. Inilah sebabnya mengapa dilempar ke dalam api Neraka.”

Saya kemudian melihat seorang raja dan seorang pangeran yang pertama kali menganiaya orang-orang Kristen di Korea. Raja dan pangeran ini telah memancung banyak orang-orang Kristen mula-mula di Korea. Mereka ditempatkan di tengah (Neraka), yang merupakan tempat terpanas. Saya juga melihat Hitler, Stalin, Mao Zhe Dong, dan seorang pendeta terkenal dari Korea Utara bernama Pendeta Kang, dan seorang pahlawan Jepang yang terkenal, dan banyak pribadi lainnya lagi.Para diktator yang anti-Kristus

Kemudian kami tiba pada bagian yang paling gelap, terlalu gelap untuk melihat langkah-langkah kami sekalipun. Saya berteriak, “Malaikat! Malaikat! Ini sungguh gelap! Bagaimana saya dapat melihat sesuatu?” Malaikat menepuk pundakku dan berkata, “Sabarlah sejenak.”
Dalam beberapa saat, saya dapat melihat sejumlah orang yang telanjang yang tidak terhitung banyaknya. Di seluruh tubuh mereka ada begitu banyak serangga yang merayap. Tidak satu sentimeter pun yang tersisa karena serangga itu memenuhi tubuh mereka sama sekali. Orang yang telanjang itu berusaha mengibaskan serangga-serangga mengertakan gigi mereka. “Apa yang telah mereka lakukan saat mereka hidup di Bumi?”
“Mereka adalah orang-orang yang telah mengkritik dan menggosipkan (back stabbed) satu sama lain dibelakang mereka. Mereka tidak berhati-hati dengan apa yang mereka ucapkan mengenai orang lain.” (Mat 5:22).

Saya melihat para setan menusuk dan menikam (stabbing) perut orang-orang dengan pisau-pisau penyabit (sickles). Teriakan-teriakan mereka sungguh tidka tertahankan bagi ku. Saya bertanya kepada pengawalku, “Malaikat, apa yang telah orang ini lakukan selama mereka hidup di Bumi?”
Malaikat menjawab, “Orang-orang ini memiliki pekerjaan, rumah, dan keluarga tetapi mereka tidak memberi kepada Elohim. Mereka tidak menolong orang-orang miskin, Gereja mereka, atau untuk tujuan-tujuan mulia lainnya. Mereka sangatlah pelit dan rakus. Walaupun mereka bertemu dengan orang miskin, mereka mengabaikan orang miskin tersebut dan tidak perduli. Mereka hanya perduli pada diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Mereka berpakaian sangat bagus, berkecukupan dan memiliki kehidupan yang nyaman. Inilah mengapa perut mereka ditusuk karena perut-perut mereka penuh dengan keserakahan.” (Amsal 28:27).
Itu sebuah pemandangan yang sungguh menakutkan. Setelah menyaksikan pemandangan sedemikian, ketika saya kembali ke Bumi, saya memberikan semua uang dan harta kepada yang orang-orang lain. Keselamatan tidak bisa diperoleh dengan uang atau harta. Tetapi dengan iman. Neraka adalah tempat yang tidak tertahankan dan sengsara. Itu adalah siksaan kekal!

Saya juga melihat orang yang kepalanya di penggal dengan kapak yang sangat tajam. Saya bertanya kepada malaikat, “Apakah yang telah dilakukan orang-orang ini hingga mereka mendapat siksaan yang sedemikian mengerikannya?” Malaikat menjawab, “Otak mereka telah diberikan Elohim untuk memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Tetapi orang-orang ini telah memikirkan hal-hal yang kotor. Mereka memikirkan perkara-perkara nafsu birahi.” (Mat 5:28).
Berikutnya saya melihat orang-orang ditikam dan dipotong hingga beberapa bagian. Pemandangan itu sangat mengerikan. Saya bertanya, “Bagaimana dengan orang-orang ini? Apakah yang telah mereka lakukan hingga mereka disiksa seperti demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah para penatua dan diaken yang tidak melayani Gereja mereka. Nyatanya, bahkan mereka tidak mau bekerja atau melayani! Satu-satunya hal yang mereka sukai adalah untuk menerima dan menerima dari jemaat yang bersangkutan.” (Zakh 11:17 ; Hos 6:5).Kepala-kepala manusia yang dipenggal

Saya melihat para penatua, diaken, dan juga jemaat biasa lainnya disiksa oleh para iblis. Para setan membuat lubang di lidah mereka dan memasukkan kawat melalui lidah yang satu dengan lainnya. Kemudian para iblis itu menarik mereka dengan kawat itu. Saya bertanya lagi, Apa yang telah mereka lakukan di Bumi?”
Malaikat menjawab, “Mereka telah melakukan 4 jenis dosa yang berbeda:

  • Pertama, mereka telah mengkritik para pendeta mereka. Mereka mengatakan hal-hal yang negatif mengenai pendeta mereka. Mereka menyakiti dan menertawakan para pendeta mereka dari belakang.” (Yak 3:6 ; Mat 12:37).

Saya memohon kepada mereka yang telah melakukan perbuatan-perbuatan yang demikian untuk BERTOBAT! BERTOBAT!! Malaikat melanjutkan,

  • Kedua, mereka menghina Gereja dengan ucapan mereka.
  • Ketiga, mereka telah melukai orang-orang Kristen lainnya sedemikian rupa sehingga bahkan orang-orang yang setia jadi terpengaruh dan berhenti mengunjungi gereja, dan bahkan menyebabkan beberapa dari mereka kehilangan iman. Mereka melakukan segala cara yang mereka bisa untuk menghentikan orang-orang Kristen yang setia melakukan pekerjaan Elohim. Orang-orang jahat ini menyebabkan banyak orang setia tersandung.
  • Terakhir, mereka adalah para suami atau isteri yang minum alkohol dan bertindak kasar kepada anggota keluarga mereka.

Saya melihat para setan menusuk para pria dan wanita di perut mereka dengan sebuah paku yang sangat tajam dan besar.
Saya bertanya, “Apa yang telah mereka lakukan?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah para pria dan wanita yang telah hidup bersama tanpa komitmen pernikahan. Mereka bersalah karena aborsi ketika mereka menjadi hamil. Mereka tidak pernah bertobat!”

Saya melihat kumpulan orang lainnya. Para iblis mengiris bibir mereka seperti mengiris tipis daging atau sayuran. Saya bertanya, “Mengapa orang-orang ini disiksa dengan cara sedemikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah para putra, putri, menantu pria dan menantu wanita yang telah membantah perkataan orangtua mereka. Apa yang seharusnya mereka lakukan hanyalah mengatakan “Saya minta maaf” bukannya membuat keadaan menjadi bertambah buruk. Banyak dari mereka telah menggunakan bahasa yang kasar. Mereka telah menyerang orangtua mereka dengan bahasa yang keras. Mereka adalah para pemberontak, itulah mengapa bibir mereka ada diiris.”

Saudara, kita suatu hari akan meninggal, tapi kita tidak tahu kapankah hal itu akan terjadi. Harap bersiap-siap. Bersiap-siap untuk pergi ke Sorga. Kapankah kita pergi tidaklah penting. Tolong ampunilah setiap orang sebanyak mungkin sebagaimana kamu juga memerlukan. Bertobat dan bertobat, dan lakukanlah hal tersebut sepanjang hari jika memang kamu harus melakukannya.

Saudara, kita suatu hari akan meninggal, tapi kita tidak tahu kapankah hal itu akan terjadi. Ku mohon bersiap-siap lah. Menjadi siap untuk pergi ke Sorga. Kapankah kita pergi tidaklah penting. Tolong ampunilah setiap orang sebanyak mungkin sebanyak yang diperlukan. Bertobat dan bertobat dan lakukanlah hal tersebut sepanjang hari bila memang perlu. Kota Yerusalem Baru yang turun dari Sorga

Saudaraku yang terkasih, saya biasanya mengabaikan kesaksian-kesaksian yang sedemikian. Saya seorang pendeta Presbyterian kuno yang mengabaikan hal-hal yang demikian. Tetapi sekarang, saya harus menyaksikan dan menyatakan kepadamu apa yang telah saya lihat. Tolong janganlah ragu-ragu untuk hidup suatu kehidupan yang kudus. Tolong hindari siksaan dan penghakiman yang menyengsarakan ini. Jadilah selamat! Janganlah hidup secara duniawi tetapi serahkanlah dirimu bagi Kerajaan Elohim. Tolong berdoalah bagi mereka yang belum mengenal Yeshua. Menginjil dan berbuahlah. Berdoalah pada dini hari dan kuduskanlah Hari YAHWEH. Tolong berilah kepada YAHWEH perpuluhan dengan benar. Kumpulkan upahmu di Sorga dan bukan di Bumi ini. Saya berdoa dan memberkatimu dalam nama Nama Yeshua Yang Mahakuasa! Tertanda, Pendeta Young Gyu Park

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Penglihatan-penglihatan tentang Sorga dan Neraka; kesaksian John Bunyan

Diterjemahkan dari: Visions of Heaven and Hell by John Bunyan

Logo Kesaksian Penglihatan Sorga dan Neraka oeh Joh BunyanCatatan dari penterjemah: Penjabaran John Bunyan tentang apa yang ia telah lihat (Sorga dan Neraka) sungguh luar biasa indahnya; mengungkapkan banyak hal yang kita di bumi masih pertanyakan dengan begitu detilnya dan sangat baik; sebab ia adalah bukan sekedar seorang penulis yang tersohor lebih dari itu ia adalah seorang pengkotbah yang  mencintai  Elohim dan Firman-Nya sedemikian rupa dalamnya. Kesaksian ini adalah sumur yang penuh dengan air yang melimpah bagi jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran dan keadilan; dapat mematahkan setiap kebimbangan dan tekanan putus asa yang disebabkan oleh ajaran-ajaran agama palsu dan filosofi dunia yang nampaknya masuk akal namun sesunggunya adalah jebakkan Iblis yang dibungkus dalam kesombongan dan pemberontakan manusia atas Pencipta mereka yang sempurna, panjang sabar dan adil.
Tanda kurung persegi dan catatan kaki ditambahkan, termasuk pewarnaan kalimat dan kutipan-kutipan kalimat John Bunyan yang terkenal.  Kiranya buku terjemahan Vision of Heaven and Hell oleh John Bunyan dalam bahasa Indonesianya ini dapat menjadi berkat bagi para pembacanya; sehingga genaplah ayat Firman YAHWEH ini:

Kuatkanlah kamu tangan-tangan yang lemah, dan teguhkanlah lutut-lutut yang goyah. Katakanlah kepada mereka yang tawar hati: ”Jadilah kuat, janganlah takut: ketahuilah Elohimu akan datang dengan pembalasan, bahkan dengan ganjaran Elohim ; Dia akan datang dan menyelamatkan kamu. (Yesaya 35:3-4; KJV)

Yeshua Ha Mashiah memberkati kita semua. Penjalabaja, Penterjemah.

KATA PENGANTAR
John Bunyan adalah seorang pengkotbah Inggris abad 17, yang terpenjara selama dua belas tahun karena iman Kristennya dan telah menulis lebih dari 40 buku. Tulisannya yang paling terkenal adalah Pilgrim’s Progress, satu dari buku-buku yang paling terkenal dan populer di seluruh sejarah dunia.

John Bunyan telah menulis peristiwa berikut ketika ia masih muda, bagaimana seorang malaikat  yang dikirim oleh Adonai mengambil dia untuk melihat Sorgan dan Neraka. Cerita ini adalah cerita sungguhan, bukanlah sebuah buku allegory atau bersifat fiksi (dongeng). Sementara semua penglihatan haruslah diuji oleh Alkitab, ini nampak sangat alkitabiah dan dipakai oleh Adonai untuk menolong mentranform remaja John ke dalam pemuda Elohim yang perkasa.Buku Vision of Heaven and Hell oleh John Bunyan

DAFTAR ISI:

  1. Merencanakan Bunuh Diri
  2. Melampaui Matahari Dan Bintang-Bintang
  3. Elia Menerangkan
  4. Kebahagian Sorga
  5. Kita Mengenal Satu Sama Lain
  6. Dibawa ke Neraka
  7. Siksaan-Siksaan Neraka
  8. Seorang Jiwa Yang Terhilang Berbicara
  9. Percakapan-Percakapan Lebih Lanjut
  10. Seorang Ateis Di Neraka

Bab 1. Merencanakan Bunuh Diri

[Putus ada karena terjebak oleh ajaran-ajaran Atheis;  diselamatkan oleh malaikat; John bersyukur terbebas dari konsekuensi bunuh diri]
Ketika pribadi-pribadi yang jahat telah terjatuh kedalam sebuah kehidupan dosa, dan menemukan bahwa mereka punya alasan untuk takut akan pengadilan yang adil dari Elohim, mereka mulai pertama-tama berharap bahwa tidak ada Elohim yang akan menghukum mereka. Lalu kemudian sedikit demi sedikit mereka menyakinkan diri mereka sendiri bahwa tidak ada Elohim, dan mencari argumen-argumen untuk mendukung opini mereka. Saya pernah memiliki ketidak bahagian kerena mengenal seseorang seperti itu, yang selalu akan menceritakan kepada ku bahwa tidak ada Elohim atau juga Setan, dan tidak ada Sorga atau Neraka.

Dengan ketakutan dan gemetar ketika pertama kali saya mendengar ia berbicara tentang topik-topik ini, tetapi ia berbicara tentang hal-hal itu begitu sering sehingga saya merasa mulai memperhitungkan apa yang ia katakan. Sejak saat itu saya mendapatkan pikiranku begitu bingung menjadikan saya tidak dapat mengingat kebenaran-kebenaran tentang Elohim yang telah mencul begitu jelas kepada saya sebelumnya. Saya sebelumnya tidak pernah dapat berpikir bahwa tidak ada Elohim tetapi dengan ketakutan yang sangat besar, kemudian saya mempertanyakan kebenaran dari keberadaan-Nya. Saya tidaklah membagi pengharapan Sorgaku bagi semua kekayaan dunia, namun ketika itu saya tidak yakin entah ada tempat seperti demikian [baik Sorga maupun Neraka].

Dalam kebingunganku sayaA Pilgrims Progress The Story of John Bunyan pergi ke pada teman yang palsu untuk melihat penghiburan apa yang ia dapat berikan kepadaku. Dia hanya mentertawakan ketakutan-ketakutanku dan berpura-pura kasihan dengan kelemahan-kelemahanku. Dia berbicara hanya membuat saya bertambah bingung, sampai kehidupan menjadi sebuah beban bagiku.  Tidaklah mungkin untuk menceritakan pada mu penderitaan yang terus menerus saya rasakan, sampai saya didorong ke ujung keputus asaan. Saya berpikir, ”Mengapa saya harus terombang-ambing diantara tidak ada harapan dan pengharapan? Tidakkah ada lebih baik untuk mengakhiri kehidupanku dan menemukan apa itu kebenaran?” Jadi saya memutuskan untuk membunuh diri.

Pagi suatu pagi saya pergi ke dalam sebuah hutan yang tidak jauh, dimana saya  telah merencanakan untuk membunuh diriku sendiri. Tetapi sebelum saya mencoba memakai pisau tersebut, saya mendengar sebuah bisikan yang kudus berkata, ”Janganlah terjatuh kedalam penderitaan yang kekal untuk memuaskan musuh jiwamu. Kejatuhan fatal yang kamu sedang berikan pada dirimu sendiri adalah segel kutukan kamu sendiri. Karena jika Elohim ada, yang sesungguhnya adalah ada, bagaimana dapat kamu mengharapkan belas kasihan dari-Nya jika kamu menghancurkan dirimu sendiri yang telah dibuat oleh gambar-Nya?”

Darimana bisikan kudus ini datang, saya tidak tahu, tetapi saya percaya itu datang dari Elohim; sebab itu tiba dengan begitu penuh kekuatan yang membuat saya melempar pisauku, dan itu telah menunjukkan saya pada kejahatan besar dari bunuh diri. Kegerian yang telah hampir saya kerjakan membuat saya bergetar begitu rupa sehingga saya susah untuk dapat berdiri. Saya mengenali pembebasanku ada datang dari Adonai, dan dalam hormat saya memberi ucapan terima kasih.

Saya berlutut di tanah dan menyembah Dia, meminta Dia untuk mencabut kehitaman di dalam jiwaku agar supaya saya tidaklah lagi mempertanyakan keberadaan atau kuasa besar-Nya yang baru saja saya alami.

Tiba-tiba saya dikelilingi dengan sebuah cahaya yang   mulia, lebih bercahaya dari segala sesuatu yang saya pernah lihat sebelumnya. Saya melihat datang kearah saya suatu pribadi yang mulia seperti seorang laki-laki, namun dilingkari dengan pancaran-pancaran terang dan kemulian yang dipantulkan dari dirinya sebagaimana Ia datang semakin mendekat. Saya mencoba berdiri, tetapi tidak memiliki kekuatan tertinggal di dalamku, sehingga saya terbaring dengan muka di tanah. Ketika Ia mengangkat ku dan diberikan kekuatan baru, saya berkata kepadanya, ”O pembebasku yang bercahaya, bagaimana akan saya mengakui syukurku, dan bagaimana seharusnya saya menyembah engkau?”

Dengan kemulian dan lembut ia menjawab, ”Bayarlah penyembahan-penyembahanmu kepada Elohim, dan bukan kepadaku sebab saya hanyalah teman-ciptaan mu. Saya dikirim oleh Dia yang baru saja kamu ada tolak, untuk menghentikan kamu dari terjatuh kedalam kehancuran kekal.”

Ini menyentuh hatiku dengan rasa ketidak layakanku yang membuat saya hanya dapat menangis, ”Oh, betapa sangat tidak layak saya dari semua anugrah dan belas kasihan ini!” Untuk ini utusan surgawi tersebut menjawab, ”Ketika Elohim memutuskan untuk menunjukkan belas kasihan Dia tidak berkonsultasi dengan ketidak layakan kamu, tetapi pada kebaikan dan keluasan kasih-Nya sendiri yang tidak terbatas. Dia telah melihat musuh utama jiwa-jiwa tersebut rindu kehancuranmu, tetapi Dia menegakkan kamu oleh kekuatan rahasia-Nya. Melalui hal ini, ketika Setan berpikir bahwa kamu telah dihancurkan, jebakkan dirusak dan kamu telah dilepaskan.” Kata-kata ini membuat saya terpacu kedalam nyanyian, dan saya memuji Juruselamatku dan memproklamirkan bahwa Dia adalah Elohim sendiri.

Bab 2.  Melampaui Matahari Dan Bintang-Bintang

[Langit penuh roh-roh jahat; dibawa ke Sorga]
Utusan sorgawi ini kemudian berkata, ”Supaya kamu tidaklah pernah bimbang akan kenyataan akan hal-hal yang kekal, saya telah datang untuk menunjukkan kamu kebenaran akan semua itu: tidaklah oleh iman saja, tetapi juga oleh penglihatan. Saya akan menunjukkan kamu hal-hal yang belum pernah dilihat oleh mata yang fana, dan pada akhirnya mata-matamu akan ada dikuatkan dan dibuat mampu melihat hal-hal yang sorgawi.”
Pada kata-kata malaikat ini saya sungguh terkejut, dan ragu akankah saya mampu melakukannya. Saya berkata kepadanya, ”Siapkah yang mampu meyaksikan pemandangan seperti itu?” Dia menjawab, ”Sukacita YAHWEH akan ada sebagai kekuatanmu.” [Nehemiah 8:10; KJV]. Ketika ia mengatakan hal itu, ia memegang ku dan berkata, ”Janganlah takut, karena saya dikirim untuk menunjukkan hal-hal yang kamu belum pernah lihat.” Tiba-tiba sebelum saya sadar, saya menemukan diriku sendiri telah jauh dari atas bumi, yang nampaknya sekarang ada begitu kecil.

Lalu saya berkata kepada penuntun saya yang bercahaya, ”Harap ini tidak menyinggungmu jika saya

foto Pengkotbah John Bunyan

bertanya satu atau dua pertanyaan.” Ia menjawab, ”Katakanlah. Itu adalah tugasku untuk memberitahu kamu tentang apa yang kamu tanyakan. Sebab saya adalah sebuah roh yang melayani, dikirim untuk melayani kamu dan kepada mereka yang akan mewarisi keselamatan.”

Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.  (Yesaya 40:15)

Lalu saya berkata, ”Tolong beritahukan saya tentang titik gelap dibawa sana, yang menjadi semakin kecil dan kecil sementara kita semakin tinggi, dan yang nampaknya lebih gelap sejak saya datang kedalam wilayah terang ini.”

Penuntun saya menjawab, ”Titik kecil yang sekarang nampak begitu gelap dan lenyap adalah dunia dimana kamu hidup. Untuk memiliki satu bagian kecil dari titik itu di bumi begitu banyak orang telah mengambil resiko dan kehilangan jiwa-jiwa kekal mereka; yang adalah sungguh bernilai sehingga Pangeran Damai (the Prince of Peace) telah mengatakan kepada kita meskipun seorang dapat memiliki seluruh dunia , itu tidaklah sebanding dengan kerugiannya yang begitu besar. Sebagaimana kamu telah naik menuju Sorga, dunia nampak tetap lebih kecil dan semakin kurang bernilai, dan itu akan nampak sama kepada semua orang yang dapat melalui iman memiliki hati mereka diatas itu. Jika anak-anak manusia di bumi dapat melihat dunia sebagaimana adanya, mereka tidaklah akan serakah untuk memilikinya sebagaimana mereka lakukan sekarang, namun celaka, mereka ada di dalam kondisi kegelapan. Lebih buruk lagi, mereka senang berjalan dalam kegelapan ini. Karena meskipun Pangeran Terang telah turun dan berada di antara mereka dan telah menunjukkan mereka terang kehidupan yang sesungguhnya, namun mereka terus di dalam kegelapan, dan tidak membawa diri mereka sendiri keluar kepada terang itu, oleh sebab perbuatan-perbuatan mereka adalah jahat.”

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Ha Mashiah. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Ha Mashiah Yeshua, Adonaiku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Ha Mashiah,  (Filipi 3:7-8)

Kemudian saya bertanya kepadanya, ”Apakah sekumpulan hitam tersebut dan berbentuk buruk yang menaungi udara di atas dunia? Saya ada banyak takut atas mereka, tetapi saya lihat bahwa ketika kamu meliwatinya, mereka melarikan diri; mungkin karena tidak mampu tinggal di dalam cahayamu.”
Ia menjawab saya, ”Mereka adalah malaikat-malaikat yang jatuh karena kesombongan dan pemberontakan mereka dilempar keluar dari Sorga. Mereka berkeliling di udara oleh keputusan Yang Mahatinggi, ada diikat dalam rantai-rantai kegelapan dan dijaga untuk masuk kedalam penghakiman dari hari yang besar tersebut. Mereka diinjikan untuk turun ke dalam dunia, untuk mencobai baik orang pilihan dan menuduh orang fasik. Dan meskipun kamu melihat  mereka sekarang ada hitam dan bentuk-bentunya yang buruk, dahulunya mereka adalah anak-anak Terang. Mereka dahulu berpakaian dalam jubah-jubah terang yang mulia, seperti yang kamu lihat saya pakai. Tetapi mereka kehilangan ini, meskipun itu adalah hasil dari kehendak dosa mereka sendiri, hal ini menjadikan mereka marah dan benci melawan Elohim yang diberkati yang kuasa dan kemuliannya mereka takuti dan benci.”  

“He that is down needs fear no fall, He that is low, no pride” John Bunyan

”Ceritakan padaku,” saya berkata, ”O pemimpin yang diberkati, apakah mereka tidak memiliki harapan untuk diperdamaikan kepada Elohim lagi, setelah beberapa waktu kemudian, atau sedikitnya sebagian dari mereka?”

”Tidak, tidak sama sekali. Mereka terhilang selamanya. Mereka adalah yang pertama berdosa, dan sebelum ada pencoba (temper), dan mereka semua sekagus dilempar ke bawah dari sorga. Disamping itu, Putra Elohim, Meshiah yang diberkati oleh Dia saja keselamatan dapat didapat, tidaklah mengambil diri-Nya dalam sifat malaikat. Dia membiarkan semua malaikat murtad tersebut binasa, dan mengambil atas diri-Nya hanya benih Abraham. Karena alasan inilah mereka memiliki banyak kebencian melawan anak-anak manusia, sebab itu adalah siksaan bagi mereka melihat manusia ciptaan mewarisi Sorga sementara  mereka dimusnahkan ke Neraka.”

Pada saat ini kami berada di atas matahari. Penuntun saya mengatakan padaku bola api besar ini adalah satu dari beberapa pekerjaan Elohim yang besar. Meskipun semua bintang tidaklah kurang indah, yang berjarak sangat jauh membuat mereka nampak seperti lilin-lilin dalam pandangan kita. Mereka tergantung pada tempat-tempat mereka ditempatkan tanpa dukungan apapun. Tanpa apapun, tetapi perkataan-Nya yang pertama menciptakan mereka dapat menjaga mereka dalam tempat mereka.

”Kata-kata ini cukup, saya berkata kepada penuntunku, ”untuk menyakinkan setiap orang akan kuasa besar dari Pencipta mereka, dan untuk menunjukkan kejahatan dari ketidak percayaan yang mempertanyakan keberadaan Elohim yang telah memberikan begitu banyak bukti-bukti dari kuasa dan kemulian-Nya. Jika manusia tidak sama seperti binatan-binatang buas tetap melihat kebawah, mereka tidak dapat menolak, tetapi mengenali kekuatan besar dan hikmat-Nya.”
”Kamu mengatakan yang benar, ia berkata. ”Tetapi kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada semua ini. Ini adalah tempat-tempat pertahanan untuk tempat yang mulia bagi orang-orang yang diberkati yang akan tinggal. Sebuah pemandangan darinya akan sekarang diberikan kepadamu, sejauh kamu dapat mengatasinya.”

Dalam sedikit waktu saya telah menemukan apa yang pemimpinku telah katakan kepadaku adalah benar. Sebab saya temukan diriku sendiri diubahkan kedalam Sorga, dimana saya melihat hal-hal yang tidak mungkin untuk dijelaskan, da mendengar lagu-lagu yang indah yang saya tidak pernah dapat nyanyikan. Siapapun yang belum pernah melihat kemulian tersebut dapat berbicara tetapi sangat tidak sempurna mengenainya, dan mereka yang pernah melihatnya tidak dapat menceritakan bagian seperseribu dari apa itu adalah. Itulah sebabnya rasul besar bagi para bukan-Yahudi, yang menceritakan kita bahwa ia telah diangkat masuk kedalam Sorga dimana ia mendengar kata-kata yang tidak terkatakan yang tidak mungkin seorang manusia untuk mengucapkannya  [2 Korintus 12:1-7a], telah menulis bahwa , Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Elohim untuk mereka yang mengasihi Dia.”  [1 Korintus 2:9]. Saya akan memberikan kamu pernjelasan terbaik yang dapat saya lakukan dari apa yang saya telah lihat dan dengar, setepat saya dapat ingat.

Bab 3.  Elia Menerangkan

[Keindahan Sorga ; dipertemukan dan diajar oleh Elia di Sorga;  ]
Ketika pertama kali saya dibawa dekat tempat mulia ini, saya melihat para penghuni terang  yang jumlahnya tidak terhitung hadir, yang menyambut saya masuk kedalam tempat kebahagian yang diberkati ini. Dan disana saya melihat cahaya yang sempurna dan tidak dapat didekati, itu merubah segala sesuatu kedalam alamnya sendiri, karena bahkan jiwa-jiwa dari orang kudus yang dimuliakan adalah transparan. Mereka tidak diterangi oleh matahari; tetapi semua terang itu, yang mengalir dengan cahaya yang tranparan lewat melalui seluruh rumah-rumah sorgawi itu, tidak yang lainnya, tetapi pancaran sinar kemulian Elohim.

Dibandingkan pada kemulian ini, cahaya matahari hanyalah kegelapan, dan api dari pancaran permata  terbaik adalah arang-arang yang mati. Oleh karenanya itu disebut Tahta Kemulian Elohim, dimana radian Yang Mulia dinyatakan dalam cara yang paling terhormat. Elohim terlalu terang untuk dipandang sebagaimana Dia ditinggikan pada tahta yang tinggi kemulian-Nya, sementara banyak malaikat dan orang kudus menyanyikan halleluyah dan pujian selamnya untuk Dia. Ya, mungkin Dia ada dipanggil Elohim Glori, sebab oleh kehadiran-Nya Dia membuat sorga sebagaimana itu ada. Sungai-sungai kenikmatan terus menerus muncul dari Hadirat-Nya, dan memancarkan keceriaan, sukacita, dan kemegahan untuk semua penduduk Sorga yang diberkati, kursi kerajaan-Nya yang kekal.

Bagi saya sendiri, saya terlalu lemah untuk menanggung pancaran kemulian yang terkecil yang ditembakan dari Pancaran Cahaya kekal yang duduk di atas tahta tersebut. Saya dipaksa untuk berseru kepada penuntunku, ”Penglihatan yang begitu glori adalah terlalu besar untuk ku menanggungnya, namun itu sungguh menyegarkan dan menyenangkan yang saya rindu untuk melihat, meskipun saya mati.”
”Tidak, tidak,” kata penuntunku, ”kematian tidak dapat masuk ke dalam tempat yang diberkati ini, tidak juga dosa ataupun penderitaan dapat tinggal. Itu adalah keagungan dari tempat bahagia ini untuk ada selamanya bebas dari semua itu yang jahat; dan tanpa kebebasan itu, keberkatan kita bahkan disini akanlah ada tidak sempurna. Turutlah bersama saya dan saya akan bawa kamu ke seorang yang ada di dalam tubuh, seperti kamu adanya. Berbicaralah dengan dia sebelum saya bawa kamu kembali lagi.”

”O sebaliknya,” saya dengan semangat berkata, ”biarkan saya tinggal di sini. Tidak diperlukan bangunan tabernakel, sebab rumah-rumah sorgawi telah dupersiapkan.” Utusanku yang bersinar menjawab, ”Disini sementara waktu, kamu akan ada selamanya, tetapi kehendak sorgawi haruslah pertama ada ditaati.” 

“One leak will sink a ship: and one sin will destroy a sinner.” John Bunyan

Cepat seperti pikiran, ia membawa saya melewati ribuan malaikat, dan menghadirkan saya ke orang kudus yang besar, nabi Elia. Meskipun ia telah hidup di dunia ratusan tahun yang lalu, saya mengenali dia pada pandangan pertama.

”Ini adalah seorang,” kata penuntunku kepada Elia, ”siapa oleh perintah dari Tahta Kerajaan telah ada mengijinkan untuk mengunjungi dunia terang ini, dan saya telah bawa dia kepada kamu, untuk belajar dari pada mu.”

”Itu,” kata nabi, ”saya dengan senang hati melakukannya. Sebab itu adalah daging dan minuman kami di wilayah yang diberkati ini untuk melakukan kehendak Elohim dan Anak Domba, menyanyikan pujian-pujian-Nya, dan melayani Dia dengan penghormatan hati yang terendah, berkata, ’Berkat, dan glori, dan kekuatan, ada bagi-Nya yang duduk di atas tahta; dan kepada Anak Domba selama lamanya: karena Dia telah menebus kita kepada Elohim oleh darah-Nya keluar dari setiap suku dan bahasa, dan orang-orang dan bangsa, dan telah membuat kita kedalam Elohim kita raja-raja dan penguasa-penguasa: demikianlah, Amin.’” Dan saya juga menambahkan ”Amin” kepada perkataan nabi suci ini.

Nabi ini kemudian bertanya pada ku mengapa ijin dan kesempatan besar ini diberikan kepada ku. (Dengan ini saya mengerti bahwa para orang kudus di sorga tidak tahu apa yang terjadi dibumi; jadi bagaimana dapat doa-doa ada diarahkan kepada mereka?) Saya kemudian bercerita kepadanya peristiwa-peristiwa yang telah saya tuliskan di sini, yang membuat nabi kudus berseru dalam pujian, ”Glori selamanya ada diberikan kepada Dia yang duduk di tahta, dan kepada Anak Domba, karena ketidak terbatasan kebaikan dan kebesaran belas kasihan-Nya kepada kelemahan orang berdosa yang miskin dan ragu.” Setelah itu ia berkata, ”Sekarang beri perhatian atas apa yang akan saya katakan. Apa yang kamu telah lihat dan dengar saya yakin kamu tidak akan dapat membuat mengerti seluruhnya kepada mereka yang belum diterjemahkan ke tempat mulia ini, yang belum ada dibebaskan dari tubuh jasmani mereka. Tidak juga keberadaanku disini dalam tubuh keberatan atas apa yang saya katakan, karena meskipun itu belum tunduk kepada kematian, namun itu sudah dirubah sederajat. Itu telah dibuat rohaniah, dan tidak lagi bisa menderita. Namun di dalam kondisi penuh kebahagian saya tidak dapat jelaskan semua yang saya suka, tidak juga saya tahu apa yang belum ada dinikmati, sebab di sini kebahagian kita adalah selalu baru.”

Saya kemudian bertanya nabi yang diberkati ini untuk menerangkan dirinya sendiri. Saya tidak mengerti bagaimana kebahagian dapat ada komplit, namun terus ada ditambahkan. Berikut ini adalah jawabannya:
”Ketika jiwa dan tubuh  keduanya bahagia, seperti milikku sekarang ada, saya memperhitungkan itu suatu kondisi kebahagian yang komplit. Karena melewati seluruh usia kekekalan, itu adalah jiwa dan tubuh bergabung bersama di posisi kebangkitan yang diberkati yang akan menerima kebahagian ini. Tetapi mengenai masalah kebahagian kita, yang selalu menyenangkan dan diberkati Elohim, penglihatan kita akan Dia adalah baru selamanya. Karena sebagaimana kesempurnaan-kesempurnaan sorgawi tidak terbatas, tidaklah kurang kekekalan dapat ada puas untuk menampilkan kemulian mereka. Ini membuat kebahagian kita selamanya ditambahkan, demikian juga pengetahuan kita akan Dia akan ada selamanya juga bertambah. ”

“Pray often; for prayer is a shield to the soul, a sacrifice to God, and a scourge for Satan” John Bunyan

”Karenanya Rasul Paulus berkata, ” ”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Elohim untuk mereka yang mengasihi Dia.”  [1 Corinthians 2:9].[1] Namun mata jasmani telah melihat banyak hal-hal mengabumkan di alam. Telah melihat gunung-gunung kristas, batu-batu berlian, tambang-tambang emas, pantai-pantai mutiara. Bagaimanapun, mata-mata yang telah melihat begitu banyak keajaiban di bawah dunia tidak akan pernah dapat membandingkannya dengan kemulian-kemulian dari tempat kemenangan ini. Dan meskipun telinga manusia telah mendengar banyak suara-suara yang menyenangkan dan harmonis, bahkan manusia tersebut dan alam dapat mencuplai dia semuanya itu, namun dia belum pernah mendengar melodi sorgawi yang keduanya orang-orang kudus dan malaikat buat di depan tahta. Hati orang sangat halus dan imajinatif hampir dapat memahami semua yang ada, atau telah ada, atau yang akan ada di bawah dunia, dan bahkan apa yang tidak akan pernah ada. Orang dapat berpikir setiap batu di bumi akan ada berubah kedalam mutiara-mutiara, dan setiap  sisi rumput kedalam terang permata-permata bercahaya. Ia dapat berpikir seluruh bumi ada dirubah kedalam sebuah bongkah emas murni, dan udara berubah menjadi kristal. Ia dapat berpikir setiap bintang menjadi seterang matahari, dan matahari menjadi seribu kali  lebih besar dan lebih terang. Tetapi semua ini jauh terbatas dibanding dengan apa kekal Mulia telah siapkan untuk semua pengikut setia-Nya.”

Bab 4.  Kebahagian Sorga

[Macam-macam kebahagian orang kudus di Sorga; arti dari tubuh kebangkitan; trinitas]
Nabi melanjutkan, ”Saya akan menceritakan kamu secara singkat tentang kebahagian kami di sini, karena berabad-abad dihabiskan pada thema yang menyenangkan ini hanya mulai untuk menerangkannya. Supaya kamu dapat memiliki pengertian terbaik, saya akan pertama-tama menerangkan tentang bagaimana jiwa-jiwa yang ditebus telah dibebaskan dari, dan kedua tentang kebahagian yang mereka nikmati di sini.”

”Yang pertama, jiwa-jiwa dari semua yang diberkati adalah selamanya bebas dari segala sesuatu yang dapat membuat mereka sengsara, yang semua semua itu adalah dosa. Itua adalah dosa yang telah membawa sengsara kedalam ciptaan. Elohim yang di berkati pada awalnya membuat segala sesuatu berbahagia, seperti diri-Nya sendiri. Dosalah yang merusak keindahan karya-Nya, para malaikat dan manusia tidaklah akan pernah tahu apa artinya penderitaan. Itulah dosa yang melempar para malaikat yang murtad tersebut kedalam Neraka, dan merusaka keindahan dunia yang lebih rendah. Itu adalah dosa yang merusak gambar Elohim di dalam jiwa manusia, dan menjadikan orang-orang yang adalah tuan-tuan atas ciptaan masuk kedalam budak-budak dari napsu dosa mereka sendiri. Itu adalah dosa yang dapat juga menceburkan mereka kedalam lautan penderitaan kekal yang tida  ada penembusan. Itu adalah suatu belas kasihan yang berharga bahwa di tempat bahagia ini semua orang kudus adalah dibebaskan selamnya dari dosa melalui darah dari Penebus kita. Di bumi di bawah, jiwa-jiwa terbaik dan terkudus merana dibawah beban dosa. Dosa mencoba melekat ke semua apa yang mereka lakukan, dan sering menuntun mereka tertawan melawan kehendak mereka. ”Siapakah yang akan membebaskan saya?”  jeritan yang telah ada dari hamba-hamba Elohim yang setia, yang pada saat bersamaan telah ada sayang pada Yeshua.  Dosa adalah beban berat para orang kudus sementara mereka hidup di dalam tubuh mereka yang tidak sempurna. Karenanya ketika mereka meninggal dunia, jiwa-jiwa mereka seperti sebuah burung yang terlepas dari sarangnya, dan dengan sukacita sorgawi mereka naik ke Sorga. Tetapi di sini peperangan mereka berakhir, dan ’kematian ditelan dalam kemenangan.’ Di bawah jiwa-jiwa mereka cacat dan ternoda oleh dosa, tetapi di sini jiwa-jiwa terang mereka oleh Yeshua yang selalu diberkati dihadirkan kepada Bapa ’tanpa cacat dan kerut.’”

“Prayer will make a man cease from sin, or sin will entice a man to cease from prayer” John Bunyan

”Tidak hanya para orang kudus di sini bebas dari dosa, tetapi juga dari segala macam godaan dosa. Ketika Adam di paradis, meskipun ia tidak berdosa dan bebas dari dosa, namun ia tidak bebas dari pencobaan. Setan masuk kedalam paradis dan Adam termakan secara fatal oleh godaan-godaannya. Seperti penyakit, dosa telah menjalar kedalam sifat alami manusia dan merusak seluruh umat manusia.”

”Di sini setiap jiwa bebas dari itu. Tidak ada, kecuali apa yang murni dan kudus dapat diterima disini. Singa yang megaum itu yang mundar mandir seluruh bumi mencari siap ia dapat telan, tunduk kepada orang-orang kudus di Sorga, adalah terikat kuat di rantai-rantai kekal. Pencobaan-pencobaan dunia tidak akan pernah lagi menarik mereka yang melalui iman dan kesabaran telah mengalahkan itu dan tiba dengan aman di sini. Di Sorga kami melihat dengan kejijikan pada semua kenikmatan duniawi. Tidak ada di sini yang dapat mengganggu damai kami, tetapi ketenangan kekal memahkotai semua kebahagian kami.”

”Sejak kami dibebaskan dari semua dosa dan pengaruh-pengaruhnya, kami juga dibebaskan dari hukuman. Setelah kematian, Neraka meraih orang berdosa ke penderitaan abadi. Namun yang diberkati dibebaskan dari semuah hal-hal tersebut. ”

”Di sini kami menikmati pandangan Elohim, musim semi yang diberkati dan sumber abadi semua kebahagiaan kami. Tapi apa ini adalah, saya tidak dapat jelaskan lebih lengkap daripada yang mahluk terbatas dapat memahami yang tidak terbatas. Namun pandangan Elohim terus-menerus mengisi jiwa-jiwa kami dengan sukacita yang tidak dapat diucapkan dan penuh kesukaan, dan dengan kasih yang begitu menyala yang tidak ada kecuali penulis yang diberkati itu dapat memuaskan, tidak juga kekekalan itu sendiri dapat berakhir. Itulah yang membuat kami hidup, menyayangi, bernyanyi dan memuji selamanya sementara itu juga merubah kami kedalam rupa-Nya yang diberkati. Mengamati wajah Elohim, kami menikmati kasih-Nya. Senyum-senyum-Nya yang diberkati membuat senang jiwa kami, dan dalam dukungan-Nya kami bersuka-cita senantiasa, ‘karena dalam dukungan-Nya adalah kehidupan.’ Dan melalui visi Elohim yang diberkati ini, kami semakin tahu Dia semakin tinggi lebih dari setiap orang yang pernah mengenal Dia di bawah dunia. Sebab pendangan akan Diam membuka perngertian-pengertian kami,  dan ’memberi kami cahaya pengetahuan akan kemulian Elohim dalam wajah Yeshua Ha Mashiah.’ Di bawah (di bumi) para orang kudus menikmati Elohim dalam ukuran, tetapi di sini kami menikmati Dia tanpa batas.

“You have chosen the roughest road, but it leads straight to the hilltops.” John Bunyan

Di sana mereka memiliki beberapa teguk kebaikan-Nya,  tetapi di sini kita minum  sebanyaknya dan berenang di samudra kebahagian yang tak terbatas.
Di bawah orang-orang kudus memiliki persekutuan mereka dengan Elohim terputus berkali-kali, tapi di sini tidak terganggu.
Di bawah kasih dicampur dengan rasa takut, dan rasa takut memiliki siksaan; tapi di sini kasih sempurna, dan kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Di Surga kita mengasihi Elohim lebih dari diri kita sendiri, dan satu sama lain seperti diri kita sendiri. Di sini kita menikmati kesempurnaan sumber segala kasih karunia.
Di surga pemahaman dan pengetahuan kami diperbesar sesuai kebesaran yang kita dapat amati dan pikir.
Dalam dunia di bawah cahaya hanya dapat bersinar dalam pikiran kita melalui jendela indra kita, sehingga Elohim harus merendahkan diri-Nya ke kapasitas kita yang terbatas ketika mengungkapkan Kemuliaan-Nya. Ide-ide kami paling murni tentang Elohim sangat tidak sempurna, tapi di sini emas dipisahkan dari kotorannya dan kami dapat memahami kesederhanaan dan kemurnian Elohim. Kami memahami keputusan-keputusan dan nasehat-nasehat-Nya, pemeliharaan dan dispensasi-Nya. Kita melihat dengan jelas di sini bahwa dari kekekalan Elohim adalah satu-satunya yang ada, tapi tidak sendirian, KeElohiman tidak bingung dalam kesatuan, tidak juga terbagi dalam bilangan. Kami melihat adanya suatu prioritas urutan tetapi tidak superioritas diantara pribadi-pribadi Tritunggal, tetapi bahwa Mereka setara memiliki kesempurnaan dan kuasa yang sama, dan sama-sama dipuja. Jalan-jalan Elohim yang di bumi dibawah nampaknya tidak terselidiki dan melampau dan diluar pemahaman kita, kami mengerti dengan begitu jelas di ini melalui hikmat sorgawi-Nya yang mana kebenaran tidak dapat dibuat lebih sederhana.

“Ini adalah beberapa hal yang membuat jiwa kami bahagia. Namun, kebahagiaan orang-orang kudus di surga tidak akan lengkap sampai tubuh mereka dibangkitkan dan bersatu dengan jiwa mereka. Saya karena itu akan menunjukkan kepadamu kebangkitan tubuh akan ada seperti apa:

”Pertama, tubuh-tubuh kebangkitan yang diberkati akanlah ada sebagai tubuh-tubuh rohani, seperti milikku. Kamu mungkin mengerti ini lebih baik tidak hanya melalui melihat, tetapi melalui sentuhan. (Setelah mengatakan ini, nabi kudus ini dengan senang memberi saya tangannya.) Mereka akan menjadi tubuh-tubuh yang dimurnikan dari semua korupsi, namun memiliki substansi. Mereka tidak akan ada seperti angin atau udara, sebagaimana orang-orang di bumi terkadang membayangkan secara bodoh.”

Kemudian saya berkata padanya bahwa saya selalu mengerti spiritual sebagai hal yang berlawanan dengan material, jadi saya berpikir bahwa tubuh rohani pastilah bukan benda, dan tidak dapat ada disentuh atau dirasakan sebagaimana saya rasakan pada tangannya.

Untuk ini nabi ini menjawab bahwa tubuh-tubuh mereka adalah bersifat roh, tidak hanya mereka dimurnikan dari semua korupsi, namun sebagaimana mereka dikuatkan oleh kesukaan Elohim tanpa perlu makanan, minuman, atau tidur. Mengamati YAHWEH adalah yang mengukung baik jiwa mereka dan tubuh mereka, dan adalah yang mereka hidup ada selama-lamanya.

”Belumkah kamu membaca,” nabi ini berkata, ”bahwa Yeshua yang diberkati, setelah kebangkitan-Nya, muncul dalam tubuh-Nya kepada murid-murid-Nya ketika mereka bertemu bersama di sebuah kamar dengan pintu-pintu tertutup? Dan namun Dia memanggil Thomas untuk datang dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh-Nya, yang menunjukkan itu memiliki substansi. Tubuh kita saat kebangkitan akan ada abadi, dan tidak dapat mati. Di bawah tubuh-tubuh mereka semua fana, binasa, dan tunduk hancur kedalam debu setia saat. Tetapi di sini tubuh-tubh kita akanlah tidak dapat rusak dan bebas dari kematian selama-lamanya, karena di sini ketidak sempurnaan kita akan memakai yang tidak korupsi, dan kematian kita akan ditelan oleh kehidupan.”

Di sini saya rindu nabi bersama saya sedikit, sementara saya memberi dia tentang pikiran-pikiran ku sendiri tentang masalah ini.
”Berbicaralah, sebab saya siap untuk menghapus keraguanmu,” ia berkata.
”Saya telah belajar,” saya berkata, ”di Kitab-kitab Suci yang abadi adalah hanya milik Elohim, dan bukan manusia. Pengalaman sehari-hari menceritakan kepada kami bahwa tubuh-tubuh manusia adalah fana dan mati. Karenanya Paulus berkata kepada Timotius bahwa Elohimlah yang hanya memiliki keabadian.”

“When you pray, rather let your heart be without words than your words without heart.” John Bunyan

Nabi menjawab, ”Ketika saya mengatakan bahwa tubuh-tubuh yang diberkati di sini adalah abadi, saya berbicara tentang tubuh-tubuh mereka di saat kebangkitan, ketika mereka tidak lagi tunduk kepada kematian. Seorang manusia dalam kondisinya yang tidak sempurna adalah binasa dan tunduk pada kematian. Dan tidak ada lebih bukti  untuk semua yang tinggal di dunia di bawah. Bahkan tubuh-tubuh dari semua jiwa-jiwa yang dimuliakan yang ada di sini di Sorga adalah saat ini tetap dijaga di bawah kuasa kematian. Dan sebagaimana untuk apa yang kamu bilang dari Kitab Suci, bahwa Elohim yang diberkati saja yang memiliki keabadian, itu adalah sungguh benar. Dia memang yang paling utama dalam keberadaan dan sifat-Nya sendiri; tidak ada malaikat atau manusia yang dapat, dalam hal khusus ini, demikianlah dikatakan. Kami adalah abadi melalui anugerah dan kemurahan-Nya; namun Elohim adalah abadi dalam hakikat-Nya dan sudahlah demikian sejak seluruh kekekalan. Dalam arti bahwa Dia dapat dikatakan dengan baik hanyalah yang memiliki keabadian. Apapun Elohim yang diberkati adalah, Dia adalah sungguh utama di dalam keberadaa-Nya sendiri, tidak ada seorangpun yang benar, tidak juga yang berbelas kasihan kecuali Dia.”

Bab 5.  Kita Mengenal Satu Sama Lain

[Tidak perlu diperkenalkan; bertemu jiwa orang kudus  yang baru meninggal]
Saya telah nyatakan, ”Saat saya dibawah ke sini, saya telah melihat diantara orang-orang kudus beberapa nampak bercahaya dengan terang yang lebih besar dari orang-orang lain. Adakah ada diantara yang diberkati perbedaan derajat kemulian?”
”Kebahagian dan kemulian yang semua yang diberkati di sini nikmati adalah hasil dari hubungan mereka dengan dan kasih kepada Elohim yang diberkati. Lebih banyak kita melihat Dia, lebih kita mengasihi Dia; dan kasih merubah jiwa-jiwa ke dalam sifat-Nya, dan dari ini keluar kemulian kita. Ini yang membuat perbedaan di dalam derajat kemulian. Tidak ada seorang mengerutu atas orang lain ketika melihat kemulian orang lain lebih besar dari dirinya sendiri. Elohim yang sungguh diberkati adalah samudra cahaya dan kehidupan dan sukacita dan kebahagian yang melimpah,  tetap mengisi setiap bejana yang diletakkan di dalamnya, sampai tidak dapat diisi lagi. Dan meskipun bejana-bejana  terdiri dari ukuran yang berbeda-beda, sementara setiap yang dipenuhi tidak ada yang dapat menggerutu. Jawaban saya karenanya atas pertanyaan mu adalah bahwa mereka yang berkapasitas terbesar mengasihi Elohim terbesar, dan karenanya dirubah terbanyak ke dalam keserupaan-Nya. Ini adalah kemulian terbesar Sorga dapat beri. Kiranya ini nampak tidak aneh bagimu, karena bahkan diantara malaikat-malaikat Elohim yang menyala ada perbedaan-perbedaan tingkatan dan perbedaan derajat-derajat kemulian.”

“He who bestows his goods upon the poor shall have as much again, and ten times more.” John Bunyan

Sementara aku sedang berbicara dengan nabi sebuah bentuk bersinar mendekat. Itu adalah salah satu orang yang ditebus. Dia bilang dia telah meninggalkan tubuhnya beristirahat di bawah dalam pengharapan sampai kebangkitan, dan meskipun ia masih sebuah substansi namun itu adalah suatu yang rohani, tidak untuk disentuh oleh manusia.

Dia berkata, “Kami di sini melihat pemandangan layak untuk meninggal-Anak Domba Elohim yang diberkati, Juruselamat yang mulia. Di sini kami melihat Dia dalam jabatan-Nya yang bersifat kerajaan, yang mana Dia disebut Raja segala raja dan Adonei ha’adonim (Tuhan segala tuhan). ” Tetapi semua kemulian besar dari Penebus kami yang diberkati tidak membuat kebaikkan-Nya nampak berjarak, tetapi hanya lebih mulia. Itu membuat Sorga lebih dari Sorga bagi ku untuk menemukan Dia berkuasa di sini, Dia yang telah menderita begitu banyak untuk saya di dunia di bawah. Dan kebahagian besar dari Penebus kita meningkatakan kita sendiri, sebagaimana Dia mengundang setiap hamba yang setia masuk ke dalam kesukaan Tuan-Nya.

”Di sini kami tidak hanya melihat Saudara tua kami, Ha Mashiah, tetapi juga para kerabat dan famili kami. Meskipun Elisa telah hidup di bawah bumi jauh sebelum waktu kamu, ketika kamu melihat dia langsung kamu tahu dia, demikian juga dengan Adam.”  Di sini kami berbicara kenikmatan yang termurni satu sama lain, kasih yang tulus mempersatukan masyarakat kami. Dan oh, betapa bahagia kondisi kasih itu! Dimana ada kasih seperti ini, semuanya diisi dengan kegembiraan. Bagaiman dapat itu ada kebalikannya, karena dalam masyarakat yang diberkati ini ada penerimaan dan pengembalian kasih dan sukacita yang terus-menerus.”

“Tapi selain semua kebahagiaan yang datang kepada kami oleh persekutuan kita dengan Tuhan dan dengan satu sama lain, itu bagi ku sebuah kebahagian besar  untuk mengerti semua dalamnya rahasia-rahasia agama yang orang terbijak di dunia di bawah tidaklah dapat mengerti secara penuh.  Di sini kita melihat harmoni yang sempurna antara teks-teks kitab suci bahwa di dunia di bawah ini tampaknya saling bertentangan. Dan di sini kami sangat takjub dan syukur dalam menemukan kebaikan sorgawi terhadap masing-masing dari kami pada khususnya. Dalam kaitannya dengan kehidupan saya sebelumnya di bumi, saya telah melihat sifat murah hati dari orang-orang yang sangat penderitaan bahwa saya pernah (ketika di atas bumi) berpikir untuk menunjukkan murka-Nya. Saya sekarang sepenuhnya yakin bahwa tidak ada penderitaan yang saya bertemu dengan di dunia bawah (dan saya bertemu dengan banyak) baik datang lebih cepat atau jatuh berat atau dilanjutkan lebih lama dari itu yg diperlukan.  Pengharapan-pengharapanku tidaklah mengecewakan, tetapi Elohim memakai semua hal untuk mempersiapkan ku untuk sebuah upah kekal yang lebih baik dibanding apa yang telah saya harapkan.

”Tetapi saya ingat bahwa kamu masih di dalam tubuh, dan mungkin cape mendengarkan yang saya dapat ceritakan selamanya, begitu besar kebahagian yang saya meliki. Saya akan hanya menambahkan satu lain lagi tentang kebahagian kami: meskipun banyak melimpah dari jiwa-jiwa yang diberkati turut bersukacita dan bermuliaan ini, ini tidaklah membuat kurang dari apa yang masing-masing terima. Karena samudera kebahagian ini sungguh tidak berdasar yang teman yang tidak terhitung dari semua orang kudus tidak pernah dapat menghabiskannya. Ini tidaklah asing, sebab di dunia di bawah setiap orang secara merata menikmati keuntungan dari cahaya. Tidak ada seorangpun yang dapat menggerutu bahwa mereka menikmati itu kurang, sebab orang lain menikmati itu juga. Semua menikmati keuntungan cahaya sebanyak jika tidak ada yang lain menikmati itu melainkan mereka sendiri. Jika sejumlah pribadi meminum dari sungai yang sama tidak seorangpun mampu menhabiskannya, meskipun setiap dari mereka memiliki kemampuan menum sebanyak ia dapat. Jadi siapapun menikmati Elohim menikmati Dia sebanyak ia dapat tampung, menurut kemampuan dia.

”Saya telah memberikan kamu penjelasan singkat akan Kanaan sorgawi kami. Itu tidak seperseribu  dari apa yang dapat dikatakan, namun itu cukup untuk kamu melihatnya tanah penuh dengan susu dan madu. Dalam tempat yang bahagia ini, hubungan duniawi (persetubuhan) berakhir. Tidak juga ada laki-laki dan perempuan di sini, tetapi semua seperti para malaikat. Sebab jiwa-jiwa tidak dapat dibedakan kedalam jenis sex, sebab itulah semua hubungan (intim) di sini dikubur di dalam Elohim.”

Ia berkata tidak lebih cepat dari ia membawa saya melalui tangan. Kemudian, jauh lebih cepat dari sebuah anak panah dari  busurnnya, kami melewati beberapa bentuk yang bercahaya berpakaian dalam jubah-jubah keabadian, yang melihat kepadaku ketika saya melewati mereka. Ia berkata, ”Selamat berpisah, temanku, malaikat pelindungmu  segera akan datang dan membawa kamu kembali ke dunia  dibawah.”

Saya mendekati bentuk bersinar seorang yang ditebus yang berdiri di depan saya, yang tampil sangat mulia, dikelilingi dengan garis-garis sinar yang menyilaukan. Saya hampir tidak dapat melihat wanita ini karena cerah wajahnya yang melimpah.
Wanita ini berkata kepadaku, ”Untuk apa saya adalah, bagi Dialah yang ada di tahta semua pujian dan kemuliaan. Jubah kemulian yang kamu lihat saya pakai adalah hanya pantulan dari sorotan-sorotan terang-Nya sendiri!”
Saya berkata, ”Kamu nampaknya seorang yang mengisi sukacita-sukacita yang luar biasa yang kamu bicara tentang.”

Ia menjawab, ”Kamu seharusnya tidak berpikir bahwa ini aneh. Keajaiban-keajaiban kasih dan anugerah sorgawi yang perkasa akan menjadi subjek dari lagu kita selama-lamanya. Di sini semua hubungan manusia berakhir dan ditelan di dalam Elohim Yang adalah Bapa yang besar sendiri dari semua keluarga sorgawi ini. Adapun anggota-anggota keluarga yang saya tinggalkan dibelakang di dunia di bawah, saya telah menyerahkan mereka  kepada Elohim. Saya akanlah senang melihat mereka semua mewarisi warisan yang diberkati ini. Namun jikalau mereka bergabung dengan musuh utama dari jiwa-jiwa dan menolak anugerah tersebut yang telah ditawarkan mereka, dengan demikian binasa dalam ketidakpercayaan mereka, Elohim akan ada dimuliakan dalam keadilan-Nya, dan dalam kemulian-Nya saya akan tetap bersukacita.”

Kemudian saya ingin mengetahui entah orang-orang kudus di Sorga mengerti dan ada prihatin atas apa yang berlangsung di dunia bawah.
Untuk ini wanita ini menjawab, ”Seperti untuk masalah-masalah dari orang-orang tertentu, kami tidak perduli dengan mereka dan mengabaikan mereka. Hanya Elohim yang hadir dalam semua tempat dan melihat semua hal. Namun perjuangan-perjuangan dan kemenangan-kemenangan Gereja di bawah ada diceritakan ke kami oleh para malaikat, yang adalah roh-roh yang melayani dikirim  untuk melayani mereka yang akan ada mewarisi keselamatan. Dari apa yang mereka laporkan kami sangat gembira untuk memperbaharui pujian-pujian kami bagi Dia yang duduk di atas tahta.”

Bab 6.  Dibawa  ke Neraka

[Jangan terlalu ingin tahu masalah yang masih termaterai; Lucifer di atas tahtanya; percakapan pedas dua sahabat berdosa]
Kemudian utusan terang yang telah membawa saya ke Sorga kembali. ”Saya dapat,” kata malaikat, ”sebuah perintah untuk membawa kamu kembali ke bumi dari mana kamu saya ambil, setelah pertama-tama mengunjungi wilayah-wilayah pangeran kegelapan. Di sana kamu akan melihat upah dari dosa, dan keadilan apa telah disiapkan sebagai hukuman dari mereka yang meninggikan diri mereka sendiri di atas tahta Yang Mahatinggi.”

Meninggalkan Sorga untuk ke bumi sangatlah mengecewakan. Tetapi meninggalkan Sorga untuk ke Neraka tidaklah dapat diterima! Bagaimanapun, ketika saya tahu bahwa itu adalah kehendak Elohim yang  baik, saya sedikit dikuatkan. Jadi saya berkata kepada penuntun-ku yang bercahaya, ”Itu yang telah diperintahkan Elohim saya akan selalu berkehendak untuk taat. Bahkan di Neraka saya tidak akan takut jika saya boleh memiliki kehadiran-Nya bersama saya di sana.”
Penuntunku menjawab, ”Dimanapun Elohim yang diberkati memberikan kehadiran-Nya, di sana di Sorga, dan dan sementara kita ada di Neraka Dia akan ada beserta kita.”

Kemudian membungkuk rendah di hadapan takhta Yang Mahakuasa, lebih cepat dari pikiran malaikat penuntunku membawa saya pada suatu perjalana cepat melalui langit-langit. Saat saya melihat bintang-bintang saya berkata ke penuntunku bahwa  saya telah mendengar di bumi bahwa setiap satu dari mereka memiliki dunia-dunia mereka sendiri. ”Tetapi saya hendak meminta kamu menceritakan pada ku kebenaran akan masalah ini.”
Untuk ini penuntunku yang bersinar menjawab, ”Bagi Dia Yang Mahakuasa tidak ada yang mustahil. Tetapi dari mengetahui bahwa itu adalah di dalam kuasa-Nya melakukan hal ini, berpendapat bahwa it adalah kehendak-Nya, adalah tidak ada logika yang baik di sekolah Sorga. Kami tahu apa yang Dia senang untuk nyatakan kepada kami, dan apa yang Dia tidak nyatakan adalah rahasia-rahasia terkunci dalam dewan abadi-Nya sendiri. Karena setiap orang yang menyelidiki ke dalam rahasi-rahasia ini akanlah ada tetapi berani dan keingin tahuan yang lancang. Tidak ada keraguan bahwa Dia dapat membuat sebanyak dunia yang Dia inginkan, tetapi Dia belumlah menyatakan itu kepada kami, dan itu bukan tugas kami untuk menyelidikinya.”

Saat ini kami telah turun ke wilayah-wilayah udara yang terendah. Di sana saya melihat sejumlah bentuk-bentuk yang buruk dan penampilan gelap suram yang melarikan diri dari kehadiran cahaya penuntunku.
Saya berkata, ”Ini pastilah beberapa pemimpin Neraka, begitu gelap dan begitu menankutkan bentuk-bentuk mereka.”
Ia menjawab, ”Sekarang kita ada di perbatasan Neraka, mereka adalah roh-roh yang murtad yang berkeliling seperti singa-singa yang mengaum.”
”Sekarang,” kata malaikat penjagaku, ”kamu berada pada ujung Neraka, tetapi janganlah takut kepada kuasa perusak. Pemimpinku dari Tahta Kerajaan mengamankan kamu  dari semua bahaya. Di sini kamu dapat mendengar dari para iblis dan jiwa yang dikutuk kutukan yang disebabkan oleh kehancuran mereka yang tidak pernah habis. Apa yang kamu tanyakan pada mereka, mereka akan jawab. Iblis-iblis tidak dapat melukai kamu, meskipun dia berkehendak, sebab mereka diikat oleh Dia yang telah menugaskan saya.”

Kami kemudian tiba di dalam wilayah Neraka, ditempatkan di goa-goa jauh di dalam pusat bumi. Di sana di sebuah danau cairan api belerang, duduk Lucifer di atas tahta yang menyala. Kedua matanya yang mengerikan nyala seperti kemarahan neraka. Saya melihat para iblis yang melarikan diri dari kami ketika kami datang telah memberikan pemberitahuan akan kedatangan kami. Ini telah membuat semua Neraka menjadi heboh, dan membuat Lucifer mengeluarkan hujatan-hujatan arrogen dan kesombongan melawan Elohim yang diberkati.

“Apa yang akan Pengguntur miliki?” katanya. “Dia telah memiliku Sorgaku, yang tongkat bercahaya tangan kuat ini harus tanggung. Sebagai ganti medan-medan cahaya yang tidak pernah habis tersebut, Dia membatasi saya  di sini di rumah kematian yang gelap, sedih dan celaka ini! Apakah ia akan juga mengambil Neraka dari ku, bahwa Dia menghina saya di sini? Ah! Dapatkah saya mendapatkan satu hari lainnya untuk mencoba itu, saya akanlah membuat Sorga bergoncang dan tahta cahaya-Nya goyah.
Tidaklah saya takut kemaha kuasaan-Nya, meskipun Dia memiliki api-api yang dasyat untuk melempar saya ke dalam sini.
Meskipun saya kalah dalam peperangan pada hari tersebut, kesalahan bukanlah kepada ku! Tidak ada roh bersayap di sorga berusaha lebih baik untuk menang dibanding yang saya telah lakukan. Tetapi, ah!” Ia terus dengan sebuah suara yang bertukar, ”Hari itu telah kalah, dan saya selamanya binasa ke teritori-teritori gelap ini! Namun ada tetap sedikitnya beberapa kenyamanan untuk ku bahwa kesedihan manusia menantikan saya. Dan karena saya tidak bisa melawan Penguntur,  saya akan membuat yang terbesar dari kemarahanku jatuh menimpa mereka.”   

Saya terperana mendengar kotbah durhakanya,  dan merasa terdorong untuk mengatakan pada penuntunku, “Bagaimana adil hujatan di diupahi!”
”Apa yang kamu telah dengar dari roh pemberontak ini adalah dosa dan hukumannya; karena setiap hujatan dia jeritkan melawan Sorga, membuat Neraka lebih panas bagi dirinya.”

Kami kemudian lewat untuk melihat adegan-adegan  yang lebih menyedihkan. Saya melihat dua jiwa yang malang ada disiksa oleh sebuah iblis. Ia menceburkan mereka ke dalam cairan api dan batubelerang menyala terus-menerus, sementara pada waktu yang bersamaan mereka menuduh dan mengutuk satu sama lain. Yang satu berkata, ”O terkutuklah wajahmu, yang pernah saya lihat atas mu! Penderitaan saya adalah karena mu, itu adalah kamu yang telah menjebak saya masuk kedalam sini. Itu adalah kerakusan, kebohongan, dan penindasan atas orang miskin kamu yang telah membawa saya ke sini. Seandainya kamu telah ada sebaik contoh kamu telah ada sebagai orang jahat, pastilah saya sekarang ada di Sorga. O betapa bodohnya saya telah ada!  Ketika saya mengikuti jejak-jejakmu kamu menghancurkan ku selama-lamanya. O  seandainya saya tidak pernah melihat wajahmu, atau seandainya kamu tidak pernah terlahir!”

Orang malang lainnya menjawab, ”Tidakkah saya juga menyalahkan kamu? Tidakkah kamu ingat bagaimana pada waktu dan tepat tertentu kamu tarik aku pergi bersama dengan mu? Saya sedang menggali bisnisku sendiri ketika kamu memanggilku untuk pergi, jadi kamu sama salahnya sebagaimana aku. Meskipun saya rakus, kamu sombong. Meskipun kamu belajar bagaimana menipu dari ku, namun kamu mengajari aku untuk nafsu birahi, berbohong, menjadi mabuk dan mengejek kebaikan. Jadi meskipun saya menyandung kamu dalam beberapa hal, kamu menyandung saya dalam banyak hal lainnya. Sebab itu jika kamu menyalahkan saya, saya dapat menyalahkan kamu sama banyaknya. Saya berharap kamu tidak pernah datang kesini, kehadiranmu melukai jiwaku,  dengan membawa dosa segar ke dalam pikiranku. Bersama mu, bersama mu saya berdosa. O kesedihan bagi jiwaku! Karena saya tidak dapat menghindari persahabatanmu di bumi, o seandainya saya bisa tanpa mu di sini!”

Dari percakapan sedih ini saya belajar bahwa mereka yang turut dalam dosa di bumi akan juga ada dihukum bersama di Neraka. Saya percaya ini adalah alasan yang benar mengapa orang kaya (dari cerita di Alkitab) sungguh nampak beramal kepada saudara-saudaranya (Lukas 16:27-28). Alasan dia tidak ingin mereka bergabung dengan dia di Neraka adalah sebab mereka akanlah ada menambah siksaan-siksaannya.

Bab 7.  Siksaan-Siksaan Neraka

[Siksaan bagi pencinta emas; penyesalan pahit seorang yang menolak anugrah keselamatan]
Ada lagi adegan yang penderitaan yang lebih tragis yang kami lihat saat tinggalkan kedua penjahat terkutuk yang saling menuduh satu sama lain. Seorang wanita yang terbakar dengan belerang terus menerus dipaksa memasukkan belerang tersebut ketenggorakannya oleh sebuah roh penyiksa. Roh ini melakukannya kekejaman yang mengerikan dan keangkuhan yang membuat saya berkata kepadanya, ”Mengapa kamu begitu senang dalam menyiksa orang celaka yang terkutuk itu, dan ada mengucurkan cairan neraka yang menyala itu  kedalam ternggorokan dia?”
”Ini adalah lebih dari sekedar upah,” jawab si iblis. ”Wanita ini  di masa hidupnya adalah seperti penjahat rakus meskipun ia telah memiliki banyak emas, dia tidaklah pernah puas. Itu sebabnya saya sekarang mengucurkannya itu kedalam tenggorokannya. Ia tidak perduli siapa yang ia hancurkan sejauh ia dapat memiliki emas mereka. … Karena emas adalah ilahnya di bumi, bukankah itu hanyalah sebuah upah yang ia harus terima perutnya penuh dengan itu di Neraka?”

Ketika penyiksanya selesai berbicara, saya tanya dia (wanita tersebut) entah ini adalah semuan benar. Ia menjawab kepada ku, ”Tidak, untuk penderitaanku itu adalah tidak (benar).”
”Mengapa itu tidak benar,” saya berkata, ”dan mengapa kamu sedih bahwa itu adalah tidak benar?”
”Sebab jika apa yang penyiksaku bilang pada mu adalah benar, dia berkata, saya pastilah ada dipuaskan. Ia berkata padamu ia menuangkan emas ke tenggorokanku; tetapi ia adalah iblis penipu dan bicara bohong. Jika itu adalah emas, pastilah saya tidak akan komplain. Tetapi dia mengolok-olak saya, bukan emas ia hanya memberikan belerang busuk yang mengerikan ini. Jika saya mendapatkan emasku saya pastilah tetap ada berbahagia, sebab saya menghargai itu begitu rupa jika saya memilikinya, saya tidak  akan terpisah dengan itu bahkan jika sebuah pintu masuk ke sorga dapat ada dibeli.”

Saya berkata kepada malaikat penuntunku bahwa saya terperanjat mendengar pengakuan orang berdosa itu sendiri di Neraka yang begitu serakah untuk kekayaan sementara selamanya ada disiksa.
”Ini,” malaikat berkata, ”bolehlah menyakinkan kamu itu adalah dosa yang terbesar dari segala kejahatan. Setiap kali cinta akan dosa mengontrol sebuah jiwa, itu adalah dosa terbesar dari semua hukuman bagi mereka untuk ada ditinggalkan pada cinta yang jahat tersebut. Cinta akan emas yang mana jiwa terkutuk ini dikuasai oleh, adalah hukuman yang lebih fatal dari pada apa yang para iblis bisa timpakan ke atas wanita itu di sini.”
”O!,” saya berkata, “jika saja orang-orang jahat di bumi dapat sejenak saja mendengar jeritan-jeritan mengerikan jiwa-jiwa terkutuk tersebut, mereka pastilah tidak akan ada mengasihi dosa lagi.”

”Kebenaran Abadi telah memberitahukan kita sebaliknya, bagi mereka yang tidak takut hamba-hamba-Nya, dan tidak juga menaruh perhatian kepada isi Firman-Nya, tidaklah akan ada perduli sekalipun seorang didatangkan dari Neraka.”

Kami belum pergi terlalu jauh ketika kami melihat sebuah jiwa yang menderita berbaring pada sebuah ranjang baja yang terbakar susah bernafas karena batu belerang. Ia berseru dengan penderitaan yang mengerikan dan putus asa, saya meminta penuntunku untuk menunggu. Saya mendengar ia berbicara  sebagai berikut:
”Ah, aduh penderitaan! Hancur selamanya, selamanya! Oh, kata membunuh ini, ‘selamanya!’ Tidakkah seribu tahun ada cukup panjang untuk menanggung kesakitan ini, yang mana jika itu dapat aku hindari, saya tidaklah akan dapat bertahan selamanya bahkan untuk sesaat demi tawaran satu juta dunia? Tidak, tidak penderitaanku tidak akan pernah berakhir; setelah jutaan tahun, itu akan tetapi ada untuk seterusnya. Oh, sebuah kondisi tidak ada pertolongan dan pengharapan saya sedang berada! Itu adalah ‘selamanya’ ini yang adalah Neraka dari neraka! O orang malang yang terkutuk! Dikutuk untuk sepanjang kekekalan! Bagaimana dengan sengaja saya telah menghancurkan  diriku sendiri!” Oh, betapa bodoh luarbiasanya saya bersalah, untuk memilih kesenangan dosa yang singkat dan sementara dengan harga kesakitan yang tidak berkesudahan! Betapa seringnya saya diberitahu itu akanlah berakitab demikian! Betapa sering saya dianjurkan untuk meningalkan jalan-jalan berdosa yang membawa saya ke kamar-kamar kematian kekal! Tetapi saya, seperti seekor binatang yang bodoh, tidak mendengarkan permohonan-permohonan tersebut. Sekarang itu sangatlah telat untuk merubahnya, sebab kondisi kekekalan saya sudah pasti selamanya. Mengapa saya dibuat sebagai orang yang memilih nasib ini? Mengapa saya dibuat dengan suatu jiwa yang tidak binasa, namun harus merawatnya begitu sedikit? Oh pengabaianku sendiri menyengat ku kepada kematian, dan namun saya tahu saya tidak dapat mati! Saya menghidupi sebuah kehidupan kematian [Alkitab menyebut kondisi ini sebagai ”kematian kedua” yaitu hidup selamanya dalam hukuman Neraka”], lebih buruk dari sepuluh ribu kematian; dan namun saya pernah dapat merubah semua ini, tetapi saya tidak melakukannya! Oh, ulat yang mengrogoti yang tidak pernah mati! Saya mungkin pernah ada bahagia, keselamatan ditawarkan kepada ku dan saya tolak itu.

Bila keselamatan ditawarkan pada ku hanya sekali, itu akanlah ada kebodohan yang tidak dapat diampuni untuk menolaknya. Tetapi keselamatan telah ditawarkan kepada ku seribu kali, tetapi (malangnya saya adalah) saya tetap menolak itu. O dosa terkutuk, dengan kenikmatan-kenikmatan yang menipu memimpin manusia ke kehancuran kekal! Elohim sering memanggil, tetapi saya sebagaimana sering menolaknya; Dia mengulurkan lengan-Nya, tetapi saya tidak memperdulikanya. Betapa sering saya mengabaikan nasehat-Nya! Betapa sering telah saya menolak teguran-Ny! Tetapi sekarang situasinya adalah berubah, kasusnya berbalik. Sekarang Dia menertawakan kehancuranku, mengolok-olok pada kehancuran yang datang ke atas ku.Dia penah menolongku sekali, tetapi saya tidak menerima pertolongan-Nya. Sebab itu penderitaan-penderitaan kekal tersebut saya diputuskan untuk melakukannya adalah sekedar upah dari perbuatanku sendiri.”

Saya tidak dapat mendengarkan ratapan sedih ini tanpa berpikir tentang anugerah indah yang Elohim telah tunjukkan kepada ku, pujian-pujian selamanya bagi nama-Nya yang kudus! Sebab hatiku berkata pada ku bahwa saya telah layak menerima penghakiman kekal sebanyak orang malang tersebut, tetapi anugerah Elohim semata itu saja yang membuat kami berbeda. O betapa tak terselami nasehat-nasehat-Nya! Siapakah yang dapat menyelami keputusan keelohiman-Nya?

Setelah pikiran-pikiran ini saya berbicara ke penggerutu sedih tersebut, berkata bahwa saya telah mendengar keluhannya yang menyedihkan. Saya melihat bahwa kemalangannya besar , dan kehilangannya diperbaiki, dan mengatakan padanya bahwa saya berkendak mendengar lebih banyak tentang itu jika ini mungkin dapat menolong mengurangi penderitaan-penderitaannya.

Ia menjawab, ”Tidak, tidak sama sekali; kesakitan-kesakitanku tidak dapat dilepaskan bahkan untuk sebentar saja. Tetapi oleh pertanyaanmu  saya mengerti bahwa kamu adalah seorang asing di sini; dan mungkin kamu pernah menjadi orang asing! Ah, seandainya saya masih ada sedikit harapan tetap tinggal, saya akanlah berlutut dan berseru dan berdoa selama-lamanya untuk ada ditebus dari Neraka ini! Tetapi semua itu adalah sia-sia, saya lenyap selamanya. Tetapi agar supaya kamu diperingatkan tentang berakhir di sini, saya akan ceritakan kepada mu apa orang terkutuk menderita.”

Bab 8.  Seorang Jiwa Yang Terhilang Berbicara

[Dua jenis kehilangan yang besar dan sangat penting bagi manusia yang hidup di Neraka]
“Penderitaan-penderitaan kami di penjara kekal ini terbagi dalam dua macam: apa yang kami telah kehilangan, dan apa yang kami derita. Saya akan berbicara tentang apa yang kami telah kehilangan.

  1. Di tempat penderitaan dan duka yang gelap menyedihkan ini, kami telah kehilangan kehadiran Elohim yang diberkati. Ini adalah apa yang membuat neraka kekal ini. Meskipun kami telah kehilangan seribu dunia, itu tidaklah ada begitu penting dengan kehilangan terpenting satu ini. Seandainya kami dapat melihat sekilas saja kasih-Nya di sini, kami mungkin senang, tetapi telah kehilangan itu untuk celaka kekal kami.
  2. Di sini kami juga telah kehilangan persekutuan dari para orang kudus dan malaikat, dan sebagai semua itu adalah iblis-iblis yang menyiksa.
  3. Di sini kami juga kehilangan Sorga, pusat dari keberkatan. Ada jurang yang dalam antara kami dan Sorga, sehingga kami tertutup untuk itu selamanya. Pintu-pintu kekal tersebut yang membawa orang yang ditebus kedalam Sorga adalah sekarang selamanya tertutup melawan kami.
  4. Untuk membuat kemalangan kami jauh lebih buruk, kami telah kehilangan harapan untuk dapat memiliki sebuah kondisi yang lebih baik. Ini membuat kami sungguh tidak berpengarapan. Ya mungkin hati-hati kami sekarang hancur, sebab kami tanpa keduanya harapan dan pertolongan. Ini adalah apa yang kami telah kehilangan, dan jika kami memikirkan hal-hal ini, itu cukup untuk merobek dan mengrogoti jiwa-jiwa malang kami selama-lamanya. Namun, oh, bahwa ini adalah semua siksaan-siksaan kami ada!

Tetapi kami juga disiksa oleh penderitan dan kesakitan, sebagaimana saya akan coba menerangkannya kepada mu sekarang.

  1. Pertama, kami menjalani suatu variasi siksaan-siksaan. Kami disiksa di ini seribu, tidak, sepuluh ribu cara yang berbeda. Mereka yang menderita di bumi jarang memiliki lebih dari satu penderitaan pada suatu waktu. Tetapi jika mereka mendapati luka terpotong, batu empedu, sakit kepala, dan demam semuanya ada pada waktu yang bersamaan, tidakkah mereka akan berpikir mereka adalah sangat menderita? Namun semua itu disatukan adalah seperti gigitan dari sebuah kutu dibanding pada sakit-sakit yang tidak tertahan dan tajam yang kami tanggung. Di sini kami memiliki semua penderitan-penderitaan Neraka. Di sini api yang tidak bisa padam yang membakar kami: sebuah danau batu sulfur yang menyala yang dapat mencekik kami; dab rantai-rantai kekal yang mengikat kami. Di sini ada kegelapan yang dasyat yang menakutkan kami, dan ulat hati nurani yang menggrogoti kami selamanyanya. Salah satu dari ini adalah lebih buruk dari semua siksaan-siksaan yang manusia pernah rasakan di bumi!
  2. Tetapi siksaan-siksaan kami di sini tidaklah hanya bermacam-macam, tetapi juga lengkap. Mereka menindas setiap bagian dari tubuh, dan menyiksa semua kekuatan-kekuatan dari jiwa. Ini membuat kami menderita terburuk dari siksaan- siksaan. Kesakitan-kesakitan yang manusia miliki di bumi, meskipun beberapa bagian tubuh mereka akan menderita, namun bagian-bagian lain tidak mendapatkan kesakitan. Di sini berbeda, setiap bagian dari jiwa dan tubuh menderita pada waktu bersamaan.

”Mata-mata kami disiksa di ini dengan penglihatan akan iblis-iblis yang semuanya muncul dalam bentuk-bentuk yang menakutkan dan penampakan-penampakan hitam yang dosa dapat memberikan mereka. Kuping-kuping kami disiksa terus menerus dengan suara teriakan yang berkelanjutan dari orang terkutuk. Lubang-lubang hidung kami dibungkus dengan api-api belerang; lidah-lidah kami dengan lepuhan-lepuhan yang terbakar; dan seluruh tubuh diputar di kobaran-kobaran cairan api. Semua kekuatan dan bagian jiwa kami juga di siksa di sini. Imajinasi menderita dengan pikiran-pikiran kesakitan kami saat ini dan ingatan akan Sorga yang kami telah kehilangan. Pikiran-pikiran kami disiksa sebagaimana kami mengingat bagaimana dengan bodohnya kami telah menghabiskan waktu kami yang berharga di bumi. Pengertian kami disiksa dengan pikiran-pikiran tentang kenikmatan-kenikmatan masa lalu kami, kesakitan-kesakitan saat ini, dan penderitaan-penderitaan masa depan, yang adalah untuk berlangsung selamanya. Dan hati nurani kami disiksa dengan cacing yang menggerogoti terus-menerus.

  1. Hal yang membuat penderitaan kami begitu buruk adalah ketajaman siksaan-siksaan kami. Api yang membakar kami begitu brutal sehingga semua air di laut tidak pernah dapat memadamkan itu. Kesakitan-kesakitan yang kami derita di sini begitu ekstrim bahwa itu tidak mungkin untuk seorang pun tahu hal-hal tersebut kecuali mereka yang terkutuk ini.
  2. Bagian lain dari penderitaan kami ialah tidak berakhirnya siksaan-siksaan kami. Bermacam-macam, komplit, dan luar biasa kasar sebagaimana mereka ada, mereka juga terus-menerus. Kami tidak pernah istirahat dari semua ini. Jika ada suatu istirahat, itu pastilah ada sedikit kelegaan. Tetapi tidak ada hentinya siksaan-siksaan kami, dan apa yang kami derita sekarang haruslah menderita selama-lamanya.
  3. Masyarakat atau mereka yang menyertai kami di sini adalah bagian lain dari penderitaan kami. Siksaan iblis-iblis dan jiwa-jiwa yang disiksa adalah semua yang menyertai kami. Jeritan-jeritan mengerikan, ratapan, dan kutukan yang menakutkan adalah percakapan yang berkelanjutan sebab keganasan dari kesakitan kami.
  4. Tempat di mana kami berada juga menambah penderitaan-penderitaan kami. Itu adalah penyempurna semua penderitaan, penjara, sel penjara yang gelap (a dungeon), jurang maut, danau belerang, pembakaran api yang terbakar selamanya, Kehitaman dari kegelapan selamanya, dan terakhir, Neraka itu sendiri. Sedemikian tempat celaka seperti ini hanya menambah kemalangan kami.
  5. Kekejaman siksaan-siksaan kami adalah hal lain yang menambah penderitaan-penderitaan kami. Para penyiksa kami adalah iblis-iblis yang tidak punya belas kasihan. Sementara mereka sendiri disiksa, mereka tetap mengambil kepuasan dalam menyiksa kami.
  6. Semua penderitaan tersebut yang saya telah ceritakan adalah sangat menyedihkan. Tetapi yang membuat mereka sangat menyedihkan adalah bahwa mereka selalu ada selama-lamanya. Semua penderitaan kami yang tidak tertahankan akanlah berlangsung sepanjang kekekalan! ”Keluar dari ku, kamu yang terkutuk, masuk kedalam api yang kekal,’ adalah suara-suara yang terus menerus di teligaku. Oh, seandainya saya dapat membatalkan hukuman yang fatal ini! Oh, jika seandainya ada sebuah kesempatan dari keselamatan! Ini adalah situasi yang menyedihkan kami berada, dan akan ada selama-lamanya.”

Bab 9.  Percakapan-Percakapan Lebih Lanjut

[Orang berdosa dan iblis saling menuduh di Neraka; tipuan iblis yang sangat licik dan jahat; ”cukup sebuah kalimat penyesalan menjelang kematian = penyesalan yang sangat telat!”]
Jiwa celaka ini belumlah selesai apa yang ia katakan ketika ia disiksa lagi oleh iblis Neraka, yang memerintahkan dia untuk berhenti menggerutu. Iblis ini berkata, ”Tidakkah kamu tahu bahwa kamu layak menerima semua itu? Betapa sering kamu telah dibilangin tentang ini sebelumnya, tetapi kamu tidak percaya itu? Kamu mentertawai mereka yang memperingatkan mu tentang Neraka. Kamu bahkan begitu lancang untuk berani hukuman Yang Mahatinggi menghancurkan kamu! Betapa sering kamu sudah memanggil Elohim untuk menghukum kamu. Kamu menggerutu bahwa kamu menerima sesuai yang kamu harapkan?” Suatu hal yang tidak beralasan! Kamu tahu bahwa kamu telah ditawarankan keselamatan kepada mu, dan kamu tolak itu. Bagaimana dapat kamu sekarang menggerutu karena dihukum? Saya lebih punya alasan untuk menggerutut, sebab kamu telah memiliki waktu yang panjang ditawarkan kepada mu untuk bertobat; tetapi saya dibuang ke dalam Neraka secepatnya setelah saya berdosa. Seandainya saya telah ditawarkan keselamatan, pastilah saya tidak akan menjolak itu sebagaimana kamu telah lakukan. Siapakah kamu pikir harus ada kasihan kepada mu sekarang, dengan semua yang Sorga telah tawarkan kepada mu?”

Ini membuat orang malang itu berseru, ”Oh, janganlah terus menyiksa ku; saya tahu bahwa saya memilih kehancuran. Oh, bahwa saya dapat melupakannya! Pikiran-pikiran itu adalah siksaan terbesarku. Saya memilih untuk dikutuk, dan karenanya adillah saya dikutuk.”

“If you have sinned, do not lie down without repentance; for the want of repentance after one has sinned makes the heart yet harder and harder” John Bunyan

Kemudian beralih ke iblis yang menyiksanya, dia berkata, ”Tetapi saya juga datang ke sini melalui pencobaan-perncobaanmu, kamu iblis terkutuk. Kamu adalah seorang yang telah mencobaiku untuk melakukan semua dosa-dosaku; dan sekarang kamu menyalahkan saya? Kamu berkata kamu tidak pernah punya seorang Juruselamat ditawarkan kepada mu; namun kamu haruslah ingat juga bahwa kamu tidak pernah memiliki pencoba sebagaimana kamu selalu ada mencobai saya.”

Untuk hal ini iblis pencemooh berkata, ”Itu adalah pekerjaan saya menuntun kamu ke sini! Kamu telah sering diingatkan akan hal ini oleh pengkotbahmu. Kamu telah diceritakan secara gamblang bahwa kami mencari kehancuranmu, berkeliaran seperti singa-singa yang mengaum terus-menerus, mencari mereka yang kami dapat lahap. Saya terkadang takut bahwa kamu akan percaya  kepada mereka, sebagaimana beberapa jiwa telah lakukan, untuk kekecewaan besar kami. Tetapi kamu berkehendak melakukan apa yang kami inginkan; dan karena kamu telah melakukan pekerjaan kami jadi itu sangatlah beralasan jika kami seharusnya membayar upahmu.” Lalu iblis ini kembali menyiksa dia lagi dan menyebabkan dia menjerit begitu mengerikan yang membuat saya tidak dapat tahan lagi  mengengarkan orang tersebut, jadi saya meneruskan perjalanan.

”Bagaimana suram,” saya kemudian berkata kepada penuntunku, ”kondisi jiwa-jiwa yang terkutuk ini! Mereka adalah budak-budak para iblis sementara ada di bumi, dan sekarang ia menyalahkan dan kemudian menyiksa mereka karena itu ketika mereka datang ke Neraka.”

”Para iblis membenci semua keturunan Adam,” kata penuntunku. ”Dan karena banyak jiwa mengabaikan jebakan-jebakan mereka, dengan mudah mereka berhasil membawa orang-orang tersebut ke kehancuran kekal. Kamu akan melihat lebih lagi bagaimana para iblis memperlakukan orang terkutuk di sini.”

Melewati sedikit lebih jauh kami melihat sekumpulan jumlah jiwa-jiwa yang terkutuk, mengkertakan gigi-gigi mereka dengan kemarahan dan kesakitan yang luar biasa, sementara iblis-iblis penyiksa menuangkan cairan api dan belerang dengan kemarahan neraka  ke atas mereka. Sementara itu mereka mengutuk Elohim dan orang-orang lain, dan menghujat dengan cara yang luar biasa. Saya tidak bisa menahan diri untuk bertanya pada satu iblis yang menyiksa mereka, siapakah jiwa-jiwa ini yang ia siksa dengan begitu sadisnya?

Katanya, ”Para penjahat ini sungguh layak mendapatkan hukuman mereka. Mereka mencoba mengajar orang-orang lain jalan yang benar ke Sorga, sementara mereka begitu mengasihi Neraka yang membuat mereka datang ke sini. Ini semua adalah jiwa-jiwa yang telah menjadi penolong yang berjasa untuk kami di atas bumi, karenanya mereka layak mendapatkan perhatian khusus kami di Neraka. Kami memakai seluruh kerajinan kami untuk memberikan setiap orang bagian siksaan-siksaan terbesar mereka, karena mereka tidak hanya memiliki dosa mereka sendiri untuk menjawabnya, namun juga semua dosa-dosa  orang-orang lain yang  mereka telah sesatkan oleh keduanya doktrin dan teladan mereka.”

”Karena mereka telah ada sebagai pembantu-pembantu yang berjasa untuk kamu. Tentunya saya akan berpikir dalam ucapan syukur kamu seharusnya memperlakukan mereka sedikit lebih ramah,” kata ku.

Untuk ini teman yang tidak menaruh respek tersebut menjawab saya dengan cara yang mengejek, ”Mereka yang mengharapkan ucapan syukur dari antara iblis-iblis akan menemukan diri mereka sendiri keliru. Ucapan syukur adala suatu kebajikan, tetapi kami membenci semua kebajikan. Selain ini, kami membenci semua manusia, dan adalah dengan kekuatan kami tidak satupun dari mereka seharusnya berbahagia. Adalah benar bahwa kami tidak mengatakan itu demikian sementara di bumi, karena itu adalah pekerjaan kami untuk menyanjung dan menipu mereka. Tetapi ketika kami memiliki mereka di sini dimana mereka tidak dapat melarikan diri, kami segera menyakinkan mereka akan kebodohan mereka di dalam melayani kami.”

“One leak will sink a ship: and one sin will destroy a sinner” John Bunyan

Untuk hal ini, saya hanya dapat berpikir tentang anugerah yang tidak terbatas yang setiap orang berdosa yang malang yang dibawa Sorga, mengingat betapa banyaknya perangkap, dengan segala caranya, yang diletakkan oleh musuh tersebut untuk menjebak mereka. Karenanya itu adalah pelayanan yang sangat berharga dari Putra Elohim yang diberkati  untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka, dan membebaskan mereka dari murka yang akan datang. Tetapi itu adalah juga kebodohan dan ketidak warasan para manusia untuk menolak tawaran-tawaran anugerah-Nya, dan memilih untuk berpihak dengan perusak.

Pergi lebih jauh, saya mendengar sebuah gerutu orang malang lainnya dalam sebuah tekanan kekuatan yang memilukan melawan orang-orang yang telah memperdayakan dia dan membawa dia ke sini.

”Kepadaku dikatakan, ” katanya, ”oleh mereka yang saya bergantung kepada, dan yang saya telah berpikir dapatlah ada memberitahu saya dengan benar, bahwa jika saya mengatakan, ’Adonai, belas kasihianlah saya,’ ketika saya akan meninggal, itu akanlah cukup untuk menyelamatkan saya. Tetapi oh, sekarang saya temukan diri saya sendiri keliru,  kepada duka kekal ku! Celaka, saya berseru untuk belas kasihan di atas ranjang kematianku, tetapi ternyata sangat telat. Sebelum waktu itu, iblis terkutuk ini di sini bilang bahwa saya selamat. Kemudian di ranjang kematianku, dia bilang pada ku itu adalah sangat terlambat. Neraka selamanya harus ada bagianku.”

”Kamu lihat, saya telah katakan padamu kebenaran pada akhirnya,” kata iblis, ”namun kamu tidak percaya padaku. Suatu akhir yang sangat cocok, tidakkah kamu berpikir demikian? Kamu telah menghabiskan hari-harimu menikmati dosa, dan berkubang di dalam kenajisanmu, dan kamu ingin pergi ke Sorga ketika meninggal! Akankah seseorang, kecuali orang gila yang berpikir bahwa itu adalah adil? Tidak; dia yang dengan tulus ingin pergi masuk ke Sorga ketika meninggal, haruslah berjalan di jalan kekudusan dan kebajikan sementara ia hidup. Kamu bilang beberapa teman cabulmu berkata kepada mu bahwa mengatakan , ”Adonai, belas kasihanilah saya” ketika menjelang kematian mu akanlah ada cukup. Suatu alasan yang sangat baik! Seandainya kamu telah membaca Alkitab pastilah kamu tahu bahwa ’Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat YAHWEH.’ Sebab itu, jika kamu berkehendak untuk hidup dalam dosa-dosamu sejauh kamu dapat, kamu pada akhirnya tidak meninggalkan dosa-dosa itu sebab kamu tidak suka mereka, tetapi oleh sebab kamu tidak dapat mengikuti mereka lagi. Hal ini kamu tahu persis. Bagaimanakah kamu dapat ada begitu bodoh untuk berpikir kamu dapat pergi ke Sorga dengan cinta akan dosa di hatimu? Tidak, tidak, tidak. Kamu telah cukup dipeingatkan bahwa kamu harus berhati-hati untuk ada ditipu, sebab Elohim tidak dapat dihina, namun apa yang kamu tabur kamu akan menuai. Kamu tidak punya alasan untuk menggerutu akan apapun kecuali kepada kebodohanmu sendiri yang sekarang kamu lihat terlalu telat.”

“Sin is the dare of God’s justice, the rape of His mercy, the jeer of His patience, the slight of His power, and the contempt of His love” John Bunyan

”Kuliah iblis tersebut adalah sesuatu yang sangat luar biasa untuk orang celaka malang yang teraniaya tersebut,” saya berkata kepada penuntunku, ”dan menunjukkan situasi yang benar dari banyak orang sekarang di bumi dan juga mereka di Neraka. Namun oh, betapa sebuah penilaian yang jauh berbeda dilakukan mereka di tempat sedih ini dibanding dari apa yang mereka telah lakukan di bumi.”

”Alasan untuk ini,” jawab malaikat penuntunku, ”adalah bahwa mereka tidak akan mengijinkan mereka sendiri untuk berpikir apakah pengaruh dosa akan ada sementara di bumi. Ketidak hati-hatian menghancurkan banyak jiwa-jiwa yang tidak berpikir tentang apa yang mereka perbuat, tidak juga dimana mereka pergi,  sampai akhirnya itu terlalu telat untuk menolongnya.”

Bab 10.  Seorang Atheis Di Neraka

[Bertemu seorang terkemuka di dunia, ”Thomas Hobbes dari Malmesbury – the Atheist”; asal mulanya pikiran “Elohim tidak ada”; alasan kejatuhan iblis; sukacita besar orang yang menang]
Kami tidak beranjak terlalu jauh kami melihat sejumlah besar iblis-iblis yang menyiksa. Mereka terus-menerus menjambuki sekumpulan besar jiwa-jiwa yang celaka dengan pecut-pecut  tersimpul baja terbakar. Tersiksa menjerit dengan teriakan-teriakan sedemikan keras sehingga saya berpikir itu mungkin ada lumer bahkan kejaman itu sendiiri kedalam rasa kasihan. Ini telah membuat saya berkata kepada satu dari para penyiksa tersebut, ”Oh, berhentilah cambukanmu, janganlah menggunakan kesadisan yang demikian pada mereka yang adalah sesama ciptaan, dan siapa kamu mungkin membantu memimpin untuk semua penderitaan ini.”

”Tidak!” jawab penyiksa itu dengan lancar. “Meskipun kami cukup buruk, tidak ada iblis seburuk mereka, tidak juga kami bersalah seperti kejahatan-kejahatan yang mereka miliki. Kami semua tahu bahwa Elohim eksis sekalipun kami benci Dia; namun jiwa-jiwa ini tidaklah pernah mengakui (sampai akhirnya mereka tiba di sini) bahwa ada sesosok Pribadi seperti itu.”

Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Elohim.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.  (Mazmur 14:1)

“Jadi ini,” saya berkata, “adalah para ateis. Mereka adalah orang-orang yang celaka, dan telah mencoba menghancurkan saya jika tidak karunia abadi mencegah hal itu.”
Saya belumlah lagi berbicara, ketika satu dari orang-orang malang tersiksa itu berseru dengan sedih, ”Pastilah saya tahu suara itu. Itu pastilah John.”
Saya terperanjat mendengar namaku disebut; oleh sebab itu saya menjawab, ”Ya, saya adalah John; namun siapakah kamu?”
Ia menjawab, ”Saya pernah sekali mengenal kamu sementara di atas bumi, dan hampir membujuk kamu untuk berada pada pendapatku. Saya adalah penulis dari buku terkenal berjudul ’Leviathan.’”[2]”Apa! Hobbs agung?”[3] kata ku. ”Apakah kamu datang ke sini?”

”Celaka,” ia menjawab, ”saya adalah orang yang sungguh tidak berbahagia. Tetapi saya sangat jauh dari ada agung saya adalah satu dari orang-orang yang paling malang di seluruh territori-territori kotor ini. Karena sekarang saya tahu bahwa ada Elohim. Namun oh! Saya berharap tidak ada, sebab saya sangat yakin Dia akan berbelas kasihan kepada ku. Tidak juga ada alasan bahwa Dia akanlah demikian. Memang saya akui bahwa saya adalah musuh-Nya di bumi, dan sekarang Dia milikku  di Neraka. Itu adalah keyakinan sombong yang saya miliki di dalam hikmatku sendiri yang sungguh telah menghianati ku.”

Saya berkata, ”Kasus mu adalah menyedihkan, namun kamu akui bahwa kamu menderita secara adil. Karena bagaimana tekunnya kamu meyakinkan orang-orang lain dan mencoba membawa mereka ke kehancuran yang sama. Tidak seorangpun dapat mengetahui ini lebih baik dari saya, sebab saya hampir terjatuh dalam jebakanmu untuk binasa selamanya.”

”Itu adalah,” katanya, ”hal yang menyengat ku ke hati, untuk berpikir berapa banyak akan binasa oleh pengaruhku. Saya takut ketika pertama kali mendengar suaramu bahwa kamu juga telah ada dilempar kedalam Neraka. Bukan berarti saya berharap setiap orang berbahagia, karena itu adalah siksaanku untuk berpikir bahwa seseorang berbahadia sementara saya sungguh menderita. Tetapi saya tidak ingin kamu ada dilempas ke dalam Neraka, sebab setiap jiwa yang dibawa ke sini melalui penyesatan-penyesatanku, menambah sakit-sakit ku di Neraka.”

”Tetapi ceritakan pada ku,” saya berkata, ”karena saya ingin mengetahui kebenaran. Sungguhkah kamu percaya bahwa tidak ada Elohim ketika kamu hidup di atas bumi?

“They are for religion when in rags and contempt, but I am for Him when he walks in His golden slippers in the sunshine and with applause.” John Bunyan

”Pada mulanya saya percaya Elohim itu ada,” ia menjawab, ”tetapi ketika saya berpaling pada dosa-dosa yang akanlah membawa saya kepada penghakiman-Nya, saya berharap Elohi itu tidak ada. Karena itu adalah tidak mungkin untuk berpikir adanya Elohim yang adil, dan juga tidak mengingat bahwa Dia akan menghukum mereka yang tidak mentaati Dia. Tetapi ketika saya terus menerus dalam dosa-dosaku dan mendapatkan bahwa keadilan tidak segera datang, saya kemudian mulai berharap Elohim tidak ada. Dari harapan-harapan tersebut saya mulai menyusun ide-ide di dalam pikiranku sendiri yang membenarkan apa yang saya harapkan. Ide-ideku membentuk sebuah sistem asal dunia yang baru yang melibatkan keberadaan Elohim. Pada akhirnya saya temukan diriku sendiri sungguh menyukai teori-teori baru ini saya memutuskan untuk mempercayai mereka dan meyakinkan orang-orang lain bahwa semua itu adalah benar. Namun sebelum ini, saya temukan beberapa pemeriksaan dalam hati nuraniku sendiri. Saya rasa mungkin saya salah, tetapi saya mengabaikan peringatan-peringatan tersebut. Sekarang saya dapatkan pikiran-pikiran pemeriksaan tersebut yang mungkin dapat menolong ku kemudian adalah di sini hal-hal yang paling menyiksa aku dari semuanya. Saya harus akui bahwa cinta akan dosa mengeraskan hatiku melawan Penciptaku, dan menjadikan aku pertama membenci Dia, kemudian menolak keberadaan-Nya. Dosa yang saya begitu bangga memeluknya, telah menjadi penyebab kutukan dari semua celaka ini; adalah ulat tersebut yang telah menyengat jiwaku kepada kematian. Karena sekarang saya dapatkan, sebagai ganti filsafatku yang sia-sia, Elohim itu ada. Saya juga temukan bahwa Elohim itu tidak dapat dipermaikan,[4] meskipun itu praktek sehari-hariku di dunia untuk mengejek Sorga dan semua yang suci, karena ini adalah cara yang saya temukan sangat berhasil untuk menyebarkan ide-ide terkutukku ke luar negeri.[5]  Dahulu, bagi siapa saja saya dapat mengejek kebenaran-kebenaran Elohim, saya melihat orang tersebut sebagai menjadi salah satu murid-muridku. Tetapi sekarang pikiran-pikiran ini adalah lebih menyiksa ku daripada penderitaan-penderitaan yang saya tanggung dari cambukan-cambukan baja terbakar ini.”

Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista YAHWEH. Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: Elohim tidak akan menuntut! Tidak ada Elohim!”, itulah seluruh pikirannya. Ia berkata dalam hatinya: “Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun.” Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.  (Mazmur 10:3-7)

”Sangatlah menyedihkan,” saya berkata. ”Lihat apa yang Kuasa Yang Mahatinggi dapat timbulkan pada mereka yang melanggar hukum-Nya yang benar.” Saya sedang membuat komentar lebih lanjut ketika iblis yang tanpa henti yang ada menyiksa mereka menyetop saya, berkata, “Sekarang kamu melihat macam manusia apa mereka ketika di bumi. Tidakkah kamu berpikir mereka layak menerima hukuman mereka sekarang?”

Saya menjawab, ”Tidaklah diragukan itu adalah upah dosa yang adil yang mana mereka derita, dan yang kamu akan derita juga. Karena kamu, sama seperti mereka, telah berdosa melawan Elohim yang sungguh diberkati, dan untuk dosamu kamu akan menderita pembalasan  api kekal yang adil. Juga tidak ada alasan untuk mengatakan kamu tidak pernah ragu akan keberadaan Elohim, karena meskipun kamu telah tahu Elohim itu ada, namun kamu berontoak melawan Dia. Oleh karenanya kamu akan dihukum secara adil dengan kehancuran kekal dari kehadiran YAHWEH.”

Iblis ini menjawab, ”Itu benar kami tahu kami harus dihukum, seperti yang kamu bilang. Tetapi jika kamu berkata bahwa manusia haruslah menunjukkan belas kasihan mereka, sebab mereka jatuh melalui pencobaan-pencobaan iblis, itu hal yang sama dengan saya, dan semua roh-roh yang lebih rendah. Sebab kami dicobai oleh Lucifer untuk berontak bersama dia. Karenanya, itu melipat gandakan kejahatan Lucifer, menguranginya hukuman bagi roh-roh yang lebih rendah.”

Mengenai ini malaikat penuntunku menjawab dengan wajah marah. ”O kamu (malaiakat) murtad, jahat, roh penipu! Dapatkah kamu mengatakan hal-hal tersebut dan melihat saya di sini? Kamu tahu itu adalah kesombongan hatimu yang telah membuat kamu berontak dengan Lucifer melawan Elohim yang diberkati yang telah menciptakan kamu dengan kemulian! Namun sejak kamu dengan sombong meninggikan dirimu sendiri mengatasi Penciptamu yang diberkati, dan bergabung dengan Lucifer, kamu dibuang ke Neraka dengan adil. Keindahan asalmu telah berubah menjadi bentuk mengerikanmu yang sekarang ini sebagai hukuman adil bagi kesombongan pemberontakanmu.”

Roh murtad ini menjawab malaikat terang, ”Mengapa kamu menduduki teritorial-teritorial kami, dan datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Dan sementara ia berkata ini, ia menyelinap pergi seolah-olah ia tidak ingin memiliki jawabannya. Setelah iblis ini pergi saya berkata kepada malaikat penjagaku bahwa saya telah mendengar tentang kejatuhan para malaikat murtad tersebut, namun ingin tahu lebih mengapa. Penuntunku menjawab, ”Ketika kamu selesai kehidupan fanamu dan kembali ke Sorga, kamu akan belajar banyak hal-hal yang kamu belum siap untuk pahami. Pada posisi kamu sekarang ini janganlah menghendaki belajar lebih dari apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. Cukuplah untuk mengetahui malaikat -malaikat berdosa, karena dosa mereka mereka dibuang ke Neraka. Tetapi bagaimana roh-roh yang murni dapat muncul suatu pikiran di hati-hati mereka melawan Kemurnian kekal yang pertama menciptakan mereka  belumlah kamu mampu untuk memahaminya.”

”Saya telah mengamati,” kataku, ”yang mereka di Neraka paling banyak menggerutu tentang siksaan dari perasaan bersalah mereka sendiri, yang mana meneguhkan keadilan dari hukuman mereka. Penjara suram ini adalah tempat terbaik untuk mengerti dosa dengan baik; sebab jika itu tidak begitu jahat, pastilah itu tidak diupahi dengan hukuman sedemikian ekstrim.”

Malaikat menjawab, ”Apa yang kamu katakan adalah sangat normal; namun masih ada tempat yang lebih baik untuk melihat hanya pahala karena dosa. Tempat itu dapat ada dillihat ketika kamu memperhatikan Putra Elohim yang diberkati berada di atas salib. Disana kita dapat melihat efek-efek buruk akan dosa. Disanalah kita dapat melihat semua kejahatan yang sebenarnya. Sebab semua penderitaan dari orang dikutuk disini adalah tidak lain dari penderitaan-penderitaan mahluk-mahluk ciptaan, namun pada salib tersebut [di Golgota, dimana Yeshua tersalib] kamu melihat sebuah penderitaan Elohim (God).”

”Tentu saja,” kata ku, ”keadilan dan belas kasihan telah menang dan mencium satu sama lain di saat yang fatal itu. Karena keadilan telah sungguh puas pada salib dalam hukuman dosa setimpal; dan belas kasihan menang dan telah puas di sana karena keselamatan bagi orang-orang berdosa yang malang telah sempurna. Oh, puji-pujian kekal untuk nama-Nya yang kudus untuk selama-lamanyanya, bahwa anugerah-Nya telah membuat saya berkehendak untuk menerima keselamatan ini, dan menjadi seorang pewaris kemulian! Karena saya ingat beberapa dari orang-orang malang terhilang tersebut telah meratap bahwa ketika keselamatan telah ditawarkan kepada mereka, mereka telah menolaknya. Oleh karena iut hanyalah anugerah yang telah menolong saya untuk menerima tawaran tersebut.”

Pada titik ini pelindungku yang bercahaya bercerita kepada ku bahwa ia harus membawa saya balik ke bumi lagi dan meninggalkan saya di sana sampai waktunya untuk saya  memasuki upah sorgawi saya. ”Ayo,” ia berkata, ”mari kita tinggalkan tempat dukacita dan mengerikan ini untuk balik ke bumi.”

Dalam ruang waktu yang sangat singkat saya telah temukan diriku sendiri di bumi lagi. Saya ditinggalkan ditempat dimana malaikat telah bertemu saya, ketika saya telah berpikir untuk melakukan bunuh  diri melalui pencobaan iblis yang telah mencoba untuk menyakinkan saya bahwa Elohim tidak ada. Bagaimana saya kembali kesana saya tidak tahu. Namun segera saya kembali kesana, malaikat terang tersebut yang telah menjadi penuntunku bekata, ”John sekarang saya harus pergi. Saya memiliki pelayanan lainnya untuk diselesaikan. Pujilah Dia yang duduk di atas tahta selamanya, yang memiliki semua kuada di Sorga, Bumi dan Neraka. Pujilah Dia untuk semua keajaiban dari kasih dan anugerah-Nya yang Dia telah tunjukkan kamu dalam waktu yang sungguh singkat.”

“Temptations, when we meet them at first, are as the lion that roared upon Samson; but if we overcome them, the next time we see them we shall find a nest of honey within them” John Bunyan

Saat saya ingin menjawab, malaikat bercahaya tersebut menghilang dan saya ditinggal sendiran. Saya menghabiskan beberapa waktu mempertimbangkan hal-hal yang luar biasa yang telah saya lihat dan dengar, dan kemudian berlutut dan berdoa. Ketika saya bangkit berdiri saya mulai memberkati dan memuji Elohim atas semua kebaikan-Nya.

Ketika saya balik kerumahku, keluargaku sungguh terkejut melihat bagaimana wajahku telah berubah begitu banyak. Mereka menatap pada ku seolah-oleh mereka belum mengetahui saya. Saya bertanya kepada mereka apa yang mereka sedang plototiin. Mereka menjawab sebab adanya perubahan dalam wajahku yang menyebabkan itu. Saya berkata, ”Bagaimana saya berubah sangat banyak?”

Mereka berakata kepadaku, ”Kemarin kamu nampak begitu tertekan kamu menampakkan gambaran yang sangat tertekan. Tetapi sekarang, wajahmu nampak memancarkan keindahan, dan terlihat penuh kesukaan yang sempurna dan kepuasan.”

Seandainya kalian telah melihat,” saya berkata ”apa yang telah saya lihat hari ini, kalian pastilah tidak akan terkejut atas perubahan di dalam ku.” Kemudian saya pergi masuk ke dalam kamarku, mengambil pen dan tintaku, dan menuliskan segala sesuatu yang telah saya dengar dan lihat. Dan saya berharap bahwa mereka yang membaca ini akanlah digerakkan dalam hati-hati mereka sama seperti sebagaimana saya telah ketika saya menuliskan semuanya.

Tamat.


[1] Rasul Paulu mengerti masalah ini sebab ia sendiri pernah di bawa untuk melihat Sorga. Baca 2 Korintus 12:1-5.
[2] Lewiatan (bahasa Indonesia), digambarkan dalam Alkitab sebagai binatang laut yang sangat besar;  Lihat di King James Version: Ayub 41:1-10, Mazmur 104:26 dan Yesaya 27:1  http://www.youtube.com/watch?v=CAfm7erZK3U youtube
[3] Hobbes dikenal di Barat sebagai “Thomas Hobbes dari Malmesbury,” (1588-1679); seorang  filsafat Inggris karyanya dikenal saat ini sebagai filsafat politik. Bukunya Leviathan (1651) telah mendasari hampir seluruh filsafat politik Barat dari sisi pandang teori hubungan sosial. http://en.wikipedia.org/wiki/Thomas_Hobbes[4] Galatia 6:7-8.
[5] Waspadalah jika kita disukai oleh penduduk dunia, namun celakalah jika kita dicintai oleh dunia, sebab itu berarti kita sedang bermusuhan dengan Elohim (Yakobus 4:4), sebab ketenaran dan pujian dunia berasal dari Setan (Matius 4:8-10).

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

Kekudusan Dituntut Untuk Masuk Ke Sorga; kesaksian Adelaida De Carrillo

Kekudusan dituntut untuk masuk SorgaAdelaida, wanita Bolivia dibawa oleh  Yeshua Ha Mashiah ke Sorga dan Neraka. Dia ditunjukkan kekudusan macam apa yang dituntut untuk seseorang untuk masuk ke KERAJAAN ELOHIM, dan dosa-dosa apa yang memimpin pengunjung Gereja ke Neraka.

[Catatan dari Penterjemah Indonesia: Kesaksian ini diterjemahkan dari terjemahan Inggrisnya. Untuk melihat Video bahasa aslinya klik di sini:  Holiness is Require for Heaven; Adelaida’s visit to Heaven and Hell. Untuk mengerti pesan Adonai melalui Adelaida ini, mintalah hikmat dan pimpinan Roh Kudus, tanggalkan standard dan doktrin yang bersumber dari hikmat manusia, kenakanlah Alkitab sebagai satu-satunya standard moral dan doktrin keimanan kita – sebab standard kita berubah sesuai jaman, tetapi YAHWEH tidak pernah berubah, Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.
Kalimat di dalam kurung persegi “[ ]” adalah penambahan dari penterjemah. Semoga menjadi berkat. Moderator Penjala Baja WordPress.com].

Semuanya dimulai di Gereja selama Waktu Ibadah
Pertama tama saya bacakan ayat Alkitab yang terambil dari kitab Yehezkiel 36:25-26, berkata, Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Kesaksian saya berjalan seperti ini. Pada hari Minggu, sekitar pukul 21:00 gereja kami sedang melakukan pelayanan. Elohim mencurahkan berkatnya kepada kami. Pendeta saya [seorang wanita] berkata kepada ku, ”Adelaida, Adonai meminta saya untuk mengurapi kamu.” Ia menaruh banyak minyak di telapak tangannya dan mulia mengurapi tubuhku. Ia mengurapi kedua kupingku, kaki, perut dan bagian tubuh lainnya. Kemudian ia meletakkan kedua tangannya kedepan dahiku, saya melihat sebuah terang yang besar datang dari atas, turun ke atas ku. Sejak saat itu saya berada dalam alam roh.

Perjalananku ke Sorga
Kemudian para malaikat datang dan membawa saya ke langit dengan mereka. Malaikat mulai bertarung dengan roh-roh jahat karena jalan kami tertahan. Ada selaput hitam di awan-awan, terkontaminasi oleh para roh jahat yang mencoba menghentikan kami. Saya melihat cahaya terang dari Sorgan dan seorang Malaikat yang begitu indah dengan pedang yang bercahaya di tangannya. Ia mengarahkan pedangnya dan mulai memerangi para roh jahat tersebut sehingga kami bisa lewat. Malaikat ini nampaknya seperti seorang pangeran. Ia memiliki pelat emas pada dada-Nya. Rambutnya seperti emas, dan wajahnya seperti pancaran-pancaran sinar, ia sungguh indah.

Pembersihan dan Pentransformasian dari Jiwaku The Company Of GodKami pergi ke sebuah tempat yang besar sekali, dengan sebuah tanda tertulis ”PERUSAHAAN ELOHIM.” Kedua malaikat yang bersama saya menyerahkan saya ke tiga malaikat yang berbeda, yang telah menunggu saya di pintu gerbang. Mereka kemudian mulai membasuh diriku. Saya berkata, ”Apa yang kalian lakukan?” Apa yang sedang berlangsung? Tolonglah saya!” Para malaikat tidak berkata apa-apa, tetapi terus membasuh setiap bagian tubuhku dengan air bersih. Mereka mulai membasuh lututku, terasa tidak enak. Saya tetap menanyai mereka mengapa mereka membasuh saya, sebab itu sangat sakit.

Tiba-tiba, saya dapat mendengar suara dari dalam diriku berkata, ”Aku ingin  kamu tahu bahwa Aku telah memberi kamu kedua lututmu untuk kamu ada sebagai wanita pendoa, bukan untuk kamu pergi keliling  melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Aku. Kedua lutut tersebut diberikan kepada mu untuk bersyafaat bagi Gereja, kamu harus tahu itu.” Saya bukanlah seorang wanita pendoa yang serius, doa-doaku sangat singkat dan Adonai ingin saya berdoa lebih lagi.

Malaikat terus menbasuh kedua kakiku, menyikat mereka, dan saya menjerit kepada Elohim meminta belas kasihan karena kesakitan. Adonai berkata, ”Kedua kaki ini telah diberikan kepada mu untuk pergi keliling mengkotbahkan Injil, untuk menyebarkan Firman-Ku dan bukan untuk kamu pergi berkeliling ke tetangga-tetanggamu bergosip, dan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Aku” dan karena alasan ini Adonai berkata ”Aku membasuh kaki-kaki mu.”
Proses ini berlanjut, dan itu sungguh sakit. Adonai berkata, “Ini sangat diperlukan untuk kamu mengerti rencana-rencana-Ku untuk dirimu.”
Setelah itu, saya dibawa ketempat lain dimana tiga malaikat lainnya menunggu saya. Tempat ini berbeda, saya melihat benda-benda seperti mesin. Para malaikat memulai proses lainnya, pembasuhan kedua mataku dengan sejenis minyak. Itu seperti kedua mataku diambil keluar dari kelopaknya. Saya berkata, ”Harap kasihanilah saya, tolonglah saya, mengapa kalian melakukan ini kepadaku?” Itu seperti menyikat mataku. Sesuatu nampaknya  seperti ikan sardine diambil keluar dari kedua mataku.

Adonai berkata, ”Putri, Aku melakukan ini atas mu sebab Aku ingin kamu berubah. Hal-hal yang kemu biasa lakukan di bumi tidaklah menyenangkan Aku. Ketika kamu di bumi menonton hal-hal yang tidak menyenangkan-Ku, Aku tidak suka; kamu menonton drama-drama TV (Soap Operas). Itu tidaklah menguntungkan kehidupanmu. Itu tidak menyenangkan Ku ketika anak-anak-Ku menonton hal-hal seperti itu, yang tidak memuliakan Aku.”

Saya berkata, ”Adonai, maafkan saya, kasihanilah saya.” Dan Adonai berkata, ”Di tengah malam sekitar pukul 00:00, kamu selalu disana menonton film-film yang tidak menguntungkan kamu, dan banyak dari film tersebut terdapat pornograpi di dalamnya, Aku tidak memberikan kamu mata-mata tersebut untuk hal-hal seperti itu, Aku telah memberikan mereka itu bagi mu untuk melihat hal-hal yang memuliakan Aku dan oleh sebab itu Aku membasuh kedua matamu.”

Para malaikat terus membasuh mataku sementara saya meminta belas kasihan. Kedua mataku diurapi dengan minyak, dan sejak itu saya memiliki penglihatan yang lain, mataku berubah, tranform secara total. Adonai berkata, ”Jangan tertarik kepada suami-suami orang lain lagi!” Dahulu, saya mengkagumi pria-pria lain, dan Adonai berkata hal-hal demikian tidak menyenangkan Dia.

Saya akan ceritakan kepada kalian kebiasaanku. Saya dahulu adalah Penginjil KrisAwasilah matamu dari perkara yang duniawiten yang setengah-setengah, yang tidak pernah melakukan hal-hal sesuai Alkitab. Segala sesuatu saya kerjakan hanyalah sesuai kesukaan dan cara saya sendiri, semuanya berlawanan dengan kehendak Elohim. Saya mengatakan ini kepada kalian sehingga kalian menjaga jalan-jalan kalian, dan jiwa-jiwa bolehlah ada diselamatkan. Saya mengatakan kepadamu bahwa napsu birahi atas seseorang yang bukan suami atau isteri kita (lust) adalah dosa, menonton drama-drama TV (Soap Operas), film-film dunia; semua hal-hal ini tidaklah menyenangkan Elohim.

Para malaikat meneruskan proses pembasuhan; mereka memiliki pembersih kuping dari kaca dan memasukkannya kedalam telingaku. Segera ketika mereka menggaruk kupingku, saya merasakan sakit yang luar biasa. Segera cairan hitam mulai keluar dari kedua telingaku, dan diikuti cairan abu-abu. Saya terus menjerit.

Adonai berkata, ”Putri, Aku mencuci telingamu sebab kamu telah ditemukan mendengarkan pada hal-hal yang tidak menyenangkan Ku, kamu mendengarkan gossip-gossip, kamu mendedikasikan telingamu yang tidak menyenangkan Ku. Beberapa orang datang kepadamu untuk bergossip dan membicarakan Pendeta, bahkan kamu mendengarkan ketika mereka bergossip tentang pendeta kalian. Janganlah mendengarkan gossip lagi, setiap kali siapapun yang datang kepada mu dengan gossip, jangan dengarkan mereka, pergilah dari mereka segera tanpa terlibat di dalamnya, janganlah lagi mendengarkan pada hal-hal yang tidak membangun kamu.”

Saya berkata: ”Adonai, kasihanilah saya!” Saya tahu saya telah bersalah, tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari Elohim, tidak seorangpun dapat bersembunyi dari Dia. Semua yang kita lakukan dan katakan di sini di bumi adalah terekam di Sorga. ”Adonai ampuni saya, kasihanilah saya,” saya berkata oleh sebab semua kesakitan di kedua telingaku. Kemudian telingaku diurapi oleh malaikat tersebut.

Adonai berkata kepada ku, ”Sejak saat ini, kamu hanya akan mendengarkan pada hal-hal yang Aku ijinkan pada mu, sekarang kamu adalah pribadi yang baru dan kamu haruslah ada sebagai wanita yang Aku ingin kamu ada.”

Saya kemudian diBergossipbawa ke departemen lainnya dimana beberapa malaikat mulai membersihkan mulutku. Lidahku dibawa keluar dari mulutk, ditaruh di sebuah nampan. Sekali lagi saya rasakan sakit yang luar biasa. Adonai berkata, ”Aku ingin menbasuh kamu, Aku ingin membasuh kamu.”
Saat para malaikat menggaruk lidahku cairan hitam mengalir keluar dan kemudian cairan putih. Kemudian mereka menggunakan air yang sangat manis untuk mencuci lidahku. Itu sungguh manis, tidak dapat dibandingkan kemanisan air tersebut dengan yang ada di bumi. Kemudian lidahku diurapi. Mulutku juga mengalami proses yang sama; cairan hitam mengalir keluar dari mulutku.

Adonai berkata: “Putri, Aku melakukan ini bagi mu agar kamu tidak bergossip lagi, agar kamu berhenti melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Ku, lidahmu telah terlibat di dalam hal-hal yang tidak memuliakan Ku. Kamu mengatakan banyak kebohongan, berhentilah berdusta! Mengatakan dusta bukanlah milik-Ku, dusta tidak menyenangkan Ku, semua pendusta tidak akan pernah melihat Aku, tidak ada pendusta yang akan masuk kedalam Kerajaan Sorga.”

“Adonai, kasihanilah saya, saya sadar telah melakukan semua perkara tersebut, mengatakan banyak dusta, ampunilah saya dan tolonglah saya,” (Wahyu 21:8) saya berkata karena kesakitan oleh proses pembersihan tersebut.

“Aku melakukan semua ini karena Aku mengasihimu. Jika kamu masih meneruskan kebiasaan lamamu, Aku akan kehilangan kamu. Jika Aku tidak melakukan semua ini, kamu tidak akan pernah berubah. Aku harus menyelamatkan jiwamu dan ini sebabnya Aku melakukan semua ini. Aku mengasihimu, karenanya Aku tidak ingin kehilanganmu. … Seperti layaknya kamu, banyak diantara umat-Ku seperti itu, hidup dalam dua kehidupan dan mereka nampak untuk ada suci kepada orang lain. Kamu juga memakai lidahmu untuk berteriak kepada suamimu,” Adonai berkata. Mulutku sungguh bersih dan Adonai meminta saya untuk menelan sejumlah air.

Lidah dan mulutku diurapi dengan minyak sorgawi yang khusus. Keindahan wanginya tidak dapat dibandingkan dengan minyak wangi di bumi. Lidahku ditaruh kembali ke dalam mulutku dan seorang malaikat menempatkan kekang di tenggorokkanku. Yeshua berkata, ”Ini adalah cara yang sama bagaimana kuda-kuda ada dikekang.”

Ini adalah cara satu-satunya bagaimana beberapa kita dapat dirubah dan ditranform. Kita perlu berhenti berbicara kata-kata yang sia-sia dan kotor, berhenti terlibat dalam hal-hal yanRacun-racun berbahaya dari rokok atau sigaretg tidak membangun diri kita, hal-hal demikian tidak menyenangkan Elohim (Amsal 8:13). Ada banyak saudara dan saudari Kriten, Penginjil, Missionari dan sebagainya yang berbicara kata-kata yang sia-sia dan kotor. Saya menyaksikan tentang apa yang Adonai telah tunjukkan saya untuk mentranform kehidupan kalian dan merubah kalian.

Setelah lidahku ditaruh kembali oleh malaikat, itu telah ditranform seluruhnya, tidak seorangpun dapat  memprovokasi saya lagi, sekarang saya hanya dapat melakukan hal-hal yang menyenangkan Elohim.

Kemudian hidungku mengalam proses yang sama. Adonai berkata kepadaku, ”Beberapa orang yang kau layani merokok sigaret dan kamu mengisap asapnya melalui hidungmu, karena kamu dahulu juga perokok kamu merasa nyaman duduk bersama mereka sementara mereka merokok,” Adonai berkata kepadaku. ”Adonai, saya menyadari, ampuni saya, kasihanilah saya,” saya berkata.

Saya dibawa ketempat lian dimana beberapa malaikat membersihkan bagian tubuh lainnya. Dari tubuhku mengalir cairan abu-abu. Saat mereka menggaruk tubuhku, beberapa kulitku teramil dan darah mengalir.

“Adonai tolong saya, tolonglah saya. Mengapa Engkau lakukan ini kepadaku?” saya berkata. Ia menjawab. ”Saya sedang membersihkan mu. Kamu haruslah bersih, seluruh tubuhmu, jiwamu dan rohmu.” Sabun di tubuhku di bersihkan air yang sangat berharga. Kemudian malaikat tersebut mengurapi tubuhku.

Adonai berkata kepada ku, ”Janganlah kembali kepada hidup lama mu, putri-Ku, sekarang kamu adalah orang kudus-Ku yang diurapi.”
Saya menjawab, ”Adonai ampuni saya atas semua hal yang telah saya lakukan dimasa yang lalu, bahkan saat ini, Saya selalu melawan pendeta saya, saya telah mengatakan banyak hal yang seharusnya tidak saya katakan kepadanya.” Pendetaku selalu bilang kepada ku bahwa cara berpakaian saya sebagai orang Kristen tidaklah benar. Kami banyak berdebat dan suatu kali ia berkata bahwa saya bohong yang membuat saya sedih. Saya selalu melawan pendeta saya.
Kemudian saya diterima oleh tiga malaikat lainnya ditempat yang berbeda, dimana saya dikenakan pakaian putih yang sangat panjang.

Melihat orang-orang kudus lainnya di Sorga
Saya dibawa ketempat lain dan sebuah pintu terbuka. Nampak suatu cahaya besar yang indah terpancar melalui pintu tersebut. Saya melihat kota-kota dan banyak orang menunggu saua dan melambaikan tangan.
Yeshua berkata, ”Orang kudus-Ku, waktunya telah tiba, jamnya telah tiba, waktunya telah tiba untuk melihat semua yang menantikan kamu.” Banyak orang yang sedang menantikan saya, saya bertanya kepada Nya, ”Apa yang sedang terjadi disini?”

Ia menjawab, ”Itu waktunya bagi mu untuk pergi dan berkotbah ke seluruh orang. Itulah waktunya bagimu untuk pergi dan berkotbah ke semua bangsa, inillah waktunya. Semua yang saya telah katakan kepadamu, pergi dan katakan ke Gereja-Ku, karena Aku pergi menyempurnakan Gereja-Ku, Aku pergi menyempurnakan rumah-Ku. Firman-Ku akanlah diterima diseluruh dunia, tetapi yang pertama ialah Gereja-Ku.”

Yang saya telah lihat di Neraka Pintu Gerbang Neraka
Malaikat-malaikat membawa saya dari sana dan kami menuju turun. Saya sangat takut dan tiba-tiba bumi terbuka.
Saya bertanya, ”Kemana kamu membawa saya? Apa yang sedang terjadi padaku?” Kami pergi langsung kedalam bumi, itu tidak enak dan sangat gelap dimana-mana. Kami tiba disuatu tempat dimana saya dapat melihat cahaya, ada sebuah pintu di bawah bumi, pintunya sungguh mengerikan, tidak ada di bumi yang dapat menggambarkan betapa mengerikannya pintu tersebut.

Adonai berkata, ”Ini adalah pintiu Neraka.” Saya berpikir mungkin saya telah diputuskan untuk dikirim ke Neraka atas semua kejahatan yang telah saya perbuat. Ada seorang pria menanti saya. Adonai Yeshua Ha Mashiah meluruskan tangan-Nya kepada ku, menanti saya  pada pintu Neraka. Ia memiliki kunci dan ketika ia membuka pintu neraka dengan kunci tersebut saya melihat banyak binatang yang menakutkan keluar.

”Adonai, apa yang terjadi padaku, harap kasihanilah saya,” saya berkata
Yeshua menjawab, ”Aku akan menunjukkan kepada mu Neraka, semua yang ada di Neraka agar kamu ada takut dan juga untuk orang lainnya melalui mu untuk mengerti bahwa Neraka itu ada.”
”Adonai, tidak, saya tidak ingin pergi kesana,” saya berkata.
Namun Adonai berkata, ”Putri, datang bersama Aku. Datang …. Datang.”
Ketika kami tiba di sana, beberapa roh jahat mencoba menjangkau saya, tetapi Adonai tidak menginjinkan itu. Saya berkata, “Adonai, saya tidak ingin melihat tempat ini.” Dan saya mencoba menutup wajahku dengan kedua tanganku, tetapi segala sesuatu tetap jelas terlihat oleh ku. Di Neraka kalian melihat setiap hal, mendengar  dan merasakan setiap hal sama halnya seperti jiwa-jiwa yang terhilang tersebut di Nereka. Saya melihat bagaimana jiwa-jiwa di Neraka menderita.

Kelompok pertama jiwa-jiwa saya telah lihat di Neraka: Para (pelaku homosex) Gay dan Lesbian
Adonai membawa saya ke sebuah tempat yang terdapat Kristen palsu. Selama di bumi mereka melayani Adonai, tetapi mereka juga melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Elohim. Mereka meninggal dan sekarang di Neraka. Saya melihat seorang pendeta pria yang telah memutar balikkan Firman Elohim, ia seorang homosex.  Dia bukanlah anak Elohim sebab anak-anak Elohim tidaklah melakukan hal-hal sedemikian. Terlihat bagaimana para roh jahat menyiksa pendeta yang telah memutar balikkan Firman Elohim. Mereka menaruh dia pada sebuah tabung dan terus menerus memutar dia. Pendeta ini sungguh menderita. Di bumi ia menyalah gunakan anak-anak kecil dan juga rekan-rekan prianya. Pendeta memberkati pernikahan sex-sejenis

Jika kalian melakukan sesuatu seperti ini, kalian haruslah tahu bahwa Neraka sungguh nyata, ada hukuman menanti semua yang tidak mentaati Firman Elohim.

Saya melihat bagaimana jiwa pecah, dan kemudian dia kembali normal kembali untuk mengalami peristiwa serupa kembali. Adonai berkata kepadanya, ”Putra, kamu telah menerima segala kesempatan di bumi untuk bertobat dan memperbaiki jalan-jalan mu.” Yeshua menunjukkan kepadanya sebuah layar. Pada layar tersebut ia dapat melihat (kejadian masa lalunya) sementara ia masih ada di bumi, seorang tua mengatakan kepadanya untuk tidak mengikuti jalan yang salah, mengatakan kepada dia untuk mentaati Firman Elohim.

Setiap kata yang Adonai telah katakan kepada dia semuanya nampak oleh pendeta tersebut pada layar. Tetapi ia menolak bertobat dan memperbaikki jalan-jalannya. Dan suatu hari ia mendapat kecelakaan dan meninggal dunia. Sekarang ia dineraka. Dia berpura-pura jadi pendeta, tetapi dia bukan. Ketika Yeshua membalikkan badan-Nya dari pria ini, pria ini mulai mengutuki Elohim.

Tidak ada kasih di Neraka, tidak ada yang baik di Neraka, hanya kesakitan dan penderitaan. Itu sungguh buruk di Neraka sehingga saya merasa ingn meninggal, sehingga saya berkata, ”Adonai, saya ingin mati.” Namun Yeshua menjawab, ”Putri, kamu mati. Mengalami apa yang jiwa-jiwa menderita di Neraka, putri-Ku.” Saya berkata, ”Adonai, saya tidak tahan lagi, jiwaku terbakar, panasnya minta ampun, Adonai, saya tidak tahan.”

Kelompok kedua jiwa-jiwa yang saya telah lihat di Neraka; Para pelacur
Kami pergi ke tempat lain, dimana saya melihat para roh jahat menyiksa seorang wanita di Neraka. Ia serang wanita pelacur. Pada masa hidupnya, Adonai telah membawa ia keluar dari pelacuran, dia diselamatkan. Tetapi ia kemali lagi kedalam pelacuran dan menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Suatu hari ia terbunuh dan sekarang ada di Neraka. Elohim benci semua perbuatan kejahatan tersebut, itu semua adalah kekejian di pemandangan-Nya.

Dia telanjang, dibaringkan terlentang, dan saya melihat para roh jahat menyiksanya.  Saya memohon kepada Yeshua, ”Adonai, belas kasihilah dia.” Namun Yeshua menjawab, ”Tidak putri, dia telah menerima semua kesempatan sementara di bumi untuk bertobat.” Adonai melihat jeritannya dan kami dapat melihat bagaimana para penginjil yang berbeda mengatakan kepada dia untuk menyerahkan hidupnya kepda Yeshua, namun dia tidak pernah mentaati suara Elohim. Dan sekarang ia ada di Neraka.Pelacur di Neraka

Pesan ini unutk semua wanita yang menjual diri mereka sendiri untuk pelacuran. Mungkin kalian melakukan itu untuk uang bagi membesarkan anak-anak kalian, mungkin karena kalian tidak memiliki suami. Elohim berkata kepada kalian hari ini untuk kembali kepada Dia. Elohim akan menyediakan kamu dan keluargamu. Kepad semua wanita yang memelacurkan diri sendiri, saya mengatakan ini kepada kalian, bertobatlah hari ini dan kembali kepada Elohim. Elohim telah memberikan perigatan ini untuk menyelamatkan jiwa kalian, sehingga kalian tidak pergi ke tempat penyiksaan itu.

Kelompok ketiga jiwa-jiwa yang telah saya lihat di Neraka; Para pendustan dan penggosip
Adonai membawa saya ke tempat dimana terdapat para pendusta dan penggossip. Siksaan mereka sungguh keras. Susah berbicara tentang Neraka. Gossip dapat melenyapkan keselamatan kekal kalian, berbicara secara serius tentang tetanggamu kalian dapat  kehilangan keselamatan kekal kalian, demikian juga menggosipkan pendeta kalian. Bertobatlah hari ini dan kembali kepada Elohim, dan Elohim akan kembali kepada kalian.

Saya bertanya, ”Adonai, ini adalah hasil dari gossip?” dan Dia menjawab, “Ya, hanya bergossip.”
”Tetapi Adonai, kami meminta belas kasihan ketika kami berdosa melawan Engkau?”
”Tidak, orang-orang ini tidak meminta belas kasihan, dan sekarang mereka membayar dosa-dosa mereka,” Yeshua menjawab.
Untuk alasan ini kita perlu berdamai dengan Elohim setiap hari, sebab tidak seorangpun tahun kapan seseorang akan meninggal. Jangalah keluar dari hadiran Elohim, gossip dapat membuat kalian kehilangan kelelamatan kekal kalian.

Kelompok Keempat jiwa-jiwa yang saya telah lihat di neraka; para penyembah berhala Berhala-berhala Amerika Latin; Santar Barbara
Siksaan untuk para penyembah berhala adalah menakutkan. Kepada semua wanita yang melayani  kamu tahu siapa dia? Ia adalah roh penguasa di udara, wanita ini adalah iblis. Adonai menunjukkan kepada ku bahwa María  Lions adalah iblis, banyak wanita sihir berlutut menyembah dia di Neraka, dan roh jahat menyiksa mereka dengan mengerikan. Lidah-lidah api di Neraka tidak pernah padam, mereka dibakar siang dan malam selamanya. [María Lionza adalah dewi yang disembah oleh banyak orang di Amerika Latin,  tradisi berkata itu berasal dari Venezuela di tahun 1502. Ia serupa dengan Santeria dan Bunda Maria].

Harap ingat ini, para penyembah berhala tidak dapat melihat wajaha Adonai. Elohim ingin merubah kehidupan kalian, Elohim ingin kalian berhenti menyembah dan menaggungkan gambar-gambar; Elohim ingin kalian mengaggungkan Dia. Hanya ada satu Elohim, disamping Dia tidak ada ilah yang lain (Keluaran 34:14).
Jiwa-jiwa di sana ada dipaksa untuk menyembah dia, meskipun mereka tidak mau lagi. Mereka ada disiksa dengan serius dan dipaksa mengisap rokok di Neraka sementar menyembah dia.
Setan adalah penipu, satan datang hanya unuk membunuh dan membinasahkan, tetapi Yeshua Ha Mashiah  telah datang memberi kamu kehidupan dan kehidupan yang melimpah (Yohanes 10:10) . Elohim Yang Mahakuasa memanggil kalian hari ini. Saya berharap kalian dapat mengerti pesan ini dan hal-hal yang baik Elohim telah rencanakan untuk kalian . Tetapi ingat bahwa Neraka adalah nyata.

Saya ada di Neraka sekitar 16 jam sehingga saya dapat mengerti secara penuh pesan tersebut, sehingga saya dapat bekotbah denan berapi-api pesan keselamatan kepada setiap orang.
Saya melihat Barbara dan Shango di neraka. Kalian yang menyembah dan mengagungkan Barbara, buang ia keluar rumah kalian, ia adalah penguasa roh jahat Adonai berkata, ia adalah iblis dibalik pelacuran.
Barbara tidak memiliki kasih, ia penuh dengan pengerusakkan, ada banyak  rumah tanpa damai, ia adalah iblis dibalik rumah-rumah yang demikian. Demon ini, Barbara memaksa orang-orang menyembah dia di Neraka, jiwa-jiwa dibakar selamanya dalam kobaran api dengan mengerikan.

Saya bertanya kepada Yeshua, “Tidakkah Engkau telah memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki jalan-jalan mereka?” dan Dia menjawab, ”Ya, Aku telah mengirim orang-orang kudus-Ky kepada mereka.” Mereka ditunjukkan pada sebuah layar semua kesempatan mereka sementara ada di bumi. Jiwa-jiw di Neraka tidak memiliki alasan untuk dibawa kepada Adonai.

Jika kalian tidak bertobat dan memperbaiki jalan-jalan kalian, kalian akan melihat bagaimana kematian akan mengejutkan kalian dan kalian akan tiba di Neraka.

Kelompok kelima jiwa-jiwa saya telah lihat di Neraka; para peminum alkohol
Adonai membawa saya ke tempat lainnya di Neraka yang nampaknya seperti sebuah klub besar. Saya mendengar jiwa-jiwa disana berteriak dan menjerit minta ampun. Saya bertanya, ”Apa yang terjadi disini?” Peminum alkohol bir dan sejenisnya
Yeshua berkata, ”Bawa pesan ini kepada semua peminum alkohol, kepada mereka yang minum alkohol siang dan malam, kepada semua mereka yang meminum kedalam tubuh mereka hal-hal yang tidak menguntungkan mereka, kepada semua mereka yang memakai bahkan uang anak-anak mereka untuk minum alkohol, bawa pesan ini ke semua wanita tersebut yang meminum alkohol, untuk merek memperbaiki jalan-jalan mereka melalui pesan ini.”

Saya melihat sebuah meja ditempatkan didepan jiwa-jiwa yang hilang tersebut. Pada meja itu ada minuman-minuman, dan jiwa-jiwa tersebut dipaksa untuk minum melawan kehendak mereka. Mereka terbungkus dalam jilatan-jilatan api, botol-botol hanyalah berisi cairan asam. Saya melihat jiwa-jiwa mereka meledak dan menjerit, ”Adonai jangaann! Saya tidak tahan ini lagi.”

Saya melihat seorang pria di Neraka. Sementara di bumi Adonai telah mengirim seorang Penginjil  wanita kepadanya  sementara ia sedang minum di bar. Penginjil tersebut berkata kepada dia untuk memberi hidupnya kepada Yeshua Ha Mashiah, sebab Penginjil merasa pemuda ini akan segera meninggal. Pemuda ini menghina si Penginjil, menyebutnya wanita gila. Pada hari yang sama, pemuda ini keluar dari bar tersebut mabuk, ia mendapat kecelakaan dan sekarang ia ada di Neraka. Ia ada dipaksa untuk minum, ia mencoba  lari dari siksaan, tetapi para roh jahat tidak membiarkan dia, ia akan disiksa di Neraka selamanya.

Para Pengisap Rokok
Para pecandu rokok juga memilik tempat di Neraka. Semua mereka pengisap marijuana memiliki tempat di Neraka, mereka disiksa selamanya.

Menyembah dan mengagungkan Benda-benda Menyembah Bunda Maria
Mungkin kamu memanggil dirimu sendiri seorang Kristen, dan kamu tetap menghormati, menagungkan atau menyembah bend-benda, kamu harus bertobat hari ini dan memberi kehidupanmu kepada Yeshua Ha Mashiah.  Uangmu tidak dapat membeli keselamatanmu. Keselamatanmu telah dibeli oleh Adonai kita Yeshua Ha Mashiah. Amin.

Kelompok keenam jiwa-jiwa saya telah lihat di Neraka; Para Wanita yang tidak mentaati Elohim
Ada wanita-wanita yang melayani Elohim sementara di bumi, tetapi mereka tidak mau berubah dan tidak mau menerima doktrin-doktrin Elohim, tetapi mereka memilih melayani Elohim menurut cara-cara mereka sendiri. Siksaan ini lebih buruk daripada yang saya lihat sebelumnya. Saya merasa kasihan untuk wanita-wanita Elohim di Neraka ini, sebab mereka melayani Adonai sementara di bumi.

Adonai berkata, ”Aku selalu berbicara kepada mereka, Aku telah mencoba menperbaiki mereka melalui hamba-hamba-Ku tetapi mereka tidak ingin mengerti tujuan itu.” Adonai menunjukkan saya satu dari wanita-wanita tersebut. Ia duduk disebuah kursi penuh dengan jilatan api, tiba-tiba sebuah iblis datang dan menguyurkan cairan pada kepalanya.
Adonai Yeshua Ha Mashiah kita menangis, Ia menangis
Saya bertanya, ”Adonai, mengapa Engkau menangis?”
“Aku banyak menderita untuk jiwa-jiwa yang berada di Neraka. Wanita itu dahulu adalah hamba-Ku, Aku memperbaiki dia untuk tidak mengasihi dunia juga tidak hal-hal yang duniawi” (1 Yohanes 2:15). Adonai memperbaiki dia untuk berhenti mewarnai rambutnya. “Ia malu atas rambut putih yang telah Aku berikan kepadanya.  Ia mencoba menampilkan dirinya sendiri dalam bentuk lainnya.”

Michael Jackson sebelum dan sesudah aperasi plastikRambut saya sendir hitam, tetapi saya ingin itu hitam-biru, dan Yeshua berkata kepada ku, “Janganlah malu dengan apa yang Aku telah berikan kepada mu.” Para Iblis terus menyiksa wanita tersebut, dia menjerit kepada Adonai meminta tolong. Adonai berkata pada wanita ini bahwa itu telat dan ia mulai menghujat.

Kita tidak dapat hidup dalam kepura-puraan, suatu hari kita akan memiliki rambut abu-abu. Saat para iblis mencurahkan cairan tersebut ke atas kepala wanita ini, lehernya lumer, rambutnya berguguran, ia meluruskan tangannya mencoba untuk mencari pertolongan.

”Adonai, saya tidak tahan lebih lagi,” saya berkata. Saya mencoba menutupi wajahku sebab saya juga mewarnai rambutku. Adonai berkata, ”Janganlah ada malu dengan apa yang Aku telah berikan untuk mu.”

Wanita itu memiliki rambut yang panjang dan ia seorang wanita yang cantik. Ia ingin ada lebih cantik lagi, lalu ia melakukan kesalahan yang sangat buruk. Jika Elohim telah memberikan kita rambut abu-abu, kita harus terima itu sebab itu dari Elohim.

Saya berkata, ”Adonai, saya tidak tahu sebelumnya bahwa mewarnai rambut adalah sebuah dosa …Adonai tolong dia, kasihanilah ia.”

Adonai telah mengirim seorang  pendeta kepada wanita tersebut sementara ia di bumi. Wanita ini dahulunya seorang Penginjil, berkotbah dan mengajar. Seperti beberapa orang, ketika mereka berkotbah, mereka mencoba menghadirkan diri mereka sendiri pertama-tama untuk jemaat untuk mereka dapat diterima agar supaya mereka dapat berkotbah dan mengajar apa yang mereka inginkan. Wanita ini tidak pernah ingin untuk mengerti tujuan Elohim, ia lalu meninggal dan sekarang di Neraka, seorang wanita yang sekali pernah melayani Adonai.

Kesia-siaan dari Kosmetik
Adonai berkata, ”Putri, Aku sekarang memperlihatkan kepadamu wanita-wanita yang memakai kosmetik pada wajah mereka.” Saya berkat, ”Adonai, saya memakai kosmetik juga, saya menaruh bubuk pada wajahku untuk nampak lebih cantik dan menutupi bercak-bercak hitam.” Mulut seksi”Hal-hal demikian tidak menyenangkan Ku. Aku hanya suka dengan penampakan yang alamiah dari orang-orang kudus-Ku. Seorang wanita ialah untuk menyenangkan Ku dan suaminya,  jadi ia tidak perlu kosmetik agar nampak cantik bagi orang lain,” Adonai berkata.

Saya melihat seorang wanita menggenggam cermin di tanganya dan para iblis memaksa dia untuk mengecat wajahnya. Saat ia menaruh cairan itu pada wajahnya, daging dimukanya lumer.
Mungkin kamu mendengarkan pada pesan ini dan berkata bahwa berkosmetik bukanlah sebuah dosa, sekarang saya akan ceritakan ini pada mu; ketika Elohim berbicara, kita semua haruslah mentaatinya.
Wanita ini tidak mentaati Elohim sewaktu ia hidup di bumi. Ia memakai kosmetik dan sekarang ia di dalam Neraka. Wanita ini sekarang ada di dalam Neraka, ada dipaksa untuk mengecat wajahnya siang dan malam. Saya melihat wanita-wanita lainnya di dalam Neraka yang memakai kosmetik di bumi.

Adonai berkata, ”Perkara-perkara itu tidaklah menyenangkan Ku. Apakah kamu ingat ketika Aku berkata mereka yang mengasihi dunia adalah musuh Elohim.” [Yakobus 4:4]. Kita harus mentaati Alkitab: 1 Yohanes 2:15 – Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Kita semua akan dihakimi oleh Firman ini. Semua jenis kosmetik yang kamu pakai di bumi, kamu akan juga pakai itu disini di dalam Neraka.
Saya telah memakai lipstick pembasah untuk membuat permukaan mulut bercahaya dan mendapat perhatian dari orang-orang  lain. ”Adonai, maafkan saya, saya juga bersalah dalam hal ini,” saya berkata.

”Aku melakukan ini oleh sebab kasih yang Aku miliki atas jiwamu, untuk membawa ketakutan dari keseriusannya kedalam dirimu, untuk kamu mengerti  keseriusan dari konsekuensi, agar kamu dapat menceriakan kepada yang lainnya untuk berhenti memakai kosmetik,” Adonai berkata.

Wanita tersebut di dalam nyala api da nada dipaksa oleh para iblis untuk terus mengecata wajahnya. Saya melihat bibinya jatuh terlepas.
Para wanita Elohim, janganlah melihat pada tetanggamu. Lihatlah pada kehidupanmu sendiri hari ini dan bertanyalah kepada Dia, ”Adonai, hal-hal apa yang saya lakukan adalah tidak menyenangkan diri-Mu?” Tanyalah kepada Elohim, dan Ia akan memberimu jawaban. Elohim tetap memberi jawaban-jawaban hari ini.

Kelompok ketujuh dari jiwa-jiwa yang saya tela lihat di Neraka; Para wantia yang memakai perhiasan: kesia-siaan perhiasan.
Adonai berkata, ”Sekarang Aku akan menunjukkan kepadamu dimana para wanita yang memaIblis berbentuk ularkai perhiasan berada.”
Saya melihat seorang wanita yang ada dipaksa oleh para iblis memakai anting-anting pada telinganya. Sebuah ular yang sangat besar datang kepada wanita tersebut saat ia menaruh benda-benda tersebut dan ular itu melilitkan tubuhnya pada leher wanita tersebut. Adonai sungguh menenang para wanita yang memakai benda perhiasan. Saya memprotes, ”Tetapi Adonai, ini adalah hanya sebuah perhiasan biasa.” Adonai menjawab, ”Putri-Ku, benda-benda itu tidak menyenangkan Ku.”

Kelompok ke delapan orang-orang yang saya lihat dalam Neraka: para keluarga dan orang-orang terkasih
Adonai membawa saya ke sebuah tempat dimana saya melihat seorang wanita yang sedang menangis dan menjerit dalam Neraka. Saya bertanya, ”Adonai siapakah wanita ini?” dan Yeshua berkata, ”Aku akan tunjukkan pada mu siapakah dia.
Dia adalah wanita yang secara pribadi saya telah kenal beberapa tahun yang lalu. Ketika itu saya seorang Kristen; tetapi malangnya saya tidak pernah mengkotbahkan pesan keselamatan kepada dia.”
Adonai berkata, ”Ia ada di sini dalam Neraka oleh sebab kamu. Aku ingin meyelamatkan jiwanya melalui kamu, tetapi kamu tidak pernah ingin bercerita pada dia tentang Aku.”
”Adonai, belas kasihanilah saya,” saya berkata.

Wanita ini berseru minta belas kasihan dan saya berkata, ”Adonai, kasihilah dia.” Wanita ini sering menikmati minuman-minuman alkohol ketika ia masih di bumi. Saya melihat pada layar semua kesempatan yang ia miliki untuk menyerahkan hidupnya kepada Yeshua, namun ia selalu menolak. Di hari ketika saya merasa dipimpin untuk berbicara kepada wanita ini, saya tidak berkotbah padanya, sebab ia berkata kepadaku ia akanlah membunuh saya jika saya berbicara kepadanya tentang Yeshua. Saya takut dan tidak ada jalan bagi saya untuk dapat berkotbah kepadanya. Namanya adalah Augustina, dan ia menderita dalam Neraka sekarang.

kecanduan NarkobaKelompok kesembilan orang-orang yang saya telah lihati dalam Neraka; Pencandu Obat-obatan
Saya melihat seorang pria ada dipaksa oleh para iblis untuk memakai obat-obatan dalam Neraka. Ia diberikan sesuatu seperti rokok penuh dengan api untuk diisap. ”Adonai, siapakah pria ini?” saya bertanya. Yeshua menjawab, ”Datanglah dan lihatlah siapakah dia.” Saya datang mendekat kepadanya. Saya sungguh terkejut melihat saudaraku Esau dalam Neraka. Saya berserut, ” Adonai, belaskasihanilah saudaraku.” Ia meluruskan kedua tanganya yang penuh dengan korbarn api meminta belas kasihan dari Adonai.

Adonai berkata kepada saudara, ”Putra, Ingatkah kamu bahwa kamu telah memberi kehidupanmu kepada Ku sementara kamu di dalam penjara, dan kamu meminta Aku untuk membawa kamu keluar dari penjara agar kamu melayani Aku selama hidupmu?”
Saudarku berkata, ”Adonai. Saya tahu dan ingat itu, tetapi harap ampuni saya, hanya berilah saya kesempatan untuk keluar dari tempat ini.”
Adonai menunjukkan kepadanya sebuah layar dan kami dapat melihat ketika ia masih ada di penjara beberap tahun yang lalu, Adonai menunjukkan kepada dia hari dan semua janji yang ia telah buat untuk melayani Adonai.

Adonai telah membawa dia keluar dari penjara sehingga ia dapat melayani Dia, namun ia menolak menggenapi janji-janjinya dua tahun kemudian ia diasasinasi, dan meninggal di dalam kedua tangan ibuku. Ibuku meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan oleh sebab pemberontakkan dia. Saudaraku sendiri dalam Neraka, itu sungguh buruk. Dahulu saya tidak ingin menceritakan hal ini kepada umum, tetapi Adonai berkata saya harus menceritakannya. Saya menangis lebih dari lainnya ketika saya melihat saudarku dalam Neraka. Kamu tidak dapat membayangkan bagaimana Elohim kita menangis karena jiwa-jiwa  dalam Neraka.

Ketika saudaraku ini meluruskan kedua tangannya, ia berkata, ”Adonai, kirimlah pesan ini kepada keluargaku sehingga mereka tidak masuk ke Neraka;” dan Adonai berkata kepadaku, ”Ingatlah cerita tentang orang yang kaya dan Lazarus, ketika pria kaya tersebut meminta Lazarus untuk dikirim ke bumi untuk bercerita kepada keluarganya bahwa Neraka benar ada.” Lukas 16:19-31

Adonai kemudian menunjukkan kepada ku seorang wanita yang pernah jadi pendeta, ia duduk pada sebuah kursi penuh dengan kobaran api, Rambut palsunya ada ditaruh pada kepalanya di Neraka. Adonai berkata, ”Dia adalah orang kudus-Ku, beberapa waktu yang lalu, ia adalah seorang pendeta, ia adalah seorang wanita Elohim yang besar. Aku telah memakai ia dengan luar biasa tetapi dia tidak mentaati Firman-Ku.”
”Adonai, kasihinilah dia,” saya berkata. Wanita ini meluruskan kedua tangannya kepada Adoani mencari pertolongan. Saya tahu cerita tentang wanita ini akanlah menyebabkan banyak orang menjadi cemas besar.

Ia adalah seorang wanita yang melayani Adonai, dia telah berpikir ia telah miliki semuanya,  ia menyelewengkan  doktrin-doktrin Elohim, dan menukarkan Elohim untuk hal-hal duniawi. Ia juga mengatakan kata-kata yang sia-sia. Adonai menunjukkan pada sebuah layar semua yang dilakukan oleh wanita ini sewaktu masih di bumi. Adonai bertanya kepada dia, ”Putri, dapatkah kamu ingat ketika Aku membawa firman-Ku kepada kamu melalui Elma, hamba-Ku?”

Saudariku Elma, pernah berbicara dengan wanita ini, namun wanita ini menghina saudariku dan menolak mentaati Adonai. Yeshua berkata, ”Itu adalah kesempatanmu untuk memperbaiki jalan-jalanmu dan berbalik kepada KuM, namun kamu menolak. Dan ini adalah hukumanmu. Dapatkah kamu mengingat ketika putrimu memelukmu dan berkata kepadamu, ’Ibu kembali,’ tetapi kamu tidak pernah mendengarkannya.” Adonai membelakangi dia dan wanita ini mulai menghujat.

Adonai kita Yeshua Ha Mashiah membelakangi dia, dan Dia menangis dengan sangat sedih. Saya bertanya, ”Adonai, mengapa Engkau menangis?” dan Yeshua menjawab, ”Kamu tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan-Ku menyaksikan jiwa-jiwa di sini.”

Tahta Setan di Neraka
Yeshua berkata, ”Aku sekarang menunjukkan sesuautu kepada mu, putri-Ku. Aku belum pernah menunjukkan ini pada seorangpun sebelumnya. Aku ingin kamu melihat ini sehingga kamu dapa mengerti bahwa Setan adalah pendusta , Satan adalah peniru.” Tahta Setan  atau Lucifer

Adonai menunjukkan pada saya tahta Setan di Neraka. Setan meniru Elohim Yang Mahakuasa di Neraka. Saya melihat dia duduk pada tahtanya. Ia sangat mengerikan; ia berpura-pura memilik otoritas Elohim. Saya dapat melihat malaikat [jahat lainnya; ] sekeliling dia, tetapi mereka sesungguhnya hanyalah roh-roh jahat. Setan mengenakan jubah putih penuh dengan kejijikan dan sangat kotor. Saya melihat dua puluh empat tua-tua memuliakan Setan di Neraka, mereka menanggalkan mahkota-mahkota mereka dan menyembahnya. Saya dapat melihat mereka semua hanyalah roh-roh jahat. Tahta Setan penuh dengan imitasi dari hal-hal di Sorga, segala sesuatu nampak begitu buruk.

Saya melihat Setan memanggil satu dari para roh-roh jahatnya, dan meminta dia untuk pergi dan membawa orang tertentu ke Neraka. Para roh jahat ini melakakukan apapun yang disuruhkan kepada mereka. Setan selalu mengirim roh-roh jahatnya ke bumi untuk pengerusakan.

Kitab Neraka
Adonai berkata, ”Aku ingin kamu tahu bahwa Setan adalah peniru, Aku ingin kamu tahu bahwa Setan adalah nyata, Satan ingin menghancurkan dunia.” Saya dapat melihat sebuah roh jahat dalam bentuk malaikat jahat dengan kuku-kuku yang sangat panjang memegang sebuah kitab pada tangannya. Roh jahat ini menulis nama-nama orang yang akan pergi ke Neraka. Saya bertanya, ”Adonai, mengapa mereka melakukan hal ini?” Adonai menjawab, ”Pegilah dan ceritakanlah pada Dunia bahwa orang-orang tanpa Yeshua Ha Mashiah di dalam hidup mereka, Setan telah menulis semua nama-nama mereka di Kitab Neraka. Perhatikan, roh jahat ini sudah dikirim ke sebuah janal tol untuk menyebabkan kecelakaan. … Ada banyak kecelakaan terjadi di tempat-tempat yang berbeda, Setan dan roh-roh jahat nya bertanggung jawab untuk semua ini. Itu perlu bahwa kamu melihat semua al ini agar supaya kamu dapat menerangkan  kepada dunia apa sesungguhnya Neraka adalah, sebab Neraka untuk dunia tahu dan percaya bahwa Neraka sungguh ada.”

Saya disiksa oleh para roh jahat di Neraka
Kemudian Adonai membawa ketempat lainnya, tetapi saya memprotes, ”Bawalah saya keluar dari tempat inTemapt ini sungguh mengerikan.” Adonai menggenggam tanganku sementara kami terus pergi dan tiba-tiba disana datang sebuah roh jahat yang sangat mengerikan, iblis yang sangat besar dengan jari-jari yang panjang. Kemudian, ada suatu waktu saya tidak dapat melihat Yeshua! Iblis ini meraih rambutku dan terbang pergi dengan ku, Adonai nampaknay tidak nampak dan meninggalkan saya sendiri. Iblis ini menarik saya ke sebuah tempat , dan iblis-iblis lainnya datang kepadaku, melakukan semua perbuatan-perbuatan yang mengerikan.

Sebuah suara berkata, ”Kamu akan menghabiskan seluruh hidupmu di sini di Neraka dan kamu akan disiksa,” Saya menjerit, ”Adonai, saya tidak tahan ini, saya tidak tahan ini.”

– Iblis oral sex (hubunganan sex dengan mulut)
Iblis lainnya datang kepada ku, ia memiliki mulut yang sangat panjang. Saya mencoba mendorong dia pergi, tetapi tidak berhasil. Ia menekan mulutnya kedalam mulutku, saya dapat rasakan air liurnya berserahkan di seluruh mulutku. Saya menjerit, ”Adonai, mengapa Engkau mengijinkan hal ini terjadi pada diriku?”
Adonai menjawab, ”Itu perlu, itu perlu bagi mu untuk berbicara kepada orang-orang di bumi tentang Neraka yang  sesungguhnya, sehingga mereka mengerti tujuan tersebut. … AKU ADALAH ELOHIM YANG SUCI, ada banyak orang di Gereja, melakukan semua tindakan- tindakan yang kurang bermoral dengan mulut mereka.” Saya bertanya, ”Adonai, bagaimana dapat saya mengatakan semua hal-hal ini?”  Adonai menjawab, ”Katakan segala sesuatu yang telah Aku tunjukkan kepada mu.”

Adonai menunjukkan kepada saya sebuah layar dimana saya melihat semua jenis-jenis amoral. Ada banyak orang di Gereja hari-hari ini melakukan berbagai macam dosa-dosa yang tersembunyi. Saya bertanya, ”Adonai, apakah ini?” Ia menjawab, ”Ceritakan pada mereka untuk berubah, ceriakan pada mereka bahwa AKU ADALAH ELOHIM YANG KUDUS. Ceritakan pada mereka bahwa mulut-mulut mereka adalah untuk mereka memuliakan Aku dan bukan untuk hal-hal yang bersifat imoral.”

Saya berkata, ”Adonai, ambil roh jahat ini dari tubuhku.” Ia menyedoti seluruh tubuhku. Air liurnya sangat hitam dan memenuhi tubuhku. Itu sungguh tidak enak, bau Neraka tidak enak, lebih buruh dari bangkai anjing mati, bahkan melampaui apa yang bisa saya gambarkan. Saya berkata lagim, ”Adonai tolong saya. Saya tidak dapat tahan lagi.” Yeshua berkata. ”Putri, tenanglah, itu adalah perlu untuk mu melewati semua hal ini.” Saya bertanya, ”Adonai, mengapa Engkau meninggalkan aku sendirian?”

– Kesia-siaan Dansa (Joget)
Kemudian iblis lain datang, ia membawa saya ke suatu tempat dimana saya melihat jiwa-jiwa berdansa (joget). Saya bertanya, ”Adonai, apakah berikutnya untuk saya lakukan sekarang?” Saya dipaksa berdansa dalam kobaran api, ada hal-hal di sini yang memaksa saya berdansa, saya bertanya, ”Adonai, mengapa hal ini terjadi padaku?” Dansa yang seksi
Adonai berkata, ”Karena kamu adalah pendansa (pejoget), kamu dansa pada suara dari setiap musik Kristen dan setiap musik lainnya yang menyenangkan dirimu.”
”Adonai, maafkan saya, saya tidak akan lakukan lagi,” saya berjanji
“Sebagai layaknya kamu, ada banyak orang seperti itu diantara umat-Ku berdansa (berjoget) seperti orang-orang dunia, mereka menggerakan pinggang-pinggang mereka seperti orang-orang duniawi. Hal-hal seperti itu tidak menyenangkan Ku.” (Dansa yang bersifat sensual, bukan dansa pujian – tarian kudus; 2 Samuel 6:14)

”Adonai, ampuni saya, kasihanilah saya,” saya berkata sebab jiwaku terbakar, saya di kobaran api. Saya tidak dapat menggambarkan bagaimana mengerikannya itu di Neraka. Saya tidak berbohong, saya bercerita sesungguhnya. Neraka sungguh nyata, saya pernah disana.
Iblis-iblis ini kemudian membawa saya ketempat lainnya, diisi dengan ulat-ulat. Disini ulat-ulat masuk kedalam bagian-bagian lain dari tubuhku, melalui mata-mataku, telinga-telingaku. Saya berkatan, ”Adonai belas kasihanilah saya, saya akan lakukan semua yang Engkau minta saya kerjakan, namun bawalah saya keluar dari tempat ini.”
Adonai berkata, ”Ini sangatlah penting, sehingga setiap orang dapat mengerti bahwa Neraka adalah nyata, banyak orang berkata bahwa Neraka tidak ada, kamu pergi dan ceritakan mereka bahwa Neraka benar ada.”

Saya kemudian diambil keluar dari tempat dimana saya telah disiksa oleh ulat-ulat. Adonai berkata, ”Ya putri-Ku. Putri, itu penting kamu merasakan kesakitan-kesakitan yang jiwa-jiwa menderita disini di Neraka sehingga kamu dapatlah mampu menerangkan itu kepada semua yang masih ada di bumi.”

Kemudian Adonai membawa saya keluar ; dan menunjukkan saya hal-hal lain, yang tidak dapat saya katakan saat ini. Elohim akan mengatakan padaku kapan saya dapat menceritakan hal-hal lain yang telah saya lihat. Saya sekarang hanya dapat menceritakan apa yang saya telah diijinkan untuk dinyatakan.

Bunga di Sorga; illustrasi Perjalanan keduaku ke Sorga. Segala sesuatu sudah siap di Sorga.
Adonai berkata, ”Aku akan tunjukkan kepadamu tempat, dimana Aku pernah berkata kepada para murid-Ku ’Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagi mereka, dimana Aku berada, disana mereka akan berada’ [Yohanes 14:2-3]; sehingga kamu dapat menceritakan setiap orang bahwa semua hal ini adanya nyata.”

Adonai membawa saya langsung ke Sorga. Kemudian saya melihat suatu pintu yang sangat besar terbuka. Saya berkata, ”Adonai, Neraka menyeramkan tetapi Sorga adalah indah.” Adonai berkata, ”Putri, Aku akan tunjukkan kamu Sorga.”

Saya melihat suatu tempat seperti kota besar di Sorga; itu sungguh besar. Adonai menunjukkan kepadaku sebuah jalan di Sorga yang terbuat dari emas, emas murni! (Wahyu 21:21). Saya melihat bunga-bunga yang indah disempanjag jalan-jalan Sorga. Tidak ada bunga dibumi dapat dibandingkan pada bunga-bunga di Sorga.

Adonai membawa saya ke sebuah tempat dan berkata, “Aku akan menunjukkan kepadamu sebuah sungai; saya akan menempatkan kamu disana.” Saya melihat sunga seperti gelas, itu memiliki pancaran batu-batu di dalamnya. Disana ada juga ikan, dan Adonai membawa satu dari mereka keluar pada tangan-Nya. Ikan tersebut senang, bermain pada telapak-telapak tangan Adonai. Sungai di Sorga; illustrasi

Saya berkata, ”Adonai, kembalikan ikan itu ke sungai, ia akan mati.” Adonai menjawab, ”Tidak satupun mati di sini, kematian tidak hadir di sini, tempat ini penuh dengan kehidupan, segala sesuatu di sini adalah kehidupan.”
Saya berkata, ”Adonai, ada banyak orang ada disiksa di Neraka, mengapa kamu kamu tidak memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki jalan-jalan mereka dan datang kesini ke Sorga.” Yeshua menjawab, ”Mereka ada disana adalah sebagai hasil dari ketidak taatan mereka.”
Seperti seorang anak kecil, Yeshua membawa saya dari suatu tempat ke tempat lain. Sungai itu sungguh indah, segala sesuatu menunggu untuk kita di Sorga, indahnya.
Saya bertanya, ”Dimana jiwa-jiwa yang Engkau telah selamatkan? Dimana mereka di Sorga?” Ia menjawab, ”Aku akan tunjukkan mereka kepada mu.” Kemudian Ia membawa saya ketempat lainnya dan menunjukkan satu dari saudari-saudariku di dalam Ha Mashiah (Kristus) yang telah meninggal, namanya saudari ini adalah Auroro Esperanza. Saya juga melihat saudari lainnya, ia adalah putri dari satu dari saudari-saudariku, namanya Anugerah. Ia nampak begitu muda dan indah. Adonai berkata, ”Mereka adalah orang-orang kudus-Ku.”

Anugrah penuh dengan damai di Sorga; orang-orang kudus di Sorga adalah nampaknya seperti malaikat-malaikat. Saya juga melihat orang-orang kudus yang masih muda, dan pakaian-pakaian mereka indah. Tempat ini penuh dengan keindahan bunga-bunga, tempat yang sangat indah dengan wangi yang harum.

“Sekarang, Aku akan menunjukkan kamu dimana pakaian-pakaian orang-orang kudus-Ku berada,” Adonai berkata.
”Engkau akan menunjukkan padaku pakaian saya?” saya bertanya
”Aku akan menunjukkan kamu pakaian para orang kudus-Ku,” Yeshua menjawab.
Saya melihat beberapa pakaian yang putih dan didekorasi dengan emas. Pakaian-pakaian tersebut memiliki ikat  pinggang emas dengan nama-nama pada masing-masing mereka.
”Semua ini adalah pakaian orang-orang kudus-Ku dan dan ini adalah pakaian-pakaian beberapa orang yang masih di bumi, mereka belum menerima Aku,” Yeshua berkata.
”Adonai, saya ingin melihat mahkota-mahkota, tunjukkan lah mahkota pendeta saya dan juga mahkotaku. Adonai saya ingin melihat mahkotaku,” saya berkata.
”Aku akan tunjukkan mereka kepada mu,” Ia berkata lalu menunjukkan saya mahkota-mahkota yang sangat indah.
Adonai menunjukkan pada saya mahkotaku, itu tanpa batu-batu! Itu tidak membuat saya bangga, seperti mahkota pendeta saya. Saya bertanya, “Mengapa mahkotaku tanpa batu-batu, tidak seperti milik pendeta?”
”Kamu tidak dapat mengerti semua hal yang ia telah lewati untuk memiliki mahkota seperti ini dengan penuh batu-batu padanya,” Adonai berkata.

Seorang malaikat ditunjuk untuk meletakkan batu-batu pada mahkota-mahkota ketika orang-orang bertobat dan datang kepada Yeshua.
Ketika kamu memenangkan jiwa-jiwa ke Kerajaan Sorga, malaikat tersebut akan menaruh sebuah batu pad mahkotamu!
Ketika kamu menolong orang yang kurang terhormat, malaikat akan menambahkan batu lain pada mahkotamu!
Ketika kamu menolong seorang janda tua, malaikat akan menambahkan batu lainnya pada mahkotamu!
Ketika kamu menolong orang miskin dan tidak memiliki rumah, malaikat akan menambahkan batu-batu ke mahkotamu!

Adonai berbicara kepada ku tentang pendetaku. Dia berkata bahwa pendeta saya (wanita) telah menderita banyak demi Kerajaan; ia telah melewati banyak hal untuk mendapatkan mahkota seperti itu. Ia memiliki banyak kesabaran bagi jiwa-jiwa.

”Katakan kepada dia untuk berpegang teguh pada apa yang ia telah miliki, sehingga orang lain tidak akan mengambil mahkotanya.” (Wahyu 3:11). Saya telah katakan ke pendeta saya semua yang Adonai katakan kepadaku. Kemudian Adonai menunjukkan saya mahkota-mahkota dari semua orang-orang kudus-Nya; mahkota-mahkota para orang yang memberikan hidup mereka pada Yeshua, yang masih hidup dibumi.

Tahta YAHWEHTahta Elohim di Sorga
Adonai berkata, ”Putri, Aku akan tunjukkan kamu sesuatu.” Dari kejauhan, saya melihat sebuah tahta yang sangat besar, tahta yang sangat mulia. ”Ini adalah tahta Bapa-Ku.”
YAHWEH duduk disana; cahaya dari tahta tidak mengijinkan saya melihat apa yang ada dibelakangnya. Saya melihat para tua-tua menyerahkan mahkota-mahkota mereka dan berlutut untuk menyembah YAHWEH, mereka tidak pernah berhenti menyembah. Saya melihat banyak malaikat-malaikat berdiri disekeliling tahta Elohim. Kitab Wahyu berbicara tentang tempat ini. Sorga sungguh nyata, saya telah disana! Saya melihat banyak malaikat di Sorga dan kapanpun mereka melihat YAHWEH, mereka mencopot mahkota mereka dan merendahkan tubuhnya dan menyembah YAHWEH.

Adonai berkata, ”Putri, ceritakan kepada dunia bahwa Sorga adalah nyata, berbicaralah putri-Ku.”
”Adonai, apakah kamu pikir mereka akan percaya kepadaku?” saya bertanya
”Ya. Putri, SEMUA KEMULIAN ADALAH MILIK-KU, SEMUA KEMULIAN ADALAH MILIK-KU,” Adonai berkata. Kemudian saya mengerti bahwa Elohim tidak membagi kemulian-Nya kepada orang lain. (Yesaya 42:8).
Para malaikat bernyanyi, menyembah Adonai sepanjang waktu, mereka tidak berhenti. Saya juga melihat Gereja dari pendeta-pendeta yang baik menyembah Adonai disana, saudariku Jasmine menolong memimpin mereka.
”Ceritakan pada paduan suara Gereja dari para pendeta baik itu untuk menyembah Aku dan berhenti melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Aku. Katakan pada mereka bahwa kapanpun mereka menyembah Ku, para malaikat di Sorga turut menyembah dengan mereka,” Adonai berkata.

Kepada semua para penyembah Elohim, Adonai ingin kamu semua menyembah Dia lebih lagi!
”Katakan pada mereka untuk menyembah Ku,” Adonai berkata.
Elohim kita adalah Bapa Yang Kudus!
Para malaikat bermain bermacam-macam alat musik yang berbeda dan menyembah Adonai. Mereka sungguh indah dan memiliki banyak kedamaian di dalam mereka; mereka menyembah dari hati mereka.

Adonai membawa saya ketempat lainnya dimana saya melihat tujuh malaikat memegang tujuh trompet. Disamping mereka adalah tujuh malaikat lainnya dengan cawan-cawan di dalam tangan mereka. Mereka malaikat yang sangat inggi dan besar, berpakaian kemeja-kemeja putih, putihnya adalah melebihi apa yang saya bis bayangkan.
“Adonai, siapakah malaikat-malaikat ini?” saya bertanya
”Malaikat-malaikat ini sedang menunggu untuk dikirim kebumi, untuk membinasakan bumi,” Adonai berkata (Wahyu 15:7).
Para malaikat yang sudah memiliki trompet di tangan mereka, mereka hanya menunggu perintah Adonai untuk meniup trompet mereka.
7 Malaikat dengan 7 sangkakalanya ”Adonai, mengapa mereka begitu tinggi ?” saya bertanya

”Sebab mereka adalah para pangeran,” Adonai berkata. Saya hendak menanyakan pertanyaan lainnya, tetapi Adoani berkata, ”Jangan terlalu ingin tahu, jangan bertanya terlalu banyak pertanyaan. Hanya katakan hal-hal yang Aku telah tunjukkan kepada mu, hal-hal yang Aku telah minta kamu untuk mengatakannya. Ceritakan kepada mereka bahwa hanya ada satu Sorga dan tidak ada yang lainnya, ceritakan kepada mereka bahwa Aku sungguh nyata, sebab banyak orang tidak berbicara banyak tentang Aku, ceritakan pada mereka Elohim di atas sana menunggu mereka.”

”Sekarang, Aku akan tunjukkan kamu apa yang sedang terjadi pada umat-Ku,” Adonai berkata. Ia menunjukkan saya sebuah tempat yang memiliki sejenis selubung. ”Lihat apa yang sedang terjadi pada Gereja-Ku. Dalam Gereja-Ku ad banyak hal yang tidak menyenangka Ku. Aku akanlah hanya menghadirkan pada Bapa-Ku sebuah bangsa yang kudus, Gereja-Ku belum siap. Pegilah katakan kepada mereka untuk bersiap-siap sebab trompet akan segera berbunyi.”

Saya melihat meja Perjamuan Adonai sudah siap! Adonai berkata, ”Sekarang Aku akan tunjukkan kamu dimana para orang kudus akan makan dengan Ku.” Ia menunjukkan saya sebuah meja makan yang sangat panjang, terdekorasi dengan baik dan dengan kain putih, cawan-cawan emas, dan kursi-kursi di sekelilingnya. Kursi-kursi memiliki nama-nama orang kudus tertulis padanya, tetapi saya tidak mengerti bahasanya.

Mahkota-mahkota orang kudusSaya bertanya Adonai untuk menunjukkan kursiku. Ia menunjukkan saya kursiku dan berkata, ”Ceritakan pada Gereja-Ku untuk bersiap, ceritakan pada umat-Ku bahwa mejanya telah disiapkan.” Saya berkata, ”Adonai in sungguh indah, saya ingin duduk pada satu diantara kursi-kursi tersebut.” Namun Yeshua menjawab, ”Jangan duduk di sana, belum waktunya.”

Saya melihat malaikat-malaikat mondar mandir, seorang datang dan berbicara langsung ke telinga Adonai. Saya bertanya kepada Adonai, “Apa yang ia katakan?” Dijawab, ”Jangan penasaran.”

Adonai berkata, ”Putri, sekarang waktunya, sekarang waktunya untuk kamu kembali. Ceritakan pada Gereja-Ku untuk bersiap, ceritakan pada mereka semua yang Aku telah tunjukkan kepadamu.” Saya berkata, ”Tidaaak, saya tidak ingin kembali.”

Adonai berkata, ”Ya, kamu harus kembali dan ceritakan kepada mereka segala sesuatu yang kamu telah lihat, ceritakan pada mereka bahwa meja sudahlah disiapkan, itu siap menunggu kamu, kamu harus persiapkan dirimu sendiri.” Ia lanjut berkata, ”Gereja-Ku seperti ini, beberapa mendua pikiran, lainnya munafik, beberapa tidak siap, beberapa tidak memuliakan Aku, beberapa melakukan hal-hal di Rumah-Ku sebab mereka terpaksa melakukannya, beberapa ingin ada dilihat dan dipuji oleh para pendeta mereka.” Yeshua mulai menangis!

Anak-anak yang tidak taat. Memakai telpon genggam di Gereja
Adonai menunjukkan pada ku sebuah Jemaat. Saya melihat seorang pengkotbah yang sedang berkotbah di mimbar dan tiba-tia telpon genggamnya berbunyi. Pengkotbat ini berhenti berkotbah dan pergi keluar untuk berurusan dengan telponnya. Adonai berkata, ”Dapatkah kamu melihat bagaimana mereka mengabaikan hadirat-Ku, ketika seorang berkotbah, dia berkotbah firman-Ku. Mereka memilih untuk ada pada sebuah telpon genggam kemudian baru kepada Ku.” …”Bilang, bilang pada pendeta-pendeta tersebut untuk melupakan doktrin-doktrin mereka sendiri, mereka boleh membencimu jika mereka ingin, tetapi banyak orang akan mengerti tujuan mengapa Aku telah bawah kamu ke sini dan banyak orang akan bertobat. ”

Kepada Anda, Pendeta, orang-orang mungkin saja membenci Anda ketika Anda memutuskan untuk melakukan kehendak Elohim. Itu tidaklah penting jika mereka membenci Anda, lupakan tentang doktrin Anda, berpeganglah pada doktrin yang Elohim telah berikan kepada Anda. Janganlah mencoba menyenangkan siapapun, jangang kompromi.

Adonai berkata, ”Aku sekarang mempersatukan Gereja-Ku bersama. Aku hanya memiliki satu Gereja. Aku tidak memiliki Gereja lainnya di bumi, tetapi hanya satu Gereja. Inilah Gereja yang Aku akan bawa ke Sorga; Inilah Gereja yang Aku akan hadirkan kepada Bapa-Ku.” (Yohanes 10:16)

Kita harus menyerahkan semua kepada Yeshua Ha Mashiah. Mereka yang tidak berbuat dosa lagi, yang telah meninggalkan jalan-jalan lamanya untuk melakukan kehendak Elohim, mereka yang lahir kembali; ini orang-orang yang akan melihat wajah Adonai. Saya telah katakan semua yang Adonai minta saya untuk katakan. Semua kemulian, semua kemulian milik Elohim. Berputar arah 180 derajat
Saya di sini hanyalah belas kasihan Elohim, untuk menceritakan kalian hal-hal yang Yeshua telah minta saya untuk mengatakan. Bolehlah kiranya pesan ini masuk kedalam hati kalian dan meruba kehidupan kalian sehingga kalian dapat bertobat. Bertanyalah kepada Adonai, Adonai, dalam area apa saya terjatuh?” Ia menjawab kalian.
Saya ingin berkata bahwa Yeshua Ha Mashiah mengasihi mu, Dia ingin merubah dan mentranform kehidupan kalian. Yeshua Ha Mashiah tidak berkehendak kamu pergi ke Neraka, sebaliknya Dia berkendak kalian pergi ke Sorga.
Sorga adalah nyata, dan Neraka adalah nyata, bertobatlah sekarang dan berilah kehidupanmu kepada Yeshua Ha Mashiah. Kalian hanya dapat memiliki keselamatan di dalam Yeshua Ha Mashiah.
Yeshua Ha Mashiah mengetuk pada pintu hatimu melalui pesan ini, carilah Adonai dengan segenap hatimu dan Dia akan melakukan perkara-perkara yang besar dengan mu.
Adonai berkata, ”Semua hal-hal ini yang Aku telah tunjukkan kamu telah dinubuatkan di kitab Yehezkiel, di kitab Daniel dan di kitab Wahyu. Semua wahyu-wahyu ini terdapat di Alkitab.”
Saya bedoa kesaksian ini akan mentranform kehidupanmu. Kemulian bagi Elohim. Amin.
Elohim memberkati kalian semua.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

Elizabeth dari Indonesia Diperlihatkan Sorga dan Neraka

Elizabeth bersaksi tentang neraka

Kata Pengantar dari Moderator PenjalaBaja.wordpress.com: Puji syukur kepada Bapa Sorgawi, yang begitu bermurah hati bersedia membukakan perkara-perkara yang begitu penting – Kehidupan kekal setelah kematian dari tubuh yang fana; yakni kehidupan di Sorga dan di Neraka. Dalam abad yang semakin tidak perduli dengan hati nurani dan kehidupan bermoral sekarang ini, Dia masih tetap bekerja dan berbicara – untuk menunjukkan Jalan Keselamatan menuju Sorga – melalui cara-Nya sendiri yang unik; membawa beberapa orang dari berbagai negara untuk melihat dengan mata-rohani mereka sendiri bahwa Sorga dan Neraka sungguh ada, dan sekali lagi kita bersyukur kepada Dia, bahwa Dia juga memberi kita saksi hidup untuk menyaksikan perkara-perkara ini kepada kita melalui seorang wanita Indonesia, bernama Elizabeth.

Sebagian kesaksian Saudari Elizabeth dapat dilihat pada video ini Video Kesaksian Pertama ; Video Kesaksian Kedua.
Kesaksian Elizabeth dalam bentuk tulisan di bawah ini (lebih lengkap dari yang di video) diadopsi dari  Pedson.blogspot yang berjudul Sorga dan Neraka.
Semoga menjadi berkat bagi setiap Anda yang membacanya. Moderator.

[Elizabeth memulai kesaksiannya]
Shalom saudara, selamat sore, saya mengucap syukur kalau sampai saat ini saya masih boleh ada dan diberi kesempatan oleh YAHWEH untuk hidup dan untuk bersaksi semuanya ini oleh karena kasih karunia YAHWEH
Kejadiannya pada bulan September 2001, ketika itu saya dan team sedang berdoa syafaat di gereja.
Saat itu saya sadar masih ada di dalam gereja, tapi saya juga merasakan bahwa roh saya dibawa oleh Adonai Yeshua ke suatu tempat lain.

N E R A K A

Saya tiba di sana dan tempat itu sangat mengerikan. Berbau busuk, amis, bau darah, bau benda-benda terbakar, bahkan lebih busuk dari bau pasar ikan.
Saya lihat disana ada banyak hal-hal yang mengerikan. Dan yang paling membuat saya tidak tahan adalah begitu banyaknya orang-orang yang menjerit ketakutan, minta tolong, minta ampun kepada Adonai. Mereka berkata ”Lepaskan saya Adonai, tolong saya Adonai, ampuni saya Adonai, saya sudah tidak kuat lagi berada disini” tetapi Adonai Yeshua hanya berkata, “Pengampunan yang Aku berikan sudah terlambat kesempatan itu sudah tidak ada lagi ketika kamu masih ada di dunia kamu tidak mau pakai kesempatan itu tapi kamu sia-siakan, tetapi jika kamu minta ampun sekarang itu sudah terlambat.”
[Setelah seorang mati, roh dan jiwanya keluar dari tubuhnya, maka sejak saat itu segala penyesalan dan permintaan ampun sudah terlambat. Jiwanya langsung dilempar ke Neraka, tubuh kebangkitannya akan menyusul dan disatukan kembali setelah Hari Penghakiman.]
Disana saya juga melihat berbagai macam hal-hal yang sangat mengerikan, jutaan orang di sisi kanan saya dibakar api hingga tubuh mereka meleleh. Anehnya tubuh yang meleleh tadi kemudian kembali tumbuh normal dan utuh, tapi kemudian dibakar lagi sampai habis, dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga sakitnya itu tidak terkira dan tidak pernah berhenti. Sifatnya kekal.
Di sisi kanan itu juga saya melihat ada orang yang digerogoti ulat-ulat kecil, seperti yang sudah disampaikan dalam Firman YAHWEH bahwa di Neraka terdapat api tidak pernah padam dan ulat-ulatnya tidak pernah mati itu adalah benar. Jutaan orang berteriak-teriak kesakitan karena dibakar api dan digerogoti ulat-ulat.

Tubuh-tubuh tersebut digerogoti dari bawah sampai atas sampai habis tidak bersisah, tapi kemudian dagingnya muncul lagi lalu digerogoti lagi. Itu terjadi terus menerus dan saya lihat bahwa kebanyakan orang-orang yang digerogoti ulat itu adalah para pemimpin dari agama sepupu kita (Islam), yang dapat saya kenali dari pakaian mereka, seperti juga ada yang menggunakan sorban, dll. Mereka ini menjerit minta tolong dan minta ampun, tapi Adonai berkata, “Semuanya sudah terlambat.”

Keadaan Neraka sangat mengerikan, panas, berbau busuk, jalanan dan dindingnya pun lembek, seperti ingus, lengket dan berwarna busuk.
Waktu itu Adonai berkata pada saya “Setiap kamu bertemu dengan orang lain, terutama orang-orang yang belum dan tidak percaya Aku, sampaikan kesaksian ini, bahwa Neraka itu benar ada, bahwa Sorga itu benar-benar ada. Jika mereka tidak percaya itu terserah mereka apabila mereka percaya itu bagus, Haleluyah; tetapi apabila mereka tidak percaya ya sudah, biarkan saja, tidak usah bingung, yang penting kamu sudah menyampaikan dan mereka sudah mendengar, keputusan ada di tangan mereka masing-masing.”

Saya dan Adonai Yeshua terus berjalan hingga tiba di sebuah persimpangan, ada jalan yang ke kiri dan ada jalan yang ke kanan. Saya melihat ada banyak sel-sel yang diisi dengan orang yang jumlahnya banyak sekali. 1 sel diisi 1 orang, kemudian juga ada iblis yang sedang tertawa kesenangan diantara banyak orang yang menangis menjerit karena tidak tahan oleh siksaan. Ada yang matanya dicungkil sampai darahnya mengalir deras sekali, tapi anehnya bisa muncul lagi mata yang baru dan dicungkil lagi.  Ada yang tangannya dikuliti, ada yang lidahnya dipotong-potong, tetapi sama seperti diawal kesaksian saya, mata, tangan, lidah, dan lain-lain itu bisa kembali normal utuh kembali, namun setelah itu kembali disiksa. Tiada henti-hentinya, siksaan di Neraka itu sifatnya kekal. Saya dengar lagi semua orang menangis, minta tolong dan minta ampun, tapi Adonai tetap tidak bisa menolong, karena semua memang sudah terlambat.

Saya kemudian bertanya pada Dia, “Adonai, orang-orang yang ada disini pasti orang-orang yang tidak percaya Engkau ya?” Tetapi Adonai menjawab, “Oh tidak. Justru yang ada disini adalah orang-orang Kristen yang sudah percaya Aku.” Saya kaget sekali, lalu saya bertanya kenapa orang-orang Kristen tersebut juga ada di Neraka, bukankah mereka sudah percaya dan menerima Yeshua. Adonai pun menjawab, “Mereka memang orang Kristen yang percaya dan menerima Yeshua, tetapi kehidupan yang mereka jalani bukanlah kehidupan kudus yang diinginkan YAHWEH. Mereka diberi anggota tubuh yang lengkap seperti tangan yang seharusnya untuk menyembah YAHWEH, tetapi digunakan untuk memukul dan membunuh. Diberi mulut untuk memuji YAHWEH tetapi digunakan untuk menggerutu, mengomel dan mencaci maki orang. Memakai mata untuk menonton video porno atau buku-buku yang tidak benar.”
Jadi hal-hal itu tidak berkenan bagi YAHWEH. Kita harus dapat mempergunakan tubuh yang diberikan YAHWEH dengan benar dan selalu menjaga kekudusannya, karena apapun yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kepada YAHWEH setelah kita dipanggil kembali. Kita tidak dapat menyembunyikan apapun dari YAHWEH karena YAHWEH mengetahui segala apa yang kita lakukan, walaupun ditempat yang tersembunyi sekalipun.
Saya pun diajak jalan – yang dinding temboknya berlendir seperti cairan ingus, lengket dan sangat bau – ke dalam ke pusat Neraka. Dipusat Neraka ada ada sebuah sumur yang menyerupai kawah belerang. Didalam sumur itu saya melihat ada orang-orang yang diikat berdua-duaan, perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki. Adonai pun menjelaskan kepada saya bahwa mereka yang diikat berduaan itu adalah para lesbian, waria dan homo. Yang walaupun mereka mengaku bahwa mereka menerima dan percaya Yeshua, tetapi kehidupan mereka tetap seperti itu (tidak berhenti dari praktek kehidupan yang dilarang Elohim), maka mereka akan di tempatkan YAHWEH di sana.

Tidak jauh dari sana, di pusat Neraka juga ada juga orang-orang yang dihukum di kawah belerang ini, yaitu orang-orang yang suka dengan perdukunan, suka cari penglarisan, cari paranormal, kemudian ada juga sel-sel, dimana 1 sel diisi 1 org, yang didalamnya terdapat orang-orang yang alat kelaminnya digerogoti ulat-ulat sampai darahnya mengalir deras kemudian bentuknya kembali normal dan utuh lagi, kemudian digerogoti lagi dan hal itu terjadi berulang-ulang, tidak pernah berhenti. Adonai bilang kepada saya bahwa itu adalah tempat untuk orang-orang yang mengaku sudah Kristen tetapi masih tetap bermain-main dengan dosa, masih ke tempat-tempat yang tidak benar, sudah punya isteri tapi punya simpanan (gundik), itu akan masuk ke sana, karena menganggap masih ada waktu buat bertobat, padahal kita tidak tahu kapan kita akan menghadap YAHWEH.

Semakin kedalam lorong Neraka, keadaan semakin gelap dan pengap, terus saya melihat ada iblis-iblis yang berkata “Ayo pak pendeta, khotbah lagi pak pendeta, kamu kan didunia khotbah, kenapa disini tidak mau khotbah.” Saya jadi bingung kok ada pendeta yang masuk Neraka? Pendeta kan hidupnya suci dan percaya Yeshua. Tapi Adonai berkata, pendeta itu memang rajin berkhotbah, mengabarkan Firman YAHWEH, tetapi dia sendiri tidak menjalankan Firman itu dalam kehidupannya; dia menggelapkan dan menggunakan uang jemaat, hidup tidak kudus, punya istri simpanan, dll. Merekalah yang ditempatkan disana oleh Adonai. Saya melihat pendeta itu berusaha keluar, tetapi tidak bisa, kemudian mulutnya dirobek dan dicakar oleh iblis sampai tidak berbentuk, darah mengalir, tetapi mulut dan wajahnya kembali normal lagi, terus dicakar disobek lagi, dst, dst. Disana juga para pendeta itu berteriak kepada Adoanai, minta ampun, tapi Adonai tetap berkata, bahwa semua itu sudah terlambat, ketika orang-orang tiba di Neraka kesempatan bertobat itu sudah tidak ada.

Setelah melihat semua ini, saya bilang ke Adonai, ”Adonai saya tidak mau tinggal disini, saya tidak mau masuk kesini lagi,” bahkan sampai saya sadar dan roh saya telah kembali ke tubuh saya pun, bau busuk Neraka itu masih tercium, padahal didekat saya tidak ada sampah atau kotoran berbau busuk (saking bau busuknya, setelah sadar, elizabeth sampai 40 hari tidak makan, hanya minum saja. Haleluyah dia tetap kuat, tidak lemas, menurutnya mungkin karena dia makan buah yang diberikan Adonai pada saat mereka berada di taman dalam Sorga).
Ketika saya bilang ke Adonai kalo saya sudah tidak kuat lagi, lalu Adonai memeluk saya dengan hangat, menghibur saya dan akhirnya membawa saya ke suatu tempat lain yang sangat jauh berbeda dengan Neraka. Tempat yang sangat indah, teramat sangat indah sekali.

S O R G A

[Jenis rumah yang berbeda; Bertemu nabi Musa, raja Daud dan rasul Yohanes dan rasul Paulus]
Disana saya melihat ada banyak sekali rumah, ada yang kecil dan ada yang besar, ada yang sudah jadi dan ada yang belum jadi. Lalu saya bertanya kepada Adonai, rumah-rumah siapakah itu. Dia menjawab kalo itu adalah rumah untuk anak-anak-Ku. Nanti apabila pulang sudah disediakan rumah tinggal. Saudara, apa yang dikatakan Alkitab itu benar bahwa Adonai Yeshua pergi kepada Bapa Sorgawi untuk menyediakan tempat tinggal bagi kita semua.

Yang disediakan untuk kita yang percaya kepada Adonai Yeshua, yang percaya dan mau melayani-Nya dengan kudus, tulus dan murni hatinya.
Saya juga bertanya kok rumahnya ada yang kecil dan ada yang besar, Adonai menjawab bahwa itu semua tergantung dari ketulusan pelayanan kita…bukan dari banyaknya pelayanan yang dilakukan, tapi dari ketulusan dalam melayani Dia, motivasi dalam melayani. Semakin kita tulus dan dekat maka semakin Dia memberikan tempat yang terbaik.
Terus diantara rumah-rumah itu ada yang separoh jadi dan ada yang sudah jadi, Tuhan bilang bahwa yang sudah jadi artinya orangnya sudah meninggal dan sudah bersama dengan Dia, sedangkan yang baru separuh jadi artinya orangnya masih belum meninggal.
Sorga itu sangat terang sekali, tidak menyilaukan tidak panas di kulit walalupun terang sekali, tapi sejuk di kulit.

Di ujungnya Sorga saya melihat ada barak, ada suatu tempat besar tapi untuk rombongan banyak orang, yang ternyata itu adalah tempat untuk orang-orang yang tidak percaya Adonai Yeshua tetapi waktu mau meninggal, misalnya dalam keadaan sakit atau koma, terus didoakan dan mau bertobat, menerima Yeshua Ha Mashiah terus langsung meninggal, maka mereka akan ditempatkan disana. [Masuk Sorga dengan perasaan malu atau pas-pasan, kata Pendeta  Yong Gyu Park dari Korea Selatan]

Jalan yang ada di Sorga, di rumah-rumah itu indah sekali, seperti butiran kaca. Ada banyak pohon buah-buahan. Saya juga sempat diberi buah oleh Adonai dan ajaib, begitu buahnya dipetik, langsung numbuh lagi. Jadi kehidupan di Sorga maupun di Neraka itu semua adalah kekal.
Tidak jauh dari situ saya melihat ada istana yang indah sekali, Adonai katakan itu adalah Istana-Nya dan akhirnya mengajak saya kesana.

Disana saya melihat banyak orang memuji dan menyembah Adonai setiap saat tanpa ada rasa capek, ngantuk dan lelah. Mereka memuji Adonai setiap saat, setiap waktu. Sesuai dengan Firman YAHWEH, saya lihat istana itu benar terdiri dari emas permata. Lantainya terbuat dari emas, dindingnya dari batu permata yang indah sekali. Adonai adalah Raja diatas segala raja, Dia adalah Raja yang sangat kaya sekali.
Saya lihat juga ada malaikat. Malaikat itu ada dua macam, ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap.

Malaikat yang bersayap itu adalah untuk peperangan rohani dan yang tidak bersayap untuk puji-pujian.
Kemudian karena kasih dan kemuarahan hati Bapa, saya juga dipertemukan dengan Yohanes, murid yang paling dikasihi Adonai. Yohanes berkata pada saya, “Kamu ingini hati-Nya saja, ingini dekat sama Adonai saja, janganlah mengingini yang lainnya.”

Setelah itu saya diajak ke pekarangan dan disana saya bertemu dengan Raja Daud yang masih berpakaian seorang raja lengkap, kemudian dia berkata pada saya kalo dia ada di sana hanya karena kasih dan kemurahan hati Adonai. Saya takjub sekali karena setahuu saya Raja Daud itu kan intim sekali dengan YAHWEH, tetapi kok dia sendiri bisa berkata bahwa dia ada disana hanyalah karena kemurahan hati YAHWEH. Kemudian bagaimana dengan kita yang hidup di dunia ini dan tidak intim dengan Dia? Raja Daud juga berpesan pada saya untuk menyampaikan kepada anak-anak YAHWEH untuk selalu menjaga kekudusan apalagi anak-anak muda jaman sekarang yang gampang jatuh dalam ketidak kudusan seperti melakukan perzinahan dan kenajisan.
Saya juga bertemu dengan Musa yang hanya berkata “Aku menyesal karena tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian (Israel).”

Saya juga ketemu Paulus yang bilang bahwa jika kamu menghadapi pencobaan yakinlah bahwa itu tidak akan melebihi kekuatannmu. Jadi saudara-saudara, yakinlah saat kita menghadapi kesulitan yang luar biasa yakinlah bahwa Adonai pasti akan menolong dan pencobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita.
Kemudian saya bertanya pada Adonai, apa kunci untuk bisa masuk istana-Nya, Dia pun menjawab, “Hal itu gampang sekali, kamu cuma harus intim hanya sama Aku, deket dengan Aku, melekat pada Aku, tidak ada yg lain.”

Saya bersyukur sekali bisa ketemu Adonai Yeshua yang memulihkan kehidupan saya, karena hanya pertemuan pribadi ini yang memulihkan saya.
Adonai Yeshua wajahnya lembut dan penuh kasih, jauh berbeda denga gambar-gambar yang ada. Wajahnya mulia dan bisa membuat kita terkesima melihat-Nya.
Tokoh-tokoh Alkitab yang kita baca umurnya ratusan tahun juga waktu saya temui di Sorga, mereka umurnya masih muda, sedang gagah-gagahnya, sekitar umur 30 – 40 tahun. Sayapun waktu dibawa Adonai, di alam roh, saya seperti anak kecil berumur 10 tahun, padahal dalam kehidupan nyata, umur saya sudah 21 tahun.

Jadi saudara-saudara, bersiap-siaplah, supaya kita selalu layak di hadapan Adonai, hidup kudus dan dekat melekat denga Dia. Kita tidak tahu kapan kita dipanggil, jadi harus cepat bertobat dan hidup kudus.
Buat saudara-saudara yang belum percaya, cepat-cepatlah percaya karena hanya Adonai Yeshua Ha Mashiah lah yang punya Kerajaan Sorga, hanya Adonai Yeshua lah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan Sorga.
Praise The Lord….

Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Elohim mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Elohim. (Injil Yohanes 3:16-18)

Yeshua inilah yang dibangkitkan Elohim, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Jadi seluruh kaum Israel [dan bangsa-bangsa lain di dunia] harus tahu dengan pasti, bahwa Elohim telah membuat Yeshua, yang kamu salibkan itu, menjadi Yahweh dan Ha Mashiah.” Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yeshua Ha Mashiah untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Yahweh Elohim kita.” (Kisah para Rasul 2:32, 36-39)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Agustus 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari