Skotlandia: Penginjil dikunci, dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip Alkitab ke seorang remaja gay

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Elohim.” (2 Timotius 3:1-4)

gordon-penginjil-jalanan-ditahan-polisi-skotland-karena-mengutip-ayat-alkitab

Gordon Larmour ditahan Polisi Skotland karena Injil

Seorang pengkhotbah jalanan Kristen ditahan dalam sel dan dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip kitab Kejadian dalam menanggapi pertanyaan seorang remaja gay: ”bagaimana Elohim memandang homoseksual?”

Gordon Larmour, 42, menghabiskan waktu malamnya dalam tahanan dan menghadapi percobaan enam bulan atas tuduhan sebelum akhirnya mereka membawa ia ke sidang bulan lalu.

Bapa dari satu orang anak ini, telah melakukan kotbah-kotbah di jalanan selama tujuh tahun setelah ia menjadi pengikut Yeshua (Kristen), kejadian ini berawal ketika ia sedang membagikan traktat-traktat Kristen di kota ia tinggal, Irvine, Ayrshire, Juni lalu ketika sebuah kelompok remaja pria melewatinya, Telegraph melaporkan. (5 Februari 2017)

Ia, Gordon, berkata kepada mereka: ”Jangan lupa Yeshua mengasihi kalian dan Dia telah mati bagi dosa-dosa kalian.”

Seorang dari mereka bertanya kepada Mr. Lamour, ”Apa yang Elohimmu katakan tentang homosexual?” Ia menjawab dengan merefer ke Kitab Kejadian, yang menyatakan bahwa Elohim telah menciptakan Adam dan Hawa untuk menghasilkan anak-anak.

Dua remaja (dari antara mereka) berargumentasi dan Mr. Lampur menyatakan bahwa dialah yang dikejar oleh seorang dari remaja tersebut. Bagaimanapun, dialah yang ditahan dan dijebloskan ke mobil polisi sebelum ada ditahan di kantor polisi semalaman, dituntut dengan mengancam atau penyerangan yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.

”Saya berpikir seharusnya polisi menangani itu berbeda dan mendengarkan apa yang telah saya katakan. Mereka seharusnya menenangkan remaja tersebut dan selesai disitu,” Mr. Larmour berkata kepada Scottish Herald hari Minggu kemarin.

Ia menambahkan: ”Di pengadilan teman remaja tersebut berbicara benar – bahwa saya tidak menyerang dia ataupun memanggil dia nama-nama yang bersifat homophobia. Saya hanya sederhananya menjawab pertanyaan dia dan berkata kepadanya tentang Adam dan Hawa dan Sorga dan Neraka. Berkotbah dari Alkitab bukanlah suatu kejahatan.”

Di Pengadilan Sheriff Kilmarnock, Sheriff Alistair Watson setuju, membebaskan Mr. Larmour dari tuntutan. Ia juga menemukan bapa ini tidak bersalah dari tuduhan ke dua ”meyerang yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.”

Mr. Larmour berkata, ”Saya tidak dapat mengerti mengapa saya ditahan pada kejadian tersebut – itu adalah sebuah reaksi berlebihan yang besar dan membuang waktu setiap orang. Polisi tidak mendengarkanku. Mereka segera mengambil posisi membela remaja laki homosex tersebut dan menyerang hak-hakku.”

”Saya merasa mereka (para polisi di kejadian tersebut) telah mencoba begitu keras untuk nampak mereka melindungi para minoritas, sebaliknya ternyata mereka pergi terlalu jauh. Saya ingin ada mampu untuk bercerita kepada orang-orang kata-kata baik dari Injil dan berpikir saya haruslah ada bebas untuk melakukannya juga. Saya saat itu tidak berbicara opini-opini saya sendiri – saya mengutip dari Alkitab.”

Andrea Williams, Pemimpin eksekutiv Pusat Legal Kristen (the Christian Legal Centre), berkata: ”Itu adalah sangat melegakan bahwa Hakim mendukung Gordon, sebab kasus tersebut tidak penting untuk dipermasalahkan.” 

Skotland adalah negara asal penginjil terkenal John Knox, ia begitu mengasihi negerinya sehingga ia berkata, “Berikan saya Skolandia, atau saya mati!” Video dokumentasi: John Knox and The Scottish Covenanters

Sumber terjemahan dan ada lebih dari 2300 komentar, lihat di sini. Preacher Locked Up, Charged with Hate Crime for Quoting Bible to Gay Teen Baca lebih lanjut

Daftar 50 Teratas Negara Penganiaya Terburuk atas umat Kristen 2016 World Watch List

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Organisasi Open Doors telah mengelarkan The World Watch List 2016, yang adalah sebuah ranking 50 negara-negara teratas dimana orang-oran Kristen menghadapi penganiayaan terburuk oleh karana iman mereka. Sumber.

9 dari 10 negara pengaiaya umat Kristen sedunia tertinggi ditempati oleh negara-negara dimana Hukum Islam adalah hukum negara. Dan 37 dari 50 negara terdaftar terjadi di negara dimana penganut agama Islam adalah moyoritas. Persentasi umat beragama di tabel diambil dari Wikipedia.

1 R. KorUt 21 Qatar 41 Kuwait
2 Irak 22 Mesir 42 Kazakhstan
3 Eritrea 23 Myanmar 43 Indonesia
4 Afganistan 24 Palestina Ter. 44 Mali
5 Syria 25 Brunai 45 Turkey
6 Pakistan 26 R. Afrika Tengah (15%) 46 Kolombia
7 Somalia 27 Yordania 47 U. Arab Emirat
8 Sudan 28 Djibouti 48 Bahrain
9 Iran 29 Laos 49 Niger
10 Libya 30 Malaysia 50 Oman
11 Yemen 31 Tajikistan
12 Nigeria 32 Tunisia
13 Maldives 33 R.R.Cina
14 Arab Saudi 34 Azerbaijan
15 Uzbekistan 35 Bangladesh
16 Kenya (11%) 36 Tanzania (32%)
17 India (Hindu) 37 Algeria
18 Ethiopia (43,5/ 33,9)* 38 Bhutan (74,7)
19 Turkmenistan 39  Comoros
20 Vietnam 40 Mexico

*: Ethiopia mayoritas adalah Orthodox  (43,5%), dan kedua tertinggi adalah Muslim (22.9%)

Baca lebih lanjut

Morokko: Tentara Menggerebek Pelajaran Alkitab

Pada tanggal 4 Pebuari sekitar 60 tentara pemerintah Morokko  telah menggerebek sebuah rumah orang Kristen di Amizmiz, 56 kilometer timur laut Marrakech. Menangkap 18 orang dan mengusir seorang warganegara USA.

Lima dari 18 orang yang ditangkap untuk 14 jam introgasi adalah anak-anak kecil, dua diantaranya bayi yang berumur tidak lebih dari 6 bulan, sisanya berumur antara 20 bulan sampai 4 tahun. Mereka digerebek dengan pasukan besar tentara disertai dengan 15 kendaraan militer dipimpin oleh seorang colonel dan dua kapten.

“Ini adalah kali pertama di dalam sejarah gereja Marokko pemerintah menggunakan begitu besar tentara untuk menyerang sebuah pertemuan Kristen. Saya tidak berpikir tentara dengan kekuatan sebesar ini pernah digunakan untuk melawan para Muslim fundamental,” pemimpin kelompok Kristen Marokko ini berkata.

Tentara yang menangkap orang-oran Kristen ini mengatakan bahwa perintah penangkapan ini dikeluarakan oleh  Menteri Pengadilan Marokko yang baru, Mohamed Naciri, dan juga Jendral tertinggi Gendarmerie, Housni Benslimane,

Konflik Undang-undang Dasar Morokko.
Secara umum konstitusi Marokko menjamin kebebasan mempraktekkan sbuah agama, bahkan pemerintah Marokko merupakan salah satu negara penandatangan Perjanjian Internasional pada Hukum-hukum Masyakat dan Politik. Di sisi lainnya ada butir hukum pemerintah Marokko tertentu menyatakan sebagai tindakan kriminalitas bagi orang yang mencoba menarik seorang Muslim keluar dari agama Islamnya.

Pengusiran orang-orang asing yang berhubungan dengan orang Kristen Marokko sering terjadi belakangan ini. Pada awal Desember tahun lalu 5 orang Kristen di deportasi dari Marokko dengan alasan ‘menghadiri sebuah pertemuan terlarang’ (‘pemaksaan pindah agama). “Kami sangat terkejut bahwa Marokko begitu berani menangkap dan mengusir kami, … kami adalah sahabat-sahabat yang hanya bertemu bersama untuk berkawan dan mengajar satu sama lain,” kata salah seorang yang diusir. 17 orang Marokko yang hadir pada ‘pertemuan terlarang’ itu adalah orang-orang Kristen. “Kami ditangkap satu hari satu malam, dan diintrogasi berjam-jam, sampai pukul 4:30 pagi esoknya,” ia menambahkan.

Pada tanggal 29 Maret 2009, pemerintah Marokko telah mengumumkan bahwa mereka telah mengusir lima wanita Kristen karena alasan pertemuan ’pemaksaan pindah agama’. Dari 12 orang yang diintrogasi, sebelas diantaranya adalah orang Kristen Marokko, dan 5 wanita yang diusir ini adalah bagian dari 23 turis.

Kementerian Dalam Negeri Marokko awal tahun 2009 telah membuat suatu pernyataan bahwa aparaatnya tidak ragu-ragu untuk menghancurkan media atau perbuatan-perbuatan yang mereka anggap mengancam agama negara, yakni Islam Sunni. Pernyataan ini menurut laporan lokal dialamatkan juga kepada gerakan hak-hak homosex dan Islam Syiah.

Pemimpin Kristen Marokko berkata, ”Orang-orang Kristen Marokko bangga menjadi orang-orang Marokko dan berkehendak kebebasan untuk ada di akui secara legal oleh pemerintah.”

Sumber:
Compas Direct.org

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Agustus 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari