IKUTLAH SERTA DALAM KERETA KENCANA, Bg. 1

Terjemahan dari buku JOIN THE CHARIOT karangan T. L. Osborn

Buku penuntun PENGINJILAN yang praktis bagaimana memenangkan jiwa bagi Kerajaan Sorga.

Ditulis ulang dan diedit oleh Penjala Baja dari terjemahan Indonesianya edisi 1979. Huruf tebal (90%) dari buku aslinya. Huruf miring, garis bawah dan warna ditambahkan. Penulisan nama Yang Disembah telah diganti.

Pendeta Osborn adalah penginjil kaliber internasional, beliau membukakan beberapa rahasia yang penting untuk para pemimpin Gereja. Pada bukunya ini menunjukkan mengapa suatu Gereja sangat berhasil di dalam memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang sementara Gereja lainnya (dengan susah payah berusaha tetapi) bisa dikatakakan gagal besar.

Melalui ayat-ayat Alkitab Pendeta Osborn dengan gamlang menunjukkan kepada kita kunci ledakan jumlah jemaat pada Gereja Mula-mula.

Pada bagian terakhir bukunya, Pendeta Osborn membahas peranan kaum WANITA di dalam dunia penginjilan dan juga kekuatan media sebagai penunjang penginjilan.

Pendeta Osborn mempertanyakan Gereja-gereja masa kini: “Kita memiliki semua fasilitas (media, kendaraan, peralatan cetak bahkan peralatan komunikasi satelit,  dan lain sebagainya) yang sangat luar biasa, yang semua ini tidak dimiliki di jaman Gereja mula-mula, namun rasul Paulus dan rekan kerjanya hanya dalam dua tahun telah membuat seluruh Asia Kecil terinjili. Mengapa kedua hasil yang sangat berlawanan bisa terjadi? Salahnya dimana? Buku yang patut dibaca dan dipelajari oleh setiap pemenang jiwa!

Mohon maaf jika masih ditemukan kesalahan tulis pada buku elektronik ini, hasil scanning dari buku aslinya sangatlah buruk baik karena alat scannernya kurang baik dan juga buku aslinya sudah sangat tua, sehingga i menjadi l, rn menjadi m dan l menjadi j.  Saya akan terus perbaiki tulisan ini.

Selamat membaca!
Penjala Baja.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

1. Ikutlah serta di dalam kereta YAHWEH………………….. 1 (halaman)
2. Mengapa kita harus pergi?…………………………………… 5
3. Berpikirlah dengan cara baru……………………………….. 9
4. Cara berpikir kaku yang berbahaya………………………..13
5. Pandangan 20 – 20 . . . .. .. .. .. .. . .. . . . . . . . . . . . .. . .  27
6. Perlukah kita menutup Gereja?…………………………..     31
7. Sasaran yang mumi . … . . . . . . . . . . …. . . . . . . . . . . .   47
8. Hidup matinya penginjilan itu………………………………  51
9. Munculnya kembali cara memenangkan jiwa………….   55
10. Bukalah mata lebar-lebar . . . . . . . . . . . . . . ….. . . ….  61
11. Kebenaran yang belum dipulihkan…………………….. . 67
12. Gereja yang belum konsekwen…………………………..    71
13. Kekeristenan yang mendalam…………………………….  77
14. Manusia sebagai saluran…………………………………. .   83
15. Berkunjung atau memenangkan jiwa………………….      89
16. Kaum wanita tak ketinggalan……………………………..    99
17. Bagaimana mendekati seorang berdosa………….. .       121
18. Sasaran penginjilan dan barisan belakang……… . .       135
19. Adakah alat yang lebih besar lagi?………………….. .     149
20. Waktu tidaklah menguntungkan……………………… .    155

Kata Pengantar
Oleh: Drew Graham.

Pada saat para rohaniwan dan umat YAHWEH berada dalam keadaan bingung mencari jalan bagaima­na membawa orang berdosa datang ke bawah kaki  YAHWEH, maka Sdr. T.L. OSBORN mengemukakan suatu cara yang klasik yang ditujukan bagi umat Kristen untuk BERANGKAT DAN MAJU TAK GENTAR memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang DI MANA SAJA MEREKA lTU BERADA.

Pada saat sejumlah orang bersikap menutup daun pintu gereja dan hanya mau memusatkan diri dalam pekerjaan “menggembalakan domba-dombanya sampai Adonai Yeshua datang,” maka buku karangan Sdr. T.L. OSBORN yang berjudul“MENANGKAN JlWA BUAT YAHWEH”di tempat jiwa yang terhilang itu berada, telah dicetak dan diterbitkan oleh pihak PUSAT LEMBAGA PENGINJILAN OSBORN lebih dari 50.000 eksemplar dan disebarkan kepada pendeta-pendeta, misionaris, barisan penginjil di seluruh dunia.

Sekarang ini hampir tidak ada satu kota atau satu bangsa pun yang tidak menyambut hangat timbulnya kembali semangat penginjilan pribadi.

Kelompok-kelompok dan berbagai macam organisasi yang bertujuan memenangkan jiwa yang terhilang, baik petugas maupun golongan awam, baik pria maupun wanita, semuanya BERANGKAT dan MAJU TAK GENTAR mengabarkan Injil di mana-mana.

Semangat yang menjiwai panggilan dan ajakan Sdr. Osborn adalah MEMENANGKAN JIWA-DI TEMPAT JIWA YANG TERHILANG ITU BERADA. Itulah sebabnya ia menulis buku ini, sebagai tindak lanjut dari pada ajakannya itu. Ini betul-betul merupakan satu seruan bagi orang Kristen untuk PERGI dan MENANGKAN JIWA di LUAR DARI LINGKUNGAN SENDIRI. Buku ini berisi sejumlah rentetan ceramah yang pernah disuguhkan oleh Pendeta T.L. Osborn di dalam rangka kampanyenya memenangkan jiwa di berbagai pelosok dunia. Di dalamnya diuraikan tentang bagaimana rahasia memenangkan jiwa buat YAHWEH, yang ditujukan bagi ribuan sesama kaum pekerja YAHWEH. Gaya bahasa Osborn cukup jelas dan meyakinkan.

Apabila umat Kristen yang awam menemukan kembali cara pelayanan para rasul YAHWEH yang pertama dalam memenang­kan jiwa buat YAHWEH di LUAR DARI LINGKUNGAN KELOMPOK SENDIRI, maka Sdr. T.L. Osborn yakin bahwa umat Kristen akan mencatat sejarah yang gilang gemilang dari tugas gerejani yang terakhir.

Mudah-mudahan isi buku ini dapat menyuguhkan kepada anda kebenaran dasar yang anda butuhkan serta memberikan ilham kepada anda serta dorongan untuk pergi KE LUAR DARI LlNGKUNGAN ANDA SENDIRI. Anda akan memberi berkat bagi mereka yang mungkin belum pernah datang ke gereja. Mudah-mudahan buku ini dapat membantu anda dalam menuai panen jiwa-jiwa buat YAHWEH, baik di lingkungan hidup anda sendiri maupun di luar lingkungan hidup anda sendiri. Ke mana pun anda pergi, BERANGKATLAH BERSAMA YAHWEH!

1. IKUTLAH SERTA Di DALAM KERETA YAHWEH

Lukisan yang tertera pada halaman kulit depan dari pada buku ini menggambarkan suatu adegan tentang diri Pilipus, seorang hamba YAHWEH dari zaman para rasuli, sedang berbincang-bincang tentang Ha Mashiah dengan seorang kepala pemerintahan dari Etiopia. (Kisah Rasul 8:26.40). Orang asing ini menerima keselamatan itu di tengah perjalanannya tatkala ia sedang menempuh jarak melewati jalan raya dan menjadi seorang manusia yang percaya kepada YAHWEH.
Kejadian semacam inilah yang akan terjadi apabila seorang Kristen itu PERGI dan MENGABARKAN INJIL DI LUAR DARI LlNGKUNGAN SENDIRI.
Ini berarti kita harus membawa kabar selamat dari Injil ke tempat di mana orang yang berdosa itu berada. Entah di mana saja kita bisa melakukan kegiatan semacam itu.
Ini berarti menempatkan kedudukan Injil itu menurut amanat aslinya dengan tepat. Di jalan-jalan raya, di tempat­-tempat yang ramai dan tempat himpunan orang ramai, pokoknya di tempat terdapat banyak orang bisa mendengarkan­nya.
Inilah caranya kita menggerakkan kegiatan penyebaran Injil itu, menggelindingkan roda penginjilan dari satu tempat ke tempat yang lain, entah dengan perantaraan bantuan kendara­an apa, memuatnya ke dalam kapal, ataukah berkeliling dengan unit mobil pemutar film ke mana-mana, entah menumpang motor-tempel, entah menyebarkannya lewat alat-alat hasil teknologi modern, apakah menyebarkannya lewat barang cetakan yang dicetak dengan huruf dan gambar yang aneka warna, dipertunjukkan lewat pita rekaman ataukah film.

Semuanya ini berarti menyampaikan injil dalam jangkauan banyak orang, di mana orang miskin dapat memperoleh kesempatan untuk mendengarkannya bersama-sama dengan orang kaya, di mana kaum pengemis dan gelandangan bisa menikmati kabar selamat ini bersama dengan kaum pedagang yang kaya raya, di mana setiap orang beroleh kesempatan yang seluas-luasnya di sepanjang jalur kendaraan masyarakat ramai, melalui alat media massa, di mana jutaan manusia yang belum pernah mendengar kabar selamat ini atau di mana orang-orang yang belum pernah datang ke gereja boleh mendengar tentang Yesus di luar dari lingkungan kita sendiri.

Inilah yang diamanatkan oleh YAHWEH kepada sekalian umat Kristen sepanjang abad dan zaman, tatkala YAHWEH menyampai­kan perintah kepada Pilipus : “PERGILAH dan BERGA­BUNGLAH DENGAN KERETA YAHWEH”. Jadilah saksi yang hidup tentang Injil itu kepada setiap orang. Naiklah ke dalam kereta yang modern, yang menggunakan mesin, yang bergerak maju ke segala penjuru dan gapailah segala lapisan masyarakat anda. pergilah dan berbicaralah tentang Yeshua!

Keajaiban pada penginjilan zaman sekarang ini oleh orang-orang Kristen adalah PERGI KE LUAR DARI LlNGKUNGAN SENDIRI. Hal ini jelas dipaparkan rasul Paulus yang berkata: “Kabar selamat yang sama ini, yang telah datang kepada anda, sedang disebarkan pula ke segenap penjuru bumi dan sedang melakukan perobahan besar dalam kehidupan banyak orang di mana-mana”. Kolosi 1:6.

Di dalam perjalanan kunjungan kita untuk mencari jiwa buat YAHWEH biarlah kita menerima semboyan rasul Paulus tentang kehidupan Kristen yang sejati itu : Ke manapun aku pergi, aku senantiasa berbicara tentang Ha Mashiah kepada semua orang yang mendengarkannya inilah tugas pekerjaanku, dan aku hanya bisa melaksanakannya oleh karena kekuatan dan kuasa Ha Mashiah bekerja di dalam diri saya.” Kolose 1:28-29.

2. MENGAPA KITA HARUS PERGI?

Di sini kami menjunjukkan alasan kita menga­pa kita harus pergi untuk memenangkan jiwa itu buat YAHWEH. Secara singkatnya dapat kami simpulkan:

  1. Jiwa-jiwa yang terhilang itu, sebagai orang-orang yang berdosa, mereka tidak suka pergi ke gereja.
  2. Perintah YAHWEH yang diamanatkan kepada kita ialah   mencari semua jiwa yang terhilang itu (mengabarkan Injil   kepada sekalian bangsa dan mahluk di bumi ini).
  3. Oleh karena orang-orang yang berdosa itu tidak datang sendiri kepada YAHWEH atau ke gereja, maka kita umat Kristen haruslah mendatangi mereka, berkunjung ke tempat mereka itu berada, DI LUAR DARI LlNGKUNGAN KITA SENDIRI. Inilah tugas utama orang Kristen. Akan tetapi tugas inilah pula justru yang kurang dipahami oleh orang Kristen maupun kurang terlatih dirinya untuk menjalankan tugas itu.

Maka kita menganggap sudah waktunya sekarang ini untuk mengarahkan kembali perhatian kita kepada contoh teladan dari umat Kristen yang pertama, di mana mereka itu “setiap hari berada di dalam bait Elohim dan berhimpun di setiap rumah, dan mereka itu tidak pemah berhenti mengajar dan memberitakan kabar selamat dari Yeshua Ha Mashiah. Kisah 5:42.

  • Mereka lakukan hal itu di dalam bait Elohim-setiap hari.
  • Mereka berhimpun di setiap rumah-setiap hari.
  • Dan mereka pun memberitakan Injil itu ke seluruh pelosok dunia yang dikenal pada waktu itu.

Di seluruh muka bumi ini, baik kaum pendeta maupun kaum awam, yang prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang terhilang, lalu menemukan dimensi-dimensi yang baru di-dalam pelayanan mereka itu. Mereka menemukan banyak jalan yang melancarkan kegiatan mereka untuk menggapai banyak orang yang belum kenal gereja YAHWEH, yakni mereka yang berada DI LUAR LINGKUNGAN KITA SENDIRI.

Tugas pekabaran Injil sebenarnya adalah tanggung jawab semua umat Kristen. Tugas ini merupakan pelayanan bagi kita untuk menggapai jiwa-jiwa yang terhilang melalui Injil itu. Oleh karena mereka itu tidak mengenal gereja, maka hendaklah kita yang mendatangi mereka, di mana pun tempat merelk itu berada. Inilah namanya penginjilan!

Banyak gereja yang tidak mempunyai program penginjilan di luar lingkungan gedung mereka sendiri.

Amanat gerejani yang utama untuk mencari jiwa yang terhilang belum terlaksana dengan baik, sebab banyak orang belum memahaminya secara sungguh-sungguh. Sebab di lingkungan masyarakat gerejani yang sekarang ini orang belum menganggapnya sebagai sesuatu kebiasaan yang lazim atau tradisional. Dan orang lalu cenderung hanya mau mengerjakan sesuatu hal yang sudah tradisionil, tidak perduli hal itu ada manfaatnya atau tidak.

Tetapi zaman sekarang ini memerlukan perobahan yang revolusioner di lingkungan kehidupan gerejani dan di kalangan sikap orang kristen sehubungan dengan orang-orang yang terhilang itu.

Apabila anda merasa diri, anda siap sedia untuk menerima ide baru yang tidak tradisionil; apabila anda merasa mampu untuk berpikir secara baru tanpa mengabaikan tugas rutin anda yang sudah berlangsung selama ini; apabila anda merasa diri cukup kuat untuk melakukan perobahan yang jujur di dalam sikap anda terhadap Jiwa-Jiwa yang terhilang itu dari segi pandangan gerejani maupun tugas ke-keristenan anda; apabila anda menyadari tugas utama untuk memenangkan jiwa seperti yang dikerjakan oleh gereja YAHWEH yang pertama; dan terutama sekali bila anda turut merasa prihatin terhadap nasib orang-orang berdosa yang tidak mengenal gereja; maka, silakan anda maju dan kerjakanlah inti pelajaran yang terkandung dalam buku ini dan anda akan melihat apa yang akan terjadi kelak. Anda akan menjadi salah seorang di antara ribuan umat Kristen yang telah memiliki semangat baru untuk PERGI DAN MENGINJIL DI LUAR DARI LINGKUNGAN SENDIRI.

3. BERPIKIRLAH DENGAN CARA BARU

Apakah perbedaan antara “Penyegaran Iman (Revival)” dan “Penginjilan”? Apakah anda pernah merenung­kan hal ini? Apakah hal ini mengandung arti bagi anda?

Saya memang beranggapan bahwa tidaklah menjadi soal bagi kita sesuatu penamaan terhadap sesuatu benda. Hal itu tidaklah begitu penting. Yang terpenting ialah bagaimana wujudnya dan apa yang kita kerjakan itu berarti atau tidak. Namun di dalam soal perbandingan antara Penyegaran Iman kita dengan soal penginjilan itu kita harus memisahkannya dari pengertian memenangkan jiwa. Sebab antara keduanya jelas sekali perbedaannya.

“Penyegaran Iman atau Kebangunan kembali” adalah membangkitkan kemball sesuatu yang telah mempunyai nyawa dan kehidupan sebelum­nya. Sebab anda tidak mungkin menghidupkan kembali sesuatu yang belum pemah mengalami hidup sebelumnya.

Tetapi “Penginjilan” adalah menyampaikan Berita Kehi­dupan itu kepada orang-orang yang berada dalam keadaan MATI (rohani) di dalam segala pelanggaran dan dosa mereka, yang tidak pernah mengalami kehidupan. Mereka adalah orang-orang yang belum pemah diselamatkan, yang belum pemah mengenal gereja. Penginjilan adalah kesaksian dan usaha memenangkan jiwa yang terhilang itu.

“Penyegaran iman atau Kebangunan kembali” diperuntukkan bagi orang­ orang Kristen – bagi gereja Kristen.
“Penginjilan” ditujukan bagi orang-orang berdosa – bagi dunia yang terhilang itu.

Seorang yang berdosa tidak bisa dihidupkan KEMBALI oleh karena ia telah mati di dalam dosa-dosanya. Sebab ia belum pernah mengalami kehidupan yang sebenamya. Jadi ia memerlukan “Penginjilan” terlebih dahulu. Ia perlu menerima Berita Kehidupan itu terlebih dahulu.

Seorang Kristen telah menerima kehidupan itu dari Ha Mashiah pada saat ia percaya dan menerima Injil serta Ha Mashiah itu di dalam hidup pribadinya. Akan tetapi oleh karena orang Kristen itu bisa menjadi suam atau bisa pula mundur atau murtad, atau bisa pula kehilangan semangat dan cinta kasihnya yang pertama kepada YAHWEH, atau berobah menjadi lemah atau kendur semangatnya di dalam YAHWEH, maka seorang Kristen itu memerlukan “Kebangunan rohaninya kembali.”

Oleh sebab itu, maka:

  • Di dalam batas lingkungan gerejani berlangsunglah apa yang disebut “penyegaran iman atau kebangunan kembali” tersebut.
  • Di luar lingkungan gerejani terdapatlah gelang­gang dunia penginjilan tersebut.

Di lingkungan gerejani, yakni di tengah-tengah orang Kristen, kita patut melakukan kegiatan kebangunan rohan!

Di tengah dunia, di antara orang-orang berdosa yang terhilang, kita patut memberitakan Injil YAHWEH.

Inilah tugas utama dari pada evangelisasi atau PENGINJIL­AN itu, yakni memenangkan jiwa buat YAHWEH. Suatu tugas yang harus dijalankan DI LUAR LlNGKUNGAN MASYARAKAT GEREJANI ITU SENDIRI.            .

Kenyataan ini patut kita pahami terlebih dahulu dengan jelas agar apa yang kita pelajari dalam buku ini dapat dengan mudah dan memberi ilham dorongan bagi anda dalam meneapai tujuan yang dimaksudkan itu.

Bacalah buku ini dengan kesediaan hati anda untuk menerima cara berpikir yang baru agar anda lebih berhasil dalam menggapai jiwa-jiwa yang terhilang dan memenangkan lebih banyak lagi jiwa-jiwa itu buat Ha Mashiah.

Seorang pendeta atau seorang anggota yang awam biasa sekali pun juga, yang sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap massa yang belum mengenal agama Kristen itu, dan ia bersedia mengambil sikap berpikir yang baru, maka segala kegiatannya bagaimana pun eoraknya, akan beroleh hasil yang gilang-gemilang dalam memenangkan jiwa buat YAHWEH itu.

4. CARA BERPIKIR KAKU YANG BERBAHAYA

Dalam prakteknya semua tugas gerejani yang dilaksanakan sekarang ini di bidang penginjilan dilakukan orang dalam kerangka pemikiran JlWA YANG KAKU. Pada umumnya orang beranggapan seperti ini:

“Pokoknya apabila kita dapat mengajak sejumlah jiwa yang terhilang ke dalam gereja kita, maka kita telah berhasil menyelamatkan dia.”

Lalu kita mencari pembicara yang pintar untuk memberikan ceramah di lingkungan gereja kita,  kita memasang iklan,  mengundang orang-orang agar datang dan hadir pada perte­muan gerejani tersebut,  khususnya untuk mendengarkan uraian si pembicara itu.

Kita mengajak orang bertobat lewat radio, televisi atau surat kabar.
Tetapi alangkah kecewanya! Hanya sedikit saja orang yang datang.
Mengapakah demikian? Sebabnya, karena kebanyakan orang berdosa itu segan untuk datang ke gereja!

Walaupun demikian kita tidak dapat menerima kenyataan ini. Kita mencintai lingkungan gerejani kita. Kita telah mengatur rapih meja-meja dan bangku-bangku di dalam ruangan gereja kita. Lantainya kita sapu bersih dan mengalasinya dengan permadani. Kita mempunyai rombongan koor yang hebat suaranya serta seorang pendeta yang menggembalakan jemaat­nya dengan baik sekali. Pasti orang yang berdosa mau datang ke dalam gereja yang semacam ini!

Lalu kita membawa masuk para penyanyi itu, para penyanyi kwartet dari rombongan koor itu.

Sekali lagi orang-orang yang beriman mulai menyebarkan berita kesukaan itu dan menyambut hangat saudara-saudaranya yang seiman. Lebih banyak lagi orang menyelenggarakan perkumpulan keluarga dan melakukan kebaktian dari rumah ke rumah secara bergiliran. Banyak orang diundang untuk mendengarkan suara para penyanyi koor di gereja kita yang bagus itu. Begitu pula kita bisa dibantu oleh surat kabar, radio dan televisi dalam soal penyebaran acara kita itu.

Tetapi lagi-lagi hasilnya hanya sedikit. Hanya beberapa jiwa saja yang berhasil kita menangkan – beberapa anggota gereja yang sudah lama absen, dan berhasil kita kerahkan kembali, beberapa orang yang sudah murtad berhasil kita ajak lagi kembali kepada jalan yang benar, dan kita bangunkan imannya kembali, dan selebihnya mungkin satu dua orang berdosa yang datang hadir dan sengaja ingin mendengarkan.

Lalu kita mengundang lebih banyak lagi orang. Bahkan sampai ribuan jumlahnya. Tetapi mengapa mereka itu tidak datang? Gereja kita menghendaki keselamatan jiwa orang-­orang itu, bahkan berdoa lebih keras untuk itu lebih dari pada apa pun juga. Keadaan gedung gereja kita cukup memuaskan. Pendeta yang menggembalakan sidang jemaat kita tergolong seorang gembala yang jempolan. Ia memillki tanggung jawab terhadap jiwa-jiwa yang dirawatnya. Anggota-anggota gereja pun sangat menaruh minat terhadap jiwa-jilwa yang terhilang. Kita mempunyai pekerja-pekerja YAHWEH yang hebat-hebat di lingkungan gereja kita. Sebagiannya malah merupakan priba­di-pribadi yang sangat menonjol dalam kemampuan mereka memberikan bimbingan dan penyuluhan terhadap kaum jemaat. Orang-orang yang berdosa merasa diri mereka betul-betul berbahagia apabila diri mereka dikunjungi oleh pekerja-pekerja YAHWEH semacam in! Mereka merasa beroleh pengalaman yang menyenangkan di dalam kasih YAHWEH, lalu minta dibaptiskan di dalam gereja kita. Nah, itu sajalah jiwa-jiwa yang datang bergabung dalam lingkungan kita.

MENGAPA DEMIKIAN? Mengapa tidak begitu banyak orang berdosa datang dan beroleh keselamatan? Padahal kita sudah melakukan berbagai macam usaha bersusah payah untuk menarik sebanyak mungkin orang.

Soalnya tiada lain oleh karena anda bekerja di dalam lingkungan cara berpikir gerejani yang tradisionil. Seolah-olah anda hanya berkata dalam diri anda sendiri: “Lumayan jugalah, jika kita telah berhasil mengajak masuk beberapa jiwa yang terhilang ke dalam gereja kita, maka kita yakin mereka itu sudah diselamatkan.”

Memang jalan pikiran itu benar. Memang bagus bagi jiwa-jiwa yang terhilang itu sendiri yang memang TELAH DATANG! Tetapi tahukah anda mengapa bagian terbesar justru tidak datang ke gereja, itu adalah kenyataan, bahwa orang-orang yang berdosa ltu segan antuk datang ke gereja!

“Ah,” kita tentu saja membantah. “Pandangan semacam itu terlampau pesimis sifatnya. Kita tidak yakin hal itu demikian. Mesti ada saja sesuatu yang bisa menarik perhatian mereka!”

Lalu kita membawa para pemain musik. Sekali lagi kita membuat pengumuman dan kegiatan daya tarik istimewa. Sekali lagi kita mengajak mereka ikut berdoa bersama kita dalam kebaktian. Sekali lagi pintu gereja kita buka lebar-lebar.
Dan bersyukurlah kepada YAHWEH bagi kedatangan mereka yang betul-betul telah hadir itu. Sebab bukankah satu dua jiwa itu pun adalah sesuatu investasi yang berharga pula, benar?
Tetapi pada umumnya kita belum berhasil menggapai orang­-orang berdosa itu. Mengapa? Padahal kita telah menampilkan pemain musik kita yang terbaik untuk menarik mereka. Kita telah mempersiapkan acara itu dengan mantap sekali. Bahkan saudara-saudara kita seiman pun sudah berkorban habis-habisan untuk keperluan itu. Akan tetapi hasilnya hanyalah kegagalan belaka. Lalu dengan sedih dan putus asa kita bertanya-tanya di dalam diri kita itu: “Apa sih sebenamya yang bisa menarik orang berdosa zaman sekarang ini untuk datang ke gereja?” Lalu kita jadi bingung, tak tahu harus berbuat apa.

Dunia yang terhilang itu seakan-akan menantang kita dan mengejek kita semenjak sekian lamanya:  “Ya, bisa saja kalian mempunyai seorang pendeta yang bergelar Doktor dalam Ilmu Teologia. Bisa saja gedung gereja kalian diperlengkapi dengan alat air-condition, permadani yang indah terbentang di lantainya, kursi dan bangkunya yang empuk; Ya, boleh saja kalian mengajak kami lewat acara-aca­ra kalian melalui radio dan televisi, bisa saja kalian melancarkan ajakan itu lewat hubungan telepon, surat-menyu­rat, selebaran-selebaran, buletin, iklan suratkabar, dan kun­jungan pribadi. Siapa pun yang anda tonjolkan, tidak peduli siapa, entah pendeta tersohor, penceramah ulung, nabi-nabi, guru-guru, penginjil, pemain musik, penyanyi koor, ataupun pemain akrobatik, entahlah. TETAPI KAMI TIDAK AKAN SUDI DATANG KE GEREJA!” Inilah tantangan dunia dan sikap dunia terhadap kita.

Lalu, kalau begitu, apakah yang harus kita perbuat? BUANGLAH JAUH-JAUH CARA BERPIKIR KITA YANG KAKU ITU!

Apakah yang saya maksudkan dengan kalimat ini?  Yang kumaksudkan ialah, bahwa kita harus herani menghadapi kenyataan bahwa orang-orang yang berdosa itu tidak suka datang ke gereja untuk diselamatkan. Dan oleh karena amanat YAHWEH kepada kita itu ialah untuk mencapai orang berdosa tersebut dan membawa Injil kepada mereka, maka tiada jalan lain bagi kita kecuali merobah cara pendekatan kita itu. Kita harus membawa Injil itu ke luar dart lingkungan kita sendiri, ke tempat dimana orang berdosa itu berada. KITA HARUS MEMBAWA KABAR KESUKAAN DAN KESELAMATAN ITU KELUAR – tak bedanya seperti yang telah dilakukan oleh gereja YAHWEH yang pertama.

Satu-satunya golongan orang yang dapat kita menangkan buat Kristus hanyalah orang-orang berdosa itu. Oleh sebab itu, marilah kita pergi ke tempat di mana mereka itu berada. Dan pada umumnya mereka itu berada DI LUAR DARIPADA LINGKUNGAN KITA SENDIRI! Apabila kita hanya menyebarkan Injil di kalangan lingkungan kita sendiri, maka satu-satunya orang berdosa yang bisa kita menangkan hanya­lah mereka yang bangun pagi-pagi dengan rela, yang berdandan dan berpakaian, membuang langkah pergi ke gereja dan memasang telinga mendengarkan kotbah. Selesai. Tetapi sebagian besar dari orang-orang berdosa itu tidak akan pernah mau melakukan hal semacam ini.

Di dalam sebuah buku yang berjudul “Mengapa kita perlu mempunyai gereja yang memenangkan jiwa”, si pengarang buku itu berkata: “Gedung gereja adalah kawasan yang paling banyak ditaburi Injil di atas muka bumi ini. Kita berusaha untuk mengabarkan Injil kepada dunia dengan jalan menga­barkan Injil itu kepada gedung gereja. Kita berkhotbah kepada setiap ruangan dan kepada bangku-bangku. Cara kita mengabarkan Injil itu sama saja seolah-olah kita menganggap gedung itu sendiri yang perlu bertobat. Kita bekerja seakan­-akan semua orang yang butuh keselamatan itu, semua jiwa yang terhilang itu, sedang berada di dalam gedung gereja.”

“Hanya ada satu masalah yang kita hadapi: Jiwa-jiwa yang terhilang itu berada di mana-mana, bukan saja di gereja. Dan mereka itu tidak berada di dalam gereja sekarang, dan mungkin juga tidak bakal pemah datang ke gereja. Mereka itu tersebar di mana saja di seluruh pelosok dunia. Jadi, apalah manfaatnya kita melakukan usaha susah payah untuk memenangkan jiwa mereka di tempat yang itu-itu juga!”

Kebanyakan orang Kristen sekarang ini tidak menyadari bahwa tidak terdapat gedung gereja di dalam Alkitab Perjanjian Baru. Gene Edward berkata: “Sekarang ini justru gedung gereja itulah yang jadi penghalang terbesar dalam penyebaran Injil dan memenangkan jiwa yang terhilang. Hal itu tidaklah berarti adalah SALAH BESAR BAHWA KITA INI MEMPUNY GEREJA. Bukan demikian maksudnya! KESALAHAN KITA YANG TERBESAR IALAH OLEH KARENA KITA TIDAK MAU KELUAR DARl DALAM GEDUNG GEREJA ITU!

“Sebuah gedung gereja hanya mempunyai satu tugas terpenting: Menjaga para hadirin jangan sampai kedinginan di musim salju, dan jangan pula terlampau kepanasan di musim panas, atau jangan sampai kehujanan dan basah kuyup di musim penghujan!”

“Ini sama sekali bukanlah berarti memberikan suatu saran bagi anda untuk membakar habis gedung gereja anda itu. Bukan! Jelas tak dapat disangkal bahwa gedung gereja itu merupakan salah satu kebutuhan yang tak terelakkan dalam konsep kehidupan modern kita sekarang ini. Tetapi hendaklah kita berpegang teguh pada perspektifnya yaug tepat! Sadarilah bahwa pekabaran Injil itu BUKANLAH harus dipusatkan di dalam sebuah gedung gereja. Malah kegiatan itu seharusnya dipusatkan Dl LUAR LINGKUNGAN GEDUNG GEREJA. Sebab gedung gereja bukanlah tempat untuk membawa jiwa-jiwa yang terhilang, lalu membuat mereka itu bertobat. Malah sebaliknya. Gereja itu harus merupakan suatu markas besar pertempuran yang mengatur segala kegiatan di medan perang. Ia harus mengirim para prajurit Ha Mashiah itu keluar melakukan tugasnya di luar.

Sebab di luar sana terdapat berjuta-juta orang berdosa yang menunggu dengan penuh kerinduan, kebingungan, kelaparan, penuh hasrat dan sudah cukup matang untuk dituai. Di sanalah mereka itu berada-justru DILUAR LINGKUNGAN GEREJA! Mereka tersebar di segenap penjuru bumi ini. Mereka memerlukan tindakan keselamatan. Mereka membutuhkan keampunan. Mereka rindu akan pelajaran tentang Kristus. Mereka takut menghadapi maut sementara berada dalam keadaan mereka seperti sekarang itu. Mereka dilanda masalah-masalah yang rumit dan rindu menerima YAHWEH dalam hidupnya. Akan tetapi mereka sungguh segan untuk datang ke gereja. Sebab mereka pun tidak tahu pula gereja mana yang dapat mereka andalkan, yang bisa mereka percayai.

Tetapi apabila kita pergi mendatangi mereka itu, menyam­paikan kepada mereka itu kabar Injil, justru ditempat mereka itu berada, maka mereka akan menerima Ha Mashiah Mereka akan menerima anugerahNya dan menerima keselamatan dari padaNya dengan secara suka rela.

Maka dengan suka cita mereka akan mengikuti anda ke gereja di mana iman mereka akan bertumbuh dalam anugerah Elohim serta pengetahuan mereka tentang Kristus berkembang, karena mereka akan mempercayai anda, gereja anda dan pendeta anda. Apa lagi bila mereka merasakan bahwa anda menaruh perhatian terhadap jiwa mereka. Anda datang kepada mereka dan menolong mereka menerima Kristus di tempat mereka berada. Mereka sungguh menaruh keperca­yaan atas diri anda! Mereka akan pergi ke gereja anda, Suatu gereja yang menaruh perhatian pula – terhadap orang-orang berdosa!

Seorang Kristen yang paling pemalu sekalipun di atas bumi ini yang memasuki pinta rumah seorang berdosa untuk bersaksi, boleh saja mengucapkan dua patah kata di daIam bahasa yang dapat dipahaml oleh yang bersangkutan sebelum ia berbicara panjang lebar: “SAYA PRIHATIN!” Dan pada dasarnya memang manusia itu ingin dikasihi, ingin diperlakukan dengan baik.

Salah satu rahasia terbesar yang membuat toka-toko kelontong di Amerika mengalami sukses yang begitu besar dagangannya di seluruh negeri oleh karena mereka menjalankan- suatu gerakan kampanye promosi yang bersifat nasional dengan hanya mengucapkan dua buah perkataan yang singkat: “KAMI PERHATIKAN.” Lalu mereka menam­bahkan sedikit kemungkinan bagi para langganan mereka untuk berhutang. Mereka sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap kepentingan para langganan yang mereka layani itu.

Orang-orang Kristen jaman sekarang pun harus bertanya  pada diri mereka sendiri: Apakah kita ini sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap nasib orang-orang yang berdosa itu? Mereka yang berada diluar lingkungan gereja kita, yaitu mereka yang segan atau takut untuk masuk ke dalam gedung gereja kita apakah oleh karena ragu-ragu beroleh keselamatan?

Ada terdapat sebuah gereja Baptis di New Orleans, yang telah berhasil meraih banyak jiwa datang kepada Ha Mashiah. Rata-rata tiap tahun jumlah yang dicapainya itu melebihi dari jumlah jiwa yang dimenangkan oleh gereja yang mana pun di Amerilka Serikat. Lalu seseorang bertanya kepada pendeta gembala di situ: “Apakah anda memenang­kan jiwa-jiwa itu masuk ke dalam kelompok gereja anda dengan cara menyuruh mereka itu menghadiri pelajaran Sekolah Minggu?”

Jawabannya tegas berbunyi: “Tidak!” Ia melanjutkan, “Kami memenangkan hampir setiap jiwa untuk Kristus bukanlah melalui pendaftaran di gereja. Seperti anda maklum kami hidup di suatu daerah yang sangat taat beribadah. Orang-orang di sekitar ini mempunyai kecende­rungan yang sangat setia kepada agama yang mereka anut. Walaupun demikian tidak ada seorang pun di antaranya yang dapat kami ajak datang berkunjung ke gereja kami. Itulah sebabnya mengapa model gereja kami merupakan satu gereja yang bertugas memenangkan jiwa. Kami memang terdesak untuk memenuhil tuntutan ini, yakni menjadi gereja yang mencari jiwa yang terhilang di dalam rumah-rumah mereka, atau di tempat pekerjaan mereka. Nanti setelah mereka sungguh-sunggguh bertobat dan berubah sikap hidupnya setelah menerima Ha Mashiah, dengan kata lain Lahir Baru, maka barulah mereka itu datang masuk ke daIam gereja kami dan menjadi anggota yang setia pada gereja kami.”

Setiap tahunnya gereja itu menerima tiga atau empat ratus orang baru yang datang bertobat kepada YAHWEH. Ini belum termasuk orang-orang lain yang ratusan juga jumlahnya, yang telah dimenangkan pula oleh kegiatan para anggota gereja itu untuk Kristus, tetapi jiwa-jiwa itu rela bergabung dengan gereja lain yang terdekat misalnya. Belum lagi mereka yang telah dimenangkan buat Ha Mashiah tetapi belum bersedia menggabungkan diri dengan salah satu gereja tertentu.

Bagaimanakah caranya gereja itu sampai berhasil begitu rupa?

Mereka menerima kenyataan itu, bahwa orang-orang berdosa itu tidak bisa mereka tunggu di pintu gereja. Mereka tak bisa mengharapkan kedatangan orang-orang berdosa itu harus datang masuk ke dalam gereja mereka, lalu mengharap­kan mereka itu menyatakan pertobatan kepada YAHWEH. Yang mereka lakukan ialah mengirim anggota-anggota gereja mereka yang setia MELAYANI JIWA-JIWA DILUAR! Mereka pergi keliling pada setiap minggu, mengetok pada pintu orang-orang itu, dari rumah ke rumah. Mereka duduk bertamu sambil memberitakan kabar selamat itu dari dalam Injil. Mereka bercakap-cakap di meja makan, atau di beranda, entah sambil berdiri di ambang pintu, ya mereka berhadapan langsung dengan jiwa-jiwa yang ingin mereka menangkan buat Kristus itu di tempat jiwa-jiwa itu berada, di tempat di mana orang-orang itu menyambut mereka dengan hangat, Di LUAR LINGKUNGAN GEREJA MEREKA.

Tengoklah kepada para pengikut kaum Saksi Yehova. Mereka merupakan salah satu organisasi agama yang paling cepat berkembang di dunia Barat. Mengapa bisa demikian?

Ada berapa banyakkah jiwa yang mereka bawa kepada pertobatan melalui gedung pusat kegiatan agama mereka? Praktisnya tak ada seorang pun! Mereka sadari bahwa tempat untuk membuat orang berdosa itu bertobat itu adalah di rumah-rumah orang-orang berdosa itu sendiri. Di sana, di mana mereka berdiam, bekerja dan bermain-main. Maka mereka pun PERGILAH dengan amanat yang mereka bawa, maka mereka memenangkan jutaan jiwa manusia.

Lalu kenapa kita tidak belajar dari teladan mereka itu? Oleh karena kita telah keracunan oleh satu sikap yang kaku dan kita tidak pemah berhasil untuk menggeser cara berpikir yang kaku itu! Semua program Sekolah Minggu kita, acara latihan-latihan kegiatan kita, semua pelajaran Alkitab kita, hampir semua aktivitas kita itu ditujukan sepenuhnya untuk membuat daya tarik bagi orang-orang berdosa itu agar supaya mau’ masuk ke dalam gereja kita. LALU dengan begitu kita beranggapan bahwa kita mampu dan dapat membawa mereka kepada keselamatan. Tetapi hasilnya justru adalah kebalikan­nya. Kita justru seakan-akan menempatkan gerobak di hadapan kuda penariknya.

Kita telah mengembangkan dan mengajarkan serta memajukan segala macam program, ide, skema, dan kampa­nye berdasarkan cara “penginjilan berdasarkan pendaftaran”. Kita mencoba berusaha membuat orang-orang yang belum atau tidak kenal gereja agar supaya mereka itu datang menghadiri Sekolah Minggu, pertemuan keluarga, makan-minum di pesta, perkumpulan nyanyi, pelajaran agama, pembacaan Alkitab, pertandingan-pertandingan, dan kebaktian di gereja. Tetapi hanya sedikit yang dapat kita ajarkan kepada mereka itu dibandingkan dengan tugas kita yang harus memenangkan jiwa itu – yakni bagaimana menggiring seseorang ke arah satu pengambilan keputusan untuk menerima Kristus DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA KITA. Entah hal itu berlang­sung di pabrik, di restoran, di taman umum, di jalan raya, di dalam rumah orang yang bersangkutan sendiri.

Dengan kata lain, banyak gereja-gereja punya acara yang bagus-bagus dan menarik serta pelajaran-pelajaran agama tentang bagaimana mengundang orang datang ke gereja, tetapi bukanlah bagaimana caranya meraih jiwa yang terhilang itu atau dimenangkan bagi Kristus di tempat mereka itu berada.

Di dalam kitab Perjanjian Baru kita baca bagaimana orang-orang Kristen itu bersaksi “dari rumah ke rumah.” Dengan cara begitu mereka membawa banyak jiwa menjadi murid-murid YAHWEH dari antara sekian banyak manusia.

Cara yang ditempuh orang sekarang ini adalah- bagaimana membawa orang-orang itu ke dalam gereja dan kemudian baru membawa mereka kepada Ha Mashiah. Tentu saja cara ini merupakan sistim yang cocok bagi orang-orang yang rela datang berkunjung ke gereja. Akan tetapi 90% dari orang-orang yang berdosa itu tidak pernah akan mau datang ke gereja, apa pun daya tarik yang kita pergunakan untuk memancing mereka.

Konsep yang tertera di dalam Alkitab ialah bagaimana mencari jiwa buat YAHWEH, maka BARULAH kita bawa mereka ke tempat pertemuan. Kita harus menangkan jiwa mereka terlebih dahulu di tempat mereka itu berada. Dan kesempatan semacam ini sungguh tidak mengenal batas!

Kebanyakan program latihan dan pembinaan rohani itu didasarkan atas pengarahan terhadap gereja atau organisasi. Padahal konsep yang tercantum dalam Kitab Perjanjian Baru adalah didasarkan pada prinsip bagaimana mengarahkan semua orang itu kepada Ha Mashiah.

Entah kita suka atau tidak suka menerima kenyataan ini, tetapi gereja (baik dalam bentuk gedung maupun denominasi Kristen tertentu) telah menciptakan satu suasana yang paling gersang dalam pendekatannya terhadap orang berdosa. Hasil yang dicapainya secara rata-rata dapatlah dikatakan NOL, oleh karena kebanyakan dari orang yang berdosa itu tidak mau datang ke gereja. Tetapi sebaliknya pula, adalah merupakan fakta yang mengagumkan, apabila tokoh Yeshua Ha Mashiah itulah yang jadi sasaran pembinaan kita. Apabila kita melakukannya dengan tepat, maka pendekatan semacam itu mempunyai pengaruh yang paling mantap yang bisa menyentuh hati seseorang manusia di atas muka bumi ini.

Selama turun-temurun kepada orang-orang Kristen telah ditanamkan pengajaran dan latihan untuk bagaimana mengun­dang orang datang ke gereja atau menghadiri pelajaran agama. Tetapi sekarang ini arah jarum jam itu berputar kembali. Orang-orang Kristen sudah mulai belajar bagaimana membawa jiwa-jiwa itu kepada Ha Mashiah – DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA. Mereka itu PERGI KE SEGALA PENJURU DUNIA, berbicara tentang Kristus, DI TEMPAT DI MANA JIWA­-JIWA ITU BERADA.

Inilah amanat pelayanan yang ditugaskan bagi umat Ha Mashiah yang harus kita gali kembali apabila seseorang mau menaruh minat terhadap nasib jiwa seseorang yang terhilang.

Kita harus meninjau kembali arti dan makna dari pada “evangelisasi” atau “penginjilan” itu. Kita harus berani melihat kembali apakah gereja kita itu ada memiliki atau tidak acara yang terarah semacam itu. Apabila tidak, maka hendaklah kita bertanya pada diri kita sendiri, mengapa? Jika kita telah menyadari kekurangan kita itu, maka hendaklah kita rela pula untuk melakukan sesuatu terhadap hal itu.

Tentu saja ada orang yang segera nyeletuk: “Tak bisa diragukan lagi bahwa gereja kami yakin akan prinsip penginjilan itu. Tentu saja kami memillki program penginjilan kami sendiri.”

Akan tetapi apabila gereja anda itu tidak menggapai orang-orang berdosa itu-seperti caranya yang pemah dilakukan oleh gereja YAHWEH yang pertama, maka hendaklah anda jangan menaruh curiga terhadap cara berpikir yang baru itu. Baiklah anda bersikap jujur dan terbuka terhadap diri sendiri, meninjau dari dekat dan lebih teliti pola-pola kerja gereja YAHWEH yang pertama itu, yang lebih mantap dan praktis hasilnya dalam memenangkan jiwa buat Ha Mashiah – khususnya mereka itu yang tidak tergolong dalam lingkungan kelompok gerejani kita. Lalu bersiap-siaplah untuk PERGI KE SEGALA PENJURU DUNIA dan BERSAKSI TENTANG HA MASHIAH di tempat di mana orang-orang berdosa itu berada.

5. PANDANGAN 20-20

Didalam Kisah Para Rasul 5:42 kita baca : Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Elohim dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yeshua yang adalah Mashiah. (Kis. 5:42) in every house (dari buku aslinya dan di Alkitab KJV)

Mereka melakukan hal itu setiap hari. Mereka melakukan­nya di bait Elohim, dan mereka melakukannya tiap rumah.

Dalam kisah 2:46 “Mereka senantiasa berkumpul tiap-tiap hari.”

Dalam kisah 2:47 – Dan tiap-tiap hari YAHWEH menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”

YAHWEH hanya bisa menambah jumlah jiwa itu setiap hari apabila kita menginjil juga setiap hari. Dengan jalan melakukan kebaktian dua kali seminggu, dan melakukan program besuk secara sewaktu-waktu kepada seseorang anggota gereja yang kebetulan tidak datang ke gereja, tidaklah mungkin bisa menambah jumIah orang bertobat setiap harinya.

Apabila suatu kelompok orang-orang Kristen bersaksi “di dalam rumah ibadat dan di dalam setiap rumah orang setiap hari, sehingga YAHWEH pun bisa menambahkan jumlah mereka itu setiap hari,” maka jumlah kelompok itu akan bertambah paling kurang dengan 365 orang dalam setahun. Saya perhatikan bahwa sejumlah besar gereja-gereja itu tidak pemah meneapai taraf pertumbuhan yang minimum itu.

Kisah 6:7 – Firman Elohim makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.” (berlipat kali ganda, multiplied greatly di KJV)

Di dalam Kisah 2 YAHWEH itu menambahkan. Tetapi di dalam Kisah 6 YAHWEH sudah mulai memperlipat-gandakannya. Jelas sekali bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu menuai hasil yang gilang gemilang luar biasa.

Kisah 20:20 berkata – Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.”

Maka di dalam Kisah 19:10 kita dapati ayat yang paling fantastik dari masa kejayaan gereja yang pertama itu. Kadang-kadang kita memang menemukan ayat-ayat yang betul-betul merupakan ujian terhadap iman kita mengenai Alkitab itu. Ayat ini merupakan salah satu dari ayat-ayat semacam itu. Apakah yang dikemukakan ayat itu hanya dalam arti kiasan saja? Apakah keadaan itu sekadar dilebih-Iebihkan saja? Dapatkah kita menganggapnya secara harafiah tentang apa yang dimaksudkan itu?

Kisah 19:10 itu berbunyi demikian – Hal ini dilakukannya dua puluh tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman YAHWEH, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.”

Begitu fantastik kedengarannya! Nampaknya seperti sesuatu hal yang tidak mungkin!
Hanya dalam waktu dua puluh tahun! Bayangkan, sehingga semua yang tinggal di tanah Asia itu menerima kesaksian tentang Injil Ha Mashiah itu.
Sungguh waktu yang singkat! Tetapi sungguh mengagum­kan sekali!
Tetapi maaf, sudahkah anda perhatikan bahwa SAYA TELAH KELIRU MENGUTIP JUMLAH TAHUN yang dimaksudkan itu? Bukan dua puluh tahun! Melainkan HANYA DUA TAHUN SAJA!
Hanya dalam waktu DUA tahun semua orang di tanah Asia Kecil telah sempat mendengar kabar Injil itu.
Padahal waktu itu belum ada radio, televisi, listrik, alat perekam, mobil pick-up, piringan hitam, pengeras suara atau loud-speaker, belum ada kapal terbang jet atau bahkan kapal api yang cepat pun belum ada. Belum ada mobll-mobil. Bahkan belum ada sepeda atau mesin ketik untuk menulis.
Bagaimana bisa mereka bisa mencapai hasil yang begitu mengagumkan?
Sebabnya tiada lain, oleh karena semua orang Kristen ikut giat dalam usaha pelayanan itu. Mereka tidak berhenti bersaksi setiap harinya di dalam bait Elohim maupun di dalam tiap-tiap rumah.
Mereka betul-betul memiIikl pandangan 20-20 itu secara murni.
Mereka betul-betul menaruh rasa prihatin terhadap orang­-orang yang berdosa!
Dalam waktu DUA TAHUN saja mereka sudah berhasil menjangkau setiap orang di tanah Asia waktu itu.
Mereka PERGl KE SEGALA PENJURU DUNIA dan mengabarkan Injil Ha Mashiah itu Dl LUAR
LlNGKUNGAN MEREKA SENDlRl.

6. PERLUKAH KITA MENUTUP GEREJA?

”Kita akan menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan,” demikianlah seorang pendeta muda mengumumkan kepada para jemaatnya yang hadir.  Selama berlangsungnya kampanye penginjilan itu, maka gereja kita akan ditutup, kecuali pada hari Minggu.” [atau hari Saptu untuk gereja tertentu].

Apa maksudnya dengan kalimatnya itu? Bagaimana mungkin suatu gereja itu ditutup kegiatannya oleh karena hendak menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan?

Tetapi pendirian kita justru adalah sebaliknya. Kita mengumumkan suatu kampanye penginjilan, tetapi semua pertemuan itu akan berlangsung di dalam gedung gereja pada setiap malamnya, agar supaya gereja itulah yang bisa menjadi pusat dari pada kegiatan kampanye penginjilan itu.

Tetapi justru cara inilah yang lagi-lagi menggambarkan cara berpikir yang kaku tentang hal penginjilan itu. Kita berpendapat bahwa kita perlu mendatangkan orang-orang yang berdosa itu masuk ke dalam gereja terlebih dahulu, barulah kita melakukan usaha-usaha untuk menyelamatkan mereka.

Pendeta yang muda itu berusia 24 tahun. Ia telah menyelesaikan pelajarannya di Sekolah Alkitab dan menaruh harapan sepenuhnya pada Elohim untuk membimbing dia ke dalam kawasan panen yang telah matang untuk dituai, yakni memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang itu.

Dia pergi ke daerah kota-kota besar. Di sana ia temukan sebuah gedung gereja yang telah lama ditutup. Yang pintu­-pintunya telah lama dipaku dengan kayu palang, sedangkan jendela-jendelanya tertutup rapat.

Pada tahun 1900 gereja itu merupakan gereja yang terbesar di dalam kota itu. Tetapi menjelang tahun 1959 gedung itu sudah ditinggalkan orang dan ditutup rapat. Selama dua tahun tak pemah lagi ada kegiatan kebaktian gerejani di dalam gedung ini. Gereja itu telah mati.

Pada hal bila kita jelajahi kembali pada tahun 1900 ada terdapat lebih dari 800 orang yang bersembahyang secara tetap dan teratur di dalam gedung ini, yang bentuknya begitu indah dan bagus sekali itu. Gereja itu adalah tempat orang golongan elite berbakti, dan terletak di salah satu wilayah tempat permukiman yang terindah di bagian kota itu.

Lalu orang-orang yang kaya dan terpelajar itu pada pindah ke tempat yang lebih bagus lagi, dan datanglah orang-orang yang miskin mendiami daerah itu. Apa pun usaha yang dilakukan oleh gembala sidang, tetapi mereka tidak berhasil dalam mempertahankan kegiatan gereja itu. Akhirnya gedung yang indah dan megah itu menjadi kosong. – Lalu pada tahun 1959 pendeta muda yang berusia 24 tahun, itu datang kekota itu dan melihat keadaan gereja yang menyedihkan itu.

la terharu. Hatinya tergerak melihat keadaan itu dan masih menaruh harapan atas adanya tujuh orang anggota yang masih tersisa yang datang menemui dia. Mereka Ialu memilih dia untuk menjadi gembala sidang mereka.

Tindakan yang berikutnya ia lakukan ialah pergi mengun­jungi sebuah rumah yatim piatu yang tidak berapa jauh letaknya dari situ. la minta izin kepada pimpinan rumah yatim itu agar supaya diperkenankan ke empat puluh orang anak-anak yatim itu datang menghadiri kebaktian di gereja itu pada hari Minggu itu.

Jadi, ia mulai dengan 40 orang yatim, tujuh orang sisa anggota-gereja yang lama itu, dan anggota keluarganya sendiri. (Seluruhnya jumlah mereka 50 orang).

Kemudian ia mengerahkan mereka itu pada kegiatan penginjilan yang bersifat memenangkan jiwa, untuk mendatangi orang-orang dan mengajarkan kepada mereka kabar selamat itu. Tetapi sebelumnya ia ajarkan terlebih dahulu kepada anggota-anggota gerejanya yang sedikit itu untuk bagaimana caranya memenangkan jiwa. Lalu terjadilah peristiwa yang ganjil. Gedung tua besar yang megah itu yang mestinya memuat hadirin sebanyak 1000 orang, lalu hanya ditempati oleh sepuluh orang anggota orang-orang Kristen yang sederhana. Mereka cukup saja menempati satu baris bangku yang paling depan. ­Tetapi jiwa dan semangat mereka cukup bernyala-nyala untuk memperoleh pelajaran tentang bagaimana earanya memenang­kan jiwa buat YAHWEH.

Tentu saja kursus latihan pekerja YAHWEH itu merupakan suatu usaha yang sukses. Maka sehabis kursus inilah maka pendeta yang masih muda usia itu melakukan pengumumannya yang tidak kolot itu:  “Kita akan menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan. Selama kampanye penginjilan itu berlangsung, maka gereja kita akan ditutup, kecuali pada hari Minggu.”

Mengapa mesti menutup gedung gereja?

Oleh karena mereka harus pergi keluar ke tempat-tempat di mana orang-orang berdosa itu berada! Mereka akan pergi mengabarkan Injil DI LUAR LINGKUNGAN MEREKA SENDIRI.

Sepuluh orang Kristen telah dilatih untuk itu. Mereka sudah siap untuk segala tindakan memenangkan jiwa buat YAHWEH.

Setiap malam mereka berkumpul bersama untuk berdoa. Lalu tiap-tiap orang diantara mereka itu dibagi-bagi menurut jalan-jalan yang berbeda-beda pula. Mereka betul-betul memulai suatu kampanye penginjilan yang murni seperti halnya pada zaman para Rasul. Mereka mulai mengetuk pada pintu rumah-rumah, bersaksi tentang Ha Mashiah, dari rumah ke rumah. (Pada setiap hari Minggu mereka kumpul lagi dengan membawa hasil yang mereka peroleh itu, yakni orang-orang yang menyatakan dirinya bertobat kepada YAHWEH).

Empat minggu kemudian mereka sudah berhasil mengerah­kan 220 orang anggota! Sungguh suatu kebangunan kembali dari gereja tua itu, cuma karena mereka telah mempraktekkan

cara penginjilan yang pertama dulu kala itu. Dan ini pun baru suatu langkah permulaan saja.

Tanpa mengundang seorang penginjil dari daerah lain, tanpa mengeluarkan biaya tambahan, tak perlu membayar rekening gas pemanas ekstra atau arus listrik ekstra untuk air-condition. maka gereja itu telah berhasil menuai panen jiwa yang luar biasa banyaknya. Mereka telah beroleh pandangan baru tentang caranya memenangkan jiwa yang terhilang itu. ­DI LUAR LINGKUNGAN MEREKA SENDIRI. Hanya 10 orang Kristen saja yang pergi keluar setiap malamnya. berkunjung ke rumah-rumah dan memenangkan jiwa untuk Ha Mashiah – di tempat yang tidak termasuk kawasan Ilngkungan mereka sendiri.

Tetapi mereka itu tidak berhenti sampai waktu empat minggu saja. Mereka telah beroleh satu pandangan yang baru. Mereka dilanda satu semangat berkobar-kobar, yang segar dan sangat rindu untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang.

Mereka menemukan satu kenyataan yang besar, bahwa jiwa-jiwa itu sebenarnya mudah saja untuk dimenangkan ­apablla kita mendekati mereka il tempat mereka itu sendiri berada.

Pendeta itu berucap: “Sekarang saya hanya menghadapi satu masalah. Anggota-anggota gereja saya tidak lagi mau berbuat hal lain kecuali hendak memenangkan jiwa itu.”

Sebelum tahun itu, berakhir, maka gereja itu telah berhasil mengerahkan jiwa-iwa yang terhilang jauh leblh banyak dari pada gereja manapun di dalam kota itu. Sebab mereka telah melakukan hal itu DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA MEREKA SENDIRI.

***

Suatu gereja baru yang didasarkan atas usaha memenang­kan jiwa telah merayakan hari ulang tahunnya yang ke lima. Dalam satu tahun gereja itu telah berhasil mencapai jumlah ke anggotaan yang meliputi 440 orang. Kini jumlah hadirin yang jadi anggotannya sudah berkisar 2000 orang.

Setelah masa satu tahun mereka masih melakukan rapat pertemuan di garasi, tetapi keuangan yang mereka berhasil capai waktu itu sudah meliputi 6000 dollar, sementara jumlah pengeluaran untuk biaya penyelenggaraan segala kegiatan gerejani itu berkisar sekitar angka itu pula. Sekarang ini biaya pengeluaran mereka telah lebih meningkat jumlahnya sampai 200.000 dollar setahun, tetapi milik kekayaan gereja itu pun sudah meliputi nilai seharga satu juta dolar besamya.

Selama masa perkembangannya dalam lima tahun itu, gedung gereja itu sudah sempat berkembang luas dengan menambah lima buah gedung gereja yang baru yang lain lagi.                Mengapa gereja ini termasuk salah satu gereja yang paling pesat perkembangannya di dunia?

Pendeta itu menerangkan bahwa ia telah menjadi gembala dari gereja itu ketika mereka dalam tahun pertama masih mengadakan rapat dalam gedung garasi. Tetapi ia telab mengumumkan tekadnya, bahwa apa pun akibatnya, maka gereja itu hendaknya menjadi satu gereja yang terus-menerus memenangkan jiwa buat YAHWEH!

Ia melatih kurang lebih sepuluh orang dari anggotanya dan mulai mempraktekkan penginjiIan dari rumah ke rumah. Mereka bersaksi kepada jiwa-jiwa yang terhiIang itu – di tempat mereka itu berada – dan memenangkan jiwa-jiwa itu untuk Ha Mashiah.

Untuk tahun pertama mereka menangkan 150 jiwa ­kebanyakan di antara mereka itu dimenangkan di dalam rumah mereka sendiri.
Tahun yang berikutnya kira-kira 300 jiwa yang baru bertobat telah berhasiI dibawa masuk ke dalam gereja melalui cara yang sama.
Tahun yang berikutnya lagi mereka menangkan 500 orang, dan selanjutnya 700 orang lagi.
Pendeta itu berkata: “Sekarang ini saya mempunyai lebih banyak pengerja YAHWEH dari pada jumlah anggotaku dalam empat tahun yang lalu.”
Sekarang gereja itu sudah bisa membiayai 44 orang misionaris beserta dengan anak isteri mereka ke berbagai ladang misi, padahal jumlah mereka pada waktu empat tahun yang lampau baru 44 orang anggota saja.

Seorang penginjil lalu bertanya kepada pendeta itu bagaimana ia sampai bisa berhasiI begitu menyolok dalam perkembangannya itu. Pendeta itu menjawab: “Datanglah pada waktu kami lagi sibuk melakukan pelayanan pertengahan mingguan, maka saya akan menunjukkan kepada anda alasannya mengapa gereja kami berkembang begitu pesatnya.

Pada hari Rabu malam terdapat lebih dari 700 orang yang hadir. Lalu pendeta itu bertanya kepada para hadirin itu satu pertanyaan: “Siapakah di antara saudara-saudara yang telah keluar meninggalkan gedung gereja ini selama tahun ini dan memenangkan paling kurang satu jiwa buat YAHWEH?”

Maka lebih dari 300 orang pun bangkit berdiri dan menyatakan pernah berbuat hal yang demikian itu.

Sesungguhnya gereja itu telah sempat menemukan kembali akan perjuangan para rasul pada awal pertama gerejani untuk memenangkan jiwa – yang rahasianya sebenamya tiada lain adalah apabiIa kita sungguh merasa turut prihatin dengan nasib orang-orang yang berdosa itu, sehingga kita merasa perlu untuk memenangkan mereka buat Ha Mashiah. Dan setiap orang, babkan siapa saja dapat melakukan hal ini, asal saja ia mau pergi dan mengunjungi jiwa-jiwa yang terhiIang itu di tempat mereka itu berada – yakni DI LUAR LINGKUNGAN MASYARAKAT GEREJANI KITA SENDIRI.

***

Ada pula seorang pendeta yang beroleh kehormatan besar luar biasa karena berhasit membaptiskan ribuan orang setiap tabunnya dibandingkan dengan pendeta yang mana sekalipun di dunia ini. Oleh sebab itu gerejanya termasuk salah satu gereja yang langka yang beroleh sukses besar dalam memenang­ka jiwa di dunia ini.

Seorang pekabar Injil mengajukan pertanyaan kepadanya: “Apakah yang menyebabkan gereja anda membawa orang bertobat jauh lebih banyak jumIahnya di bandingkan dengan gereja mana pun di dunia ini?”

Ia menjawab pertanyaan ini dengan hanya satu kalimat yang pendek saja: “Oleh karena anggota-anggota gerejaku mencari jiwa buat YAHWEH.”

Dengan kalimat yang singkat ini ia telah memberikan kunci rahasia suksesnya yang sebenarnya.

Pendeta itu berkata: “Berulang-ulang kali saya selalu menekankan satu kebenaran kepada para anggotaku. Saya mengkaji-nya sampai berulang kali, sehingga’ akhirnya mereka sendiri juga yakin akan hal itu.”

Kebenaran yang selalu ia tekankan itu ialah:  ”Maka mereka itu senantiasa berada di dalam bait Elohim setiap hari dan di rumah-rumah. Mereka tidak berhenti mengajar dan memberitakan Injil tentang Ha Mashiah.”

Bahwa anggota gereja pada hakekatnya harus berkunjung ke rumah-rumah setiap keluarga dan bergerak ke dalam berbagai pelosok kota. Gereja itu mempunyai lima macam program kunjungan dalam setiap minggu. Dengan demikian mereka bisa mencapai hubungan dengan kurang leblh banyak 10.000 orang dalam seminggu.

Bagaimana hal itu mungkin ?

Pendeta itu menerangkan bahwa ia menekankan soal memenangkan jiwa dan bersaksi untuk Ha Mashiah demikian mantapnya, sehingga para anggota itu yakin betul bahwa mereka harus mencari jiwa untuk dimenangkan. Oleh sebab itulah maka mereka rela melakukan hal itu. la jadikan semboyan itu akan perjuangan di dalam kehidupannya sendiri. la kotbahkan hal itu setiap kali ia berdiri di atas mimbar. la tidak pemah berhenti menekankan pentingnya hal itu. Keyakinan itu Ialu mendapat tempat di dalam hati para anggotanya demikian rupa sehingga – di luar lingkungan gereja – hal itu menjadi semacam semangat yang kuat akan pekerjaan YAHWEH yang luar biasa hebatnya. Tahun yang lampau mereka menerima kira-kira 1.400 orang anggota baru yang bertobat dan menggabungkan diri dalam persekutuan gereja mereka.

Tetapi anda mungkin saja berkata, bahwa gereja-gereja itu adalah gereja-gereja yang besar. Sedangkan gereja anda sendiri hanyalah kecil saja.

Tetapi anda jangan lupa, bahwa orang-orang berdosa itu pun hidup dalam kelompok-kelompok kecil juga. dan mereka pun sama pekanya dalam menyambut Ha Mashiah asal saja kita mencari mereka itu dan menyampaikan kabar Injil itu kepada mereka diluar, di mana mereka ita berada.

Sebuah gereja kecil terletak di tengah masyarakat pedesaan yang serba polos di alam terbuka. Pendetanya berkata: “Anda bisa berdiri di atas atap gereja ini dan hanya dapat melihat dua buah rumah.”

Tatkala ia menjadi pendeta di situ anggotanya baru kurang lebih 75 orang. (Seluruh wilayah itu mempunyai penduduk tidak leblh dari 400 orang saja).

Lalu pendeta itu melakukan semacam sensus agama. la menemukan bahwa hanya ada enam orang yang belum diselamatkan di daerah itu – Dan mereka itu sangatlah sulit dan kebal sekali terhadap Injil.

Akan tetapi hanya dalam waktu dua tabun gereja itu telab memenangkan kurang lebih 300 anggota untuk Ha Mashiah. Dengan demikian kehadiran di gereja itu berkisar sekitar 400 orang setiap hari Minggu.

Bagaimana hal ini terjadi ?

Sebab pendeta yang muda itu tahu betul rahasia untuk memenangkan jiwa. la tahu bahwa orang-orang berdosa itu pada umumnya tidak mau datang ke gereja untuk minta diselamatkan. Oleh sebab itulah mereka harus kita raih diluar Iingkungan masyarakat kita  sendiri.

la melatih sekelompok aoggotanya untuk bersaksi dan membimbing jiwa-jiwa untuk mengambil keputusan menerima Yeshua, – dari tempat mereka bermuakim. Mereka berjalan keliling di sekitar daerah itu, mengetuk pintu dari rumah ke rumah, memperkenalkan Ha Mashiah kepada orang-orang itu dan mengajak mereka untuk diselamatkan.

Mereka akan berkunjung sampal kota-kota yang terletak 15 atau 25 mil jauhnya, dan memenangkan jiwa buat Ha Mashiah. Dalam dua tahun gereja itu sudah punya tiga buah bus yang tugasnya mengangkut 200 orang pulang pergi ke tempat beribadah pada setiap kali ada perkumpulan atau kebaktian.

***

DI dalam sebuah distrik di kota besar, sebuah gereja telah memenangkan 40 orang untuk Ha Mashiah. Hanya dalam waktu satu tahun. Mereka belum merasa puas dengan hasil ini. Lalu mereka pun menyelenggarakan suatu program latihan khusus mengenal cara memenangkan jiwa selama dua minggu lamanya.

Pendeta dengan para anggota jemaat tersebut menentukan satu sasaran tertentu, yakni “menginjil kepada masyarakat sekiltarnya.”

Dalam jangka waktu dua bulan gereja itu telah mengerah­kan anggota-anggotanya keluar dari lingkungan gerejanya sendiri. Mereka berhasil membawa sejumlah besar jiwa untuk diselamatkan serta 67 keluarp baru ke dalam persekutuan kelompok gereja mereka.

***

Di dalam sebuah kota kecil dengan penduduk 45.000 jiwa, sebuah gereja menyisihkan waktu tiga minggu lamanya yang diperuntukkan bagi kampanye memenangkan jiwa Dl LUAR LINGKUNGAN SENDlRI. Tujuannya ialah hendak menginjil kepada penduduk kota itu.

Minggu yang pertama dikhususkan sama sekali untuk melatih orang-orang Kristen Itu bagaimana caranya bersaksi dan membawa jiwa buat YAHWEH.

Kaum pria pergi bersaksi, ketemu dengan perorangan satu persatu, baik yang meringkuk dalam penjara, ataupun di rumah panti asuhan anak-anak nakal, atau di daerah gubuk-gubuk orang miskin dl perkotaan Itu. Kaum wanitanya berkunjung ke rumah-rumah sakit, rumah penampungan orang-orang tua jompo, dan rumah-rumah panti perawatan sosial menyelusuri satu tempat tidur ke tempat tidur lainnya, dari satu kursi ke kursi yang lainnya.

Sasaran utama dari pada usaha kegiatan bersama itu tentu saja adalah penginjilan dari rumah ke rumah. Pada setiap malamnya sesoorang itu ditugaskan di sebuah jalanan tertentu. Jadi, setiap malam tentu saja mereka menyelusuri jalan yang berbeda pula masing-masingnya. Mereka memasuki rumah ke rumah untuk bersaksi tentang Ha Mashiah. Mereka melakukan daya upaya sekuat tenaga untuk mengajak jiwa-jiwa yang terhilang itu mengambil satu keputusan guna menerima Dia secara langsung.

Hanya dalam waktu dua minggu terdapat 333 orang yang telah berhasil di jaring buat YAHWEH. Malah dalam waktu tiga minggu sesudahnya gereja itu menerima Iebih dari 150 orang yang datang bertobat sebagai jiwa baru di dalam persckutuan gereja itu.

Pendeta itu berkata, bahwa para anggotanya telah menjadl terbiasa akan penginjilan dari  rumah ke rumah. Dengan demikian program kunjungan mereka kepada anggota lainnya Ialu diperluas sampai kepada orang-orang yang mereka jumpai di luar lingkungan mereka sendiri. Tetapi program besuk Itu juga telah meluas demikian rupa, sehingga setiap rumah tangga boleh dikata baru dalam waktu tiga bulan lamanya barulah beroleh giliran untuk dikunjungi.

***

Seorang mahasiswa muda selama hari-hari libur mengikuti suatu kursus latihan yang diselenggarakan sebuah gereja mengenai cara memenangkan jiwa di luar lingkungan gereja sendiri. Pemuda itu lalu dapat memahani maksud yang sesungguhnya dari para penginjilan tersebut.

Ia kembali lagi ke sekolahnya menghadiri kuliah dan mengorganisir sekelompok rekan-rekan mahasiswa yang terdiri dari sepuluh orang dengan tujuan hendak memenangkan jiwa yang terhilang. Mereka menyebut kelompok mereka itu ”evangelis” yang bermaksud hendak bersaksi kepada orang berdosa di manapun mereka berada.

Dalam balan pertama saja kelompok itu sudah berhasil meraih lebih dari 50 orang anggota untuk datang kepada Ha Mashiah, Mahasiswa yang muda-muda itu pergi keluar untuk mencari jiwa yang terhilang.

***

Sebuah gereja lain lagi yang mempunyai soorang pendeta yang telah mendengar tentang kegiatan di luar lingkungan gereja, yakni memenangkan jiwa buat YAHWEH. Ia lalu meminta bahan-bahan bacaan mengenai soal ini, Ialu melatih sejumlah anggotanya untuk mampu bersaksi kepada orang berdosa.

Tahun yang lampau mereka hanya memperoleh tambahan anggota dua orang saja.

Tetapi setelah mereka menyelenggarakan suatu jangka waktu latihan, maka merekapun melangsungkan kegiatan penginjilan – dI luar lingkungan gereja mereka sendiri ­sambil bersaksi dari rumah ke rumah tentang Ha Mashiah.

Dalam satu tahun saja gereja yang kecil itu telah memenangkan lebih dari 100 jiwa yang terhilang dan masuk ke dalam lingkungan keanggotaan gereja mereka.

***

Seorang profesor yang mengajar di suatu Sekolah Tinggi Alkitab menceritakan kepadaku tentang pengalamannya.

Ia berkata bahwa ia menyadari kenyataan perlunya orang Kristen itu pergi keluar               dan berkecimpung di antara orang-orang yang berdosa untuk bersaksi. Bahwa gereja tidak boleh menunggu orang-orang berdosa itu datang masuk ke gereja untuk minta diselamatkan. Lalu ia memutuskan untuk membuat satu percobaan tentang cara memenangkan jiwa di luar lingkungan gereja dan mencari jiwa-jiwa tersebut di tempat mereka sendiri.

Ia mengajak serta tujuh orang anak-anak muda Kristen lalu mereka pun berangkat menuju ke suatu kota tertentu.

Mereka mengabdikan diri selama tiga hari dengan jalan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah dan bersaksi tentang Ha Mashiah. Setiap sore harinya mereka pergunakan dua jam untuk berkunjung ke rumah-rumah itu.

Hanya dalam jangka waktu tiga hari, dan itu pun hanya dua jam per hari, mereka kerjanya mengetok pintu rumah orang. Mereka berhasil melakukan kunjungan kepada 392 buah rumah dan sempat berbincang-bincang dengan para penghuninya sejumlah 198 Orang. Di antara mereka itu 24 orang telah diselamatkan karena menerima Yeshua sebagai Juruselamat mereka.

***

Kita dapat mengemukakan banyak lagi contoh-contoh di sini, dan oleh karena rahasia cara memenangkan jiwa yang terhilang ini telah tersebar luas di kalangan para pendeta dan kaum pekerja YAHWEH dengan cepat sekali, maka contoh-contoh kejadian yang baru pun banyak pula bermunculan. Setiap hari dan setiap minggu orang senantiasa membuat kemajuan dalam hal ini.

Tidak ada masalah sebenarnya yang menyangkut persoalan ini. SETIAP GEREJA DAPAT SAJA MEMENANGKAN JIWA. GEREJA MANA PUN JUGA DAPAT MENGINJIL DI LUAR LINGKUNGANNYA SENDIRI. – Apabila orang-orang Kristen dari suatu gereja memahami betul panggilan ini dan bersedia melatih diri dengan perlengkapan seperlunya untuk melakukan penginjilan (atau memenangkan jiwa) itu, di luar lingkungan gereja sendiri, maka – terbukalah kemungkin­an besar bahwa kita bisa panen jiwa di tempat mereka itu berada, – dan kita telah berhasil menyelamatkan jlwa-jiwa YANG BERADA DI LUAR LINGKUNGAN KITA SENDIRI.

7. SASARAN YANG MURNI

Salah satu gereja yang paling menyolok dalam abad ke 20 ini ialah contoh gerakan pertumbuhan aliran agama Saksi Yehova.

Meteka telah mengajarkan dan menyampaikan ajaran agama mereka dengan cara mendatangi satu rumah ke rumah yang lainnya di seluruh dunia. Sekarang ini mereka merupakan satu gerakan yang paling pesat kemajuannya di antara sekian banyak organisasi di dunia ini terutama sekali di dunia Barat.

Walaupun demikian saya meragukan apakah ada seseorang yang mereka ajak datang ke tempat markas besar kegiatan organisasi mereka itu. Artinya pada awal mula perjumpaan mereka dengan seseorang yang mereka garap itu. Sebab rencana mereka adalah memasuki setiap rumah untuk kemudian bisa melakukan kunjungan ulangan lagi untuk memenangkan jiwa yang jadi sasaran itu. Maka baru kemudian mereka mengajak serta orang yang telah bertobat itu masuk ke dalam Gedung Kerajaan mereka. Tetapi itu pun bukan dengan maksud apa-apa kecuali hendak memberikan satu latihan pembinaan kepadanya. Agar supaya orang Itu mampu pergi ke mana-mana lagi untuk memenangkan jiwa seperti halnya orang lain telah berhasil memenangkan jiwanya sendiri.

Apakah sebenarnya yang mendorong pengabdian “Saksi­-saksi” itu pergi keluar dan melakukan tugas gemilang itu? Apakah yang membuat mereka itu sukses dalam memenangkan jiwa, yang pada pandangan umat Kristen lainnya dianggap sebagai sesuatu hal yang mustahil atau sulit untuk dilaksanakan? Dan apakah halangan yang menyebabkan umat Kristen lainnya segan meniru teladan mereka itu? Padahal cara mereka itu begitu efektif menurut bukti-bukti yang telah menjadi kenyataan. Begitu besar hasil yang telah mereka tuai! Apakah cara panen jiwa semacam itu tidak bisa diterapkan di dalam lingkungan gereja kita juga? Tentu saja hal itu bisa saja terlaksana bagi semua gereja yang berada di atas bumi ini. Sungguh mengherankan, bukan? Mengapa justru kaum Saksi Yehova itulah yang telah membuktikan berhasilnya sistim gereja YAHWEH yang pertama itu. Artinya sejauh menyangkut hal yang berhubungan dengan cara memenangkan jiwa itu.

Menurut anggapan penganut “Saksi-saksi” itu kerinduan mereka yang terbesar dalam usaha mereka ialah berbuat seperti apa yang pernah dikerjakan oleh orang-orang Kristen yang pertama. Bila ditilik dari segi sejarah, demikian kata mereka, maka agama Kristen itu sebenarnya adalah agama yang timbul dari perorangan kepada perorangan yang lainnya. Jadi, mereka menyampaikan keyakinan mereka itu dari satu orang kepada orang lainnya. Apakah ada hambatan dasar yang mencegah umat Kristen untuk berbuat hal yang sama? (terpisah dari rasa takut, sikap masa bodoh, sibuk dengan kegiatan duniawi, atau tanggapan yang keliru bahwa tugas itu harus memerlukan orang profesional?)

Ada satu kelebihan mereka. Bahwa mereka tidak mengenal perbedaan menyolok. antara kaum rohaniwan dan kaum awam. “Semuanya adalah guru dan penginjil, dan wajib menyampaikan firman Elohim itu kepada siapa saja.” Demikian­lah pernyataan mereka itu. Oleh sebab itu mereka tidak tumpahkan tanggung jawab penyebaran Injil itu di atas pundak kaum pendeta saja yang jumlahnya tidak seberapa itu. Setiap anggota mereka adalah saksi yang hidup tentang keyakinan mereka.

Dan saya pun berpendirian bahwa setiap Pengikut Yeshua adalah saksi yang hidup bagi Yeshua! Apabila kita yakin akan ayat yang tertera dalam Kisah 1:8 yang menjanjikan berkat-Nya bagi kita, (maka kamu akan menerima kuasa!), maka hendaklah pula kita yakin akan perintah-Nya (hendaklah kamu menjadi saksi!).

Kalau ada golongan umat Kristen yang bisa menghabiskan waktu mereka sebagian besar di dalam tiap rumah dan di tempat-tempat umum, mengapa orang-orang Kristen yang sejati mesti menghabiskan waktunya dengan mengurung diri di dalam lingkungan sempit mereka sendiri?

Apabila kita hanya tetap tinggal di dalam lingkungan kita yang sempit itu, maka mungkin tak akan ada orang yang akan bergabung diri lagi dengan gereja kita. Apabila para rasul dan orang-orang Kristen yang pertama itu terus saja bercokol di ruang tingkat atas di Yerusalem sambil menikmati berkat yang mereka terima dari Roh Kudus, maka hanya sedikit saja orang yang sempat mendengar Injil YAHWEH itu. Tetapi orang-orang Kristen yang pertama itu pergi keluar mengunjungi tempat jiwa-jiwa yang terhilang, sehingga seluruh tanah Asia waktu itu berhasil dijelajahi dalam waktu dua tahun saja.

Golongan Saksi Yehova pun pergi keluar dan apabila mereka melakukan suatu pertemuan bersama, maka mereka akan memenuhi balai pertemuan umum yang paling besar atau memadati ruang stadion yang bisa mereka peroleh sambil belajar berjam-jam tentang tehnik memenangkan jiwa.

Sudah waktunya kita meneliti caranya mereka itu bersaksi. Agar supaya kita pun terdorong untuk PERGI KELUAR DAN MENINGGALKAN LlNGKUNGAN KITA SENDIRI.

Adalah rada memalukan juga apabila kita justru mengabai­kan cara yang belum pemah kita coba, padahal kita sendiri sering mengumandang bahwa “Iewat kitalah kabar keselamatan itu disampaikan kepada seluruh dunia.” Kita harus menyam­paikan kabar selamat itu kepada sekalian bangsa dan kepada setiap orang yang mau menerima keyakinan Itu. Mudah-mudahan kasih Elohim itu menyertai kita untuk menyampaikan apa yang kita KETAHUI kepada orang-orang berdosa di tempat mereka itu berada.

Dari catatan resmi diperoleh data di Amerika bahwa Saksi-saksi Yehova itu sempat mengunjungi 900.000 rumah keluarga setiap minggunya. Di dalam rumah tangga yang mereka datangi itu kebanyakan di antara mereka itu dilayani dengan pelajaran Alkitab. Mereka juga bersaksi dengan alat-alat perekam, piringan hitam atau pun majalah-majalah.

Sekarang ini dengan sedikit biaya kita sudah dapat memperoleh tape dan rekaman atau piringan hitam, sedangkan barang cetakan cuma-cuma banyak sekali mengalir untuk keperluan penginjilan itu. Oleh sebab itu kaum awam Kristen pun harus dapat lebih giat untuk menyampaikan Injil itu DI LUAR GEREJA MEREKA ITU SENDIRI.

Sebab di balik itu semua kita punya sasaran yang murni Hidup yang baru di dalam Yeshua Ha Mashiah! <:::><

Bersambung ke bagian 2: Bab 8 sampai 15Bersambung ke bagian 3: Bab 6 sampai Tamat

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s