Pakistan: 5 Muslim menerima hukuman mati karena membunuh satu keluarga Kristen

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.  (Injil Yohanes 16:1-4, ITB)

Masyarakat Kristen Pakistan protes diskriminasi Muslim atas Kristen di Pakistan.jpg

Masyarakat Kristen Pakistan membela saudara mereka yang teraniaya

Pengadilan Pakistan telah memberikan hukuman mati kepada lima Muslim yang terbukti menyiksa dan sepasang suami-isteri Kristen atas tuduhan pembakaran Kuran, menurut Morning Star News.

Ratusan warga desa Kot Radha Kishan, Pakistan terlibat dalam serangan atas Shahzad Masih (26 tahun) dan istrinya yang sedang hamil lima bulan, Shama (24 tahun), keduanya dilemparkan ke pembakaran batu bata yang sedang menyala.

Penduduk desa dihasut oleh para pemimpin Muslim yang menyerukan kekerasan terhadap pasangan yang  dituduh  membakar Kuran.

Pengadilan Anti-Teroris Hakim Chaudhry Azam telah memberikan hukuman mati ke Irfan Shakoor, Muhammad Hanif, Mehdi Khan, Riaz Kamboh dan Hafiz Ishtiaq, awal minggu lalu (Minggu ke 46), berikut hukuman denda 200.000 rupi Pakistan atau 1.900 Dollar AS. Delapan orang lainnya menerima dua tahun hukuman penjara.

Jaksa Riaz Anjum, yang mewakili ayah dari perempuan meninggal, mengatakan kepada Morning Star News bahwa meskipun pada awalnya lebih dari 50 orang telah didakwa membunuh, kebanyakan dari mereka dibebaskan setelah anggota keluarga Shahzad Masih mengirim pernyataan menyangkal bahwa mereka hadir saat perisitiwa itu terjadi.

“Meskipun demikian, ini adalah berita menggembirakan untuk komunitas Kristen di Pakistan,” ujar Anjum. “Keluarga almarhum orang telah menderita banyak tekanan, meskipun negara telah menjadi keluhan dalam hal untuk menggagalkan upaya apapun untuk menekan keluarga korban untuk mencapai penyelesaian dengan dakwaan yang kuat.”

“Tapi hukuman atas lima orang oleh pengadilan tidak suatu usaha yang kecil, dan saya berharap vonis ini akan dilihat sebagai peringatan keras menentang kekerasan sejenis terhadap para minoritas di masa depan,” katanya.

Masih dan istrinya bekerja sebagai buruh terikat di tempat pembakaran batu bata. Pasangan bertahan hidup dengan empat anak mereka.

Banyak oran Kristen Pakistan hidup di dalam perbudakan sampai saat ini, upah yang mereka dapat terlalu kecil untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga anak mereka meneruskan pekerjaan yang sama untuk membayar hutang kepada tuan mereka. Dan jika mereka protes karena pekerjaan ekstra yang tidak dibayar atau tidak ingin bekerja pada hari Minggu karena ingin beribadah, maka tuannya dengan mudah menutup mulut mereka dengan tuduhan ”membakar Kuran” atau ”menghina nabi Muhammad.” Ini jenis tuduhan umum yang telah diketahui oleh banyak organisasi Hak-hak Asasi Manusia baik di dalam maupun di luar Pakistan, seperti: Voice of Martyrs, ChrsitianPakistan, OpenDoor. Dan masyarakat Muslim di banyak desa di Pakistan dengan mudah dimanfaatkan oleh pemimpin agama Islam untuk banyak tujuan.

Sumber berita: Five Muslims Sentenced to Death For Killing Christian Couple in Pakistan (CBN News; 27/11/2016)

Baca lebih lanjut

Martir Ha Mashiah / Kristus dan Empat kata yang menghentikan pertarungan Gladiator Romawi selamanya

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” – Yeshua Ha Mashiah (Matius 16:24-25)

para-martir-kristen-di-colosseum-roma

Martir Kristen di Colosseum Roma

Ada sepuluh penganiayaan besar terhadap umat Kristen di dalam tiga abad pertama, dan penganiayaan di bawah kaisar Diocletian adalah yang terburuk. Ketika Diocletian kalah dalam pertempuran-pertempuran di Persia (Iran), para jendral perangnya berkata kepadanya itu oleh karena mereka telah mengabaikan dewa-dewa Roma. Diocletian kemudian memerintahkan semua orang militernya untuk kembali menyembah dewa-dewa Roma, sehingga memaksa orang-orang Kristen masuk kembali kepada persembunyian mereka atau keluar dari ketentaraan Roma.

Setelah membersihkan orang-orang Kristen dari militer, Diocletian mengumpulkan orang-orangnya yang telah dikenal umum sebagai anti ajaran Kristianiti. Dia membatalkan keputusan toleransi yang dikeluarkan oleh kaisar sebelumnya, Gallienus, di tahun 260 AD, dan kemudian memakai kekuatan militer Roma untuk menyembah dewa-dewa pagan Roma. Pada 303 AD, ia berkunsultasi kepada dukun dari Kuil Apollo di Didyma, yang mengatakan kepadanya untuk memulai penganiaayaan atas Gereja Kristen di seluruh kerajaannya. Sehingga kemudian lahirlah ketidak toleransiaan, kebencian dan aniaya yang sangat berat terhadap orang-orang Kristen.[1]

Diocletian memerintahkan militernya pergi secara sistimatis dari profinsi ke profinsi menahan para pemimpin Gereja, membakari Kitab-kitab Suci, menghancurkan gedung-gedung Gereja, memotong lidah-lidah mereka, memasak mereka hidup-hidup dan memotong-motong tubuh mereka. Itu terjadi dari Eropa sampai ke Afrika Utara, ribuan orang Kristen telah menjadi martir[2]

Para orang percaya berseru dalam doa-doa mereka, kemudian Diocletian dipukul dengan sebuah penyakit usus yang parah dan mengundurkan diri pada 1 Mei 305 AD. Kaisar Gelarius melanjutkan penganiyaan tersebut, namun dia juga dipukul dengan penyakit usus dan mati.

“Saya bisa membayangkan bagaimana orang-orang Kristen mula-mula yang dibawa ke Colosseum untuk dijadikan tontonan bagi mereka yang lebih jahat dari pada binatang-binatang buas, mereka dimohon oleh orang-orang yang ragu-ragu agar tidak membahayakan hidup mereka. Tetapi, berlutut di tengah-tengah arena, mereka berdoa dan bernyanyi sampai mereka dimakan …”

Dua pemimpin politik Kristen Amerika Serikat berkomentar tentang penganiayaan orang Kristen di arena-arena Gladiator Roma:

“Bagaimana  tidak berdayanya mereka nampak, dan, diukur oleh setiap ukuran manusia, bagaimana tidak adanya harapan perbuatan mereka. Namun hanya di dalam puluhan tahun kuasa yang mereka telah panggil terbukti lebih kuat dari legionnya Kaisar, dan iman yang mana mereka telah mati ternyata menang di seluruh negeri … Mereka lebih besar dari pemenang dalam kematian mereka daripada mereka dapat miliki melalui membeli kehidupan.” Seketaris Negara William Jennings Bryan; The Prince of Peace. New York Times, Sept. 7, 1913.

“Kuasa doa ini dapat ada diillustrasikan oleh suatu cerita munder kebelakang abad ke empat – Seorang hamba Tuhan (Telemachus) tinggal di sebuah desa yang kecil, menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam doa. Suatu hari ia berpikir ia telah mendengar suara Elohim berkata untuk dia pergi ke Roma. Berminggu-minggu kemudian, ia tiba …. di saat perayaan di Roma.  Dia mengikuti orang-orang masuk ke dalam Colosseum, dan kemudian, di sana di tengah-tengah keramaian dia melihat beberapa gladiator datang ke arena, berdiri di depan Kaisar, dan berkata, ‘Kami yang akan mati menyaluti Anda.’ Dan hamba Adonai ini sadar bahwa mereka akan segera bertempur untuk mati bagi menghibur para penonton. Dia berteriak, ‘Dalam Nama Kristus, berhenti!” Dan suaranya lenyap di tengah-tengah keramaian di Colosseum yang besar tersebut …”

para-gladiator-saling-bunuh-demi-kaisar-roma-dan-penonton-di-colosseum-kota-roma

Gladiator saling membunuh demi Kaisar

“Dan saat permainan dimulai, ia turun ke bawah di antara keramaian orang dan memanjat tembok dan loncat ke lapangan arena. Tiba-tiba keramaian orang tersebut melihat manusia bertubuh kecil bergerak menuju ke arah para gladiator dan berkata berkali-kali kalimat yang sama: ‘Dalam Nama Kristus, berhenti!

Dan mereka pikir itu adalah bagian dari hiburan, dan pada awalnya mereka geli. Tapi kemudian, ketika mereka menyadari itu bukan, mereka menjadi beringas dan marah.

“Dan ketika ia memohon kepada para gladiator tersebut, ‘Dalam nama Kristus, berhenti!’ salah satu dari mereka menusukkan pedangnya ke tubuhnya. Dan ketika ia jatuh ke pasir arena untuk mati, kalimat terakhirnya adalah, ‘Dalam nama Kristus, berhenti!’

Dan tiba-tiba, hal yang aneh terjadi. Para Gladiator ini berdiri melihat tubuh kecil terbaring di atas pasir. Kesunyian mencekam Colosseum. Dan kemudian, pada suatu tempat di atas terdengar tangisan, beberapa orang berjalan ke gerbang keluar dan meninggalkan gedung, dan yang lain mulai mengikuti. Dan dalam keheningan yang mencekam tersebut, semua orang meninggalkan Colosseum.

Itu adalah pertempuran terakhir untuk mati di antara para gladiator di Colosseum Roma. Tidak pernah lagi ada seorang membunuh atau manusia membunuh satu sama lain untuk hiburan bagi orang banyak.” Presiden Ronald Reagan berkomentar atas Colosseum Roma di saat the National Prayer Breakfast, Feb. 2, 1984

Diterjemahkan dari Six words that stopped Roman gladiator battles

Catatan kaki:

[1] Ini tepatnya apa yang kitab Wahyu 2:10 berkata: ”Janganlah engkau takut terhadap apa yang akan segera engkau derita. Lihatlah, si iblis akan segera menjebloskan dari antara kamu ke dalam penjara agar kamu dicobai dan kamu akan mengalami kesukaran sepuluh hari. Jadilah setia sampai pada kematian dan Aku akan memberikan kepadamu mahkota kehidupan.” Nubuatan ini telah terjadi dari 303 AD ke 313 AD.

[2] Di Nikomedia (modern Izmit, Turki), saja sejarah mencatat sekitar 20.000 Kristen menjadi martir. Nikomedia adalah metropolitan dari  wilayah Bithynia di jaman Kerajaan Romawi. Raja Diocletian telah menjadi ibukota bagian timur dari Kerajaan Romawi di tahun 286. Lihat:  https://en.wikipedia.org/wiki/20,000_Martyrs_of_Nicomedia  dan  https://en.wikipedia.org/wiki/Nicomedia

[3] Baca Markus 8:33-38

Baca lebih lanjut

Supir taksi memukul istrinya, kemudian menyadari lebih baik masuk ke Sorga dengan mata satu daripada ke Neraka dengan mata lengkap

“Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Elohim dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka.” Markus 9:47

Sapru supir taxi Kristen bermata satu

Sapru, supir taksi bermata satu

Sapru, 48, dibesarkan di Asia Selatan dan menjadi ateis dan fanatik komunis. “Aku tidak pernah percaya sebelumnya kepada Yeshua Ha Mashiah atau Kristianiti,” katanya. Ia menyetir taksi untuk membiayai dirinya dan istrinya, Blessey.

Sebagian besar teman-temannya adalah pecandu alkohol dan ia menjadi kecanduan alkohol juga. Istrinya, bagaimanpun adalah seorang Kristen yang tangguh, seorang wanita pendoa yang merenungkan Alkitab setiap hari – tanpa sepengetahuan Sapru. “Jika saya melihat dia berdoa atau membaca Alkitab, saya pastilah tidak mengizinkan itu,” katanya. Meskipun kondisi kerohanian yang buruk dari suaminya,

Blessey tetap memegang janji-janji Elohim dan berdoa secara teratur untuk petobatan suaminya.

Suatu malam Sapru mabuk kembali, ribut dengan istrinya dan memukuli istrinya dengan kasarnya. Ia meninggalkan rumah, masuk ke taksi dan mengemudi. Dalam kondisi mabuk, taksi bertabrakan dengan sebuah truk dan ia terluka parah. “Mata kiri saya keluar dan hancur,” katanya. “Saya berhadapan muka dengan kematian.”

Ketika Blessey mendengar berita kecelakaan tersebut, ia bergegas ke rumah sakit dengan beberapa missionari, dipimpin oleh Pastor Paul dari Alkitab-alkitab untuk Mideast (the Bibles for Mideast). Mereka berlutut dihadapan Elohim di ruang doa rumah sakit. Blessey membaca Alkitab dengan suara keras dan berseru kepada Adonai untuk penyembuhan. “Dia meminta Elohim untuk memberikan hidup saya kembali sebagai sebuah ciptaan baru,” Sapru megingat.

Sementara dokter melakukan pembedahan untuk menyelamatkan hidupnya, Supra menghadapi Pengalaman Menjelang Kematian (NDE, near-death experience). “Jiwaku mengembara untuk mendapatkan tempat duduk di Sorga,” ia menceritakan. “Para malaikat tidak mengizinkan saya untuk masuk ke dalam Sorga tapi mendorong saya menuju neraka.”

Tetapi karena doa syafaat yang sunguh-sungguh dari Blessey, Sapru percaya Yesus memperpanjang anugrah dan belas kasihan-Nya kepada dirinya. “Yesus tidak mengijinkan saya untuk jatuh ke dalam neraka, tetapi memegang saya dengan aman pada tangan-Nya yang berlubang paku tersebut oleh sebab syafaat istriku.”

Adonai memperlihatkan kepadanya istrinya dan tim doa yang sedang berlutut dan berdoa dengan air mata mereka yang bercucuran untuk dia.

Ketika Sapru melihat mereka, hatinya tersayat. Kemudian Yeshua berpaling kepadanya dan berkata: ”Pergi, dengan selamat dan dibaptis dan hiduplah bagi Ku beserta dengan keluargamu.”

Selama operasi, ada sasat tertentu ketika jantung Sapru berhenti. “Para dokter berpikir untuk menyatakan kematian saya,” kenangnya. “Tapi setelah beberapa detik kemudian saya mulai bernapas.”

”Terima kasih Elohim; sekarang ia ok,” salah satu dokter mengatakan.

“Ketika Yeshua mengijinkan rohku untuk kembali ke tubuhku, saya mulai bernafas,” Sapru berkata.

Kemudian Adonai berbicara lagi kepadanya: ”Lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Elohim dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka . Biarlah itu menjadi kesaksian kamu untuk bersaksi tentang Aku.”

“Saya telah pulih, tetapi mata kiriku benar-benar telah terangkat keluar. Saya tidak khawatir tentang hal itu, karena Adonai ingin saya untuk bisa bersamanya di sorga tanpa sebuah mata. Dia mencintai saya, sehingga ia tidak mengijinkan saya untuk pergi ke neraka dengan kedua mata. Terpujilah Adonai untuk kasih-Nya yang luar biasa!”

“Saya mengakui semua dosaku dan menerima Adonai Yeshua sebagai Juruselamat dan Adonaiku. Dalam beberapa hari saya dibaptis selam dan bersaksi tentang Adonai Yeshua Ha Mashiah bersama dengan keluargaku.”

Meskipun ia hanya memiliki satu mata, dia tetap mengendarai taksinya. Majikannya, sekarang percaya kepada Yeshua, memberi dia sebuah mobil untuk dipakai.

“Saya punya dua putra. Saya sungguh senang melihat mereka bersukacita dalam Adonai karena pertobatanku dan kegiatan-kegiatan pelayananku.”

Diterjemahkan dari: Taxi driver beat his wife, then discovered it is better to enter heaven with one eye than hell with two

Baca lebih lanjut

Gereja-gereja Rumah berlipat ganda di Iran meskipun teraniaya

Gereja Rumah di Iran belajar Alkitab bersama

Pelajaran Alkitab di Gereja Rumah

Kristianiti sedang menyebar secara cepat di dalam (negara) Iran meskipun tindakan keras pemerintah terhadap gereje-gereja rumah. CBN melaporkan (9/3/2016)

Tulisan di bawah ini adalah terjemahan dari sumber aslinya: House Churches Multipying Inside Iran Despite Persecution & Fatima’s testimony; CBN.com.  Kalimat dalam kurung ditambahkan dari penterjemah situs Penjalabaja.

Sebagian orang Kristen berpendapat tindakan-tindakan Republik Islam tersebut sesungguhnya telah menciptakan efek sebaliknya.

Sebuah organisasi yang berbasis di London yang melatih orang-orang Kristen Iran melaporkan ratusan ribu orang Kristen baru – para mantan Muslim – sedang menyembah secara  rahasia dalam gerakan gereja rumah yang bergerak secara cepat di dalam Negara Islam Republik tersebut.

Menurut The Christian Post, sebuah sumber yang berhubungan dengan the Pars Theological Centre berkata bahwa pertumbuhan cepat gereja akan tepatnya merubah masyarakat Iran

“Ini bukanlah sama sekali sebuah gerakan politik, tetapi itu akan memiliki implikasi

Perubahan status sosial wanita Iran di bawah Negara Islam Republik Iran

Status Wanita Iran

politik karena hal ini menyentuh dasar inti dari masyarakat. Ini bertarung melawan kecanduan narkoba dan prostitusi. Jika Anda ingin tinggal di sebuah negara yang tidak mendanai para terroris, Anda harus mengembangkan nilai-nilai dasar,” kata sumber itu.

“Ini bukanlah anti-orang Iran, itu adalah sebuah gerakan orang Iran. Jumlah orang-orang Muslim yang berpaling ke Mashiah sungguh-sungguh besar,

Sebagai seorang gadis remaja di Iran, Fatima mulai mempertanyakan iman Islamnya dan mulai mencari Elohim di tempat-tempat lain. Satu malam, dia bermimpi bahwa dia berjalan bersama Yeshua di sebuah taman mawar. Klik di sini untuk menonton apa yang terjadi selanjutnya: Fatima’s Quest for God | CBN.com

 

Jadi, berapa banyak orang Iran telah memeluk Kristianiti? Menurut Open Door AS, sebanyak 450.000 orang Iran sekarang mempraktekkan Kristianiti di dalam negara tersebut. Kelompok-kelompok lainnya memberikan figur setinggi satu juta. [Saya yakin sekarang sedikitnya lebih dari 2-5 juta. Silahkan baca artikel (9/2009) ini: Iran: Kebangunan Rohani besar-besaran telah datang!]

Tak lama setelah Mahmoud Ahmadinejad telah terpilih menjadi presiden pada tahun 2005, pemerintah Iran meluncurkan penumpasan besar-besaran terhadap gereja-gereja rumah.

Dan meskipun penguasa yang disebut moderat, termasuk Hassan Rouhani sebagai presiden, tindakan keras terus berlanjut atas gereja-gereja rumah.

Marziyeh Amirizadeh dan Maryam Rostampour Iranian Kristen

Marziyeh dan Maryam terpenjara di Penjara Evin karena iman Kristennya

Bulan lalu saja, sebuah pengajuan pengadilan meluncurkan tuduhan menentang empat orang Kristen gereja rumah di Ahwaz, Iran karena melakukan “pertemuan-pertemuan ilegal” dan “mencoba untuk menyebarkan Kristianiti dan memindahkan para Muslim.”

Polisi rahasia telah menangkap Pastor Amin Khaki, Daniel Barounzadeh, Mohammed Bahrami, dan Rahman Bahmani saat berpiknik di Iran selatan. Menurut Present Truth Ministries, polisi-polisi berpakaian sipil menodongkan pistol-pistol mereka pada orang-orang Kristen tersebut dan bahkan memukul beberapa dari antara mereka.

Rahman Bahmani mengatakan kepada para penginterogasi dia berpindah ke Kristianiti empat tahun yang lalu dan “Saya berubah banyak. Saya dahulu bukanlah seorang pria yang baik dan ketika istri saya melihat perubahan dalam diri saya, ia juga berpindah ke Kristianiti, dan ketika ditanya bagaimana saya telah disembuhkan saya mengatakan, ‘Yeshua menyembuhkan saya.'”

Bahmani dan tiga orang lainnya ini dijatuhi hukuman satu tahun penjara, dan pengadilan melarang mereka menghadiri gereja, atau melakukan pelayanan gereja selama dua tahun. [Baca buku Captive In Iran by Maryam & Marziyeh, bagaimana Elohim merubah isi penjara Evin yang terkenal sadis di Iran ini menjadi ladang penginjilan yang subur.]

Di Iran, hanya gereja-gereja yang telah disetujui pemerintah boleh beroperasi, dan kebaktian-kebaktian Kristen dilarang dilakukan dalam bahasa Persia. [Orang Iran adalah orang Persia, hanya sedikit dari mereka yang bisa berbahasa Arab. Pemerintah mencoba melenyapkan indentitas asli orang Persia, seperti yang telah terjadi di hampir seluruh negara-negara Timur Tengah dan Afrika utara]

Tapi risiko terbesar bagi orang-orang Iran yang meninggalkan Islam untuk iman Kristen mereka adalah mereka dianggap murtad dan di bawah hukum Islam, mereka harus dihukum mati. [Ini bukti nyata di bawah hukum, bahwa Islam adalah agama paksaan: sejak lahir telah ia ditentukan oleh orang tuanya dan lingkungannya untuk jadi Muslim, dan ketika besar harus tetap di dalam Islam]

Sejauh ini, Bahmani dan yang lainnya belumlah didakwa sebagai para murtad. Organisasi Present Truth Ministries meminta orang-orang Kristen berdoa bagi saudara-saudara kita ini yang tetap setia kepada Mashiah. Dan “berdoalah supaya kesaksian mereka dapat menjadi kemuliaan bagi Elohim.”

Bacaan yang sejenis:

Baca lebih lanjut

Hidup Dan Mati bagi Ha Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian II: “Live for Christ Die for Christ”; says an Ex Muslim, now serving Christ as Pastor; ini adalah kelanjutan dari kesaksian Pendeta Yoshua John Bagian I: Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

Sebagaimana kenyataannya, itu ada tertulis di Alkitab bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Adonai Yeshua Meshiah, bahkan gemuruh-gemuruh halilintar sekalipun, kelaparan maupun kematian. Jadi menuruh Alkitab, jika Elohim beserta kita maka tidak seorangpun dapat mencelakakan kita.

Saya telah menghafal ayat ini dan mengikuti jalan kebenaran Elohim.

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Mashiah: kesukaran, atau kesulitan , atau kelaparan , atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … Tetapi dalam semuanya ini kita menang mutlak melalui Dia yang telah mengasihi kita. …  Sebab aku diyakinkan bahwa … tidak dapat memisahkan kita dari kasih Elohim yang ada di dalam Ha Mashiah Yeshua, Adonai kita.” (Roma 8:35-39)

Ketika saudara-saudarku laki-laki mengetahui tentang perpindahan imanku, mereka menyalahi kakekku dan ibuku karena merusak diriku. [Orang muslim diajar bahwa jika seorang berpindah dari Islam maka muslim tersebut menjadi rusak dalam arti rohani  dan rusak dalam arti jiwani alias gila. Ajaran ini akibat tafsiran yang salah tentang Surah 3:85; bahasa Arabnya tidak ada kata “Islam”]

Mereka marah dan satu di antara saudara-saudaraku tersebut mulai memukuliku secara brutal, hingga mematahkan tulang rusukku. Namun saya sadari bahwa Elohim telah memberikan ku kehidupan dan saya tidak menyesalinya sebaliknya saya merasa terhormat jika martir di dalam nama Elohim

Saudaraku belum puas (dengan penyiksaan tersebut) maka ia menyewa sebuah gangster Pakistan membayar mereka satu juta Rupiah Pakistan (sekitar 9.560 Dollar AS) untuk membunuhku tetapi Elohim menyelamatkanku dari assasinasi.

Keluargaku tidak ingin saya tinggal di rumah dan juga itu bukan tempat yang aman  bagiku untuk hidup di sana sebab saudara-saudara kandungku menginginkan saya mati karena tidak menghormati keluarga dengan berpindah dari Islam ke Kristianiti

Kecelakaan lainnya terjadi ketika saya di Gujaranwala dan saudara-saudaraku ada bersama dengan rekan-rekan mereka menangkap ku dan mulai memukuliku di teman yang terkenal baik yakni Maaneer Chowk.

Saya jatuh ke bumi ketika mereka tidak berhenti menyiksa.

Tanpa sengaja, seorang teman baik saya lewat ketika ia melihat tindakan yang barbariak ini. Ia mencoba menghentikan suadara-saudaraku dan mencomba melindungiku. Para ektrimist yang sadis ini mulai memukuli dia juga dan kami dikirim ke rumah sakit

Setelah tiga hari teman tersebut menyerah (meninggal dunia) karena cedera-cedera yang dideritanya.

Ketika mereka menangkapku dan membawaku ke tempat yang diinginkan, saya bahkan tidak diberikan air untuk diminum, sebaliknya mereka mengencingi mulutku.

Mereka membuat saya meminum air kencing untuk 17 hari berikutnya dan berkata bahwa saya akanlah mendapat air hanya untuk satu kondisi, yang adalah jika saya menerima Islam sebagai agamaku.

Jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Saya berterima kasih kepada Adonai Yeshua bahwa bahkan air kencing tersebut seperti air murni bagi ku saat itu, sebab menerima (aniaaya) itu bukan karena saya berbuat salah, tetapi itu tertulis di Kitab Suci bahwa orang-orang akan membencimu oleh karena Nama-Ku.

Saya berterima kasih kepada Mu Elohim sebab Firman-Mu menjadi nyata dalam kehidupanku.

Tidak hanya itu, mereka bahkan mematahkan kaki-kaki ku dan saudarku meminta saya melakukan mujizat. Saya menjawab dia, Saya tidak memiliki kuasa melakukannya, hanya Elohimku yang dapat. Lalu ia mengina ku dan berkata kepadaku untuk meminta Dia untuk melindungiku.

Lalu aku menarik kakiku dengan kedua tanganku dan saya sembuh oleh kasih karunia Adonai Yeshua Mashiah.

Saya berkata kepada Elohim, ”Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Elohimku dan saya adalah putra-Mu. Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Bapaku dan saya putra-Mu.”

Lalu Elohim memintaku untuk berdiri dan saya melakuannya. Lalu Dia berkata “jangan hanya berdiri tetapi berjalanlah di depan mereka sehingga mereka tahu Aku adalah Elohim Yang Mahakuasa dan Aku memiliki kuasa untuk menyembuhkanmu dan melindungimu.”

Ketika ini terjadi saudara-saudarku dipenuhi dengan ketakutan.

Saya meminta mereka menembak saya sehingga saya dapat pergi langsung ke Adonaiku Yeshua Ha Mashiah.

Saya ingin memberikan pesan ini kepada kalian saudara-saudaraku dan saudari-saudariku bahwa jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Berita lainnya tentang kehidupan orang-orang Kristen di Pakistan bisa dibaca di sini: Persecution of Ex-Muslim – Pakistan

Baca lebih lanjut

Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian I: My Journey Towards Christ – Testimony Of An Ex Muslim Scholar

Baca lebih lanjut

Kesaksian Shania Gabo wanita Somalia berjumpa Yeshua Ha Mashiah

Shania lahir di Mogadishu, Somalia dari keluarga Islam Sunni. Ketika perang sipil meletus di Somalia 1992, ia bersama suaminya meninggalkan Somalia sebagai pengungsi tinggal di Swedia lalu tahun 2005 pindah ke Britania Raya.

Shania Gabo Somali Kristen

Shania Gabo bersaksi berjumpa Yeshua

Text kesaksian bahasa Indonesia ini berasal dari video kesaksian di UskoTV: Shania – a woman visited the heivan / wanita berkunjung ke surga. Foto diambil dari video kesaksian UskoTV.

Suatu malam Shania di tengah-tengah kemelut perang ia datang sembayang kepada Allah; menggerutu: “Saya tidak bisa mengikutimu lagi! Katakan kepada saya bagaimana saya bisa mengikutimu, orang tidak bersalah meninggal terbunuh oleh karena demi namamu?”

Lalu saya tertidur dan meskipun biasanya saya jarang bermimpi, malam itu saya bermimpi. Dalam mimpi itu saya melihat diri saya sendiri berdiri di depan rumahku, langit terbuka lalu dari sana datang cahaya yang cemerlang sekali. Saya melihat seorang laki-laki yang berkilauan turun dari sorga dengan suara yang sangat keras kepada orang-orang.

Dia berkata: ”Datanglah kalian semuanya dan kalian akan selamat!” Suaranya keras. Dari dirinya keluar berbagai warna dan cahaya yang keluar dari dirinya menerangi sekitarnya. Saya melihat kemuliannya dan merasakan damai dalam hatiku dan saya tidak tahu siapakah pria tersebut.

Lalu saya melihat ke kanan saya setiap orang bersujud kepadanya dan melihat ke kiri saya semua orang juga bersujud kepadanya. Semua orang di jalanan sujud kepadanya dan berseru, ”Engkau adalah Elohim kami.” Termasuk saya, saya sujud kepadanya dan berkata, ”Engkau adalah Elohimku.”

Dia berkata dengan suara yang keras namun lembut: ”Datanglah, sehingga kamu akan diselamatkan.”

Setelah itu saya terbangun, merasakan sukacita di hati saya dan damai, namun tidak tahu siapakah pria tersebut.

Paginya saya datang kepada Allah dan berdoa: Allah, saya hampir menyangkal kamu dan hampir menjadi atheis dan Engkau menyelamatkan saya. Tolong katakan kepada saya ”siapakah pria tersebut, Engkau atau nabi Muhammad?” Saya berjanji akan mengikuti Engkau sepanjang hidupku.

Malam berikutnya saya mengalami mimpi sambungan dan bahkan lebih jelas lagi.

Dalam mimpi itu saya duduk bersama dengan ibu saya di ruang tamu rumah kami dan ibu saya memberi saya kitab Kuran untuk membaca baginya, ”Baca ini untuk ku.”

Saya membuka Kuran tersebut namun tidak mampu membacanya, yang keluar dari mulut saya adalah: ”Yeshua adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia.”

Ibuku terkejut, apa yang saya katakan, saya sendiri pun terkejut dari mana kata-kata ini keluar sebab saya sendiri tidak tahu dari mana itu berasal dan juga tidak mengerti apa yang saya katakan. Saya kembali mencoba membaca Kuran, namun keluar hanya kata-kata yang sama: “Yeshua adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia.”

Ibu saya menjadi marah kepada ku, lalu meminta saya mengambil segelas air minum. Saya ke dapur dan membawa air dan makanan, dan menaruh di meja, semuanya membentuk gambar salib. Saya mencoba menyembunyikan mereka namun tidak mampu. Saya coba mengaduk air, namun kembali membentuk salib demikian juga dengan makanannya.

Ibu saya melihat kepada saya dan berkata: Kamu Kristen. Kamu telah menjadi kafir!” Lalu ia keluar kamar berteriak kepada orang banyak. Seluruh keluarga akan datang dan saya ketakutan. Namun segera setelah ibu saya keluar kamar tersebut, atap rumah terbuka. Pria yang sama saya lihat dalam mimpi kemarin datang turun melalui atap yang terbuka tersebut dan membawa saya naik seperti seorang anak kecil pada genggaman di dada ayahnya.

Saya melihat semua yang ada di bawah saya, semakin tinggi dan semakin tinggi ia membawa saya. Saya melihat bintang-bintang dan galaksi. Sampai pada suatu tempat yang indah, ia meletakkan saya ke tempat berpijak.

Dia berkata: ”Inilah Sorga, tempat yang saya telah siapkan untuk mu dan siapapun yang percaya kepadaku.”

Bentuk-bentuk bangunannya, bunga-bunga, muski, warna-warna, sungai dan jalan-jalan emas , cahaya dan semuanya apa yang saya lihat begitu kuat dan begitu indah.

Dia berkata: ”Inilah tempat yang saya telah sediakan bagimu.” Lalu ia mengambil tangan saya, sementara dengan tangan satu lagi ia menunjuk kesuatu tempat yang sangat jauh dan jelas dimata saya.

Tempat itu seperti gelap dan menakutkan dan asap-asap keluar naik dari tempat tersebut. Dia berkata kepadaku: “Itulah tempat , dimana keluargamu berada, dalam kegelapan, namun kamu kamu percayalah kepadaku, kamu akan aman di sini. Janganlah takut.”

Saya tidak ingin keluar dari tempat yang indah tersebut, namun bekerku membangunkanku.

Oleh karena saya tidak pernah membaca Alkitab dan tidak memiliki teman Kristen, maka saya memeriksa di internet apa artinya Yeshua adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan? Lalu saya temukan itu ada pada (Injil) Yohanes 14:6: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Ketika saya temukan ayat itu saya menangis bahagia. Setelah itu saya memberikan hidupku kepada Yeshua, berkata: ”Adonai, mulai saat ini Engkau adalah Adonaiku dan Elohimku. Saya akan melayani Mu sepanjang hidupku.”

Sejak saat itu saya menyaksikan hal ini kepada siapapun sebab saya ingin setiap orang berada di tempat yang indah tersebut tempat yang Adonai telah siapkan bagi kita semua; keluar dari kegelapan dan memasuki kemulian-Nya.

Kesaksian Shino Gabo, suami dari Shania, bisa ditonton di sini Solution of Somali man (dimulai pada menit 1:49)

If you interested to know more about Christianity, there is web site in Somali language, called: Somali Christian Life

Baca lebih lanjut