India: Kesembuhan ajaib setelah aniaya berat meyakinkan para dokter akan kuasa Yeshua; pendeta ini memimpin lebih dari 500 pekerja Rumah sakit Hindu percaya kepada Yeshua

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”  (Matius 5:10-12)

Orang India[Gereja Kristen India bertumbuh dan teraniaya]
Sementara melayani sebuah gereja rumah terdiri dari 40 orang Kristen baru di sebuah wilayah yang sangat miskis di sebuah wilayah yang mayoritas beragama Hindu, India utara. Tiba-tiba mereka diserang secara brutal, dan difonis dokter pendeta Kumar tidak memiliki harapan untuk hidup kembali.

Pendeta Kumar telah diperingati beberapa kali untuk menghentikan pelayanannya, namun ia terus kerja tanpa kenal lelah dan bertambah sukses. Pada ibadah terakhir sebelum aniaya besar terjadi, anggota jemaatnya telah mencapai 40 orang yang setia. Ketika ibadah itu hampir berakahir sejumlah radikal Hindu menyerbu rumah dimana mereka sedang beribadah.

Mereka memukuli Pendeta Kumar dengan pipa-pipa besi sampai ia terbaring penuh darah dan tidak sadarkan diri, mereka juga menganiaya jemaat, tiga diantaranya mengalami luka-luka yang serius. Keempat orang ini dilarikan ke Rumah Sakit dalam kondisi yang kritis, bahkan selama 48 jam.

Mendengar berita sedih ini, Pendeta Paul dan Peter Haneef, dan sejumlah pemimpin organisasi Alkitab untuk Timur Tengah (The Bibles for Mideast), induk organisasi dari Gereja Kumar dan sekaligus Sekolah Alkitab ia berasal, berangkat segera untuk perjalanan panjang ke India utara dengan kereta api. Mereka mengadakan doa dan puasa di sebuah rumah dari anggota Gereja bawah tanah tersebut.

Hari pertama, Pendeta Kumar bisa membuka matanya, dan di hari ketiga ia mampu berbicara. Saat berita ini ditulis (27/9/2019) mereka bertiga masih tetap berada di Rumah Sakit.

[Malaikat nampak dilangit, menghibur dan lokal Hindu bergabung; para dokter mengakui kuasa mujizat kesembuhan]
Seminggu setelah penyerangan, anggota Gereja lainnya yang hidup terancam sedang berjalan, mereka melihat suatu penglihatan yang menakjubkan: Seorang malaikat perang sedang bergerak dan menari. Orang-orang Hindu setempat yang turut menyaksikan penglihatan tersebut menjadi kurang berlaku kasar atas orang-orang Kristen tersebut. Sebelumnya mereka selalu marah besar ketika melihat adanya ibadah Kristen, sekarang bahkan beberapa dari mereka bergabung menyembah Elohim secara rahasia.

Dua minggu kemudian, ketiga rekan mereka telah keluar dari Rumah Sakit, namun Pendeta Kumar tetap tinggal, untuk perawatan lebih lanjut. Sebelumnya ia telah mengalami beberapa operasi, salah satunya tulang belakangnya; para dokter tidak yakin apakah ia bisa berjalan kembali.

Hari Jumat (9 November) ia dinyatakan boleh keluar dari Rumah Sakit; namun ia merasakan sakit yang aneh pada bagian belakangnya. Hasil X-Ray, para dokter memutuskan untuk ia dioperasi kembali, jika tidak akan berakibat serius seumur hidupnya.

Pendeta Kumar telah tahu bahwa Tuhannya dapat menyembuh dia. Dia berkata kepada para dokter tersebut – yang adalah fundamental Hindu – bahwa Adonai Yeshua akanlah mengurangi sakitnya, melalui doa-doa anak-anak-Nya, bahkan menyembuhkan dia secara sempurna. Kemudian pendeta ini membagikan kesaksian hidupnya sendiri dan pengalaman-pengalaman lainnya yang ia telah alami dari Adonai. Dari masa kanak-kanak sampai ia lulus sekolah Alkitab.

Para dokter menunggu hasil x-ray lainnya sampai minggu depan … jadi Pendeta Paul, menyadari hal ini, ia mengirim berita permintaan doa kepada jemaat.

“Biarlah mereka percaya Yeshua adalah Adonai dan Penyembuh yang perkasa. Kita percaya Adonai kita tidaklah akan mengijinkan anak-anak-Nya ada dipermalukan di depan para orang tidak percaya dan para pengejek.”

Hari berikutnya, para dokter terperanjat mereka tidak menemukan luka-luka, “Mungkinkah sesuatu ada salah pada mesin x-ray mereka?” nampaknya mereka berpikir.

“Tidaklah diragukan, itu adalah karena pekerja ajainb Adonai saya!,” pendeta Kumar meyakinkan mereka; menambahkan: “Percayalah kepada Dia untuk juga menjadi Adonai kalian. Terimalah Dia, maka kalian akan melihat banyak, banyak keajaiban.”

Mereka tidak berargumen. Mereka memutuskan menunggu dan melakukan tes kembali di hari berikutnya.
Jumat paginya, hasil x-ray menunjukan hasil yang sama. Mereka mengakui dan berkata, “Itu adalah sebuah mujizat besar dari Adonai kamu. Kami sekarang percaya pada pekerjaan-pekerjaan mulia-Nya.”

[Mintalah, maka kamu akan menerima!, aniaya yang membuahkan jiwa-jiwa baru]
“Dapatkah kalian mengatus sebuah pertemuan bagi saya di Rumah Sakit ini dengan para pekerja? Saya ingin membagi kesaksian saya kepada mereka,” Pendeta Kumar memohon dengan berani.

Mereka perlu minta ijin kepada para pengurus RS, para dokter berkata. Sorenya ia mendapat kabar: ijin diberikan! Dua jam berikutnya pertemuan akan dibuat.

Kumar segera menghubungi Pendeta Paul dan Pendeta Peter Haneef untuk dukung doa. Ia dan seorang anggora gereja kemudian berlutut di ranjang RS tersebut berdoa sungguh-sungguh untuk acara dua jam dimuka tersebut, mengabaikan makan sore mereka. Mereka kemudian langsung menuju ruang pertemuan

Lebih dari 500 orang hadir – para suster, para suster pelajar, para dokter dan karyawan lainnya – duduk menunggu untuk mengetahui mengapa mereka telah dikumpulkan. Hampir semuanya orang Hindu.
Dokter bedah Pendeta Kumar memperkenalkan dia kepada semua hadirin. Pendeta ini memulai dengan sebuah lagu dan doa.

Ia menceritakan pendidikannya, perpindahannya dari keyakinan Hindu, dan diikuti dengan sebuah presentasi Injil yang sangat luar biasa. Sebuah jarum jatuh akanlah terdengar di seluruh ruang pertemuan tersebut; semuanya diam terpesona. Ketika ia menyimpulkan, Roh Kudus menuntun dia ke langkah lebih lanjut.

“Silahkan berdiri, jika kalian sungguh-sungguh berkehendak menerima Yeshua ini sebagai Adonai dan Juruselmat kalian,” Setiap orang melihat sekeliling pada satu sama lainnya, namun tidak seorangpun berdiri.

Lalu ia ulangi lagi. Kemudian, seorang wanita muda yang berdiri di baris depan mengangkat tangan dan berdiri. Perlahan-lahan, seorang demi seorang, semuanya berdiri: para dokter, para suster, karyawan administrasi – pendek kata, semua hadirin.

Pendeta meminta mereka menutup mata mereka dan meletakkan kedua tangan mereka pada dada mereka, dan berkata dengan suara keras untuk menerima Yeshua masuk ke dalam hati mereka.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yeshua adalah Adonai dan percaya dalam hatimu, bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.  (Roma 10:9-10)

“Saya menerima Meshiah Yeshua, satu-satu Putra Bapa Sorgawi sebagai Adonaiku dan Juruselamatku. Adonai Yeshua yang telah turun dari Sorga dan tersalib pada salib Kalvari. Mati dan bangkit kembali dari kematian untuk memberi saya keselamatan dan kehidupan kekal. Saya percaya dalam Dia dan menerima Dia sebagai Adonai dan Juruselamatku.”

Pendeta Kumar kemudian berdoa bagi mereka semua. Seorang dari para dokter datang mengucapkan terima kasih, dengan cucuran air matanya, berkata, “Dari sekarang dan seterusnya saya tidak akan lagi menyembah berhala apapun. Dan hanya akan menyembah Yeshua.” Dan ia kembali berterima kasih.

Ketika pertemuan itu berakhir pada pukul 4:30 sore, setiap orang maju kedepan memohon, jika mereka bisa diberikan Alkitab. Tentu, saat itu ia tidak memilikinya, namun kami berdoa untuk hal itu bisa terwujud.

Pendeta Kumar kemudian keluar dari RS, kembali kerumahnya dan keluarganya pagi ini. Harap tetaplah berdoa dan menjaganya di hati kalian pelayanan yang baru dan sedang berkembang ini. (16 November 2019)

Sumber berita:

Baca lebih lanjut

Kuba: Negara Komunis dan pertumbuhan Gereja

Setiap orang tahu bahwa Kuba adalah sebuah negara Komunis di Amerika Selatan, tergolong sebuah negara Komunis yang tetap gigih di dalam mempertahankan faham Komunisnya, budaya USA negara tetangganya yang terkenal dengan Holywood dan hiburan glamor lainnya belum bisa menembus pertahanan negara komunis ini. Adakah kehidupan Gereja di negara ini?

Berita dunia tentang Kuba, umumnya tentang Fidel Castro dan khususnya tentang Fidel Castro. Sesungguhnya kehidupan Gereja di Kuba merupakan berita yang jauh lebih besar dari kehidupan dan pemikiran Fidel Castro.

Sebuah laporan Protestant Revival in Cuba (16 Januari 1998) mencatat bahwa gerakan Protestant berkembang lebih cepat dari Gereja Katolik Kuba. Ditambahkan,  Gereja Katolik tetap denominasi terbesar di Kuba, dan bertumbuh, tetapi kepercayaan Protestant juga nampak terjadi revival.

Kuba memiliki lebih dari 50 denominasi Protestant dan Injili, dan terdapat 900 gedung Gereja Protestant, tetapi tetap tidak cukup untuk melayani pertumbuhan jemaat. Sehingga jemaat bersekutu di rumah-rumah pribadi untuk pelayanan doa.

Charismamag.com dalam laporannya (6 Mai 2009) menulis: Tahun 1989, Gereja Assembly of God di Kuba memiliki anggota 12 000 jemaat, dan sekarang telah bertumbuh lebih dari setengah juta (500 000) anggota. Sebuah gedung Gerejanya setiap hari Minggu terisi 70 000 hadirin. Lihatlah video klip ini, dasyat Roh Kudus tidak terbendung oleh tembok-tembok faham Komunis!

Apa yang membuat orang Kuba meninggalkan faham Komunis?

  • Seorang wanita bersaksi: “Kehidupan saya diubahkan secara penuh. Saya biasa hidup di dalam kegelapan. Sekarang saya hidup di dalam terang.”
  • Untuk orang lain, itu disebabkan mereka jenuh dengan pengendalian faham Komunis atas kehidupan pribadi mereka.
  • Untuk para remaja dewasa Kuba, sebab mereka terlepas dari ikatan kuasa-kuasa obat-obat terlarang,

Pembaca bayangkan sendiri, pukul satu pagi 25 remaja Kuba berdiri bergandengan tangan membentuk lingkaran, berdoa dengan suara yang keras untuk keselamatan negara Kuba – negara Komunis, sementara seorang berseragam polisi memperhatikan  mereka.

Kuba dengan faham Komunisnya telah membawa rakyatnya kepada minuman keras dan narkoba, khususnya sekarang ini. YAHWEH memakai Gereja-Nya untuk menyelamatkan bangsa ini

Mazmur  42:1-4
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Elohim.
Jiwaku haus kepada Elohim, kepada Elohim yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Elohim?
Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Elohimmu?”
Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Elohim dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.

Sumber bacaan:

Protestant Rivival in Cuba
Revival Thriving in Communist Cuba
Cuba for Christ – Ahora!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Juli 2020
      M S S R K J S
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari